Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Konsumsi Daya
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Perfoma Kendaraan Listrik Konversi Pada Kondisi Daerah Kota Tarakan Dengan Metode Eksperimen

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menguji performa kendaraan listrik konversi (Beatrix) dalam berbagai kondisi lingkungan di Kota Tarakan menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian dilakukan secara langsung di lapangan yakni di sekitar Kecamatan Tarakan Timur mencakup berbagai kondisi jalan, termasuk tanjakan, turunan, dan jalan datar dengan variasi jarak tempuh (10 km, 20 km, dan 30 km) serta kondisi cuaca berbeda yaitu cuaca panas, hujan, dan malam hari. Parameter yang diukur mencakup temperatur komponen utama Beatrix, seperti baterai, ECU, dan motor listrik, serta konsumsi daya baterai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jarak tempuh listrik dan kondisi lingkungan mempengaruhi kinerja kendaraan listrik konversi. Pada kondisi cuaca panas dengan temperatur sebesar 31°C, terjadi peningkatan temperatur tertinggi pada Motor Listrik BLDC sebesar 14,47°C, ECU sebesar 10,57°C, dan Baterai sebesar 5°C. Sementara itu, pada kondisi hujan dan malam hari dengan temperatur 28°C, peningkatan temperatur lebih terkendali, dengan rata-rata kenaikan temperatur Motor Listrik BLDC di bawah 10°C dan ECU serta Baterai di bawah 5°C. Konsumsi daya tertinggi terjadi pada kondisi cuaca panas dengan nilai 26,13 Wh pada jarak 20 km, sebelum mengalami penurunan menjadi 16,83 Wh pada jarak 30 km. Sebaliknya, pada kondisi hujan, konsumsi daya menurun dari 11,01 Wh pada jarak 10 km menjadi 4,66 Wh pada jarak 30 km. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan di Kota Tarakan berpengaruh terhadap performa kenaikan temperatur kendaraan listrik konversi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kebutuhan Daya Baterai Dalam Implementasi Teknologi Ruang Panas Pada Usaha Pengolahan Ikan Kering

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengeringan telah digunakan selama ribuan tahun untuk memperpanjang umur simpan bahan pangan, termasuk ikan. Salah satu pengeringan yang digunakan adalah teknologi ruang panas atau teknologi oven. Penelitian ini menganalisis kebutuhan daya baterai dalam pengoperasian elemen pemanas pada teknologi ruang panas dan mengevaluasi efektivitas pengeringan ikan pada suhu 40°C, 45°C, dan 50°C. Pada teknologi ruang panas ini digunakan heater kering berdaya 350 Watt dan tegangan 220 – 240 Volt yang diintegrasikan dengan baterai LiFePO4 24V 100Ah sebagai sumber energi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif yang dilakukan dengan pengujian langsung terhadap performa sistem dan pengukuran kadar air pada ±1,5 kg ikan yang dikeringkan. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem dapat beroperasi 4 hingga 6 jam dengan konsumsi daya ±1.690 Wh. Pengeringan paling optimal terjadi pada suhu 50°C dengan kadar air basis kering (KAbk) 25% berdasarkan massa total, serta KAbk tertinggi 35% pada rak tengah. Kadar air yang teruap meningkat seiring peningkatan suhu, ini menunjukkan adanya pengaruh suhu terhadap efisiensi pengeringan. Temuan ini menunjukkan potensi sistem teknologi ruang panas berbasis baterai sebagai solusi hemat energi dan aplikatif untuk pengolahan ikan kering skala kecil dan menengah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis pengaruh baterai lithium-ion kapasitas 72 volt terhadap jarak tempuh sepeda motor Honda Beat Electrik Vehicle 2 kw

2023•

Pertambahan jumlah kendaraan dengan mesin pembakaran dalam berdampak pada meningkatnya konsumsi bahan bakar hingga menyebabkan krisis bahan bakar fosil dan degradasi lingkungan. Hal ini mendorong berkembangnya industri transportasi kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan. Tantangan teknis yang menjadi perhatian dalam hal ini adalah terkait dengan penggunaan teknologi baterai. Telah dilakukan rangkaian penelitian berkelompok dengan maksud mengkonversi motor bakar 110 cc menjadi sepeda motor listrik berkapasitas 2 kW. Salah satu yang menjadi fokus penelitian adalah terkait dengan penggunaan baterai jenis lithium-ion berkapasitas 72 V 20 Ah. Dalam ujicoba awal pada skala laboratorium menunjukan bahwa baterai mampu mengoperasikan motor listrik BLDC 2 kW. Selanjutnya dilakukan pengujian pada jalan mendatar dan menanjak dengan variasi kecepatan 20, 30 dan 40 km/jam. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin jauh lintasan jalan dan semakin tinggi kecepatan maka semakin meningkat juga konsumsi daya motor terhadap baterai. Konsumsi daya tertinggi terjadi pada kecepatan 40 km/jam di jalan menanjak 100 meter dengan konsumsi 86,144 kWh, sedangkan konsumsi daya terendah yakni 38,865 kWh terjadi pada kecepatan 30 km/jam dengan jarak 100 meter pada jalan menanjak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail