Abstrak
Pengeringan telah digunakan selama ribuan tahun untuk memperpanjang umur simpan bahan pangan, termasuk ikan. Salah satu pengeringan yang digunakan adalah teknologi ruang panas atau teknologi oven. Penelitian ini menganalisis kebutuhan daya baterai dalam pengoperasian elemen pemanas pada teknologi ruang panas dan mengevaluasi efektivitas pengeringan ikan pada suhu 40°C, 45°C, dan 50°C. Pada teknologi ruang panas ini digunakan heater kering berdaya 350 Watt dan tegangan 220 – 240 Volt yang diintegrasikan dengan baterai LiFePO4 24V 100Ah sebagai sumber energi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif yang dilakukan dengan pengujian langsung terhadap performa sistem dan pengukuran kadar air pada ±1,5 kg ikan yang dikeringkan. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem dapat beroperasi 4 hingga 6 jam dengan konsumsi daya ±1.690 Wh. Pengeringan paling optimal terjadi pada suhu 50°C dengan kadar air basis kering (KAbk) 25% berdasarkan massa total, serta KAbk tertinggi 35% pada rak tengah. Kadar air yang teruap meningkat seiring peningkatan suhu, ini menunjukkan adanya pengaruh suhu terhadap efisiensi pengeringan. Temuan ini menunjukkan potensi sistem teknologi ruang panas berbasis baterai sebagai solusi hemat energi dan aplikatif untuk pengolahan ikan kering skala kecil dan menengah.