Abstrak
Pertambahan jumlah kendaraan dengan mesin pembakaran dalam berdampak pada meningkatnya konsumsi bahan bakar hingga menyebabkan krisis bahan bakar fosil dan degradasi lingkungan. Hal ini mendorong berkembangnya industri transportasi kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan. Tantangan teknis yang menjadi perhatian dalam hal ini adalah terkait dengan penggunaan teknologi baterai. Telah dilakukan rangkaian penelitian berkelompok dengan maksud mengkonversi motor bakar 110 cc menjadi sepeda motor listrik berkapasitas 2 kW. Salah satu yang menjadi fokus penelitian adalah terkait dengan penggunaan baterai jenis lithium-ion berkapasitas 72 V 20 Ah. Dalam ujicoba awal pada skala laboratorium menunjukan bahwa baterai mampu mengoperasikan motor listrik BLDC 2 kW. Selanjutnya dilakukan pengujian pada jalan mendatar dan menanjak dengan variasi kecepatan 20, 30 dan 40 km/jam. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin jauh lintasan jalan dan semakin tinggi kecepatan maka semakin meningkat juga konsumsi daya motor terhadap baterai. Konsumsi daya tertinggi terjadi pada kecepatan 40 km/jam di jalan menanjak 100 meter dengan konsumsi 86,144 kWh, sedangkan konsumsi daya terendah yakni 38,865 kWh terjadi pada kecepatan 30 km/jam dengan jarak 100 meter pada jalan menanjak.