ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebutuhan energi listrik yang terus meningkat mendorong pengembangan sistem penyimpanan energi yang efisien dan andal. Salah satu komponen penting dalam sistem tersebut adalah Bidirectional Converter DC-DC, dimana converter yang mampu mengatur aliran daya dua arah untuk proses pengisian (charging) dan pengosongan (discharging)baterai. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mensimulasikan sistem bidirectional converter menggunakan perangkat lunak MATLAB/Simulink serta menganalisis kinerjanya dengan menerapkan kontrol Proportional Integral Derivative (PID) untuk menjaga kestabilan tegangan sistem. Spesifikasi baterai yang digunakan adalah jenis Lithium-Ion dengan Tegangan Nominal (Nominal Voltage) sebesar 24 V dan Kapasitas Rating (Rated Capacity) sebesar 50 Ah. Komponen konverter dirancang menggunakan nilai parameter masukan berupa tegangan sumber (Vi) sebesar 48 V, target tegangan keluaran (Vo) sebesar 24 V, frekuensi pensaklaran sebesar 10.000 Hz, serta hasil perhitungan nilai resistor (R) sebesar 5,76 Ohm, induktor (L) sebesar 0,2304 mH, dan kapasitor (C) sebesar 1 mF. Penetapan parameter kontroler PID pada penelitian ini menggunakan nilai konstanta Kp = 0,25, Ki = 50, dan Kd = 24. Pada pengujian mode pengosongan (discharging) tanpa kontroler, sistem mampu mempertahankan nilai nominal tegangan beban konstan sebesar 48 V dengan arus pengosongan rata-rata berada di kisaran 15 A setelah melewati fase transien. Sementara itu, pada pengujian mode pengisian (charging), pengisian berada pada titik tegangan terendah sekitar 25,82 V yang kemudian stabil di rata-rata 25,98 V dengan arus pengisian stabil di kisaran -16 A.Ketika sistem diintegrasikan penuh sebagai Bidirectional Converter close loop dengan kontrol PID, hasil simulasi selama 10 detik menunjukkan peningkatan kapasitas baterai (State of Charge) secara linear dan stabil dari 45% menjadi 45,09%. Kontroler PID berhasil meredam osilasi transien sepenuhnya dalam durasi 3 detik pertama, di mana arus mantap (steady-state) berhasil dikendalikan secara stabil pada nilai rata-rata sekitar -15 A, dan tegangan baterai mampu dipertahankan secara konstan pada nilai referensi aman sebesar 25,98 V. Hasil ini membuktikan bahwa penerapan kontrol PID pada Bidirectional Converter efektif dalam meningkatkan regulasi tegangan, menghilangkan steady-state error, serta mengoptimalkan manajemen pengisian daya pada sistem penyimpanan energi berbasis baterai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebutuhan akan sistem penyimpanan energi yang efisien semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi energi terbarukan. Baterai sebagai media penyimpanan memerlukan perangkat converter yang mampu mengatur aliran daya dua arah (pengisian dan pengosongan). Penelitian ini bertujuan untuk mendesain dan mensimulasikan bidirectional DC-DC converter tipe buck-boost yang mampu menstabilkan proses pengisian (charging) dan pengosongan (discharging) baterai. Untuk mencapai performa yang optimal, sistem ini menggunakan metode kontrol arus Proportional Integral (PI) guna meminimalkan kesalahan (error) pada kondisi tunak dan mempercepat respon sistem terhadap perubahan beban. Simulasi sistem dirancang dan diuji menggunakan perangkat lunak MATLAB/Simulink dengan variasi nilai arus referensi sebesar 5 A, 15 A, 25 A, dan 30 A untuk mode charging, serta -5 A, -15 A, -25 A, dan -30 A untuk mode discharging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bidirectional converter yang dirancang mampu beroperasi dengan baik pada kedua mode operasi tersebut. Pengujian kontrol PI menunjukkan kinerja yang stabil dalam menjejaki arus referensi dengan (settling time) sebesar 29,54 A pada mode (charging) dan -30,5 A pada mode (discharging). Selain itu, sistem kontrol PI berhasil menekan nilai (steady-state error) hingga mencapai 50% serta menjaga riak (ripple) arus baterai tetap berada dalam batas aman. Penelitian ini membuktikan efektivitas kontrol PI dalam menjaga kestabilan parameter elektrik pada sistem manajemen pengisian dan pelepasan energi baterai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penegakan hukum terhadap anak pengguna sepeda motor listrik berbasis baterai di Kota Tarakan, serta untuk mengetahui akibat hukum terhadap anak pengguna sepeda motor listrik berbasis baterai di Kota Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya penggunaan sepeda motor listrik oleh anak di bawah umur tanpa memenuhi persyaratan administratif seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), sehingga menimbulkan potensi pelanggaran dan ketidakpastian hukum dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif, yaitu mengkaji peraturan perundang-undangan yang berlaku dan menghubungkannya dengan kenyataan di lapangan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum menghadapi kendala utama berupa kekosongan hukum dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, karena sepeda motor listrik belum diatur secara jelas sebagai kendaraan bermotor. Kekosongan regulasi ini menyebabkan aparat penegak hukum tidak memiliki dasar normatif yang kuat, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum, yang menegaskan pentingnya asas legalitas (nullum delictum nulla poena sine lege), yakni seseorang tidak dapat dipidana tanpa dasar hukum yang pasti. Dalam praktiknya, aparat kepolisian lebih mengutamakan pendekatan persuasif berupa teguran dan pembinaan dibandingkan penindakan tegas, sehingga penegakan hukum belum efektif dan belum menimbulkan efek jera. Akibat hukum terhadap anak tetap mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dengan menekankan pembinaan, diversi, dan restorative justice, serta keterlibatan aktif orang tua dalam pengawasan dan tanggung jawab moral. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan regulasi khusus sepeda motor listrik yang mengatur batas usia, standar keselamatan, registrasi, dan identifikasi kendaraan, penegakan hukum yang tegas dan konsisten, sosialisasi hukum yang meluas, serta pembinaan anak yang terukur, sehingga diharapkan tercipta kepastian hukum, keselamatan lalu lintas, dan perlindungan hukum bagi anak di Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengeringan telah digunakan selama ribuan tahun untuk memperpanjang umur simpan bahan pangan, termasuk ikan. Salah satu pengeringan yang digunakan adalah teknologi ruang panas atau teknologi oven. Penelitian ini menganalisis kebutuhan daya baterai dalam pengoperasian elemen pemanas pada teknologi ruang panas dan mengevaluasi efektivitas pengeringan ikan pada suhu 40°C, 45°C, dan 50°C. Pada teknologi ruang panas ini digunakan heater kering berdaya 350 Watt dan tegangan 220 – 240 Volt yang diintegrasikan dengan baterai LiFePO4 24V 100Ah sebagai sumber energi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif yang dilakukan dengan pengujian langsung terhadap performa sistem dan pengukuran kadar air pada ±1,5 kg ikan yang dikeringkan. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem dapat beroperasi 4 hingga 6 jam dengan konsumsi daya ±1.690 Wh. Pengeringan paling optimal terjadi pada suhu 50°C dengan kadar air basis kering (KAbk) 25% berdasarkan massa total, serta KAbk tertinggi 35% pada rak tengah. Kadar air yang teruap meningkat seiring peningkatan suhu, ini menunjukkan adanya pengaruh suhu terhadap efisiensi pengeringan. Temuan ini menunjukkan potensi sistem teknologi ruang panas berbasis baterai sebagai solusi hemat energi dan aplikatif untuk pengolahan ikan kering skala kecil dan menengah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengisian baterai dengan cara mengaliri arus listrik secara terus menerus. Pengisian dihentikan ketika tegangan baterai telah sampai pada tegangan maksimal. Jika baterai telah mencapai tegangan maksimumnya tetapi tetap dilakukan pengisian maka akan menimbulkan kerugian yaitu pemborosan energi listrik untuk mencegah kerusakan pada baterai, dibutuhkan sebuah alat pengendali yang dikenal dengan charger controller. Fungsi utama dari charger controller adalah mempertahankan keadaan baterai dengan mencegah terjadinya distribusi arus dan tegangan yang berlebihan. Penelitian ini menghasilkan sistem yang dapat menaikkan dan menurukan tegangan sesuai yang diinginkan dengan menggunakan rangkaian buck-boost converter sebagai alat untuk menstabilkan tegangan keluaran yang disuplai dengan tegangan yang terukur sebesar 13 V untuk aki dan Arus 3,64 A.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kendaraan listrik merupakan kendaraan yang berpenggerak motor listrik sehingga
menjadi ramah lingkungan dan dapat mengatasi masalah kelangkaan bahan bakar
minyak. Pada kendaran listrik terdapat tiga komponen utama yakni baterai,
kontroler dan motor listrik, dimana ketiga komponen ini memiliki rentang
temperatur kerja pada saat beroperasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui
pengaruh kecepatan dan beban terhadap panas yang dihasilkan baterai, kontroler,
dan motor listrik pada proses pengkonversian sepeda motor bakar menjadi
kendaraan listrik. Baterai yang digunakan jenis Lithium-Ion 72V, kontroler jenis
Juken 10 EV dan motor listrik jenis BLDC 2 kW. Penelitian ini dilakukan
menggunakan metode pengujian dengan memvariasikan kecepatan dan beban.
Hasilnya menunjukkan bahwa kecepatan dan beban mempengaruhi kenaikan
temperatur sehingga masing-masing komponen terjadi perubahan nilai kalor. Kalor
tertinggi yang dihasilkan oleh komponen baterai dan motor listrik terjadi pada
beban 113 kg dan kecepatan 40 km/jam, dimana nilai kalor baterai adalah 14.128
Joule dan motor listrik 34.437 Joule. sedangkan untuk kontroler tidak mengalami
perubahan nilai kalor karena adanya sistem pendingin pada kontroler.
Electric vehicles become environmentally friendly and can overcome the problem of scarcity of fuel oil. In electric vehicles, there are three main components, namely batteries, controllers and electric motors, where these three components have a working temperature range when operating. The research aimed to determine the effect of speed and load on the heat generated by the battery, controller, and electric motor in the process of converting a combustion motorbike into an electric vehicle The battery used a 72V Lithium-lon type, Juken 10 EV type controller and 2 kW BLDC type electric motor. This research was conducted using a test method by varying the speed and load. The results showed that the speed and load affect the temperature rise, so each component changes the calorific value. The highest heat generated by the battery and electric motor components occurs at a load of 113 kg. and a speed of 40 km/h, where the calorific value of the battery is 14,128 joules and the electric motor was 34,437 joules. The controller did not change in calorific value due to the cooling system in the controller.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Pertambahan jumlah kendaraan dengan mesin pembakaran dalam berdampak pada meningkatnya konsumsi bahan bakar hingga menyebabkan krisis bahan bakar fosil dan degradasi lingkungan. Hal ini mendorong berkembangnya industri transportasi kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan. Tantangan teknis yang menjadi perhatian dalam hal ini adalah terkait dengan penggunaan teknologi baterai. Telah dilakukan rangkaian penelitian berkelompok dengan maksud mengkonversi motor bakar 110 cc menjadi sepeda motor listrik berkapasitas 2 kW. Salah satu yang menjadi fokus penelitian adalah terkait dengan penggunaan baterai jenis lithium-ion berkapasitas 72 V 20 Ah. Dalam ujicoba awal pada skala laboratorium menunjukan bahwa baterai mampu mengoperasikan motor listrik BLDC 2 kW. Selanjutnya dilakukan pengujian pada jalan mendatar dan menanjak dengan variasi kecepatan 20, 30 dan 40 km/jam. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin jauh lintasan jalan dan semakin tinggi kecepatan maka semakin meningkat juga konsumsi daya motor terhadap baterai. Konsumsi daya tertinggi terjadi pada kecepatan 40 km/jam di jalan menanjak 100 meter dengan konsumsi 86,144 kWh, sedangkan konsumsi daya terendah yakni 38,865 kWh terjadi pada kecepatan 30 km/jam dengan jarak 100 meter pada jalan menanjak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Untuk menunjang kehidupan masyarakat Indonesia saat ini, Energi listrik merupakan energi yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat. Penggunaan sel surya ini akan lebih diminati karena dapat dirancang untuk pemenuhan listrik dari yang kecil sampai besar. Sehingga dapat digunakan untuk berbagai keperluan yang relevan dan di berbagai tempat seperti perkantoran, pabrik, perumahan, sekolahan. Skema pembangkit listrik terbarukan ini digunakan untuk membantu sistem kelistrikan yaitu dengan cara membangun sistem PLTS untuk mengurangi penggunaan listrik produksi PLN di atau bahkan menggatikan energy listrik dari PLN jika sewaktu-waktu terjadi pemadaman listrik. SMK Negeri 2 Tarakan merupakan salah satu bidang pendidikan dikota Tarakan yang memiliki kebutuhan listrik yang cukup tinggi. Pada pengujian ini mendapatkan Kapasitas Baterai yang akan digunakan adalah 12.300 Ah. Dengan jumlah baterai sebanyak 30 buah, dengan menggunakan rating Ah baterai 500 Ah. Kapasitas Panel Surya yang digunakan adalah 46.000 Wp, sebanyak 92 buah panel dengan masing – masing panel 500 Wp. Kapasitas Charge Controller dari hasil perhitungan adalah 1.045,12 A. Tetapi kapasitas yang dipilih tidak lebih rendah dari perhitungan. Maka total kapasitas charge controller yang dipakai adalah 250 A.