Profil penulis
NGAU
6 karya publik ditemukan.
Desain dan Simulasi Bidirectional Converter Menggunakan Kontrol Arus Proportional Integral (PI)
Kebutuhan akan sistem penyimpanan energi yang efisien semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi energi terbarukan. Baterai sebagai media penyimpanan memerlukan perangkat converter yang mampu mengatur aliran daya dua arah (pengisian dan pengosongan). Penelitian ini bertujuan untuk mendesain dan mensimulasikan bidirectional DC-DC converter tipe buck-boost yang mampu menstabilkan proses pengisian (charging) dan pengosongan (discharging) baterai. Untuk mencapai performa yang optimal, sistem ini menggunakan metode kontrol arus Proportional Integral (PI) guna meminimalkan kesalahan (error) pada kondisi tunak dan mempercepat respon sistem terhadap perubahan beban. Simulasi sistem dirancang dan diuji menggunakan perangkat lunak MATLAB/Simulink dengan variasi nilai arus referensi sebesar 5 A, 15 A, 25 A, dan 30 A untuk mode charging, serta -5 A, -15 A, -25 A, dan -30 A untuk mode discharging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bidirectional converter yang dirancang mampu beroperasi dengan baik pada kedua mode operasi tersebut. Pengujian kontrol PI menunjukkan kinerja yang stabil dalam menjejaki arus referensi dengan (settling time) sebesar 29,54 A pada mode (charging) dan -30,5 A pada mode (discharging). Selain itu, sistem kontrol PI berhasil menekan nilai (steady-state error) hingga mencapai 50% serta menjaga riak (ripple) arus baterai tetap berada dalam batas aman. Penelitian ini membuktikan efektivitas kontrol PI dalam menjaga kestabilan parameter elektrik pada sistem manajemen pengisian dan pelepasan energi baterai.
Efektifitas Bacillus subtilis dalam Mengendalikan Penyakit Bercak Coklat pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) Akibat Serangan Alternaria solani
Tanaman tomat merupakan tanaman sayuran memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi karena banyak diminati oleh konsumen dan merupakan tanaman yang mengandung zat gizi tinggi serta memiliki banyak varian olahan. Dalam berbudidaya tanaman tomat tentunya tidak terlepas dari adanya gangguan penyakit. Salah satu penyakit utama yang sering dilaporkan menyerang tanaman tomat adalah bercak coklat yang disebabkan oleh cendawan Alternaria solani. A.solani merupakan cendawan patogen yang memiliki daya tahan yang cukup baik tidak bisa dikendalikan menggunakan varietas yang resisten dan berbagai jenis bahan aktif dari fungisida sintetik. Terlebih lagi fungisida sintetik merupakan bahan kimia anorganik yang tidak mudah terurai sehingga berpotensi mencemari lingkungan pertanian. Untuk mengupayakan pengendalian yang efektif serta ramah lingkungan digunakan pengendalian hayati dengan mikroorganisme antagonis. Mikroorganisme antagonis yang digunakan adalah bakteri Bacillus subtilis. Bakteri ini telah teruji dan terbukti sebagai bakteri antagonis dan telah dipasarkan secara komersil. Dalam penelitian ini digunakan dua isolat bakteri B. subtilis yaitu isolat BS dan SK14 serta biopestisida komersil berbahan aktif bakteri Bacillus sp. (BIO.P) Perlakuan yang diberikan ternyata memberikan hasil yang efektif adalam menekan pertumbuhan cendawan A. Solani. Hal ini dibuktikan dari hasil pengamatan intensitas dan insidensi bercak pada tanaman tomat yang kecil dan berbeda nyata dengan kontrol K+ yaitu kontrol yang media tanamnya hanya diberi cendawan A. solani.
Efektifitas Bacillus subtilis dalam Mengendalikan Penyakit Bercak Coklat pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) Akibat Serangan Alternaria solani
Tanaman tomat merupakan tanaman sayuran memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi karena banyak diminati oleh konsumen dan merupakan tanaman yang mengandung zat gizi tinggi serta memiliki banyak varian olahan. Dalam berbudidaya tanaman tomat tentunya tidak terlepas dari adanya gangguan penyakit. Salah satu penyakit utama yang sering dilaporkan menyerang tanaman tomat adalah bercak coklat yang disebabkan oleh cendawan Alternaria solani. A.solani merupakan cendawan patogen yang memiliki daya tahan yang cukup baik tidak bisa dikendalikan menggunakan varietas yang resisten dan berbagai jenis bahan aktif dari fungisida sintetik. Terlebih lagi fungisida sintetik merupakan bahan kimia anorganik yang tidak mudah terurai sehingga berpotensi mencemari lingkungan pertanian. Untuk mengupayakan pengendalian yang efektif serta ramah lingkungan digunakan pengendalian hayati dengan mikroorganisme antagonis. Mikroorganisme antagonis yang digunakan adalah bakteri Bacillus subtilis. Bakteri ini telah teruji dan terbukti sebagai bakteri antagonis dan telah dipasarkan secara komersil. Dalam penelitian ini digunakan dua isolat bakteri B. subtilis yaitu isolat BS dan SK14 serta biopestisida komersil berbahan aktif bakteri Bacillus sp. (BIO.P) Perlakuan yang diberikan ternyata memberikan hasil yang efektif adalam menekan pertumbuhan cendawan A. Solani. Hal ini dibuktikan dari hasil pengamatan intensitas dan insidensi bercak pada tanaman tomat yang kecil dan berbeda nyata dengan kontrol K+ yaitu kontrol yang media tanamnya hanya diberi cendawan A. solani.
Peran Kelompok Tani Dalam Meningkatkan Produktivitas Padi Sawah Di Desa Karang Agung Kecamatan Tanjung Palas Utara
aaa
Peran Kelompok Tani Dalam Meningkatkan Produktivitas Padi Sawah Di Desa Karang Agung Kecamatan Tanjung Palas Utara
Salah satu kelembagaan yang dikembangkan dalam meningkat hasil pertanian adalah kelompok tani.Tujuan penelitian ini untuk (1) Mengetahui peran kelompok tani sebagai kelas belajar, wahana kerjasama, unit produksi di Desa Karang Agung (2) Mengetahui hubungan peran kelompok tani dengan produktivitas usahatani padi sawah di Desa Karang Agung. Terdapat 7 kelompok tani yang ada di Desa Karang Agung jadi keseluruhan berjumlah 219 orang. sampel yang didapatkan sebanyak 43 orang. Selanjutnya, dipilih sampel responden secara proporsional dari masing-masing kelompok tani sampel. Analisis data yang digunakan adalah skala likert dan analisis statistik korelasi Rank Speraman. Peran kelompok tani dalam meningkatkan produktivitas padi sawah di Desa Karang Agung termasuk pada kategori berperan (43). Hal ini dilihat dari : (a) Peran Kelompok Tani Sebagai Kelas Belajar memperoleh pencapaian skor rata-rata 15 dengan kategori berperan, (b) Peran Kelompok Tani Sebagai Wahana Kerjasama memperoleh pencapaian skor rata-rata 14 dengan kategori berperan, (c) Peran Kelompok Tani Sebagai Unit Produksi memperoleh pencapain skor rata-rata 14 dengan kategori berperan. Dari hasil perhitungan Rank Spearman diperoleh angka koefisen sebesar 0,953 artinya tingkat kekuatan hubungan atau korelasi antar variabel peran kelompok tani dengan veriabel produktivitas padi sawah adalah sebesar 0,953 yaitu sangat kuat (sangat berkolerasi). Uji Sigifikan T-Test maka nilai yang di hasilkan 20.205 lebih besar dari 2.0195. Kemudian hasil signifikasi atau sig (2-tailed) adalah 0,00 dimana 0,05 artinya memiliki hubungan yang signifikan sehingga H0 di tolak dan H1 di terima, kemudian angka koefisien yang dihasilkan dari variabel peran kelompok tani dengan variabel produktivitas padi sawah memiliki angka yang positif yang artinya memiliki hubungan yang searah sehingga jika peran kelompok tani meningkat maka produktivitas nya akan meningkat.