ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK “ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. I DENGAN HIPOGLIKEMIA DI RUANG ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN DR. H JUSUF SK Menurut (Rudi,2013) Hipoglikemi adalah suatu keadaan dimana kondisi seseorang mengalami penurunan pada kadar gula dalam darah dibawah normal. Dapat dikatakan jumlah gula dalam darah mengalami penurunan saat dilakukannya cek GDS dimana didapatkan jumlah dibawah 60 mg/dl atau dibawah 80 mg/dl dengan gejala klinis. Saat tubuh mengalami penurunan gula darah, tubuh akan merespon yang dimana ditandai dengan gejala klinis diantaranya klien akan merasakan pusing, tubuh lemas dan gemetaran, pandangan menjadi kabur dan gelap, berkeringat dingin, detak jantung meningkat dan terkadang klien bisa sampai hilang kesadaran. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan yang dirawat di Ruang Anggrek A RSUD dr. H JUSUF SK Pengumpulan data menggunakan format Asuhan Keperawatan yang meliputi Pengkajian, Diagnosa, Intervensi, Implementasi, Evaluasi Keperawatan. Berdasarkan analisa data diperoleh pengkajian membutuhkan keterampilan komunikasi yang efektif dan observasi, diagnosa keperawatan disesuaikan dengan kondisi klien dan didapatkan diagnosa ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan pola tidur, defisit pengetahuan, defisit perawatan diri, dan risiko jatuh. Perencanaan dan pelaksanaan ditunjang dengan fasilitas dan sarana yang mendukung, evaluasi dilakukan secara langsung baik formatif maupun sumatif. Masalah yang belum teratasi yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Limbah cangkang kerang kapah (Meretrix sp.) memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO₃) yang tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kalsium oksida (CaO) bernilai tambah. Pemanfaatan metode green synthesis menggunakan ekstrak daun api-api (Avicennia marina) merupakan alternatif yang ramah lingkungan dalam sintesis partikel submikro CaO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia dan fitokimia partikel submikro CaO dari cangkang kerang kapah (Meretrix sp.) melalui green synthesis menggunakan ekstrak daun api-api (Avicennia marina). Penelitian dilakukan dengan mensintesis CaO dari cangkang kerang kapah menggunakan ekstrak daun api-api sebagai agen green synthesis, kemudian dikarakterisasi menggunakan uji fitokimia, Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), dan Particle Size Analyzer (PSA). Hasil uji PSA menunjukkan bahwa partikel CaO memiliki distribusi ukuran berkisar 50–700 nm dengan ukuran dominan pada rentang 180–200 nm, sehingga termasuk kategori partikel submikro. Hasil FTIR menunjukkan adanya gugus hidroksil (O–H) pada bilangan gelombang sekitar 3645 cm⁻¹, gugus karbonat (CO₃²⁻) pada daerah 1400–1500 cm⁻¹, serta ikatan Ca–O pada daerah 450–550 cm⁻¹, yang mengonfirmasi terbentuknya kalsium oksida. Uji fitokimia menunjukkan hasil negatif terhadap alkaloid, flavonoid, steroid, dan tanin, yang mengindikasikan bahwa senyawa metabolit sekunder telah terdegradasi selama proses kalsinasi sehingga diperoleh CaO dengan tingkat kemurnian yang baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode green synthesis menggunakan ekstrak daun api-api berhasil menghasilkan partikel submikro CaO dari cangkang kerang kapah dengan karakteristik kimia yang sesuai sebagai material CaO dan tanpa kandungan metabolit sekunder pada produk akhir.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ketergantungan pembangkit listrik pada bahan bakar fosil mendorong perlunya energi alternatif yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan briket komposit dari limbah daun pisang dan fly ash PLTU, mengevaluasi pengaruh variasi rasio bahan serta jenis perekat (tapioka, molase, dan rumput laut), dan mengestimasi potensi energi listriknya. Pengujian kualitas briket mengacu pada SNI 01-6235-2000. Metode eksperimental kuantitatif diterapkan melalui optimasi pengeringan bertahap (penjemuran dan oven 100°C). Hasil penelitian menunjukkan kadar air akhir berada pada rentang 2,8%–8,3% (rata-rata 5,0%), yang secara umum memenuhi standar baku mutu (≤8%). Residu pembakaran berkisar 14%–48% akibat tingginya fraksi anorganik pada fly ash. Formulasi terbaik dicapai oleh briket 40% daun pisang, 50% fly ash, dan 10% perekat tapioka dengan nilai kalor tertinggi sebesar 15.209 J/g (3.633 kcal/kg). Kesimpulannya, briket komposit limbah daun pisang dan fly ash memiliki karakteristik termal yang potensial sebagai bahan bakar pendamping (co-firing) untuk menekan emisi gas rumah kaca sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan limbah industri dan pertanian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemanfaatan kotoran sapi dan fly ash dalam bentuk briket komposit dikaji sebagai pendekatan pemanfaatan limbah sekaligus kandidat bahan bakar pendamping pada skema co-firing PLTU. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik briket berdasarkan variasi rasio kotoran sapi dan fly ash serta variasi jenis dan kombinasi perekat alami, kemudian mengestimasi potensi energi listrik secara teoretis. Penelitian eksperimental dilakukan pada 24 formulasi dengan rasio kotoran sapi dan fly ash sebesar 30:60, 40:50, 50:40, dan 60:30. Perekat yang digunakan yaitu tapioka, rumput laut, dan molase dengan variasi perekat tunggal 10% serta kombinasi dua perekat masing-masing 5%. Parameter pengujian meliputi kadar air, persentase residu pembakaran, nilai kalor menggunakan kalorimeter bom, dan durasi pembakaran. Estimasi energi listrik dihitung berdasarkan nilai kalor, massa sampel, dan asumsi efisiensi konversi 40%. Hasil penelitian menunjukkan kadar air sebesar 2,1–6,7%, persentase residu pembakaran 21–42%, dan nilai kalor 5,42–8,95 MJ/kg. Formulasi 60% kotoran sapi, 30% fly ash, dan molase 10% menghasilkan nilai kalor tertinggi sebesar 8,95 MJ/kg dengan kadar air 3,0% dan residu pembakaran 22%. Pada massa sampel 64 g, formulasi tersebut menghasilkan energi termal total sekitar 572,5 kJ dan estimasi energi listrik teoretis sebesar 63,61 Wh per sampel. Persentase residu pembakaran dalam penelitian ini tidak diperlakukan sebagai kadar abu standar karena pengujian tidak menggunakan furnace dengan temperatur dan waktu terkontrol. Selain itu, estimasi energi listrik belum merepresentasikan keluaran aktual PLTU, sehingga kelayakan co-firing masih memerlukan pengujian campuran dengan batu bara, evaluasi emisi, slagging/fouling, dan performa boiler.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes melitus tipe 2 masih menjadi salah satu masalah kesehatan global karena sifatnya yang kronis, progresif, dan berpotensi menyebabkan komplikasi multisistem apabila tidak dikendalikan dengan baik. Salah satu penetapan diagnosis diabetes mellitus didasarkan pada pengukuran kadar gula HbA1c lebih dari 6,5%. Pemeriksaan HbA1c sangat penting karena kadar HbA1c yang tinggi menandakan adanya hiperglikemia kronis yang dapat merusak pembuluh darah besar dan kecil dalam tubuh. Selain HbA1c yang tinggi, pasien dengan DMT2 sering mengalami trigliserida diabetik. Tingginya kadar trigliserida yang tidak ditangani dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius dan progresif.dan dapat menyebabkan aterosklerosis. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi gambaran kadar glikemik (HbA1c) dan trigliserida pada pasien diabetes melitus tipe 2 tahun 2024-2025. Metode pada penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian itu yaitu total sampling dengan total sampel 47 responden. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa responden Sebagian besar berusia lansia awal yaitu sebanyak 15 orang (31,9%) dengan mayoritas responden perempuan sebanyak 26 orang (55,3%). Kadar glikemik responden sebanyak 47 orang (100%) mengalami diabetes. Sedangkan kadar trigliserida responden mayoritas masih dalam kategori normal yaitu 20 orang (42,6%). Penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki kadar HbA1c yang tinggi, sedangkan sebagian besar pasien masih memiliki kadar trigliserida dalam rentang normal. Perawat diharapkan dapat meningkatkan edukasi kesehatan serta melakukan pemantauan kadar HbA1c dan trigliserida secara berkala pada pasien diabetes melitus tipe 2 sebagai upaya mencegah terjadinya komplikasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Inventaris alat kesehatan merupakan bagian dari fungsi pengorganisasian dalam manajemen keperawatan yang menjamin ketersediaan, kerapian, dan kesiapan alat. Pengkajian di ruang tindak rawat inap anak menemukan penyimpanan alat yang belum tertib karena tidak tersedianya stiker label lokasi, denah ruangan, dan Standar Prosedur Operasional (SPO) penyimpanan, sehingga perawat kesulitan menemukan alat saat dibutuhkan dan pelayanan menjadi kurang efisien. Studi kasus ini bertujuan mengembangkan fungsi pengorganisasian melalui optimalisasi inventaris alat kesehatan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek. Pengkajian menggunakan pendekatan enam unsur manajemen, sedangkan penetapan prioritas masalah menggunakan metode Hanlon. Intervensi yang dilakukan meliputi pembuatan stiker label, penyusunan denah ruangan, pengelompokan alat berdasarkan fungsi, serta penyusunan SPO penyimpanan nebulizer dan termometer. Hasil menunjukkan seluruh kegiatan terlaksana sesuai rencana. Stiker label tertempel pada seluruh tempat penyimpanan, denah ruangan terpasang di ruang tindakan, dan draf SPO diserahkan kepada kepala ruangan. Respons perawat positif dan seluruh indikator tercapai. Temuan baru studi ini menunjukkan bahwa kombinasi identifikasi visual dan panduan prosedural yang sederhana dan berbiaya rendah mampu mendukung kerapian penyimpanan serta meningkatkan efisiensi kerja perawat. Intervensi ini berpotensi meningkatkan kepatuhan perawat, mutu pelayanan, dan keselamatan pasien anak. Manajemen keperawatan perlu memelihara sistem inventaris sebagai bagian integral dari fungsi pengorganisasian di setiap unit pelayanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kualitas tanah memegang peranan penting dalam sistem tambak tradisional udang windu. Kualitas tanah dapat menurun akibat kegiatan pasca panen dari sisa metabolisme udang windu. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kualitas tanah tambak udang windu (Penaeus monodon) menggunakan teknologi fotokatalis nanopartikel CaO yang disintesis dari limbah cangkang kerang kapah (Meretrix meretrix). Penelitian ini dimulai dengan mensintesis nanopartikel CaO menggunakan ekstrak daun ketapang. Nanopartikel CaO di karakterisasi ukurannya menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Rancangan penelitian terdiri dari perlakuan kapur dan nanopartikel CaO diaplikasikan pada tanah tambak dengan rasio 1:50, dibawah lampu visibel selama 8 jam penyinaran. Parameter kualitas tanah yang diamati meliputi derajat keasaman (pH), potensial redoks (Eh), aluminium (Al), dan besi (Fe). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel berhasil disintesis dengan ukuran rata-rata 107,88 nm. Aplikasi nanopartikel CaO terhadap perbaikan kualitas tanah memberikan efektivitas terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Nilai efektivitas nanopartikel CaO dalam meningkatkan pH tanah mencapai 100% (p 0,05) dan pada parameter potensial redoks (Eh) sebesar 64,99% (p 0,05), yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan penggunaan kapur dolomit (30,46%). Pada parameter logam berat, nanopartikel CaO menunjukkan efektivitas penurunan aluminium (Al) yang konstan sebesar 100%, diikuti parameter besi (Fe) sebesar 62,6%. Pemanfaatan teknologi fotokatalis nanopartikel CaO berbasis limbah cangkang kerang kapah merupakan solusi inovatif dalam memperbaiki kualitas kimia tanah untuk mendukung keberlanjutan budidaya udang windu di wilayah Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebutuhan energi di indonesia hingga saat ini masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil, Sementara ketersediaan semaki berkurang dan penggunaanya berdampak buruk terhadap lingkungan. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengembangan sumber daya energi alternatif yang berasal dari bahan terbarukan, salah satunya biomassa. Limbah kulit kakao (Theobroma cacao L.) merupakan hasil samping dari kegiatan perkebunan kakao yang jumlahnya cukup besar dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Kulit kakao mengandung senyawa lignoselulosa yang berpotensi untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif dalam bentuk briket arang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisik dan kimia briket yang terbuat dari limbah kulit kakao serta menentukan kelayakan sebagai bahan bakar alternatif berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-6235-2000). Penelitian dilaksanakan pada bulan maret hingga Mei 2025 dengan menggunakan metode deskriftif kuantitatif, yaitu P1 (90% arang : 10% perekat), P2 (85% : 15%), P3 (80% : 20%), dan P4 (75% : 25%), dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kerapatan, kadar abu, nilai kalor, rendemen, serta uji pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan menghasilkan kadar air di bawah 8% dan nilai kerapatan di atas 0,44 g/cm³, sehingga telah memenuhi standar SNI untuk kedua parameter tersebut. Nilai kerapatan tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 sebesar 0,85 g/cm³, sedangkan kadar air terendah terdapat pada perlakuan P4 sebesar 0,05%. Namun demikian, hasil pengujian kadar abu dan nilai kalor menunjukkan bahwa sebagian besar perlakuan belum memenuhi standar SNI. Nilai kalor tertinggi diperoleh pada perlakuan P2 sebesar 4.485 kal/g, namun masih berada di bawah batas minimum SNI yaitu 5.000 kal/g. Nilai rendemen arang kulit kakao yang diperoleh sebesar 10,03%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa limbah kulit kakao berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif dalam bentuk briket. Namun, diperlukan perbaikan dan optimasi lebih lanjut pada proses karbonisasi dan komposisi perekat agar kualitas briket yang dihasilkan dapat memenuhi standar nasional
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui nilai kuat tekan pada briket hasil campuran antara bottom ash dan arang tempurung kelapa, (2) Mengetahui nilai kalor briket yang terbuat dari variasi komposisi campuran antara bottom ash dan arang tempurung kelapa. Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan Adalah metode eksperimental dengan tahapan pengujian kualitas briket yang sudah jadi dengan bahan baku campuran bottom ash dan arang tempurung kelapa, tanpa melibatkan pembuatan alat uji. Penelitian ini dilaksanakan di PLTU Malinau dan Laboratorium Teknik Sipil Universitas Borneo Tarakan, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. untuk menganalisa karakteristik briket yakni nilai kuat tekan dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi 50% bottom ash dan 50% arang tempurung kelapa memiliki nilai kuat tekan yang baik (24,16 kg/cm') dan nilai kalor (4781,846 Cal/g) yang menunjukkan keseimbangan antara kekuatan fisik dan nilai kalor briket, sehingga cocok untuk digunakan sebagai alternatif bahan bakar yang efisien dan ramah lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak eksternalitas yang ditimbulkan dari kegiatan budidaya rumput laut di Pulau Sadau, Kota Tarakan. Budidaya rumput laut merupakan salah satu sektor ekonomi yang berkembang pesat di kawasan pesisir, namun kegiatan ini tidak terlepas dari berbagai dampak positif maupun negatif terhadap lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat sekitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksternalitas negatif lebih besar dari pada eksternalitas positif, pada eksternalitas negatif indikator yang terkuat adalah pendapatan, konsumsi dan kesehatan sebesar 0,90 pada eksternalitas positif pada tenaga kerja sebesar 0,86. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pengelolaan yang berkelanjutan serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha untuk meminimalkan dampak negatif dan mengoptimalkan manfaat ekonomi dari budidaya rumput laut di wilayah tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
This study aims to analyze students’ difficulties in understanding TOEFL-like Reading, a reading test designed based on the TOEFL ITP format and implemented in the Borneo English Test (BET), among students of the English Education Department at Universitas Borneo Tarakan. This research employed a descriptive qualitative design involving 28 students from the 2020 cohort. Data were collected through document analysis of BET scores, questionnaires, and interviews. The document analysis revealed that most students were classified at the A1 and A2 levels, while only three students reached the B1 level based on the CEFR, and none achieved the B2 or C1 levels. These findings indicate a low level of students’ academic reading competence. The results of the questionnaires and interviews revealed that the main difficulties experienced by students included limited vocabulary, low inferential ability, difficulties in answering detail and unstated detail questions, and limited background knowledge. In addition, time constraints and text complexity further hindered reading comprehension. To cope with these difficulties, students tended to use strategies such as identifying the meanings of unfamiliar vocabulary, rereading texts, and practicing with TOEFL-like materials, while systematic reading strategies such as skimming and scanning were still rarely applied. This study concludes that vocabulary mastery and the effective use of reading strategies play an important role in improving students’ performance in TOEFL-like Reading.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini menganalisis karakteristik propagasi sinyal 4G LTE di wilayah perkotaan, khususnya di sepanjang Jalan Gajah Mada, Kota Tarakan, dengan menggunakan metode drive test dan pemodelan path loss. Data diperoleh dari 118 titik pengukuran yang merekam nilai RSRP, kemudian dikonversi menjadi path loss untuk dibandingkan dengan hasil perhitungan menggunakan model COST231-Hata dan Walfisch-Ikegami. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai path loss meningkat seiring bertambahnya jarak dari BTS. Pada jarak di bawah 200 meter, sinyal masih berada dalam kondisi baik, sedangkan setelah 350 meter terjadi peningkatan redaman yang signifikan dengan rata-rata path loss sebesar 104,2 dB pada BTS 1 dan 101,6 dB pada BTS 2. Perbandingan model menunjukkan bahwa COST231-Hata menghasilkan prediksi yang cenderung lebih rendah dibandingkan data aktual, dengan nilai RMSE sebesar 18,70 dB pada BTS 1 dan 19,98 dB pada BTS 2. Sementara itu, model Walfisch-Ikegami memberikan hasil yang lebih mendekati kondisi lapangan dengan RMSE sebesar 10,28 dB pada BTS 1 dan 5,54 dB pada BTS 2. Dengan demikian, model Walfisch-Ikegami dinilai lebih akurat dan sesuai digunakan untuk perencanaan jaringan di wilayah urban seperti Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin bergantung pada teknologi digital telah mendorong pergeseran signifikan dalam perilaku konsumen, terutama dalam hal pembelian tiket secara online. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif pengaruh citra merek, harga, dan kepercayaan terhadap niat beli konsumen dalam melakukan pemesanan tiket secara online, dengan studi kasus di Kalimantan Utara. Citra merek mencerminkan persepsi konsumen terhadap reputasi dan keunggulan penyedia layanan; harga mencerminkan penilaian rasional konsumen terhadap nilai tukar dan manfaat yang diperoleh; sedangkan kepercayaan mencerminkan keyakinan terhadap keamanan, integritas, dan reliabilitas platform digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 280 responden yang memiliki pengalaman dalam melakukan pembelian tiket secara online. Instrumen penelitian divalidasi melalui pengujian reliabilitas dan validitas konstruk. Analisis data dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) menggunakan perangkat lunak SmartPLS versi 3.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi harga dan kepercayaan konsumen. Selanjutnya, baik harga maupun kepercayaan memiliki pengaruh yang kuat terhadap niat beli konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa pembentukan citra merek yang positif dan peningkatan tingkat kepercayaan terhadap platform digital merupakan strategi penting untuk mendorong keputusan pembelian dalam ekosistem e-commerce, khususnya di sektor penjualan tiket. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan literatur pemasaran digital serta kontribusi praktis bagi pelaku bisnis dalam merancang strategi komunikasi dan penetapan harga yang lebih adaptif, kontekstual, dan berbasis perilaku konsumen lokal
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Briket merupakan sumber energi yang berasal dari yang digunakan sebagai energi alternatif pengganti minyak bumi. Bentuk dan ukuran briket mempengaruhi kualitas pembakaran. Selama ini pemilihan bentuk cetakan briket masih sebatas permintaan pasar dan penyedia mesin cetak yang tersedia. Sehingga bentuk briket yang dihasilkan selama ini belum diukur kualitas dan lama pembakarannya. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi bentuk briket terhadap kualitas pembakaran briket limbah sekam padi. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan pengujian kadar abu, kadar air, nilai kalor, dan kerapatan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-6235-2000). Variasi bentuk briket yang digunakan dalam penelitian ini yaitu silinder, bola, kubus, dan balok. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa variasi bentuk briket limbah sekam padi pada bentuk silinder dan balok memenuhi standar SNI untuk kadar abu dan kadar air, sedangkan semua perlakuan memenuhi standar kadar air. Hanya pada bentuk bola yang memenuhi standar kerapatan, namun tidak ada perlakuan yang memenuhi standar nilai kalor minimal sesuai SNI. Secara keseluruhan, tidak ada perlakuan yang memenuhi semua parameter standar SNI. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa tidak ada perlakuan yang memenuhi semua parameter standar SNI.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Manajemen Operasional Bongkar Muat Petikemas oleh PT. Pelindo Regional 4 Nunukan di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini ada 4 yaitu manager PT. Pelindo Regional 4 Nunukan, staf PT. Pelindo Regional 4 Nunukan, dan TKBM Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Uji keabsahan data yang digunakan adalah Triangulasi data dan membercheck. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa SOP dalam bongkar muat ada yaitu 3 SOP Administratif, SOP Bongkar Muat dan SOP ke Pihak Pelayaran. Infrastruktur yang dimiliki oleh PT. Pelindo Regional 4 Nunukan ada 3 yaitu tronton, reach stacker dan forklift. Hambatan yang dialami oleh PT. Pelindo Regional 4 Nunukan disebabkan oleh kurangnya infrastruktur dan cuaca.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Kitosan dari cangkang kepiting bakau memiliki banyak manfaat yang dapat diaplikasikan dalam bidang kosmetik. Salah satu sediaan kosmetik yang dapat diaplikasikan adalah produk make-up remover. Modifikasi ukuran kitosan menjadi nanopartikel dilakukan untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan ukuran nanopartikel kitosan cangkang kepiting bakau dan mendapatkan karakteristik fisikokimia dan mikrobiologi sediaan make-up remover berbasis nanopartikel kitosan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif pada analisis ukuran nanokitosan dan karakteristik fisikokimia makeup- remover. Karakteristik mikrobiologi berupa uji aktifitas antibakteri make-up remover menggunakan analysis of variant pada selang kepercayaan 95% dengan satu faktor yaitu penambahan nanopartikel kitosan pada taraf F0 (0%), F1 (0,1%), F2 (0,3%), F3 (0,5%). Hasil penelitian menunjukkan ukuran nanopartikel kitosan sebesar 67,07 nm. Make-up remover pada konsentrasi 0%, 0,1%, 0,3% dan 0,5% tidak berwarna (bening), aroma jasmine dan berbentuk cair. Make-up remover pada konsentrasi 0%, 0,1%, 0,3% dan 0,5% menghasilkan nilai pH 5,01 – 5,08 sesuai dengan standar SNI 16-4380-1996. Seluruh konsentrasi formula make-up remover mengandung logam berat merkuri (Hg) 0,02 mg/kg, arsen (As) 0,0008 mg/kg, kadmium (Cd) 0,00011 mg/kg, dan timbal (Pb) 0,05 mg/kg. Semua formulasi tidak melebihi batas maksimum cemaran logam berat yang ditetapkan oleh Peraturan Badan BPOM No. 12 Tahun 2019. Sediaan Make up remover nanopartikel kitosan mampu menghambat bakteri gram positif Propionibacterium acnes dengan menghasilkan zona hambat pada F0 (0%) 18,6±3,51 mm, F1 (0,1%) 24,3±4,04 mm, F2 (0,3%) 22,8±1,15 dan F3 (0,5%) 16±1,25. Aktivitas antibakteri make-up remover nanopartikel kitosan terhadap Propionibacterium acnes pada penelitian ini termasuk kategori kuat hingga sangat kuat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan sabun untuk mencuci tangan meningkat sejak covid 19 hingga memasuki masa new normal. Inovasi pembuatan produk sabun terus dikembangkan salah satunya paper soap berbahan nanopartikel kitosan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan ukuran nanopartikel dari kitosan cangkang kepiting bakau (Scylla sp.) serta menentukan formulasi terbaik dari paper soap antibakteri. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriftif kuantitatif untuk menentukan ukuran nanopartikel kitosan, pH, kadar air, alkali bebas, dan organoleptik. Aktivitas antibakteri paper soap menggunakan analysis of variant pada selang kepercayaan 95% dengan satu faktor yaitu penambahan nanopartikel kitosan pada taraf 0%; 0,25%; 0,5%; 0,75%; 1% dan 2 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan ukuran nanopartikel kitosan cangkang kepiting bakau 67,07 nm. Paper soap konsentrasi 0%; 0,25%; 0,5%; 0,75%; 1% menghasilkan nilai pH berkisar 9.18-9.27 sesuai dengan SNI yaitu 4-10. Kadar air paper soap berturut-turut yaitu 18,25, 20,25, 22,5, 32 dan 35,25. Kadar alkali bebas berkisar 0,003-0,01 % sesuai SNI sebesar 0,14%. Nilai organoleptik semua konsentrasi memiliki aroma jasmine dan menunjukkan warna putih kekuningan. Paper soap berbasis nanopartikel kitosan mampu menghambat aktivitas bakteri gram positif Staphylococcus aureus dan menghasilkan zona bening sebesar 3.5± 0.70 mm, 5±0 mm, 14±0.70 mm, 10.25±0.35 mm, 10.75±2.47 mm. Konsentrasi 0,5% terbukti efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Dan gram negatif Echerichia coli menghasilkan zona bening sebesar 4.50 ± 0.00 mm, 5.00 ± 0.00 mm, 9.75± 1.06 mm, 11.50 ± 4.24 mm, 7.50± 0.00 mm. Konsentrasi 0,75% terbukti efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Echerichia coli. Aktivitas antibakteri nanopartikel kitosan pada penelitian ini termasuk kategori lemah hingga kuat. Paper soap nanopartikel kitosan dari cangkang kepiting bakau yang dihasilkan sesuai dengan standar SNI dan terbukti mampu menghambat aktivitas bakteri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembangunan pertanian tidak terlepas dari peran kelompok tani. Kelompok tani dibentuk dengan tujuan agar petani dapat bekerja sama dengan petani lainnya baik dari anggota kelompok tani tersebut maupun dengan anggota kelompok tani lainnya, sehingga diharapkan dapat memecahkan segala permasalahan dan tantangan yang ada dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan mendapatkan keuntungan. Penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan peran kelompok tani dan menganalisis peran kelompok tani sebagai kelas belajar, wahan kerja sama dan unit produksi. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tarakan Utara Kota Tarakan. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, dimana sampelnya adalah anggota-anggota kelompok tani yang ada di Kecamatan Tarakan Utara. Jenis sumber data yaitu Data Primer dan Skunder. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yaitu dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan skala Likert. Diketahui intepretasi skor, maka didapatkan peran kelompok tani sebagai kelas belajar dengan skor rata-rata 89,75 dengan persentase 75% dikategorikan sangat berperan. Peran kelompok tani sebagai Wahana Kerja Sama memiliki skor rata-rata 6,25 dengan persentase sebesar 55% dapat di kategorikan Berperan, dan Kelompok tani sebagai Unit Produksi memiliki skor rata-rata 10,25 dengan persentase 50% dikategorikan Berperan. Kelompok tani memberikan peran penting dalam meningkatkan kinerja petani dengan adanya perubahan pada pola pikir petani kearah yang lebih baik dalam mengelola usahatani tanaman hortikultura yang ditunjukkan dengan adanya kelas belajar yang bertujuan menambah pengetahuan dan wawasan petani, wahana kerja sama yang membangun kerja sama gotong-royong antar petani dan unit produksi yang membantu pembiayaan pada usahatani tanaman hortikultura di Kecamatan Tarakan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analysis of factors that influence the income of online transportation divers ( grab-bike case study i Tarakan city)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Audit Energi listrik adalah cara yang digunakan untuk mengetahui penggunaan energi listrik upaya meningkatkan efisiensi namun tidak mengurangi kenyamanan bangunan. Audit energi pada penelitian ini dilakukan di Gedung Laboratorium Teknik Universitas Borneo Tarakan. Penggunaan energi terbagi dalam 4 kelompok beban yaitu: beban penerangan, alat laboratorium, perangkat elektronik, dan Air Conditioning (AC) selanjutnya dari hasil pengukuran didapatkan beberapa parameter yaitu tegangan, arus, dan factor daya. Mengetahui nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) adalah membandingkan total kWh dengan luas bangunan, didapatkan nilai standar IKE merujuk pada Permen ESDM No.13 tahun 2012 yaitu 7,98-12,08 kWh/m2/bulan kategori efesien, dari hasil perhitungan didapatakan 8,11 kWh/m2/bulan dan menurut hasil penelitian ASEAN-USAID tahun 1992 untuk gedung perkantoran (komersil) yaitu 240 kWh/m2/tahun didapatkan hasil perhitungan 97,39 kWh/m2/tahun. Selain itu, dilakukan pengukuran pencahayaan sesuai dengan SNI 03-6197 tahun 2000 tentang Konservasi Energi Sistem Pencahayaan dan pengukuran suhu serta kelembaban udara sesuai dengan SNI 03-6572 tahun 2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi & Pengkondisian Udara pada Bangunan Gedung.