Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pola: konsumsi dan tabungan, porsi belanja: pangan dan non pangan. Segmentasi Penggunaan dompet digital dalam konsumsi dan menabung jika dilihat berdasarkan usia dan suku bangsa di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode mix method dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Jenis data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh dengan metode accidental sampling melalui penyebaran kuesioner kepada 80 responden ibu rumah tangga. Meliputi empat tempat belanja yang mewakili empat kecamatan di Kota Tarakan yaitu Sinar Terang Baru, SR Baru, HG Mart, dan Big Mart. Analisis data dilakukan dengan dua pendekatan yaitu deskriptif kualitatif dan uji chi square dibantu dengan program SPSS 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola konsumsi rumah tangga lebih dominan dibandingkan pola menabung, dengan nilai MPC sebesar 0,525 dan MPS sebesar 0,475. Temuan ini memperkuat fakta bahwa hasrat konsumsinya lebih besar dari hasrat menabung. Porsi belanja rumah tangga juga lebih besar dialokasikan untuk kebutuhan pangan, terutama bahan makanan pokok, dengan pengeluaran mayoritas di atas Rp1.500.000. Analisis uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara usia dan suku bangsa dengan pola konsumsi dan tabungan (Asymp. Sig. 0,05). Semakin muda usia, semakin tinggi tingkat konsumsi yaitu lebih Rp. 1.500.000, yang berdampak pada rendahnya pola tabungan yaitu Rp500.000 – Rp1.000.000 (rendah). Dari sisi suku bangsa, suku Bugis memiliki pola konsumsi tertinggi lebih Rp. 1.500.000 karena pendapatannya tinggi dan tabungan rendah. Sementara itu, kelompok suku Jawa, dan suku Asli Kalimantan berada di rentang Rp500.000 – Rp1.000.000 (rendah). Kelompok suku lainnya seperti sunda, toraja, dan timur menunjukkan pola konsumsi kurang dari Rp500.000 (sangat kecil) dengan pola menabung berada di rentang Rp. 500.000 – Rp. 1.000.000 (rendah) dikarenakan pendapatannya rendah.