ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Mutu pelayanan kesehatan merupakan indikator utama kinerja rumah sakit yang turut menentukan tingkat kepuasan pasien terhadap layanan yang diterima. Kepuasan ibu bersalin terhadap pelayanan yang diterima menjadi salah satu tolok ukur penting keberhasilan rumah sakit dalam memberikan layanan yang berorientasi pada pasien, sekaligus mencerminkan sejauh mana standar mutu pelayanan kebidanan telah dijalankan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mutu pelayanan bidan dengan tingkat kepuasan ibu bersalin di RS Pertamina Tarakan. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan sampel 55 ibu bersalin yang diambil melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis univariat menunjukkan 52,7% responden menilai mutu pelayanan bidan dalam kategori "Kurang Baik", sedangkan 47,3% menilai "Baik". Tingkat kepuasan ibu bersalin menunjukkan 89,1% responden merasa "Puas" dan 10,9% merasa "Tidak Puas". Hasil analisis bivariat menghasilkan nilai p-value sebesar 0,887 (p > 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara mutu pelayanan bidan dengan tingkat kepuasan ibu bersalin. Meskipun penilaian ibu bersalin terhadap mutu pelayanan bidan hampir berimbang antara baik dan kurang baik, sebagian besar ibu tetap merasa puas. Hal ini menunjukkan bahwa kepuasan pasien di RS Pertamina Tarakan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis bidan semata, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kenyamanan ruangan dan fasilitas rumah sakit, maupun harapan awal pasien sebelum mendapatkan pelayanan. Manajemen rumah sakit disarankan tetap melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap standar prosedur pelayanan untuk memastikan kualitas yang optimal, guna mempertahankan tingkat kepuasan pasien yang sudah baik. Kata Kunci: Mutu Pelayanan, Pelayanan Kebidanan, Kepuasan Ibu Bersalin, asuhan persalinan, Rumah Sakit
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kualitas dan kuantitas minyak nilam sangat dipengaruhi oleh proses ekstraksi dan lama waktu ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis pelarut dan lama ekstraksi serta interaksinya terhadap hasil dan kualitas minyak nilam. Penelitian dilaksanakan pada bulan April–Mei 2025 di Laboratorium Nutrisi Fakultas Perikanan Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor, yaitu jenis pelarut (aquades, etanol 96%, dan heksana) serta lama ekstraksi (30, 60, dan 90 menit), dengan tiga ulangan sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi volume minyak, rendemen minyak, warna, indeks bias, dan kadar patchouli alkohol. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf kepercayaan 5% apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pelarut berpengaruh nyata terhadap nilai indeks bias minyak nilam, sedangkan lama ekstraksi dan interaksi kedua faktor tidak berpengaruh nyata terhadap rendemen dan volume minyak. Seluruh perlakuan menghasilkan warna minyak kuning muda dan kadar patchouli alkohol ≥30% yang telah memenuhi standar SNI minyak nilam. Dengan demikian, pemilihan jenis pelarut yang tepat berperan penting dalam menentukan kualitas minyak nilam yang dihasilkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kualitas dan kuantitas minyak nilam sangat dipengaruhi oleh proses ekstraksi dan lama waktu ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis pelarut dan lama ekstraksi serta interaksinya terhadap hasil dan kualitas minyak nilam. Penelitian dilaksanakan pada bulan April–Mei 2025 di Laboratorium Nutrisi Fakultas Perikanan Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor, yaitu jenis pelarut (aquades, etanol 96%, dan heksana) serta lama ekstraksi (30, 60, dan 90 menit), dengan tiga ulangan sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi volume minyak, rendemen minyak, warna, indeks bias, dan kadar patchouli alkohol. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf kepercayaan 5% apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pelarut berpengaruh nyata terhadap nilai indeks bias minyak nilam, sedangkan lama ekstraksi dan interaksi kedua faktor tidak berpengaruh nyata terhadap rendemen dan volume minyak. Seluruh perlakuan menghasilkan warna minyak kuning muda dan kadar patchouli alkohol ≥30% yang telah memenuhi standar SNI minyak nilam. Dengan demikian, pemilihan jenis pelarut yang tepat berperan penting dalam menentukan kualitas minyak nilam yang dihasilkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peningkatan kesejahteraan masyarakat berimplikasi pada meningkatnya tuntutan terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki kewajiban menjamin mutu layanan melalui pelaporan Indikator Nasional Mutu (INM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) urgensi pelaporan INM bagi Puskesmas sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan; dan (2) dampak hukum ketidakpatuhan Puskesmas dalam pelaporan INM. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan serta bahan hukum sekunder dianalisis secara preskriptif dengan pola deduktif guna merumuskan argumentasi dan solusi hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urgensi pelaporan INM, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2022, terletak pada fungsinya sebagai instrumen pengukuran mutu, evaluasi kinerja, dasar pengawasan pemerintah daerah, serta pemenuhan hak masyarakat atas pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas. Ketidakpatuhan dalam pelaporan INM berimplikasi pada ketidakakuratan data kesehatan, terhambatnya perumusan kebijakan berbasis bukti, penurunan strata akreditasi atau penundaan akreditasi, serta berpotensi memengaruhi keberlanjutan kerja sama Puskesmas dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Oleh karena itu, kepatuhan pelaporan INM merupakan kewajiban hukum sekaligus instrumen strategis dalam mewujudkan tata kelola pelayanan kesehatan yang akuntabel dan berorientasi mutu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Landasan pacu (runway) merupakan fasilitas utama pada bandar udara yang harus memenuhi persyaratan teknis perkerasan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan operasi pesawat. Salah satu parameter penting dalam pengendalian mutu perkerasan lentur adalah kesesuaian kadar aspal pada lapisan Asphalt Concrete–Wearing Course (AC-WC) terhadap nilai yang direncanakan dalam Job Mix Design. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai kadar aspal hasil ekstraksi menggunakan metode sentrifugal dan metode refluks pada campuran AC-WC yang telah dihampar pada runway Bandar Udara Juwata Tarakan, membandingkan hasil kedua metode tersebut, serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan kadar aspal rencana berdasarkan spesifikasi Bina Marga. Sampel penelitian diperoleh dari hasil core drill lapisan AC-WC di lokasi runway. Pada penelitian menunjukkan nilai kadar aspal hasil ekstraksi sentrifugal memiliki rata-rata 5,68% dan refluks dengan rata-rata 5,70%, secara statistik tidak memiliki perbedaan secara signifikan terhadap JMD. Namun, metode refluks memiliki variasi data yang lebih kecil sehingga, dapat dinilai metode tersebut memiliki ketelitian yang lebih baik. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam pengendalian mutu pada campuran beraspal pada perkerasan runway serta menjadi referensi dalam pemilihan metode ekstraksi aspal dilaboratorium.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kadar aspal merupakan parameter krusial dalam menentukan kualitas perkerasan Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) pada infrastruktur bandar udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kadar aspal aktual pada campuran AC- WC yang dihampar di Taxiway Bandar Udara Juwata Tarakan dengan membandingkan hasil pengujian melalui metode Sentrifugal dan metode Refluks terhadap Job Mix Design (JMD). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan mengambil sampel lapangan melalui teknik core drill. Hasil ekstraksi secara statistik menggunakan uji t-test independen untuk membandingkan kedua metode tersebut, serta uji ANOVA untuk menilai kesesuaiannya dengan nilai JMD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar aspal menggunakan metode Sentrifugal adalah 4,99%, sedangkan metode Refluks adalah 5,68%, dibandingkan dengan nilai JMD sebesar 5,70%. Meskipun secara statistik tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode (p-value 0,25 > 0,05), evaluasi teknis berdasarkan Spesifikasi Bina Marga menunjukkan bahwa metode Refluks memiliki deviasi yang sangat kecil (0,02%) dan memenuhi batas toleransi ±0,3%. Sebaliknya, metode Sentrifugal menghasilkan deviasi sebesar 0,71% yang melampaui batas toleransi tersebut. Hasil Penelitian ini dapat menjadi dasar dalam pengendalian mutu pada campuran beraspal perkerasan taxiway serta menjadi referensi dalam pemilihan metode ekstraksi aspal dilaboratorium.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Abstrak Sekitar 30 rumah tangga masyarakat Karungan Kelurahan Mamburungan Timur RT 8 dan RT 9 masih bergantung pada air sumur gali sebagai sumber air bersih. Namun, sumur yang berada di tepi jalan dan di tengah permukiman padat penduduk menjadikannya rentan terhadap berbagai sumber kontaminasi bakteri, seperti bakteri Escherichia coli (E. coli) yang berasal dari septic tank, kandang ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan kitosan dan filter termodifikasi dalam menurunkan kandungan bakteri E. coli pada air sumur gali. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen mengunakan kitosan dan filter termodifikasi dengan bahan ijuk, pasir silika, cangkang kapah, arang aktif dan kerikil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah E. coli mengalami penurunan setelah proses sedimentasi, yaitu dari 100 CFU/100 mL menjadi 47 CFU/100 mL. Setelah melewati filtrasi didapatkan nilai rata-rata pada kandungan bakteri E. coli sekitar 74 CFU/100 mL. Filter termodifikasi belum efektif dalam menurunkan kandungan E.coli pada air sumur gali di Karungan RT 08, Kelurahan Mamburungan Timur, Kota Tarakan, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2023.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Budidaya udang windu sistem tradisional masih menjadi kegiatan utama di Kabupaten Bulungan yang cenderung menurun produktivitas tambak dan produksi udang. Penelitian ini bertujuan mengkaji kualitas air buangan tambak budidaya udang windu sistem tradisional di Pulau Tibi, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini dilakukan mulai bulan September sampai dengan Desember 2024. Penentuan titik sampling menggunakan purposive sampling. Pada stasiun 1 menggunakan penambahan probiotik EM4 dengan dosis 190 L/Ha, stasiun 2 menggunakan probiotik RICA dengan dosis 6 L/Ha dengan frekuensi pemberian 2 minggu sekali, sedangkan stasiun 3 tidak menggunakan probiotik dan stasiun 4 air sungai. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan mengacu pada Permen KP 75/2016 dan 28/2004. Hasil pengamatan stasiun 1 (EM4) menunjukkan kekeruhan 90,4 NTU, TSS 92 mg/L, BOD5 3,89 mg/L, nitrat 0,32 mg/L, fosfat 0,1 mg/L, amonia 0,06 mg/L, H₂S 0,72 mg/L, nitrit 0,15 mg/L, dan pH 6,9. Stasiun 2 (RICA), kekeruhan 51,4 NTU, TSS 77 mg/L, BOD5 2,5 mg/L, nitrat 0,22 mg/L, fosfat 0,16 mg/L, amonia 0,12 mg/L, H₂S 0,57 mg/L, nitrit 0,1 mg/L, dan pH 7,2. Sedangkan stasiun 3 (tanpa probiotik), kekeruhan 58,7 NTU, TSS 19 mg/L, BOD5 2,78 mg/L, nitrat 0,28 mg/L, fosfat 0,09 mg/L, amonia 0,2 mg/L, H₂S 2,44 mg/L, nitrit 0,09 mg/L, dan pH 5. Hasil pengamatan sungai 1 menunjukkan kekeruhan 50,5 NTU, TSS 30 mg/L, BOD5 1,95 mg/L, nitrat 0,3 mg/L, fosfat 0,13 mg/L, amonia 0,17 mg/L, H₂S 0,99 mg/L, nitrit 0,2 mg/L, dan pH 6,8. Sedangkan pada sungai 2, kekeruhan 309 NTU, TSS 341 mg/L, BOD5 6,11 mg/L, nitrat 0,2 mg/L, fosfat 0,56 mg/L, amonia 0,18 mg/L, H₂S 1,75 mg/L, nitrit 0,3 mg/L, dan pH 6. Secara keseluruhan, penggunaan probiotik RICA lebih efektif dalam memperbaiki kualitas air buangan tambak dibandingkan probiotik EM4 maupun tanpa probiotik. Abstract Shrimp farming using a traditional system remains a significant activity in Bulungan Regency, although pond productivity and shrimp production tend to declining. This study aimed to assess the quality of wastewater from traditional shrimp farming ponds on Tibi Island, Bulungan Regency. The research wass conducted from September to December 2024. Sampling points were determined using a purposive sampling approach. At station 1, EM4 probiotics were applied at a dosage of 190 L/Ha, while station 2 used RICA probiotics at a dosage of 6 L/Ha with an application frequency of once every two weeks. Station 3 did not use probiotics, and station 4 represented river water. The method employed was a descriptive quantitative approach, as referenced in Ministry of Marine Affairs and Fisheries Regulations Permen KP 75/2016 and 28/2004. The results from station 1 (EM4) showed turbidity of 90.4 NTU, TSS 92 mg/L, BOD₅ 3.89 mg/L, nitrate 0.32 mg/L, phosphate 0.1 mg/L, ammonia 0.06 mg/L, H₂S 0.72 mg/L, nitrite 0.15 mg/L, and pH 6.9. Station 2 (RICA), showed turbidity of 51.4 NTU, TSS 77 mg/L, BOD₅ 2.5 mg/L, nitrate 0.22 mg/L, phosphate 0.16 mg/L, ammonia 0.12 mg/L, H₂S 0.57 mg/L, nitrite 0.1 mg/L, and pH 7.2. Meanwhile, station 3 (without probiotics) showed turbidity of 58.7 NTU, TSS 19 mg/L, BOD₅ 2.78 mg/L, nitrate 0.28 mg/L, phosphate 0.09 mg/L, ammonia 0.2 mg/L, H₂S 2.44 mg/L, nitrite 0.09 mg/L, and pH 5. The results from river 1 showed turbidity of 50.5 NTU, TSS 30 mg/L, BOD₅ 1.95 mg/L, nitrate 0.3 mg/L, phosphate 0.13 mg/L, ammonia 0.17 mg/L, H₂S 0.99 mg/L, nitrite 0.2 mg/L, and pH 6.8. In river 2, turbidity was 309 NTU, TSS 341 mg/L, BOD₅ 6.11 mg/L, nitrate 0.2 mg/L, phosphate 0.56 mg/L, ammonia 0.18 mg/L, H₂S 1.75 mg/L, nitrite 0.3 mg/L, and pH 6. Overall, the use of RICA probiotics is more effective in improving the quality of aquaculture wastewater compared to EM4 probiotics or without probiotics.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sungai Kayan berada Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Sungai ini merupakan salah satu sungai terbesar yang memiliki peran penting bagi masyarakat sekitarnya baik dari segi ekonomi, sosial, maupun ekologi. Pemanfaatannya seperti sarana transportasi, perikanan, pertanian, sumber air bersih, pariwisata dan rekreasi, dari kegiatan masyarakat tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya pencemaran yang berdampak pada penurunan kualitas air Sungai Kayan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan Indeks Pencemaran (IP) Sungai Kayan berdasarkan parameter fisika, kimia dan biologi. Metode yang digunakan pada penelitian ini deskriptif kuantitatif. Lokasi pengambilan sampel dilakukan pada empat stasiun mengunakan metode purposive sampling dan metode grab sampling lokasi Stasiun 1 terletak di Tanjung Palas, Stasiun 2 terletak di Tugu Cinta Damai, Stasiun 3 terletak di kawasan Instalasi PDAM dan Stasiun 4 di Selimau. Pengambilan sampel dilakukan pada waktu pagi dan sore hari dengan parameter fisika (suhu, kekeruhan, TSS dan TDS), kimia (pH, DO, BOD, COD, nitrat, fosfat, dan MBAS) dan biologi (E.coli). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat di sepanjang Sungai Kayan berpengaruh terhadap kualitas air Sungai Kayan hal ini berdasarkan pada nilai indeks pencemaran menunjukkan bahwa kualitas air di pengambilan pagi dan sore pada Stasiun 1 nilai IP 3,79 dan 3,91. Stasiun 2 nilai IP 3,55 dan 3,78. Stasiun 3 nilain IP 3,63 dan 4,98 kategori cemar ringan sedangkan Stasiun 4 masuk dalam kategori cemar sedang dan cemar ringan dengan nilai IP 5,86 dan 4,66 . Nilai Indeks Kualitas Air (IKA) yaitu 47,5 kondisi tersebut termasuk kategori kurang. Berdasarkan hasil penelitian perlu dilakukan pengelolaan dan monitoring secara berkelanjutan terhadap Sungai Kayan agar pemanfaatannya tidak menimbulkan resiko.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Water quality is one of the primary factors influencing the success of shrimp aquaculture, as it supports optimal growth. Conversely, due to the accumulation of toxic compounds, poor water quality negatively affects shrimp health and can ultimately result in mortality. This study aimed to analyze water quality in traditional black tiger shrimp (Penaeus monodon) ponds on Tibi Island, Bulungan Regency. Sampling points were determined using purposive sampling across two pond plots-one measuring 1.3 hectares and the other 6 hectares. Water samples were collected from three points with three replications in each pond. Treatments included using probiotics: EM4 was applied three times in the smaller pond, and "Rica" treatment in the larger pond. Sampling was conducted monthly throughout the seeding, maintenance, and harvesting periods. Both physical and chemical parameters were measured. In the small pond, water temperature ranged from 28 31.67 °C, pH 5.87-7.27, dissolved oxygen 6.47-7 mg/L, salinity 9.67-17 ppt, ammonia 0.1-1.2 mg/., nitrite 0.03-0.42 mg/L, nitrate 0.3-0.61 mg/L, phosphate 0.04 0.05 mg/L, and alkalinity 13.33-80 mg/L. In the large pond, water temperature ranged from 29.9-32.03 °C, pH 5-7.4, dissolved oxygen 6.8 6.87 mg/L, salinity 10-15.33 ppt, ammonia 0.1-1.14 mg/L, nitrite 0.10 0.22 mg/L, nitrate 0.3-0.41 mg/L, phosphate 0.05 0.13 mg/L, and alkalinity 11.67-88.33 mg/L. The small pond treated with EM4 showed relatively better water quality. Several parameters did not meet the quality standards of the Indonesian Ministry of Marine Affairs and Fisheries Regulation No. 75/2016, including pH, ammonia, nitrate, nitrite, and alkalinity in the small pond, and pH, ammonia, nitrite, phosphate, and alkalinity in the large pond. Other parameters were within acceptable limits.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kappaphycus alvarezii merupakan jenis rumput laut merah yang banyak di budidayakan di Kalimantan Utara yang memiliki potensi besar dalam pengembangan produk hasil perikanan sebagai penghasil karagenan yang memiliki berbagai manfaat baik dibidang farmasi, kosmetik dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah mengarakterisasi mutu karagenan dari rumput laut merah (Kappaphycus alvarezii) di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Metode ekstraksi menggunakan larutan KOH dengan konsentrasi 7% (b/v) kemudian di filtrasi untuk selanjutnya di keringkan dan di blender sampai jadi bubuk keragenan. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji organoleptik /sensori pada rumput laut (K. alarezii) yaitu pada Kenampakan 7,27 ± 1,55, Bau 6 ± 2,4, Tekstur 8 ± 1,00, nilai rendemen pada penelitian ini yaitu sebesar 19,86%, Nilai kadar air pada penelitian ini sebesar 5,67%, Nilai kadar abu pada penelitian ini yaitu 55,67%, Pada penelitian ini nilai viskositas menghasilkan 22,67 cPs, Nilai kekuatan gel pada penelitian ini yaitu 180,071 g/cm2. Uji Organoleptik parameter bau tidak memenuhi standar SNI, namun pada parameter kenampakan dan tekstur telah memenuhi standar SNI. Rendemen dan kadar abu belum memenuhi standar, namun pada uji kadar air, viskositas dan kekuatan gel telah memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh FAO dan SNI
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Aktivitas di sepanjang bantaran Sungai Bengawan berpotensi menyebabkan tercemarnya perairan sungai. Aktivitas tersebut diantaranya seperti air limpasan perkebunan, peternakan dan ada beberapa rumah yang masih memiliki jamban yang langsung masuk ke dalam sungai maupun kegiatan manusia lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kandungan Coliform beserta indeks kualitas air pada Sungai Bengawan sehingga dapat memberikan gambaran tentang tingkat kebersihan atau pencemaran air sungai di tempat yang diteliti. Penentuan status mutu mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Kehutanan Nomor 27 Tahun 2021 tentang indeks kualitas lingkungan hidup, hasil pengukuran kualitas air dibandingkan dengan Baku Mutu Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang baku mutu air sungai dan sejenisnya dan penentuan kelas air mengacu pada Peraturan Walikota Tarakan Nomor 04 Tahun 2010. Titik pengambilan sampel dilakukan sebanyak 5 stasiun. Parameter yang digunakan yaitu parameter Biologi, Fisika dan kimia seperti Total Coliform, Fecal Coli, Suhu, Kekeruhan, TSS, pH, DO, BOD, COD, Nitrat, Nitrit dan Fosfat Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sungai ini positif adanya bakteri Coliform. Hasil Bakteri Escherichia coli berkisar antara 565 - 1600 MPN/100 mL, Suhu 28-29 oC, TSS 20-47 mg/L, pH 6-6,2, DO5,7-7,8 mg/L, BOD 0,5-4,6 mg/L, COD 21,3-37,3 mg/L, Nitrat 0,44-1,15 mg/L, Nitrit 0,033-0,065 mg/L, fosfat 0,07-0,18 mg/L. Hasil perhitungan indeks pencemaran berkisar antara 3,54-5,17, kemudian dikonversi ke dalam indeks kualitas air menjadi 48. Nilai tersebut menunjukkan bahwa Sungai Bengawan masuk ke dalam kategori cemar sedang, sedangkan indeks kualitas air masuk ke dalam katagori kurang baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keberadaan unsur hara dan plankton pada tambak tradisional menjadi parameter kesuburan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fluktuasi konsentrasi unsur hara dalam air dan sedimen tambak serta struktur komunitas plankton di tambak tradisional Kota Tarakan. Penelitian dilakukan pada bulan September-November 2023 pada tambak udang windu di Kecamatan Tarakan Barat Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Analisis data mengacu pada Permen KP. No. 75 Tahun 2016, Permen Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 21 tahun 2015, dan perhitungan kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi plankton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu air berkisar antara 20-29°C, dengan rata-rata 24,8±3,3°C, yang lebih rendah dibandingkan baku mutu menurut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Permen KP. No. 75 Tahun 2016 (28-32°C). Salinitas tertinggi tercatat pada minggu pertama (25 ppt) dan masih berada dalam kisaran standar (5-40 ppt). Nilai pH air berkisar antara 7,28-8,08, sesuai dengan baku mutu (7,5-8,5). Kadar oksigen terlarut mencapai nilai tertinggi 8,1 mg/L pada minggu ke 4 dan berada di atas batas minimal yang direkomendasikan (>3 mg/L). Kadar amonia tertinggi tercatat sebesar 1,67 mg/L, melebihi ambang batas yang direkomendasikan (0,01 mg/L). Konsentrasi nitrat relatif stabil dalam kisaran 0,08-0,09 mg/L, masih di bawah baku mutu 0,5 mg/L. Konsentrasi fosfat di air mengalami fluktuasi dan sebagian besar waktu berada di bawah nilai standar minimal yang direkomendasikan (0,1 mg/L). Analisis komunitas plankton menunjukkan variasi jenis dan kelimpahan yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Kelimpahan fitoplankton tertinggi tercatat 3 sel/L pada minggu ke 2, sementara zooplankton tertinggi mencapai 8 sel/L pada minggu ke 3. Nilai indeks keanekaragaman plankton tertinggi sebesar 1,099 menunjukkan komunitas yang cukup stabil. Kualitas air tambak masih berada dalam kisaran optimal untuk budidaya udang windu, namun fluktuasi kandungan amonia dan rendahnya kandungan fosfat perlu diperhatikan untuk mendukung keberlanjutan budidaya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Pemantauan kualitas air sungai perlu dilakukan secara berkala untuk mengetahui kesesuaian ketersediaan air tersebut dari segi kualitas dengan peruntukannya. Salah satu cara menentukan status mutu air yaitu dengan cara menggunakan metode indeks pencemaran. Indeks pencemaran dapat digunakan untuk menilai tingkat pencemaran dan memberikan Gambaran mengenai seberapa tercemarnya suatu perairan sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan status mutu air menggunakan metode indeks pencemaran di Sungai Bengawan. Penentuan status mutu mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 27 Tahun 2021 tentang indeks kualitas lingkungan hidup dan hasil pengukuran kualitas air dibandingkan dengan Baku Mutu sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 pada Lampiran VI tentang baku mutu air sungai dan sejenisnya, serta penentuan kelas air mengacu pada Peraturan Walikota Tarakan Nomor 04 Tahun 2010 tercantum pada Lampiran II. Pengambilan sampel dilakukan pada saat air surut sebanyak 5 stasiun dan 15 titik. Parameter yang digunakan yaitu fisika dan kimia seperti TSS, pH, DO, BOD, COD, Nitrat dan Fosfat. Hasil pengukuran TSS yaitu 15-50 mg/L, pH yaitu 5,98-6,34, DO yaitu 4,8-7,2 mg/L, BOD yaitu 0,3-6,4 mg/L, COD yaitu 16-64 mg/L, Nitrat yaitu 0,35-1,18 mg/L dan Posfat yaitu 0,10-0,20 mg/L. Hasil indeks pencemaran menunjukkan Sungai Bengawan masuk ke dalam kategori cemar ringan sedangkan indeks kualitas air menujukkan Sungai Bengawan masuk ke dalam katagori cemar sedang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tantangan terbesar bagi organisasi pelayanan publik adalah bagaimana memenuhi standar pelayanan yang diinginkan oleh pelanggan. Salah satu sistem yang memenuhi pengelolaan standar kualitas adalah ISO 9001:2008. Sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dipercaya mampu memberikan dorongan positif kepada kinerja karyawan secara terus menerus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 yang terdiri dari kepemimpinan , keterlibatan semua karyawan, pendekatan proses, pendekatan sistem manajemen dan perbaikan secara terus menerus terhadap kinerja karyawan di PT Intracawood Manufacturing. Populasi sebanyak 912 karyawan dan 120 karyawan sebagai responden. Sampel diperoleh berdasarkan metode purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi liner berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 memiliki pengaruh yang signifikan baik secara simultan maupun parsial terhadap kinerja karyawan PT Intracawood Manufacturing .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber air tambak tradisional mengandalkan pasang surut air laut sedangkan wilayah pesisir Kota Tarakan terdapat berbagai aktivitas manusia seperti permukiman, pusat komersial, pelabuhan, industri, transportasi dan tempat penjualan bahan bakar minyak (BBM). Aktivitas tersebut berpotensi menghasilkan limbah logam berat yang dapat mencemari laut dan tambak tradisonal. Tujuan penelitian adalah menganalisis kandungan logam Pb, Cd, Cu pada air, sedimen dan udang windu (Penaeus monodon) di tambak tradisional Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan dari bulan Desember 2023-Februari 2024 di Kecamatan Tarakan Barat dan Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan yaitu membandingkan standar baku mutu berdasarkan Permen KP. No. 75 tahun 2016, PP No. 22 tahun 2021, ANZECC tahun 2000 dan SNI 7387-2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kandungan logam berat pada 3 titik sampling di tambak Tarakan Barat untuk logam Pb, Cd, dan Cu di air yaitu 0,004-0,002 mg/l, 0,001 mg/l, dan 0,005-0,004 mg/l; di sedimen yaitu 2,66-5,08 mg/kg, 0,02-0,04 mg/kg, dan 2,56-3,25 mg/kg; di udang windu yaitu 0,07-0,17 mg/kg, 0,01 mg/kg dan 0,02 mg/kg. Sementara rata-rata kandungan logam Pb, Cd, Cu di tambak Tarakan Timur pada 3 titik sampling di air yaitu 0,002-0,004 mg/l, 0,002-0,007 mg/l, dan 0,002-0,006 mg/l; di sedimen yaitu 2,28-2,54 mg/kg, 0,046-0,04 mg/kg, dan 2,13-3 mg/kg; dan di udang windu yaitu 0,17-0,19 mg/kg, 0,01 mg/kg dan 0,02 mg/kg. Secara keseluruhan kandungan logam berat Pb, Cd, dan Cu di air, sedimen dan udang windu masih sesuai standar baku mutu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
TINJAUAN HUKUM TERHADAP PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) SECARA SEPIHAK OLEH PERUSAHAAN Abstrak Penelitian ini berisikan tentang pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya dikarenakan work shop yang biasa dijaga pekerja telah disewakan atau dialihkan kapada orang lain sehingga pekerja tidak ada pekerjaan lain yang berkaitan dengan tugas pekerja sebagai pengaman atau security. Pengusaha menyampaikan kepada pekerja bahwa pekerjaanya telah selesai, maka karena sudah tidak ada lagi pekerjaan maka Pemutusan Hubungan Kerja yang dilakukan Pengusa masuk kategori Pemutusan Hubungan Kerja karena Efisiensi cukup beralasan hukum. berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah No.35 tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu tertentu, Alih Daya, waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja pasal 43 ayat (2). Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait tinjauan hukum terhadap pemutusan hubungan kerja. Pertama apa peran bipartit dan tripartit terhadap pemutusan sepihak yang dilakukan oleh perusahan terhadap pekerja? Kedua, bagaimana analisis pertimbangan hakim terhadap putusan perkara Nomor 22/Pdt.Sus PHI/2021/PN Smr. Skripsi ini merupakan penelitian normatif terhadap kaidah-kaidah hukum terkait variable penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan ketentuan hukum, yakni: instrumen hukum ketenagakerjaan terhadap pemutusan hubungan kerja secara sepihak oleh Perusahaan khusunya bagi pekerja yang telah di PHK dan menuntut haknya. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang didapatkan dalam sumber-sumber hukum ketenagakerjaan. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, artikel, data-data internet, ensiklopedi dan kamus. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: Pertama, Bipartit berperan menjadi wadah komunikasi yang efektif bagi pengusaha dan pekerja, sehingga apa yang menjadi inspirasi atau keinginan dari pengusaha dan pekerja/buruh dapat disampaikan melalui Bipartit untuk dicarikan jalan keluarnya, sehingga masalah tersebut tidak menjadi besar. dan Tripartit berperan sebagai forum komunikasi dan musyawarah antara pekerja, pemerintah dan Perusahaan untuk membahas tuntutan-tuntutan pekerja yang diputus hubungan kerjanya memegang peran kunci dalam menyelesaikan pemutusan hubungan kerja Kedua, Analisis Pertimbangan Putusan Perkara Nomor 22/Pdt.Sus PHI/2021/PN Smr. adalah Hubungan Kerja antara Penggugat dengan Tergugat Putus Berdasarkan aturan yang telah diuraikan, bahwa adanya pengurangan hak terhadap tenaga kerja yang di putus dan pengusaha wajib membayar secara tunai dan sekaligus hak-hak Penggugat akibat Pemutusan Hubungan Kerja dengan Uang pesangon sebesar Uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat (2), Uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal 40 ayat (4) Peraturan Pemerintah No.35 tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu tertentu, Alih Daya, waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja pasal 43 ayat (2).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada masa sekarang kebutuhan akan energi listrik menjadi hal yang sangat penting dalam menunjang kegiatan masyarakat, terutama pada sektor industri, perkantoran, layanan komunikasi, dan bahkan setiap rumah dari masyarakat pastinya menggunakan energi listrik untuk alat elektronik yang digunakan dalam rumah. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah sistem tenaga listrik yang handal dan dan efisien agar penyaluran energi listrik dapat tersalurkan dengan baik kepada seluruh lapisan elemen masyarakat. Metode analisa stabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Time Domain Simulation, yang dimana menganalisis respon sebuah sistem yang mengalami gangguan terhadap waktu. Dari simulasi stabilitas, didapatkan waktu pemutusan kritis untuk kasus yang pertama, dengan melakukan perhitungan CCT (Critical Clearing Time) terhadap perbandingan simulasi pada script yaitu pada waktu 0,2 detik sedangkan untuk kasus kedua didapatkan waktu pemutusan kritis pada 0,226 detik dan hasil simulasi kestabilan pada kedua kasus tersebut osilasi sudut rotor generator masih pada batas kestabilan dan dapat kembali sinkron setelah mengalami gangguan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebutuhan listrik semakin meningkat sehingga dibutuhkan sistem kelistrikan yang handal dan stabil. Salah satu aspek penting yaitu kestabilan transien. Kestabilan transien adalah kemampuan sistem untuk mempertahankan keadaan sistem setelah mengalami gangguan besar seperti hubung singkat tiga fasa. Seperti pada wilayah Kaltimra untuk dapat memenuhi kebutuhan listrik yang semakin meningkat maka dibangun sistem transmisi 150 kV PT. PLN UPT Kaltimra. Oleh karena itu diperlukan analisa kestabilan transien. Teori dalam penelitian ini meliputi stabilitas rotor, frekuensi bus dan tegangan bus untuk memahami perilaku sistem dalam kondisi transien. Metode kriteria sama luas dipilih dalam mengevaluasi kestabilan sistem setelah terjadi gangguan dengan teknik analisa data memberi simulasi gangguan hubung singkat tiga fasa kemudian perhitungan terhadap waktu pemutus gangguan dan terakhir penentuan dengan metode kriteria sama luas. Hasil penelitian ini menunjukkan pada kasus 1 waktu pemutus kritis adalah 0,26 detik dengan sudut awal 32,921 derajat, sedangkan pada kasus 2 waktu pemutus kritis adalah 0,196 detik dengan sudut awal 35,9085 derajat. Simulasi menunjukkan genetaror dapat memulihkan kestabilan dalam 0,42 detik untuk kasus 1dan 0,35 detik untuk kasus 2 setelah gangguan. Sehingga dari analisa kestabilan dengan metode kriteria sama luas maka luas A1=A2 yang menunjukkan bahwa kedua generator dapat mempertahankan kesinkornannya setelah gangguan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi dan mengetahui pengendalian mutu produk dengan penerapan statistical process control (SPC) yang berada pada pengepul kepiting bakau CV. Rika Amelia Jaya Tarakan di wilayah beringin yang berlokasi pada Jl. Beringin 2 Rt: 1 Rw: 4, Selumit Pantai, Tarakan Tengah, Kalimantan Utara. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskritif kuantitatif untuk lebih fokus pada analisis data berupa angka-angka, menggunakan alat bantu statistik berupa Check Sheet, Histrogram, peta kendali p (P-Chart), dan diagram sebab akibat. Sumber data dalam penelitian ini adalah arsip data produksi kepiting setiap bulan. Pengumpulan data melalui wawancara dengan narasumber, melakukan pengamatan langsung, dan dokumentasi serta diolah menggunakan Microsoft Excel. Hasil dari penelitian ini:1.) Mutu produk cukup berada dalam rentang batas kendali atas (UCL) maupun batas kendali bawah (LCL), 2.) Berdasarkan data pada diagram histogram, diketahui bahwa kegagalan terbanyak pada kepiting mati (loyo, capit tidak lengkap) yaitu mencapai 1949,6 Kg, 3.) Melalui analisis diagram sebab-akibat yang menjadi penyebab terjadinya kegagalan dalam proses produksi adalah manusia.