ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) merupakan salah satu kegiatan bisnis atau usaha yang dapat membantu laju pertumbuhan ekonomi disuatu derah. Hanya saja masih banyak UMKM yang belum mampu memastikan keberlanjutan usaha yang dijalankan hal ini dikarenakan kurang dukungan dari sisi modal, bimbingan dan pelatihan, sehingga perlunya suatu lembaga pendukung yang mampu mengatasi masalah keuangan yang dihadapi oleh pelaku usahan Salah satu lembaga yang bergerak dibidang pemodalan untuk pelaku usaha mikro adalah Unit Layanan Modal Mikro Kota Tarakan (UlaMM). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui program kerja pada PT. PNM Unit Layanan Modal Mikro Kota Tarakan dan untuk mengetahui persepsi pelaku usaha mikro agribisnis terhadap pelayanan unit layanan modal mikro kota Tarakan. Penelitian ini mengunakan Skala Likert dengan lima alternatif jawaban antara lain : (Sangat Tidak Baik (STB): Skor 1), (Tidak Baik (TB) : Skor 2), (Cukup Baik (CB) : Skor 3), (Baik (B): Skor 4), (Sangat Baik (SB): Skor 5). untuk melihat kualitas pelayanan dari unit layanan modal mikro, mengunakan lima parameter yaitu : Tanggible, Realibility, Responsiveness, Assurance, Empaty. Yang memiliki 4 indikator setiap parameternya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, program kerja yang dilaksanakan PT. PNM Unit Layanan Mikro ini terdiri atas Pembiayaan, bimbingan dan pelatihan. Dari sisi Persepsi pelaku usaha mikro agribisnis terhadap pelayanan PT. PNM unit layanan modal mikro Kota Tarakan berada pada kategori baik berdasarkan parameter Tangible, Realibility, Responsiveness, Assurance, Empaty dengan persentasi 97 % masuk dalam kategori “Baik”.Saran yang dapat diberikan kepada Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM) agar lebih mempertimbangkan palaku usaha pertanian budidaya untuk dijadikan nasaba. Unit layanan mdal mikro perlu membuka cabang dibeberapa daerah dan membuat layanan yang berbasis online agar masyarakat mampu mengakses informasi dengan mudah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•
UMKM di anggap sebagai sektor usaha yang tidak rentan terhadap berbagai perubahan eksternal yang terjadi di pasar perekonomian. Sebagai sektor yang di anggap mampu bertahan meskipun dalam kondisi krisis, UMKM dapat menunjang pembangunan ekonomi yang bersifat jangka panjang, stabil, dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan dan kualitas manajemen keuangan terhadap kinerja keuangan UMKM Mebel di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan menggunakan sampel jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 108 UMKM Mebel di Kota Tarakan. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan memperhatikan nilai koefisien regresi, uji parsial, uji pengaruh simultan, dan uji koefisien determinasi. Berdasarkan hasil penelitian Pertama, Literasi Keuangan berpengaruh negative terhadap Kinerja Keuangan UMKM Mebel. Kedua, Kualitas Manajemen Keuangan berpengaruh positif terhadap Kinerja Keuangan UMKM Mebel.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•
Telah dilakukan penelitian bioekologi kepiting batu (Menippe mercenaria) di perairan Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan di tiga stasiun perairan yaitu 1. Tanjung Pasir, 2. Pelabuhan Tengkayu 1 (SDF) dan 3. Muara Idec Mamburungan. Berdasarkan hasil penelitian di tiga perairan tersebut dapat disimpulkan bahwa pengamatan pada saat pasang tertinggi lebih banyak populasi kepiting batu (Menippe mercenaria) dibandingkan pengamatan pada saat surut terendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfometrik dan meristik serta bioekologi kepiting (Menippe mercenaria) yaitu parameter kualitas air yang terdiri dari parameter fisik dan kimia
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sungai Bengawan merupakan salah satu aliran sungai di Kota Tarakan yang dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk berbagai aktivitas, seperti kebutuhan rumah tangga, perikanan, dan sumber air baku. Tingginya intensitas pemanfaatan tersebut berpotensi menurunkan kualitas air sungai akibat masuknya bahan pencemar organik maupun anorganik, sehingga diperlukan upaya pemantauan kualitas air, salah satunya melalui pendekatan biologis menggunakan struktur komunitas plankton sebagai bioindikator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas plankton sebagai bioindikator kualitas air di Sungai Bengawan Kota Tarakan, melalui pengukuran kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi plankton, serta mengkaji hubungannya dengan parameter kualitas air meliputi suhu, pH, Dissolved Oxygen (DO), Biochemical Oxygen Demand (BOD), nitrat, fosfat, dan Total Suspended Solid (TS). Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2026. Penelitian ini dilakukan pada lima stasiun pengamatan yang mewakili bagian hulu, tengah, dan hilir sungai. Sampel plankton diambil menggunakan plankton net dan diidentifikasi menggunakan mikroskop cahaya dengan bantuan Sedgwick–Rafter Counting Chamber. Hasil penelitian menunjukan jumlah spesies pada 5 stasiun berkisar antara 8 hingga 16 spesies plankton. Pada setiap stasiun, didominasi fitoplankton terdiri dari kelompok Bacillariophyceae, Dinoflagellata, dan beberapa jenis zooplankton seperti Rotifera dan Vorticella. Kelimpahan plankton di Sungai Bengawan berkisar antara 55-95 ind/L, dengan nilai tertinggi pada stasiun IV dan terendah pada stasiun 1 dan V. Rata-rata kelimpahan plankton seluruh stasiun yaitu 68 ind/L. Nilai Indeks Keanekaragaman (H') berkisar antara 1,972–2,653 dengan nilai rata-rata 2,398 yang menunjukkan kategori keanekaragaman sedang. Nilai indeks dominansi berkisar antara 0,086-0,1570 dengan rata-rata seluruh stasiun 0,103 termasuk dalam kategori dominansi rendah. Indeks ke seragaman (E) berkisar antara 0,901–1,000 dengan nilai rata-rata 0,975 menunjukkan kategori keseragaman tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, kondisi perairan Sungai Bengawan secara umum tergolong tercemar ringan hingga sedang dengan indikator keanekaragaman sedang, keseragaman tiggi, dan dominansi rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hiu sungai (Glyphis fowlerae) merupakan spesies hiu langka dengan distribusi terbatas pada perairan tawar hingga estuari. Keterbatasan informasi mengenai ekologi dan pola penyebarannya menyebabkan penelitian mengenai habitat dan distribusinya penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial dan temporal Glyphis fowlerae serta mengetahui karakteristik habitat berdasarkan kondisi kualitas perairan di Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei lapangan dengan penentuan lokasi secara purposive sampling. Data yang dikumpulkan meliputi jumlah individu, lokasi tangkapan, waktu pengamatan, laju tangkap, serta parameter kualitas perairan berupa suhu, pH, salinitas, dan oksigen terlarut (DO). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 40 individu Glyphis fowlerae ditemukan pada tiga stasiun pengamatan, dengan jumlah tertinggi pada Stasiun 1 sebanyak 16 individu (40%). Distribusi temporal selama periode Oktober 2025 hingga April 2026 menunjukkan variasi jumlah individu setiap bulan, dengan jumlah tertinggi ditemukan pada April 2026 sebanyak 8 individu (20%) dan terendah pada Desember 2025 sebanyak 4 individu (10%). Nilai laju tangkap Glyphis fowlerae selama penelitian berkisar antara 1,26–2,94 kg/jam, dengan nilai tertinggi pada April 2026 sebesar 2,94 kg/jam dan terendah pada Maret 2026 sebesar 1,26 kg/jam. Kondisi kualitas perairan selama penelitian menunjukkan suhu 31,05–31,61°C, pH 6,48–6,95, salinitas 1,19–8,24 ppt, dan DO 5,12–5,83 mg/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi spasial dan temporal Glyphis fowlerae berkaitan dengan dinamika habitat Perairan Sesayap, terutama perubahan kondisi lingkungan perairan. Informasi ini dapat menjadi dasar dalam pengelolaan habitat dan upaya konservasi hiu sungai di Perairan Sesayap.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kualitas air merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan budidaya udang windu (Penaeus monodon), terutama pada tambak tradisional yang pengelolaan airnya bergantung pada pasang surut alami. Penelitian ini bertujuan mengkaji kondisi kualitas air pemeliharaan udang windu pada tambak tradisional di Pulau Tekolang, Desa Sajau Hilir, Kabupaten Bulungan, yang dilaksanakan pada Januari–Maret 2026 di tiga petak tambak menggunakan metode survei deskriptif kuantitatif. Parameter yang diamati meliputi suhu, salinitas, kecerahan, oksigen terlarut (DO), pH, alkalinitas, amonia, nitrit, nitrat, dan fosfat, yang dibandingkan dengan baku mutu budidaya udang windu berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 75 Tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata suhu 30,1–30,4 °C, salinitas 15,6 ppt, dan kecerahan 33–34 cm masih mendukung budidaya. Nilai rata-rata pH berkisar 7,6–8,1 dan DO 4,6–4,8 mg/L, meskipun DO minimum pada beberapa pengamatan mencapai 2,8 mg/L. Alkalinitas berfluktuasi cukup tinggi, khususnya pada Petak 1 dan Petak 3. Amonia menjadi parameter paling kritis dengan rata-rata 0,24 mg/L (Petak 1), 0,09 mg/L (Petak 2), dan 0,06 mg/L (Petak 3), sehingga seluruh petak melebihi baku mutu 0,01 mg/L. Nitrit juga melampaui baku mutu pada sejumlah periode pengamatan, terutama di Petak 2 dan Petak 3. Rata-rata nitrat sebesar 0,57 mg/L (Petak 1), 0,39 mg/L (Petak 2), dan 0,81 mg/L (Petak 3), dengan Petak 3 menunjukkan akumulasi tertinggi. Sebaliknya, rata-rata fosfat relatif rendah (0,062–0,086 mg/L) dan umumnya belum mencapai standar minimal 0,1 mg/L. Secara umum, kondisi fisik air mendukung pemeliharaan udang windu, sedangkan akumulasi senyawa nitrogen, fluktuasi alkalinitas, rendahnya DO pada periode tertentu, dan rendahnya fosfat menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan tambak tradisional. Pengelolaan bahan organik dasar, pengapuran sesuai kebutuhan, pergantian air pasang surut terencana, serta pemantauan kualitas air rutin diperlukan untuk menjaga kestabilan lingkungan budidaya. Kata kunci: kualitas air; udang windu; tambak tradisional; senyawa nitrogen; Pulau Tekolang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Makrozoobentos merupakan organisme bentik yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan serta dapat digunakan sebagai bioindikator kualitas lingkungan. Padang lamun merupakan salah satu ekosistem pesisir yang menyediakan habitat bagi berbagai jenis makrozoobentos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makrozoobentos, kondisi kualitas air, serta keterkaitan antara organisme makrozoobentos dengan kualitas air pada padang lamun di Perairan Pulau Derawan dan Pulau Panjang. Penelitian dilakukan menggunakan metode purposive sampling pada lima stasiun pengamatan di setiap lokasi. Pengambilan sampel makrozoobentos dilakukan menggunakan transek kuadrat 1×1 m, sedangkan pengamatan lamun menggunakan transek kuadrat 0,5×0,5 m. Parameter kualitas air yang diukur meliputi suhu, pH, salinitas, oksigen terlarut (DO), nitrat, fosfat, dan tipe substrat. Data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman, kemerataan, dominansi, Indeks Kualitas Air Laut (IKAL), serta analisis Multi-Dimensional Scaling (MDS). Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 86 spesies makrozoobentos dari 6 kelas yang didominasi oleh Gastropoda, dengan nilai keanekaragaman berkisar 0,75–3,62 kategori sedang- tinggi, nilai kemerataan berkisar 0,67–0,96 kategori labil-stabil, nilai dominansi berkisar 0,03–0,59 kategori rendah akibat kerapatan lamun yang jarang. Seluruh parameter kualitas air masih berada dalam batas baku mutu, dengan nilai IKAL berkisar 86,85–94,64 (kategori baik hingga sangat baik). Ekosistem lamun terdiri atas 5 spesies dengan tutupan 13,4–27% dan kerapatan 53,6–108,8 ind/m², yang menunjukkan penurunan dibanding penelitian sebelumnya sebagai indikasi degradasi. Keberadaan padang lamun yang baik berkontribusi terhadap tingginya keanekaragaman organisme makrozoobentos. Dengan demikian, struktur komunitas makrozoobentos dapat digunakan sebagai indikator kondisi kualitas lingkungan perairan padang lamun di Pulau Derawan dan Pulau Panjang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan kualitas produk terhadap kepuasan pelanggan di Cafe Maetala Kota Tarakan, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang merupakan pelanggan Cafe Maetala. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner menggunakan skala likert, sedangkan analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda, uji t, uji f dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikansi 0,000 0,05. Kualitas produk juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan dengan nilai t hitung sebesar 6,271 dan nilai signifikansi 0,0000,05. Secara simultan, kualitas pelayanan dan kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan dengan nilai F hitung sebesar 162,228 dan nilai signifikansi 0,000 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,770 menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan kualitas produk mampu menjelaskan 77,0% variasi kepuasan pelanggan, sedangkan 23,0% dijelaskan oleh faktor lain diluar penelitian. Kualitas produk menjadi variabel yang lebih dominan terhadap kepuasan pelanggan dengan nilai Standardized Beta sebesar 0,576 dibandingkan kualitas pelayanan sebesar 0,334. Berdasarkan hasil tersebut, peningkatan kualitas pelayanan dan kualitas produk perlu diperhatikan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan di Cafe Maetala Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Udang windu (Penaeus monodon) merupakan komoditas penting dalam budidaya tambak tradisional di Kabupaten Bulungan yang keberhasilan produksinya sangat bergantung pada kualitas air sumber. Sungai Riyap merupakan sumber utama air tambak di Desa Sajau Hilir, namun kondisi perairannya berpotensi dipengaruhi oleh aktivitas pertambakan, perkebunan, permukiman, serta dinamika pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisika-kimia air Sungai Riyap sebagai sumber baku air tambak udang windu dan menentukan status mutu air menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP). Penelitian dilaksanakan pada Januari–Maret 2026 di empat stasiun yang mewakili bagian hulu, depan pintu tambak, area setelah aktivitas tambak, dan muara sungai. Pengambilan sampel dilakukan pada kondisi pasang dan surut. Parameter yang diamati meliputi suhu, salinitas, kecerahan, kecepatan arus, pH, oksigen terlarut (DO), amonia, nitrit, nitrat, dan fosfat. Hasil penelitian menunjukkan suhu berkisar 27–32 °C, salinitas 14–17 ppt, kecerahan 37–92 cm, kecepatan arus 0,6–0,9 m/detik, pH 5,7–7,0, DO 5,5–6,7 mg/L, amonia 0,045–0,467 mg/L, nitrit 0,063–0,374 mg/L, nitrat 0,618–0,949 mg/L, dan fosfat 0,023–0,038 mg/L. Suhu, salinitas, dan DO secara umum masih mendukung budidaya udang windu tradisional, sedangkan pH, amonia, nitrit, nitrat, fosfat, serta beberapa parameter fisik menunjukkan ketidaksesuaian terhadap kisaran yang dipersyaratkan. Nilai IP berkisar 2,7–11,0, terdiri atas 37,5% pengamatan tercemar ringan, 54,2% tercemar sedang, dan 8,3% tercemar berat. Rata-rata IP pada kondisi pasang sebesar 4,90, sedangkan pada kondisi surut meningkat menjadi 7,42, atau sekitar 51% lebih tinggi. Kondisi tercemar berat ditemukan pada Stasiun 3 dan Stasiun 4 saat surut bulan ketiga dengan IP masing-masing 10,1 dan 11,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sungai Riyap masih berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber air tambak udang windu, tetapi memerlukan pengelolaan melalui pemilihan waktu pengambilan air saat pasang, penggunaan tandon atau kolam pengendapan, pengondisian pH, serta pemantauan kualitas air secara berkala. Kata kunci: indeks pencemaran; kualitas air; Sungai Riyap; tambak tradisional
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri atas dimensi tangibles, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance terhadap kepuasan pasien dalam menggunakan layanan kesehatan pada rumah sakit pemerintah di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Tarakan yang pernah menggunakan layanan kesehatan pada Rumah Sakit A maupun Rumah Sakit B dengan jumlah responden sebanyak 145 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tangibles tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien. Empathy juga tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien. Sementara itu, reliability, responsiveness, dan assurance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh kualitas produk, harga, kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan pada kopi pahlawan keliling dikota tarakan Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 200 masyarakat dikota Tarakan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS Versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan pada kopi pahlawan keliling. Sementara itu, harga tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan, dan sementara itu juga kepuasan pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan pada kopi pahlawan keliling dikota Tarakan. Berdasarkan hasil tersebut, Kopi Pahlawan Keliling disarankan untuk terus mempertahankan serta meningkatkan standar kualitas produk dan pelayanan guna menjaga kepuasan pelanggan agar loyalitas tetap terjaga di tengah persaingan pasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh kualitas layanan, ketepatan waktu pengiriman, dan kepercayaan pelanggan terhadap tingkat kepuasan pelanggan j&t express di desa Tideng Pale. pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Sampel ditentukan menggunakan purposive sampling dana data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas layanan, ketepatan waktu pengiriman, dan kepercayaan pelabggan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan, baik secara parsial maupun simultan. Di antara ketiga variabel tersebut, ketepatan waktu pengiriman merupakan faktor yang paling dominan. Temuan ini mengindikasikan bahwa variasi kepuasan pelanggan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen tersebut, sementara bagian lain dipengaruhi oleh faktor diluar model penelitian. Oleh karena itu, direkomendasikan agar perusahaan terus meningkatkan mutu layanan dan memperkuat kepercayaan pelanggan untuk meningkatkan kepuasan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan komoditas perkebunan strategis yang memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia, Kondisi lahan dapat menjadi faktor pembatas yang berpengaruh terhadap pertumbuhan kalapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kualitas lahan serta mengidentifikasi faktor pembatas produksi kelapa sawit pada lokus Sei Menggaris dan Sebatik, Kabupaten Nunukan. Landasan penelitian mengacu pada konsep evaluasi kualitas dan kesesuaian lahan berdasarkan FAO serta metode matching dengan prinsip simple limitation, yaitu mencocokkan karakteristik lahan dengan persyaratan tumbuh tanaman kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan pada Januari–April 2026 menggunakan metode survei. Penggalian data dilakukan melalui observasi lapangan, penentuan titik pengamatan, pengukuran karakteristik fisik lahan, pengambilan sampel tanah pada kedalaman 0–60 cm, pengumpulan data iklim, serta analisis sifat kimia tanah di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian dilakukan pada lima unit lahan, terdiri atas dua unit di Sebatik dan tiga unit di Sei Menggaris, dengan empat sampel tanah pada setiap titik pengamatan yang dikompositkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi iklim wilayah penelitian tergolong sesuai bagi pertumbuhan kelapa sawit, dengan rata-rata curah hujan 2.419 mm tahun⁻¹ dan rata-rata bulan kering 0,4 bulan. Karakteristik fisik lahan secara umum berada pada kelas sesuai, dengan tekstur agak halus hingga halus, kedalaman tanah 105–115 cm, serta kondisi lereng, drainase, erosi, genangan, batuan permukaan, dan singkapan batuan yang tidak menjadi faktor pembatas. Sifat kimia tanah menunjukkan pH H₂O 5,58–6,06, N-total 0,08–0,18%, P tersedia 5,80-8,22 ppm, K tersedia 5,29–9,63 ppm, dan C-organik 0,74–1,17%. Hasil evaluasi menunjukkan Sebatik 1, Sebatik 2, dan Sei Menggaris 2 termasuk kelas S1 (sangat sesuai), sedangkan Sei Menggaris 1 dan Sei Menggaris 3 termasuk S2 (cukup sesuai) dengan faktor pembatas utama berupa rendahnya C-organik. Produktivitas Sebatik mencapai 1.690 kg ha⁻¹, lebih tinggi dibandingkan Sei Menggaris sebesar 1.305 kg ha⁻¹. Dengan demikian, peningkatan bahan organik dan pemupukan berimbang diperlukan untuk memperbaiki kualitas lahan dan mendukung peningkatan produktivitas kelapa sawit secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perawat Instalasi Perawatan Intensif memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan secara terus-menerus kepada pasien kritis dengan pemantauan khusus, sehingga tuntutan pekerjaan seperti sistem kerja shift dapat memengaruhi kualitas tidur perawat. Salah satu faktor yang berkaitan dengan kualitas tidur adalah sleep hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sleep hygiene dengan kualitas tidur pada perawat Instalasi Perawatan Intensif di Rumah Sakit X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 80 perawat. Instrumen yang digunakan adalah Sleep hygiene Index (SHI) untuk mengukur sleep hygiene dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki sleep hygiene kategori baik sebanyak 79 responden (98,8%), dan kualitas tidur buruk sebanyak 66 responden (82,5). Hasil analisis bivariat dengan uji Gamma didapatkan nilai p = 0,322 (p > 0,05) dengan koefisien korelasi r = 1.000, artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada perawat Instalasi Perawatan Intensif. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada perawat Instalasi Perawatan Intensif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi perawat mengenai sleep hygiene dan kualitas tidur, serta menjadi bahan pertimbangan bagi rumah sakit dalam mengelola beban kerja guna mendukung kualitas tidur dan keselamatan kerja perawat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
APLIKASI PROBIOTIK RICA DALAM MEREDUKSI UNSUR NITROGEN PADA TAMBAK UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI KABUPATEN BULUNGAN Abstrak Budidaya udang windu (Penaeus monodon) pada tambak tradisional memerlukan pengelolaan kualitas air yang optimal, terutama terhadap senyawa nitrogen yang dapat terakumulasi selama masa pemeliharaan. Amonia, nitrit, dan nitrat merupakan bentuk senyawa nitrogen yang berkaitan dengan proses dekomposisi bahan organik dan transformasi nitrogen dalam perairan, sehingga keberadaannya perlu dikendalikan untuk mempertahankan kondisi lingkungan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan dinamika konsentrasi amonia (NH₃/NH₄⁺), nitrit (NO₂⁻), dan nitrat (NO₃⁻) antara tambak yang diaplikasikan probiotik RICA dan tambak tanpa probiotik pada budidaya udang windu sistem tradisional di Pulau Tanjung Karis, Kabupaten Bulungan. Penelitian dilakukan pada dua petak tambak masing-masing seluas 7 ha, terdiri atas satu petak dengan aplikasi probiotik RICA dan satu petak non-probiotik. Pengamatan dilakukan dari minggu ke-0 hingga minggu ke-12 dengan interval dua minggu. Parameter utama yang diamati meliputi amonia, nitrit, dan nitrat, sedangkan suhu, salinitas, oksigen terlarut (DO), pH, dan alkalinitas digunakan sebagai parameter pendukung. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan kisaran, rata-rata, pola perubahan, dan kecenderungan nilai antarpetak selama periode pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi amonia pada tambak probiotik berkisar 0,01–0,31 mg/L dengan rata-rata 0,077 mg/L, sedangkan tambak non-probiotik berkisar 0,03–0,34 mg/L dengan rata-rata 0,191 mg/L. Konsentrasi nitrit pada tambak probiotik berkisar 0,22–0,28 mg/L dengan rata-rata 0,247 mg/L, sedangkan tambak non-probiotik berkisar 0,25–0,36 mg/L dengan rata-rata 0,326 mg/L. Konsentrasi nitrat pada tambak probiotik lebih terkendali setelah minggu ke-4 dan mencapai 0,27 mg/L pada akhir pengamatan, sedangkan tambak non-probiotik mencapai 0,54 mg/L. Nilai DO, pH, dan alkalinitas pada tambak probiotik juga cenderung lebih stabil, sementara suhu dan salinitas pada kedua tambak masih mendukung budidaya udang windu. Secara deskriptif, aplikasi probiotik RICA berpotensi membantu mengendalikan dinamika senyawa nitrogen dan mempertahankan kestabilan kualitas air pada tambak tradisional udang windu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK DETERMINAN KEPUASAN PELANGGAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KELURAHAN JUATA LAUT, KECAMATAN TARAKAN UTARA, KOTA TARAKAN Dini Aminarti Asih Kusuma Wijayanti, S.E., M.Sc Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan bagaimana kualitas pelayanan dan produk berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan PDAM di Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya penyediaan produk dan layanan yang berkualitas sebagai upaya meningkatkan kepuasan pelanggan pada perusahaan penyedia air bersih. Terpenuhinya ekspektasi pengguna merupakan konfirmasi nyata atas keberhasilan PDAM dalam mengimplementasikan standardisasi pelayanan. Melalui pendekatan kuantitatif data dikumpulkan secara langsung dari para pelanggan PDAM menggunakan instrumen kuesioner. Sebanyak 351 responden dipilih sebagai sampel dalam kajian ini. Data dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan koefisien determinasi dengan bantuan program SPSS. Temuan studi mengindikasikan bahwa kepuasan pelanggan dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh mutu produk. Hal yang sama juga ditemukan pada variabel kualitas pelayanan, yang menunjukkan kontribusi searah dan bermakna terhadap kepuasan pengguna. Selain itu, kedua variabel tersebut secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan PDAM di Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kualitas produk dan kualitas pelayanan berperan penting dalam menciptakan kepuasan pelanggan. Oleh sebab itu, PDAM diharapkan terus melakukan perbaikan terhadap mutu produk serta kualitas pelayanan agar tingkat kepuasan pelanggan dapat dipertahankan dan semakin meningkat pada masa mendatang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sungai Bengawan di Kota Tarakan merupakan salah satu sumber daya perairan yang dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai keperluan, meliputi aktivitas domestik, perikanan, dan kegiatan ekonomi lainnya. Peningkatan aktivitas masyarakat di sekitar daerah aliran sungai (DAS) dapat meningkatkan potensi masuknya limbah domestik dan sumber pencemar lainnya ke dalam badan perairan, sehingga berisiko menyebabkan penurunan kualitas air. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat pencemaran dan status mutu air Sungai Bengawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air Sungai Bengawan berdasarkan parameter fisika dan kimia serta menentukan tingkat pencemarannya menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) yang mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 27 Tahun 2021. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel air pada beberapa titik pengamatan yang mewakili wilayah hulu, tengah, dan hilir Sungai Bengawan. Parameter yang dianalisis meliputi suhu, pH, kecerahan, kekeruhan, Total Suspended Solids (TSS), Dissolved Oxygen (DO), Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), amonia total, dan ortofosfat. Hasil pengukuran kualitas air selanjutnya dibandingkan dengan baku mutu air kelas II sebagai dasar penentuan nilai Indeks Pencemaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan Sungai Bengawan berada pada tingkat pencemaran ringan hingga sedang. Berdasarkan hasil perhitungan Indeks Pencemaran, nilai indeks pada bagian hulu sebesar 3,5, bagian tengah sebesar 3,5, dan bagian hilir sebesar 1,8. Hasil tersebut menunjukkan adanya variasi tingkat pencemaran antarwilayah pengamatan, dengan nilai Indeks Pencemaran yang lebih rendah pada bagian hilir dibandingkan dengan bagian hulu dan tengah.Hasil tersebut menunjukkan adanya pencemaran pada setiap wilayah pengamatan dengan tingkat pencemaran yang berbeda. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan dan pengendalian pencemaran secara berkelanjutan guna mempertahankan kualitas air serta menjaga keberlanjutan fungsi Sungai Bengawan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Beras merupakan komoditas pangan strategis yang kualitasnya sangat dipengaruhi oleh proses pengeringan pada tahap pascapanen. Pengeringan secara konvensional masih banyak digunakan, namun sangat bergantung pada kondisi cuaca sehingga sering menghasilkan kadar air yang kurang seragam dan berpotensi menurunkan mutu beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mesin pengering tipe Vertical Dryer terhadap kualitas beras di Pabrik Beras CV. Sahi Jaya Mandiri, Desa Sajau Hilir, Kabupaten Bulungan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu metode pengeringan yang terdiri atas pengeringan menggunakan Vertical Dryer, sinar matahari, dan kering angin. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak sembilan kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar karbohidrat, rendemen beras, persentase beras kepala, persentase beras patah, warna beras, dan benda asing. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa metode pengeringan berpengaruh nyata terhadap kadar karbohidrat, rendemen beras, persentase beras kepala, dan persentase beras patah, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air. Secara deskriptif, seluruh perlakuan menghasilkan beras dengan warna normal dan bebas dari benda asing. Penggunaan mesin pengering tipe Vertical Dryer menghasilkan kualitas beras terbaik dengan kadar karbohidrat sebesar 78,39%, rendemen beras 66,33%, persentase beras kepala 82,22%, serta persentase beras patah terendah sebesar 17,78%. Seluruh perlakuan menghasilkan kadar air yang memenuhi persyaratan SNI 6128:2020, yaitu kurang dari 14%. Dengan demikian, penggunaan mesin pengering tipe Vertical Dryer merupakan metode pengeringan yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas fisik dan kimia beras dibandingkan pengeringan menggunakan sinar matahari maupun kering angin.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kualitas tanah merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan budidaya udang windu (Penaeus monodon), terutama pada sistem tambak tradisional yang masih sangat bergantung pada kondisi alami tanah dan perairan. Tanah dasar tambak berperan sebagai media penampung bahan organik, penyedia unsur hara, serta tempat berlangsungnya proses biogeokimia yang memengaruhi kualitas lingkungan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas tanah tambak budidaya udang windu di Pulau Tanjung Karis, Kabupaten Bulungan. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Maret 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif pada tiga stasiun, yaitu Stasiun 1 dan Stasiun 2 sebagai petak tambak, serta Stasiun 3 sebagai area kontrol di luar tambak. Sampel tanah diambil secara komposit, kemudian dianalisis terhadap parameter pH tanah, potensial redoks, tekstur tanah, bahan organik, C-organik, kapasitas tukar kation, fosfat, dan nitrat. Data dianalisis secara deskriptif melalui nilai kisaran, rata-rata, standar deviasi, serta dibandingkan dengan baku mutu dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH tanah tergolong sangat masam, dengan pH H₂O berkisar 3,76–4,26 dan pH KCl berkisar 3,51–4,11. Nilai potensial redoks berada pada kondisi oksidatif, yaitu 210,98–263,77 mV. Tekstur tanah didominasi oleh fraksi debu dan liat, sedangkan bahan organik berkisar 2,93–6,29%, C-organik 1,70–3,65%, KTK 13,94–19,63 me/100 g, fosfat 13,39–21,06 mg/kg, dan nitrat 33,17–70,15 mg/kg. Secara umum, kualitas tanah tambak di Pulau Tanjung Karis masih memiliki beberapa faktor pembatas, terutama pH tanah yang sangat masam, C-organik yang rendah, serta akumulasi fosfat dan nitrat yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan tanah tambak secara berkelanjutan untuk mendukung budidaya udang windu yang optimal. Kata kunci: kualitas tanah, tambak tradisional, udang windu, Penaeus monodon, Pulau Tanjung Karis Abstract Soil quality is one the key factors determining the succes of giant tiger shrimp (Penaueus monodon) farming, particuraly in traditional pons system that remain heavily depedent on natural soil and water conditions. The pond bottom soil serves as a medium for storing organic matter, a source of nutrients, and a site for biogeochemical processes that influence the quaity of the farming environment. This study aims to analyze the soil quaity of giant tiger shrimp farming ponds on Tanjung Karis Island, Bulungan Regency. The Study was conducted from January to March 2026 using a quantitative descripitve method at three stations: Station 1 and Station 2 as aquaculuture plots, and Station 3 as a control area outside the farming ponds. Soil samples were collected as composite samples and then analyzed for soil pH, redox potensial, soil texture, organic matter, organic carbon, cation exchange capacity, phospate and nitrate. The data were analyzed descriptively using range, mean and standard deviation, and compared with quality standards and relevant literarture. The results of the study show that the soil pH is classified as highly acidic, with H₂O pH ranging from 3.76 to 4.26 and KCI ph ranging from 3.51 to 4.11. The redox potential values indicate oxidative conditions, ranging from 210.98 to 263.77 mV. The soil texture is dominated by silt and clay fractions, while organic matter ranges from 2.93-6.29%, organic carbon 1.70-3.65%, cation exchange capacity (CEC) 13.94-19.63 me/100 g, phosphate 13.39-21.06 mg/kg, and nitrate 33.17-70.15 mg/kg. In general, the quaity of pond soil on Tanjug Karis Island is still limited by several factors, particularly and nitrate. Therefore, sustainable management of farming ponds is necessary to support optimal giant tiger shrimp farming. Keywords: Soil Quality, Traditional Shrimp Ponds, Giant Tiger Shrimp, Penaeus monodon, Tanjung Karis Island
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN HARAPAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 ABSTRAK Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang dapat memengaruhi kondisi fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan sehingga berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien. Salah satu faktor psikologis yang diduga berhubungan dengan kualitas hidup adalah harapan. Harapan yang baik dapat meningkatkan motivasi pasien dalam menjalani pengobatan, melakukan perawatan diri, serta mempertahankan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara harapan dengan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 85 pasien diabetes melitus tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner State Hope Scale (SHS) untuk mengukur harapan dan Diabetes Quality of Life (DQOL) untuk mengukur kualitas hidup. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara harapan dengan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan nilai p = 0,014 dan r = 0,267, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan korelasi lemah. Berdasarkan temuan ini pasien Diabetes melitus tipe 2 diharapkan dapat terus meningkatkan harapan untuk kualitas hidup yang baik.