ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mikroplastik merupakan salah satu pencemar perairan yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap ekosistem akuatik, sehingga diperlukan teknologi penyisihan yang efektif dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan membran biofilter berbahan rumput laut Kappaphycus alvarezi dan polivinil alkohol (PVA) serta mengevaluasi kemampuan berbagai formulasi membran dalam menyisihkan mikroplastik. Penelitian dilaksanakan pada Januari-Juli 2026 menggunakan metode eksperimental dengan lima formulasi rumput laut:PVA, yaitu 0:5, 1:3, 1:4, 1,5:3,5, dan 2:3, masing-masing dengan tiga ulangan. Jumlah mikroplastik awal ditetapkan secara estimatif sebesar 79,6 partikel per 20 L berdasarkan kelimpahan rata-rata 3,98 partikel/L. Kinerja membran dievaluasi berdasarkan jumlah mikroplastik yang tertahan, retensi estimasi, jumlah mikroplastik pada filtrat, efisiensi penyisihan estimasi, dan koefisien variasi. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan one-way ANOVA atau uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi 0:5 menghasilkan efisiensi penyisihan estimasi tertinggi sebesar 87,02 +/- 3,84%, tetapi menunjukkan variasi retensi yang relatif tinggi. Formulasi 1:3 merupakan formulasi paling prospektif di antara membran yang mengandung rumput laut, dengan rata-rata mikroplastik tertahan sebesar 56,67 +/- 6,11 partikel, retensi estimasi 71,19 +/- 7,68%, efisiensi penyisihan estimasi 82,83 +/- 2,62%, serta koefisien variasi terendah sebesar 10,78%. Analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan kinerja antarformulasi belum signifikan pada taraf alpha = 0,05. Dengan demikian, formulasi rumput laut:PVA 1:3 memiliki potensi paling baik secara deskriptif sebagai membran biofilter berbasis rumput laut untuk penyisihan mikroplastik, meskipun masih diperlukan optimasi komposisi dan karakterisasi struktur membran lebih lanjut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
NURUL HIDAYAH 2026. Nilai Moral dalam Novel “Freeter, Membeli Rumah” Karya Arikawa Hiro Berdasarkan Kondisi Psikologis Tokoh Utama (Kajian Psikologi Sastra). (dibimbing oleh Dr. Asih Riyanti, M.Pd. dan Muhammad Ilham, S.S., M.Pd.) Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai moral dalam novel Freeter Membeli Rumah karya Arikawa Hiro berdasarkan kondisi psikologis tokoh utama dengan kajian psikologi sastra. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan kondisi psikologis tokoh utama Seiji yang mengalami berbagai konflik dalam kehidupan , keluarga, dan pekerjaan. Perubahan tersebut memengaruhi sikap dan perilaku Seiji sehingga memunculkan berbagai nilai moral yang dapat dijadikan pembelajaran dalam kehidupan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan psikologi sastra. Sumber data penelitian adalah novel Freeter Membeli Rumah karya Arikawa Hiro terjemahan Ribeka Ota yang diterbitkan oleh PT Haru Media Sejahtera tahun 2021 di kota Ponorogo, Jawa Timur. Data penelitian berupa kata, kalimat, dan paragraf yang terkandung nilai moral berdasarkan kondisi psikologis tokoh utama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca, simak, dan catat, sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 38 data yang menggambarkan nilai moral berdasarkan kondisi psikologis tokoh utama yang terdiri atas 4 data kebutuhan fisiologis, 8 data kebutuhan rasa aman, 16 data kebutuhan cinta dan memiliki, 9 data kebutuhan harga diri, dan 1 data kebutuhan aktualisasi diri berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow. Nilai moral yang ditemukan meliputi hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan sesama dalam lingkungan sosial, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kondisi psikologis Seiji memengaruhi munculnya nilai-nilai moral sehingga ia berkembang menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, mandiri, peduli terhadap keluarga, mampu menghargai diri sendiri, serta berusaha mengembangkan potensi yang dimilikinya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Peredaran minuman beralkohol ilegal, khususnya jenis ciu, menjadi permasalahan serius di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. meskipun telah terdapat regulasi nasional maupun daerah yang mengaturnya, seperti Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2013 dan Peraturan Daerah Kabupaten Bulungan Nomor 20 Tahun 2008, praktik penjualan ciu secara ilegal masih terus berlangsung dan menimbulkan dampak negatif di bidang kesehatan, keamanan, serta ketertiban masyarakat. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong terjadinya penjualan ciu di Bulungan serta merumuskan solusi pencegahan yang efektif. penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. lokasi penelitian berada di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dengan mengambil populasi dan sample dari anggota Satuan Kriminal Umum Polda Kalimantan Utara dan para penjual ciu di beberapa wilayah seperti Sekatak, Pimping, Tanjung Palas, dan Tanjung Selor. pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif deskriptif. hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi merupakan pendorong utama penjualan ciu ilegal, mengingat tingginya keuntungan dengan modal kecil di tengah sempitnya lapangan pekerjaan. faktor sosial-budaya berupa kebiasaan konsumsi ciu dalam interaksi sosial dan acara adat, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, lemahnya pengawasan aparat, serta tingginya permintaan konsumen turut memperparah permasalahan ini. kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penanggulangan penjualan ciu ilegal di Bulungan memerlukan pendekatan terpadu antara upaya penal berupa operasi Razia rutin dan penegakan hukum yang konsisten, serta upaya non-penal berupa sosialisasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan penguatan kontrol sosial berbasis komunitas. penelitian ini menyarankan agar Polda Kalimantan Utara meningkatkan kualitas operasi penertiban secara berkelanjutan, Pemerintah Daerah Kabupaten Bulungan segera mengevaluasi dan merevisi Peraturan Daerah Nomor 20 Tahun 2008 agar lebih tegas dan efektif, serta masyarakat berperan aktif dalam pengawasan lingkungan dan pelaporan kepada aparat berwenang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitan ini bertujuan menganalisis dan mengetahui pengaturan penegakan hukum pidana terhadap larangan penjualan minuman beralkohol di Kabupaten Malinau dan menganalisis faktor yang mempengaruhi penegakan hukum pidana terhadap larangan penjualan minuman beralkohol di Kabupaten Malinau. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach). bahan hukum yang digunakan bahan hukum primer, bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum non hukum dengan teknik pengumpulan melalui studi pustaka dan wawancara. Analisis menggunakan metode preskriptif. Penegakan hukum pidana terhadap larangan penjualan minuman beralkohol di Kabupaten Malinau didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Daerah Kabupaten Malinau Nomor 5 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman, Serta Perlindungan Masyarakat serta Peraturan Daerah Kabupaten Malinau Nomor 13 Tahun 2002 tentang Larangan Peredaran Minuman Beralkohol di Kabupaten Malinau yang mengatur pengawasan dan peredaran minuman beralkohol. Pelaku usaha yang menjual minuman beralkohol tanpa izin atau melanggar ketentuan yang berlaku dapat dikenakan sanksi administratif maupun pidana. Penegakan hukum dilakukan oleh Kepolisian, Satpol PP, dan PPNS melalui pengawasan, razia, penyitaan barang bukti, serta penyidikan terhadap pelanggaran yang ditemukan. Pelaksanaan penegakan hukum pidana terhadap penjualan minuman beralkohol di Kabupaten Malinau dilakukan melalui pengawasan, razia, penyitaan barang bukti, dan penyidikan serta penjatuhan pidana denda dan kurungan terhadap pelaku yang menjual minuman beralkohol tanpa izin atau melanggar ketentuan hukum. Penegakan hukum dilaksanakan oleh Kepolisian, Satpol PP, dan PPNS melalui kerja sama dalam melakukan penertiban dan penindakan. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan personel pengawas dan rendahnya kesadaran hukum masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bentuk-bentuk nilai perjuangan tokoh utama perempuan dalam novel “Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut” karya Dian Purnomo. Novel tersebut mengangkat kisah perjuangan perempuan dalam mempertahankan tanah, lingkungan, dan hak hidup masyarakat Sangihe dari ancaman pertambangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kutipan dialog, narasi, dan monolog yang terdapat dalam novel. Sumber data penelitian adalah novel “Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut” karya Dian Purnomo yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2023 dengan tebal 288 halaman. Data yang ditemukan dalam penelitian ini berjumlah 30 data. Data tersebut terdiri atas 3 data nilai rela berkorban, 2 data nilai persatuan, 2 data nilai harga-menghargai, 2 data nilai sabar, 14 data nilai pantang menyerah, dan 7 data nilai kerja sama. Fokus penelitian ini terletak pada penggambaran nilai perjuangan tokoh utama perempuan dengan menggunakan kajian feminisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai perjuangan tokoh utama perempuan dalam novel tersebut meliputi nilai rela berkorban, persatuan, harga-menghargai, sabar, pantang menyerah, dan kerja sama. Berdasarkan kajian feminisme, tokoh Shalom digambarkan sebagai perempuan yang berani, kuat, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Perjuangan yang dilakukan Shalom menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam memperjuangkan keadilan sosial, menjaga lingkungan, dan melawan berbagai bentuk eksploitasi yang mengancam kehidupan masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Penegakan Hukum Adat Dayak Kenya Terhadap Tindak Pidana Peredaran Minuman Beralkohol Menurut Hukum Adat Desa Long Uro Kecamatan Kayan Selatan Kabupaten Malinau. Berdasarkan latar belakang, permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, Pengaturan Hukum Adat Dayak Kenya Terhadap Pidana Peredaran Minuman Beralkohol di Desa Long Uro Kecamatan Kayan Selatan Kabupaten Malinau dan Efektifitas Hukum Adat Dayak Kenya Terhadap Pidana Peredaran Minuman Beralkohol di Desa Long Uro Kecamatan Kayan Selatan Kabupaten Malinau Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach). Berdasarkan hasil penelitian, Dalam rangka menegakkan hukum adat, Kepala Adat bersama Anggota dan Tetua Adat serta tim penanggulangan melaksanakan penegakan Hukum Adat Dayak Kenyah terhadap peredaran minuman beralkohol di Desa Long Uro, Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau dilakukan secara bertahap. Alaq Dau Pengebada menerima laporan dari masyarakat, menegaskan keterlibatan warga dalam proses hukum adat. Mengin Keluong bertugas memanggil saksi dan pelaku guna mengumpulkan bukti serta fakta yang relevan. Pemong Madong merupakan musyawarah para tetua adat untuk mencapai keputusan yang adil dan bijaksana. Terakhir, Pengebadaq Cen Adet bertugas menetapkan serta menegakkan keputusan sesuai dengan norma budaya yang berlaku. Dalam penerapannya, Hukum adat sulit mengatasi peredaran alkohol karena kurangnya kekuatan hukum, benturan dengan regulasi nasional, minimnya dukungan aparat, serta tekanan ekonomi dan modernisasi. Sanksi adat pun makin kurang efektif, sehingga diperlukan kolaborasi dengan pemerintah dan pihak terkait untuk memperkuat penegakannya. Kata Kunci: Penegakan Hukum Adat, Tindak Pidana, Minuman Beralkohol.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Penegakan Hukum Adat Dayak Kenya Terhadap Tindak Pidana Peredaran Minuman Beralkohol Menurut Hukum Adat Desa Long Uro Kecamatan Kayan Selatan Kabupaten Malinau. Berdasarkan latar belakang, permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, Pengaturan Hukum Adat Dayak Kenya Terhadap Pidana Peredaran Minuman Beralkohol di Desa Long Uro Kecamatan Kayan Selatan Kabupaten Malinau dan Efektifitas Hukum Adat Dayak Kenya Terhadap Pidana Peredaran Minuman Beralkohol di Desa Long Uro Kecamatan Kayan Selatan Kabupaten Malinau Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach). Berdasarkan hasil penelitian, Dalam rangka menegakkan hukum adat, Kepala Adat bersama Anggota dan Tetua Adat serta tim penanggulangan melaksanakan penegakan Hukum Adat Dayak Kenyah terhadap peredaran minuman beralkohol di Desa Long Uro, Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau dilakukan secara bertahap. Alaq Dau Pengebada menerima laporan dari masyarakat, menegaskan keterlibatan warga dalam proses hukum adat. Mengin Keluong bertugas memanggil saksi dan pelaku guna mengumpulkan bukti serta fakta yang relevan. Pemong Madong merupakan musyawarah para tetua adat untuk mencapai keputusan yang adil dan bijaksana. Terakhir, Pengebadaq Cen Adet bertugas menetapkan serta menegakkan keputusan sesuai dengan norma budaya yang berlaku. Dalam penerapannya, Hukum adat sulit mengatasi peredaran alkohol karena kurangnya kekuatan hukum, benturan dengan regulasi nasional, minimnya dukungan aparat, serta tekanan ekonomi dan modernisasi. Sanksi adat pun makin kurang efektif, sehingga diperlukan kolaborasi dengan pemerintah dan pihak terkait untuk memperkuat penegakannya. Kata Kunci: Penegakan Hukum Adat, Tindak Pidana, Minuman Beralkohol.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek kepribadian tokoh dalam novel Hello karya Tere Liye dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud yang meliputi id, ego, dan superego. Kajian ini difokuskan pada tokoh utama, yaitu Ana, Tigor, dan Hesty, yang dalam alur cerita mengalami berbagai konflik batin serta dinamika kejiwaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kutipan narasi dan dialog yang menunjukkan adanya unsur id, ego, dan superego dalam novel. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh sebanyak 139 data yang terbagi menjadi 41 data id, 63 data ego dan 35 data superego. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik baca, simak dan teknik pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga struktur kepribadian menurut Freud tampak jelas dalam perkembangan karakter tokoh. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa, ditemukan 139 data yang mengandung aspek kepribadian, yang terbagi menjadi 41 data id, 63 data ego, dan 35 data superego. Data tersebut menunjukkan bahwa aspek ego merupakan aspek kepribadian yang paling dominan dalam novel Hello, karena tokoh-tokohnya lebih sering mempertimbangkan realitas, situasi sosial, dan konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa novel Hello karya Tere Liye mengandung representasi aspek kepribadian id, ego, dan superego yang nyata melalui karakter Ana, Tigor, dan Hesty, dan ketiganya berperan penting dalam membangun konflik serta perkembangan alur cerita.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Minuman tradisional ciu merupakan bagian dari warisan budaya masyarkat Kabupaten Malinau yang secara historis digunakan dalam konteks adat dan kegiatan sosial. Namun seiring dengan perubahan sosial konsumsi ciu mengalami pergeseran fungsi dari simbol budaya menjadi konsumsi bebas yang berpotensi menimbulkan berbagai macam permasalahan sosial dan tindak pidana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana akibat konsumsi minuman beralkohol tradisional ciu serta mengkaji upaya pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam menanggulangi potensi kriminalitas yang ditimbulkannya diwilayah hukum Kabupaten Malinau. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui obeservasi lapangan, wawancara dengan aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, serta pelaku konsumsi ciu, dan didukung oleh studi kepustakaan. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan teori-teori kriminologi seperti teori asosiasi diferensial, teori kontrol sosial, teori ketegangan, dan teori subkultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak pdana akibat konsumsi ciu dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi, sosial budaya, lingkungan, psikologis serta mudahnya akses dan peredaran ciu. Dampak yang ditimbulkan meliputi kekerasan dan penganiayaan, kekerasan dalam rumah tangga, pelanggaran ketertiban umum, kecelakaan lalu lintas, serta gangguan sosial dan moralitas masyarakat. Upaya penangulangan yang dilakukan meliputi penegakan Peraturan Daerah, kegiatan razia dan penyitaan, sosialisasi hukum, serta pendekatan kultural melalui peran tokoh adat dan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penenganan permasalahan konsumsi ciu harus dilakukan secara komprehensif dengan mengintegrasi penegakan hukum, pendekatan sosial budaya dan upaya preventif guna menciptakan ketertiban dan keamanan masyarakat Kabupaten Malinau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kappaphycus alvarezii is one of the main sources of carrageenan with high economic value. The process of producing sea salt from this seaweed generates residue (waste) that has not been optimally utilized. This study aimed to identify the properties of carragenan derived from the by-product (residue) of K.alvarezii seaweed salt production collected is Sebatik Island utilizing potassium hydroxide (KOH) solvent, and to compare it with carragenan extracted from whole seaweed. The investigated parameters and encompassed yield, moisture conten, sulfate conten, ash content, and viscosity. The result showed that the moisture content of the salt residue was 21.68%, which was lower than that of the whole seaweed (28.60%). The carraginan derived from salt residue contained 8.33% water, 1.34% sulfate, and 32.33% ash and had q viscosity of 20.00 cPs. All parameters, except sulfate concentration, mer the Indonesian National Standard (SNI 8391-1:2017). The relatively high viscosity indicated that carragenan derived from salt residue still has potential applications, particularly in non-food industries. Therefore, sea salt production residue from K. alvarezii can be utilized as an alternative raw material in the production of economically valuable carrageenan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Pulau Nunukan memiliki potensi besar dalam budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii, yang merupakan sumber utama karagenan. Selain itu, rumput laut jenis ini mengandung natrium dan kalium yang dapat dimanfaatkan dalam pengolahan garam, dengan hasil samping yang diduga masih menyisakan kandungan karagenan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik karagenan dari bahan baku dan hasil samping pengolahan garam rumput laut Kappaphycus alvarezii yang berasal dari Pulau Nunukan menggunakan pelarut KOH. Parameter uji meliputi kadar air, kadar abu, kadar sulfat, dan viskositas. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karagenan dari bahan baku Kappaphycus alvarezii menghasilkan kadar air sebesar 12,67±0,58%, kadar abu sebesar 40,67±2,08%, kadar sulfat sebesar 1,74±0,47%, dan viskositas sebesar 6,90±0,6cP. Sementara itu, karagenan dari hasil samping pengolahan garam rumput laut Kappaphycus alvarezii menghasikan kadar air sebesar 3,33±2,31%, kadar abu sebesar 38,67±10,69%, kadar sulfat sebesar 2,99±0,30%, dan viskositas sebesar 6,10±0,17cP. Secara keseluruhan, karagenan dari bahan baku dan hasil samping pengolahan garam rumput laut Kappaphycus alvarezii telah memenuhi persyaratan mutu SNI 8391-1: 2017 pada parameter kadar abu dan viskositas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kombucha adalah minuman berkarbonasi alami non-alkohol yang dibuat dengan cara memfermentasi larutan teh dan gula dengan kultur kombucha yang mengandung bakteri dan ragi yang dikenal sebagai SCOBY. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik kombucha berbahan dasar teh buah Rhizophora mucronata sebagai minuman fungsional, ditinjau dari analisis senyawa fitokimia, aktivitas antioksidan, pH, dan kadar alkohol. Rhizophora mucronata diketahui mengandung senyawa aktif seperti tanin, flavonoid, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Proses fermentasi dilakukan selama 11 hari menggunakan kultur simbiotik antara bakteri dan ragi SCOBY. Identifikasi senyawa fitokimia dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH menggunakan lima variasi konsentrasi, nilai pH diukur dengan pH meter, dan kadar alkohol diuji menggunakan alcohol hydrometer. Hasil pengujian menunjukkan bahwa teh kombucha dari buah R. mucronata mengandung senyawa alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid. Aktivitas antioksidan kuat tercatat sebesar 4,3446 ppm dan asam askorbat 0,0004 ppm. Nilai pH akhir berada di bawah 3, menandakan terbentuknya asam organik selama fermentasi. Kadar alkohol tidak terdeteksi, menunjukkan produk ini aman dikonsumsi dan memenuhi standar halal menurut Majelis Ulama Indonesia. Berdasarkan hasil tersebut, teh kombucha buah R. mucronata memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai minuman fungsional yang alami, sehat, dan bernilai komersial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bermaksud untuk menjawab dua pertanyaan terkait restitusi terhadap korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal dunia disebabkan oleh pengemudi dalam pengaruh alkohol (putusan nomor: 64/pid.sus/2018/pn.tar). Pertama, restitusi terhadap korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal dunia disebabkan oleh pengemudi dalam pengaruh alkohol (putusan nomor : 64/pid.sus/2018/pn.tar). Kedua Ratio Decidendi hakim dalam perspektif teori keadilan melalui putusan nomor: 64/pid.sus/2018/pn.tar). Skripsi ini merupakan penelitian normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan dalam skripsi ini terdiri bahan hukum primer dan sekunder. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa Restitusi terhadap kecelakaan lalu lintas dalam putusan nomor 64/pid.sus/2018/pn.tar berdasar pada UULLAJ pasal 236 ayat (1) dan ayat (2) bahwa pelaksanaan ganti rugi dapat dilaksanakan melalui putusan pengadilan atau dilakukan diluar pengadilan berdasarkan pada kesepakatan damai. Ratio Decidendi atau pertimbangan hakim dalam perspektif teori keadilan melalui putusan nomor: 64/pid.sus/2018/pn.tar hakim dalam mengadili perkara tersebut menggunakan dakwaan alternatif pertama yaitu Pasal 311 ayat (5) dan menjatuhi pidana penjara selama 5 tahun. Hakim dalam menjatuhkan pidana penjara pada pelaku dibawah dari tuntuan JPU dengan tuntuan 6 tahun menjadi 5 tahun oleh hakim tanpa memberikan sanksi ganti rugi kepada korban.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Kohabitasi merupakan perilaku yang terjadi ketika pasangan pria dan wanita tinggal bersama dan melakukan hubungan seksual layaknya suami istri tanpa ikatan perkawinan yang sah, atau yang biasa dikenal dengan “Kumpul Kebo”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Pasal 412 tentang Kohabitasi dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode normatif dan pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan (statue approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan historis (historical approach). Hasil penelitian ini menunjukan seperti apa kohabitasi sebagai peraturan baru yang merupakan perluasaan Pasal perzinaan di terapkan di Indonesia yang sebelumya belum diatur di Indonesia. Dari penelitian ini disarankan kepada masyarakat untuk dapat memahami maksud dari kehadiran kohabitasi yang bertujuan baik untuk menertibkan kebiasaan penyimpangan sosial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This research is a study of Dayak Kenyah customary law enforcement regarding the criminal act of distributing alcoholic beverages. The aim of the research is to find out how the law is enforced and what are the obstacles in enforcing Dayak Kenyah customary law regarding criminal acts of distribution of alcoholic drinks in Nawang Baru Village. This research is empirical legal research with a descriptive research method and the approach in this research is a qualitative analysis approach. Next, collecting legal materials used primary legal materials in the form of interviews with the Traditional Head of Nawang Baru Village and supported by secondary legal materials. From the results of the research, it can be understood that the enforcement of the Dayak Kenyah Customary law regarding criminal acts of distribution of alcoholic beverages was carried out by the Traditional Head together with the Traditional Leaders, Village Heads and Nawang Baru Village Staff from 2020 to 2024, getting positive results. The flow of customary law cases regarding the criminal act of distributing alcoholic beverages is Alaq Pengembadaq (Receiving Reports) Mengin Kelu'ong (Summoning witnesses and perpetrators), Pemong Madong (Traditional Trial) Pengebadaq Cen Adet (Customary Decision). Based on this, there are several obstacles in enforcing Dayak Kenyah customary law regarding the criminal act of distributing alcoholic beverages, namely enforcement of customary law which is still less effective, difficulty in obtaining evidence, limited human resources (officers who are given responsibility for carrying out supervision), lack of awareness of the community or perpetrators. on the circulation of alcoholic beverages.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul Studi Tentang Efektivitas Implementasi Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2002 Tentang Larangan Peredaran Minuman Beralkohol Di Kabupaten Malinau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pelaksanaan PengawasanPeredaran Minuman Beralkohol Di Kecamtan Malinau Utara, Sesuai DenganPeraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2002 Tentang Larangan Peredaran Minuman Beralkohol Di Kabupaten Malinau, dengan fokus penelitian, yaitu sosialisasi, pengawasan peredaran dan penjualan minuman beralkohol, dan ketentuan pidana. Dari hasil penelitian diperoleh pelaksanaan sosialisasi, pengawasan peredaran dan penjualan minuman beralkohol, dan ketentuan pidana berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 13Tahun2002, masih kurang optimal, masih banyak peredaran minuman beralkohol di Kecamatan Malinau Utara pada umumnya di Kabupaten Malinau. Dikarenakan kurangnya penyampaian sosialisasi kepada masyarakat secara menyeluruh mengenai pentingnya penerapan Peraturan Daerah tersebut, kurangnya pengawasan dalam hal ini menjadi penghambat dalam Pelaksanaan Peraturan Daerah tesebut. Perlunya kerja sama antara aparatur pemerintah dan peran serta masyarakat mengenai pentingnya penerapan Peraturan Daerah dalam mendukung terciptanya ketentraman, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat Malinau serta demi upaya mewujudkan visi Kabupaten Malinau aman nyaman dan damai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan peran, watak dan teknik penokohan yang terdapat dalam kumpulan cerpen Anak-Anak Pejuang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan data yang digunakan bersumber dari kumpulan cerpen Anak-Anak Pejuang penerbit Lembaga Academic & Research Institute Perum Sekar Indah II. Kumpulan cerpen tersebut merupakan karya Muhammad Ilham dan Iva Ani Wijiati. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan berupa penganalisan karya . Sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian, analisis data dilakukan dengan cara membaca atau mempelajari data, menandai kata-kata kunci dan gagasan yang ada dalam data, mengklasifikasikan cerpen sesuai dengan jenisnya, menginterpretasikan unsur watak tokoh yang terdapat dalam cerpen Anak-Anak Pejuang, membuat simpulan. Hasil penelitian ini merujuk pada peran, watak, dan teknik penokohan. Adapun peran tokoh meliputi : (1) tokoh utama, (2) tokoh tambahan, (3) tokoh protagonis dan antagonis, (4) tokoh berkembang. Adapun watak tokoh meliputi : (1) pekerja keras, (2) suka membantu, (3) peduli, (4) baik hati. (5) pendiam, (6) cerdas, (7) penyayang, (8) tabah, (9) mandiri, (10) tegas (11) penyabar. Adapun teknik penokohan meliputi: (1) teknik analitik (langsung), dan (2) teknik dramatik (tidak langsung).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini merupakan sebuah penelitian penegakan hukum adat Dayak Kenyah terhadap tindak pidana peredaran minuman beralkohol. Minuman beralkohol merupakan minuman yang mengandung etil alkohol yang diproses dari bahan hasil pertanian yang mengandung karbohidrat dengan cara fermentasi dan destilasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana penegakan hukum dan apa kendala dalam penegakan hukum adat Dayak Kenyah terhadap tindak pidana peredaran minuman beralkohol oleh Kepala Adat di Desa Lidung Payau Kecamatan Kayan Selatan Kabupaten Malinau. Penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan metode penelitian yaitu metode deskriptif dan pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan analisis kualitatif. Selanjutnya pengumpulan bahan hukum mengunakan bahan hukum primer berupa wawancara dengan Kepala adat Dayak Kenyah di Desa Lidung Payau dan didukung oleh bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Berdasarkan hasil penelitian dapat dipahami bahwa penegakan hukum adat Dayak Kenyah terhadap tindak pidana peredaran minuman beralkohol dilakukan oleh Kepala Adat bersama dengan Anggota Adat, Tetua Adat, dan tim penangulangan minuman beralkohol di Desa Lidung Payau dari dari tahun 2020 sampai dengan 2022 mendaptakan hasil yang positif. Adapun alur perkara hukum adat terhadap tindak pidana peredaran minuman beralkohol yaitu Alaq Dau Pengebada (Menerima Laporan), Mengin Keluong (Memangil saksi dan Pelaku), Pemong Madong (Sidang adat), Pengebadaq Cen Adet (Putusan Adat). Berdasarkan hal tersebut terdapat beberapa kendala dalam penegakan hukum adat Dayak Kenyah terhadap tindak pidana peredaran minuman beralkohol yaitu keterbatasan jangkauan tim penangulangan minuman beralkohol, barang bukti dan kurangnya sarana dan prasarana yang di miliki adat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kohesi gramatikal wacana berita politik pada surat kabar harian Kompas dan Radar Kaltara edisi Oktober 2019. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah berita politik yang ada dalam surat kabar harian Kompas dan Radar Kaltara, dari wacana berita politik dengan mengambil satu judul wacana per harinya untuk dijadikan sampel. Objek penelitian ini adalah analisis penggunaan kohesi gramatikal pada wacana yang terdapat pada kolom politik. Data yang diperoleh dengan metode simak, yang dilakukan dengan teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis isi. Berdasarkan hasil penelitian menujukkan data wacana kohesi gramatikal dalam surat kabar harian Kompas dan Radar Kaltara pada kolom politik edisi 7-11 Oktober 2019. Dalam sebuah wacana hubungan kohesinya sering ditandai dengan adanya penanda khusus yang bersifat lingual-formal. Referensi persona sebagai kata ganti orang pertama, kedua dan ketiga yang bersifat tunggal atau jamak. Penggunaan referensi demostratif ditandai dengan temporal (waktu) dan lokasional (tempat). Referensi komperatif sebagai pembeda atau membandingakan pengacuan tidak langsung. Substitusi nomina, verba, frasa dan klausa berupa penggantian pengunaan satuan lingual dengan satuan lingual lain dalam wacana untuk memperoleh unsur pembeda sesuai dengan kaidah kebahasaan yang berlaku. Elipsis sebagai pelesapan dalam sebuah frasa yang terdiri dari dua kata. Terakhir pada konjungsi atau katahubung yang lebih dilihat sebagaimana penggunaan intra kalimat dan antarkalimat. Aspek gramatikal yang ditemukan dalam surat kabar harian Kompas dan Radar Kaltara edisi 07-11 Oktober 2019 pada kolom politik terjalin dengan kohesif sehingga memiliki makna yang utuh dan padu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kohesi gramatikal konjungsi yang terdapat dalam wacana koran harian Radar Tarakan pada kolom politik edisi Mei 2019. Jenis penelitian ini bersifat penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kalimat dan penggalan paragraf yang di dalamnya menggambarkan bentuk kohesi gramatikal (konjungsi) yang terdapat dalam wacana koran harian Radar Tarakan. Sumber data dalam penelitian ini yaitu koran harian yang diterbitkan oleh Radar Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca, teknik simak, dan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan analisis wacana. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, terdapat penggunaan kohesi gramatikal konjungsi dalam wacana koran harian Radar Tarakan pada kolom politik edisi Mei 2019. Konjungsi yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu konjungsi koordinatif sebanyak 39 data dengan penanda (atau, dan, melainkan dan tetapi). Konjungsi subordinatif sebanyak 84 data dengan penanda (agar, bahwa, begitu, biar, daripada, dengan, hingga, jika, kalau, karena, ketika, sebab, sebagai, sehingga, sementara, seperti, setelah dan yang). Konjungsi korelatif sebanyak 1 data dengan penanda (baik maupun). Konjungsi antarkalimat sebanyak 9 data dengan penanda (bahkan, oleh karena itu, kemudian, meski demikian dan namun). Konjungsi antarparagraf sebanyak 1 data dengan penanda (mengenai). Kemudian, konjungsi gabungan yang diperoleh sebanyak 103 data. Penggunaan kohesi gramatikal konjungsi masih kurang diperhatikan. Hal tersebut dibuktikan dengan pemerolehan data penggunaan konjungsi subordinatif yang lebih dominan dibandingkan dengan penggunaan konjungsi lainnya. Penanda konjungsi subordinatif yang paling banyak digunakan yaitu konjungsi yang sebagai penanda hubungan atributif sebanyak 98 data, sedangkan penggunaan konjungsi yang paling sedikit digunakan yaitu konjungsi korelatif karena hanya ditemukan 1 data.