Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Kohesi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KOHESI GRAMATIKAL DALAM KOLOM POLITIK PADA SURAT KABAR HARIAN KOMPAS DAN RADAR KALTARA (KAJIAN WACANA)

2020•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kohesi gramatikal wacana berita politik pada surat kabar harian Kompas dan Radar Kaltara edisi Oktober 2019. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah berita politik yang ada dalam surat kabar harian Kompas dan Radar Kaltara, dari wacana berita politik dengan mengambil satu judul wacana per harinya untuk dijadikan sampel. Objek penelitian ini adalah analisis penggunaan kohesi gramatikal pada wacana yang terdapat pada kolom politik. Data yang diperoleh dengan metode simak, yang dilakukan dengan teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis isi. Berdasarkan hasil penelitian menujukkan data wacana kohesi gramatikal dalam surat kabar harian Kompas dan Radar Kaltara pada kolom politik edisi 7-11 Oktober 2019. Dalam sebuah wacana hubungan kohesinya sering ditandai dengan adanya penanda khusus yang bersifat lingual-formal. Referensi persona sebagai kata ganti orang pertama, kedua dan ketiga yang bersifat tunggal atau jamak. Penggunaan referensi demostratif ditandai dengan temporal (waktu) dan lokasional (tempat). Referensi komperatif sebagai pembeda atau membandingakan pengacuan tidak langsung. Substitusi nomina, verba, frasa dan klausa berupa penggantian pengunaan satuan lingual dengan satuan lingual lain dalam wacana untuk memperoleh unsur pembeda sesuai dengan kaidah kebahasaan yang berlaku. Elipsis sebagai pelesapan dalam sebuah frasa yang terdiri dari dua kata. Terakhir pada konjungsi atau katahubung yang lebih dilihat sebagaimana penggunaan intra kalimat dan antarkalimat. Aspek gramatikal yang ditemukan dalam surat kabar harian Kompas dan Radar Kaltara edisi 07-11 Oktober 2019 pada kolom politik terjalin dengan kohesif sehingga memiliki makna yang utuh dan padu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN KOHESI GRAMATIKAL KONJUNGSI DALAM WACANA KORAN HARIAN RADAR TARAKAN (KAJIAN WACANA)

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kohesi gramatikal konjungsi yang terdapat dalam wacana koran harian Radar Tarakan pada kolom politik edisi Mei 2019. Jenis penelitian ini bersifat penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kalimat dan penggalan paragraf yang di dalamnya menggambarkan bentuk kohesi gramatikal (konjungsi) yang terdapat dalam wacana koran harian Radar Tarakan. Sumber data dalam penelitian ini yaitu koran harian yang diterbitkan oleh Radar Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca, teknik simak, dan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan analisis wacana. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, terdapat penggunaan kohesi gramatikal konjungsi dalam wacana koran harian Radar Tarakan pada kolom politik edisi Mei 2019. Konjungsi yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu konjungsi koordinatif sebanyak 39 data dengan penanda (atau, dan, melainkan dan tetapi). Konjungsi subordinatif sebanyak 84 data dengan penanda (agar, bahwa, begitu, biar, daripada, dengan, hingga, jika, kalau, karena, ketika, sebab, sebagai, sehingga, sementara, seperti, setelah dan yang). Konjungsi korelatif sebanyak 1 data dengan penanda (baik maupun). Konjungsi antarkalimat sebanyak 9 data dengan penanda (bahkan, oleh karena itu, kemudian, meski demikian dan namun). Konjungsi antarparagraf sebanyak 1 data dengan penanda (mengenai). Kemudian, konjungsi gabungan yang diperoleh sebanyak 103 data. Penggunaan kohesi gramatikal konjungsi masih kurang diperhatikan. Hal tersebut dibuktikan dengan pemerolehan data penggunaan konjungsi subordinatif yang lebih dominan dibandingkan dengan penggunaan konjungsi lainnya. Penanda konjungsi subordinatif yang paling banyak digunakan yaitu konjungsi yang sebagai penanda hubungan atributif sebanyak 98 data, sedangkan penggunaan konjungsi yang paling sedikit digunakan yaitu konjungsi korelatif karena hanya ditemukan 1 data.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail