ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri atas dimensi tangibles, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance terhadap kepuasan pasien dalam menggunakan layanan kesehatan pada rumah sakit pemerintah di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Tarakan yang pernah menggunakan layanan kesehatan pada Rumah Sakit A maupun Rumah Sakit B dengan jumlah responden sebanyak 145 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tangibles tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien. Empathy juga tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien. Sementara itu, reliability, responsiveness, dan assurance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Campak merupakan salah satu penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Measles virus yang dapat menimbulkan komplikasi apabila tidak dapat ditangani dengan tepat seperti bronkopneumonia, otitis media, enteritis, hingga kematian. Penulisan Laporan Tugas Akhir ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penerapan asuhan keperawatan pada anak dengan campak menggunakan pendekatan asuhan keperawatan secara komprehensif. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada dua klien anak dengan campak di ruang perawatan Anggrek B RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Data diperoleh melalui wawancara dengan keluarga klien, observasi langsung, pemeriksaan fisik head to toe, serta studi catatan medis. Tahapan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, menyusun intervensi, pelaksanaan tindakan keperawatan, hingga evaluasi hasil yang dicapai. Hasil studi menunjukkan bahwa pada klien 1 dan klien 2 ditemukan masalah keperawatan berupa hipertermia, bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan integritas kulit/jaringan, ansietas pada klien 1, serta risiko defisit nutrisi pada klien 2. Berdasarkan hasil evaluasi, masalah hipertermia, bersihan jalan napas tidak efektif, ansietas dapat teratasi dan risiko defisit nutrisi dapat dicegah, sedangkan gangguan integritas kulit/jaringan pada kedua klien masih teratasi sebagian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan komprehensif membantu proses pemulihan anak dengan campak dan meningkatkan perbaikan kondisi klinis pasien secara bertahap. Laporan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien anak dengan campak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Transformasi sektor kesehatan global menuntut peningkatan kualitas pelayanan untuk mempertahankan loyalitas pasien, khususnya segmen non-JKN yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap layanan premium. Di RSUD dr. H. Yusuf SK, terjadi tren penurunan kunjungan rawat inap pasien non-JKN sebesar 10-15% akibat keluhan waktu tunggu dan fasilitas. Kesenjangan penelitian terletak pada kurangnya fokus terhadap pasien mandiri di rumah sakit publik wilayah perbatasan, di mana studi sebelumnya lebih berorientasi pada pasien JKN atau konteks internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap minat berkunjung kembali pasien non-JKN rawat inap dengan kepuasan pasien sebagai variabel mediasi di RSUD dr. H. Yusuf SK, Kalimantan Utara. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 150 pasien non-JKN rawat inap yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner skala Likert 5 poin yang mengukur tiga variabel utama: kualitas pelayanan (dimensi SERVQUAL), kepuasan pasien, dan minat berkunjung kembali. Analisis data menggunakan PLS-SEM melalui SmartPLS 4.0. Temuan menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien, kepuasan pasien berpengaruh terhadap minat berkunjung kembali, dan kualitas pelayanan berpengaruh langsung terhadap minat berkunjung kembali. Untuk kepuasan pasien dan minat berkunjung kembali menunjukkan kekuatan prediktif model yang baik. Namun, minat berkunjung kembali tergolong moderat meskipun kepuasan pasien tinggi, mengindikasikan adanya kepuasan pasien. Kualitas pelayanan meningkatkan minat berkunjung kembali baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kepuasan pasien sebagai mediator.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Pelayanan Intensive Care Unit (ICU) merupakan unit dengan tingkat kompleksitas klinis dan biaya operasional tertinggi di rumah sakit, sehingga berisiko menimbulkan ketidaksesuaian antara biaya aktual pelayanan dan tarif klaim Indonesia Case-Based Groups (INA-CBGs), khususnya pada pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ketidaksesuaian tersebut tercermin dalam gap pendapatan (financial outcome), yang apabila bernilai negatif dapat berdampak pada keberlanjutan keuangan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh length of stay (LOS), jumlah komorbiditas, dan outcome pasien terhadap gap pendapatan (financial outcome) pelayanan ICU, serta menyusun model regresi untuk memprediksi risiko gap pendapatan negatif pada pasien ICU peserta JKN di RSUD dr. H. Jusuf SK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional retrospektif. Data penelitian berasal dari 290 pasien ICU peserta JKN pada periode 1 Juli 2024–30 Juni 2025. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, regresi linear sederhana, dan regresi linear berganda dengan pendekatan robust standard error (HC3) menggunakan SPSS versi 27. Hasil analisis deskriptif menunjukkan rerata length of stay (LOS) ICU sebesar 3,45 ± 3,03 hari, rerata jumlah komorbiditas 7,05 ± 3,67, serta rerata gap pendapatan (financial outcome) sebesar −Rp23.149.588,45. Hasil regresi linear sederhana dengan pendekatan robust standard error (HC3) menunjukkan bahwa LOS berpengaruh signifikan terhadap gap pendapatan (B = −2.435.429; p 0,001), jumlah komorbiditas berpengaruh signifikan (B = −2.158.530; p 0,001), dan outcome pasien berpengaruh signifikan (B = +16.885.012; p 0,001). Selanjutnya, hasil regresi linear berganda menunjukkan bahwa LOS (B = −1.586.920; p = 0,037), jumlah komorbiditas (B = −2.897.672; p 0,001), dan outcome pasien (B = +25.120.045; p 0,001) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap gap pendapatan (F = 26,481; p 0,001), dengan nilai koefisien determinasi R² = 0,217 dan Adjusted R² = 0,209. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gap pendapatan (financial outcome) pelayanan ICU pasien JKN dipengaruhi secara signifikan oleh lama perawatan, kompleksitas komorbiditas, dan outcome pasien. Model regresi yang dikembangkan memiliki daya jelaskan rendah–sedang dan dapat digunakan sebagai alat prediksi awal (early predictive model) yang bersifat estimatif dan non-klinis untuk mengidentifikasi risiko gap pendapatan negatif, serta sebagai dasar pengambilan keputusan manajerial dan evaluasi kebijakan pembiayaan pelayanan ICU dalam sistem INA-CBGs.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kunjungan dan kepuasan pasien, dengan kepercayaan pasien sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan variabel pada UPTD Puskesmas Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada pasien Puskesmas, kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui prosedur bootstrapping untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kunjungan pasien dan kepuasan pasien. Selain itu, kualitas pelayanan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan pasien. Kepercayaan pasien terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kunjungan dan kepuasan pasien. Pada pengujian mediasi, kepercayaan pasien terbukti mampu memediasi secara signifikan pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kunjungan pasien dan kepuasan pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan, Perlu diarahkan pada pembentukan kepercayaan pasien sebagai faktor kunci untuk meningkatkan tingkat kunjungan dan kepuasan pasien secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengelola Puskesmas untuk memperkuat mutu pelayanan, komunikasi interpersonal, serta kenyamanan layanan guna membangun kepercayaan dan meningkatkan kepuasan pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan terhadap word of mouth (WOM) melalui kepercayaan dan kepuasan pasien di Puskesmas Malinau Kota. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah pasien yang pernah mendapatkan pelayanan di Puskesmas Malinau Kota, dengan jumlah sampel sebanyak 144 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap WOM. Namun, kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan dan kepuasan pasien. Selanjutnya, kepercayaan dan kepuasan pasien terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap WOM. Hasil uji mediasi menunjukkan bahwa kepercayaan berperan sebagai mediasi penuh (full mediation), sedangkan kepuasan berperan sebagai mediasi parsial (partial mediation) dalam hubungan antara kualitas layanan dan WOM. Temuan ini menegaskan bahwa WOM dalam layanan kesehatan lebih dipengaruhi oleh faktor psikologis pasien, khususnya kepercayaan dan kepuasan, dibandingkan kualitas layanan secara langsung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan terhadap word of mouth (WOM) melalui kepercayaan dan kepuasan pasien di Puskesmas Malinau Kota. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah pasien yang pernah mendapatkan pelayanan di Puskesmas Malinau Kota, dengan jumlah sampel sebanyak 144 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap WOM. Namun, kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan dan kepuasan pasien. Selanjutnya, kepercayaan dan kepuasan pasien terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap WOM. Hasil uji mediasi menunjukkan bahwa kepercayaan berperan sebagai mediasi penuh (full mediation), sedangkan kepuasan berperan sebagai mediasi parsial (partial mediation) dalam hubungan antara kualitas layanan dan WOM. Temuan ini menegaskan bahwa WOM dalam layanan kesehatan lebih dipengaruhi oleh faktor psikologis pasien, khususnya kepercayaan dan kepuasan, dibandingkan kualitas layanan secara langsung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ABSTRAK PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP DOKTER DALAM SENGKETA MALPRAKTIK MEDIS DENGAN PASIEN HARIANTO Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap dokter dalam sengketa malpraktik medis dengan pasien serta pertanggungjawaban hukum yang melekat pada profesi kedokteran. Permasalahan yang dikaji mencakup: (1) bagaimana bentuk perlindungan hukum terhadap dokter dalam sengketa malpraktik medis dengan pasien, dan (2) bagaimana pertanggungjawaban hukum dokter dalam menghadapi tuduhan malpraktik. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi dokter mencakup aspek preventif, berupa kepastian hukum dalam menjalankan praktik kedokteran sesuai standar profesi, serta aspek represif melalui mekanisme penyelesaian sengketa baik secara perdata, pidana, maupun melalui Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI). Adapun pertanggungjawaban hukum dokter dalam sengketa malpraktik bergantung pada jenis pelanggaran yang dilakukan, baik dalam ranah administrasi, perdata, maupun pidana. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya penguatan regulasi yang lebih komprehensif mengenai standar profesi kedokteran, peningkatan literasi hukum bagi tenaga medis, serta optimalisasi peran MKDKI agar sengketa medis lebih mengedepankan penyelesaian profesional dibandingkan kriminalisasi terhadap profesi dokter.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ABSTRAK Penyelesaian Sengketa antara Ahli Teknologi Laboratorium Medik dengan Pasien dalam Perspektif Hukum Kesehatan” ALMA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum mengenai kedudukan dan tanggung jawab Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) dalam hubungan dengan pasien, serta mengkaji mekanisme penyelesaian sengketa antara ATLM dan pasien dalam perspektif hukum kesehatan. Rumusan masalah penelitian ini difokuskan pada: (1) bagaimana pengaturan hukum tentang kedudukan dan tanggung jawab ATLM dalam hubungan dengan pasien, dan (2) bagaimana mekanisme penyelesaian sengketa antara ATLM dengan pasien dalam perspektif hukum kesehatan. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data yang digunakan bersumber dari bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan di bidang kesehatan, serta bahan hukum sekunder berupa literatur, jurnal, dan pendapat para ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan ATLM diatur secara tegas dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan sebagai tenaga kesehatan yang berperan penting dalam menunjang diagnosis dan pemantauan penyakit. Tanggung jawab ATLM tidak hanya terbatas pada aspek teknis pemeriksaan laboratorium, tetapi juga mencakup kewajiban etik dan hukum untuk menjamin ketepatan, mutu, serta kerahasiaan hasil pemeriksaan pasien. Adapun mekanisme penyelesaian sengketa antara ATLM dan pasien dapat ditempuh melalui jalur non-litigasi, seperti mediasi internal di rumah sakit dan fasilitas kesehatan serta mekanisme etik dan disiplin melalui Majelis Kehormatan Etik dan Disiplin ATLM (MKED-ATLM) yang dibentuk oleh organisasi profesi PATELKI, dan apabila diperlukan dapat dilanjutkan ke jalur litigasi melalui gugatan perdata maupun pidana di pengadilan. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan regulasi turunan yang lebih spesifik terkait tanggung jawab hukum ATLM, peningkatan fungsi mediasi internal di rumah sakit dan fasilitas kesehatan, serta edukasi hukum baik kepada pasien maupun tenaga kesehatan. Dengan langkah tersebut diharapkan tercipta mekanisme penyelesaian sengketa yang lebih efektif, adil, dan memberikan kepastian hukum dalam pelayanan kesehatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK URGENSI PERLINDUNGAN HUKUM DATA PRIBADI PASIEN DALAM PELAYANAN KESEHATAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TUTY MARLIYANTHI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi perlindungan hukum terhadap data pribadi pasien dalam pelayanan kesehatan berbasis teknologi informasi dan komunikasi, serta mengkaji bentuk tanggung jawab penyelenggara pelayanan kesehatan dalam menjaga kerahasiaan dan keamanan data tersebut. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah, pertama, apa urgensi perlindungan hukum data pribadi pasien dalam pelayanan kesehatan, dan kedua, bagaimana bentuk tanggung jawab penyelenggara pelayanan kesehatan dalam melindungi data pribadi pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konsep. Sumber bahan hukum terdiri atas peraturan perundang-undangan, doktrin, literatur akademik, serta instrumen hukum internasional yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum data pribadi pasien merupakan suatu urgensi karena menyangkut hak fundamental atas privasi, martabat manusia, dan rasa aman pasien dalam menerima pelayanan kesehatan. Selain itu, penyelenggara pelayanan kesehatan memiliki tanggung jawab hukum untuk menerapkan prinsip-prinsip perlindungan data, meliputi persetujuan pasien, kerahasiaan, transparansi, keamanan, serta akuntabilitas dalam pengelolaan data. Sebagai rekomendasi, diperlukan penguatan regulasi perlindungan data pribadi dalam sektor kesehatan, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) keamanan digital di fasilitas kesehatan, serta peningkatan literasi digital baik bagi tenaga medis maupun pasien. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan kesehatan dapat berjalan seiring dengan perlindungan hak pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dimensi kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien yang menggunakan BPJS kesehatan (studi kasus pada rumah sakit Akhmad Brahim Tana Tidung). Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Metode ini yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah nonprobility sampling dan penentuan sampling menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat Kabupaten Tana Tidung yang menggunakan layanan kesehatan rumah sakit Akhmad Brahim menggunakan BPJS dengan jumlah sampel 20 responden. Metode analisi yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS. Dari hasil penelitian ini menunjukkan variabel tangibel ( bukti fisik), responsiveness (daya tanggap), assurance (asuransi) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien bpjs dan untuk variabel reliability (kehandalan) , emphaty (empati) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kepuasan pasien BPJS di rumah sakit Akhmad Brahim Tana Tidung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia yang menempati peringkat kelima jumlah penderita tertinggi di dunia. Wilayah pesisir perbatasan, seperti Kalimantan Utara, menghadapi berbagai keterbatasan dalam layanan kesehatan, termasuk rendahnya tingkat literasi dan edukasi pasien mengenai manajemen diabetes. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya komplikasi jangka panjang. Tujuan penulisan ini untuk menerapkan Diabetes Self Management Education (DSME) sebagai intervensi edukatif guna meningkatkan pengetahuan pasien dalam mencegah komplikasi Diabetes Melitus Tipe II. Metode yang digunakan adalah case report pada dua pasien dengan diagnosis DM Tipe II di Rumah Sakit Wilayah Pesisir Perbatasan. Intervensi dilakukan selama tiga hari menggunakan metode edukasi langsung dan media leaflet, mencakup pengenalan DM, pengelolaan mandiri, dan pencegahan komplikasi. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan secara signifikan. Pasien pertama (Ny.I) mengalami peningkatan dari 40% menjadi 80%, dan pasien kedua (Ny.M) dari 50% menjadi 85%, dengan rata-rata peningkatan sebesar 37,5%. Kategori pengetahuan kedua pasien meningkat dari rendah dan cukup menjadi baik. Kesimpulan dari studi kaus ini adalah bahwa penerapan DSME secara terstruktur dan singkat efektif dalam meningkatkan pengetahuan pasien tentang manajemen diabetes. Intervensi ini sangat direkomendasikan untuk diterapkan, khususnya di daerah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas, guna memperkuat kemandirian pasien dalam pengelolaan penyakit dan pencegahan komplikasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk untuk menganalisis bagaimana pengaturan hukum terhadap tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan keshatan dan bagaimana bentuk perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian yuridis normatif, dengan pendekatan koseptual dan pendekatan perundang-undangan serta menggunakan bahan hukum primer dan sekunder. Sesuai hasil penelitian disimpulkan: bahwa; Pengaturan Hukum Terhadap Tenaga Kesehatan Dalam Memberikan Pelayanan Kesehatan telah dijelaskan dalam berbagai peraturan perundang undangan. Pengaturan mengenai Kesehatan dan Keselamatan Kerja merupakan suatu upaya untuk menjauhkan segala resiko yang dapat terjadi pada diri sendiri maupun risiko yang dapat membahayakan pasien. Kesehatan dan Keselamatan Kerja memiliki tujuan meningkatkan dan memelihara derajat tertinggi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial pekerja pada semua jenis pekerjaan, pencegahan keberadaan dan ketidakhadiran pekerja karena kondisi kesehatan yang disebabkan kondisi kerja yang tidak layak, melindungi pekerja pada tempat kerjanya terhadap risiko yang muncul dari faktor-faktor yang dapat merugikan kesehatan, penempatan dan pemeliharaan pekerja di lingkungan kerja yang sesuai dengan kodisi fisiologis dan psikologis pekerja dan untuk menciptakan kesesuaian antara pekerjaan dengan pekerja dan setiap pekerja dengan pekerjaannya dan Bentuk perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan meliputi; Perlindungan hukum Preventif artinya tenaga kesehatan diberikan oleh negara perlindungan hukum melalui peraturan perundang-undangan sehingga tenaga kesehatan menjalankan profesinya dengan nyaman sehingga tidak terjadi sengketa dimudian hari. Perlindungan hukum Refrensif, adalah suatu jaminan yang diberikan oleh Negara kepada semua pihak untuk dapat melaksanakan hak dan kepentingan hukum yang dimilikinya dalam kapasitasnya sebagai subyek hukum. Sehingga ketika terjadi sengketa antara tenaga kesehatan dengan pasien akan diselesaikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Waktu Tunggu, Lingkungan Tunggu, dan Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien Pengguna Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat yang disingkat dengan JKN KIS di Rumah Sakit Provinsi Kalimantan Utara. Rancangan yang digunakan dalam pienielitian ini adalah dengan mienggunakan mietodie pienielitian kuantitatif yaitu diengan piendiekatan surviei. Ukuran sampiel yang diambil menggunakan rumus hair, yaitu dengan jumlah indikator sebanyak 22 item dikali 5. Sehingga, melalui perhitungan berdasarkan rumus tersebut, diperoleh jumlah sampel dari penelitian ini adalah sebesar 110. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program komputer SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Waktu tunggu memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap kepuasan pasien, Lingkungan tunggu memiliki pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap kepuasan pasien, Kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap kepuasan pasien, Waktu tunggu, lingkungan tunggu dan kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap kepuasan pasien. Penelitian ini menghasilkan nilai koefisien determinasi R2 atau R Square sebesar 0,626. Hasil ini berarti bahwa waktu tunggu, lingkungan tunggu dan kualitas pelayanan memiliki hubungan dengan kepuasan pasien pengguna JKN KIS di Rumah Sakit Provinsi Kalimantan Utara sebesar 62,6%, dan sisanya 37,4% dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain diluar model.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keselamatan pasien adalah isu global yang sangat penting. Rumah sakit dengan Iklim organisasi yang baik menunjukkan tingkat keselamatan yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara iklim organisasi terhadap insiden keselamatan pasien di RSUD dr. H. Jusuf SK. Penelitian ini menggunakan metode analitik deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini semua perawat ruang rawat inap yang bekerja di RSUD dr. H. Jusuf SK berjumlah 350 orang. Sampel sebanyak 187 responden dengan menggunakan purposive sampling. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian Karakteristik responden yaitu bahwa usia responden rata-rata 32 tahun, rata-rata masa kerja 6 tahun, sebagian besar jenis kelamin perempuan sebanyak 74.3% dan tingkat pendidikan terbanyak D3 Keperawatan sebanyak 64,2%. Iklim organisasi dalam kondisi kondusif yaitu sebanyak 52,4%. Insiden keselamatan pasien mayoritas dalam kategori terjadi insiden yaitu sebanyak 51,3%. Tidak ada hubungan yang signifikan iklim organisasi dengan insiden keselamatan pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tahap pra-operasi memberikan berbagai pengalaman psikologis pada anak dan orang tua di antaranya kecemasan. Lebih lanjut kecemasan yang dialami orang tua cenderung lebih mudah ditransfer pada anak secara tidak langsung sehingga menyebabkan anak menjadi cemas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan orang tua pasien yang akan menghadapi operasi. Penelitian ini menggunakan metode analitik deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 50 pasien, sehingga populasi orang tua adalah 100 orang. Sampel sebanyak 80 responden dengan menggunakan insidental sampling. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian Responden di dominasi oleh jenis kelamin perempuan sebanyak 71,3%, sebagian Pendidikan SMA sebanyak 60%, sebagian besar pekerjaan IRT sebanyak 38,3%, sebagian besar beragama Islam 71,3% dan sebagian status perkawinan sebanyak sudah menikah 88%. Hasil penelitian ini didapatkan tidak ada hubungan yang bermakna antara hubungan faktor jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan. jenis operasi, pengalaman operasi dan pengetahuan dengan kejadian kecemasan. Mayoritas mengalami kecemasan pada kategori sedang 60%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ruang PICU adalah salah satu ruangan yang penuh stres bagi pasien dan keluarga yang dirawat yang dapat menimbulkan stressor situasional secara terus menerus, sehingga dapat menimbulkan kondisi kelelahan atau diistilahkan dengan burnout. Tujuan penelitian ini untuk menguraikan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian burnout di ruang PICU RSUD dr. H. Jusuf SK. Penelitian ini menggunakan metode analitik deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi adalah seluruh keluarga pasien di ruang PICU RSUD dr. H. Jusuf Sk pada bulan April tahun 2023. Sampel pada penelitian ini sebanyak 30 responden dengan menggunakan purposive sampling. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan hubungan yang bermakna (p0,05) antara faktor lingkungan dengan kejadian burnout. Tidak terdapat hubungan yang bermakna (p>0,05) antara hubungan keluarga, tingkat keparahan pasien, pengalaman PICU sebelumnya dan pembatasan jam berkunjung dengan kejadian burnout. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu burnout yang dialami oleh keluarga pasien juga disebabkan oleh adanya suara bising alarm dan kondisi ruang tunggu yang kurang nyaman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perilaku caring perawat menjadi sangat penting dalam asuhan keperawatan pada pasien yang akan menjalani tindakan operasi, sikap kepedulian perawat pada pasien, perhatian dan kehadiran perawat diharapkan bisa menurunkan rasa takut atau cemas serta meningkatkan kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku caring perawat terhadap kepuasan pasien operasi di ruang OK Cito RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasi dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 34 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Hasil : uji korelasi Kendall’s Tau melalui SPSS versi 25, diperoleh hasil koefisien korelasi (r) sebesar 0,541 dengan hasil signifikansi atau Sig. (2-tailed) = 0.002. Koefisien korelasi (r) sebesar 0,541 ini berarti hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien adalah kuat. Dengan kata lain, Sig. (2-tailed) 0,002 0,005 level of significant (α) berarti terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien di Ruang Ok Cito RSUD dr.H.Jusuf. SK. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang kuat dan signifikan (nyata) antara perilaku caring perawat terhadap kepuasan pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kebisingan di fasilitas kesehatan terutama rumah sakit memiliki dampak kepada pasien dan tenaga kesehatan. Dampak kebisingan bagi pasien diantaranya adalah menyebabkan gangguan tidur dan meningkatnya tekanan darah. Selain itu, kondisi gangguan tidur pada pasien kritis juga berhubungan dengan kondisi stress pada sistem kardiovaskuler. Kondisi tersebut dapat memicu status hemodinamik yang tidak stabil pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebisingan ruangan terhadap status hemodinamik pasien kritis di ruang ICU dan HCU. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan metode cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan cara total sampling dengan penentuan besar sampel dihitung menggunakan rumus slovin sehingga memperoleh sebanyak 80 responden. Pengambilan data menggunakan alat ukur yaitu Sound Level Meter (SLM) untuk kebisingan ruangan, lembar observasi untuk karakteristik responden dan status hemodinamik pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebisingan ruangan yang diterima responden memiliki nilai median berkisaran 56.85 dB(A) sampai dengan 60.45 dB(A), serta status hemodinamik reponden memiliki nilai median TDS 127 mmHg, TDD 72 mmHg, HR 87, RR 18, SpO2 99%, MAP 91 mmHg. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Kolmogorov Smirnov menunjukkan bahwa variabel tekanan darah sistolik (TDS), tekanan darah diastolik (TDD), frekuensi jantung (HR), frekuensi pernapasan (RR), saturasi oksigen (SpO2), dan tingkat kebisingan terdistribusi tidak normal karena nilai p0.05. Sedangkan untuk variabel MAP terdistribusi normal, dengan nilai p 0.2 (p>0.05). Sedangkan analisis hubungan kebisingan dengan status hemodinamik pasien dapat disimpulkan bahwa variabel yang mempunyai hubungan dengan kebisingan adalah Heart Rate (HR) nilai p value = 0,001 (p 0.05) dan frekuensi pernapasan (RR) dengan p value = 0,012 (p 0.05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan kebisingan ruangan dengan status hemodinamik pasien pada Heart Rate (HR) dan frekuensi pernapasan (RR).