ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Studi ini memiliki maksud guna menelaah pengaruh efektivitas pelatihan daring terhadap kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan motivasi belajar sebagai variabel mediasi pada peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Tahun 2025 di Provinsi Kalimantan Utara. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengembangan kompetensi ASN di era digital serta meningkatnya penggunaan metode pelatihan daring yang menuntut efektivitas dalam pelaksanaannya. Namun, keberhasilan pelatihan daring tak sekadar ditentukan melalui dimensi teknis, melainkan pula unsur kejiwaan subjek, utamanya motivasi belajar. Riset ini menerapkan metodologi numerik berlandaskan klasifikasi explanatory research. Totalitas subjek riset mencakup segenap anggota Latsar CPNS periode 2025 pada Wilayah Kalimantan Utara berjumlah 300 individu, lewat kuantitas representasi terendah 169 informan yang ditetapkan lewat formulasi Krejcie serta Morgan. Prosedur perolehan informasi dilaksanakan memakai angkutan instrumen bergradasi Likert scale, sementara pemrosesan data mengoperasikan teknik Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) memanfaatkan perangkat lunak SmartPLS. Temuan riset diharap memaparkan bahwasanya efektivitas pelatihan daring memberikan dampak searah bagi kompetensi ASN, secara lurus ataupun sirkular melewati motivasi belajar. Di samping itu, efektivitas pelatihan daring pun diproyeksikan berkontribusi selaras atas motivasi belajar, serta motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kompetensi ASN. Peran motivasi belajar selaku variabel perantara mengokohkan keterkaitan antara efektivitas pelatihan daring serta kompetensi ASN. Karya ilmiah ini menyumbangkan nilai konseptual dalam evolusi pola edukasi daring lewat penyertaan motivasi belajar selaku variabel penengah, serta manfaat aplikatif bagi penyelenggara pelatihan ASN dalam mengonsep skema pelatihan yang semakin berdaya guna, fleksibel, dan menitikberatkan pada peningkatan kompetensi ASN di era digital.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Upaya hukum preventif terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana perjudian dalam jaringan, dan Pertanggungjawaban pidana anak yang terlibat sebagai pelaku tindak pidana perjudian dalam jaringan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Sumber bahan hukum terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, upaya hukum preventif dilakukan melalui pemblokiran situs perjudian daring oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO), pembentukan Satuan Tugas Pemberantasan Judi Online, program literasi digital, serta keterlibatan lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat. Upaya preventif bersifat komprehensif, meliputi regulasi hukum, edukasi, pengawasan, serta pembinaan lingkungan sosial yang kondusif bagi anak. Kedua, pertanggungjawaban pidana anak sebagai pelaku tindak pidana perjudian daring diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Anak tetap dapat dimintai pertanggungjawaban hukum apabila berusia 12–18 tahun, namun mekanisme penyelesaian lebih menekankan pada prinsip keadilan restoratif dan diversi. Tujuannya adalah melindungi hak-hak anak agar tetap dapat tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi positif dalam masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa keterlibatan anak dalam tindak pidana perjudian daring tidak hanya dapat dilihat dari sisi hukum pidana semata, melainkan juga akibat dari lemahnya literasi digital, pengawasan keluarga, serta celah regulasi. Oleh karena itu, strategi penanggulangan harus melibatkan pendekatan multidimensi yang menempatkan kepentingan terbaik bagi anak (the best interest of the child) sebagai prioritas utama.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dini Nur Saniyah, 1740606023. “Perilaku Prososial Siswa Pada Masa Pembelajaran Daring Di SMP Negeri 8 Tarakan”. Program studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Dibimbing oleh Riski Sovayunanto, S.Psi., M.Si selaku pembimbing utama dan Cici Ismuniar, M.Psi., Psikolog selaku pembimbing anggota. Pada awal tahun 2020 ditemukannya virus baru yaitu covid-19 yang membuat berbagai perubahan salah satunya dibidang pendidikan yang mengharuskan siswa melakukan pembelajaran secara daring. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimanakah perilaku prososial siswa pada masa pembelajaran daring. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dan informan penelitian ini terdiri dari 4 siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Tarakan. Teknik pengumpulan data dalam peneleitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yaotu metode Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa adanya perilaku prososial yang disalurkan pada keempat siswa dalam masa pembelajaran daring ditinjau dari aspek berbagi, menolong, bekerjasama dan keempat siswa tidak menerapkan perilaku prososial pada aspek bertindak jujur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TINJAUAN KRIMINOLOGI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PERJUDIAN DARING ABSTRAK Perkembangan teknologi di era globalisasi seperti sekarang ini mengalami kemajuan yang begitu pesat khususnya dalam bidang teknologi dan infomasi, sehingga memudahkan masyarakat untuk menerima dan memberikan informasi kepada masyarakat luas. Bahkan dapat dikatakan bahwa teknologi dan informasi terkadang bisa menjadi pedang bermata dua karena selain berkontribusi terhadap kesejahteraan, peradaban dan kemajuan manusia, juga merupakan sarana yang efektif untuk melakukan kejahatan. Berdasarkan rumusan masalah serta tujuan penelitian ini, maka tipe penelitian ini menggunakan penelitian normatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini ialah studi kepustakaan guna mendapatkan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan, jurnal, buku, adan artikel yang berkaitan dengan objek yang diteliti. Perkembangan teknologi di era sekarang berkembang dengan pesat, dimana apapun bisa diakses dengan mudah hanya dengan menggunakan internet. Kejahatan dapat dengan mudah dilakukan juga dengan menggunakan internet. Salah satunya ialah perjudian yang dilakukan secara daring atau online. Adapun dijelaskan diatas ada beberapa teori sebab terjadinya kejahatan yaitu teori anonim, teori asosiasi diferensial, teori kontrol sosial, dan teori labelling. Dari hasil penelitian jika dihubungkan dengan teori diatas didapatkan bahwa sebab terjadinya perjudian adalah pergaulan yang menyimpang, individu itu sendiri, lingkungan yang memberikan kesempatan, kebiasaan masyarakat, dan ekonomi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS YURIDIS PERBANDINGAN PUTUSAN PERKARA PIDANA NOMOR 248/PID.B/2022/PN TAR DAN NOMOR 92/PID.B/2023/PN TAR TENTANG PERJUDIAN DARING Abstrak This research aims to determine the forms of criminal acts of online gambling and analysis of the judge's considerations regarding the decision in criminal cases Number 248/Pid.B/2022/PN Tar and Number 92/Pid.B/2023/PN Tar at the Tarakan District Court. This research was carried out at the Tarakan District Court, Tarakan District Prosecutor's Office, Tarakan Police. The method used by researchers is the normative juridical type with a statutory approach, case approach, contextual approach and comparative approach. with literature studies, interviews and analyzed using qualitative methods. The results of this research show that, in case Number 248/PID.B/2022/PN, defendant I Sabir Bin Muhammad Yusuf and defendant II Safiska Bin Hariansyah were sentenced to 6 months in prison and were legally proven to have committed the crime of online gambling as a bookie. and seller of higgs domino coin chips and in case Number 92/Pid.B/2023/PN Tar the defendant Charles Junaidy Alias Aping Bin Junaidy was also sentenced to a lighter sentence of one month than the case above, namely 5 months in prison and was legally proven to have committed the criminal act of online gambling as a seller of lottery numbers and based on the facts at the trial of both cases and the evidence of witness statements, and documentary evidence and based on the evidence of the defendant's statement, in both cases the fraudsters have admitted to online gambling as bookies and chip sellers. higgs domino coins in the first case and lottery number sellers in the second case. So that the criminal sanctions imposed by the Panel of Judges. In this sentence, the judge used article 303 paragraph (1) 1 of the Criminal Code, the judge should have paid attention to the provisions of the principle of Lex Specialist Derogate Legi Generalis by applying article 27 paragraph (2) which specifically regulates criminal acts of online gambling which are not regulated in article 303 paragraph (1) 1st Criminal Code.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan pada masa pembelajaran daring. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IX semester genap tahun ajaran 2021/2022 di MTs Negeri Tarakan. Metode pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pemahaman konsep. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kemampuan pemahaman konsep yang rendah dengan persentase 62,22% (56 siswa). Adapun nilai rata-rata untuk setiap indikator pemahaman konsep dan persentase jumlah siswa yang memperoleh pencapaian tinggi pada setiap indikator pemahaman konsep yaitu, pada indikator menyatakan ulang sebuah konsep dengan nilai rata-rata 54.17 dan persentase sebesar 37,78%, pada indikator mengklasifikasikan objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya dengan nilai rata-rata 84.44 dan persentase sebesar 85,56%, pada indikator memberi contoh dan bukan contoh dari suatu konsep dengan nilai rata-rata 81.94 dan persentase sebesar 82,22%, pada indikator menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematika dengan nilai rata-rata 18.89 dan persentase sebesar 10%, pada indikator mengembangkan syarat perlu dan syarat cukup dari suatu konsep dengan nilai rata-rata 38.06 dan persentase sebesar 25,56%, pada indikator menggunakan dan memanfaatkan serta memilih prosedur atau operasi tertentu dengan nilai rata-rata 61.39 dan persentase sebesar 63,33%, dan pada indikator mengklasifikasikan konsep atau algoritma pada pemecahan masalah dengan nilai rata-rata 36.39 dan persentase sebesar 22,22%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan terkait dengan pertanggungjawaban pidana terhadap tindak pidana penggelapan dalam pengelolaan donasi secara daring. Permasalahan yang pertama yaitu terkait dengan bentuk pengaturan tentang kegiatan donasi secara daring dan yang kedua yaitu bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap pengelola dana donasi secara daring. Skripsi ini merupakan penelitian yang bersifat normatif yang berfokus pada peraturan perundang-undangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan undang-undang yaitu menganalisis peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kegiatan donasi daring, pendekatan konseptual yaitu dengan menggunakan kaidah-kaidah dan norma hukum yang berlaku, serta pendekatan kasus. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer merupakan peraturan perundang-undangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal dan artikel ilmiah, serta situs internet dan kamus. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, peraturan perundang-undangan terkait dengan kegiatan donasi nelum mengatur kegiatan donasi secara daring. Kedua, bahwa bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap pengelola dana donasi bencana secara daring dilakukan dengan pemberian sanksi menurut ketentuan peraturan perundang-undangan, dalam hal ini Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fenomena e-learning fatigue pada mahasiswa pendidikan biologi pada pasca pandemi covid-19 menyebabkan diterapkan nya pembelajaran daring diinstitusi pendidikan, termasuk di Universitas Borneo Tarakan. Perubahan yang terjadi dalam metode pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah bagi para tenaga pendidik, merupakan perubahan yang harus dilakukan oleh dosen untuk tetap mengajar secara daring pada mahasiswa. Menimbulkan permasalahan yang berdampak pada kesehatan fisik dan psikis setiap individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana e-learning fatigue yang terjadi yang terdapat pada mahasiswa jurusan pendidikan biologi angkatan 2020 dan 2021 selama pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data penelitian atau e-learning fatigue pada mahasiswa jurusan pendidikan biologi angkatan 2020 dan 2021 dengan sampel sebanyak 60 mahasiswa jurusan pendidikan biologi. Teknik mengumpulkan data menggunakan observasi, wawancara, angket dan dokumentasi dan diolah dengan likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa jurusan pendidikan biologi angkatan 2020 mengalami kondisi kelelahan rataan 21,6 kategori sedang, kecemasan dengan rataan 21,6 kategori sedang dan stres dengan rataan 21,9 kategori sedang. Pada angkatan 2021 dengan kondisi kelelahan dengan rataan 21,6 kategori sedang, kecemasan dengan rataan 21,4 kategori sedang, dan stres dengan rataan 21,6 kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada mahasiswa angkatan 2020 dan 2021 mengalami kondisi kelelahan dengan rata-rata 21,6 kategori sedang. Terdapat apakah ada analisis lebih lanjut. Antara e-learning fatigue dan pembelajaran daring yang dialami oleh mahasiswa baik dari segi fisik, mental, dan kehidupan sosial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika apa saja yang dialami oleh mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan selama pembelajaran daring. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan kuesioner. Sampel dalam penelitian berjumlah 192 mahasiswa yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa problematika yang dihadapi oleh mahasiswa Pendidikan matematika Universitas Borneo Tarakan. Pertama, mahasiswa terkendala dengan koneksi internet yang tidak memadai dengan presentase sebesar 52.1%. Kedua, mahasiswa tidak memiliki motivasi belajar yang tinggi selama belajar daring dengan presentase sebesar 66.2%. Ketiga, mahasiswa merasa kesulitan dalam memahami pembelajaran daring dengan presentase sebesar 60.9%. Keempat, mahasiswa merasa tidak dapat berdiskusi dengan peserta didik lain dengan presentase sebesar 63.5%. Kelima, mahasiswa merasa tidak leluasa bertanya kepada pendidik selama pembelajaran daring dengan presentase sebesar 68.7%. Keenam, mahasiswa merasa terbebani dengan tugas yang diberikan selama pembelajaran daring dengan presentase sebesar 54.1%. Ketujuh, mahasiswa merasa tugas yang diberikan menumpuk serta sulit untuk dikerjakan dengan presentase sebesar 51.1%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGETAHUI BAGAIMANA EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING MENGGUNAKAN APLIKASI GOOGLE CLASSROOM PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IX SMP NEGERI 8 KOTA TARAKAN. JENIS PENELITIAN YANG DIGUNAKAN ADALAH KUANTITATIF DESKRIPTIF. DATA YANG DIGUNAKAN DALAM SKRIPSI INI ADALAH DATA PRIMER, YAITU DATA YANG DI DAPATKAN DARI KUESIONER YANG MEMENUHI KRITERIA VALIDASI DENGAN PEROLEHAN VTABEL 0,94 DAN VHITUNGNYA 1 MAKA DINYATAKAN VALID. SAMPEL DALAM PENELITIAN ADALAH SISWA KELAS IX SMP NEGERI 8 YANG BERJUMLAH 140 SISWA, TEKNIK YANG DIGUNAKAN YAITU SIMPLE RANDOM SAMPLING. HASIL MENUNJUKKAN BAHWA PEMBELAJARAN DARING MENGGUNAKAN APLIKASI CLASSROOM PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IX SMP NEGERI 8 KOTA TARAKAN BERADA PADA KATEGORI CUKUP EFEKTIF DENGAN PEROLEHAN SEBANYAKNYA 108 SISWA DAN PERSENTASE 77℅.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran daring pada mata pelajaran matematika di SMP Negeri 9 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengambilan subjek penelitian dengan menggunakan purposive sampling yaitu, sebanyak dua subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, wawancara dengan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara semi terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa S01 memiliki rasa tangung jawab yang besar dalam mengikuti kegiatan pembelajaran matematika secara daring. Akan tetapi S01 masih bergantung kepada orang lain dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. S01 juga kurang disiplin dan kurang memiliki kepercayaan diri dalam mengikuti pembelajaran matematika, serta kurangnya dorongan untuk S01 berperilaku berdasarkan inisiatif sendiri dan melakukan kontrol diri selama mengikuti kegiatan pembelajaran matematika yang diakukan secara daring. Sedangkan S02 tidakbergantung kepada orang lain. S02 juga memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran matematika secara daring. Kemudian S02 berperilaku disiplin dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran matematika secara daring. Serta S02 dapat bertindak berdasarkan inisiatif sendiri dan dapat mengontrol diri selama mengikuti pembelajaran matematika yang dilakukan secara daring.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan sikap peserta didik terhadap pembelajaran bahasa Indonesia pada masa transisi daring ke luring di SMA Negeri 2 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 35 siswa serta 1 (satu) guru mata pelajaran bahasa Indonesia pada kelas XI. IPS 2 di SMA Negeri 2 Tarakan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode statistik deskriptif dengan menggunakan persentase dan tabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia pada masa transisi daring ke luring masuk kedalam kategori tinggi, kategori tinggi diperoleh berdasarkan hasil penelitian dan tabel penelitian yang dijabarkan secara rinci yaitu sebanyak 2 peserta didik (6%) dengan kategori sangat setuju, 14 peserta didik (40%) dengan kategori setuju, 10 peserta didik (29%) dengan kategori cukup setuju, 6 peserta didik (17%) dengan kategori tidak setuju, dan 3 peserta didik (9%) dengan kategori sangat tidak setuju, oleh karena itu dapat dikatakan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia pada masa transisi daring ke luring sangat jauh berbeda dari anggapan yang pernah melekat dalam benak peserta didik yang mana dapat dilihat bahwa peserta didik merasa sangat senang dan antusias terhadap pembelajaran bahasa Indonesia secara luring yang diberlakukan di SMA Negeri 2 Tarakan dengan pembelajaran luring siswa lebih mudah mendapatkan sumber pembelajaran, dapat lebih aktif bertanya serta mengeluarkan argumen kemudian siswa lebih leluasa untuk berinteraksi satu sama lain, serta siswa lebih menjaga pola sehat di lingkungan sekolah. Namun yang disayangkan ada beberapa siswa yang memang masih ketergantungan dan sulit menghilangkan kebiasaannya dalam pelaksanaan proses belajar-mengajar seperti; tertidur saat proses pembelajaran berlangsung, kedapatan bermain game online, dan menganggap guru sebagai teman sebaya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Persepsi Peserta Didik Terhadap Pembelajaran Daring Dimasa Pandemi Covid-19 Di MTS Nurul Iman Sebatik Timur. Persepsi dapat diartikan sebagai pengalaman mengenai suatu objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang didapatkan dengan menyimpulkan hasil dari informasi dan penafsiran pesan. Terkait persepsi ada beberapa indikatornya yaitu teknis, pembelajaran, dan fasilitas. Berdasarkan hasil penelitian, maka terlihat skor hasil penelitian persepsi peserta didik terhadap pembelajaran daring dimasa pandemi covid-19 di MTs Nurul Iman Sebatik Timur, yaitu menunjukkan pada kategori tidak setuju. Hal tersebut didukung dari analisis data secara keseluruhan, terdapat 45%, dan pada perindikator, terdapat 45% pada indikator teknis, 46% pada indikator pembelajaran, dan 53% pada indikator fasilitas. Hal tersebut terlihat jelas bahwa siswa-siswa di di MTs Nurul Iman Sebatik Timur tidak memahami pembelajaran online, hal tersebut di pengaruhi oleh kurangnya fasilitas, seperti banyak siswa yang jarang mengikuti pembelajaran daring atau terlambat dalam mengikuti pembelajaran daring, tenaga pengajar yang kurang dan sekolah atau gedung yang ditempati pun masih satu atap dengan SMK Nurul Iman Sebatik Timur, jaringan yang tidak stabil, kuota internet yang tidak ada. Sehingga, kondisi tersebut kurang maksimal dalam proses belajar mengajar. Secara teknis meliputi, kurangnya konsisten baik dari pihak guru maupun peserta didik dalam menyampaikan dan mendengarkan pembelajaran, seperti guru yang hanya memberikan tugas selama pembelajaran daring tanpa menjelaskan materi pembelajaran terlebih dahulu dan peserta didik yang sering mengabaikan materi pembelajaran yang diberikan oleh guru. Kemudian persepsi pada aspek pembelajaran yaitu suatu informasi yang tidak diterima dengan baik, faktor eksternal yang menyebabkan peserta didik tidak dapat menyerap informasi dengan baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sejak awal kemunculan COVID-19 di Indonesia pada awal bulan maret 2020, virus COVID-19 telah memberikan dampak terhadap berbagai bidang dalam kehidupan masyarakat Indonesia terutama berdampak pada bidang pendidikan. Pembelajaran yang mulanya dilakukan secara luring, selama pandemi COVID-19 pembelajaran dilakukan secara daring. Salah satu platform yang dapat digunakan dalam penyampaian materi selama pembelajaran daring adalah dengan menggunakan aplikasi whatsapp yang dimana guru mengharapkan siswa dapat memahami materi dan mendapatkan hasil belajar yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi whatsapp terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran daring di kelas V-F di SDN Utama 2 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian ex-post facto. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel bebas (independent) Aplikasi Whatsapp dan variabel terikat (dependent) Hasil Belajar. Taknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, kuesioner (angket), dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh penggunaan aplikasi whatsapp terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran daring di kelas V-F SDN Utama 2 Tarakan. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji t diperoleh bahwa hasil analisis pengujian thitung sebesar 1,543. Karena nilai thitung ttabel yaitu 1,543 1,703 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis o (Ho) diterima dan hipotesis alternatif (Ha) ditolak. Kemudian dari hasil uji koefisien determinasi pada regresi dapat diketahui bahwa nilai R-square 0,081, yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas (Penggunaan Aplikasi Whatsapp) terhadap variabel terikat (Hasil Belajar Siswa) adalah sebesar 8,1% sedangkan sisanya 91,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini betujuan untuk mengetahui perbedaan serta efektivitas pembelajaran luring dan daring di masa pandemi Covid-19 pada mata pelajaran IPA kelas VIII di SMP Negeri 4 Tarakan. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif studi komparatif dengan jenis penelitian kuantitatif. Subjek penelitian yaitu siswa SMP Negeri 4 Tarakan kelas VIII dan sampel yang digunakan berjumlah 182 siswa. Data dari penelitian ini diperoleh berdasarkan hasil belajar siswa yang dianalisis dengan uji paired sample t-Test menggunakan program SPSS 23 for windows dan wawancara. Hasil uji paired sample t-Test, diketahui bahwa nilai Sig.(2-tailed) pada hasil penilaian akhir semester siswa kelas 8.1 hingga 8.6 yaitu lebih kecil dari 0.05 atau Sig.(2-tailed)0.05, artinya terdapat perbedaan signifikan pada hasil penilaian akhir semester siswa pada pembelajaran luring dengan pembelajaran daring. Pada penelitian ini dikatakan bahwa pembelajaran luring lebih efektif dibandingkan pembelajaran daring. Sekitar 80% siswa yang mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal pada pembelajaran luring, sedangkan pada pembelajaran daring hanya sekitar 30% siswa yang mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Persepsi siswa merupakan kemampuan psikologis siswa untuk mengolah dan menganalisis suatu peristiwa yang telah dilakukan. Perubahan persepsi yang disebabkan perubahan sistem pembelajaran menjadi daring pada masa pandemi covid-19 yang akan mempengaruhi ketercapaian pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi kurang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa SMA dan MA Negeri kelas XI terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran biologi selama pandemi covid-19. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian survei dengan wawancara. Data dari penelitian ini diperoleh melalui wawancara dengan siswa kelas XI pada empat sekolah di SMA dan MA negeri di Kota Tarakan yang menjadi sumber utama dan didukung dengan data angket serta data dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi siswa SMA dan MA kelas XI terhadap pembelajaran biologi daring secara umum sudah tergolong baik. Persepsi siswa dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran biologi berupa media pembelajaran, bahan ajar, dan proses pembelajaran. Persepsi siswa terhadap media pembelajaran baik. Persepsi siswa terhadap bahan ajar baik. Persepsi siswa terhadap proses pembelajaran kurang baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Analisis Kesulitan Guru Matematika Dalam Menerapkan Pembelajaran Daring di MTs Negeri Malinau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan apa yang dialami oleh guru matematika selama melakukan proses pembelajaran daring. Jenis penelitian skripsi ini adalah penelitian lapangan (field research) kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi sumber data primer yakni wawancara dan sumber data sekunder yang dapat menunjang penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kesulitan guru berupa gangguan jaringan, terbatasnya fasilitas HP dan kuota internet, kesulitan dalam penyampaian materi, kurangnya pemahaman siswa, beberapa siswa tidak aktif dan orang tua siswa tidak membimbing siswa dalam belajar. (2) Faktor kesulitan yang dialami oleh guru matematika MTs Negeri Malinau ialah faktor eksternal yakni sulitnya kondisi alam, biaya, tidak terbiasa belajar mandiri dan kesibukan orang tua; Solusi yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan yang ada selama pelaksanaan pembelajaran daring yaitu diantaranya dengan menyediakan tugas offline, guru rutin melakukan komunikasi dengan orang tua peserta didik dan pemberian fasilitas paket data kepada guru. Sehingga dapat disimpukan bahwa kesulitan yang dihadapi guru matematika selama pembelajaran daring adalah kendala umum yang dapat dialami oleh guru lain, tidak ada kesulitan khusus yang hanya dialami oleh guru matematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kesulitan belajar IPA yang di alami siswa dalam pembelajaran daring dari aspek minat belajar dan sarana prasarana. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII G SMP Negeri 5 Tarakan sebanyak 28 orang. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket kesulitan belajar peserta didik, dimana di dalam angket ini aspek yang dilihat adalah minat belajar dan sarana prasarana. Teknik analisis data pada penelitian ini digunakan untuk melihat persentase yang diperoleh pada masing-masing item pernyataan yang kemudian ditafsirkan ke dalam kriteria jawaban yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kesulitan belajar IPA siswa secara Daring dari aspek minat belajar dengan persentase keseluruhan sebesar 63,78% yaitu dengan kategori sebagian besar memiliki kesilitan belajar dari aspek minat belajar; (2) Kesulitan belajar IPA siswa secara Daring dari aspek sarana dan prasarana memiliki persentase rata-rata keseluruhan 68,63% yaitu dengan kategori sebagian besar siswa mendapatkan kesulitan belajar dari aspek sarana dan prasarana. This research aims to describe how the level of learning difficulty in learning science faced by students in online learning from the aspects of learning interest and learning facilities, This research employed quantitative descriptive research The research subject was Seventh Grade Students of SMP Negeri 5 Tarakan, namely G Class, consisting of 28 students. The research instrument was a questionnaire that consisted of the learning interest and learning facilities aspect. The data analysis technique was used to describe the percentage for each statement item which was then interpreted into the predetermined answer criteria. The research results showed that (1) the learning difficulty in learning science Online indicated overall 63,78%, which means that most students faced learning difficulties in the aspects of learning interest; (2) related to the online learning facilities, students faced difficulties 68 63%. It means that most students needed help with learning facilities and infrastructure.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan belajar siswa kelas XII IIS SMA Hang Tuah Tarakan pada pembelajaran daring dan untuk mengetahui kebiasaan belajar siswa kelas XII IIS SMA Hang Tuah Tarakan ditinjau dari masing-masing indikator kebiasaan belajar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 90 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan belajar siswa kelas XII IIS SMA Hang Tuah Tarakan pada pembelajaran daring berkategori sedang dengan persentase 62,22 %, dan kebiasaan belajar siswa ditinjau dari masing-masing indikator kebiasaan belajar memiliki persentase 68,89 % pada indikator pembuatan jadwal dan pelaksanaannya, indikator membaca dan membuat catatan memiliki persentase 70 %, indikator mengulangi bahan pelajaran memiliki persentase 67,78 %, indikator konsentrasi memiliki persentase 58,89 %, dan pada indikator mengerjakan tugas memiliki persentase 58,89 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilakukan di SMP Negeri 7 Tarakan secara daring selama kegiatan belajar mengajar dengan tujuan untuk mengetahui kesulitan yang dialami siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Tarakan dalam belajar matematika. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar angket. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan bantuan microsoft excel untuk menganalisis data hasil penelitian. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 7 Tarakan yang berjumlah 111 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Tarakan mengalami kesulitan belajar. Kesulitan yang dialami siswa adalah kesulitan teknis, kesulitan pelaksanaan pembelajaran dan kesulitan faktor eksternal. Sebanyak (16%) siswa sangat tidak setuju, (26%) tidak setuju, (34%) setuju, dan (24%) sangat setuju yang mengalami kesulitan teknis, sebanyak (16%) siswa sangat tidak setuju, (27%) tidak setuju, (38%) setuju, dan (19%) sangat setuju mengalami kesulitan pelaksanaan pembelajaran, dan sebanyak (11%) siswa sangat tidak setuju, (23%) tidak setuju, (36%) setuju dan (30%) sangat setuju yang mengalami kesulitan faktor eksternal.