ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa kelas II-B SDN 013 Tarakan yang mengalami kesulitan dalam membaca permulaan, seperti belum mampu mengenal huruf dengan baik, membaca secara terbata-bata, mengalami kesulitan menggabungkan suku kata menjadi kata, serta kurang memahami isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II-B SDN 013 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru kelas II-B dan siswa yang mengalami kesulitan membaca permulaan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes membaca permulaan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan membaca permulaan dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya motivasi belajar, rendahnya minat belajar, dan kurangnya konsentrasi. Siswa dengan motivasi dan minat belajar yang rendah cenderung kurang bersemangat, mudah bosan, jarang berlatih membaca, serta membutuhkan dorongan dan bimbingan guru. Kurangnya konsentrasi juga menyebabkan siswa mudah terdistraksi dan mengalami kesalahan dalam membaca. Faktor eksternal meliputi kurangnya dukungan orang tua dan rendahnya pembiasaan belajar di rumah. Beberapa siswa kurang mendapatkan pendampingan orang tua karena kesibukan bekerja dan belum memiliki kebiasaan membaca secara rutin di rumah. Faktor yang paling berpengaruh berdasarkan hasil penelitian adalah kurangnya dukungan orang tua dan rendahnya kebiasaan membaca di rumah. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara guru, orang tua, dan siswa untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran IPAS dapat dipengaruhi oleh faktor internal dari dalam diri siswa, baik aspek fisiologis maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa dalam belajar IPAS di kelas V-A SDN 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas enam siswa kelas V-A yang ditentukan. Pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan sumber. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Faktor internal yang diteliti meliputi aspek fisiologis dengan sub-indikator kelemahan fisik serta aspek psikologis yang meliputi sikap dalam mengikuti pembelajaran, minat dan bakat, serta motivasi dalam belajar. Aspek kelemahan fisik, ada siswa menunjukkan hambatan penglihatan yang dapat memengaruhi proses pembelajaran, sedangkan siswa lainnya tidak menunjukkan hambatan fisik yang berarti. Aspek sikap dalam mengikuti pembelajaran, siswa menunjukkan sikap baik dan lainnya cukup baik. Aspek minat dan bakat, siswa tergolong baik dan lainnya cukup baik. Aspek motivasi dalam belajar, siswa tergolong baik hanya satu siswa yang tergolong cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa setiap siswa memiliki kondisi faktor internal yang berbeda pada aspek fisiologis dan psikologis yang dapat memengaruhi proses pembelajaran IPAS. Oleh karena itu, guru perlu memperhatikan kondisi dan kebutuhan masing-masing siswa serta menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai untuk membantu mengatasi kesulitan belajar siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kesulitan merupakan kondisi di mana individu mengalami hambatan atau kesukaran dalam memahami, mengaplikasikan, atau menyelesaikan tugas tertentu, yang dapat disebabkan oleh faktor internal seperti kurangnya pemahaman konsep atau eksternal seperti metode pembelajaran yang kurang efektif. Penyelesaian soal ANBK merupakan proses evaluasi kemampuan siswa dalam mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer, khususnya pada domain numerasi yang mencakup literasi matematika, di mana siswa harus menjawab soal-soal yang mengukur kompetensi minimum melalui platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa kelas VI-A SDN 032 Tarakan dalam menyelesaikan soal ANBK numerasi pada domain aljabar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 15 siswa sebagai subjek yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kategori kesulitan (tinggi, sedang, rendah) menggunakan standar deviasi. Teknik pengumpulan data meliputi tes soal numerasi dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta triangulasi untuk memastikan keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan utama siswa meliputi: pemahaman konsep dasar matematika seperti operasi hitung; interpretasi maksud soal cerita panjang; penyusunan kalimat matematika; dan penyelesaian masalah aljabar. Berdasarkan kategorisasi, 2 siswa mengalami kesulitan tinggi, 5 sedang, dan 8 rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kesulitan tersebut disebabkan oleh kurangnya penguasaan konsep dasar dan kesulitan memproses soal cerita. Saran untuk guru adalah meningkatkan latihan konsep dasar dengan variasi soal; untuk siswa adalah berlatih lebih intensif pada soal cerita; dan untuk peneliti selanjutnya adalah mengeksplorasi faktor penyebab kesulitan secara lebih mendalam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan membaca pada siswa kelas IIB di SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 19 Mei hingga 19 Juni 2025 dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa yang teridentifikasi mengalami kesulitan membaca. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi yang mendalam mengenai faktor-faktor penyebab kesulitan membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab kesulitan membaca siswa terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. (1) Faktor internal meliputi aspek kognitif, psikologis, dan fisiologis. Pada aspek kognitif, ditemukan bahwa dua siswa mengalami kesulitan mengenali dan memahami kata-kata panjang serta memiliki daya ingat yang lemah terhadap kosakata baru. Pada aspek psikologis, siswa menunjukkan rasa cemas, gugup, dan kurang percaya diri saat diminta membaca di depan kelas, yang berdampak pada kelancaran membaca. Sedangkan pada aspek fisiologis, sebagian siswa mengalami kendala penglihatan seperti huruf tampak buram atau mirip satu sama lain sehingga memengaruhi kemampuan membaca. (2) Faktor eksternal meliputi lingkungan sekolah dan lingkungan rumah. Lingkungan sekolah telah menyediakan fasilitas belajar yang cukup baik seperti buku bacaan dan perhatian khusus dari guru, namun pengaruh teman sebaya dan motivasi siswa juga berperan penting. Sementara itu, di lingkungan rumah, dukungan orang tua dan suasana belajar yang kondusif turut menentukan perkembangan kemampuan membaca anak. Meskipun sebagian besar lingkungan rumah sudah mendukung, kebiasaan dan disiplin belajar anak masih menjadi tantangan utama.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang diterapkan pada pendidikan di Indonesia saat ini. Terdapat beberapa pembaharuan atau perubahan dari kurikulum sebelumnya yang membuat guru kesulitan dan memerlukan waktu untuk adaptasi pada kurikulum merdeka. Kesulitan guru dalam menyusun modul ajar adalah salah satu masalah yang sedang terjadi pada kurikulum merdeka ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan apa saja yang dialami guru dalam penyusunan modul ajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa guru mengalami kesulitan dalam penyusunan modul ajar. Letak kesulitan guru yang pertama adalah kesulitan memahami Profil Pelajar Pancasila yang mana faktor penyebabnya adalah keberagaman karakteristik siswa dan minimnya pengetahuan guru tentang profil pelajar Pancasila. Kedua yaitu kesulitan merumuskan capaian pembelajaran menjadi tujuan pembelajaran dan faktor penyebabnya adalah kurangnya kompetensi guru dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Ketiga yaitu kesulitan dalam menentukan model dan metode pembelajaran yang faktor penyebabnya adalah sarana dan prasarana yang terbatas dan minimnya kompetensi guru dalam penggunaan teknologi. Keempat adalah kesulitan dalam menyusun asesmen diagnostic yang mana faktornya penyebabnya adalah tidak memiliki rubrik penilaian asesmen diagnostik. Selanjutnya asesmen formatif yang faktornya penyebabnya adalah keterbatasan waktu pembelajaran di kelas. Berikutnya asesmen sumatif yang mana kesulitannya terdapat pada pemberian nilai khususnya soal uraian. Oleh karna itu, diharapkan guru untuk terus meningkatkan pemahaman dan kompentensi dalam menyusun modul ajar serta diharapkan pihak sekolah dapat memberi dukungan seperti mengadakan pelatihan dan menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran. The curriculum that is currently implemented in Indonesian schools is Merdeka curriculum. It takes time for teachers to adjust to Merdeka curriculum because of a number of updates or modifications from the latest curriculum. One of the issues with this autonomous curriculum at the moment is the challenge faced by teachers in creating lesson plans. The purpose of this study was to identify the challenges faced by teachers when designing the lesson plans. The method employed in this study was descriptive qualitative. The results of this study indicated that teachers experienced some challenges in compiling teaching modules. The first challenge of teachers was the difficulty in understanding the Pancasila Student Profile, the causative factors of which were the diversity of student characteristics and the lack of teacher knowledge about the Pancasila student profile. Second, the challenge in formulating learning outcomes into learning objectives and the causative factor was the lack of teacher competence in formulating learning objectives. Third, the challenge in determining learning models and methods, the causative factors of which were limited facilities and infrastructure and the lack of teacher competence in using technology. Fourth, the challenge in compiling diagnostic assessments, the causative factor of which was not having a diagnostic assessment rubric. Furthermore, formative assessments, the causative factor of which was the limited learning time in class. Next was the summative assessment where the challenge lied in giving marks, especially for descriptive questions. Therefore, the teachers are expected to continue to improve their understanding and competence in compiling teaching modules and it is expected that the school can provide support such as holding training and providing the facilities and infrastructure needed in the learning process.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DESKRIPSI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V DI SDN 007 TARAKAN ABSTRAK Wiwik wijayanti, 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar matematika yang dialami oleh siswa kelas V di SDN 007 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar matematika pada siswa, antara lain faktor diri sendiri seperti motivasi belajar yang rendah, pemahaman konsep dasar yang kurang, dan tingkat kecemasan yang tinggi. Selain itu. Faktor lingkungan keluarga seperti dukungan orang tua dan keluarga, sangat berpengaruh terhadap perkembangan siswa terutama dalam hal memberikan masukan dan motivasi bagi siswa untuk belajar yang menyebabkan rajin atau tidaknya siswa untuk mengulang pelajaran dirumah. Faktor lingkungan sekolah seperti cara guru menjelaskan materi yang tidak mudah dipahami, metode pengajaran yang kurang efektif, keterbatasan media pembelajaran, faktor lingkungan masyarakat tidak menjadi faktor yang mempunyai pengaruh besar dalam kesulitan belajar siswa. Penelitian ini menemukan bahwa kesulitan dalam memahami konsep-konsep matematika dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian menjadi tantangan utama bagi siswa. Beberapa siswa juga mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal cerita yang memerlukan pemahaman lebih mendalam dan kemampuan berpikir kritis. Penggunaan metode pengajaran yang monoton dan tidak variatif membuat siswa merasa bosan dan kurang termotivasi untuk belajar matematika. Selain itu, kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik dan interaktif juga menyebabkan siswa tidak tertarik untuk mengikuti pelajaran. media pembelajaran yang lebih menarik serta memberikan perhatian lebih kepada siswa yang mengalami kesulitan. Selain itu, peran orang tua dalam mendukung proses belajar anak di rumah juga sangat penting untuk membantu mengatasi kesulitan belajar matematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kesulitan siswa dalam memahami materi operasi hitung campuran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan dan faktor penyebab kesulitan siswa kelas II-A SD Negeri 035 Tarakan dalam memahami materi operasi hitung campuran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 4 siswa mewakili subjek penelitian. Data dianalisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan jenis kesulitan yang dialami siswa dalam memahami materi operasi hitung campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelemahan dalam berhitung dialami oleh subjek S1,S2, S3, dan S4 dimana S1 keliru dalam menempatkan angka yang akan dikerjakan serta S1 kurang tepat dalam menggunakan bilangan yang akan digunakan selanjutnya, kemudian S2 kesulitan dalam menentukan hasil karena subjek S2 tidak menggunakan cara menurun, selanjutnya S3 sudah benar menggunakan cara menurun namun kurang tepat dalam menempatkan angka sehingga menemukan hasil akhir yang kurang tepat. S4 kurang tertarik pada pembelajaran matematika sehingga S4 tidak bisa berhitung. Kesulitan dalam mentransfer pengetahuan yang dialami oleh subjek S2 dan S4 yaitu subjek S2 beranggapan bahwa ia telah selesai mengerjakan soal yang diberikan. Sedangkan S4 ia kesulitan dalam mentukan operasi hitung yang akan digunakan karena S4 belum bisa membaca. Pemahaman bahasa matematika yang kurang yang dialami oleh subjek S1,S2, dan S4 terjadi karena subjek tersebut kurang tepat dalam memahami soal yang diberikan. S1 sesekali keliru dalam menentukan operasi hitung yang akan digunakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesulitan membaca sering didefinisikan sebagai gejala kesulitan dalam memperlajari komponen-komponen kata dan kalimat, sedangkan kesulitan menulis ialah kesulitan mengekspresikan pikiran dalam bentuk lambang-lambang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan membaca dan menulis yang dialami siswa kelas III SD 002 Muhammadiyah Nunukan. Dan faktor-faktor apa yang menyebabkan kesulitan membaca dan menulis tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan membaca dan menulis siswa yang dikonfirmasi dengan proses wawancara dan observasi. Sebanyak 15 siswa kelas III menjadi partisipan dalam penelitian dan mengikuti tes yang diberikan. Setelah ini peneliti memilih 4 siswa kelas III yang dari hasil tes diketahui mengalami kesulitan membaca dan menulis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa memang masih adanya terdapat kesulitan membaca dan menulis yang dialami siswa. Berdasarkan hasil tes yang diikuti siswa tersebut dimana kesulitan membaca yang dialami siswa antara lain: siswa belum lancar dalam membaca, masih terbata-bata dalam mengeja, siswa sulit membedakan huruf yang bentuknya hampir mirip, siswa banyak melakukan kesalahan dengan menganti kata, mengulang kata, dan menghilangkan kata, karena kesulitan-kesulitan tersebutlah siswa banyak melakukan kesalahan. Dan hasil tes keterampilan menulis menunjukan bahwa memang masih adanya kesulitan yang dialami siswa antara lain; siswa terlambat dalam mengumpulkan tugas, tulisan tidak rapi, tulisan tidak bisa dibaca atau terlalu jelek, siswa banyak menghilangkan huruf dalam kata, dan siswa menulis dengan huruf besar dan kecil yang tidak beraturan, penggunaan tanda baca tidak tepat dan benar. Adapun faktor-faktor penyebab kesulitan membaca dan menulis siswa terbagi atas dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa selama pembelajaran daring era pandemi covid-19. Jenis penelitian survei dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Responden penelitian berjumlah 103 siswa SMA Hang Tuah kelas X MIPA. Data diperoleh berdasarkan hasil kuisioner dan wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh tentang kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran daring mata pelajaran biologi di SMA Hang Tuah Tarakan masuk kategori sedang dengan persentase 62%. Sedangkan kesulitan pada aspek siswa dengan persentase kesulitan 60%, siswa sulit mengikuti pembelajaran daring biologi. Pada aspek materi pelajaran dengan persentase kesulitan 60%, siswa kurang memahami materi yang diberikan karena materi biologi abstrak. Pada aspek metode pelajaran dengan persentase kesulitan siswa 60%, metode mengajar guru yang monoton sehingga siswa cepat bosan. Pada aspek alat pelajaran dengan persentase kesulitan 57%, yaitu spesifikasi alat pendukung pembelajaran berupa gadget dimana memorinya terbatas. Adapun aspek yang terakhir pada aspek penugasan dengan persentase kesulitan siswa 70% dimana beban tugas siswa bertambah.