ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya konflik sosial yang dialami oleh tokoh-tokoh dalam novel 24/7 Menjaga Cinta Sejati karya Sabrina Febrianti, yang mencerminkan berbagai persoalan dalam kehidupan bermasyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk-bentuk konflik sosial berupa kontravensi dan pertentangan yang terdapat dalam novel 24/7 Menjaga Cinta Sejati karya Sabrina Febrianti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk konflik sosial berupa kontravensi dan pertentangan dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data penelitian adalah novel 24/7 Menjaga Cinta Sejati karya Sabrina Febrianti yang diterbitkan oleh Rain Books cetakan ketiga tahun 2021. Data penelitian berupa kutipan narasi maupun dialog yang mengandung konflik sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca, teknik catat, dan teknik klasifikasi, sedangkan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk konflik sosial dalam novel ini terwujud melalui proses sosial disosiatif berupa kontravensi dan pertentangan pribadi. Bentuk kontravensi meliputi kontravensi umum, kontravensi sederhana, kontravensi intensif, kontravensi rahasia, dan kontravensi taktis yang diekspresikan melalui sikap tidak senang, kecurigaan, sindiran, keengganan berinteraksi, hingga taktik terselubung antartokoh. Sementara itu, bentuk pertentangan yang ditemukan berupa pertentangan pribadi yang diekspresikan melalui perdebatan emosional, gertakan, ancaman, hingga kekerasan fisik. Tokoh Kajen (Kazena Rosan) dan Albar Gibadesta menjadi tokoh yang paling dominan terlibat dalam dinamika konflik tersebut. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa konflik sosial dalam novel tidak hanya berfungsi sebagai penggerak alur cerita, tetapi juga merepresentasikan dinamika hubungan sosial yang dipengaruhi oleh perbedaan kepentingan, perasaan, dan tujuan di antartokoh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi keadilan pajak, transparansi pemerintah, dan sikap moral terhadap niat menghindari pajak pada wajib pajak orang pribadi di Kota Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden yang dipilih secara purposif, dengan kriteria memiliki NPWP dan pernah menjalankan kewajiban perpajakan. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, dan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan seluruh item valid, seluruh variabel reliabel, serta model memenuhi asumsi klasik. Secara parsial, persepsi keadilan pajak, transparansi pemerintah, dan sikap moral berpengaruh negatif signifikan terhadap niat menghindari pajak, masing-masing dengan nilai signifikansi 0,001; 0,036; dan 0,006. Ketiganya juga berpengaruh signifikan secara simultan (nilai signifikansi 0,000). Koefisien determinasi sebesar 0,5405 menunjukkan bahwa ketiga variabel menjelaskan 54,05% variasi niat menghindari pajak, sedangkan 45,95% sisanya dijelaskan oleh faktor lain. Dengan demikian, semakin tinggi persepsi keadilan pajak, transparansi pemerintah, dan sikap moral, semakin rendah niat menghindari pajak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Perkembangan teknologi informasi dan transaksi elektronik telah meningkatkan penggunaan kartu kredit sebagai sarana pembayaran dalam berbagai aktivitas ekonomi masyarakat. Di sisi lain, perkembangan tersebut juga menimbulkan risiko penyalahgunaan data pribadi yang berkaitan dengan informasi kartu kredit melalui berbagai bentuk tindak pidana siber. Penyalahgunaan data pribadi dalam transaksi kartu kredit tidak hanya menimbulkan kerugian bagi pemilik data, tetapi juga menimbulkan persoalan hukum terkait penentuan bentuk tindak pidana dan pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk tindak pidana penyalahgunaan data pribadi dalam transaksi kartu kredit serta pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Sumber bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan nonhukum yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyalahgunaan data pribadi dalam transaksi kartu kredit dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk perbuatan, antara lain akses tanpa hak terhadap sistem elektronik, intersepsi data elektronik, penguasaan dan pemindahan data elektronik, serta manipulasi data elektronik melalui praktik cloning kartu kredit. Perbedaan karakteristik perbuatan tersebut berimplikasi pada perbedaan dasar hukum yang digunakan dalam menentukan pertanggungjawaban pidana. Ketentuan dalam UU ITE lebih tepat diterapkan terhadap perbuatan yang berkaitan dengan akses, penguasaan, dan manipulasi data elektronik, sedangkan ketentuan dalam UU PDP lebih tepat digunakan terhadap perbuatan penggunaan data pribadi tanpa persetujuan pemilik data. Oleh karena itu, penerapan pertanggungjawaban pidana harus disesuaikan dengan karakteristik perbuatan yang dilakukan guna menjamin kepastian hukum dan perlindungan data pribadi dalam transaksi elektronik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PELANGGARAN HAK PRIVASI DALAM KEGIATAN FOTOGRAFI DI RUANG PUBLIK DALAM RANGKA KOMERSIALISASI VIDEO JOGING Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum di Indonesia terhadap pelanggaran hak privasi individu yang direkam tanpa izin di ruang publik serta untuk merumuskan bentuk perlindungan hukum yang seharusnya diberikan terhadap individu yang citra dirinya digunakan dalam praktik komersialisasi video joging Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konspetual, dan pendekatan kasus bila diperlukan. Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan non hukum yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan studi dokumen, kemudian secara kualitatif-preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan terhadap hak privasi dalam sistem hukum Indonesia pada dasarnya telah memiliki landasan normatif dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi, Undang-Undang Hak Cipta, dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Namun demikian, pengaturan tersebut masih tersebar dalam beberapa rezim hukum dan belum secara khusus mengatur komersialisasi video orang lain di ruang publik melalui platform digital. Oleh jarena itu, perlindungan hukum yang ideal harus diberikan secara berbasis melalui persetujuan yang sah. Pembatasan penggunaan komersial potret, mekanisme penghapusan konten, tanggung jawab platform digital, gugatan perdata, serta kemungkinan penerapan sanksi pidana secara proporsional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek kepribadian tokoh dalam novel Hello karya Tere Liye dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud yang meliputi id, ego, dan superego. Kajian ini difokuskan pada tokoh utama, yaitu Ana, Tigor, dan Hesty, yang dalam alur cerita mengalami berbagai konflik batin serta dinamika kejiwaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kutipan narasi dan dialog yang menunjukkan adanya unsur id, ego, dan superego dalam novel. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh sebanyak 139 data yang terbagi menjadi 41 data id, 63 data ego dan 35 data superego. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik baca, simak dan teknik pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga struktur kepribadian menurut Freud tampak jelas dalam perkembangan karakter tokoh. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa, ditemukan 139 data yang mengandung aspek kepribadian, yang terbagi menjadi 41 data id, 63 data ego, dan 35 data superego. Data tersebut menunjukkan bahwa aspek ego merupakan aspek kepribadian yang paling dominan dalam novel Hello, karena tokoh-tokohnya lebih sering mempertimbangkan realitas, situasi sosial, dan konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa novel Hello karya Tere Liye mengandung representasi aspek kepribadian id, ego, dan superego yang nyata melalui karakter Ana, Tigor, dan Hesty, dan ketiganya berperan penting dalam membangun konflik serta perkembangan alur cerita.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK URGENSI PERLINDUNGAN HUKUM DATA PRIBADI PASIEN DALAM PELAYANAN KESEHATAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TUTY MARLIYANTHI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi perlindungan hukum terhadap data pribadi pasien dalam pelayanan kesehatan berbasis teknologi informasi dan komunikasi, serta mengkaji bentuk tanggung jawab penyelenggara pelayanan kesehatan dalam menjaga kerahasiaan dan keamanan data tersebut. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah, pertama, apa urgensi perlindungan hukum data pribadi pasien dalam pelayanan kesehatan, dan kedua, bagaimana bentuk tanggung jawab penyelenggara pelayanan kesehatan dalam melindungi data pribadi pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konsep. Sumber bahan hukum terdiri atas peraturan perundang-undangan, doktrin, literatur akademik, serta instrumen hukum internasional yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum data pribadi pasien merupakan suatu urgensi karena menyangkut hak fundamental atas privasi, martabat manusia, dan rasa aman pasien dalam menerima pelayanan kesehatan. Selain itu, penyelenggara pelayanan kesehatan memiliki tanggung jawab hukum untuk menerapkan prinsip-prinsip perlindungan data, meliputi persetujuan pasien, kerahasiaan, transparansi, keamanan, serta akuntabilitas dalam pengelolaan data. Sebagai rekomendasi, diperlukan penguatan regulasi perlindungan data pribadi dalam sektor kesehatan, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) keamanan digital di fasilitas kesehatan, serta peningkatan literasi digital baik bagi tenaga medis maupun pasien. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan kesehatan dapat berjalan seiring dengan perlindungan hak pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa terkait kemampuan kepribadian dan sosial guru BK dalam melaksanakan layanan konseling di sekolah. Kemampuan ini sangat penting karena membantu dalam menciptakan hubungan konseling yang aman, nyaman, dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis explanatory survey dan menggunakan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 98 siswa dari SMA Negeri di Kota Tarakan yang diambil dengan teknik purposive sampling. Alat pengukur yang dipakai adalah skala Guttman, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda melalui uji F, uji t, dan koefisien determinasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kepribadian dan sosial berpengaruh signifikan secara bersamaan terhadap efektivitas layanan konseling, dengan nilai R² sebesar 0,230, yang menunjukkan bahwa kedua variabel ini memberikan kontribusi sebesar 23% terhadap kualitas layanan konseling. Secara parsial, kemampuan sosial menunjukkan pengaruh yang lebih kuat dibandingkan dengan kemampuan kepribadian, menandakan bahwa keterampilan guru BK dalam menjalin komunikasi yang positif dan empatik dengan siswa sangat penting. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa penguatan kemampuan kepribadian dan sosial guru BK adalah kunci untuk meningkatkan profesionalisme dan mempererat hubungan konseling serta meningkatkan keterbukaan dari siswa. Dengan demikian, sekolah diharapkan dapat menyelenggarakan pelatihan yang berkelanjutan dan menguatkan sistem dukungan layanan sehingga efektivitas konseling dapat lebih optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana phishing yang mengakibatkan penyalahgunaan data pribadi, dengan fokus pada Putusan Nomor 764/Pid.Sus/2022/PN Pbr. Phishing merupakan salah satu bentuk kejahatan siber yang berkembang pesat dan berpotensi merugikan individu secara finansial maupun psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidana pelaku dan pertimbangan hukum majelis hakim dalam menjatuhkan putusan. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kasus dan perundang-undangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaku terbukti melakukan tindak pidana dengan niat jahat (mens rea) dan tindakan melawan hukum (actus reus), sebagaimana diatur dalam Pasal 30, 35, dan 51 Undang-Undang ITE serta Pasal 378 KUHP. Hakim mempertimbangkan kerugian korban, modus operandi pelaku, dan alat bukti digital dalam menjatuhkan hukuman pidana. Penelitian ini menegaskan urgensi penegakan hukum siber dan perlindungan data pribadi dalam era digital.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara signifikan sistem transaksi dalam sektor perbankan, namun juga membawa risiko terhadap keamanan data pribadi nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaturan hukum serta pertanggungjawaban bank dalam melindungi data pribadi nasabah pada transaksi perbankan digital. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan studi kasus, termasuk insiden kebocoran data di Bank Syariah Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah memiliki berbagai regulasi seperti Undang- Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, serta sejumlah peraturan teknis dari OJK dan Kominfo, implementasi perlindungan data masih belum optimal. Ditemukan kelemahan pada aspek substansi hukum, struktur pengawasan, dan budaya hukum masyarakat yang cenderung permisif. Selain itu, belum terbentuknya lembaga otoritatif pelindung data serta minimnya harmonisasi regulasi menyebabkan ketidakpastian hukum. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan perlunya penguatan regulasi secara terintegrasi, pembentukan lembaga pengawas independen, serta peningkatan literasi hukum dan digital kepada masyarakat. Saran yang diajukan adalah perlunya sinergi antar-lembaga dan penerapan standar keamanan digital yang lebih ketat oleh perbankan guna memberikan perlindungan hukum yang efektif terhadap data pribadi nasabah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
ABSTRAK PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN PENCURIAN DATA PRIBADI DENGAN METODE PHISHING DI INDONESIA Perkembangan teknologi informasi yang pesat membawa dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk meningkatnya tindak kejahatan siber. Salah satu bentuk kejahatan siber yang marak terjadi di Indonesia adalah pencurian data pribadi melalui metode Phishing, yaitu tindakan penipuan dengan menyamar sebagai pihak tepercaya untuk memperoleh informasi sensitif secara ilegal. Phishing kerap memanfaatkan celah psikologis korban, seperti kepanikan atau rasa percaya, sehingga data pribadi seperti kata sandi, informasi rekening, atau nomor identitas dengan mudah dapat dicuri. Kejahatan ini tidak hanya menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga dapat merusak reputasi dan menyebabkan dampak psikologis jangka panjang bagi korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum yang tersedia bagi korban Phishing di Indonesia serta mengevaluasi tantangan dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Sumber data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan yang relevan, doktrin hukum, serta pandangan para ahli di bidang hukum siber dan perlindungan data pribadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap korban pencurian data pribadi melalui Phishing secara normatif telah memadai. Indonesia telah memiliki sejumlah regulasi yang dapat digunakan sebagai dasar perlindungan dan penegakan hukum terhadap pelaku. Namun, tantangan utama justru terletak pada masyarakat. Rendahnya literasi digital, kurangnya kesadaran akan pentingnya menjaga data pribadi, serta sikap pasif dalam melaporkan tindak kejahatan membuat perlindungan hukum yang tersedia menjadi kurang efektif dalam praktik. Oleh karena itu, peningkatan edukasi publik dan sosialisasi hukum menjadi sangat penting guna menciptakan perlindungan hukum yang tidak hanya bersifat formal, tetapi juga substantif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat. TIK menciptakan dunia tanpa batas, memudahkan interaksi, dan meningkatkan produktivitas serta efisiensi di berbagai bidang, seperti ekonomi, budaya, pertahanan, dan hukum. Namun, di sisi lain, kemajuan ini juga membawa dampak negatif, seperti meningkatnya kejahatan siber (cybercrime), khususnya pencurian data pribadi melalui metode phising. Meskipun internet memberikan kemudahan, ia juga menjadi alat untuk tindakan melawan hukum, seperti pencurian data pribadi dengan cara phising, yang merugikan individu dan masyarakat. Pencurian data pribadi melalui phising menjadi ancaman serius di Indonesia. Meskipun telah ada regulasi seperti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), tindak pidana phising ini terus terjadi dikarenakan beberapa faktor dan penegakan hukum masih lemah dikarenakan beberapa hambatan yang dihadapi oleh aparat penegak hukum. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisis terkait dengan faktor penyebab terjadinya dan hambatan dalam penegakan hukum pencurian data pribadi dengan cara phising. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian empiris, yang melihat dan menganalisis interaksi hukum dengan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya pencurian data dengan cara phising ini terbagi menjadi dua faktor yaitu faktor internal yang terdiri dari kurangnya kesadaran masyarakat dan tingkat pendidikan. Kedua, faktor eksternal yang terdiri dari teknologi dan platform digital di media elektronik dan ketiadaannya aturan khusus yang mengatur. Selain itu dalam penegakan hukumnya masih sangat kurang efektif karena mengalami hambatan seperti kurangnya sumber daya manusia dan penegak hukum dibidang siber, kurangnya regulasi yang mengatur, kurangnya pastisipasi dan kepercayaan masyarakat kepada aparat penegak hukum, keterbatasannya teknologi, dan kurangnya koordinasi penegak hukum dengan pihak lain. Sehingga dalam hal ini diperlukaannya pengawasan dan perhatian lebih dari pemerintah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran kepribadian berwirausaha sebagai moderator dalam hubungan sikap keuangan dan pengetahuan keuangan terhadap perilaku manajemen keuangan pada UMKM Kota Tarakan. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling yang diperoleh sebanyak 130 responden. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan SEM-PLS dengan aplikasi WarpPLS versi 8.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap keuangan dan pengetahuan keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku manajemen keuangan, kepribadian berwirausaha tidak memoderasi pengaruh sikap keuangan terhadap perilaku manajemen keuangan, kepribadian berwirausaha memoderasi secara negatif signifikan pengaruh pengetahuan keuangan terhadap perilaku manajemen keuangan. Implikasi teoritis penelitian ini mendukung theory of planned behavior dalam menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku manajemen keuangan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja batasan perbuatan yang dikategorikan sebagai tindak pidana melalui teknologi deepfake, serta upaya perlindungan hukum terhadap tindak pidana siber melalui teknologi deepfake yang melanggar perlindungan data pribadi. Seluruh data yang diperoleh dalam penelitian, baik data primer dan data sekunder akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis normatif. Selain itu dideskripsikan, dengan menelaah permasalahan yang ada. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa batasan perbuatan yang dikategorikan sebagai tindak pidana melalui teknologi deepfake yang melanggar perlindungan data pribadi adalah deepfake yang dimana awalnya digunakan untuk hiburan televisi ataupun kebutuhan konten editing, namun justru disalahgunakan untuk menipu atau memanipulasi orang lain, menggunakan identitas data pribadi atau citra seseorang tanpa izin dan membuat konten yang mengandung unsur tindak pidana, seperti hasil teknologi deepfake ini digunakan untuk menghasilkan konten yang bermuatan pornografi, pencemaran nama baik dan penipuan. Serta upaya perlindungan hukum terhadap tindak pidana siber melalui teknologi deepfake yang melanggar perlindungan data pribadi yang dapat dilakukan melalui upaya preventif dan represif. Dalam kejahatan deepfake ini upaya perlindungan hukum dapat dilakukan dengan melalui peran peraturan perundang-undangan yang relevan dan peran pemerintah yang ada. Beberapa peraturan yang relevan seperti KUHP, UU ITE, UU PDP, dan UU Pornografi. Selain itu, juga dapat dilakukan melalui peran lembaga pemerintah, seperti Kementerian Komunikasi dan Digital, yang sebelumnya merupakan Kementerian Komunikasi dan Informatika, selain itu juga dapat dilakukan melalui satgas dittipidsiber POLRI. Dalam kejahatan deepfake ini, peraturan perundang-undangan yang relevan dan peran pemerintah dapat melakukan pengawasan, pencegahan dan penindakan segala bentuk kejahatan siber, serta juga fokus untuk memulihkan keseimbangan atau memberikan sanksi/balasan kepada pelaku.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
ABSTRAK HESTHY. NPM. 1840602016. Analisis Aspek Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Egosentris Karya Syahid Muhammad. Skripsi. Tarakan:Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing Utama Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S., M.A dan Anggota Pembimbing Achmad Dicky Romadhan,S.Pd., M.Hum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Aspek Kepribadian id,ego, dan superego dalam novel Egosentris karya Syahid Muhammad. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Metode penelitian ini menggunakan kajian psikologi sastra yang berbentuk kaliamat yang berkaitan dengan Aspek Kepribadian Tokoh Utama. Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca, simak, catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik membaca, menyimak, mengidentifikasi, interpetasi, dan infrensi. Teknik penyajian data, dan teknik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Aspek Kepribadian Tokoh Utama dalam novel Egosentris karya Syahid Muhammad terdapat aspek kepribadian yang berfokus pada id mengacu kepada menolak rasa sakit, menolak untuk ketidak nyamanan, sifat penguasa, mementikan diri sendiri. berfokus pada ego mengacu kepada prinsip realita, tempat mengambil sebuah keputusan,untuk penyelesain sebuah masalah. Berfokus pada data superego yang mengacu pada nilai-nilai masyarakat, nilai-nilai moral dan agama.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KEBUTUHAN BELAJAR MATEMATIKA KEPRIBADIAN PESERTA DIDIK INTROVERT DAN EKSTROVERT DI SMK NEGERI 3 TARAKAN ABSTRAK Permasalahan penelitian ini terkait dengan bagaimana kebutuhan belajar metematika peserta introvert dan ekstrovert di SMK Negeri 3 Tarakan. Menganalisis kebutuhan peserta didik peserta didik yang introvert dan ekstrovert di SMK Negeri 3 Tarakan ditinjau dari pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 21 Febuari sampai dengan 15 Maret 2023 semester Genap Tahun Ajaran 2022/2023 di SMK Negeri 3 Tarakan yang berlokasi Jl. Karya Bersama Jl. Bukit Mandiri, Juata Laut, Kec Tarakan Utara, Kota Tarakan, kalimantan Utara. Subjek penelitian adalah 4 mengguakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan analisis dokumen, kemudian teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan menarik, maka keabsahan data penelitian menggunakan teknik triagulasi waktu dan sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebutuhan belajar matematika peserta didik introvert dan ekstrovert SMK Negeri 3 Tarakan yaitu peserta didik membutuhkan strategi pembelajaran berdiferensiasi seperti, konten, proses, produk, lingkungan belajar. Introvert dan ekstrovert yang menyenangkan adalah menginginkan pembelajaran berbasis game dan impian belajar matematika yang mengasikan peserta didik introvert yaitu berbasis game di dalam ruangan dan belajar berkelompok dengan teman dekat. Sedangkan peserta didik ekstrovert berbasis game dan diluar ruangan dengan game yang menyangkut matematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemajuan teknologi memiliki banyak akibat baik secara positif maupun dampak negatif, hal ini ditandai dengan berbagai modus kejahatan menggunakan teknologi atau kejahatan siber (cybercrime). Kejahatan siber yang fenomenal saat ini ialah perbuatan penyebaran data pribadi atau doxing. Secara khusus tidak ada Undang – Undang yang mengatur tentang perlindungan data pribadi. Penelitian ini bertujuan mengetahui perlindungan hukum atas penggunaan data pribadi di media sosial dan penerapan hukum pada perbuatan penyebaran data pribadi atau (doxing) yang dikualifikasikan sebagai tindak pidana. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif. Penelitian ini menunjukan bahwa perlindungan atas data pribadi di media sosial masih mengacu pada ketentuan UU ITE dan pemidanaan kasus penyebaran data pribadi (doxing) diatur dalam beberapa peraturan secara terpisah. Berdasarkan hal ini negara seharusnya mampu memberikan perlindungan dan kepastian hukum terhadap perlindungan data pribadi melalui gagasan pembentukan Undang – Undang khusus perlindungan data pribadi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Leoni Cicilia. 2021.“Analisis Kebutuhan Layanan Pribadi Sosial Siswa Kelas VIII SMP Negeri 8 Tarakan”. Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Borneo Tarakan. Dibimbing oleh Ibu Siti Rahmi, S.Sos I.,M.Pd, Selaku Pembimbing Utama dan Bapak Riski Sovayunanto, S.Psi.,M.Si, Selaku Pembimbing anggota. Penelitian ini adalah penelitian jenis survei dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan layanan pribadi sosial siswa kelas VIII smp negeri 8 tarakan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposeful sampling, karena pengambilan sampel dan populasi peneliti memilih informan berdasarkan karekteristik yang dibutuhkan untuk mendapatkan informasi pemahaman tentang masalah yang akan diteliti. Hal ini menunjukan bahwa masih banyak siswa yang mengalami permasalahan pribadi sosial dalam pertemanan, persahabatan, dan percintaan. Dapat diketahui bahwa siswa yang membutuhkan bantuan guru BK untuk permasalahan dalam pertemanan, persahabatan dan percintaan sebanyak 40 responden dengan presentase 60,0%, sisanya 35 responden dengan presentase 53,0% yang berangapan tidak memerlukan bantuan guru BK. Hasil lainya juga ditemukan bahwa konflik dalam pertemanan yang paling tinggi adalah kurang percaya diri sebanyak 25 responden dengan presentase 37,8%, sedangkan dalam hubungan persahabatan yang menjadi konflik adalah sifat keegoisan sebanyak 12 responden dengan presentase 18,1%. Sedangkan dampak percintaan / hubungan pacaran yang paling tinggi adalah siswa yang mengalami penurunan prestasi sebanyak 35 responden dengan presentase 53,0%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
A
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengetahuan pribadi, prosedur kerja dan teknologi terhadap kinerja karyawan PT. Pertamina Tarakan dan Bunyu Field Hipotesis dalam penelitian ini adalah adanya pengetahuan pribadi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, prosedur kerja tidak berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dan teknologi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Slovin, dan didapatkan 173 orang responden dari jumlah populasi sebanyak 300 orang karyawan PT. Pertamina Tarakan dan Bunyu field. Untuk uji hipotesis digunakan model regresi linier berganda dan uji t. Metode analisis menggunakan alat analisis dengan bantuan program SPSS versi 22.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan pribadi berpengaruh positif dan signifikan, prosedur kerja tidak berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja karyawan dan teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan