Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

182 hasil
Penulis: INDAH
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh metode jigsaw berbasis peran sebagai metode pembelajaran terhadap pemahaman bacaan siswa kelas VII di SMPN 1 Tarakan

2026•Koleksi Perpustakaan

The purpose of the research was to reveal the significant impact of implementing the role-based jigsaw method on seventh-grade students' reading comprehension at SMPN 1 Tarakan. This research employed one group pretest-posttest design and involved 32 students from Class VII-3. Data were collected through multiple-choice reading comprehension tests administered before and after the intervention. The results showed that students' average scores increased from 57.81 on the pre-test to 77.66 on the post-test. A paired t-test revealed a statistically significant difference between the pre-test and post-test scores (t=-14.248, df=31, p0.001). Therefore, the null hypothesis (Ho) was rejected, and the alternative hypothesis (H.) was accepted. Students were seen discussing the assigned reading passages in Expert Groups and sharing their understanding in Home Groups while carrying out the cognitive and functional roles assigned to them. The N-Gain effectiveness score of 47% indicates that the implementation of this method is categorized as "Less Effective" based on the effectiveness criteria used. However, because this research employed one group pretest-posttest design without a control group, these findings must be interpreted within the limitations of the research design and do not establish a direct cause-and-effect relationship. Through the division of cognitive and functional roles within the group, students are encouraged to actively participate in text comprehension, discussions, taking responsibility for tasks, and sharing information with other group members. Based on the research findings, English teachers are advised to implement the role-based jigsaw method as an alternative reading instruction strategy that can encourage student engagement and improve comprehension. Future researchers are advised to use a more comprehensive research design, such as including a control group and extending the duration of the intervention, in order to obtain optimal and in-depth results.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PENGETAHUAN KADER DALAM PENGELOLAAN POSYANDU SIKLUS HIDUP DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TANJUNG PALAS

2026•

Transformasi Layanan Primer melalui Integrasi Layanan Primer (ILP) mengubah Posyandu menjadi Posyandu Siklus Hidup yang melayani seluruh kelompok usia. Keberhasilan implementasi kebijakan ini sangat bergantung pada pengetahuan kader dalam pengelolaan Posyandu sesuai standar. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader masih belum optimal dan penelitian yang menggambarkan pengetahuan kader dalam pengelolaan Posyandu Siklus Hidup masih terbatas. Kader di UPTD Puskesmas Tanjung Palas juga masih beradaptasi dengan sistem pelayanan dan administrasi Posyandu Siklus Hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan kader Posyandu dalam pengelolaan Posyandu siklus hidup di wilayah kerja UPTD. Puskesmas Tanjung Palas berdasarkan standar Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP). Metode pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel riil yang memenuhi kriteria inklusi dan berpartisipasi penuh dalam penelitian ini adalah sebanyak 127 orang dengan total populasi berjumlah 136 orang. Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar kader memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup 71 orang (55,9%) dan kategori kurang 56 orang (44,1%). Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan kader posyandu di UPTD Puskesmas Tanjung Palas masih perlu ditingkatkan Kembali. Perawat dapat melakukan evaluasi dan edukasi Kembali sehingga dapat meningkatkan pengetahuan kader puskesmaas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PENGETAHUAN KADER DALAM PENGELOLAAN POSYANDU SIKLUS HIDUP DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TANJUNG PALAS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Transformasi Layanan Primer melalui Integrasi Layanan Primer (ILP) mengubah Posyandu menjadi Posyandu Siklus Hidup yang melayani seluruh kelompok usia. Keberhasilan implementasi kebijakan ini sangat bergantung pada pengetahuan kader dalam pengelolaan Posyandu sesuai standar. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader masih belum optimal dan penelitian yang menggambarkan pengetahuan kader dalam pengelolaan Posyandu Siklus Hidup masih terbatas. Kader di UPTD Puskesmas Tanjung Palas juga masih beradaptasi dengan sistem pelayanan dan administrasi Posyandu Siklus Hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan kader Posyandu dalam pengelolaan Posyandu siklus hidup di wilayah kerja UPTD. Puskesmas Tanjung Palas berdasarkan standar Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP). Metode pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel riil yang memenuhi kriteria inklusi dan berpartisipasi penuh dalam penelitian ini adalah sebanyak 127 orang dengan total populasi berjumlah 136 orang. Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar kader memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup 71 orang (55,9%) dan kategori kurang 56 orang (44,1%). Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan kader posyandu di UPTD Puskesmas Tanjung Palas masih perlu ditingkatkan Kembali. Perawat dapat melakukan evaluasi dan edukasi Kembali sehingga dapat meningkatkan pengetahuan kader puskesmaas.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. K DI PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN

2026•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK ​Pelayanan kebidanan komprehensif (Continuity of Care) bertujuan memberikan asuhan menyeluruh sejak kehamilan trimester III, persalinan, hingga masa nifas dan bayi baru lahir untuk memastikan deteksi dini serta penanganan yang tepat sesuai standar. Selama periode 8–30 Maret 2026, penulis melaksanakan empat kunjungan asuhan berkelanjutan pada Ny. K di Puskesmas Karang Rejo, Kota Tarakan, yang meliputi satu kali kunjungan kehamilan, satu kali kunjungan bersalin, serta satu kali kunjungan nifas dan bayi baru lahir ​Asuhan kebidanan komprehensif pertama kali dilakukan pada saat kunjungan kehamilan di trimester III pada tanggal 08 Maret 2026 dengan usia kehamilan 37 minggu 4 hari, didapatkan setelah pengkajian dilakukan dari kunjungan masa kehamilan dalam kondisi normal dan tidak ditemukan adanya komplikasi apapun. Asuhan persalinan diberikan pada tanggal 30 Maret 2026 pada dengan usia kehmilan 39 minggu 5 hari. Asuhan yang diberikan sesuai dengan standar 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN), didapatkan kala I berlangsung 2 jam 45 menit, dan kala II berlangsung 17 menit, dilakukan penilaian sepintas, bayi lahir cukup bulan, segera menangis, warna kulit kemerahan, dan tonus otot baik. Kala III berlangsung 5 menit setelah oksitosin disuntikan, plasenta lahir lengkap dan tidak ada kelainan dan robekan. Asuhan kebidanan pada kala IV dilakukan selama 2 jam dengan memantau Tanda-Tanda Vital (TTV) ibu, dan didapatkan hasil dalam batas normal, perdarahan kurang lebih 150 cc, terdapat leserasi derajat 1. Kunjungan nifas dan bayi baru lahir dilakukan pada tanggal 30 Maret 2026, dengan hasil pemeriksaan fisik dan TTV ibu dan perdarahan masa nifas dalam batas normal, Tinggi Fundus Uteri (TFU) 2 jari dibawah pusat, terdapat pengeluaran lochea serosa dan tidak ada tanda-tanda infeksi. Asuhan yang dilakukan pada bayi baru lahir berupa pengukuran antropometri. Didapatkan hasil bayi berjenis kelamin perempuan, berat badan 3.000 gram, panjang badan 49 cm, lingkar kepala 34 cm, dan lingkar dada 32 cm. ​Telah dilakukan asuhan komprehensif pada Ny. K selama masa kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir dengan didapatkan bahwa tidak terdapat penyulit dan berlangsung fisiologis. Asuhan kebidanan yang berkelanjutan jika diberikan secara aktif dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Kearifan Lokal pada Materi Sumber Daya Alam di Kelas IV-B SDN 017 Tarakan.

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis kearifan lokal Kota Tarakan pada materi Sumber Daya Alam kelas IV sekolah dasar yang memenuhi aspek kelayakan, kemenarikan, dan keefektifan dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya LKPD yang mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pembelajaran serta berfungsi sebagai lembar kerja langsung peserta didik. Penelitian ini merupakan Research and Development dengan model ADDIE. Penelitian dilaksanakan di SDN 017 Tarakan. Subjek penelitian terdiri atas ahli materi dan soal, ahli media, ahli bahasa, praktisi guru, 9 peserta didik pada uji coba terbatas, dan 21 peserta didik pada uji coba lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, angket, dan tes. Data dianalisis menggunakan persentase kelayakan, persentase kemenarikan, uji normalitas, uji paired sample t-test, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD memperoleh persentase kelayakan sebesar 93,63% dari ahli materi dan soal, 93,75% dari ahli media, 94,67% dari ahli bahasa, dan 96,67% dari praktisi guru dengan kategori sangat layak. Hasil kemenarikan memperoleh persentase 97,09% pada uji coba terbatas dan 98,02% pada uji coba lapangan dengan kategori sangat menarik. Nilai rata-rata pre-test sebesar 56,24 meningkat menjadi 81,57 pada post-test. Hasil paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,001 0,05 yang menunjukkan bahwa penggunaan LKPD mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik secara signifikan sehingga menunjukkan adanya keefektifan LKPD dalam pembelajaran. Hasil tersebut diperkuat oleh nilai N-Gain sebesar 0,62 dengan kategori sedang. Setelah dikonversi ke dalam bentuk persentase, diperoleh nilai sebesar 62% yang menunjukkan tingkat keefektifan termasuk dalam kategori cukup efektif. Dengan demikian, LKPD berbasis kearifan lokal Kota Tarakan dinyatakan sangat layak, sangat menarik, dan cukup efektif digunakan dalam pembelajaran IPA.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SMP NEGERI 13 TARAKAN

2026•

KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SMP NEGERI 13 TARAKAN ABSTRAK Kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru untuk mengatur pembelajaran siswa dengan pendekatan yang bersifat mendidik, sehingga dapat menjalankan perannya secara professional dengan lebih efisien. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kompetensi pedagogik guru pembelajaran IPA di SMP Negeri 13 Tarakan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Instrument yang digunakan berupa lembar wawancara dan cheklist dokumen pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan berupa model miles dan Huberman yang terdiri pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan Kesimpulan dan verifikasi. Teknik keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kedua guru tersebut menunjukan kemampuan pedagogik yang baik dalam melaksanakan proses pembelajaran. Kompetensi tersebut tercerminkan pada tiga aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian pembelajaran. Dalam perencanaan pembelajaran guru mengalami beberapa hambatan seperti kurangya sarana dan prasarana yang tersedia disekolah. Dari hambatan tersebut diharapkan pihak sekolah dapat memberikan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik. Kata kunci : Kompetensi Pedagogik, Guru

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KONSTRUKSI APLIKATIF BAHASA TIDUNG ( KAJIAN SINTAKSIS)

2026•

Indah Putri 2026. Konstruksi Aplikatif Bahasa Tidung (Kajian Sintaksis). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S.,M.A dan Pembimbing Anggota Nurul Hanna Fauziyyah, M.A. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan proses konstruksi aplikatif dalam Bahasa Tidung, khususnya konstruksi aplikatif instrumental dan lokatif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga Februari 2026 di Desa Menjelutung, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Data penelitian berupa tuturan lisan yang mengandung konstruksi aplikatif dalam Bahasa Tidung, sedangkan sumber data diperoleh dari penutur asli Bahasa Tidung yang berdomisili di Desa Menjelutung dan memenuhi kriteria sebagai informan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, serta teknik elisitasi untuk memperoleh pasangan kalimat dasar dan kalimat yang mengandung unsur aplikatif. Analisis dilakukan dengan membandingkan struktur sintaktis dan morfologis antara Bahasa Tidung dan Bahasa Indonesia untuk mengidentifikasi perubahan valensi verba serta status argumen dalam konstruksi aplikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Bahasa Indonesia, konstruksi aplikatif instrumental ditandai dengan pelekatan sufiks -kan pada verba transitif, sedangkan konstruksi aplikatif lokatif ditandai dengan pelekatan sufiks -i. Afiksasi tersebut menyebabkan perubahan struktur argumen berupa penaikan unsur oblik menjadi argumen inti. Sebaliknya, dalam Bahasa Tidung tidak ditemukan proses morfologis berupa afiksasi aplikatif yang setara. Unsur instrumental dan lokatif masih ditandai oleh preposisi seperti pakai, dengan, dan de sehingga tetap berstatus sebagai oblik dan tidak mengalami penaikan menjadi objek inti. Dengan demikian, konstruksi aplikatif dalam Bahasa Tidung cenderung mempertahankan pola sintaktis dasar tanpa perubahan valensi verba secara morfologis. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan tipologis antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Tidung dalam merealisasikan konstruksi aplikatif serta memberikan kontribusi terhadap kajian morfosintaksis bahasa daerah, khususnya Bahasa Tidung.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Kearifan Lokal pada Materi Sumber Daya Alam di Kelas IV-B SDN 017 Tarakan.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis kearifan lokal Kota Tarakan pada materi Sumber Daya Alam kelas IV sekolah dasar yang memenuhi aspek kelayakan, kemenarikan, dan keefektifan dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya LKPD yang mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pembelajaran serta berfungsi sebagai lembar kerja langsung peserta didik. Penelitian ini merupakan Research and Development dengan model ADDIE. Penelitian dilaksanakan di SDN 017 Tarakan. Subjek penelitian terdiri atas ahli materi dan soal, ahli media, ahli bahasa, praktisi guru, 9 peserta didik pada uji coba terbatas, dan 21 peserta didik pada uji coba lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, angket, dan tes. Data dianalisis menggunakan persentase kelayakan, persentase kemenarikan, uji normalitas, uji paired sample t-test, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD memperoleh persentase kelayakan sebesar 93,63% dari ahli materi dan soal, 93,75% dari ahli media, 94,67% dari ahli bahasa, dan 96,67% dari praktisi guru dengan kategori sangat layak. Hasil kemenarikan memperoleh persentase 97,09% pada uji coba terbatas dan 98,02% pada uji coba lapangan dengan kategori sangat menarik. Nilai rata-rata pre-test sebesar 56,24 meningkat menjadi 81,57 pada post-test. Hasil paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,001 0,05 yang menunjukkan bahwa penggunaan LKPD mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik secara signifikan sehingga menunjukkan adanya keefektifan LKPD dalam pembelajaran. Hasil tersebut diperkuat oleh nilai N-Gain sebesar 0,62 dengan kategori sedang. Setelah dikonversi ke dalam bentuk persentase, diperoleh nilai sebesar 62% yang menunjukkan tingkat keefektifan termasuk dalam kategori cukup efektif. Dengan demikian, LKPD berbasis kearifan lokal Kota Tarakan dinyatakan sangat layak, sangat menarik, dan cukup efektif digunakan dalam pembelajaran IPA.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

The Effect of Role-based Jigsaw as a Learning Method on students' Reading Comprehension of seventh-grade at SMPN 1 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The purpose of the research was to reveal the significant impact of implementing the role-based jigsaw method on seventh-grade students' reading comprehension at SMPN 1 Tarakan. This research employed one group pretest-posttest design and involved 32 students from Class VII-3. Data were collected through multiple-choice reading comprehension tests administered before and after the intervention. The results showed that students' average scores increased from 57.81 on the pre-test to 77.66 on the post-test. A paired t-test revealed a statistically significant difference between the pre-test and post-test scores (t=-14.248, df=31, p0.001). Therefore, the null hypothesis (Ho) was rejected, and the alternative hypothesis (H.) was accepted. Students were seen discussing the assigned reading passages in Expert Groups and sharing their understanding in Home Groups while carrying out the cognitive and functional roles assigned to them. The N-Gain effectiveness score of 47% indicates that the implementation of this method is categorized as "Less Effective" based on the effectiveness criteria used. However, because this research employed one group pretest-posttest design without a control group, these findings must be interpreted within the limitations of the research design and do not establish a direct cause-and-effect relationship. Through the division of cognitive and functional roles within the group, students are encouraged to actively participate in text comprehension, discussions, taking responsibility for tasks, and sharing information with other group members. Based on the research findings, English teachers are advised to implement the role-based jigsaw method as an alternative reading instruction strategy that can encourage student engagement and improve comprehension. Future researchers are advised to use a more comprehensive research design, such as including a control group and extending the duration of the intervention, in order to obtain optimal and in-depth results.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, DISIPLIN KERJA, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PERUMDA AIR MINUM APA’ MENING KABUPATEN MALINAU PERIODE 2024-2025

2026•

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kepuasan kerja karyawan dalam mendukung efektivitas pelayanan publik pada Perumda Air Minum Apa’ Mening Kabupaten Malinau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, disiplin kerja, dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Sampel penelitian berjumlah 93 responden, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji instrumen, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, koefisien determinasi, dan uji t dengan bantuan IBM SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai t hitung 3,156 dan signifikansi 0,002. Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai t hitung 4,958 dan signifikansi 0,000. Motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai t hitung 3,799 dan signifikansi 0,000. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,522 menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional, disiplin kerja, dan motivasi kerja mampu menjelaskan kepuasan kerja sebesar 52,2 persen, sedangkan 47,8 persen dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja karyawan dapat ditingkatkan melalui kepemimpinan yang konsisten, disiplin kerja yang jelas dan adil, serta motivasi kerja melalui apresiasi dan peluang pengembangan diri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KONSTRUKSI APLIKATIF BAHASA TIDUNG ( KAJIAN SINTAKSIS)

2026•

Indah Putri 2026. Konstruksi Aplikatif Bahasa Tidung (Kajian Sintaksis). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S.,M.A dan Pembimbing Anggota Nurul Hanna Fauziyyah, M.A. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan proses konstruksi aplikatif dalam Bahasa Tidung, khususnya konstruksi aplikatif instrumental dan lokatif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga Februari 2026 di Desa Menjelutung, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Data penelitian berupa tuturan lisan yang mengandung konstruksi aplikatif dalam Bahasa Tidung, sedangkan sumber data diperoleh dari penutur asli Bahasa Tidung yang berdomisili di Desa Menjelutung dan memenuhi kriteria sebagai informan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, serta teknik elisitasi untuk memperoleh pasangan kalimat dasar dan kalimat yang mengandung unsur aplikatif. Analisis dilakukan dengan membandingkan struktur sintaktis dan morfologis antara Bahasa Tidung dan Bahasa Indonesia untuk mengidentifikasi perubahan valensi verba serta status argumen dalam konstruksi aplikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Bahasa Indonesia, konstruksi aplikatif instrumental ditandai dengan pelekatan sufiks -kan pada verba transitif, sedangkan konstruksi aplikatif lokatif ditandai dengan pelekatan sufiks -i. Afiksasi tersebut menyebabkan perubahan struktur argumen berupa penaikan unsur oblik menjadi argumen inti. Sebaliknya, dalam Bahasa Tidung tidak ditemukan proses morfologis berupa afiksasi aplikatif yang setara. Unsur instrumental dan lokatif masih ditandai oleh preposisi seperti pakai, dengan, dan de sehingga tetap berstatus sebagai oblik dan tidak mengalami penaikan menjadi objek inti. Dengan demikian, konstruksi aplikatif dalam Bahasa Tidung cenderung mempertahankan pola sintaktis dasar tanpa perubahan valensi verba secara morfologis. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan tipologis antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Tidung dalam merealisasikan konstruksi aplikatif serta memberikan kontribusi terhadap kajian morfosintaksis bahasa daerah, khususnya Bahasa Tidung.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. K DI PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ​Pelayanan kebidanan komprehensif (Continuity of Care) bertujuan memberikan asuhan menyeluruh sejak kehamilan trimester III, persalinan, hingga masa nifas dan bayi baru lahir untuk memastikan deteksi dini serta penanganan yang tepat sesuai standar. Selama periode 8–30 Maret 2026, penulis melaksanakan empat kunjungan asuhan berkelanjutan pada Ny. K di Puskesmas Karang Rejo, Kota Tarakan, yang meliputi satu kali kunjungan kehamilan, satu kali kunjungan bersalin, serta satu kali kunjungan nifas dan bayi baru lahir ​Asuhan kebidanan komprehensif pertama kali dilakukan pada saat kunjungan kehamilan di trimester III pada tanggal 08 Maret 2026 dengan usia kehamilan 37 minggu 4 hari, didapatkan setelah pengkajian dilakukan dari kunjungan masa kehamilan dalam kondisi normal dan tidak ditemukan adanya komplikasi apapun. Asuhan persalinan diberikan pada tanggal 30 Maret 2026 pada dengan usia kehmilan 39 minggu 5 hari. Asuhan yang diberikan sesuai dengan standar 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN), didapatkan kala I berlangsung 2 jam 45 menit, dan kala II berlangsung 17 menit, dilakukan penilaian sepintas, bayi lahir cukup bulan, segera menangis, warna kulit kemerahan, dan tonus otot baik. Kala III berlangsung 5 menit setelah oksitosin disuntikan, plasenta lahir lengkap dan tidak ada kelainan dan robekan. Asuhan kebidanan pada kala IV dilakukan selama 2 jam dengan memantau Tanda-Tanda Vital (TTV) ibu, dan didapatkan hasil dalam batas normal, perdarahan kurang lebih 150 cc, terdapat leserasi derajat 1. Kunjungan nifas dan bayi baru lahir dilakukan pada tanggal 30 Maret 2026, dengan hasil pemeriksaan fisik dan TTV ibu dan perdarahan masa nifas dalam batas normal, Tinggi Fundus Uteri (TFU) 2 jari dibawah pusat, terdapat pengeluaran lochea serosa dan tidak ada tanda-tanda infeksi. Asuhan yang dilakukan pada bayi baru lahir berupa pengukuran antropometri. Didapatkan hasil bayi berjenis kelamin perempuan, berat badan 3.000 gram, panjang badan 49 cm, lingkar kepala 34 cm, dan lingkar dada 32 cm. ​Telah dilakukan asuhan komprehensif pada Ny. K selama masa kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir dengan didapatkan bahwa tidak terdapat penyulit dan berlangsung fisiologis. Asuhan kebidanan yang berkelanjutan jika diberikan secara aktif dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERTUMBUHAN SEMAI Avicennia alba DI KELURAHAN PANTAI AMAL LAMA KOTA TARAKAN

2026•Koleksi Perpustakaan

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan wilayah pesisir, tetapi keberadaannya terus tertekan akibat aktivitas manusia. Salah satu jenis mangrove pionir yang banyak digunakan dalam kegiatan rehabilitasi pesisir adalah Avicennia alba. Penelitian ini untuk menganalisis pertumbuhan semai A. alba di Pantai Amal Lama, pengambilan sampel dilakukan pada Juni–Agustus 2024 dengan total 50 semai selama sembilan minggu. Berdasarkan hasil penelitian laju pertumbuhan mangrove A. Alba di Panta Amal Lama, adanya peningkatan laju pertumbuhan tinggi semai, nilai R² = 0,9749 menunjukan tingkat kecocokan yang sangat tinggi (97,49%) dengan data yang ada. Hal ini berarti persamaan eksponensial tersebut sangat baik dalam memprediksi tinggi semai berdasarkkan data yang ada. Persamaan y=5,9758e0,1286x menunjukan nilai logaritma natural (sekitar 0,012). Persamaan ini menujukan bahwa pertumbuhan tinggi semai mengikuti pola eksponensial, dimana tinggi semai lebih cepat seiring bertambahnya waktu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Peran Jaksa Penuntut Umum Dalam Persidangan Menghadapi Pencabutan Berita Acara Pemeriksaan Terdakwa Pencurian (Studi Kasus: 225/Pid.B/2024/PN.Tar).

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini membahas fenomena pencabutan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terdakwa saat persidangan, khususnya perkara pencurian. Pencabutan keterangan yang sebelumnya diberikan pada tahap penyidikan merupakan persoalan yang kerap dijumpai dalam praktik peradilan, namun tidak adanya pengaturan hukum secara tegas pada sistem hukum acara pidana Indonesia. Kekosongan norma dapat memunculkan celah hukum dimana bisa dimanfaatkan terdakwa untuk menghindari pertanggungjawaban pidana. Permasalahan yang diteliti meliputi pengaturan hukum terkait pencabutan BAP berdasarkan ketentuan KUHAP, serta upaya Jaksa Penuntut Umum (JPU) ketika membuktikan dakwaan terhadap terdakwa yang mencabut BAP, sebagaimana tercermin dalam perkara nomor 225/Pid.B/2024/PN.Tar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif, dengan mengkaji regulasi hukum, peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, buku, jurnal, serta sumber relevan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa KUHAP belum memiliki pengaturan khusus mengenai pencabutan BAP, namun Pasal 52, 56, 117, 163, 187, dan 188 KUHAP secara terpadu membentuk kerangka hukum yang dapat diterapkan. Upaya JPU dalam menghadapi pencabutan BAP dilakukan secara sistematis melalui penghadiran saksi verbalisan, pengoptimalan keterangan saksi yang saling bersesuaian, pengajuan alat bukti surat, pembangunan alat bukti petunjuk dari fakta persidangan, serta pendayagunaan keterangan terdakwa yang bersifat kontradiktif. Pendekatan ini selaras dengan asas pembuktian negatif-wettelijk sebagaimana diatur dalam Pasal 183 KUHAP, yang mensyaratkan minimal dua alat bukti yang sah disertai keyakinan hakim. Dalam perkara ini, seluruh syarat tersebut terpenuhi meskipun BAP telah dicabut oleh terdakwa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Jaksa Penuntut Umum Dalam Persidangan Menghadapi Pencabutan Berita Acara Pemeriksaan Terdakwa Pencurian (Studi Kasus: 225/Pid.B/2024/PN.Tar).

2026•

Penelitian ini membahas fenomena pencabutan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terdakwa saat persidangan, khususnya perkara pencurian. Pencabutan keterangan yang sebelumnya diberikan pada tahap penyidikan merupakan persoalan yang kerap dijumpai dalam praktik peradilan, namun tidak adanya pengaturan hukum secara tegas pada sistem hukum acara pidana Indonesia. Kekosongan norma dapat memunculkan celah hukum dimana bisa dimanfaatkan terdakwa untuk menghindari pertanggungjawaban pidana. Permasalahan yang diteliti meliputi pengaturan hukum terkait pencabutan BAP berdasarkan ketentuan KUHAP, serta upaya Jaksa Penuntut Umum (JPU) ketika membuktikan dakwaan terhadap terdakwa yang mencabut BAP, sebagaimana tercermin dalam perkara nomor 225/Pid.B/2024/PN.Tar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif, dengan mengkaji regulasi hukum, peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, buku, jurnal, serta sumber relevan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa KUHAP belum memiliki pengaturan khusus mengenai pencabutan BAP, namun Pasal 52, 56, 117, 163, 187, dan 188 KUHAP secara terpadu membentuk kerangka hukum yang dapat diterapkan. Upaya JPU dalam menghadapi pencabutan BAP dilakukan secara sistematis melalui penghadiran saksi verbalisan, pengoptimalan keterangan saksi yang saling bersesuaian, pengajuan alat bukti surat, pembangunan alat bukti petunjuk dari fakta persidangan, serta pendayagunaan keterangan terdakwa yang bersifat kontradiktif. Pendekatan ini selaras dengan asas pembuktian negatif-wettelijk sebagaimana diatur dalam Pasal 183 KUHAP, yang mensyaratkan minimal dua alat bukti yang sah disertai keyakinan hakim. Dalam perkara ini, seluruh syarat tersebut terpenuhi meskipun BAP telah dicabut oleh terdakwa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, DISIPLIN KERJA, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PERUMDA AIR MINUM APA’ MENING KABUPATEN MALINAU PERIODE 2024-2025

2026•

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kepuasan kerja karyawan dalam mendukung efektivitas pelayanan publik pada Perumda Air Minum Apa’ Mening Kabupaten Malinau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, disiplin kerja, dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Sampel penelitian berjumlah 93 responden, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji instrumen, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, koefisien determinasi, dan uji t dengan bantuan IBM SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai t hitung 3,156 dan signifikansi 0,002. Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai t hitung 4,958 dan signifikansi 0,000. Motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai t hitung 3,799 dan signifikansi 0,000. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,522 menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional, disiplin kerja, dan motivasi kerja mampu menjelaskan kepuasan kerja sebesar 52,2 persen, sedangkan 47,8 persen dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja karyawan dapat ditingkatkan melalui kepemimpinan yang konsisten, disiplin kerja yang jelas dan adil, serta motivasi kerja melalui apresiasi dan peluang pengembangan diri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SMP NEGERI 13 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SMP NEGERI 13 TARAKAN ABSTRAK Kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru untuk mengatur pembelajaran siswa dengan pendekatan yang bersifat mendidik, sehingga dapat menjalankan perannya secara professional dengan lebih efisien. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kompetensi pedagogik guru pembelajaran IPA di SMP Negeri 13 Tarakan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Instrument yang digunakan berupa lembar wawancara dan cheklist dokumen pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan berupa model miles dan Huberman yang terdiri pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan Kesimpulan dan verifikasi. Teknik keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kedua guru tersebut menunjukan kemampuan pedagogik yang baik dalam melaksanakan proses pembelajaran. Kompetensi tersebut tercerminkan pada tiga aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian pembelajaran. Dalam perencanaan pembelajaran guru mengalami beberapa hambatan seperti kurangya sarana dan prasarana yang tersedia disekolah. Dari hambatan tersebut diharapkan pihak sekolah dapat memberikan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik. Kata kunci : Kompetensi Pedagogik, Guru

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERTUMBUHAN SEMAI Avicennia alba DI KELURAHAN PANTAI AMAL LAMA KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan wilayah pesisir, tetapi keberadaannya terus tertekan akibat aktivitas manusia. Salah satu jenis mangrove pionir yang banyak digunakan dalam kegiatan rehabilitasi pesisir adalah Avicennia alba. Penelitian ini untuk menganalisis pertumbuhan semai A. alba di Pantai Amal Lama, pengambilan sampel dilakukan pada Juni–Agustus 2024 dengan total 50 semai selama sembilan minggu. Berdasarkan hasil penelitian laju pertumbuhan mangrove A. Alba di Panta Amal Lama, adanya peningkatan laju pertumbuhan tinggi semai, nilai R² = 0,9749 menunjukan tingkat kecocokan yang sangat tinggi (97,49%) dengan data yang ada. Hal ini berarti persamaan eksponensial tersebut sangat baik dalam memprediksi tinggi semai berdasarkkan data yang ada. Persamaan y=5,9758e0,1286x menunjukan nilai logaritma natural (sekitar 0,012). Persamaan ini menujukan bahwa pertumbuhan tinggi semai mengikuti pola eksponensial, dimana tinggi semai lebih cepat seiring bertambahnya waktu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

karakteristik edible film dari semi refined carragenan kappaphycus alvarezii dengan penmbahan asam stearat

2026•

Saat ini, pencemaran sampah plastik cukup mengkhawatirkan. Sampah plastik adalah sampah non organik yang sulit terurai dalam tanah dan waktu yang dibutuhkan untuk menguraikan sampah plastik tergolong cukup lama yaitu sampai 50-80 jt tahun untuk terurai, Strategi dalam memecahkan masalah ini yaitu penggunaan plastik Biodegradable alternatif telah dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakteristik edible film berbahan dasar semi refined carrageenan yang dibuat dari rumput laut jenis Kappaphycus alvareezi dengan karboksimetil selulosa yang berbeda sebagai pengemulsi. Pada penelitian ini akan dilakukan pembuatan edible film dari SRC dengan penambahan Asam stearat sebagai plastisizer kemudian edible film yang sudah dibuat karakterisasi dengan uji kuat tarik, perpanjangan, ketebalan, uji kelarutan dan uji kadar air untuk mengetahui sifat dan karakter dari edible film. Kesimpulan pada penelitian ini adalah edible film dengan penambahan asam stearat dengan kadar 0,1%, 0,2%, 0,3% memiliki karakteristik kuat tarik sebesar 64,69-35,42 MPa, Perpanjangan 26,8%- 8,0%, kelarutan 81,94% -80,83%, Kadar air 13,66% -13,33% dan Ketebalan 0,019mm- 0,031mm. Berdasarkan hasil tersebut edible film tidak dapat memenuhi JIS (Japanese Industrial Standart) edible film yang sintesis memenuhi standar untuk parameter kuat tarik dan ketebalan namun tidak memenuhi standar parameter perpanjangan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

REPRESENTASI KETIDAKADILAN GENDER TERHADAP POSISI PEREMPUAN DALAM NOVEL YUNI KARYA ADE UBAIDIL (KAJIAN SASTRA FEMINISME)

2026•

ABSTRAK KHARUNIA INDAH 2025. Representasi Ketidakadilan Gender Terhadap Posisi Perempuan dalam Novel Yuni Karya Ade Ubaidil Kajian Sastra Feminisme. (dibimbing oleh Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S.,M.A., dan Rita Kumala Sari, M.Pd.) Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan representasi ketidakadilan gender terhadap Perempuan yang terdapat dalam novel Yuni karya Ade Ubaidil dan untuk menguraikan bentuk-bentuk spesifik ketidakadilan gender yang dialami oleh tokoh Perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Yuni karya Ade Ubaidil. Adapun data dikumpulkan melalui teknik membaca, mendengarkan (Simak), dan mencatat. Data terdiri dari kalimat, dialog, dan paragraph dari novel yang mencerminkan ketidakadilan gender berdasarkan tinjauan kritik sastra feminisme. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada lima bentuk ketidakladilan gender terhadap Perempuan yang dikritik dalam novel Yuni karya Ade Ubaidil, yaitu: 1) ketidakadilan gender marginalisasi orang dikampungnya menganggap lamaran Adalah bagian dari rezeki. Sebagaimana kata orang bijak, rezeki pantang ditolak.. 2) ketidakadilan subordinasi, Perempuan tetap akan Kembali di dapur, jadi ibu, jadi istri. 3) ketidakadilan stereotip, anak laki-laki sedang bermain kelereng sementara Perempuan bermain lompat tali membatasi Perempuan pada peran domestik sejak kecil. 4) kekerasaan, suci sering dipukulin sampai sempat trauma. 5) beban kerja, melakukan peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan mencari nafkah, menjaga stabilitas emosional keluarga.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail