Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

32 hasil
Subjek: usahatani
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENYULUHAN PERTANIAN UNTUK MENINGKATKAN USAHATANI HORTIKULTURA DI KELURAHAN MAMBURUNGAN TIMUR KECAMATAN TARAKAN TIMUR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Usahatani hortikultura berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan, gizi, dan pendapatan masyarakat, termasuk di Kelurahan Mamburungan Timur, Kecamatan Tarakan Timur. Namun, penyuluhan pertanian di wilayah ini belum optimal karena rendahnya partisipasi petani, terbatasnya pemanfaatan media digital, jumlah penyuluh, kebiasaan berusahatani turun-temurun, dan beban administrasi penyuluh. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi penyuluhan pertanian dalam meningkatkan usahatani hortikultura. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 16 responden petani dan ketua kelompok tani serta 1 penyuluh pertanian sebagai key informan. Analisis data menggunakan SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan faktor internal memiliki nilai IFAS sebesar 1,24, dengan kekuatan berupa penguasaan materi, kemampuan komunikasi, kesesuaian metode, dan intensitas penyuluhan, sedangkan kelemahannya meliputi rendahnya partisipasi petani dan terbatasnya pemanfaatan media digital. Faktor eksternal memiliki nilai EFAS sebesar 1,14, dengan peluang berupa metode partisipatif, media digital, pelibatan petani utama atau penyuluh swadaya, dan komunikasi dua arah, sedangkan ancamannya berupa kebiasaan pertanian turun-temurun, beban administrasi penyuluh, dan informasi media sosial yang tidak terverifikasi. Nilai X sebesar 1,24 dan Y sebesar 1,14 menempatkan strategi pada Kuadran I (SO). Strategi diarahkan pada pemanfaatan kekuatan penyuluh melalui metode partisipatif, demonstrasi, media digital, komunikasi dua arah, serta pelibatan petani utama atau penyuluh swadaya untuk meningkatkan efektivitas penyuluhan dan usahatani hortikultura.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Keberlanjutan Usahatani Padi Sawah di Desa Nawang Baru Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KEBERLANJUTAN USA HATANI PADI SAWAH DI DESA NAWANG BARU KECAMATAN KAYAN HULU KABUPATEN MALINAU ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keberlanjutan usahatani padi sawah di Desa Nawang Baru, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau berdasarkan aspek ekologi, ekonomi, sosial, dan budaya serta mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberlanjutannya. Penelitian dilaksanakan pada Maret 2026 dengan melibatkan seluruh petani padi sawah di Desa Nawang Baru sebagai responden, yaitu sebanyak 45 orang. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Rapfish dengan metode Multidimensional Scaling (MDS). Analisis leverage juga digunakan untuk mengetahui atribut yang memiliki pengaruh paling besar terhadap tingkat keberlanjutan pada setiap dimensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai indeks keberlanjutan usahatani padi sawah secara multidimensi sebesar 70,46 yang berada pada kategori cukup berkelanjutan. Jika dilihat berdasarkan dimensinya, nilai indeks ekologi sebesar 41,85 dengan status kurang berkelanjutan, dimensi ekonomi sebesar 74,58 dengan status cukup berkelanjutan, dimensi sosial sebesar 74,49 dengan status cukup berkelanjutan, dan dimensi budaya sebesar 90,93 dengan status berkelanjutan. Faktor yang mendukung keberlanjutan antara lain konservasi tanah dan air, pemanfaatan pupuk organik, kelayakan ekonomi usahatani, kerja sama antarpetani, serta penerapan kearifan lokal dan gotong royong. Adapun faktor yang menjadi kendala meliputi pengelolaan pupuk dan air yang belum maksimal, perubahan harga hasil produksi, terbatasnya akses pasar dan informasi pertanian, ketersediaan tenaga kerja yang terbatas, serta belum optimalnya regenerasi dan penerusan pengetahuan pertanian kepada generasi muda. Oleh karena itu, upaya peningkatan keberlanjutan usahatani padi sawah di Desa Nawang Baru perlu lebih diarahkan pada perbaikan aspek ekologi dengan tetap menjaga kondisi ekonomi, sosial, dan budaya yang telah mendukung keberlanjutan usahatani.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN GENDER DALAM RUMAH TANGGA PETANI CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L) DI KELURAHAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

"PERAN GENDER DALAM RUMAH TANGGA PETANI CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L) DI KELURAHAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA" Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran gender dalam rumah tangga petani cabai rawit, menganalisis peran gender dalam proses pengambilan keputusan, serta mengidentifikasi dan menganalisis bentuk ketidaksetaraan gender dalam pembagian peran dan akses terhadap sumber daya di Kelurahan Juata Laut, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan 30 informan yang terdiri atas 15 pasangan suami istri petani cabai rawit. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan bantuan NVivo 12 Pro untuk mengorganisasi data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suami dan istri sama-sama terlibat dalam kegiatan usahatani cabai rawit, tetapi terdapat perbedaan dalam pembagian pekerjaan. Laki-laki lebih banyak terlibat dalam pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik, seperti pengolahan lahan, pemupukan, dan penyemprotan, sedangkan perempuan lebih banyak terlibat dalam pembibitan, penanaman, penyiraman, penyiangan, pemetikan, pengemasan, dan pemasaran. Dalam pengambilan keputusan, 9 rumah tangga (60%) didominasi suami, 5 rumah tangga (33,3%) dilakukan secara bersama, dan 1 rumah tangga (6,7%) didominasi istri. Ketidaksetaraan gender terlihat pada akses terhadap lahan, modal, pelatihan, dan informasi. Akses lahan, pelatihan, dan informasi lebih banyak berada pada suami, sedangkan akses modal bervariasi antara suami, istri, dan bersama. Selain itu, terdapat norma budaya yang memandang perempuan sebagai pihak yang membantu serta belum meratanya pengakuan terhadap pekerjaan perempuan dalam usahatani.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERAN KELOMPOK TANI DAN PENDAPATAN PETANI SAWI (Brassica juncea L) (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Tunas Baru Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan)

2026•

ANALISIS PERAN KELOMPOK TANI DAN PENDAPATAN PETANI SAWI (Brassica juncea L) (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Tunas Baru Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Kelompok Tani Tunas Baru terhadap usahatani sawi serta menganalisis pendapatan usahatani sawi anggota kelompok tani di Desa Gunung Putih, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kelompok tani sebagai kelas belajar, wahana kerja sama, dan unit produksi dalam mendukung kegiatan usahatani serta meningkatkan kesejahteraan petani. Penelitian dilaksanakan pada Kelompok Tani Tunas Baru dengan jumlah responden sebanyak 44 orang petani yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan skala Likert untuk mengukur tingkat peran kelompok tani, serta analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani sawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator kelas belajar memperoleh nilai rata-rata sebesar 20 dan termasuk kategori tinggi, indikator wahana kerja sama memperoleh nilai rata-rata sebesar 20 dan termasuk kategori tinggi, sedangkan indikator unit produksi memperoleh nilai rata-rata sebesar 18 dan juga termasuk kategori tinggi. Secara keseluruhan, peran Kelompok Tani Tunas Baru berada pada kategori tinggi, yang menunjukkan bahwa kelompok telah menjalankan fungsinya dengan baik sebagai sarana pembelajaran, wadah kerja sama, dan pendukung kegiatan produksi usahatani anggota. Rata-rata biaya produksi usahatani sawi sebesar Rp388.835 per musim tanam, rata-rata penerimaan sebesar Rp1.977.273 per musim tanam, dan rata-rata pendapatan sebesar Rp1.588.438 per musim tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani sawi yang dijalankan anggota kelompok tani memberikan keuntungan karena penerimaan yang diperoleh lebih besar dibandingkan biaya produksi yang dikeluarkan. Dengan demikian, Kelompok Tani Tunas Baru telah berperan dengan baik dalam mendukung kegiatan usahatani sawi, meskipun fungsi sebagai unit produksi masih perlu terus ditingkatkan agar manfaat yang diperoleh anggota dapat lebih optimal dan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Status Keberlanjutan Usahatani Kakao (Theobroma cacao L.) di Desa Metun Sajau Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS STATUS KEBERLANJUTAN USAHATANI KAKAO (Theobroma cacao L.) DI DESA METUN SAJAU TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh pengembangan usahatani kakao di Desa Metun Sajau dengan dukungan program kemitraan, namun keberlanjutan usahatani kakao masih menghadapi berbagai permasalahan seperti masalah hama dan penyakit, budidaya tidak ramah lingkungan dan fluktuasi harga. Peningkatan produktivitas dan pendapatan petani diperlukan untuk kesejahteraan ekonomi, sementara hubungan kemitraan petani dengan perusahaan perlu dipertahankan untuk keberlanjutan jangka panjang. Penelitian ini dilakukan di Desa Metun Sajau Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis status keberlanjutan usahatani kakao dari dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dan dimensi sosial budaya 2) Mengidentifikasi atribut-atribut sensitif yang berpengaruh pada keberlanjutan usahatani kakao. Data yang digunakan yaitu, data primer dan data sekunder. Responden penelitian ini adalah petani mitra di Desa Metun Sajau Kecamatan Tanjung Palas Timur. Metode penentuan responden menggunakan metode sensus dengan melibatkan seluruh petani mitra tersebut untuk memperoleh informasi melalui observasi, wawancara, serta kuesioner terhadap 42 petani. Analisis data adalah analisis MDS (Multidimensional Scalling), analisis leverage, dan monte carlo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status keberlanjutan usahatani kakao secara multidimensi menunjukkan nilai sebesar 38,08 dalam status kurang berkelanjutan. Status keberlanjutan usahatani kakao dari masing-masing dimensi adalah dimensi ekologi 40,39 (kurang berkelanjutan), dimensi ekonomi 37,41 (kurang berkelanjutan), dimensi sosial budaya 36,45 (kurang berkelanjutan). Terdapat 7 atribut sensitif yang paling memengaruhi keberlanjutan usahatani kakao yaitu (1) serangan hama dan penyakit, (2) tingkat penggunaan pupuk kimia, (3) akses ke pasar, (4) alternatif pendapatan di luar usahatani kakao, (5) tingkat kepercayaan petani dengan perusahaan, (6) komunikasi petani dengan perusahaan, dan (7) tingkat pendidikan petani.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENDAPATAN DAN ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA TANI JAGUNG (ZEA MAYS L.) (STUDI KASUS PADA BUDIDAYA JAGUNG BAPAK MASRUDI DESA GUNUNG PUTIH KABUPATEN BULUNGAN)

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan, faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan, serta kelayakan finansial usahatani jagung milik Bapak Masrudi di Desa Gunung Putih, Kabupaten Bulungan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 sampai April 2026 dengan menggunakan metode studi kasus. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan menggunakan analisis pendapatan, uji nonparametrik Friedman Test dan Kendall’s W, serta analisis kelayakan finansial melalui R/C Ratio, B/C Ratio, Return on Investment (ROI), dan Break even point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani jagung memberikan keuntungan pada seluruh lahan yang dianalisis. Pendapatan tertinggi diperoleh pada lahan ke-6 sebesar Rp5.558.128, sedangkan pendapatan terendah terdapat pada lahan ke-2 sebesar Rp1.218.141. Hasil uji Friedman menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05, yang berarti faktor produksi berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usahatani jagung. Nilai Kendall’s W sebesar 1,000 menunjukkan tingkat kesepakatan yang sangat kuat. Berdasarkan nilai mean rank, pengolahan tanah menjadi faktor yang paling dominan dalam memengaruhi pendapatan, diikuti benih, pupuk, pestisida, dan luas lahan. Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa usahatani jagung layak untuk diusahakan karena memiliki nilai R/C Ratio > 1, B/C Ratio > 0, nilai ROI yang tinggi, serta nilai BEP yang berada di bawah kondisi produksi aktual.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENERAPAN GOOD AGRICULTURAL PRACTICES (GAP) MELALUI PRAKTIK BUDIDAYA HORTIKULTURA BUAH SEMANGKA TERHADAP PENDAPATAN KELOMPOK TANI PESONA DI KECAMATAN NUNUKAN SELATAN KELURAHAN MANSAPA

2026•

Budidaya semangka merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi, namun tingkat penerapan Good Agricultural Practices (GAP) oleh petani masih beragam sehingga dapat mempengaruhi produktivitas dan pendapatan usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan GAP, menganalisis pendapatan usahatani semangka, serta menganalisis pengaruh penerapan GAP terhadap pendapatan petani pada Kelompok Tani Pesona di Kecamatan Nunukan Selatan, Kelurahan Mansapa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik survei terhadap 31 responden. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif skala Likert, analisis pendapatan, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan GAP berada pada kategori cukup diterapkan, dengan nilai indeks sebesar 23,76. Hasil analisis pendapatan menunjukkan bahwa usahatani semangka masih memberikan keuntungan dengan nilai pendapatan menguntungkan dengan pendapatan Rp 105.325.450/hektar, sehingga layak dikembangkan secara ekonomi. hasil uji F, dengan tingkat signifikansi 0,018 0,05, yang menunjukkan secara simultan penerapan GAP berpengaruh terhadap pendapatan petani di Kelompok Tani Pesona. Hasil uji t menunjukkan bahwa secara parsial penerapan GAP hanya variabel Pengelolaan pupuk (Sig. 0,003 0,05) dan Pengelolaan benih (Sig. 0,026 0,05) yang berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, sedangkan variabel penerapan GAP lainnya tidak berpengaruh signifikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisis usahatani dan efisiensi pemasaran jamur tiram pada umkm aqsha

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk pertama, menganalisa usahatani jamur tiram di UMKM Aqsha. Kedua, mengetahui efisiensi pemasaran jamur tiram di UMKM Aqsha. Penelitian ini, yang dilakukan di UMKM Aqsha di Tarakan Timur dari Agustus 2023 hingga Januari 2024, berfokus pada praktik produksi dan pemasaran jamur berkelanjutan dari UMKM lokal yang masih bertahan. Penentuan responden ini menggunakan Key Informan untuk pengambilan sampel pada pemilik UMKM dan teknik Snowball Sampling untuk pengambilan sampel pada pedagang pengecer. Hasil penelitian menunjukkan analisis usaha tani jamur tiram selama satu periode biaya produksi sebesar Rp. 679.178, penerimaan sebesar Rp. 2.760.000, dan pendapatan sebesar Rp. 2.080.822. Hasil analisis rasio, yaitu analisis (R/C ratio) sebesar 4,1 dan (B/C ratio) sebesar 3,1. Hasil tujuan kedua, saluran pemasaran jamur tiram di UMKM Aqsha ada dua saluran, pada saluran pertama yaitu produsen ke konsumen jamur tiram dengan nilai margin pemasarannya nol (0) dan mendapatkan farmer share (100%) dikatakan efisien dan saluran kedua terdiri dari produsen – pedagang pengecer – konsumen akhir. Pedangang pengecer terdapat dua lokasi yaitu STB dan Pasar Tenguyun. Lokasi STB dengan nilai margin Rp. 4000 dan nilai farmer share (71,43%) dan Pasar Tenguyun dengan nilai margin Rp. 3000 dan farmer share (70%) dikatakan efisien. Dari kedua saluran pemasaran tersebut, nilai farmer share paling tinggi pada saluran pertama dengan nilai (100%) karena tidak ada perantara dalam saluran pemasaran.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI SEMANGKA (Citrullus lanatus) DI DESA TANJUNG BUKA KECAMATAN TANJUNG PALAS TENGAH

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Usahatani semangka (Citrullus lanatus) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi meningkatkan pendapatan petani. Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan menjadi salah satu wilayah pengembangan semangka, namun petani masih menghadapi kendala berupa tingginya biaya produksi, keterbatasan transportasi, dan ketergantungan pada pengepul. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetauhi Penerimaan dan pendapatan usahatani semangka di Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah (2) Untuk Mengetahui kelayakan usahatani semangka di Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2025 dengan metode survei terhadap 15 petani semangka yang dipilih secara purposive sampling. Data primer dan sekunder dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan indikator biaya produksi, penerimaan, pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), dan Break Even Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi usahatani semangka sebesar Rp19.164.357 per musim tanam, dengan total penerimaan Rp49.200.000 sehingga menghasilkan pendapatan Rp30.035.643. Nilai R/C Ratio sebesar 3,03 menunjukkan bahwa usahatani semangka layak dan menguntungkan. Analisis BEP menunjukkan BEP produksi sebesar 3.194 kg, BEP harga Rp2.275 per kg, dan BEP penerimaan Rp5.355.126. Nilai tersebut berada di bawah produksi aktual 8.200 kg, harga jual Rp6.000 per kg, dan penerimaan aktual, sehingga usahatani semangka telah melampaui titik impas dan memberikan keuntungan bagi petani.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani kakao di desa mentun sajau kecamatan tanjung palas timur kabupaten bulungan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study aimed to identify and analyze the factors influencing cocoa farming income in Metun Sajau Village, Tanjung Palas Timur District, Bulungan Regency. Cocoa is a commodity with substantial economic potential in the region, although its development is constrained by several challenges such as limited capital, suboptimal use of production inputs, and the continued reliance on traditional management practices. A quantitative research approach was employed, using multiple linear regression analysis to examine the effects of land area (X1), production costs (X2), and production volume (X3) on cocoa farmers' income (Y). Data were collected from 30 active cocoa farmers selected using a purposive sampling technique. The analysis revealed that, simultaneously, the three independent variables significantly influenced the income of cocoa farmers, as indicated by an F-test significance value of 0.000 (0.05). Partially, each variable also had a statistically significant effect, with p-values below 0.05. The coefficient of determination (R2) was 0.507, indicating that 50.7% of the variation in income could be explained by the combined effect of land area, production costs, and production volume. On average, farmers earned a net income of IDR 66,530,867 per hectare per year from cocoa farming. These findings emphasized the importance of optimizing land use, managing production costs efficiently, and increasing production output to improve farmers' income. The results were expected to serve as a reference for farmers, local governments, and private stakeholders in formulating strategies to enhance cocoa productivity and support the sustainable economic welfare of cocoa farmers in Bulungan Regency, particularly in Metun Sajau Village. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan usahatani kakao di Desa Metun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Variabel independen yang dikaji meliputi luas lahan, biaya produksi, dan jumlah produksi, sedangkan variabel dependennya adalah pendapatan petani kakao. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda. Sampel yang digunakan sebanyak 30 petani kakao yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani kakao. Secara parsial, luas lahan, biaya produksi, dan jumlah produksi masing-masing juga berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,507 menunjukkan bahwa 50,7% variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan lahan, efisiensi biaya, dan peningkatan produksi dalam upaya meningkatkan pendapatan petani kakao. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi petani, pemerintah, dan pihak terkait dalam merumuskan strategi peningkatan kesejahteraan petani kakao secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Kemitraan Terhadap Pendapatan Petani Kakao Di Desa Metun Sajau Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara

2025•

This study aimed to analyze the role of partnerships between cocoa farmers and PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) on farmers' income in Metun Sajau Village, Bulungan Regency, North Kalimantan. The study was motivated by the vital role of the plantation subsector, particularly cocoa commodity, in increasing rural income and contributing to national foreign exchange. Despite this potential, cocoa farmers continued to face challenges such as low productivity and limited access to technology and markets. A total of 60 respondents were selected, comprising 30 partner farmers and 30 non-partner farmers, using purposive and census sampling with a minimum landholding of 500 m². The partnership model applied was Agribusiness Operational Cooperation, in which PT. PKN provided technical guidance, production facilities, and market access to farmers. The findings revealed a significant income difference between the two groups. Partner farmers earned an average income of Rp77,600, substantially higher than their non-partner counterparts. Levene's test showed a significance value of 0.007, indicating unequal variances. Therefore, an independent T-test assuming unequal variances was conducted, which yielded a significance value (2-tailed) of 0.042 (0.05), confirming that the income difference was statistically significant. Thus, the partnership between farmers and companies had an important contribution in increasing cultivation efficiency, farmers' income, and the long-term sustainability of the plantation sector Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kemitraan antara petani kakao dan PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara terhadap pendapatan petani di Desa Metun Sajau, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya subsektor perkebunan, khususnya komoditas kakao, dalam meningkatkan pendapatan petani serta kontribusinya terhadap devisa negara. Namun, rendahnya produktivitas dan keterbatasan akses petani terhadap teknologi dan pasar menjadi kendala utama yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan 60 responden, yang terdiri dari 30 petani mitra dan 30 petani non mitra yang dipilih melalui purposive dan sensus sampling dengan luas lahan minimal 500 m². Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemitraan yang terjalin berbentuk Kerjasama Operasional Agribisnis, di mana PT. PKN memberikan pembinaan teknis, sarana produksi, dan akses pasar kepada petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara pendapatan petani mitra dan petani non-mitra. Petani mitra memperoleh rata-rata pendapatan yang lebih tinggi sebesar Rp77.600 dibandingkan dengan petani non-mitra. Uji Levene menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,007, yang mengindikasikan bahwa asumsi homogenitas varians tidak terpenuhi. Oleh karena itu, analisis dilanjutkan dengan menggunakan hasil T-test pada asumsi varians tidak sama, dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,042 (0,05), yang menyatakan perbedaan pendapatan signifikan secara statistik.. Dengan demikian, kemitraan antara petani dan perusahaan memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan efisiensi budidaya, pendapatan petani, serta keberlanjutan sektor perkebunan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI PADI SAWAH DIDESA SALIMBATU KEC TANJUNG PALAS TENGAH

2025•

Strategi pengembangan yang terjadi di Desa Salimbatu adalah rendahnya penguasaan teknologi, karena petani masih belajar melalui media online. Selain itu, keterbatasan modal menjadi kendala, karena petani masih mengandalkan sumber pendanaan sendiri tanpa adanya jaminan ketersediaan modal di setiap musim. Pengelolaan padi sawah juga belum optimal, dengan berbagai kekurangan yang masih perlu diperbaiki. Penelitian ini bertujuan : (1) Mengetahui faktor internal pengembangan usahatani padi sawah di Desa Salimbatu. (2) Mengetahui faktor eksternal pengembangan usahatani padi sawah di Desa Salimbatu. (3) Merumuskan strategi pengembangan usahatani padi sawah di Desa Salimbatu. Penelitian ini melibatkan 15 responden yang terlibat dalam usahatani padi sawah, analisis data yang digunakan yaitu SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi SO (Strengths – Opportunities) merupakan pendekatan yang tepat untuk mengembangkan usahatani padi sawah di Desa Salimbatu, dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk memanfaatkan peluang yang ada. Langkah-langkah yang dapat diterapkan meliputi peningkatan kuantitas dan kualitas padi melalui teknologi pertanian modern, diversifikasi usaha untuk memperluas pasar dan mengurangi risiko, serta penggunaan bibit unggul yang tahan terhadap perubahan cuaca, hama, dan penyakit. Implementasi strategi ini diharapkan dapat memperkuat posisi usahatani padi sawah di desa tersebut dan meningkatkan kesejahteraan petani.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Keberlanjutan Usahatani Padi Sawah (Oryza sativa) di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman padi merupakan tanaman penghasil beras yang digunakan sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia pada umumnya dan kabupaten Malinau pada khususnya. Secara umum pemanfaatan barang dan jasa lingkungan secara keberlanjutan tidak terlepas dari aspek ekologi, ekonomi, sedangkan untuk keberlanjutan usahatani padi sawah dikembangkan menjadi aspek ekologi, ekonomi, sosial dan budaya, teknologi dan kelembagaan. Tingkat pendidikan, motivasi petani untuk bertani, keikutsertaan petani dalam pelatihan pertanian, status kepemilikan lahan, umur, pengalaman dalam bertani, dan frekuensi konflik, semuanya berdampak pada keberlanjutan usahatani padi. Tujuan pertanian berkelanjutan adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat petani sambil melestarikan ekosistem yang mendukung kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan serta mengetahui keberlanjutan usahatani padi dari segi dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial dan budaya, dimensi teknologi, dan dimensi kelembagaan dan apa saja atribut yang sensitif yang bisa mempengaruhi keberlanjutan usahatani padi sawah di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode Rapfish melalui pendekatan Multidimensional Scalling (MDS), Leverage Analysis, dan Monte Carlo. Penelitian ini dilakukan di desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau menggunakan teknik purposive sampling yang memiliki kriteria tertentu dan untuk jumlah respondenya mengambil 15% dari seluruh jumlah petani yang tercatat dan dibulatkan menjadi 100 responden. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Adapun hasil penelitian ini yaitu berdasarkan indeks keberlanjutan usahatani padi sawah di desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau memperoleh indeks sebesar 46,27 dengan kategori kurang berkelanjutan. Adapun hasil dari masing-masing dimensinya yaitu ekologi sebesar 50,9 berstatus cukup keberlanjutan, ekonomi sebesar 37,2 berstatus kurang berkelanjutan, sosial dan budaya sebesar 53,1 berstatus cukup berkelanjutan, teknologi sebesar 52,7 berstatus cukup berkelanjutan, kelembagaan sebesar 37,3 berstatus kurang berkelanjutan. Atribut dalam penelitian ini sebanyak 37 atribut sedangkan yang digunakan dari lima dimensi keberlanjutan hanya terdapat 26 atribut yang sensitif.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Penerapan Prinsip Ekologi Dalam Pertanian Berkelanjutan Pada Usahatani Sayuran Di Kecamatan Tarakan Timur

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pertanian merupakan salah satu sektor riil yang dapat berperan sangat nyata dalam meningkatkan pendapatan negara, dimana terdapat beberapa subsektor penunjang salah satunya subsektor tanaman hortikultura meliputi berbagai jenis tanaman hias, sayuran, buah-buahan dan tanaman obat. Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk mengakibatkan permintaan akan sayuran terus bertambah, menjadi peluang besar bagi petani sayuran untuk lebih meningkatkan usahataninya. Namun disadari betul bahwa petani pada umumnya masih dalam kondisi serba kekurangan sehingga pemenuhan kebutuhan jangka pendek lebih diprioritaskan dibandingkan jangka panjang. Tujuan penelitian ini, (1) untuk mengetahui karakteristik petani sayuran yang ada di Kecamatan Tarakan Timur, (2) untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan penerapan prinsip ekologi dalam pertanian berkelanjutan pada usahatani sayuran di Kecamatan Tarakan Timur dan (3) untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi tingkat penerapan prinsip ekologi dalam pertanian berkelanjutan pada usahatani sayuran di Kecamatan Tarakan Timur. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tarakan Timur pada bulan November 2023 sampai dengan selesai. Metode responden dalam penelitian ini yaitu purposive sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik petani di Kecamatan Tarakan Timur berdasarkan umur yaitu petani yang berumur 34-39 tahun sebanyak 24 orang, pendidikan yaitu petani yang berpendidikan selama 5-9 tahun sebanyak 29 orang, lama berusahatani yaitu 1-15 tahun sebanyak 28 orang dan luas lahan yaitu 100 m2-3399 m2 sebanyak 45 orang. Tingkat pengetahuan petani yaitu pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 87% sedangkan tingkat penerapan yaitu pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 100%. Faktor yang mempengaruhi tingkat penerapan prinsip ekologi dalam pertanian berkelanjutan pada usahatani sayuran di Kecamatan Tarakan Timur secara nyata adalah pendidikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Seledri (Apium graveolens L) di Kelurahan Kampung Enam Kota Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pendapatan dan kelayakan usahatani seledri di Kelurahan Kampung Enam Kota Tarakan. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 15 orang petani yang menggarap usahatani seledri yang ditentukan melalui metode sensus. Data primer yaitu data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner. Data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui dokumentasi, catatan, jurnal dan lain-lain yang dibutuhkan dalam penelitian. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah R/C Ratio, B/C Ratio, BEP produksi, BEP harga, NPV1, NPV2, dan IRR. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) rata-rata pendapatan yang diterima petani seledri di Kelurahan Kampung Enam Kota Tarakan dalam satu kali musim tanam adalah sebesar Rp. 1.417.349, (2) analisis kelayakan R/C Ratio sebesar 4,46, B/C Ratio sebesar 3,77, nilai BEP produksi sebesar 56,313 Kg, BEP harga sebesar Rp. 119,122, mendapatkan NPV1 sebesar Rp. 1,288,499, NPV2 sebesar 1,757,513, dan IRR sebesar 48%. Hal ini dapat diartikan bahwa usahatani seledri di Kelurahan Kampug Enam Kota Tarakan layak untuk diusahakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Keberlanjutan Usahatani Jagung Manis (Zea Mays) Di Kecamatan Tarakan Utara

2023•

ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays) DI KECAMATAN TARAKAN UTARA Abstrak Pembangunan berkelanjutan adalah pendekatan yang sangat penting dalam menyusun rencana dan strategi pembangunan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kebutuhan generasi mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab 1) Mengetahui status keberlanjutan usahatani jagung manis (Zea mays) ditinjau berdasarkan dimensi ekologi, ekonomi, sosial, teknologi dan kelembagaan di Kecamatan Tarakan Utara. 2) Mengetahui atribut dimensi apa saja yang sensitif mempengaruhi keberlanjutan usahatani jagung manis (Zea mays) di Kecamatan Tarakan Utara. Sampel dalam penelitian ini adalah petani jagung manis di Tarakan Utara berjumlah 20 responden. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis Multidimensional scalling Hasil penelitian ini, pertama, dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial, dimensi teknologi dan dimensi kelembagaan memiliki status kurang berkelanjutan. Kedua, 11 atribut yang sensitive dari keseluruhan dimensi untuk dimensi ekologi atribut sensitive adalah pupuk kompos (5.90), pupuk kimia (4.57), untuk dimensi ekonomi atribut sensitive adalah produksi jagung (2.22), penerimaan (2.00), pemasaran (1.25), untuk dimensi sosial atribut sensitive adalah partisipasi keluarga (4.90), tenaga kerja (4.68), tingkat pendidikan (4.28), untuk dimensi teknologi atribut sensitive adalah sarana jalan (15.21), teknologi (9.38) dan untuk dimensi kelembagaan atribut sensitive adalah kegiatan penyuluhan (1.25). Kata Kunci:Usahatani, jagung manis, Multi Dimensional Scalling, Indeks Keberlanjutan dan Status Keberlanjutan

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kelayakan usaha tani sarang burung walet di Kelurahan Tanjung Selor Hilir Kabupaten Bulungan (Studi kasus sarang burung walet milik Bapak Mudhrad)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Penelitian tentang kelayakan usahatani sarang burung walet di Kelurahan Tanjung Selor Hilir Kabupaten Bulungan (studi kasus sarang burung walet milik Bapak Mudhrad), dengan bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan yakni untuk mengetahui total biaya, penerimaan, pendapatan, serta analisis Kelayakan Usahatani Sarang Burung Walet yang dapat ditentukan melalui RC Ratio dan BC Ratio. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data yang digunakan dalam tesis ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, total biaya yang dikeluarkan pada usahatani sarang burung walet selama 6 Tahun sebesar Rp. 118.718.334, dengan penerimaan sebesar Rp. 484.000.000, dan pendapatan sebesar Rp. 365.281.666. Kedua, erdasarkan analisis kelayakan usaha yang dilakukan melalui 2 indikator yaitu R/C Ratio ddan B/C ratio layak untuk diusahakan

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI CABAI RAWIT DI KELURAHAN MAMBURUNGAN TIMUR KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pendapatan dan kelayakan usahatani cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan. Responden dalam penelitian ini sebanyak 25 orang petani cabai rawit yang ditentukan melalui metode sensus. Jenis data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan kuisioner. Data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui dokumen, catatan, jurnal dan lain-lain yang dibutuhkan dalam penelitian. Metode analisis data dalam penelian ini menggunakan R/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Pertama, rata-rata pendapatan yang diperoleh petani cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur dalam satu kali musim tanam adalah sebesar Rp.156.166.161. Kedua, analisis kelayakan R/C Ratio berdasarkan data yang diperoleh pada saat penelitian menunjukkan nilai sebesar 11,49 yang dapat diartikan bahwa usahatani cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur layak untuk diusahakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis usahatani padi sawah dan padi ladang di Desa Teras Nawang Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Padi sawah dan padi ladang adalah komoditas yang dibudidayakan oleh petani di Desa Teras Nawang Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mendeskripsikan sistem budidaya usahatani padi sawah dan padi ladang di Desa Teras Nawang Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan, (2) Menganalisis pendapatan usahatani padi sawah dan padi ladang di Desa Teras Nawang Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan selama satu musim tanam. Penelitian ini dilakukan di Desa Teras Nawang Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara purposive (sengaja) artinya tempat lokasi penelitian sengaja dipilih karena terdapat petani yang berusahatani padi sawah dan padi ladang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis pendapatan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Budidaya usahatani padi sawah dan padi ladang di desa Teras Nawang terdapat perbedaan dalam teknik budidaya dan waktu yang dibutuhkan dalam setiap tahap budidaya, dalam teknik budidaya, diantaranya dalam persiapan lahan, penanaman, dan pemeliharaan. Sementara untuk waktu yang dibutuhkan dalam setiap tahap budidaya diantaranya dalam pengadaan benih, persiapan lahan, persemaian, penanaman, pemeliharaan dan panen. (2) Pendapatan usahatani padi yang ada di Desa Teras Nawang Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan sebesar Rp.662,252 untuk padi sawah dan Rp.1,026,814 untuk padi ladang dalam satu kali musim tanam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail