Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

57 hasil
Subjek: PEMECAHAN MASALAH
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE (SSCS) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MURID KELAS VIII SMP NEGERI 4 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis murid kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan pada materi Persamaan Garis Lurus. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent (Pre-Test and Post-Test) Control Group Design, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diseleksi tanpa prosedur penempatan acak. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan tahun ajaran 2025/2026. Sampel dipilih menggunakan teknik cluster sampling, yaitu kelas VIII-5 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-9 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran SSCS dengan tahapan Search (mengidentifikasi masalah), Solve (merencanakan penyelesaian masalah), Create (menuliskan pemecahan masalah), dan Share (mengomunikasikan penyelesaian masalah), sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis berbentuk soal uraian. Hasil uji prasyarat menunjukkan data berdistribusi tidak normal sehingga dilanjutkan dengan uji hipotesis statisik nonparametrik yaitu uji Mann-Whitney U pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji kemampuan awal menunjukkan bahwa kedua kelas memiliki kemampuan awal yang relatif sama. Hasil uji hipotesis penelitian pada post-test menunjukkan adanya pengaruh model SSCS terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis murid, hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 ( 0,05). Selain itu, secara deskriptif nilai rata-rata hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis murid di kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan murid di kelas kontrol. Dengan demikian, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis murid kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMPN 14 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa SMPN 14 Tarakan. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2026/2027 di SMPN 14 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain Pretest – Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMPN 14 Tarakan. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII – 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII – 3 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes berupa soal uraian. Instrumen yang digunakan berupa soal pretest dan posttest sebanyak 5 soal uraian. Teknik analisis data digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas, uji t dengan teknik independent sample t – test, dan analisis N – Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 78,63, sedangkan kelas kontrol sebesar 75,00. Hasil Independent sample t – test diperoleh t_{hitung} = 2,341 lebih besar daripada t_{tabel}=1,999, dengan nilai signifikansi sebesar 0,022 0,05, sehingga H_{0} ditolak dan H_{1} diterima. Rata – rata N – Gain kelas eksperimen sebesar 0,541 dan kelas kontrol sebesar 0,490 yang keduanya berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa SMPN 14 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

deskripsi kemampuan pemecahan masalah siswa materi bangun datar berbentuk soal cerita dikelas v sdn 013 tarakan

2026•

Kemampuan pemecahan masalah penting dimiliki pada setia orang terutama siswa, karena siswa akan menghadapi permasalahan yang membutuhkan kemampuan pemecahan masalah yang baik. Untuk itu kemampuan pemecahan masalah perlu dilatih dan dikembangkan kepada siswa agar mereka dapat memecahkan masalah dalam materi bangun datar berbentuk soal cerita di kelas V SDN 014 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis kemampuan siswa dalam memahami masalah, merencanakan pemecahannya, menyelesaikan masalah sesuai rencana, serta memeriksa Kembali prosedur dan hasil penyelesaian. Penelitian ini memperoleh data dari hasil lembar jawaban tes siswa. Data dari hasil tes siswa telah dilakukan penskoran dan telah dikelompokkan berdasarkan Tingkat kemampuan siswa, yaitu kategori tinggi, kategori sedang, kategori rendah. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil melainkan juga menekankan kemampuan pemecahan masalah siswa. Pembelajaran perlu ditingkatkan dengan berbagai macam model matematika sehingga kemampuan siswa dalam pemecahan masalah lebih meningkat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS XI SMAN 4 TARAKAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi Fungsi Invers. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Kesehatan-3 dan XI Humaniora-1 SMA Negeri 4 Tarakan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol yang diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning dan konvensional. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis yang diberikan pada pretest dan posttest. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene's Test, uji Independent Sample T-Test, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hal ini ditunjukkan dari nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,012 0,05 sehingga 𝐻₀ ditolak. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 64,77 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 50,00. Berdasarkan analisis N-Gain diperoleh rata-rata kelas eksperimen sebesar 0,494 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,323. Dengan demikian, disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning memberikan pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas XI SMA Negeri 4 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH SELF-EFFICACY TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 TARAKAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Self-Efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang ditunjukkan dari hasil belajar yang masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), serta adanya faktor afektif berupa keyakinan diri (Self-Efficacy) yang diduga memengaruhi kemampuan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan, dengan sampel sebanyak 104 siswa yang diambil menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket untuk mengukur Self-Efficacy dan tes uraian untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan tahapan Polya. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Self-Efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hal ini dibuktikan dengan persamaan regresi, Y ̂=-12,399+0,444X yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan Self-Efficacy akan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis sebesar 0,444. Selain itu, nilai signifikansi pada uji t sebesar 0,05 menunjukkan bahwa hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, semakin tinggi Self-Efficacy siswa, maka semakin tinggi pula kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimilikinya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Self-Efficacy memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memperhatikan dan meningkatkan aspek afektif siswa, khususnya Self-Efficacy, dalam proses pembelajaran matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis High Order Thinking Skill (HOTS) Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Berbasis Open Ended Matematika

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan High Order Thinking Skill (HOTS) menjadi penting dalam pembelajaran abad 21 karena melibatkan proses berpikir tingkat tinggi seperti menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta, yang esensial dalam pemecahan masalah kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan High Order Thinking Skill (HOTS) siswa dalam menyelesaikan soal berbasis open ended matematika pada siswa kelas V Sekolah Dasar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dan subjek penelitian dipilih berdasarkan kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan hasil tes HOTS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara semi-terstruktur untuk menggali kemampuan berpikir siswa secara lebih mendalam. Instrumen penelitian terdiri dari tiga soal matematika berbasis open ended yang dirancang berdasarkan indikator HOTS dalam Taksonomi Bloom revisi, yaitu C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (mencipta). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kategori tinggi mampu menunjukkan ketiga indikator HOTS secara konsisten, baik dalam menjelaskan informasi, menyusun strategi pemecahan masalah, maupun menyimpulkan jawaban. Siswa kategori sedang mampu menganalisis dan mengevaluasi, namun mengalami kesulitan pada aspek mencipta secara tertulis. Sementara itu, siswa dengan kategori rendah hanya menunjukkan indikator menganalisis dan mengevaluasi pada satu soal sementara indikator mencipta tidak dapat terpenuhi. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan pembelajaran berbasis open ended yang mampu menstimulasi kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KESALAHAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL NUMERASI DITINJAU DARI ASPEK SELF-EFFICACY

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan mahasiswa PGSD dalam menyelesaikan soal numerasi ditinjau dari aspek self-efficacy. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek tiga mahasiswa yang dikategorikan berdasarkan tingkat self-efficacy: rendah, sedang, dan tinggi. Data dikumpulkan melalui angket, tes numerasi, dan wawancara, serta dianalisis menggunakan tahapan Newman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan self-efficacy rendah melakukan kesalahan pada tahap membaca. Mahasiswa dengan self-efficacy sedang dan tinggi menunjukkan kesalahan dalam memahami soal, yang mengakibatkan muncul kesalahan pada transformasion, Prosess skill dan Encoding. Penelitian ini menegaskan pentingnya mengetahui kesalahan dalam menyelesaikan soal numerasi untuk meningkatkan kemampuan berhitung mahasiswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VII SMP Negeri 14 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan yang penting dimiliki oleh siswa karena menjadi dasar dalam melatih kebiasaan berpikir kritis dan berpikir sistematis saat menghadapi berbagai permasalahan, baik dalam konteks matematika maupun dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis di SMP Negeri 14 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara tes berupa soal essay. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal pretest dan posttest sebanyak 3 soal essay, dengan masing-masing soal memuat 4 indikator kemampuan pemecahan masalah. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan desain non-equivalent control group dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 14 Tarakan yaitu sebanyak 128 orang. Melalui teknik kluster sampling diperoleh kelas VII-2 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-1 sebagai kelas kontrol, dengan masing-masing kelas terdiri dari 32 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil pretest, sebagian besar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berada dalam kategori sedang, masing-masing sebanyak 14 siswa (46,6%) dan 13 siswa (44,8%). Setelah diberi perlakuan sebagian besar siswa yang mengikuti posttest berada dalam kategori tinggi dan sangat tinggi, yaitu 15 siswa (50%) di kelas eksperimen dan 13 siswa (44,8%) di kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji t diperoleh bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran STAD terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KECEMASAN MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII MTS HURRASUL AQIDAH KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kecemasan matematika terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII MTs Hurrasul Aqidah Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi yang digunakan yaitu siswa kelas VIII MTs Hurrasul Aqidah Kota Tarakan dengan teknik pengambilan sampel yaitu sampel jenuh atau seluruh anggota populasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif yang meliputi uji normalitas dan uji linieritas dan analisis statistik inferensial yang meliputi analisis regresi linier sederhana. Hasil analisis data diperoleh bahwa Y ̂=30,496-0,634X, artinya setiap kenaikan satu nilai kecemasan matematika maka akan menyebabkan penurunan kemampuan pemecahan masalah matematika sebesar 0,634. Sehingga, semakin besar nilai tingkat kecemasan matematika maka semakin kecil nilai tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika siswanya, begitupun sebaliknya. Hal ini menunjukkan pengaruh yang negatif atau pengaruh yang berbanding terbalik. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara kecemasan matematika dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII MTs Hurrasul Aqidah Kota Tarakan. Besaran persentase pengaruhnya adalah sebesar 34%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Deskripsi kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif siswa kelas IV MI Daud Kholifatullah

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu aspek utama dalam pembelajaran matematika yang diperlukan oleh peserta didik. Gaya kognitif dibagi menjadi dua yaitu gaya kognitif field independent (FI) dan field dependent (FD). penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV MI Daud Kholifatullah berdasarkan gaya kognitif Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD). Jenis penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa Tes Group Embedded Figure Test (GEFT), tes kemampuan pemecahan masalah dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 4 siswa berdasarkan hasil tes gaya kognitif, yaitu 2 siswa dengan gaya kognitif field independent, dan 2 siswa dengan gaya kognitif field dependent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara subjek dengan gaya kognitif FI dan subjek dengan gaya kognitif FD. Subjek dengan gaya kognitif FI disetiap soal mampu memenuhi indikator kemampuan pemecahan masalah menurut Polya dengan baik yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, namun ada satu indikator yang belum terpenuhi oleh subjek yaitu indikator memeriksa kembali. Subjek dengan gaya kognitif FD disetiap soal belum mampu memenuhi indikator kemampuan pemecahan masalah menurut Polya subjek FD belum mampu memahami masalah pada soal, belum mampu merencanakan penyelesaian, belum mampu melaksanakan rencana penyelesaian dan tidak mampu memeriksa kembali hasil perhitungan atau hasil akhir.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN LITERASI SAINS TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH PADA PEMBELAJARAN IPA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Literasi sains merupakan kemampuan dasar yang dimiliki individu dengan melibatkan pemikiran yang kritis, logis serta sistematis. Jika siswa memiliki literasi sains yang baik maka akan mempengaruhi keterampilannya dalam pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan literasi sains terhadap keterampilan pemecahan masalah siswa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kuantitatif dengan mengukur korelasi atau hubungan antar dua variabel yaitu literasi sains (X) dan keterampilan pemecahan masalah (Y). Teknik sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling dimana dari kelima kelas VIII yang diambil hanya 1 kelas saja sebanyak 32 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu tes sebanyak 12 soal untuk mengetahui bagaimana perkembangan literasi sains dan pemecahan masalah siswa. Analisis data yang digunakan yaitu analisis korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan software SPSS untuk mempermudah dalam perhitungan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara literasi sains dengan keterampilan pemecahan masalah dalam pembelajaran IPA dengan nilai korelasi sebesar 0,79 yang artinya tingkat kekuatan korelasi antar kedua variabel tergolong dalam kategori Kuat dan hubungan yang positif. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa literasi sains dan keterampilan pemecahan masalah memiliki hubungan atau korelasi yang kuat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS IX MTS NEGERI TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi exsperiment design dengan desain penelitian Posttest-Only Control Group design. Variabel bebas penelitian ini adalah metode Tutor Sebaya dan variabel terikat penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematika. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu kelas IX A sebagai kelas eksperimen dan kelas IX C sebagai kelas kontrol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya dengan pemecahan masalah matematika siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan. Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui tes tertulis dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan inferensial untuk menganalisis data akhir dengan menggunakan bantuan software SPSS 24.0 for windows. Hasil dari analisis deskripstif diperoleh bahwa rata-rata nilai posttest pada kelas eksperimen sebesar 68,93 sedangkan kelas kontrol sebesar 53,57 dan menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar dari kelas kontrol. Adapun dari hasil uji independent samples t-test dengan taraf signitifikan 5% (𝛼 = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,000 dan 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 yaitu 8,235 > 2,056. Dengan demikian 𝐻0 ditolak dan 𝐻1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model Tutor Sebaya berpengaruh terhadap kemampuan pemencahan masalah matemtika

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH GUIDED-DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS XII MIPA SMA NEGERI 3 TARAKAN

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model Guided-Discovery Learning (GDL) berpengaruh terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis (KPMM) Siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain penelitian non-equivalent control group pretest-postest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII MIPA SMA Negeri 3 Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan dengan random-intact group. Sampel dalam penelitian ini adalah XII MIPA I sebagai kelas eksperimen dan XII MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dengan menggunakan tes tertulis dalam bentuk uraian terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif meliputi rata-rata (mean), nilai per indikator, dan standar deviasi. Analisis inferensial meliputi uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis yang menggunakan metode statistik nonparametrik yaitu uji Mann Whitney dikarenakan data yang tidak berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji hipotesis untuk melihat ada tidaknya pengaruh perlakuan dalam hal ini model GDL terhadap KPMM siswa adalah dengan hasil uji perbedaan N-Gain score antara kelas ekperimen dan kelas kontrol, dimana nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada N-gain skor KPMM antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model GDL dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model Guided-Discovery Learning berpengaruh terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa Kelas VII SMPN 2 Tanjung Palas Utara

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh gaya belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa kelas VII SMPN 2 Tanjung Palas Utara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Tujuan penelitian adalah: (1) mengetahui pengaruh gaya belajar visual terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa, (2) mengetahui pengaruh gaya belajar auditorial, (3) mengetahui pengaruh gaya belajar kinestetik, dan (4) mengetahui pengaruh gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang mengukur gaya belajar dan kemampuan pemecahan masalah siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori gaya belajar dominan pada kategori sedang dengan 86% siswa visual, 63% siswa auditorial, dan 65% siswa kinestetik. Hasil regresi linier sederhana menunjukkan persamaan untuk gaya belajar visual Ŷ = 26,942 − 0,990 X, auditorial Ŷ = 24,961 − 0,558 X, dan kinestetik Ŷ = 36,902 − 2,496 X.. Artinya, setiap kenaikan satu satuan gaya belajar menyebabkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah masing-masing sebesar 0.990, 0.558 dan 2.496. Penelitian ini menunjukkan bahwa gaya belajar berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa. Siswa dengan gaya belajar yang tinggi memperoleh hasil belajar yang optimal, sedangkan siswa dengan gaya belajar rendah menunjukkan hasil kurang optimal. Disarankan siswa menyesuaikan gaya belajar untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA KELAS VIII SMPN 8 TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah Matematika ditinjau dari gaya belajar pada siswa kelas VIII SMPN 8 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yaitu penelitian yang diarahkan untuk menghimpun data, mengambil makna, dan memperoleh pemahaman dari kasus tersebut. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 5 siswa di kelas VIII SMPN 8 Tarakan yang dipilih melalui teknik purposive sampling yaitu pengambilan partisipan berdasarkan pertimbangan tertentu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, tugas, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif model interaktif yaitu analisis data yang dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus sampai tuntas. Hasil penelitian ini menunjukkan dalam menyelesaikan soal konten sistem persamaan linier dua variabel siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah Matematika dengan gaya belajar kinestetik mampu melalui empat tahap kemampuan pemecahan masalah Matematika menurut Polya yakni memahami masalah, merencanakan, melaksanakan dan memeriksa kembali. Siswa dengan gaya belajar visual hanya mampu melalui tiga tahap kemampuan pemecahan masalah Matematika menurut Polya, dan pada tahap ketiga (melaksanakan rencana penyelesaian) siswa visual mengalami kesulitan dalam melakukan perhitungan terutama pada pembagian. Sedangkan untuk siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah Matematika dengan gaya belajar auditori hanya mampu melalui tahap memahami masalah. Siswa dengan gaya belajar auditori tersebut hanya mampu memahami informasi yang terdapat pada soal, dan cenderung mengalami kesulitan saat membuat model Matematika dari informasi yang sudah mereka pahami sebelumnya serta membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami soal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau Dari Kemandirian Belajar Pada Siswa SMP Muhammadiyah 1 Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Tarakan ditinjau dari kemandirian belajar Tingkat Rendah. Pengumpulan data dilakukan dengan angket, tes, wawamcara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan peserta didik dengan kategori kemandirian belajar rendah belum mampu menyelesaikan tes kemampuan pemecahan masalah matematis dengan baik. Peserta didik pada kategori ini hanya mampu menyelesaikan masing-masing satu indikator yaitu memahami masalah dan melaksanakan rencana penyelesaian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksplorasi Proses Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas 8 SMP Negeri 5 Tarakan dalam Menyelesaikan Soal Cerita

2024•

Pemecahan masalah penting dimiliki oleh setiap siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Sebagian besar siswa terutama siswa kelas 8 mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah matematika. Hal ini mengindikasikan bahwa siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika yang rendah. Eksplorasi terhadap proses pemecahan masalah matematika penting dilakukan. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam proses pemecahan masalah yang dilakukan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan mengambil pendekatan studi kasus pada siswa kelas 8 SMP Negeri 5 Tarakan. Peneliti mengumpulkan data dengan cara pemberian soal, observasi, analisis dokumen dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis kualitatif Miles, Huberman, dan Saldana (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemecahan masalah matematika siswa terdiri dari beberapa tema: pemahaman terhadap masalah matematika, strategi penyelesaian masalah matematika, dan verifikasi jawaban. Terdapat tema lain di luar tema proses pemecahan masalah matematika, yaitu perhatian selama berhadapan dengan masalah, persepsi terhadap masalah dan solusi yang diberikan siswa. Walaupun tema tersebut terkesan di luar proses pemecahan masalah, tema perhatian selama berhadapan dengan masalah, persepsi terhadap masalah dan solusi yang diberikan siswa sangat berkaitan dengan proses pemecahan masalah itu sendiri sesuai dengan yang diungkapkan oleh data.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas IX SMP Mutiara Bangsa Sebatik

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan maslaah matematika siswa. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Penelitian ini dilakukan di SMP Mutiara Bangsa Sebatik dengan populasi penelitian adalah seluruh kelas IX A, B dan C tahun ajaran 2023/2024. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dan diperoleh kelas IX B sebagai kelas eksperimen dan kelas IX C sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif meliputi rata-rata, skor per indikator, dan standar deviasi. Sedangkan analisis inferensial terdiri dari uji t (independent sample t-test). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika kelas eksperimen adalah dan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas kontrol adalah . Hal ini juga didukung oleh hasil uji independent sample t-test dengan uji pihak kanan dan taraf signifikan ( ) diperoleh p-value sebesar . Sehingga dapat dilihat bahwa , dengan demikian ditolak. Hal ini berarti terdapat pengaruh dari model problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Di Kelas XI SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah Matematika siswa di SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain pretest- posttest control grup design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah. Penarikan sampel menggunakan teknik cluster Random Sampling dan diperoleh sampel penelitian yaitu kelas XI IPA 1 dengan jumlah siswa sebanyak 15 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 2 dengan jumlah siswa sebanyak 15 orang sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan tes tertulis. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yaitu rata-rata dan simpangan baku dan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas untuk data awal dan uji hipotesis menggunakan uji statistik independen sampel t-test. Hasil analisis deskriptif menunjukan rata-rata nilai pretest di kelas eksperimen lebih besar dari rata-rata nilai pretest dikelas kontrol yaitu sebesar 59,87 pada kelas eksperimen sedangkan pada kelas kontrol sebesar 52,87. Sedangkan nilai posttest pada kelas eksperimen yaitu 79,93, sedangkan pada kelas kontrol yaitu 65,33. Berdasarkan hasil analisis uji independent sampel t-test dengan taraf signifikan 5% (α=0,05). Dengan demikian H_0 ditolak dan H_1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based learning berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI VISUAL MATEMATIKA SISWA KELAS V-B DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PECAHAN BERBENTUK SOAL CERITA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Materi pecahan masih menjadi permasalahan bagi banyak siswa di Sekolah Dasar. Pada kenyataannya, kebanyakan siswa dapat menyelesaikan materi pecahan secara aritmatika, tetapi mereka tidak paham konsep dasar jika diminta untuk menggambarkanya secara sederhana terlebih lagi pada soal cerita yang mengedepankan sisi visual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan representasi siswa kelas V-B SDN 013 Tarakan dalam menyelesaikan masalah pecahan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes kemampuan representasi visual dan wawancara. Sebanyak 23 siswa kelas V-B mengisi lembar tes kemampuan representasi visual yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan matematika. Dari 23 siswa, 6 orang dipilih mewakili setiap kategori kemampuan matematika untuk di wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan representasi visual kategori tinggi, sedang dan rendah diketahui bahwa semua siswa memiliki representasi yang berbeda-beda. Hal tersebut dapat dilihat pada siswa yang memiliki kemampuan matematika tinggi dapat merepresentasikan konsep pecahan ke dalam bentuk gambar dengan tepat, namun tidak dengan siswa berkemampuan sedang yang kurang tepat dalam merepresentasikan pecahan ke dalam bentuk gambar. Sedangkan siswa dengan kemampuan representasi rendah tidak mampu menyelesaikan masalah pecahan menggunakan gambar dengan tepat. Berdasarkan hasil penelitian adapun bentuk rekomendasi yaitu mengajarkan dan memberikan pemahaman terkait dengan materi pecahan yang tidak hanya berpusat pada aritmatika, namun dapat juga dimulai dengan representasi yang mengedepankan sisi visual.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail