Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

30 hasil
Subjek: Kemampuan pemecahan masalah
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE (SSCS) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MURID KELAS VIII SMP NEGERI 4 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis murid kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan pada materi Persamaan Garis Lurus. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent (Pre-Test and Post-Test) Control Group Design, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diseleksi tanpa prosedur penempatan acak. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan tahun ajaran 2025/2026. Sampel dipilih menggunakan teknik cluster sampling, yaitu kelas VIII-5 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-9 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran SSCS dengan tahapan Search (mengidentifikasi masalah), Solve (merencanakan penyelesaian masalah), Create (menuliskan pemecahan masalah), dan Share (mengomunikasikan penyelesaian masalah), sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis berbentuk soal uraian. Hasil uji prasyarat menunjukkan data berdistribusi tidak normal sehingga dilanjutkan dengan uji hipotesis statisik nonparametrik yaitu uji Mann-Whitney U pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji kemampuan awal menunjukkan bahwa kedua kelas memiliki kemampuan awal yang relatif sama. Hasil uji hipotesis penelitian pada post-test menunjukkan adanya pengaruh model SSCS terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis murid, hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 ( 0,05). Selain itu, secara deskriptif nilai rata-rata hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis murid di kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan murid di kelas kontrol. Dengan demikian, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis murid kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMPN 14 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa SMPN 14 Tarakan. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2026/2027 di SMPN 14 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain Pretest – Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMPN 14 Tarakan. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII – 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII – 3 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes berupa soal uraian. Instrumen yang digunakan berupa soal pretest dan posttest sebanyak 5 soal uraian. Teknik analisis data digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas, uji t dengan teknik independent sample t – test, dan analisis N – Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 78,63, sedangkan kelas kontrol sebesar 75,00. Hasil Independent sample t – test diperoleh t_{hitung} = 2,341 lebih besar daripada t_{tabel}=1,999, dengan nilai signifikansi sebesar 0,022 0,05, sehingga H_{0} ditolak dan H_{1} diterima. Rata – rata N – Gain kelas eksperimen sebesar 0,541 dan kelas kontrol sebesar 0,490 yang keduanya berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa SMPN 14 Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

deskripsi kemampuan pemecahan masalah siswa materi bangun datar berbentuk soal cerita dikelas v sdn 013 tarakan

2026•

Kemampuan pemecahan masalah penting dimiliki pada setia orang terutama siswa, karena siswa akan menghadapi permasalahan yang membutuhkan kemampuan pemecahan masalah yang baik. Untuk itu kemampuan pemecahan masalah perlu dilatih dan dikembangkan kepada siswa agar mereka dapat memecahkan masalah dalam materi bangun datar berbentuk soal cerita di kelas V SDN 014 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis kemampuan siswa dalam memahami masalah, merencanakan pemecahannya, menyelesaikan masalah sesuai rencana, serta memeriksa Kembali prosedur dan hasil penyelesaian. Penelitian ini memperoleh data dari hasil lembar jawaban tes siswa. Data dari hasil tes siswa telah dilakukan penskoran dan telah dikelompokkan berdasarkan Tingkat kemampuan siswa, yaitu kategori tinggi, kategori sedang, kategori rendah. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil melainkan juga menekankan kemampuan pemecahan masalah siswa. Pembelajaran perlu ditingkatkan dengan berbagai macam model matematika sehingga kemampuan siswa dalam pemecahan masalah lebih meningkat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH SELF-EFFICACY TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 TARAKAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Self-Efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang ditunjukkan dari hasil belajar yang masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), serta adanya faktor afektif berupa keyakinan diri (Self-Efficacy) yang diduga memengaruhi kemampuan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan, dengan sampel sebanyak 104 siswa yang diambil menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket untuk mengukur Self-Efficacy dan tes uraian untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan tahapan Polya. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Self-Efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hal ini dibuktikan dengan persamaan regresi, Y ̂=-12,399+0,444X yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan Self-Efficacy akan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis sebesar 0,444. Selain itu, nilai signifikansi pada uji t sebesar 0,05 menunjukkan bahwa hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, semakin tinggi Self-Efficacy siswa, maka semakin tinggi pula kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimilikinya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Self-Efficacy memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memperhatikan dan meningkatkan aspek afektif siswa, khususnya Self-Efficacy, dalam proses pembelajaran matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VII SMP Negeri 14 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan yang penting dimiliki oleh siswa karena menjadi dasar dalam melatih kebiasaan berpikir kritis dan berpikir sistematis saat menghadapi berbagai permasalahan, baik dalam konteks matematika maupun dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis di SMP Negeri 14 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara tes berupa soal essay. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal pretest dan posttest sebanyak 3 soal essay, dengan masing-masing soal memuat 4 indikator kemampuan pemecahan masalah. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan desain non-equivalent control group dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 14 Tarakan yaitu sebanyak 128 orang. Melalui teknik kluster sampling diperoleh kelas VII-2 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-1 sebagai kelas kontrol, dengan masing-masing kelas terdiri dari 32 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil pretest, sebagian besar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berada dalam kategori sedang, masing-masing sebanyak 14 siswa (46,6%) dan 13 siswa (44,8%). Setelah diberi perlakuan sebagian besar siswa yang mengikuti posttest berada dalam kategori tinggi dan sangat tinggi, yaitu 15 siswa (50%) di kelas eksperimen dan 13 siswa (44,8%) di kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji t diperoleh bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran STAD terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KECEMASAN MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII MTS HURRASUL AQIDAH KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kecemasan matematika terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII MTs Hurrasul Aqidah Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi yang digunakan yaitu siswa kelas VIII MTs Hurrasul Aqidah Kota Tarakan dengan teknik pengambilan sampel yaitu sampel jenuh atau seluruh anggota populasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif yang meliputi uji normalitas dan uji linieritas dan analisis statistik inferensial yang meliputi analisis regresi linier sederhana. Hasil analisis data diperoleh bahwa Y ̂=30,496-0,634X, artinya setiap kenaikan satu nilai kecemasan matematika maka akan menyebabkan penurunan kemampuan pemecahan masalah matematika sebesar 0,634. Sehingga, semakin besar nilai tingkat kecemasan matematika maka semakin kecil nilai tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika siswanya, begitupun sebaliknya. Hal ini menunjukkan pengaruh yang negatif atau pengaruh yang berbanding terbalik. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara kecemasan matematika dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII MTs Hurrasul Aqidah Kota Tarakan. Besaran persentase pengaruhnya adalah sebesar 34%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel penelitian ini.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS IX MTS NEGERI TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi exsperiment design dengan desain penelitian Posttest-Only Control Group design. Variabel bebas penelitian ini adalah metode Tutor Sebaya dan variabel terikat penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematika. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu kelas IX A sebagai kelas eksperimen dan kelas IX C sebagai kelas kontrol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya dengan pemecahan masalah matematika siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan. Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui tes tertulis dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan inferensial untuk menganalisis data akhir dengan menggunakan bantuan software SPSS 24.0 for windows. Hasil dari analisis deskripstif diperoleh bahwa rata-rata nilai posttest pada kelas eksperimen sebesar 68,93 sedangkan kelas kontrol sebesar 53,57 dan menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar dari kelas kontrol. Adapun dari hasil uji independent samples t-test dengan taraf signitifikan 5% (𝛼 = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,000 dan 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 yaitu 8,235 > 2,056. Dengan demikian 𝐻0 ditolak dan 𝐻1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model Tutor Sebaya berpengaruh terhadap kemampuan pemencahan masalah matemtika

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH GUIDED-DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS XII MIPA SMA NEGERI 3 TARAKAN

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model Guided-Discovery Learning (GDL) berpengaruh terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis (KPMM) Siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain penelitian non-equivalent control group pretest-postest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII MIPA SMA Negeri 3 Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan dengan random-intact group. Sampel dalam penelitian ini adalah XII MIPA I sebagai kelas eksperimen dan XII MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dengan menggunakan tes tertulis dalam bentuk uraian terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif meliputi rata-rata (mean), nilai per indikator, dan standar deviasi. Analisis inferensial meliputi uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis yang menggunakan metode statistik nonparametrik yaitu uji Mann Whitney dikarenakan data yang tidak berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji hipotesis untuk melihat ada tidaknya pengaruh perlakuan dalam hal ini model GDL terhadap KPMM siswa adalah dengan hasil uji perbedaan N-Gain score antara kelas ekperimen dan kelas kontrol, dimana nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada N-gain skor KPMM antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model GDL dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model Guided-Discovery Learning berpengaruh terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa Kelas VII SMPN 2 Tanjung Palas Utara

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh gaya belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa kelas VII SMPN 2 Tanjung Palas Utara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Tujuan penelitian adalah: (1) mengetahui pengaruh gaya belajar visual terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa, (2) mengetahui pengaruh gaya belajar auditorial, (3) mengetahui pengaruh gaya belajar kinestetik, dan (4) mengetahui pengaruh gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang mengukur gaya belajar dan kemampuan pemecahan masalah siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori gaya belajar dominan pada kategori sedang dengan 86% siswa visual, 63% siswa auditorial, dan 65% siswa kinestetik. Hasil regresi linier sederhana menunjukkan persamaan untuk gaya belajar visual Ŷ = 26,942 − 0,990 X, auditorial Ŷ = 24,961 − 0,558 X, dan kinestetik Ŷ = 36,902 − 2,496 X.. Artinya, setiap kenaikan satu satuan gaya belajar menyebabkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah masing-masing sebesar 0.990, 0.558 dan 2.496. Penelitian ini menunjukkan bahwa gaya belajar berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa. Siswa dengan gaya belajar yang tinggi memperoleh hasil belajar yang optimal, sedangkan siswa dengan gaya belajar rendah menunjukkan hasil kurang optimal. Disarankan siswa menyesuaikan gaya belajar untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau Dari Kemandirian Belajar Pada Siswa SMP Muhammadiyah 1 Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Tarakan ditinjau dari kemandirian belajar Tingkat Rendah. Pengumpulan data dilakukan dengan angket, tes, wawamcara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan peserta didik dengan kategori kemandirian belajar rendah belum mampu menyelesaikan tes kemampuan pemecahan masalah matematis dengan baik. Peserta didik pada kategori ini hanya mampu menyelesaikan masing-masing satu indikator yaitu memahami masalah dan melaksanakan rencana penyelesaian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas IX SMP Mutiara Bangsa Sebatik

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan maslaah matematika siswa. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Penelitian ini dilakukan di SMP Mutiara Bangsa Sebatik dengan populasi penelitian adalah seluruh kelas IX A, B dan C tahun ajaran 2023/2024. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dan diperoleh kelas IX B sebagai kelas eksperimen dan kelas IX C sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif meliputi rata-rata, skor per indikator, dan standar deviasi. Sedangkan analisis inferensial terdiri dari uji t (independent sample t-test). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika kelas eksperimen adalah dan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas kontrol adalah . Hal ini juga didukung oleh hasil uji independent sample t-test dengan uji pihak kanan dan taraf signifikan ( ) diperoleh p-value sebesar . Sehingga dapat dilihat bahwa , dengan demikian ditolak. Hal ini berarti terdapat pengaruh dari model problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Di Kelas XI SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah Matematika siswa di SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain pretest- posttest control grup design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah. Penarikan sampel menggunakan teknik cluster Random Sampling dan diperoleh sampel penelitian yaitu kelas XI IPA 1 dengan jumlah siswa sebanyak 15 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 2 dengan jumlah siswa sebanyak 15 orang sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan tes tertulis. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yaitu rata-rata dan simpangan baku dan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas untuk data awal dan uji hipotesis menggunakan uji statistik independen sampel t-test. Hasil analisis deskriptif menunjukan rata-rata nilai pretest di kelas eksperimen lebih besar dari rata-rata nilai pretest dikelas kontrol yaitu sebesar 59,87 pada kelas eksperimen sedangkan pada kelas kontrol sebesar 52,87. Sedangkan nilai posttest pada kelas eksperimen yaitu 79,93, sedangkan pada kelas kontrol yaitu 65,33. Berdasarkan hasil analisis uji independent sampel t-test dengan taraf signifikan 5% (α=0,05). Dengan demikian H_0 ditolak dan H_1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based learning berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematika dalam menyelesaikan masalah persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-1 sebanyak dua siswa yang dipilih secara purposive sampling, berdasarkan kriteria kemampuan pemecahan masalah yang tinggi. Pengumpulan data dilakukan dengan tugas proyek, observasi, wawancara dan analisis dokumentasi yang dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa pada tahap memahami masalah siswa mampu mengidentifikasi soal ketika diwawancarai, meskipun siswa tidak menuliskannya pada lembar tugas proyek. Siswa juga lebih terbiasa mengerjakan soal yang informasinya tersirat secara langsung. Pada tahap merencanakan pemecahan masalah siswa dapat menentukan rumus yang digunakan sebagai penyelesaian, meskipun siswa tidak dapat mengindetifikasi yang diketahui pada soal. Adapun pada tahap melaksanakan rencana pemecahan masalah, siswa berupaya melakukan penyelesaian meskipun siswa tidak mampu menyelesaikan dengan benar. Pada tahap memeriksa kembali siswa tidak melakukan pemeriksaan kembali. Dikarenakan siswa belum menemukan penyelesaian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Pada Materi Operasi Bilangan di Kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi operasi bilangan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 6 siswa kelas VII-2 yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pemilihan subjek dilakukan peneliti dengan rekomendasi dari guru dan peneliti menetapkan kriteria pemilihan subjek yaitu siswa sudah mendapatkan pembelajaran operasi bilangan dan siswa menempati tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis tinggi dan rendah. Instrumen pengumpulan data yang digunakan instrumen utama peneliti dan instrumen penunjang pedoman wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Uji keabsahan data yang digunakan uji credibility, uji transferability, uji dependability dan uji confirmability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kemampuan pemecahan masalah pada materi operasi bilangan (1) siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah tinggi adalah siswa dapat menentukan dan memahami masalah, serta mengetahui rencana dan melaksanakan rencana yang digunakan untuk menyelesaiakan soal tersebut, siswa mampu memberikan kesimpulan dari setiap soal yang dikerjakan. (2) Siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah rendah belum mampu memenuhi setiap indikator pemecahan masalah matematis. Siswa telah mengetahui masalah dari beberapa soal dan terdapat pula siswa yang tidak mampu menuliskan hal-hal yang ada pada soal, untuk soal yang dipahami, siswa menyelesaikan soal dengan benar dan untuk soal yang tidak dipahami siswa hanya menuliskan sebagian kecil dari apa yang seharusnya.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksplorasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas 7D SMP Negeri 5 Tarakan Pada Materi Bilangan Bulat

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan pemecahan masalah matematis adalah salah satu kemampuan paling penting pada bidang Pendidikan Matematika dan diharapkan dimiliki oleh setiap siswa. Untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa diperlukan tahapan dalam mendeskripsikan kemampuan siswa pada saat memecahkan masalah matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP pada materi bilangan bulat. Penelitian ini dilakukan di kelas 7D SMP Negeri 5 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualtatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan tugas, observasi, analisis dokumen dan melakukan wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah model analisis kualitatif Miles, Huberman dan Saldana (2014). Temuan penelitian ini dikelompokkan pada dua kategori: kemampuan pemecahan masalah matematis; dan pengalaman menyelesaikan masalah/soal pada saat pembelajaran. Pada penelitian ini partisipan menyelesaikan pemecahan masalah matematis dengan menggunakan tahapan seperti yang digagas oleh Polya yaitu memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali. Akan tetapi, tahapan memeriksa kembali tidak dilakukan dengan benar oleh partisipan. Partisipan hanya melakukan pemeriksaan kembali pada bagian perhitungan. Pada saat mendapatkan tugas atau masalah, partisipan biasanya membuka catatan, bertanya teman dan bertanya guru. Akan tetapi, ada partisipan yang langsung bertanya guru saat mendapatkan tugas atau masalah saat pembelajaran.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI SELF CONFIDENCE SISWA SMP NEGERI 11 TARAKAN

2023•

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari self confidence siswa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yaitu mengungkapkan situasi sosial tertentu dengan medeskripsikan kenyataan secara benar berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari pelaku yang diamati. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan deskriptif yaitu mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari self confidence. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-2 SMP Negeri 11 Tarakan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sebanyak tiga orang yang meliputi: (1) seorang siswa yang memiliki self confidence tingkat tinggi; (2) seorang siswa yang memiliki self confidence tingkat sedang; dan (3) seorang siswa yang memiliki self confidence tingkat rendah. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti sebagai instrument utama dan angket, tes, wawancara, serta dokumentasi sebagai instrument pendukung. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data berdasarkan triangulasi metode yang dilakukan dengan cara mengecek pada sumber yang sama tetapi menggunakan metode atau teknik yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan self confidence tingkat tinggi mampu memenuhi keempat indikator pemecahan masalah matematis. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan self confidence tingkat sedang hanya mampu memenuhi indikator 1 dan 2 pemecahan masalah matematis. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan self confidence tingkat rendah kurang mampu memenuhi semua indikator pemecahan masalah matematis.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN SELF-EFFICACY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IX MTs NEGERI TARAKAN

2023•

ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Variabel terikat penelitian ini adalah hasil belajar siswa dan variabel bebas adalah kemampuan pemecahan masalah dan self efficacy. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2022/2023 di MTs Negeri Tarakan. Sampel pada penelitian ini sebanyak 130 peserta didik dan responden yang digunakan 98 peserta didik yang diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan tes dan kuesioner/ dan dokumen hasil belajar. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dan regresi berganda dan pengujian hipotesis uji t taraf signifikan α=5%(0,0260,05) maka Ha diterima H0 ditolak dan uji f sigα=5% atau 0,0020,05 dan Fhitung=6,449.Ftabel=3,09 maka Ha diterima H0 ditolak. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara kemampuan pemecahan masalah terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan dengan persamaan regresi (Y1 ) ̂= 52,270+0,366x1, dan terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara self efficacy terhadap hasil belajar matematika kelas IX MTs Negeri Tarakan dengan persamaan regresi (Y2 ) ̂= 44,681+0,363x2. Hal ini juga menunjukkan hasil penelitian yang signifikan secara simultan terdapat pengaruh kemampuan pemecahan masalah dan self efficacy terhadap hasil belajar siswa pada pelajaran matematika kelas IX MTs Negeri Tarakan, dengan persamaan regresi regresi Y ̂= 30,731+0,346x1+0,337x2. Kata kunci : Kemampuan Pemecahan Masalah, Self Efficacy, Hasil Belajar Matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA MENGGUNAKAN LANGKAH POLYA MATERI PECAHAN BERDASARKAN GENDER KELAS V-A SDN 007 TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah materi pecahan siswa kelas V-A SDN 007 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini berfokus pada kemampuan pemecahan masalah siswa berdasarkan gender. Teknik pengumpulan data berupa tes dan wawancara. Instrumen yang digunakan berupa tes pemecahan masalah dan pedoman wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa laki-laki dan siswa perempuan. Perbedaan dalam pemecahan masalah terlihat dari proses yang dilakukan masing-masing siswa laki-laki dan perempuan dalam memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali. Pada langkah memahami masalah dan menyusun rencana dapat dilakukan oleh siswa laki-laki dan siswa perempuan. Pada langkah melaksanakan rencana siswa laki-laki lebih dominan daripada siswa perempuan dalam melakukan penyelesaian dengan baik sehingga siswa laki-laki mampu memenuhi langkah memeriksa kembali.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SELF-EFFICACY BERDASARKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 3 KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Self-efficacy merupakan faktor penting dalam kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika masih sangat kurang. Salah satu faktor penyebabnya adalah self-efficacy siswa yang kurang. Tujuan dari penelitian ini, adalah 1) untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMPN 3 Tarakan, 2) untuk mendeskripsikan self-efficacy siswa kelas VIII SMPN 3 Tarakan berdasarkan kategori pemecahan masalah matematika. Model penelitian yang digunakan adalah mixed methods sequential explanatory. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 2 siswa pada kategori tinggi, 1 siswa pada kategori sedang, dan 2 siswa pada kategori rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan wawancara self-efficacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika kelas VIII SMPN 3 Kota Tarakan masih tergolong rendah. Hal tersebut ditunjukkan berdasarkan persentase hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang di dominasi oleh siswa dengan kategori kemampuan pemecahan masalah matematika yang rendah, yaitu sebesar 94,9%. Kemampuan pemecahan siswa pada kategori rendah hanya memenuhi aspek memahami masalah, namun tidak tepat dan lengkap. Banyak juga siswa kategori rendah yang tidak memberikan jawaban sama sekali, jika terdapat jawaban tertulis hanya menunjukkan bahwa siswa tidak paham dengan soal sehingga jawaban tidak berarti. Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada kategori tinggi dan sedang menunjukkan bahwa subjek dapat memenuhi setiap aspek kemampuan pemecahan masalah, yakni (1) memahami masalah, (2) menganalisis masalah, (3) menyelesaikan masalah, dan (4) menarik kesimpulan. Self-efficacy siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematika kategori tinggi, sedang, dan rendah berbeda-beda. Siswa dengan kategori tinggi dan sedang melakukan usaha maksimal agar mampu menyelesaikan suatu masalah. Siswa kategori rendah cenderung cepat menyerah dan melakukan kecurangan ketika menemukan masalah yang sulit.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 9 TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Tarakan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuasi eksperimen dengan desain Posttest Only Control Group. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 9 Tarakan dengan populasi penelitian adalah kelas VIII tahun ajaran 2022/2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sample random sampling. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Pada analisis deskriptif nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari nilai rata-rata kelas kontrol yaitu 64,88 untuk kelas eksperimen dan 50,11 untuk kelas kontrol. Pada analisis Inferensial menggunakan taraf signifikan sebesar 5%. Berdasarkan hasil uji t (independent sample T-test) diperoleh nilai thitung = 6,295 dan ttabel = 1,999 dengan df = n – k = 64 – 2 = 62. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail