Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MEDI

8 karya publik ditemukan.

2025: 22024: 22023: 22022: 2

PERAN GURU DALAM MENANAMKAN SIKAP SOPAN SANTUN PADA SISWA KELAS IV-C DI SD NEGERI UTAMA 2 TARAKAN

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan sikap sopan santun pada siswa kelas IV-C di SD Negeri Utama 2 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian guru wali kelas dan 26 siswa kelas IV-C. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara serta angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam menanamkan sikap sopan santun pada siswa kelas IV-C di SD Negeri Utama 2 Tarakan sudah diterapkan dengan baik melalui peran guru sebagai pendidik dan peran guru sebagai penasihat dimana guru sebagai pendidik dalam memberikan contoh sudah melakukan perannnya seperti guru melakukan pendekatan personal kemudian menjadi teladan siswa tentang baik buruknya berbicara kepada guru. Dalam melatih siswa guru sudah melakukan perannya seperti guru memberikan arahan membiasakan siswa mengucapkan kata tolong, maaf dan terimakasih, menyapa teman dengan sopan dan membudayakan senyum, salam, sapa, sopan dan santun (5S). Dalam membimbing siswa guru sudah melakukan perannya seperti guru mengamati perilaku yang tidak pantas dan tidak dapat diterima kemudian membimbing siswa. Dan peran guru sebagai penasihat ialah guru sudah memberikan masukan pada siswa yang kurang sopan saat berbicara dengan guru bahwa siswa harus menghargai perbedaan dan menghormati yang lebih tua. Guru juga memberikan masukan pada siswa yang menggunakan kata-kata kasar ketika berbicara dengan teman sebaya. Guru sudah memberikan layanan pada siswa yang membutuhkan bantuan dalam penyelesaian masalah seperti guru memahami masalah, kemudian merencanakan pemecahan dan penyelesaian masalah serta memeriksa kembali hasil yang di peroleh.

PERAN GURU DALAM MENANAMKAN SIKAP SOPAN SANTUN PADA SISWA KELAS IV-C DI SD NEGERI UTAMA 2 TARAKAN

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan sikap sopan santun pada siswa kelas IV-C di SD Negeri Utama 2 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian guru wali kelas dan 26 siswa kelas IV-C. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara serta angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam menanamkan sikap sopan santun pada siswa kelas IV-C di SD Negeri Utama 2 Tarakan sudah diterapkan dengan baik melalui peran guru sebagai pendidik dan peran guru sebagai penasihat dimana guru sebagai pendidik dalam memberikan contoh sudah melakukan perannnya seperti guru melakukan pendekatan personal kemudian menjadi teladan siswa tentang baik buruknya berbicara kepada guru. Dalam melatih siswa guru sudah melakukan perannya seperti guru memberikan arahan membiasakan siswa mengucapkan kata tolong, maaf dan terimakasih, menyapa teman dengan sopan dan membudayakan senyum, salam, sapa, sopan dan santun (5S). Dalam membimbing siswa guru sudah melakukan perannya seperti guru mengamati perilaku yang tidak pantas dan tidak dapat diterima kemudian membimbing siswa. Dan peran guru sebagai penasihat ialah guru sudah memberikan masukan pada siswa yang kurang sopan saat berbicara dengan guru bahwa siswa harus menghargai perbedaan dan menghormati yang lebih tua. Guru juga memberikan masukan pada siswa yang menggunakan kata-kata kasar ketika berbicara dengan teman sebaya. Guru sudah memberikan layanan pada siswa yang membutuhkan bantuan dalam penyelesaian masalah seperti guru memahami masalah, kemudian merencanakan pemecahan dan penyelesaian masalah serta memeriksa kembali hasil yang di peroleh.

ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAHMATEMATIKA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematika dalam menyelesaikan masalah persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-1 sebanyak dua siswa yang dipilih secara purposive sampling, berdasarkan kriteria kemampuan pemecahan masalah yang tinggi. Pengumpulan data dilakukan dengan tugas proyek, observasi, wawancara dan analisis dokumentasi yang dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa pada tahap memahami masalah siswa mampu mengidentifikasi soal ketika diwawancarai, meskipun siswa tidak menuliskannya pada lembar tugas proyek. Siswa juga lebih terbiasa mengerjakan soal yang informasinya tersirat secara langsung. Pada tahap merencanakan pemecahan masalah siswa dapat menentukan rumus yang digunakan sebagai penyelesaian, meskipun siswa tidak dapat mengindetifikasi yang diketahui pada soal. Adapun pada tahap melaksanakan rencana pemecahan masalah, siswa berupaya melakukan penyelesaian meskipun siswa tidak mampu menyelesaikan dengan benar. Pada tahap memeriksa kembali siswa tidak melakukan pemeriksaan kembali. Dikarenakan siswa belum menemukan penyelesaian.

ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematika dalam menyelesaikan masalah persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-1 sebanyak dua siswa yang dipilih secara purposive sampling, berdasarkan kriteria kemampuan pemecahan masalah yang tinggi. Pengumpulan data dilakukan dengan tugas proyek, observasi, wawancara dan analisis dokumentasi yang dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa pada tahap memahami masalah siswa mampu mengidentifikasi soal ketika diwawancarai, meskipun siswa tidak menuliskannya pada lembar tugas proyek. Siswa juga lebih terbiasa mengerjakan soal yang informasinya tersirat secara langsung. Pada tahap merencanakan pemecahan masalah siswa dapat menentukan rumus yang digunakan sebagai penyelesaian, meskipun siswa tidak dapat mengindetifikasi yang diketahui pada soal. Adapun pada tahap melaksanakan rencana pemecahan masalah, siswa berupaya melakukan penyelesaian meskipun siswa tidak mampu menyelesaikan dengan benar. Pada tahap memeriksa kembali siswa tidak melakukan pemeriksaan kembali. Dikarenakan siswa belum menemukan penyelesaian.

Studi Pemanfaatan Cangkang Kerang Kapah (Meretrix sp.) Sebagai Filter Air Tanah Di Kota Tarakan

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kota Tarakan memiliki potensi air tanah untuk kebutuhan air bersih. Namun untuk pemanfaatannya perlu dilakukan perlakuan terlebih dahulu agar kualitasnnya sesuai dengan baku mutu yang dipersyaratkan. Diantaranya melalui teknologi filtrasi dengan memanfaatkan limbah cangkang Kerang Kapah (Meretrix sp). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektifitas dari penggunaan cangkang Kerang Kapah sebagai filter air tanah di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), dengan tiga kali ulangan. Bahan yang digunakan adalah cangkang kerang kapah dengan level filter 30, 60 dan 100 Cm dengan kombinasi penggunaan arang aktif, pasir kuarsa dan kerikil untuk menentukan komposisi terbaik. Parameter yang diuji adalah menurut peraturan Menteri Kesehatan No.32 Tahun 2017 (Standar Baku Mutu Air untuk Kebutuhan Higiene Sanitasi) yaitu kekeruhan, warna, bau, pH, suhu, TSS, TDS, nitrat, nitrit, Fe dan mangan (Mn). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas filter untuk masing-masing parameter berbeda-beda. Untuk parameter mangan efektif pada level filter 30 cm yaitu 36%. pH, TDS, dan Warna efekif pada level 60 cm dengan nilai berturut-turut 61, 42 dan 17%. Parameter nitrit, nitrat, TSS dan kekeruhan efektif pada level filter 100 cm yaitu, 95, 97, 84 dan 76%. Penggunaan kerang kapah sebagai filter air tanah efektif meningkatkan kualitas air baku terutama secara fisik dan memenuhi persyaratan sesuai baku mutu yang digunakan.

Studi Pemanfaatan Cangkang Kerang Kapah (Meretrix sp.) Sebagai Filter Air Tanah Di Kota Tarakan

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kota Tarakan memiliki potensi air tanah untuk kebutuhan air bersih. Namun untuk pemanfaatannya perlu dilakukan perlakuan terlebih dahulu agar kualitasnnya sesuai dengan baku mutu yang dipersyaratkan. Diantaranya melalui teknologi filtrasi dengan memanfaatkan limbah cangkang Kerang Kapah (Meretrix sp). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektifitas dari penggunaan cangkang Kerang Kapah sebagai filter air tanah di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), dengan tiga kali ulangan. Bahan yang digunakan adalah cangkang kerang kapah dengan level filter 30, 60 dan 100 Cm dengan kombinasi penggunaan arang aktif, pasir kuarsa dan kerikil untuk menentukan komposisi terbaik. Parameter yang diuji adalah menurut peraturan Menteri Kesehatan No.32 Tahun 2017 (Standar Baku Mutu Air untuk Kebutuhan Higiene Sanitasi) yaitu kekeruhan, warna, bau, pH, suhu, TSS, TDS, nitrat, nitrit, Fe dan mangan (Mn). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas filter untuk masing-masing parameter berbeda-beda. Untuk parameter mangan efektif pada level filter 30 cm yaitu 36%. pH, TDS, dan Warna efekif pada level 60 cm dengan nilai berturut-turut 61, 42 dan 17%. Parameter nitrit, nitrat, TSS dan kekeruhan efektif pada level filter 100 cm yaitu, 95, 97, 84 dan 76%. Penggunaan kerang kapah sebagai filter air tanah efektif meningkatkan kualitas air baku terutama secara fisik dan memenuhi persyaratan sesuai baku mutu yang digunakan.