ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DESKRIPSI KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI OPERASI HITUNG KELAS IV-B SDN 032 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi operasi hitung berdasarkan prosedur Newman di kelas IV-B SDN 032 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes soal cerita matematika dan wawancara. Subjek penelitian berjumlah enam siswa yang dipilih dari tiga kategori kelompok belajar, yaitu mandiri, berkembang, dan masih perlu bimbingan, dengan masing-masing kategori diwakili oleh dua siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap kategori kelompok belajar memiliki karakteristik kesalahan yang berbeda. Siswa pada kelompok belajar mandiri tidak mengalami kesalahan pada tahapan membaca dan memahami masalah, namun masih mengalami kesalahan pada tahap transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir berupa ketidaklengkapan menuliskan model matematika, kesalahan perhitungan karena kurang teliti, serta tidak menuliskan kesimpulan secara lengkap. Kelompok belajar berkembang menunjukkan kemampuan membaca dan memahami masalah yang cukup baik, tetapi masih mengalami kesulitan pada tahap transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir, terutama dalam mengubah soal cerita ke dalam model matematika, melakukan perhitungan dengan tepat, dan menuliskan kesimpulan akhir. Sementara itu, kelompok belajar masih perlu bimbingan mengalami kesalahan yang lebih kompleks pada semua tahap penyelesaian soal. Kesulitan yang dialami meliputi kelancaran membaca, memahami informasi dalam soal, menentukan model matematika, melakukan operasi hitung, serta menuliskan kesimpulan dan satuan pada jawaban akhir. Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika paling banyak terjadi pada tahap transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir. Kata Kunci : Kesalahan Siswa, Soal Cerita Matematika, Prosedur Newman, Operasi Hitung, Sekolah Dasar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis tertulis siswa kelas V SDN 008 Nunukan dalam menyelesaikan soal cerita. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui tes tertulis dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian terdiri atas tiga orang siswa yang dikategorikan berdasarkan kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan di antara ketiga kategori siswa dalam memenuhi indikator kemampuan komunikasi matematis tertulis, dimana ketiga subjek memiliki kecenderungan mampu menuliskan serta menyajikan informasi matematis secara tertulis, akan tetapi siswa kategori sedang dan rendah tidak menuliskan informasi secara lengkap. Selain itu, meskipun seluruh subjek dapat menuliskan rumus yang sesuai dengan maksud soal, siswa kategori sedang dan rendah belum mampu menyelesaikan soal dengan benar. Pada tahap evaluasi, ketiga subjek juga masih menunjukkan keterbatasan, khususnya pada beberapa soal tertentu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa menyelesaikan masalah berbentuk soal cerita geometri menggunakan tahapan analisis newman. Tahapan Newman terdiri atas lima langkah, yaitu membaca (Reading), memahami (comperehension), transformasi (transformation), keterampilan proses (process skills), dan penulisan jawaban akhir (encoding). Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa tes dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 4 siswa yang dipilih secara acak dari seluruh siswa di kelas VI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa S1 dan S2 mampu menyelesaikan tahap membaca masalah, memahami masalah dan mentransformasi masalah dengan benar namum masih mengalami kesalahan pada tahap keterampilan proses hingga berdampak pada jawaban akhir yang ditulisnya. Sedangkan S3 dan S4 belum mampu menyelesaikan soal dengan benar karena mengalami kesalahan sejak tahap memahami soal sehingga berdampak pada tahapan selanjutnya seperti transformasi, keterampilan proses hingga penulisan jawaban akhir. Kondisi tersebut disebabkan oleh ketidakmampuan siswa dalam membaca dan memahami masalah, hal ini memberikan dampak kesalahan pada tahapan-tahapan selanjutnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas V-D SD Negeri Utama 2 Tarakan dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi operasi hitung bilangan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa tes berpikir kreatif dan wawancara mendalam. Penelitian ini melibatkan 24 siswa, kemudian dipilih 4 subjek berdasarkan hasil tes yang menunjukkan kemampuan berpikir kreatif dengan memenuhi minimal dua indikator kemampuan berpikir kreatif. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), keaslian (originality), dan elaborasi (elaboration). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keempat subjek, tiga subjek memenuhi tiga indikator berpikir kreatif, dan satu subjek memenuhi dua indikator. Indikator keluwesan dan keaslian menjadi indikator yang paling banyak terpenuhi, sedangkan kelancaran menjadi indikator yang tidak dapat terpenuhi. Sementara itu, pada indikator elaborasi tiga subjek mampu menjelaskan proses berpikir mereka secara detail dan satu subjek tidak dapat memenuhi indikator tersebut. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran matematika berbasis soal cerita dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa, namun dibutuhkan strategi pembelajaran yang lebih variatif agar siswa dapat memenuhi keempat indikator secara optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan menyelesaikan soal cerita merupakan cerminan pemahaman konseptual dan keterampilan berpikir kritis mahasiswa, khususnya pada materi geometri. Namun, masih ditemukan kesulitan dalam penyelesaiannya secara sistematis. Jenis kesalahan tersebut dapat dianalisis melalui tahapan prosedur Newman, yaitu: membaca, memahami, transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan mahasiswa PGSD Universitas Borneo Tarakan dalam menyelesaikan soal cerita pada materi geometri. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes terkait materi geometri dengan menggunakan prosedur Newman yang dikonfirmasi melalui proses wawancara. Sebanyak 34 mahasiswa PGSD lokal A2 angkatan 2023 menjadi pertisipan dalam penelitian dan mengerjakan tes terkait materi geomteri yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan tinggi, kemampuan sedang, dan kemampuan rendah. Setelah itu, peneliti memilih enam mahasiswa secara acak untuk mewakili setiap kategori kemampuan untuk diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan: (1) subjek dengan kemampuan tinggi umumnya mampu menyelesaikan soal dengan baik di semua tahap tanpa melakukan kesalahan. Subjek memahami soal dengan baik, menerapkan strategi yang sesuai, serta menuliskan jawaban akhir dengan benar; (2) pada subjek dengan kemampuan sedang ditemukan kesalahan dalam tahap transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir. Hal ini disebabkan oleh pemilihan rumus yang kurang tepat, kesalahan dalam penerapan konsep, serta kelalaian dalam menuliskan satuan dan menyusun jawaban secara sistematis; (3) subjek dengan kemampuan rendah hanya mampu memahami soal pada tahap awal, dan mengalami kesulitan besar mulai dari transformasi hingga penulisan akhir. Kesalahan tersebut meliputi pemilihan rumus yang tidak sesuai, kesalahan dalam perhitungan, dan ketidakmampuan menyusun jawaban akhir dengan benar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan dan penyebab siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 2 orang siswa yang memiliki nilai tinggi ulangan harian dan 2 orang siswa yang memiliki nilai rendah ulangan harian materi bilangan bulat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri, adapun instrumen pembantu yaitu pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data peneliti menggunakan trianggulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa mengalami 5 kesalahan bedasarkan analisis Newman yaitu 1) Kesalahan membaca, siswa dengan nilai rendah melakukan kesalahan membaca. Penyebab nya siswa tidak dapat memaknai soal dengan benar dan tidak dapat menentukan kata-kata dalam soal ke bentuk simbol matematika. 2) Kesalahan memahami, siswa dengan nilai rendah melakukan kesalahan memahami. Penyebabnya siswa tidak memahami konteks masalah dalam soal, siswa kurang teliti menentukan yang diketahui dan yang ditanyakan. 3) Kesalahan transformasi, siswa dengan nilai rendah tidak dapat menentukan operasi hitung yang akan digunakan. Penyebab siswa siswa salah dalam penulisan operasi hitung yang akan digunakan. 4) Keterampilan proses, siswa dengan nilai tinggi melakukan kesalahan keterampilan proses, penyebab siswa dengan nilai tinggi melakukan kesalahan keterampilan proses siswa kurang teliti menentukan tanda operasi bilangan bulat positif dengan bilang bulat negatif. Sedangkan siswa dengan nilai ulangan rendah tidak menggunkan proses penyelesaian dengan benar dan tepat. Penyebab siswa dengan nilai rendah yaitu mengalami kesalahan keterampilan proses yaitu siswa tidak menyelesaikan langkah-langkah proses penyelesaian dengan benar, siswa kurang kemampuan dasar matematika, 5) Kesalahan penulisan jawaban akhir, siswa dengan nilai tinggi dan rendah tidak mendapatkan hasil akhir, penyebabnya siswa tidak terbiasa untuk menuliskan jawaban akhir atau kesimpulan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pentingnya peran matematika dalam kehidupan sebagai ilmu dan pengembangan daya pikir manusia. Seluruh masyarakat perlu untuk memahami dan menguasai matematika. Terlebih pada bagi guru atau calon guru sekolah dasar yang akan menanamkan konsep matematika dasar pada para peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika mahasiswa PGSD dalam menyelesaikan masalah matematika sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian mahasiswa PGSD Universitas Borneo Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa mahasiswa yang berada pada kriteria kemampuan rendah sebanyak 93,55 %. Dalam penelitian ini dipilih 3 subjek penelitian yang diambil dari kriteria rendah dan mahasiswa yang mengerjakan soal terbanyak namun mengalami kesalahan. Melalui lembar kerja mahasiswa dan wawancara subjek penelitian didapatkan semua aspek kesalahan muncul namun secara keseluruhan problematika dalam menyelesaikan masalah muncul secara dominan pada 3 aspek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga problematika utama yang dihadapi oleh mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika sekolah dasar. Pertama, mahasiswa mengalami kesulitan pada aspek bahasa dalam memahami soal cerita. Kedua, mahasiswa kurang menguasai materi matematika sekolah dasar. Ketiga, mengalami kesalahan pada aspek tanggapan. Terjadinya kekeliruan dalam menentukan rumus yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang diberikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Pemecahan masalah penting dimiliki oleh setiap siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Sebagian besar siswa terutama siswa kelas 8 mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah matematika. Hal ini mengindikasikan bahwa siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika yang rendah. Eksplorasi terhadap proses pemecahan masalah matematika penting dilakukan. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam proses pemecahan masalah yang dilakukan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan mengambil pendekatan studi kasus pada siswa kelas 8 SMP Negeri 5 Tarakan. Peneliti mengumpulkan data dengan cara pemberian soal, observasi, analisis dokumen dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis kualitatif Miles, Huberman, dan Saldana (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemecahan masalah matematika siswa terdiri dari beberapa tema: pemahaman terhadap masalah matematika, strategi penyelesaian masalah matematika, dan verifikasi jawaban. Terdapat tema lain di luar tema proses pemecahan masalah matematika, yaitu perhatian selama berhadapan dengan masalah, persepsi terhadap masalah dan solusi yang diberikan siswa. Walaupun tema tersebut terkesan di luar proses pemecahan masalah, tema perhatian selama berhadapan dengan masalah, persepsi terhadap masalah dan solusi yang diberikan siswa sangat berkaitan dengan proses pemecahan masalah itu sendiri sesuai dengan yang diungkapkan oleh data.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
NUR FARAH FADILA, 2024. Deskripsi Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Perkalian Materi Pecahan di Kelas V SD 002 Muhammadiyah Nunukan. (Dibimbing oleh A Wilda Indra N dan Kartini) Matematika adalah mata pelajaran yang paling kompleks dan selalu dihindari, utamanya di jenjang sekolah dasar (SD). Hal tersebut terjadi karena konsep matematika bersifat abstrak, menggunakan simbol kosong dari arti, taat asas dan kontradiksi, serta perlu menggunakan pemikiran deduktif. Dampaknya, siswa sering melakukan kesalahan dalam proses penyelesaian soal, terutama pada soal cerita matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal cerita perkalian materi pecahan. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan secara deskriptif. Fokus utama pada penelitian ini adalah membaca masalah (reading), memahami masalah (comprehension), transformasi masalah (transformation), keterampilan proses (process skill), serta penulisan jawaban (encoding). Subjek penelitian adalah kelas V SD 002 Muhammadiyah Nunukan yang berjumlah 17 orang, dan 4 diantaranya menjadi informan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes, observasi, dan wawancara. Analisis data bersifat induktif dengan 4 langkah utama yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan membaca yang dilakukan adalah belum mampu menentukan kata kunci serta mengartikan kata yang diajukan dalam soal. Kesalahan memahami yang dilakukan adalah tidak mampu menuliskan apa yang “diketahui” dan “ditanyakan”, tidak mampu menjelaskan maksud dari pertanyaan; hanya menuliskan apa yang diketahui dengan simbol yang dibuat sendiri; serta mampu menuliskan hal yang ditanyakan tapi tidak sesuai dengan yang diminta soal. Kesalahan dalam keterampilan proses yang dilakukan adalah tidak tepat dalam memilih operasi hitung yang digunakan. Kesalahan dalam penulisan jawaban adalah tidak mampu menuliskan jawaban dan kesimpulan, menuliskan jawaban dan kesimpulan tapi tidak tepat, serta tidak menyertakan satuan yang sesuai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemahaman yang paling diutamakan dalam pembelajaran matematika adalah pemahaman konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep siswa kelas IV A SDN 016 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui tes soal cerita materi bangun datar dan wawancara. Sebanyak 27 siswa kelas IV A mengisi lembar tes pemahaman konsep kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan matematika. Sebanyak 5 siswa dipilih secara acak sebagai subjek dalam penelitian ini untuk mewakili kategori kemampuan sedang dan rendah yang mengacu pada 3 indikator di penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan subjek memiliki kemampuan pemahaman sedang dan rendah. Subjek kemampuan sedang menunjukkan pemahaman konsep menyajikan dalam bentuk representasi matematis dan menggunakan atau memanfaatkan prosedur matematika, sedangkan kemampuan rendah hanya memenuhi indikator pemahaman menyajikan konsep. Kesulitan subjek dalam pemahaman konsep diakibatkan karena kesulitan pemahaman bahasa atau kalimat dalam soal, penentuan strategi serta ketidaktelitian dalam melakukan prosedur matematis (operasi hitung).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah materi pecahan siswa kelas V-A SDN 007 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini berfokus pada kemampuan pemecahan masalah siswa berdasarkan gender. Teknik pengumpulan data berupa tes dan wawancara. Instrumen yang digunakan berupa tes pemecahan masalah dan pedoman wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa laki-laki dan siswa perempuan. Perbedaan dalam pemecahan masalah terlihat dari proses yang dilakukan masing-masing siswa laki-laki dan perempuan dalam memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali. Pada langkah memahami masalah dan menyusun rencana dapat dilakukan oleh siswa laki-laki dan siswa perempuan. Pada langkah melaksanakan rencana siswa laki-laki lebih dominan daripada siswa perempuan dalam melakukan penyelesaian dengan baik sehingga siswa laki-laki mampu memenuhi langkah memeriksa kembali.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita perkalian dan pembagian pecahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan siswa kelas V B SDN 052 Tarakan dalam menyelesaikan soal cerita materi pecahan. Penelitian ini melibatkan 22 siswa kelas V-B SDN 052 Tarakan yang berada di jalan TMMD RT. 11, kelurahan Karang Harapan. Data dikumpulkan melalui tes soal dan wawancara dengan 6 siswa mewakili subjek penelitian untuk diwawancarai dari 22 siswa. Data analisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan bagaimana siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita perkalian dan pembagian pecahan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan : a)siswa kesulitan pada perkalian bilangan, hal ini terjadi karena pada operasi hitung dalam menyederhanakan bilangan pecahan sehingga mendapatkan hasil akhir yang salah, kesulitan dalam memahami maksud dari soal sehingga membuat siswa melakukan kesalahan dalam penulisan jawaban dan ketidaktahuan siswa mengenai perkalian sehingga membuat siswa mengalami kesulitan pada saat melakukan operasi hitung sehingga mengakibatkan siswa kesulitan dalam membuat kesimpulan. b)siswa kesulitan pada pembagian, hal ini terjadi karena siswa tidak paham dengan konsep yang digunakan, tidak paham maksud dari soal sehingga siswa kesulitan dalam melakukan operasi hitung pecahan pembagian sehingga menyebabkan siswa kesulitan dalam membuat kesimpulan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah materi pecahan siswa kelas V SD Negeri 005 Nunukan Selatan. Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa tes dan wawancara. Instrumen yang digunakan berupa kemampuan pemecahan masalah yang berjumlah 4 soal. Wawancara dilakukan untuk lebih menggali kemampuan pemecahan masalah siswa. Subjek penelitian terdiri dari 2 siswa kategori sedang dan 2 siswa kategori rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak ditemukannya siswa berada pada kategori tinggi, hal ini ditunjukkan dengan siswa sebenarnya melakukan pemeriksaan kembali, namun siswa tidak menuliskan pada lembar jawaban. (2) subjek dengan kategori sedang tidak melakukan pemeriksaan kembali karena siswa hanya berada pada tahap melaksanakan rencana. (3) satu siswa dengan kategori sedang mampu mampu memecahkan masalah dengan baik, namun terdapat satu siswa yang tidak mampu menyusun dan melaksanakan rencana pada satu soal kemampuan pemecahan masalah materi pecahan. (4) siswa pada kategori rendah mampu memahami soal, namun tidak mampu menyusun rencana, menyelesaikan rencana dan memeriksa kembali.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematikan berdasarkan prosedur newman. Tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan jenis kesulitan belajar dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan prosedur Newman pada kelas IX MTs Al-Ikhlas Nunukan dan Mendeskripsikan faktor apa saja yang menyebabkan siswa melakukan kesulitan belajar dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan prosedur Newman pada kelas IX MTs Al-Ikhlas Nunukan. Penelitian melibatkan 33 siswa kelas IX MTs Al-Ikhlas Nunukan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara dengan 6 subjek untuk diwawancarai. Data dianalisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan jenis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita dan faktor penyebab berdasarkan prosedur newman. Berdasarkan hasil penelitian: 1) terdapat 4 jenis kesulitan belajar dalam menyelesaikan soal cerita yaitu kesulitan memahami masalah, kesulitan transformasi, kesulitan ketrampilan proses dan kesulitan penulisan jawaban akhir; 2) Faktor penyebab siswa mengalami kesulitan belajar dalam menyelesaikan soal cerita matematika yaitu kurang teliti, kurang hati-hati dan terburu-buru dalam menjawab soal cerita yang diberikan, dan tidak dapat melakukan proses perhitungan dengan baik dan benar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN SISWA KELAS IX MTS NEGERI TARAKAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX sebanyak empat siswa yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, wawancara dokumentasi dan triangulasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dari empat subjek yang tergolong dalam kemampuan penalaran kategori tinggi dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel, kemampuan penalaran kategori sedang dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel, dan kemampuan penalaran kategori rendah dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel menunjukkan bahwa, subjek yang memiliki kemampuan penalaran kategori tinggi dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel mampu memenuhi keempat indikator penalaran yaitu melakukan manipulasi matematika, menyajikan pernyataan matematika secara lisan dan tertulis, menyusun dan memberi alasan terhadap kebenaran solusi serta menarik kesimpulan pernyataan secara logis. Kemudian subjek yang memiliki kemampuan penalaran kategori sedang dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel mampu memenuhi tiga indikator kemampuan penalaran, yaitu melakukan manipulasi matematika, menyajikan pernyataan matematika secara lisan dan tertulis serta menyusun dan memberi alasan terhadap kebenaran solusi. Sedangkan subjek yang memiliki kemampuan penalaran kategori rendah dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel mampu memenuhi satu indikator kemampuan penalaran, yaitu melakukan manipulasi matematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
KESULITAN SISWA KELAS V-B SDN 014 TARAKAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA
Abstrak
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan siswa kelas V-B SDN 014 Tarakan dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi pecahan. Penelitian ini melibatkan 18 siswa kelas V-B SDN 014 Tarakan yang berada di jalan Pangeran Diponegoro kelurahan Sebengkok. Data dikumpulkan melalui tes soal dan wawancara dengan 5 siswa mewakili subjek penelitian untuk diwawancarai dari 18 siswa. Data dianalisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan bagaimana siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan : a) kesulitan siswa dalam memahami penjelasan dan maksud soal dikarenakan siswa mengabaikan atau kurang memperhatikan informasi penting pada soal cerita, b) kesulitan siswa dalam memahami konsep dikarenakan siswa kurang terampil dalam memahami soal dan belum mampu menentukan informasi yang ada pada soal cerita. c) kesulitan siswa dalam memahami simbol dikarenakan pada soal cerita menggunakan operasi hitung pecahan gabungan antara penjumlahan dan pengurangan. d) siswa kurang mampu mengubah bentuk kalimat soal ke bentuk kalimat matematika. e) siswa juga mengalami kesulitan ketika dihadapkan dengan operasi hitung penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda. Sebagai temuan terbaru, disimpulkan bahwa ketika siswa sudah mengalami kesulitan pada memahami maksud dan penjelasan soal maka kemungkinan siswa juga akan mengalami kesulitan pada jenis kesulitan lainnya atau pada tahapan selanjutnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII MTS AL KHAIRAT TARAKAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA Nur Haliq, Alfian Mucti Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Borneo Tarakan, Indonesia Email: [email protected] Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya kemampuan pemecahan masalah matematis dalam menyelesaikan soal cerita pada siswa yang mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran matematika dan merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh siswa. Berdasarkan pra penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal cerita belum maksimal dikarenakan siswa tidak mengutamakan teknik penyelesaian tetapi lebih memprioritaskan hasil akhir. Ada beberapa teori pemecahan masalah yang dikembangkan oleh beberapa ahli, salah satunya pemecahan masalah berdasakan langkah-langlah Polya. Tujuan penelitian ini menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematika dalam menyelesaikan soal cerita berdasarkan langkah-langkah Polya dan penyebab kesalahan siswa dalam pemecahan masalah matematika. Tahapan pemecahan masalah Polya terdiri dari tahap memahami masalah, merencanakan pemecahan, melalukan rencana pemecahan, dan memeriksa kembali. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 23 dari 23 siswa kelas VIII MTs Al Khairat Tarakan. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan wawancara. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini adalah (1) pada tahap memahami banyak siswa yang tidak mengalami kesulitan karena siswa sudah bisa memahami masalah, (2) pada tahap perencanaan ada beberapa siswa yang tidak menuliskan rencana penyelesaian tetapi memahami dengan cara yang akan mereka lakukan unutk menyelesaikan soal tetapi mereka belum terbiasa menuliskan rencananya, (3) pada tahap melaksanakan rencana ada beberapa siswa yang kesulitan karena kurang teliti sehingga tidak menyadari kesalahan yang diperbuat. Hal ini disebabkan karena siswa kurang konsentrasi dalam menyelesaikan soal, dan (4) pada tahap memeriksa kembali ada siswa yang belum mencapai tahapan ini karena mereka belum menyelesaikan tahapan sebelumnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis beserta indikatornya pada siswa kelas XI IPS SMA Katolik Frater Don Bosco dalam menyelesaikan soal cerita. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas XI IPS semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 di SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan. Metode pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematis berupa 4 soal uraian. Adapun pemberian tes kemampuan pemecahan masalah matematis dilakukan secara online dengan menggunakan bantuan aplikasi Cisco Webex Meetings dan WhatsApp. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 54 siswa yang diambil menggunakan teknik sampel jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam mengerjakan soal cerita tergolong kategori sedang dengan nilai rata-rata sebesar 1,81. Indikator tertinggi yaitu indikator merencanakan penyelesaian dengan nilai rata-rata sebesar 2,71 tergolong kategori tinggi dengan persentase sebesar 37,33%, selanjutnya indikator melaksanakan penyelesaian dengan nilai rata-rata sebesar 2,31 tergolong kategori sedang dengan persentase sebesar 31,82%, selanjutnya indikator memahami masalah dengan nilai rata-rata sebesar 1,28 tergolong kategori rendah dengan persentase sebesar 17,63% dan indikator terendah yaitu indikator memeriksa kembali dengan rata-rata sebesar 0,96 tergolong kategori rendah dengan persentase sebesar 13,22%.