Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

25 hasil
Subjek: Efektif
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Teknik Batuk Efektif dan Active Cycle Of Breathing Technique (Acbt) untuk Mengatasi Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif pada Pasien Tuberkulosis Paru

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan masalah keperawatan yang sering muncul adalah bersihan jalan napas tidak efektif akibat penumpukan sekret di saluran pernapasan. Intervensi nonfarmakologis seperti Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) dan teknik batuk efektif dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Penulisan karya ilmiah akhir ners ini bertujuan untuk menerapkan teknik batuk efektif dan ACBT dalam mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien tuberkulosis paru. Karya ilmiah ini menggunakan metode laporan kasus (case report) pada dua orang pasien tuberkulosis paru dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif, dengan intervensi yang diberikan selama tiga hari dan durasi 15–20 menit setiap sesi. Setelah diberikan intervensi, frekuensi napas menurun dari 25×/menit menjadi 18×/menit, saturasi oksigen meningkat dari 95% menjadi 100%, dan pengeluaran sputum meningkat dari belum mampu menjadi 2,5 ml. Penerapan ACBT dan teknik batuk efektif efektif dalam mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien tuberkulosis paru, yang ditandai dengan penurunan frekuensi pernapasan, peningkatan saturasi oksigen, peningkatan pengeluaran sputum, dan perbaikan bunyi napas. Oleh karena itu, intervensi ini direkomendasikan sebagai tindakan keperawatan nonfarmakologis yang dapat diterapkan secara rutin sebagai pendamping terapi medis untuk membantu meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien tuberkulosis paru.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN PNEUMONIA DI RUANG PERAWATAN ANGGREK B RSUD DR. H. JUSUF SK KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN PNEUMONIA DI RUANG PERAWATAN ANGGREK B RSUD DR. H. JUSUF SK ABSTRAK Pneumonia merupakan infeksi akut pada jaringan paru (alveoli) yang menjadi penyebab kematian menular terbesar pada anak di seluruh dunia. Provinsi Kalimantan Utara, Kota Tarakan tercatat sebagai daerah tertinggi yang terkena penyakit pneumonia pada anak. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan secara komprehensif pada dua anak dengan pneumonia mulai dari pengkajian, perumusan diagnosis, perencanaan intervensi, pelaksanaan implementasi, hingga evaluasi, serta membandingkan hasil asuhan keperawatan pada kedua klien. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif studi kasus terhadap dua pasien anak di Ruang Anggrek B RSUD Dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan periode 27–29 April 2026. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik head-to-toe, dan telaah dokumen medis. Klien 1 (An. F, 4 tahun) ditegakkan tiga diagnosis: bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, dan gangguan rasa nyaman, seluruhnya teratasi pada hari ketiga. Klien 2 (An. A, 10 tahun) dengan diagnosis bersihan jalan napas tidak efektif, hipertermia, dan gangguan pola tidur, dua diagnosis teratasi, sedangkan bersihan jalan napas belum teratasi akibat produksi sputum tinggi dan wheezing yang masih terdengar. Asuhan keperawatan sistematis berbasis SDKI, SIKI, dan SLKI terbukti mendukung pemulihan pasien. Penyakit penyerta memengaruhi ketercapaian hasil intervensi secara signifikan. Laporan ini dapat menjadi acuan bagi mahasiswa dan tenaga keperawatan dalam menangani kasus serupa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN PNEUMONIA DI RUANG DAHLIA B RSUD dr. H. JUSUF SK TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pneumonia merupakan infeksi paru yang menyebabkan peradangan alveoli sehingga mengganggu pertukaran gas dan pemenuhan kebutuhan oksigen. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien pneumonia melalui lima tahapan proses keperawatan yaitu pengkajian, penegakan diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada dua pasien dengan pneumonia. Lokasi penelitian di RSUD. dr. H. Jusuf. SK. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil pengkajian menunjukkan kedua pasien mengalami sesak napas, peningkatan frekuensi pernapasan, penggunaan otot bantu napas, pola napas torakoabdominal, serta ronki. Pada kondisi tersebut dapat menyebabkan munculnya berbagai masalah keperawatan, antara lain pola napas tidak efektif, hipervolemia, hipertermia, gangguan pola tidur, dan intoleransi aktivitas. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tindakan keperawatan yang diberikan mampu membantu memperbaiki kondisi pasien, ditandai dengan adanya penurunan keluhan, peningkatan kemampuan aktivitas, serta perbaikan pola nafas secara bertahap. Selain itu, analisis komparatif pada kedua pasien menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan dalam respon pasien terhadap asuhan keperawatan yang diberikan. Penerapan asuhan keperawatan secara komprehensif melalui lima tahapan proses keperawatan membantu mengatasi masalah keperawatan dan meningkatkan kondisi kesehatan pasien secara bertahap.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN API-API (Avicennia marina) SEBAGAI BIO INHIBITOR LOGAM BESI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Korosi merupakan proses kimia yang menyebabkan logam mengalami perubahan fisik sehingga terjadi kerusakan. Sebagai upaya menghambat laju korosi digunakan senyawa bio inhibitor yang berasal dari bahan alam yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, fenol dan tanin yang terdapat pada ekstrak daun Api–api (Avicennia marina). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas ekstrak daun Api-api (Avicennia marina) sebagai bio inhibitor logam besi pada berbagai kondisi larutan HCl 3%, NaOH 3%, dan NaCl 3%. Mengukur efektivitas ekstrak daun Api- api (Avicennia marina) sebagai bio inhibitor logam besi pada larutan efektif dengan berbagai konsentrasi. Mengukur efektivitas ekstrak daun Api-api (Avicennia marina) sebagai bio inhibitor logam besi dengan larutan dan konsentrasi efektif pada suhu yang berbeda. Penelitian ini terdiri dari enam tahapan. Tahap pertama preparasi sampel daun Avicennia marina, tahap kedua ekstraksi daun Avicennia marina, tahap ketiga uji fitokimia pada ekstrak daun Avicennia marina, tahap keempat pengujian ekstrak daun Avicennia marina sebagai bio inhibitor logam besi, tahap kelima pengujian konsentrasi pada larutan yang efektif, tahap keenam pengujian suhu pada konsentrasi yang efektif. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun Avicennia marina menghasilkan larutan efektif HCl 3% dengan nilai efektivitas 82%, pengujian konsentrasi menghasilkan 0,3 gram adalah konsentrasi yang efektif dengan nilai efektivitas 93,39%, pengujian suhu (9˚C, 29˚C, 50˚C) mendapatkan efektivitas rata-rata yang stabil di atas 90%. Ekstrak daun Api- api (Avicennia marina) berpotensi digunakan sebagai bahan baku dalam pengujian bio inhibitor korosi logam besi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Teknik Pernapasan Buteyko Terhadap Perubahan Pola Napas Pada Anak Dengan Asma Bronkhial

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Asma kini menjadi salah satu masalah kesehatan yang berdampak besar terhadap kualitas hidup, terutama pada kelompok anak-anak. Anak-anak termasuk kelompok yang paling rentan terhadap asma karena sistem imun dan struktur anatomi saluran napas mereka masih dalam tahap perkembangan, sehingga lebih sensitif terhadap alergen, polusi udara, dan infeksi pernapasan. Penanganan asma umumnya bersifat farmakologis, namun diperlukan alternatif intervensi nonfarmakologis yang aman, efektif, dan aplikatif dalam praktik keperawatan salah satunya teknik pernapasan Buteyko. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan teknik pernapasan Buteyko terhadap perubahan pola napas pada pasien anak dengan asma bronkhial, serta menilai efektivitas intervensi dalam konteks asuhan keperawatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif pada 2 responden anak berusia 11 dan 13 tahun dengan diagnosis asma dan masalah pola napas tidak efektif. Hasil: Hasil penerapan intervensi teknik pernapasan Buteyko selama 5x24jam pada An.G dan An. A menunjukkan rata-rata penurunan frekuensi napas yaitu 4x/menit. Kesimpulan: Teknik pernapasan Buteyko terbukti sebagai intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam memperbaiki pola napas tidak efektif pada pasien anak dengan asma bronkhial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan terapi inhalasi uap minyak kayu putih (eucalyptus) pada anak dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan bagian atas yang meliputi hidung dan faring, sebagian besar infeksi disebabkan oleh bakteri dan virus. Terapi inhalasi uap minyak kayu putih adalah terapi dengan menggunakan uap minyak kayu putih untuk mengatasi masalah pernapasan, mengurangi gangguan fungsi bersihan jalan napas dengan mengencerkan dahak, memperlancar pernapasan (memperlebar saluran udara), mengurangi peradangan. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ners ini yaitu untuk menerapkan pemberian terapi inhalasi uap minyak kayu putih terhadap anak dengan infeksi saluran pernapasan akut. Penulis menggunakan metode studi kasus dengan jumlah responden sebanyak 2 anak dengan pemberian terapi selama 3 hari sesuai dengan SPO. Sebelum dilakukan terapi inhalasi uap minyak kayu putih, terdengar suara napas tambahan ronkhi pada kedua pasien dan frekuensi pernapasan di atas normal. Setelah dilakukan terapi inhalasi uap minyak kayu putih selama 3 hari, didapatkan perubahan suara napas ronkhi menurun dan frekuensi pernapasan dalam batas normal. Asuhan keperawatan diberikan kepada pasien anak dengan ISPA dengan diagnosis keperawatan utama bersihan jalan napas tidak efektif dengan intervensi terapi inhalasi uap minyak kayu putih selama 3 hari. Setelah 3 hari dilakukan penerapan terapi inhalasi minyak kayu putih didapatkan hasil adanya peningkatan bersihan jalan napas pada pasien yang ditandai dengan berkurangnya keluhan sesak dan batuk.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Intervensi Pijat Laktasi, Perawatan Payudara dan Terapi Hypnobreastfeeding pada Ibu Pasca Persalinan Sectio Caesarea

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi alamiah bagi bayi yang sangat baik untuk pertumbuhan bayi. Banyaknya ibu postpartum yang tidak memberikan ASI eksklusif pada bayi karena kurangnya rangsangan hormon prolaktin dan oksitosin. Tujuan studi kasus ini untuk menerapkan intervensi inovasi hypnobreastfeeding melalui mendengarkan audio bersamaan dengan pijat laktasi dan perawatan payudara. Studi kasus ini dilakukan kepada satu ibu postpartum post sectio caesarea selama 30 menit selama enam hari dengan rincian tiga hari implementasi saat perawatan di rumah sakit dan tiga hari implementasi saat perawatan di rumah. Hasilnya adalah terjadi peningkatan produksi ASI sebanyak 35cc pada hari ketiga perawatan di rumah sakit, perlekatan bayi pada payudara ibu meningkat, kemampuan ibu memposisikan bayi dengan benar meningkat, tetesan/pancaran ASI meningkat sebanyak 35 tetes, kepercayaan diri ibu meningkat, bayi tidur setelah menyusu dan hisapan bayi meningkat pada hari ketujuh perawatan di rumah serta lecet pada puting, kelelahan dan kecemasan meningkat pada hari kelima perawatan di rumah. Kesimpulannya adalah kombinasi dari intervensi inovasi ini memberikan hasil yang baik namun diperlukan penambahan edukasi posisi menyusui dan promosi perlekatan untuk meningkatkan kemampuan adaptasi ibu pasca melahirkan di rumah. Diharapkan studi kasus ini dapat digunakan pasien dan keluarga secara mandiri untuk mengatasi masalah menyusui tidak efektif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembiayaan Perbankan terhadap Pertambangan di Indonesia

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: tingkat efisiensi relatif produksi, tingkat penyerapan pembiayaan, pengaruh penyerapan pembiayaan dengan efisiensi relatif produksi, tingkat efektivitas pembiayaan, pola pemetaan efisiensi relatif dengan tingkat penyerapan, dan perencanaan kebutuhan kapital di sektor pertambangan. Menggunakan pendekatan kuantitatif: location quotient yang ditransformasi, incremental capital output ratio, dan regregi kolerasi dan perencanaan pembiayaan sesuai data sekunder dari Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian ini menunjukkan, efisiensi relatif produksi adalah yang tertinggi di Wilayah Kalimantan sebesar 3.14. Terendah di Jawa dengan nilai sebesar 0.21. Penyerapan relatif pembiayaan perbankan tertinggi Wilayah Bali & Nusa Tenggara sebesar 4.49. Terendah Wiayah Jawa dengan nilai sebesar 0.38. Penyerapan pembiayaan terhadap efisiensi produksi berpengaruh signifikan. Efektivitas pembiayaan dengan nilai tertinggi adalah Wilayah Sulawesi sebesar 27.30. Terendah Kalimantan dengan nilai sebesar 1.58. Pola keterkaitan efisiensi relatif produksi dengan penyerapan pembiayaan menunjukkan, provinsi yang masuk kategori progresif inovatif adalah Provinsi Jambi dan gagal adalah Provinsi Sulawesi Utara dan Maluku selama 6 tahun. Berdasarkan hasil analisis perencanaan pada skenario I dengan target pertumbuhan sebesar 3% maka kebutuhan kapital sebesar 1.182 triliun. Sementara untuk skenario II dengan target pertumbuhan sebesar 4,5% maka kebutuhan kapital sebesar 1.856 triliun. Terakhir untuk skenario III dengan target pertumbuhan sebesar 6% maka kebutuhan kapital sebesar 2.590 triliun.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Meningkatkan Kemampuan Membaca Efektif Teks Fiksi dengan Metode Speed Reading pada Siswa Kelas VII di SMP Negeri 14 Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini adalah Penelitian Tindak Kelas (PTK), yaitu penelitian tindakan yang dilakukan di dalam kelas pada saat pembelajaran berlangsung guna memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran siswa yang berfokus pada proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 14 Tarakan pada semester genap tahun pembelajaran 2024/2025. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan membaca efektif teks fiksi, yaitu cerpen dengan metode speed reading pada siswa kelas VII 2. Subjek dari penelitian ini yaitu siswa kelas VII 2 yang berjumlah 30 siswa, terdiri atas 17 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, tiap siklusnya terdiri atas 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi,wawancara, tes, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu lembar pengamatan aktivitas siswa dan lembar tes penilaian aspek kognitif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode speed reading mampu meningkatkan kemampuan membaca efektif teks fiksi, yaitu cerpen pada siswa kelas VII 2 SMP Negeri 14 Tarakan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang diperoleh pada setiap siklus. Pada siklus I, hasil penilaian aktivitas siswa diperoleh ketuntasan 67%, sedangkan pada hasil penilaian aspek kognitif diperoleh ketuntasan 27%. Kemudian, pada siklus II hasil penilaian aktivitas siswa meningkat menjadi 88% dan hasil penilaian aspek kognitif meningkat menjadi 87%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode speed reading ini mampu meningkatkan kemampuan membaca efektif teks fiksi, yaitu cerpen pada siswa kelas VII 2 SMP Negeri 14 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH UKURAN PELAMPUNG YANG BERBEDA PADA ALAT TANGKAP PUKAT HELA SISTEM FLOATING OTTERBOARD TERHADAP HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN SEBATIK

2024•

PENGARUH UKURAN PELAMPUNG YANG BERBEDA PADA ALAT TANGKAP PUKAT HELA SISTEM FLOATING OTTERBOARD TERHADAP HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN SEBATIK ABSTRAK Pulau Sebatik memiliki potensi sumberdaya perikanan sebesar 478,765 ton/tahun akan tetapi salah satu alat tangkap, pukat hela kurang efektif dalam penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas pengaruh ukuran pelampung yang berbeda pada alat tangkap pukat hela dengan sistem floating otterboard terhadap hasil tangkapan ikan di perairan Sebatik. Penelitian ini menggunakan metode percobaan penangkapan (experimental fishing) pada alat tangkap pukat hela dengan sistem otterboard floating dengan pengamatan langsung dan pengumpulan data hasil tangkapan selama 18 kali trip penangkapan dengan variasi ukuran pelampung yang digunakan yaitu 20 Liter, 30 Liter, dan 40 Liter. Hasil penelitian dengan nilai efektifitas pada perlakuan A (20 Liter) dengan nilai yang tinggi terdapat pada Hasil Tangkapan Buangan (HTB) dengan nilai persentase 48.05%, pada perlakuan B (30 Liter) menunjukkan nilai efektifitas terdapat pada Hasil Tangkapan Utama (HTU) dengan nilai 39.74 %, pada perlakuan C (40 Liter) menunjukkan nilai efektifitas yang tinggi terdapat pada Hasil tangkapan Utama dengan nilai 34.61%. Hal ini menunjukkan pengoperasian pukat hela dengan sistem otterboard floating menghasilkan nilai efektifitas yang paling tinggi yaitu perlakuan A, dengan hasil tangkapan buangan 48.05%. Kata Kunci: Efektifitas Penangkapan, Pukat hela, Sebatik

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMASANGAN PELAMPUNG (FLOATING) TERHADAP HASIL TANGKAPAN PADA PERIKANAN PUKAT HELA PERMUKAAN (SURFACE TRAWL) DI PERAIRAN SEBATIK NUNUKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perairan pulau Sebatik merupakan wilayah perairan yang terindikasi sangat tinggi potensi perikanannya, masyarakat Pulau Sebatik dominan berprofesi sebagai nelayan dengan menggunakan alat tangkap pukat hela (trawl). Alat tangkap pada pukat hela (trawl) merupakan jenis alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan karena alat tangkap pukat hela (trawl) termasuk alat tangkap yang menangkap berbagai jenis ikan yang termasuk kategori ikan-ikan ekonomis tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan dan menjelaskan katagori jenis hasil tangkapan, nilai efektifitas hasil tangkapan pada pengoperasian pukat hela (trawl) dengan perlakuan penambahan pelampung pada bagian otterboad, headrope dan codend terhadap hasi tangkapan. Penelitian ini menggunakan metode experimental fishing dengan perlakuan terkait pemasangan pelampung yaitu perlakuan A (pelampung pada otterboad), perlakuan B (pelampung pada otterboad, headrope), perlakuan C (pelampung pada otterboad, headrope dan codend). Hasil dari penelitian menunjukan bahwa jenis ikan tertangkap ialah ikan demersal dan ikan palagis yang meliputi ikan perak, bawal putih, tenggiri papan, bawal hitam,senangin, tembang, talang-talang, selangat, putih, kerong-kerong, kipper, gulama batu, udang, layur, sotong, beliak mata, peperek, buntal, puput magetan, ubur-ubur. Hasil analisa efektifitas hasil tangkapan menunjukkan bahwa perlakuan A memiliki nilai efektifitas sebesar 59% (HTU), 22,4% (HTS) dan 18,6% (HTB), perlakuan B mendapatkan nilai efektifitas sebesar 46,4% (HTU), 32,2% (HTS), dan 21,5% (HTB), Perlakuan C mendapatkan nilai efektifitas sebesar 45%, 20,5%, dan 34,6%.Hasil uji (ANOVA) data perlakuan pemasangan pelampung terhadap hasil tangkapan pada alat tangkap pukat trawl, menghasilkan bahwa perlakuan pemasangan pelampung yang berbeda berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan baik pada satuan berat dan individu berat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSIS POST OPRASI SECTIO CAESAREA DENGAN INDIKASI PLASENTA PREVIA DAN SOLUSIO PLASENTA (STUDI KASUS DI RUANG MAWAR RUMAH SAKIT DR. H. JUSUF SK TARAKAN

2024•

Sectio Caesarea merupakan tindakan medis yang dilakukan untuk membantu persalinan yang tidak bisa dilakukan secara normal akibat masalah kesehatan ibu atau kondisi janin. Desain dalam penelitian ini menggunakan metode studi kasus, subyek yang digunakan adalah 2 klien post sectio caesarea dengan masalah yang sama yaitu nyeri akut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan pengumpulan hasil dari pemeriksaan diagnostik. Hasil studi kasus ini menunjukkan setelah dilakukan asuhan keperawatan kepada dua klien selama 3 hari di rumah sakit, dengan mengajarkan teknik relaksasi nafas dalam yang bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri. Dan terdapat perbedaan yaitu pada klien 1 terdapat diagnosis menyusui efektif dan klien 2 terdapat diagnosis menyusui tidak efektif klien telah dijarkan perawatan payudara dan pijat oksitosin bertujuan untuk melancarkan Asi dan mengurangi pembengkakan pada payudara ibu. Didapatkan hasil nyeri yang dirasakan kedua klien dapat berkurang dan ibu mampu menerapkan latihan tersebut secara mandiri jika nyeri timbul kembali .Disimpulkan bahwa dari hasil penelitian studi kasus ini selama 3-4 kali kunjungan adalah masalah dapat teratasi dengan cara mengajarkan klien teknik relaksasi dan distraksi nafas dalam yang bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri dan menyusui tidak efektif dapat teratasi setelah klien diajarkan cara memposisikan bayi dan klien setelah dilakukan pijat oksitosin. Saran untuk klien diharapkan klien tetap menjaga kondisi fisiknya dan mampu mengatasi rasa nyeri jika timbul kembali dan untuk perawatan payudara agar dapat di jaga kebersihannya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektifitas Perlindungan Kawasan Hutan Lindung Yang di Lakukan Oleh Polisi Kehutanan Di Kota Tarakan Berdasarkan Undang - Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya polisi kehutanan dalam melakukan perlindungan kawasan hutan lindung dan juga untuk mengetahui hambatan polisi kehutanan dalam melakukan perlindungan kawasan hutan lindung yang ada di kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian hukum empiris, yang berfokus pada penggunaan data fakta tentang perilaku masyarakat. Perilaku masyarakat ini mencakup perilaku verbal yang diperoleh dari wawancara atau perilaku konkret yang diamati secara langsung. Dalam penulisan skripsi ini didukung dengan menggunakan atau meneliti bahan pustaka atau bahan sekunder. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) upaya – upaya yang dilakukan oleh polisi kehutanan dalam melakukan perlindungan kawasan hutan lindung yang ada di kota tarakan antara lain a) upaya preventif adalah kegiatan yang ditujukan untuk mencegah, menghilangkan , mengurangi, menutup kesempatan seseorang atau kelompok untuk melakukan tindak pidana kehutanan ( tipihut ). Tindakan preventif yang dilakukan adalah melakukan patroli rutin dan juga penyuluhan atau sosialisasi serta pendampingan masyarakat secara kelembagaan, b) upaya represfif adalah kegiatan penegakan hukum yang bersifat non yustisia untuk mengurangi, menekan atau menghentikan tindak pidana kehutanan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok. Kegiatan represif yang digunakan Polisi Kehutanan ialah bertujuan untuk menghentikan atau menaggulangi terjadinya tindak pidana kehutanan. c) upaya preemtif adalah kegiatan yang ditujukan guna mencegah, menghilangkan, mengurangi, menutup niat seseorang atau kelompok untuk melakukan tindak pidana kehutanan Kegiatan represif yang digunakan Polisi Kehutanan ialah bertujuan untuk menghentikan atau menaggulangi terjadinya tindak pidana kehutanan. 2) Hambatan polisi kehutanan dalam melakukan perlindungan kawasan hutan lindung adalah kurangnya personil polisi kehutanan, kurangnya sarana dan prasarana dan adanya kerjasama oknum masyarakat dengan anggota politik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Utara Tahun Anggaran 2018 - 2022

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Provinsi Kalimantan Utara sebagai salah satu wilayah pemekaran diharuskan untuk mengutamakan belanja modal sebagai penunjang aktivitas perekonomian masyarakat. Laporan Realisasi Anggaran (LRA) sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah dalam mengelola keuangan menunjukkan prioritas pada belanja operasional pemerintahan dibandingkan belanja modal. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Utara Tahun Anggaran 2018 – 2022 dengan menggunakan 5 alat analisis data yang terdiri dari: 1) Rasio Kemandirian Keuangan Daerah 2) Rasio Pertumbuhan, 3) Rasio Efektifitas Pendapatan Asli Daerah 4) Rasio Efisiensi Keuangan Daerah dan 5) Rasio Keserasian. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang berasal dari data sekunder yaitu Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2018 – 2022. Hasil penelitian menggunakan rasio kemandirian keuangan daerah menunjukkan nilai kemandirian yang tergolong konsultatif, rasio pertumbuhan pendapatan serta belanja menunjukkan kenaikan dan penurunan, rasio efektifitas PAD dapat dikategorikan efektif, rasio efisiensi keuangan daerah berada pada indikator efisien, serta rasio keserasian menunjukkan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Utara selama tahun 2018 – 2022 masih mengutamakan belanja operasi dibandingkan belanja modal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa Kinerja Alat Pembuat Arang Menggunakan Tempurung Tempurung

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tempurung kelapa merupakan limbah organik yang dapat digunakan sebagai bahan bakar, arang aktif, serta menghasilkan produk lainnya. Sebagai salah satu bahan yang termasuk berlimpah di kota Tarakan, tempurung kelapa sangat mudah dijumpai di berbagai tempat pusat perdagangan seperti pasar. Dengan menggunakan alat pembuat arang yang dimiliki oleh Jurusan Teknik Mesin Universitas Borneo Tarakan, maka dilakukan proses pembuatan arang dari tempurung kelapa. Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat arang berbahan dasar tempurung kelapa dengan menggunakan alat pembuat arang dan mengetahui seberapa efektif hasil proses pembuatan arang tersebut. Proses awal pembuatan arang dengan meninjau kadar air menggunakan alat moisteure meter yang hasilnya menunjukkan bahwa kadar air tempurung kelapa sebelum dan sesudah penjemuran masing-masing 18% dan 13%. Hasil akhir pembuatan arang menunjukkan bahwa dengan menggunakan alat pembuat arang maka diperoleh hasil arang dengan bahan berturut-turut 10 kg, 8 kg, dan 6 kg diperoleh efisiensi arang yang dihasilkan secara berturut-turut yakni 62%, 55%, dan 40%. Berdasarkan hasil tersebut maka alat pembuat arang ini akan lebih efektif bila digunakan dengan kapasitas 10 kg.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PEMANFAATAN FILTER AIR TANAH DENGAN KOMBINASI CANGKANG KERANG TEMBERUNGUN (Telescopium telescopium)

2023•

Kota Tarakan memiliki potensi air tanah untuk kebutuhan air bersih. Namun untuk pemanfaatannya perlu dilakukan perlakuan terlebih dahulu agar kualitasnnya sesuai dengan baku mutu yang dipersyaratkan. Diantaranya melalui teknologi filtrasi dengan memanfaatkan limbah cangkang Kerang Temberungun ( Telescopium telescopium). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektifitas dari penggunaan Cangkang Kerang Temberungun sebagai filter air tanah di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), dengan tiga kali ulangan. Bahan yang digunakan adalah cangkang kerang temberungun dengan level filter 30, 60 dan 100 cm dengan kombinasi penggunaan arang aktif, pasir kuarsa dan kerikil untuk menentukan komposisi terbaik. Parameter yang diuji adalah berdasarkan pada Peraturan Menteri Kesehatan No.32 Tahun 2017 (Standar Baku Mutu Air untuk Kebutuhan Higiene Sanitasi) yaitu kekeruhan, warna, bau, pH, suhu, TSS, TDS, nitrat, nitrit, Fe dan mangan (Mn). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas filter untuk masing-masing parameter berbeda-beda. Untuk parameter mangan efektif pada level filter 30 cm yaitu 94%. pH, TDS, dan Warna efekif pada level 60 cm dengan nilai berturut-turut 49, 41 dan 8%. Parameter nitrit, nitrat, TSS dan kekeruhan efektif pada level filter 100 cm yaitu, 95, 31, 71 dan 13%. Penggunaan kerang tembungurun sebagai filter air tanah efektif meningkatkan kualitas air baku terutama secara fisik dan memenuhi persyaratan sesuai baku mutu yang digunakan

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Penerapan Pidana Penjara Terhadap Pelaku Penyalahgunaan Narkotika di Kota Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan – golongan. Dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang menjelaskan bahwa narkotika disatu sisi merupakan obat atau bahan yang bermanfaat dibidang pengobatan atau pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan disisi lain dapat pula menimbulkan ketergantungan yang sangat merugikan apabila disalahgunakan atau digunakan tanpa pengendalian dan pengawasan yang ketat dan seksama. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah yuridis empiris dengan sumber data hukum adalah Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan, Kantor Polres Tarakan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Kota Tarakan. Metode pengumpulan data penelitian yang digunakan yaitu dengan melakukan interview/wawancara langsung, observasi/pengamatan dan studi kepustakaan, Penelitian ini merupakan sebuah permasalahan pengguna atau penyalahguna dalam penyalahhgunaan narkotika yang diberikan hukuman pidana penjara karena terbukti menyalahgunakan narkotika. Berdasarkan ketentuan perundang -undangan bahwa pengguna atau penyalahguna dalam penyalahgunan narkotika seharusnya mendapatkan rehabilitasi dikarenakan orang yang ketergantungan terhadap obat-obatan terlarang lebih efektif diberikan kepada pengguna dan dibandingkan hukuman pidana penjara. Diuraikan dalam dua rumusan masalah yaitu : 1. Efektifitas pemberian hukuman pidana penjara terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika, 2. Cara mencegah pelaku penyalahgunaan narkotika yang telah menjalani pidana penjara agar tidak kembali menggunakan narkotika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PEMANFAATAN CANGKANG KEPITING (Scylla sp.) UNTUK FILTER AIR TANAH DI KOTA TARAKAN

2023•

STUDI PEMANFAATAN CANGKANG KEPITING (Scylla sp.) UNTUK FILTER AIR TANAH DI KOTA TARAKAN Abstrak Kota Tarakan memiliki potensi air tanah untuk kebutuhan air bersih. Namun untuk pemanfaatannya perlu dilakukan perlakuan terlebih dahulu agar kualitasnnya sesuai dengan baku mutu yang dipersyaratkan. Perlakuan dalam pengolahan air diantaranya melalui teknologi filtrasi dengan memanfaatkan limbah cangkang kepiting (Scylla sp.). Tujuan dari penelitian ini untuk studi efektifitas dari penggunaan cangkang kepiting sebagai filter air tanah di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL). Pengulangan dilakukan sebanyak tiga kali. Bahan yang digunakan adalah cangkang kepiting dengan level filter 30, 60 dan 100 cm. Cangkang kepiting dikombinasikan dengan penggunaan arang aktif, pasir kuarsa dan kerikil untuk menentukan komposisi terbaik. Parameter yang diuji sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No.32 Tahun 2017 (Standar Baku Mutu Air untuk Kebutuhan Higiene Sanitasi) yaitu kekeruhan, warna, bau, pH, suhu, TSS, TDS, nitrat, nitrit, besi (Fe) dan mangan (Mn). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas cangkang kepiting sebagai filter sangat kecil. Untuk parameter pH, nilai efektifitasnya meningkat berturut berdasarkan level filter 30, 60 dan 100 cm yaitu 54, 71, 80% dan parameter Mn berturut-turut adalah 74, 92, 81%. Sementara parameter kekeruhan, warna, TDS, TSS, nitrit, nitrat dan besi justru menurunkan nilai kualitas air, bila dibandingkan dengan nilai air baku.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Rancang Bangun Rangka dan Mata Pisau Mesin Pemipil Jagung Kapasitas 30 kg/jam Dilengkapi Dengan Kipas dan Saringan Sebagai Pemisah Biji dan Tongkol Jagung

2022•

Mesin pemipil jagung adalah alat yang digunakan untuk memisahkan biji jagung dengan tongkolnya. Metode pada penelitian ini yaitu rancang bangun pemipil jagung yang bertujuan untuk menghasilkan desain rangka dan mata pisau mesin pemipil jagung. Hasil rancang bangun mesin pemipil jagung kemudian diuji untuk mengetahui keefektifan hasil seperti kapasitas kerja, susut hasil, presentase biji jagung yang tidak terpipil, dan efesiensi pemipilan. Rancang bangun mesin pemipil jagung dengan menggunakan besi siku 4 mm, diameter tabung 29 cm, panjang tabung 37 cm, diameter poros 10 mm, panjang poros 52 cm dan jarak mata rantai 3 cm aman digunakan pada kapasitas pemipilan 30 kg/jam. Proses pengujian pemipil jagung dengan massa jagung dan tongkol 5 kg mendapat hasil jagung tanpa tongkol pada tiga kali pengujian masing-masing; pengujian pertama 3 kg, pengujian kedua 3,3 kg, dan pengujian ketiga 3,5 kg. Pengujian tersebut menggunakan waktu rata-rata 5,9 menit. Biji jagung yang tidak terpipil 17,23%, persentase susut hasil 28,22% dan efisiensi pemipil 83%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Pemanfaatan Cangkang Kerang Kapah (Meretrix sp.) Sebagai Filter Air Tanah Di Kota Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kota Tarakan memiliki potensi air tanah untuk kebutuhan air bersih. Namun untuk pemanfaatannya perlu dilakukan perlakuan terlebih dahulu agar kualitasnnya sesuai dengan baku mutu yang dipersyaratkan. Diantaranya melalui teknologi filtrasi dengan memanfaatkan limbah cangkang Kerang Kapah (Meretrix sp). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektifitas dari penggunaan cangkang Kerang Kapah sebagai filter air tanah di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), dengan tiga kali ulangan. Bahan yang digunakan adalah cangkang kerang kapah dengan level filter 30, 60 dan 100 Cm dengan kombinasi penggunaan arang aktif, pasir kuarsa dan kerikil untuk menentukan komposisi terbaik. Parameter yang diuji adalah menurut peraturan Menteri Kesehatan No.32 Tahun 2017 (Standar Baku Mutu Air untuk Kebutuhan Higiene Sanitasi) yaitu kekeruhan, warna, bau, pH, suhu, TSS, TDS, nitrat, nitrit, Fe dan mangan (Mn). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas filter untuk masing-masing parameter berbeda-beda. Untuk parameter mangan efektif pada level filter 30 cm yaitu 36%. pH, TDS, dan Warna efekif pada level 60 cm dengan nilai berturut-turut 61, 42 dan 17%. Parameter nitrit, nitrat, TSS dan kekeruhan efektif pada level filter 100 cm yaitu, 95, 97, 84 dan 76%. Penggunaan kerang kapah sebagai filter air tanah efektif meningkatkan kualitas air baku terutama secara fisik dan memenuhi persyaratan sesuai baku mutu yang digunakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail