Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Penulis: RESTY INDRIAWATI
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Penerapan Teknik Pernapasan Buteyko Terhadap Perubahan Pola Napas Pada Anak Dengan Asma Bronkhial

2025•

Latar Belakang: Asma kini menjadi salah satu masalah kesehatan yang berdampak besar terhadap kualitas hidup, terutama pada kelompok anak-anak. Anak-anak termasuk kelompok yang paling rentan terhadap asma karena sistem imun dan struktur anatomi saluran napas mereka masih dalam tahap perkembangan, sehingga lebih sensitif terhadap alergen, polusi udara, dan infeksi pernapasan. Penanganan asma umumnya bersifat farmakologis, namun diperlukan alternatif intervensi nonfarmakologis yang aman, efektif, dan aplikatif dalam praktik keperawatan salah satunya teknik pernapasan Buteyko. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan teknik pernapasan Buteyko terhadap perubahan pola napas pada pasien anak dengan asma bronkhial, serta menilai efektivitas intervensi dalam konteks asuhan keperawatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif pada 2 responden anak berusia 11 dan 13 tahun dengan diagnosis asma dan masalah pola napas tidak efektif. Hasil: Hasil penerapan intervensi teknik pernapasan Buteyko selama 5x24jam pada An.G dan An. A menunjukkan rata-rata penurunan frekuensi napas yaitu 4x/menit. Kesimpulan: Teknik pernapasan Buteyko terbukti sebagai intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam memperbaiki pola napas tidak efektif pada pasien anak dengan asma bronkhial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Teknik Pernapasan Buteyko Terhadap Perubahan Pola Napas Pada Anak Dengan Asma Bronkhial

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Asma kini menjadi salah satu masalah kesehatan yang berdampak besar terhadap kualitas hidup, terutama pada kelompok anak-anak. Anak-anak termasuk kelompok yang paling rentan terhadap asma karena sistem imun dan struktur anatomi saluran napas mereka masih dalam tahap perkembangan, sehingga lebih sensitif terhadap alergen, polusi udara, dan infeksi pernapasan. Penanganan asma umumnya bersifat farmakologis, namun diperlukan alternatif intervensi nonfarmakologis yang aman, efektif, dan aplikatif dalam praktik keperawatan salah satunya teknik pernapasan Buteyko. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan teknik pernapasan Buteyko terhadap perubahan pola napas pada pasien anak dengan asma bronkhial, serta menilai efektivitas intervensi dalam konteks asuhan keperawatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif pada 2 responden anak berusia 11 dan 13 tahun dengan diagnosis asma dan masalah pola napas tidak efektif. Hasil: Hasil penerapan intervensi teknik pernapasan Buteyko selama 5x24jam pada An.G dan An. A menunjukkan rata-rata penurunan frekuensi napas yaitu 4x/menit. Kesimpulan: Teknik pernapasan Buteyko terbukti sebagai intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam memperbaiki pola napas tidak efektif pada pasien anak dengan asma bronkhial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Remaja Putri Di Desa Long Loreh

2024•Koleksi Perpustakaan

Kanker payudara merupakan penyakit kanker dengan presentase kasus baru yang tertinggi. Jumlah penderitanya meningkat sebesar 1,7 juta Perempuan dari sebelumnya 6,3 juta yang terdiagnosa hidup pada 5 tahun terakhir. Di Indonesia sendiri kanker payudara menepati urutan pertama dengan jumlah kanker terbanyak, dan menjadi salah satu penyumbang kematian pertama akibat kanker. Berdasarkan data Globocan pada tahun 2020, Jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia. Sementara di Kalimantan Utara, kasus kanker payudara mengalami penurunan dari data awal tahun 2018 sebanyak 124 kasus temuan pada tahun 2021 menjadi 68 kasus. Tingginya kasus kematian akibat kanker payudara, disebabkan oleh keterlambatan terdeteksi adanya kanker. Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS). Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan pemeriksaan yang cukup mudah dilakukan, karena dapat dilakukan sendiri di rumah dan tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun. Jenis penelitian yang digunakkan bersifat kuantitatif deskriptif dengan Teknik metode pengambilan sampel yaitu accidental sampling. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 96 siswi SMP Negeri 1 Malinau Selatan. Hasil dari penelitian yang diperoleh menunjukkan gambaran tingkat pengetahuan terkait pengertian sebagian besar pada kategori baik sebanyak 65 orang (67.7%), pengetahuan terkait tujuan sebagian besar pada kategori cukup sebanyak 65 orang (67.7%), pengetahuan terkait waktu pelaksanaan sebagian besar kurang sebanyak 52 orang (54.2%), dan pengetahuan terkait pelaksanaan sebagian besar kurang sebanyak 53 orang (55.2%). Kesimpulan gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di Desa Long Loreh masih sangat kurang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Remaja Putri Di Desa Long Loreh

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kanker payudara merupakan penyakit kanker dengan presentase kasus baru yang tertinggi. Jumlah penderitanya meningkat sebesar 1,7 juta Perempuan dari sebelumnya 6,3 juta yang terdiagnosa hidup pada 5 tahun terakhir. Di Indonesia sendiri kanker payudara menepati urutan pertama dengan jumlah kanker terbanyak, dan menjadi salah satu penyumbang kematian pertama akibat kanker. Berdasarkan data Globocan pada tahun 2020, Jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia. Sementara di Kalimantan Utara, kasus kanker payudara mengalami penurunan dari data awal tahun 2018 sebanyak 124 kasus temuan pada tahun 2021 menjadi 68 kasus. Tingginya kasus kematian akibat kanker payudara, disebabkan oleh keterlambatan terdeteksi adanya kanker. Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS). Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan pemeriksaan yang cukup mudah dilakukan, karena dapat dilakukan sendiri di rumah dan tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun. Jenis penelitian yang digunakkan bersifat kuantitatif deskriptif dengan Teknik metode pengambilan sampel yaitu accidental sampling. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 96 siswi SMP Negeri 1 Malinau Selatan. Hasil dari penelitian yang diperoleh menunjukkan gambaran tingkat pengetahuan terkait pengertian sebagian besar pada kategori baik sebanyak 65 orang (67.7%), pengetahuan terkait tujuan sebagian besar pada kategori cukup sebanyak 65 orang (67.7%), pengetahuan terkait waktu pelaksanaan sebagian besar kurang sebanyak 52 orang (54.2%), dan pengetahuan terkait pelaksanaan sebagian besar kurang sebanyak 53 orang (55.2%). Kesimpulan gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di Desa Long Loreh masih sangat kurang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail