ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh kartu flashcard terhadap penguasaan kosakata siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan kosakata siswa, yang memengaruhi kemampuan mereka dalam memahami materi pembelajaran bahasa Inggris pada kegiatan membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Selain itu, metode pengajaran tradisional yang berbasis hafalan sering kali mengurangi motivasi siswa dan menghambat retensi kosakata dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang menarik dan efektif untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental, khususnya desain kelompok kontrol tidak setara. Populasi penelitian terdiri dari siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan pada tahun ajaran 2025/2026. Sampel penelitian terdiri dari 58 siswa yang dipilih melalui pengambilan sampel purposif, dengan kelas VIII.3 sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII.2 sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui tes awal dan tes akhir yang mengukur tiga aspek penguasaan kosakata: makna, ejaan, dan penggunaan. Data dianalisis menggunakan Uji t Sampel Berpasangan dan Uji Wilcoxon Signed Rank. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kartu flashcard memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap penguasaan kosakata siswa. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 73,59 pada pra-tes menjadi 81,29 pada pasca-tes. Analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi di bawah 0,05 (p 0,001), yang menunjukkan bahwa peningkatan tersebut secara statistik signifikan. Selain itu, peningkatan juga teramati pada semua aspek penguasaan kosakata, yaitu makna, ejaan, dan penggunaan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kartu flashcard merupakan media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Demotivasi kerap kali menjadi sebuah tantangan yang dialami oleh siswa dalam belajar bahasa inggris di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami demotivasi dalam belajar bahasa Inggris serta menyelidiki tantangan yang memengaruhi motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode mixed-methods dengan desain Explanatory Sequential Design. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada siswa kelas VIII, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap enam siswa yang dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan nilai akhir bahasa Inggris terendah. Teknik pengumpulan data meliputi kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan SPSS 25, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa demotivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang saling berkaitan. Faktor internal meliputi kesulitan dalam mempelajari bahasa Inggris, kurangnya minat belajar, dan rasa bosan, sedangkan faktor eksternal mencakup pengaruh lingkungan belajar, metode pengajaran, serta dukungan sosial yang terbatas. Selain itu, siswa menghadapi tantangan linguistik, afektif, instruksional, dan sosiokultural, dengan tantangan sosiokultural sebagai faktor yang paling dominan. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya hubungan yang erat antara demotivasi dan tantangan belajar, di mana berbagai kesulitan yang dialami siswa berkontribusi terhadap menurunnya kepercayaan diri dan partisipasi mereka dalam pembelajaran bahasa Inggris. Demotivation is often a challenge faced by students when learning English at school. This study aimed to identify the factors causing students to experience demotivation in learning English and to investigate the challenges affecting students' motivation in learning English among eighth-grade students at SMP Negeri 11 Tarakan. This study employed a mixed-methods approach using an explanatory sequential design. Quantitative data were collected through a questionnaire distributed to eighth-grade students, while qualitative data were obtained through in-depth interviews with six students selected using purposive sampling. Data collection techniques included questionnaires, interviews, and documentation. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, while qualitative data were analyzed using an interactive model comprising data reduction, data presentation, and concluding. The results of the study indicated that students' demotivation in learning English was influenced by interrelated internal and external factors. Internal factors included difficulties in learning English, a lack of interest in learning, and boredom, while external factors included the influence of the learning environment, teaching methods, and limited social support. In addition, students faced linguistic, affective, instructional, and sociocultural challenges, with sociocultural challenges being the most dominant factor. The research findings also revealed a strong correlation between demotivation and learning challenges, wherein the various difficulties experienced by students contributed to a decline in their self-confidence and participation in English language learning.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi asesmen diagnostik kognitif dalam pembelajaran bahasa Inggris yang melibatkan satu guru bahasa Inggris dan observasi pada kelas X-B di SMAS Don Bosco Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen berupa modul ajar, instrumen asesmen diagnostik, dan hasil asesmen; observasi kelas yang berfokus pada pelaksanaan asesmen diagnostik dalam pembelajaran Bahasa Inggris; serta wawancara semi-terstruktur dengan guru Bahasa Inggris. Data di analisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola implementasi asesmen diagnostik dan tantangan yang dihadapi guru. Hasil penelitian ini menunjukkan asesmen diagnostik digunakan untuk mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat kemampuan dan menyesuaikan strategi pembelajaran. Namun, guru masih menghadapi beberapa tantangan, antara lain keterbatasan waktu, kesulitan merancang instrumen asesmen, kendala teknis saat pembelajaran daring, serta perbedaan kemampuan siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa asesmen diagnostik membantu guru memetakan kemampuan awal dan kebutuhan belajar siswa sehingga strategi pembelajaran dapat disesuaikan secara lebih tepat. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi sekolah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan menerapkan asesmen diagnostik yang efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Interaksi di kelas dalam pembelajaran bahasa Inggris memainkan peran penting dalam proses belajar bahasa Inggris karena mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti interaksi di kelas dan peran bahan ajar dalam mendukung interaksi selama proses pembelajaran bahasa Inggris di Jurusan Akuntansi Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang melibatkan 44 mahasiswa akuntansi semester IV. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara, dan analisis dokumen, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa interaksi di kelas berdasarkan FIACS terdiri dari Lecturer Talk, Student Talk, dan Silence atau Confusion. Lecturer Talk muncul lebih sering selama proses belajar-mengajar, terutama dalam mengajukan pertanyaan, memberikan penjelasan, memberikan arahan, serta memberi pujian atau dorongan kepada mahasiswa. Student Talk terjadi melalui tanggapan dan inisiatif siswa selama kegiatan di kelas, sedangkan Silence atau Confusion muncul ketika siswa sedang memproses informasi dan mempersiapkan tanggapan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa bahan ajar yang komunikatif dan kontekstual mendorong partisipasi, interaksi, dan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris. Hal ini menyiratkan bahwa interaksi di kelas yang efektif dan bahan ajar yang tepat mendukung keterlibatan siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. This study aims to analyze classroom interactions and the influence of teaching materials on facilitating interactions in the English language acquisition process within the Accounting Department at the University of Borneo Tarakan. This research utilized a descriptive qualitative approach with 44 fourth-semester accounting students. The researcher gathered data via classroom observation, interviews, and document analysis, and subsequently analyzed them using the Miles and Huberman framework. The results demonstrate that classroom interactions, as characterized by FIACS, comprise Lecturer Talk, Student Talk, Silence, and Confusion. The data show that classroom interactions, as described by FIACS, include Lecturer Talk, Student Talk, Silence, and Confusion. Lecturer Talk is more common throughout the teaching-learning process, especially while asking questions, providing explanations, giving instructions, and praising or encouraging students. Student Talk occurs when students respond to and initiate classroom activities, whereas Silence or Confusion occurs when students analyze information and prepare their responses. The study also found that communicative and contextual teaching materials increase student participation, interaction, and confidence in using English. This shows that effective classroom interaction and appropriate teaching tools help students participate in English-language learning.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan strategi Discovery Learning dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris serta kekuatan dan kelemahan penerapannya pada siswa kelas XI di SMAN 4 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian seorang guru Bahasa Inggris dan siswa kelas XI. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Discovery Learning diterapkan melalui tahapan stimulasi, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, verifikasi, dan generalisasi. Penerapan strategi ini telah berjalan dengan cukup baik, meskipun beberapa tahapan belum terlaksana secara optimal karena keterbatasan waktu dan perbedaan kemampuan siswa. Kekuatan strategi Discovery Learning terletak pada peningkatan keaktifan dan kemampuan berpikir kritis siswa, sedangkan kelemahannya adalah membutuhkan waktu pembelajaran yang lebih lama serta bimbingan guru yang lebih intensif. Dengan demikian, strategi Discovery Learning efektif diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris dengan perencanaan dan pengelolaan kelas yang baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini mengeksplorasi kemampuan berbicara mahasiswa selama implementasi Video Project-Based Learning (VPJBL) dalam mata kuliah English for Specific Purposes (ESP) pada program studi Teknik Sipil. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan bagaimana VPJBL diterapkan dalam pengajaran ESP, (2) menganalisis peningkatan yang dirasakan dalam kemampuan berbicara mahasiswa setelah penerapan VPJBL, dan (3) mengidentifikasi tantangan yang dihadapi selama implementasi. Dengan menggunakan desain studi kasus kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui catatan lapangan dan wawancara semi-terstruktur. Peserta penelitian adalah 40 mahasiswa dari Kelas B Teknik Sipil 2021 yang mengikuti pengajaran ESP menggunakan VPJBL. Sampling purposif digunakan untuk memilih 10 mahasiswa dan dosen mata kuliah untuk wawancara guna memperoleh perspektif mendalam. Analisis data menggunakan metode yang diuraikan oleh Miles et al. (2014), termasuk pengondensasian data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Temuan menunjukkan bahwa VPJBL berkontribusi pada peningkatan kinerja berbicara, terutama dalam hal pengucapan, kelancaran, penggunaan kosakata teknis, dan penyusunan kalimat. Proses pembelajaran juga meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, partisipasi, dan kolaborasi melalui latihan berulang, produksi video, presentasi, dan umpan balik formatif. Namun, beberapa siswa masih mengalami kesulitan terkait pengucapan, kecemasan yang memengaruhi kelancaran, dan kolaborasi kelompok yang tidak merata. Tantangan-tantangan ini diatasi melalui pengawasan terstruktur, pedoman proyek yang jelas, dan umpan balik berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka oleh guru bahasa Inggris di SMAN 4 Tarakan dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses implementasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka di kelas X.10 diterapkan dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, penilaian autentik, dan integrasi Profil Pelajar Pancasila dalam kegiatan belajar mengajar. Guru berusaha menyediakan ruang bagi siswa untuk lebih aktif dan mandiri dalam proses pembelajaran. Namun, dalam praktiknya, masih ditemukan sejumlah kendala, termasuk pemahaman guru yang terbatas tentang konsep Kurikulum Merdeka, adaptasi alat bantu mengajar, dan kendala dalam hal fasilitas dan infrastruktur. Kesimpulannya, implementasi Kurikulum Merdeka di SMAN 4 Tarakan telah dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip dasar, namun masih perlu perbaikan melalui pelatihan guru, penyediaan fasilitas pendukung, dan kolaborasi antara sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan agar tujuan kurikulum dapat tercapai secara optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru tentang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam pengajaran Bahasa Inggris Di SMA Negeri Tarakan. Untuk mencapai tujuannya, penelitian ini dirancang dengan pendekatan kualitatif. Partisipan dalam studi ini adalah tiga orang guru Bahasa Inggris dari SMAN 2, SMAN 3, dan SMAN 4 Tarakan yang mengajar di tingkat kelas sepuluh. Dalam pengumpulan data, peneliti memanfaatkan tiga instrumen utama: kuesioner, catatan lapangan observasi, dan pedoman wawancara. Untuk menganalisa data, peneliti menggunakan metode yang didasarkan pada teori Creswell (Creswell's theory). Penelitian ini menunjukkan bahwa guru-guru di Sekolah Menengah Atas Negeri di Tarakan secara umum memiliki persepsi positif terhadap integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Penggunaan aplikasi seperti Grammarly, Quizziz, Google Translate, dan ChatGPT dinilai efektif dalam meningkatkan keterampilan bahasa, efisiensi pembelajaran, serta kemandirian belajar siswa. Selain itu, AI dianggap membantu dalam merancang materi dan melakukan evaluasi pembelajaran. Meskipun demikian, sejumlah tantangan diidentifikasi, antara lain keterbatasan akses teknologi di kalangan siswa dan kurangnya pelatihan profesional bagi guru. Kekhawatiran juga muncul terkait ketergantungan siswa terhadap AI serta akurasi informasi yang dihasilkan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital siswa, penguatan kompetensi guru, serta dukungan kelembagaan yang memadai guna memastikan implementasi AI yang optimal dan bertanggung jawab. Secara keseluruhan, para guru menunjukkan sikap progresif terhadap penggunaan AI, meskipun tetap mempertimbangkan berbagai kendala yang menyertainya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi mengajar guru yang diterapkan di kelas untuk mengajarkan mata pelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif (Qualitative Research). Sampel dari penelitian ini adalah 1 orang guru mata pelajaran Bahasa Inggris yang mengajar siswa kelas tujuh di SMPN 3 Tarakan. Untuk mengambil data, peneliti menggunakan 3 instrumen penelitian, yaitu catatan lapangan observasi (Observations Field Note), panduan wawancara (Interviews Guide), dan dokumentasi (Documentation). Untuk menganalisa data, peneliti menggunakan metode yang didasarkan pada teori Creswell (Creswell's theory). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada enam strategi pengajaran yang digunakan di kelas, yaitu model pembelajaran instruksi digunakan sebanyak 24%, Desain Proyek Menggunakan Pembelajaran Komunikatif (Project Design Using Communicative Learning) 19%, dan Model Pembelajaran Diskusi (Discussion Instructional Model) 17%. Model Example Non-Example dan Model Pembelajaran Investigasi Group (Group Investigation (GI) Instructional Model) masing-masing digunakan sebanyak 14%, sedangkan Model Pembelajaran Problem Posing digunakan sebanyak 12%. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang paling sering digunakan guru di kelas saat mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris adalah Model pembelajaran instruksi (Direct Instruction (DI) Instructional Model) dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Model pembelajaran instruksi (Direct Instruction (DI) Instructional Model) adalah strategi pengajaran yang sangat efektif, terutama dalam mengembangkan keterampilan dasar seperti penguasaan kosakata dan kompetensi berbahasa dalam pengajaran bahasa Inggris. Model pembelajaran instruksi (Direct Instruction (DI) Instructional Model) memiliki dampak yang signifikan terhadap prestasi Bahasa inggris siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kosa kata siswa sebelum dan sesudah penerapan Word Wall di SMA Negeri 1 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pendekatan pre-experimental dan desain one-group pre-test post-test design. Sampel penelitian ini adalah kelas XI D dengan jumlah 34 siswa, sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling. Tahapan penelitian ini meliputi pre-test, treatment dan post-test. Pada tahap pre-test siswa diminta untuk mengerjakan soal kosa kata dengan jumlah 20 soal. Pada tahapan treatment, siswa diajar dengan menerapkan Word Wall sebagai media pembelajaran. Adapun langkah menggunakan Word Wall adalah mengambil topik yang relevan kemudian memasukkan kedalam template Word Wall. Pada tahap post-test siswa diminta soal kosa kata dengan jumlah 20 soal. Teknik analisis data menggunakan uji paired sample T-test. Hail penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai siswa antara pre-test dan post-test. Ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata pre-test 65.73 dan post-test 80.00, yang berarti ada peningkatan sebesar 14.264. Hasil uji paired sample T-test dengan nilai sig (2-tailed) diperoleh sebesar 0,000 0,05 yang berarti terdapat pengaruh dari penggunaan Word Wall terhadap penguasaan kosa kata siswa kelas XI D di SMA Negeri 1 Tarakan, maka disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode Word Wall efektif untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa. Metode ini bisa menjadi referensi bagi guru-guru di SMA Negeri 1 Tarakan untuk diterapkan dalam pembelajaran kosa kata.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Abstrak: Bahasa Indonesia Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat implementasi aplikasi Duolingo dalam pengembangan kosakata Bahasa inggris pada siswa kelas delapan di SMPN 5 Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan jumlah partisipan sebanyak 32 siswa. Data yang di hasil dalam penelitian ini adalah dokumen, observasi, dan wanwancara. Data kemudian di analisis secara kualitatif dengan analisis tematik untuk dapat menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian menujuk kan bahwa penggunaan aplikasi Duolingo membantu siswa dalam mempelajari kosakata Bahasa inggris. Menurut siswa aplikasi ini sangat positif memberikan manfaat sebagai media pembelajaran dan siswa bisa menggunakan aplikasi ini untuk belajar secara mandiri kapanpun dan dimanapun. Kata kunci: Aplikasi Duolingo, Kosakata Bahasa Inggris, Media Pembelajaran Abstrak: Bahasa Inggris The purpose of this study was to investigate how eighth grade students at SMPN 5 Tarakan used the Duolingo application to enrich their vocabulary in English. Thirty-two students participated in this qualitative descriptive study. This study collected documents, observations, and interviews. Subsequently, the data underwent a qualitative thematic analysis in order to address the study questions. The findings of the study demonstrated that students could enrich their vocabulary in English through the Duolingo application. The students' feedback explained that this application served as an excellent learning tool that allowed them to study on their own at any time and place. Keywords: Duolingo Application, English Vocabulary, Learning Media
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kriteria yang diterapkan pada buku bahasa inggris yang berjudul “Think Globally Act Locally” yang diterbitkan oleh Kementrian Pendidikan Kebudayaan, serta untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pada buku. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sedangkan Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah parameter dari Mickley (2005) dan kuesioner yang dibagikan kepada 6 guru penilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku tersebut memiliki 5 kriteria yaitu isi, kosa kata dan tata bahasa, latihan dan aktivitas, serta daya tarik teks dan riasan fisik. Pada hasil ini menunjukan bahwa isi pada buku ini memiliki nilai rata-rata 3 yaitu baik, adapun nilai pada kosa kata dan tata bahsa memiliki nilai rata-rata 3 yaitu baik, latihan dan aktifitas memiliki nilai rata-rata 3 yaitu baik, dan yang terakhir daya tarik teks dan riasan fisik mendapatkan nilai rata-rata 3 yaitu baik. Adapun hasil dari kekuatan buku yaitu kosakata buku ini disorot dalam huruf-huruf yang kuat untuk membantu anak-anak mengingat kata-kata yang baru saja mereka dengarkan, sedangkan buku ini memiliki kelemahan yaitu siswa yang terlalu banyak membaca berisiko menjadi bosan. Kesimpulannya, buku ini termasuk buku yang layak digunakan untuk proses mengajar pada siswa kelas sembilan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media apa saja yang digunakan oleh guru dalam mengajar bahasa Inggris, dan mengetahui jenis media apa yang dominan digunakan guru dalam mengajar bahasa Inggris di kelas sepuluh Teknik Otomotif A SMKN 2 Tarakan. Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling dalam memilih sampel. Kelas X teknik otomotif A menjadi sampel dalam penelitian ini, yang berjumlah 36 siswa. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan observasi, wawancara, dan analisa dokumen. Peneliti menggunakan tahapan Miles dan Huberman dalam menganalisis data, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa media yang digunakan dalam pengajaran bahasa Inggris di dalam kelas terdapat dua jenis media yaitu media konvensional seperti papan tulis, buku bahasa Inggris, dan media modern seperti laptop (PowerPoint), dan LCD Proyektor, serta Smartphone (Google Chrome). Media pembelajaran yang dominan digunakan oleh guru Bahasa Inggris adalah media modern. Siswa memiliki pendapat yang positif terhadap media yang digunakan dalam proses pembelajaran. Siswa berpendapat bahwa penggunaan media dalam proses pembelajaran bahasa Inggris sangat membantu dan mempermudah proses pembelajaran, membuat siswa lebih percaya diri, membuat siswa merasa senang, dan tertarik untuk belajar, serta dapat memotivasi siswa untuk lebih giat belajar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam meningkatkan motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan dan masalah yang dihadapi guru dalam meningkatkan motivasi siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah seorang guru bahasa Inggris yang mengajar di kelas dua belas dan 10 siswa dari jurusan IPA (ilmu pengetahuan alam) dan IPS (ilmu pengetahuan sosial) yang dipilih sebagai sampel dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumen. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, display data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru melakukan semua peran dengan baik meskipun ada satu peran yang kurang dilakukan oleh guru. Guru sebagai demonstrator, pengelola kelas, motivator, mediator, fasilitator, dan evaluator sudah baik dengan melakukan semua informasi yang berkaitan dengan informasi tentang masing-masing peran. Peran guru yang kurang hanya satu yaitu guru sebagai mediator karena guru jarang menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran, guru selalu menggunakan metode ceramah dalam menjelaskan materi di kelas. Ada tiga masalah yang dihadapi guru dalam meningkatkan motivasi siswa yaitu kurangnya minat belajar, kesulitan belajar, dan materi yang sulit dipahami. Kurangnya minat belajar karena siswa merasa malas dan bosan dalam proses pembelajaran, kesulitan dalam belajar karena mereka merasa kesulitan dalam melafalkan kosakata bahasa Inggris dan minimnya kosakata bahasa Inggris, dan yang terakhir materi yang sulit dimengerti karena siswa kurang memahami tata bahasa dan konsep atau topik dari materi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran modul literasi bahasa Inggris berbasis kebudayaan lokal untuk siswa kelas delapan di SMP Negeri 1 Lumbis serta menghasilkan produk media pembelajaran yang layak dari aspek desain dan materi. Penelitian ini merupakan Penelitian Pengembangan (Research and Development) dengan menerapkan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap (1) Analysis; (2) Design; (3) Development; (4) Implementation; dan (5) Evaluation. Penelitian ini akan diujicobakan pada siswa kelas VIII-A SMP Negeri 1 Lumbis. Dengan teknik pengambilan data uji coba one-to-one formative evaluation, small evaluation group test, dan field group evaluation. Instrumen penelitian ini menggunakan angket kebutuhan siswa, lembar wawancara, angket validasi ahli materi dan bahasa, angket validasi ahli desain, angket validasi praktisi, dan angket respon siswa. Validasi dilakukan oleh ahli materi dan bahasa, ahli media dan praktisi pembelajaran Bahasa Inggris yaitu guru kelas VIII-A SMP Negeri 1 Lumbis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelayakan English Module Literacy Based on Local Culture sebagai media berdasarkan penilaian: 1) Ahli materi dan bahasa diperoleh total skor 70,00 yang dipresentasekan mendapatkan nilai 87,5% dengan kualifikasi “Sangat Layak”, 2) Ahli media diperoleh total skor 49,00 dengan presentase 82% dikualifikasikan “Sangat Layak”, dan 3) Praktisi pembelajaran Bahasa Inggris diperoleh total skor 50,00 yang dipresentasekan mendapatkan nilai 83% dengan kualifikasi “Sangat Praktis”. Hasil angket respon siswa terbagi menjadi tiga, uji coba One to One Formative Evaluation, dengan presentase 93% dengan kualifikasi “Sangat Baik”. Uji coba Small Evaluation Group Test dengan presentase 92% dengan kualifikasi “Sangat Baik”. Uji coba Field Group Evaluation, dengan presentase 91% dengan kualifikasi “Sangat Baik”. Hasil Penelitian dan Pengembangan English Module Literacy Based on Local Culture dapat disimpulkann layak digunakan dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Lumbis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur-unsur profil pelajar Pancasila yang tersemat dalam buku teks bahasa Inggris berjudul “Work in Progress” untuk kelas pertama sekolah menengah atas. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi. Unit analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah unsur profil pelajar Pancasila. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar tabel data unsur profil pelajar Pancasila dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Data dikumpulkan dari buku teks bahasa Inggris “Work in Progress” untuk kelas pertama sekolah menengah atas. Teknik analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar memuat enam dimensi profil pelajar Pancasila. Dimensi yang paling sedikit disematkan adalah berkebhinekaan global dengan jumlah 9 kali (4.2%). Dimensi Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia disebutkan sebanyak 23 kali (10,9%). Dimensi kreatif disematkan sebanyak 29 kali (13,7%) dan dimensi bergotong royong disematkan sebanyak 39 kali (18,3%). Dimensi mandiri disematkan sebanyak 48 kali (22,6%) . Namun diantara keenam dimensi tersebut, bernalar kritis merupakan dimensi yang paling dominan dengan sebanyak 64 kali (30,2%) tersemat dalam buku teks. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa buku teks Bahasa Inggris “Work in Progress” untuk kelas pertama sekolah menengah atas sudah sesuai dengan bahan ajar yang mengembangkan nilai-nilai profil pelajar Pancasila, karena didalamnya tersemat seluruh dimensi profil pelajar Pancasila dalam buku teks.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan infromasi mengenai kelebihan dan kekurangan Google Form sebagai alat evaluasi pada mata pelajaran Bahasa Inggris di SMP N 5 Tarakan. Google Form sendiri merupakan bagian dari fitur Google yang dapat mengumpulkan informasi dari berbagai respon terhadap berbagai kebutuhan seperti kuesioner dan media tugas. Penelitian ini berkaitan dengan penggunaan Google Form sebagai alat evaluasi yang diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data meliputi studi dokumentasi, observasi dan wawancara serta dianalisis secara kualitatif melalui sistem pengkodean dan dideskripsikan secara naratif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Inggris dan siswa yang diwakili berdasarkan nilai tertinggi dalam mata pelajaran bahasa Inggris dari setiap kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan sisi positif dan negatif penggunaan Google Form sebagai alat evaluasi oleh guru Bahasa inggris dan siswa mulai pembelajaran dari tahap perencanaan, persiapan dan kesiapan sarana dan prasarana, sampai dengan tahap implementasi, penggunaan Google Form dalam evaluasi pembelajaran memiliki dampak dan manfaat dalam aspek efektivitas dan efisiensi. Bagi guru sangat terbantu dengan adanya Google Form baik dari segi biaya, waktu, maupun tenaga. Bagi siswa sendiri terbantu dalam penyelesaian tugas secara praktis dengan hasil yang lebih memuaskan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan yang dihadapi guru bahasa Inggris dalam pelaksanaan pembelajaran online mulai dari persiapan, proses, hingga evaluasi pada masa pandemi virus corona 2019 di MTs Negeri Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan yang dihadapi oleh guru bahasa Inggris dalam mengajar online selama periode Coronavirus 2019 adalah: 1) Persiapan mengajar, seperti; a) Penyusunan persiapan tertulis, menentukan alokasi waktu dalam menyampaikan mata pelajaran kepada siswa (75%), menentukan bentuk prosedur penilaian hasil belajar (50%), memformat tujuan pembelajaran, menentukan langkah-langkah pembelajaran, pemilihan metode pengajaran yang tepat, dan pemilihan media pembelajaran yang tepat sumber daya (25%), b) Pembuatan media ajar; menyesuaikan media ajar dan keterbatasan kemampuan IT untuk membuat media ajar. 2) Proses pengajaran seperti; a) Melaksanakan proses pengajaran; rendahnya motivasi belajar siswa dan keterbatasan kemampuan dalam melaksanakan pembelajaran online (75%), b) Metode dan strategi pembelajaran; tidak diterima dengan baik oleh siswa (50%), c) Pengelolaan kelas; siswa lambat dalam memahami materi (100%), dan siswa sulit diatur, siswa memiliki gaya belajar yang berbeda dan media pendukung tidak tersedia (50%), d) Alat dan sarana; Masalah Wi-Fi dan listrik, dan penyimpanan ponsel juga. 3) Evaluasi pengajaran, seperti; a) Penilaian keterampilan siswa; keterbatasan alat penilaian online dan keterbatasan waktu dalam menilai kinerja siswa (50%), b) Menentukan jenis tes yang sesuai dengan kemampuan siswa (25%), c) Kurang disiplin siswa dalam menyerahkan tugas (75%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana proses pembelajaran bahasa inggris khususnya dengan menggunakan media lagu bahasa inggris. Selain itu, penelitian ini juga melakukan penelitian terhadap siswa untuk memperoleh informasi tambahan terkait tentang pembelajaran kosa kata menggunakan lagu bahasa inggris. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penentuan sample dilakukan dengan teknik Purposive sampling. Peneliti mengambil 32 siswa dari kelas 7-6 di SMPN 12 Tarakan. Penelitian ini menggunakan dua instrumen, yaitu: observasi dan interview. Peneliti menggunakan analisis data terdiri dari tiga kegiatan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti melakukan penelitian dalam empat pertemuan. Setelah menganalisis data, ada empat poin kesimpulan. Pertama, proses mengajar dan belajar kosa kata melalui lagu. Kedua, siswa memperoleh beberapa kesulitan saat belajar bahasa inggris, yaitu: siswa kesulitan ketika mendengarkan lagu yang asing, siswa juga kesulitan cara mengucapkan kosa kata baru, siswa juga kurang paham dengan arti kosa kata baru. Ketiga, guru kesulitan untuk memonitoring siswa secara langsung, dikarenakan situasi pandemic. Dan keempat siswa dapat mengenal teknologi dengan menggunakan google classroom. Proses pembelajaran berlangsung melalui google classroom.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
THE CORRELATION BETWEEN LEARNING INTEREST AND ENGLISH ACHIEVEMENT AT THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMKN 2 TARAKAN ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar bahasa Inggris siswa kelas X SMKN 2 Tarakan tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan populasi siswa kelas X SMKN 2 Tarakan. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 89 siswa yang menggunakan teknik quota sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner minat dan nilai akhir mata pelajaran Bahasa Inggris tahun ajaran 2020/2021. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan rumus Product moment Pearson dengan IBM SPSS 25.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar bahasa Inggris. Hal ini dibuktikan oleh analisis korelasi Pearson Product Moment dan menemukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara minat belajar dan prestasi belajar bahasa Inggris siswa di kelas sepuluh SMKN 2 Tarakan dengan rtest atau koefisien korelasi adalah 0,982 dan lebih tinggi dari rtabel 0,207 dari jumlah total 89 siswa dan tingkat signifikansi 5% (r=0,000 0,05).