Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

20 hasil
Subjek: Aspek
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Persepsi Siswa SMA Terhadap Mata Pelajaran Biologi Di Sekolah Berbasis Pesantren

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sekolah berbasis pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memadukan kurikulum nasional dengan pendidikan keagamaan, sehingga berpotensi membentuk persepsi siswa yang khas terhadap mata pelajaran Biologi. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi siswa SMA terhadap mata pelajaran Biologi di sekolah berbasis pesantren, dikaji berdasarkan aspek kognitif dan afektif dengan merujuk pada konsep persepsi sebagai proses individu dalam menerima, memahami, dan memaknai suatu objek berdasarkan pengalaman belajarnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek dua puluh siswa kelas XI dan XII MIA SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan yang ditentukan melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik model Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kognitif siswa memahami Biologi sebagai ilmu kehidupan yang bermanfaat dan penting bagi masa depan, meskipun sebagian mengalami kesulitan pada materi abstrak seperti sel, enzim, dan metabolisme. Secara afektif, siswa menunjukkan respons yang cenderung positif namun bervariasi, disertai preferensi terhadap praktikum dan media visual. Persepsi terhadap integrasi Biologi dengan nilai keislaman juga beragam. Dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa terhadap Biologi di sekolah berbasis pesantren bersifat multidimensi, dipengaruhi oleh pengalaman belajar serta konteks keagamaan lingkungan pesantren.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI TINGKAT KECEMASAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS 5 SD DITINJAU DARI ASPEK KOGNITIF, AFEKTIF, DAN FISIOLOGIS

2026•

Kecemasan matematika merupakan fenomena psikologis yang cukup umum dijumpai pada siswa sekolah dasar dan dapat berdampak negatif terhadap proses serta hasil belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kecemasan matematika siswa kelas V SD ditinjau dari aspek kognitif, afektif, dan fisiologis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas V-A SDN 024 Tarakan yang berjumlah 27 siswa. Pemilihan subjek dilakukan melalui teknik purposive sampling, dan selanjutnya dipilih tiga orang siswa sebagai subjek utama yang mewakili masing-masing kategori kecemasan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket kecemasan matematika yang terdiri dari 28 butir pernyataan dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 27 siswa, sebanyak 5 siswa berada pada kategori kecemasan rendah, 21 siswa berada pada kategori kecemasan sedang, dan 1 siswa berada pada kategori kecemasan tinggi. Ditinjau dari aspek kognitif, siswa dengan kecemasan sedang dan tinggi menunjukkan adanya keraguan terhadap kemampuan diri, kesulitan berkonsentrasi, dan rasa takut gagal. Pada aspek afektif, gejala gugup, gelisah, dan kurang senang terhadap matematika muncul terutama ketika siswa menghadapi situasi evaluasi atau materi yang sulit. Pada aspek fisiologis, gejala seperti keringat dingin, jantung berdebar, sakit kepala, dan rasa mual lebih dominan pada siswa dengan kecemasan tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecemasan matematika pada siswa kelas V SDN 024 Tarakan didominasi pada kategori sedang dan memerlukan perhatian serius dari guru melalui penciptaan suasana belajar yang suportif dan tidak mengancam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI TERKAIT RENCANA RELOKASI PEDAGANG KAKI LIMA DI PASAR SORE TANJUNG SELOR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi terhadap rencana relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Sore Tanjung Selor, dengan meninjau dari dua aspek utama yaitu aspek lingkungan dan aspek ekonomi, serta menentukan lokasi alternatif yang paling sesuai antara Pasar Induk dan Pasar Subuh sebagai tempat relokasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 37 responden Pedagang Kaki Lima (PKL), sedangkan pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara dengan pembeli/konsumen, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh wanita, dan pihak pemerintah (Disperindagkop). Analisis data dilakukan dengan menggunakan skala likert untuk menilai persepsi responden terhadap aspek lingkungan dan ekonomi di dua lokasi alternatif relokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek lingkungan memperoleh skor 659 dari skor tertinggi 888 (74%), sedangkan aspek ekonomi memperoleh skor 637 dari skor tertinggi 888 (72%). Secara keseluruhan, tingkat kesesuaian lokasi relokasi mencapai 73% dan berada pada kategori “setuju”, yang berarti kedua aspek tersebut dinilai cukup baik meskipun belum maksimal. Berdasarkan hasil preferensi seluruh responden yaitu 53 responden terhadap lokasi relokasi, Pasar Subuh dipilih oleh 43 responden (81%), sedangkan Pasar Induk hanya dipilih oleh 10 responden (19%). Hal ini menunjukkan bahwa Pasar Subuh dinilai lebih layak untuk dijadikan lokasi relokasi karena memiliki kondisi lingkungan yang lebih bersih, aman, dan nyaman, serta potensi ekonomi yang lebih tinggi dalam hal aksesibilitas, daya tarik konsumen, dan peluang peningkatan pendapatan pedagang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASPEK HUKUM PEMANFAATAN BARANG MILIK DAERAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM DALAM PEMBANGUNAN DAERAH MALINAU (PERSPEKTIF GOOD GOVERNANCE)

2026•

Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Aspek Hukum Dalam Pemanfaatan Barang Milik Daerah Untuk Kepentingan Umum Dalam Pembangunan Daerah Malinau (Perspektif Good Governance). Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, Regulasi hukum yang mengatur pemanfaatan barang milik daerah untuk kepentingan umum di Kabupaten Malinau dan Peran pemerintah daerah dalam mengawasi dan memastikan pemanfaatan barang milik daerah sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk mendukung pembangunan daerah di Kabupaten Malinau. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Berdasarkan hasil penelitian, Pemanfaatan Barang Milik Daerah untuk kepentingan umum diatur oleh UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, PP No. 27 Tahun 2014 jo. PP No. 28 Tahun 2020, dan Permendagri No. 19 Tahun 2016. Di Malinau Pemanfaatan Barang Milik Daerah untuk kepentingan umum diatur Peraturan Daerah Kabupaten Malinau Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah. Regulasi ini mengatur bahwa BMD dapat dimanfaatkan melalui sewa, pinjam pakai, kerja sama, bangun guna serah, atau bangun serah guna, dengan syarat tidak mengganggu fungsi utama aset tersebut. Pemanfaatan untuk kepentingan umum harus mendapat persetujuan kepala daerah, dicatat sebagai aset, serta dilandasi perjanjian tertulis. Prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan publik menjadi dasar utamanya. Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau memiliki peran penting dalam mengawasi dan memastikan pemanfaatan barang milik daerah sesuai peraturan yang berlaku untuk mendukung pembangunan daerah. Hal ini meliputi pengelolaan dan penggunaan barang milik daerah yang transparan dan akuntabel, serta penerapan regulasi yang jelas terkait pemanfaatan barang tersebut. Pengawasan yang terus-menerus diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan, dengan evaluasi berkala untuk memastikan kesesuaian dengan tujuan pembangunan. Selain itu, pemerintah daerah juga perlu memberikan pelatihan kepada pejabat terkait, serta menegakkan hukum jika terjadi pelanggaran terhadap aturan yang ada. Semua langkah ini bertujuan agar barang milik daerah digunakan secara efisien dan mendukung kemajuan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Instrumen Penilaian Aspek Psikomotorik Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Tarakan pada Kegiatan Praktikum Biologi

2025•

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan Instrumen Penilaian Aspek Psikomotorik pada kegiatan praktikum biologi yang layak digunakan. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Penelitian ini dibatasi hanya pada tahap Development. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI-I SMA Negeri 2 Tarakan yang berjumlah 36 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pedoman wawancara dan kuesioner, lembar validasi ahli, dan lembar angket. Hasil validasi ahli evaluasi diperoleh persentase sebesar 85% dengan kategori layak. Respon guru terhadap instrumen penilaian aspek psikomotorik memperoleh persentase sebesar 87% dengan kategori sangat layak. Sedangkan respon siswa pada uji coba terbatas memperoleh persentase sebesar 85% dengan kategori sangat menarik. Instrumen penilaian aspek psikomotorik yang dikembangkan telah memenuhi aspek kelayakan berdasarkan penilaian ahli evaluasi serta respon guru dan siswa. Oleh karena itu, instrumen penilaian aspek psikomotorik ini dapat direkomendasikan untuk kegiatan praktikum biologi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tanggung jawab tenaga medis atas kelalaian ditinjau dari aspek perlindungan konsumen

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sanksi yang akan diterima oleh tenaga medis yang melakukan kelalaian dalam tindakan medis dan mekanisme penyelesaian sengketa medis setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, serta mengacu pada bahan hukum primer, sekunder, tersier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien dan keluarga yang merasa dirugikan akibat kelalaian tenaga medis dalam melakukan tindakan medis memiliki sejumlah langkah hukum yang dapat ditempuh untuk mendapat keadilan dimulai dari proses pengaduan ke internal rumah sakit atau lembaga yang terkait. Selain itu, pasien juga dapat menempuh jalur perdata dengan mengajukan gugatan ganti rugi ke pengadilan apabila terdapat kerugian akibat kelalaian tersebut. Kemudian, setelah berlakunya UU Kesehatan, penyelesaian sengketa akibat dugaan kelalaian tenaga medis menjadi lebih terarah dan memiliki kepastian hukum. Penyelesaian sengketa ini dapat dilakukan melalui beberapa jalur, baik non litigasi seperti konsultasi, negosiasi, konsiliasi, mediasi, dan arbitrase, maupun jalur litigasi melalui pengadilan. Mekanisme non litigasi umumnya lebih disukasi karena bersifat efisien, rahasia, dan mengedepankan musyawarah untuk mufakat, serta sering kali melibatkan lembaga professional seperti Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia. Jika tidak tercapai kesepakatan, jalur litigasi tetap menjadi alternatif terakhir dengan mempertimbangkan bukti medis dan keterangan ahli. Dengan adanya beberapa jalur ini, diharapkan penyelesaian sengketa medis dapat dilakukan secara adil, transparan, dan tidak merugikan kedua belah pihak. Penting bagi pasien atau keluarganya untuk mengumpulkan bukti medis dan meminta bantuan hukum guna memperkuat gugatan yang diajukan. Dengan langkah hukum yang sesuai, hak-hak pasien dapat terlindungi dan akuntabilitas tenaga medis dapat ditegakkan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROFIL KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA KELAS XI IPA SMA/MA DI PULAU SEBATIK KABUPATEN NUNUKAN KALIMANTAN UTARA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Literasi sains telah menjadi istilah yang digunakan secara luas sebagai karakteristik penting yang harus dimiliki oleh setiap warga negara dalam masyarakat modern. Literasi sains merupakan kemampuan yang sangat penting dalam menghadapi tantangan global, namun data PISA menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil kemampuan literasi sains siswa kelas XI IPA SMA/MA di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dengan menggunakan metode dan pengumpulan data menggunakan soal tes literasi sains. Soal ini terdiri dari soal pilihan ganda dan uraian. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA di beberapa sekolah di Pulau Sebatik yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kemampuan literasi sains yang rendah, baik pada aspek konten maupun konteks. Selain itu, sebagian besar siswa memiliki kemampuan literasi sains yang termasuk dalam kategori "sangat kurang". Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi guru untuk dapat menerapkan metode pengajaran kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa untuk mendukung peningkatan kemampuan literasi sains.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH ASPEK INVESTASI MODAL MANUSIA DAN KEMISKINAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KALIMANTAN UTARA

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pendapatan aspek investasi modal manusia yang meliputi rata-rata lama sekolah (sektor pendidikan) dan umur harapan hidup (sektor kesehatan) serta kemiskinan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara tahun 2014-2023. Penelitian ini menggunakan pooled data atau gabungan dari data cross-section dan time series sehingga metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel, dengan pendekatan yang terpilih adalah Fixed Effect Model (FEM). Hasil estimasi menunjukkan bahwa (1) rata-rata lama sekolah secara parsial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara; (2) umur harapan hidup secara parsial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara; (3) kemiskinan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara dan (4) rata-rata lama sekolah, umur harapan hidup, dan kemiskinan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun rata-rata lama sekolah dan umur harapan hidup tidak memiliki pengaruh signifikan secara parsial, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan tetap penting untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Selain itu, penanganan kemiskinan menjadi prioritas dalam merumuskan kebijakan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kalimantan Utara.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Ekonomi Penggunaan PLTS sebagai Energi Alternatif Hydrofarm Berbasis IoT

2024•

Hydrofarm merupakan teknik bercocok tanam yang modern dengan memanfaatkan air. Motor pompa yang dikontrol menggunakan IoT dimanfaatkan sebagai penyuplai air agar kebutuhan hydrofarm terpenuhi, namun peralatan listrik tersebut apabila mengandalkan listrik dari PLN maka tagihan akan mahal, oleh karena itu diperlukan sumber listrik lain yaitu PLTS. Tujuan penelitian ini agar dapat menganalisis aspek ekonomi dari sistem PLTS yang dibangun. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2023 sampai Maret 2024 dan menggunakan data primer dan data sekunder yang dianalisis dengan microsoft excel. Hasil dari penelitian yaitu mengetahui aspek biaya dan aspek finansial. Pada aspek biaya seperti biaya awal (Initial Cost) sebesar Rp 7.159.000, biaya siklus hidup (Life Cycle Cost) selama 10 tahun sebesar Rp 9.897.061, energi yang dihasilkan sebesar 468,9kWh dengan tarif listrik sebesar Rp 2743 dan biaya internet selama 10 tahun sebesar Rp 12.383,28. Pada aspek finansial mendapatkan nilai NPV positif sebesar Rp 1.780.583,813 dan nilai IRR sebesar 11% dengan hasil tersebut proyek pada penelitian ini dapat dikatakan layak/menguntungkan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Aspek Sumber Daya Manusia Terhadap Angka Kriminalitas di Provinsi Kalimantan Utara

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh aspek-aspek sumber daya manusia terhadap angka kriminalitas di Provinsi Kalimantan Utara. Aspek sumber daya manusia yang dimaksud merujuk pada variabel pengangguran, jumlah penduduk dan kemiskinan. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pooled data atau gabungan dari data cross-section dan time series sehingga metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel, dengan pendekatan yang terpilih adalah Fixed Effect Model (FEM). Hasil estimasi menunjukkan bahwa pengangguran secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap angka kriminalitas di Provinsi Kalimantan Utara, kemiskinan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap angka kriminalitas di Provinsi Kalimantan Utara dan jumlah penduduk secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap angka kriminalitas di Provinsi Kalimantan Utara. Serta pengangguran, kemiskinan dan jumlah penduduk secara simultan berpengaruh signifikan terhadap angka kriminalitas di Provinsi Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS ASPEK REPRODUKSI PADA IKAN PARI JANTAN (Maculabatis gerrardi) DI PERAIRAN KALIMANTAN UTARA

2023•

Pulau Tarakan merupakan salah satu tempat pendaratan ikan hasil dari tangkapan nelayan di perairan Tarakan dan sekitarnya. Salah satu hasil tangkapan nelayan yang di daratkan di Pulau Tarakan adalah ikan pari. Ikan pari memiliki ciri yang unik dan berbeda dengan ikan lainnya yaitu struktur tubuh yang terdiri atas tulang rawan dan sifatnya predator. Ikan Pari merupakan salah satu spesies ikan yang termasuk dalam kelas Elasmobranchii. Ikan tersebut dikenal dengan nama ikan batoid, yaitu kelompok ikan bertulang rawan yang ekornya mirip cambuk, Agar pemanfaatan sumberdaya ikan Pari di Selumit Pantai yang melimpah di perairan Pantai Selumit tetap berkelanjutan, maka perlu dilakukan pengelolaan yang rasional, salah satunya dengan mempertimbangkan aspek reproduksi, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Nisbah Kelamin, tingkat Kematangan Gonad (TKG), Indeks Kematangan Gonad (IKG). Penelitian ini difokuskan pada perkembangan dan pertumbuhan ikan pari melalui pendekatan menggunakan metode deskriftif kuantitatis yang meneliti hubungan satu peneliti atau lebih tetapi tidak melalukan perbadingan sampel penelitian yang berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa nisbah kelamin yang tidak seimbang namun masih di katagorikan dalam proses pendewasan karena daerah habitatnya merupakan daerah asuhan, nilai yang di dapatkan 1:1,50. Nilai Tingkat Kematangan Gonad (TKG) yang di dapatkan yaitu TKG I dan II. Nilai Indeks Kematangan Gonad (IKG) yang di dapatkan berkisar 0,005% - 0,011%, dengan nilai IKG teringgi ikan jantan berkisar 0,013%, sedanngkan untuk nilai tertinggi ikan betina berkisar 0,011%. Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa: Nisbah kelamin yang tidak seimbang dapat menyebabkan ketidak seimbangan populasi, yang dapat mempengaruhi dinamika populasi secara keseluruhan. Tingkat Kematangan gonad (TKG) yang didapatkan yaitu TKG I dan II dikarenakan gonad yang didapatkan belum mencapai dewasa siap memijah. Nilai Indeks Kematangan Gonad (IKG) jantan lebih besar dibandingkan nilai IKG betina hal ini dikarenakan nilai IKG pada kematangan gonad yang berbeda, tetapi masih dalam masa pertumbuhan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Aspek kepribadian Tokoh Utama Dalam Novel Egosentris Karya Syahid Muhammad ( kajian Psikologi sastra)

2023•

ABSTRAK HESTHY. NPM. 1840602016. Analisis Aspek Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Egosentris Karya Syahid Muhammad. Skripsi. Tarakan:Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing Utama Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S., M.A dan Anggota Pembimbing Achmad Dicky Romadhan,S.Pd., M.Hum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Aspek Kepribadian id,ego, dan superego dalam novel Egosentris karya Syahid Muhammad. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Metode penelitian ini menggunakan kajian psikologi sastra yang berbentuk kaliamat yang berkaitan dengan Aspek Kepribadian Tokoh Utama. Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca, simak, catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik membaca, menyimak, mengidentifikasi, interpetasi, dan infrensi. Teknik penyajian data, dan teknik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Aspek Kepribadian Tokoh Utama dalam novel Egosentris karya Syahid Muhammad terdapat aspek kepribadian yang berfokus pada id mengacu kepada menolak rasa sakit, menolak untuk ketidak nyamanan, sifat penguasa, mementikan diri sendiri. berfokus pada ego mengacu kepada prinsip realita, tempat mengambil sebuah keputusan,untuk penyelesain sebuah masalah. Berfokus pada data superego yang mengacu pada nilai-nilai masyarakat, nilai-nilai moral dan agama.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KESULITAN GURU DALAM MENGAJAR MATA PELAJARAN BIOLOGI SMA DI KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan apa saja yang ditemukan guru pada saat mengajar Biologi SMA di Tarakan berdasarkan masa kerja. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian purposive sampling. Subjek penelitian yaitu 11 guru Biologi SMA di Tarakan. Masa kerja yang digunakan pada penelitian ini yaitu 5 tahun, 5 – 10 tahun dan > 10 tahun. Data diperoleh berdasarkan hasil wawancara. Hasil penelitian yang didapatkan pada aspek materi yaitu guru kesulitan dalam penguasaan materi kelas 12, pada aspek perencanaan pembelajaran guru kesulitan dalam menyusun modul ajar pada kurikulum merdeka, pada aspek sarana prasarana berupa keterbatasan laboratorium dan alat praktikum. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat diketahui bahwa setiap aspek, guru memiliki kesulitan dalam mengajar Biologi SMA di Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASPEK REPRODUKSI IKAN NOMEI (H. nehereus) DI PERAIRAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan Nomei (H. Nehereus) merupakan salah satu ikan yang dijadikan cinderamata khas kota tarakan, Dimana dikenal dengan nama ikan lembek yang memiliki nilai ekonomis dari segi jual sekitar IDR 180.000-200.000 tiap kilogram (Harga jual kering/ikan asin), Namun tidak di perjual dalam bentuk basah. Tujuan dari peneitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan aspek reproduksi ikan nomei yaitu TKG, IKG, Fekunditas. dari hasil tangkapan nelayan yang ada diperairan juata laut kota tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif kuatitatif, Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan mulai dari bulan November-Desember 2022. Teknik pengambilan sampel mengggunakan teknik Random Sampling sebanyak 12 kali pada periode neap tide. Hasil Penelitian diperoleh Jumlah keseluruhan Ikan Nomei Sebanyak 1800 ekor, dengan jumlah ikan nomei jantan sebanyak 944 ekor dan ikan nomei betina sebanyak 856 ekor. Jumlah Sampel ikan nomei jantan berdasarkan TKG yang lebih tinggi pada TKG I yaitu sebanyak 843 ekor dengan Persentase 89.3, Pada ikan nomei jantan berdasarkan TKG yang paling tertinggi TKG I sebanyak 716 ekor dengan persentase 83.6%, Kemudian rata-rata IKG ikan nomei jantan yang tertinggi berdasarkan TKG yaitu TKG IV sebesar 15.38%, pada ikan nomei betina rata-rata IKG berdasarkan TKG yang paling tertinggi Pada TKG III dengan rata-rata 25.37%, Nilai Fekunditas dilihat pada tingkat kematangan gonad keempat (TKG IV) didapatkan kisaran jumlah telur SD =18810±89688 butir telur ikan nomei.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROFIL KEMAMPUAN LITERASI SAINS PADA ASPEK KOMPETENSI MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI DI UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan literasi sains pada aspek kompetensi mahasiswa Pendidikan Biologi di Universitas Borneo Tarkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif angkatan 2019, 2020, 2021 dan 2022. Teknik pengampilan sampel menggunakan startified propotional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 165 mahasiswa. Kemampuan literasi sains yang diukur menggunakan tes pilihan ganda sebanyak 14 soal aspek kompetensi yang terdiri dari 7 indikator. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains pada aspek kompetensi mahasiswa masih tergolong sangat rendah dengan rata-rata nilai persentase sebesar 38,74% dalam kategori sangat kurang. Hasil penelitian pada tiap-tiap indikator sebagai berikut: (1) mengidentifikasi pendapat ilmiah yang valid sebesar 40%, (2) melakukan penelusuran literatur yang efektif sebesar 30,90%, (3) memahami elemen-elemen dalam desain penelitian sebesar 42,24%, (4) membuat grafik secara tepat dari data sebesar 31,57%, (5) memecahkan masalah menggunakan keterampilan kuantitatif termasuk statistik dasar sebesar 36,24%, (6) memahami dan menginterpretasikan statistik dasar sebesar 37,57% dan (7) melakukan infrensi, prediksi dan penarikan kesimpulan berdasarkan data kuantitatif sebesar 40,51% dengan kategori semua indikator sangat kurang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Assesment Keberlanjutan Pembangunan dengan Regional Sustainable Account (RSA) di Provinsi Sulawesi Selatan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASSESMENT KEBERLANJUTAN PEMBANGUNAN DENGAN REGIONAL SUSTAINABLE ACCOUNT (RSA) DI PROVINSI SULAWESI SELATAN Pemi Markus Dr. Margiyono, S.E., M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai keberlanjutan dimensi ekonomi Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan, untuk mengetahui nilai keberlanjutan dimensi lingkungan Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan, untuk mengetahui nilai keberlanjutan dimensi sosial Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan, untuk mengetahui keberlanjutan atau ketidakberlanjutan Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan dan untuk mengatahui pola spasial keberlanjutan atau ketidakberlanjutan Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Data yang digunakan adalah data sekunder yang kemudian diolah dengan metode alat analsis yaitu Regional Sustainable Account (RSA). Hasil studi menunjukan bahwa Berdasarkan hasil perhitungan RSA, nilai RSA dimensi ekonomi, lingkungan dan sosial di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2015 dan 2020 yaitu nilai (RSA rata-rata) di setiap Kabupaten dan Kota pada Provinsi Sulawesi Selatan yaitu: Kabupaten Kepulauan Selayar (6,37 menjadi 4,68); Bulukumba (10,50 menjadi 7,62); Bantaeng (1,93 menjadi -1,54); Jeneponto (10,23 menjadi 8,61); Takalar (33,89 menjadi 32,02); Gowa (2,79 menjadi 0,18; Sinjai (5,01 menjadi 2,81); Maros (6,25 menjadi 4,35); Pangkajene dan Kepulauan (20,46 menjadi 17,59); Barru (2,65 menjadi -0,29); Bone (2,09 menjadi -1,35); Soppeng (3,11 menjadi 0,68); Wajo (1,06 menjadi -0,95); Sidenreng Rappang (2,46 menjadi 0,52); Pinrang (0,15 menjadi -2,22); Enrekang (1,57 menjadi -0,15); Luwu (1,77 menjadi -0,48); Tana Toraja (1,82 menjadi 0,01); Luwu Utara (5,18 menjadi 1,80); Luwu Timur (1,26 menjadi -1,26); Toraja Utara (2,48 menjadi -2,30); Makassar (-8,17 menjadi -8,78); Palopo ( -0,18 menjadi -3,61); dan Parepare (-0,51 menajadi -1,66). Kriteria umum pada keberlanjutan di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu pada tahun 2015 berada pada kriteria sustainable sedangkan pada tahun 2020 terjadi penurunan dua kelas kriteria keberlanjutan pada Provinsi Sulawesi Selatan yaitu berada pada kriteria medium. Pentingnya kebijakan pemerintah untuk penanganan angkatan kerja yang produktifitas dengan membuka lapangan kerja juga bisa dalam hal penyediaan layanan pelatihan kerja untuk meningkatkan SDM yang juga dapat membantu pemerintah membuka lapangan pekerjaan sendiri. Juga memperkecil angka kriminalitas dan kecelakaan lalulintas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOMATEMATIKA PADA KERAJINAN ANYAMAN MASYARAKAT DAYAK KENYAH

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Etnomatematika Pada Kerajinan Anyaman Masyarakat Dayak Kenyah (Dibimbing oleh Jero Budi Darmayasa, dan Alfian Mucti). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur matematika yang ada di dalam kebudayaan Anyaman Dayak Kenyah dan mengetahui pandangan siswa apabila kebudayaan Anyaman masyarakat Dayak Kenyah dijadikan rangkuman materi matematika berbasis budaya dalam pembelajaran matematika di sekolah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan studi kasus. Peneliti melakukan wawancara, observasi, dokumentasi, dan mempersiapkan instrumen pengumpulan data. Kemudian setelah peneliti memperoleh data yang diinginkan peneliti melakukan pemeriksaan keabsahan data melalui perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negatif, member check dan penarikan kesimpulan. Adapun unsur matematika yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu persegi, belah ketupat, pencerminan, pola bilangan, sistem koordinat kartesius, simetri, bilangan asli, sudut lancip, garis sejajar, pola bilangan, aritmatika sosial dan sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV). Selain itu, tanggapan siswa SMP jika etnomatematika Anyaman Dayak Kenyah dijadikan pembelajaran matematika berbasis budaya di sekolah yaitu mereka merasa lebih mudah dalam memecahkan latihan soal yang diberikan ketika menggunakan etnomatematika pada pembelajaran di sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kemampuan Literasi Sains Siswa Kelas X SMAN 1 Di Kota Tarakan

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi sains siswa kelas X SMAN 1 di Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah 112 murid kelas X MIPA, hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa kelas X SMA Negeri 1 di Kota Tarakan masih kurang dengan rata-rata nilai persentase 51% dari 112 orang siswa. Kemampuan literasi sains yang di ukur dengan 4 aspek yaitu aspek konten, kompetensi, konteks dan sikap. Berdasarkan data diketahui aspek konteks memiliki nilai persentase 48% dengan kategori kurang, aspek kompetensi memiliki nilai persentasi 43% dengan kategori kurang, aspek konten memiliki nilai persentasi 46% dengan kategori kurang, dan aspek sikap memiliki nilai persentasi 66% dengan kategori baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Permasalahan Dalam Penggunaan Platform Sebagai Media Pembelajaran Biologi (Studi Kasus Pada SMA Negeri 1 Tarakan)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan dalam penggunaan platfrom sebagai media pembelajaran biologi siswa kelas X pada SMA Negeri 1 Tarakan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus eksplanatori. Subjek penelitian yaitu 59 siswa SMA Negeri 1 Tarakan kelas X MIPA . Data diperoleh dari berdasarkan hasil wawancara secara online dengan menggunakan platfrom zoom meeting. Hasil penelitian yang didapatkan pada aspek komunikasi 39 peserta didik mengatakan memiliki permasalahan, pada aspek media berupa desain 18 peserta didik mengatakan memiliki permasalahan, pada aspek media berupa efektifitas 19 peserta didik mengatakan memiliki permasalahan, pada aspek konten 18 peserta didik memiliki permasalahan dan pada aspek teknis internet 59 peserta didik mengatakan memiliki permasalahan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, dapat diketahui bahwa pada setiap aspek memiliki permasalahan dalam penggunaan platfrom sebagai media pembelajaran biologi pada siswa kelas X MIPA SMA Negeri 1 Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA KELAS X DI KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Literasi sains adalah kemampuan menggunakan pengetahuan sains, mengidentifikasi permasalahan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti dalam rangka memahami serta membuat keputusan berkenaan dengan alam dan perubahan yang dilakukan terhadap alam melalui aktivitas manusia. Literasi sains penting untuk dikuasai oleh siswa agar dapat memahami lingkungan hidup, kesehatan,ekonomi dan masalah-masalah lain yang dihadapi oleh masyarakat modern yang sangat bergantung pada teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kemampuan literasi sains siswa kelas X MIA SMA di Kota Tarakan. Kemampuan literasi sains diukur menggunakan tiga indikator dalam aspek kompetensi yaitu mengidentifikasi permasalahan ilmiah, menjelaskan fenomena secara ilmiah dan menggunakan bukti ilmiah. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Hang Tuah Tarakan yang berjumlah 3 kelas dan siswa kelas X SMA Negeri 3 Tarakan yang berjumlah 3 kelas, dengan total siswa berjumlah 190 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa kelas X di SMA Hang Tuah Tarakan termasuk dalam kategori “Kurang” dengan nilai rata-rata sebesar 57,72. Adapun nilai pada aspek mengidentifikasi permasalahan ilmiah memperoleh nilai rata-rata 62,11 termasuk dalam kategori cukup, pada aspek menjelaskan fenomena secara ilmiah memperoleh nilai rata-rata sebesar 48,91 termasuk dalam kategori sangat kurang dan untuk aspek menggunakan bukti ilmiah memperoleh nilai rata-rata sebesar 63,09 dengan kategori cukup. Hasil penelitian pada siswa Kelas X SMA Negeri 3 Tarakan menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa termasuk dalam kategori “Cukup” dengan nilai rata-rata sebesar 67,72. Adapun nilai pada aspek mengidentifikasi permasalahan ilmiah memperoleh nilai rata-rata 67,40 termasuk dalam kategori cukup, pada aspek menjelaskan fenomenan secara ilmiah memperoleh nilai rata-rata 56,88 termasuk dalam kategori kurang dan untuk aspek menggunakan bukti ilmiah memperoleh nilai rata-rata sebesar 63,87 termasuk dalam kategori cukup. Scientifik literacy was defined as the ability to apply scientific knowledeg, identifity problems, and draw conclusions based on facts in order to comperehend and make judgments about nature and the changes caused by human activity. Scientific literacy was critical for students to comperhend environment, health, economy, and other issues confronting modern society, which is heavily reliant on technology and scientific advancements. The purpose of this study was to analyze the scientific literacy skills of ten grade students in MIA SMA Tarakan. Scientific literacy skills was measured using three indicator of the aspect of compentence, namely identifying scientific problems, explaining phenomena scientifically and using scientific problems. The sample for this study werw students in class ten at SMA Hang Tuah Tarakan, consisting of three classes, and student in class ten at SMA Negeri 3 Tarakan, consisting of three classes, for a total of 190 students. The results showed that tenth grade students at SMA Hang Tuah Tarakan had an average score of 57.72 for scientific literacy. The aspect of identifying scientific problems got on an average score of 62.11, categorize as “sufficient” , the aspect of scientifically explaining the phenomenon got on average score of 48.91, categorized as “very poor” , and the aspect of using scientific evidence got on average score of 63.09, categorized as “ sufficients”. While, the result at tenth grade students in SMA Negeri 3 Tarakan revealed that student’s scientific literacy skills werw categorized as “Enough”, wit in average score of 67.72. The average value for identifying scientific problems was 67.40, categorized as “sufficient”, the average score for aspect of explaining phenomena scientifically was 56.88, categorized as “less”, and the average score for scientific evidence was 63.87, categorized as “sufficient”.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail