ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kulit buah pedada merupakan limbah biomassa yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pektin alternatif. Kualitas pektin dapat dipengaruhi oleh jenis pelarut yang digunakan dalam ekstraksi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penggunaan dua jenis pelarut asam, yaitu asam sulfat dan asam oksalat, terhadap kualitas pektin yang diekstraksi dari kulit buah pedada. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap, yaitu preparasi sampel, ekstraksi pektin menggunakan asam sulfat sebagai perlakuan A dan asam oksalat sebagai perlakuan B, serta analisis kualitas pektin. Parameter yang diamati meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, berat ekivalen, kadar metoksil, kadar asam galakturonat, dan derajat esterifikasi. Data dianalisis menggunakan uji Independent-samples T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pelarut berpengaruh signifikan terhadap rendemen, kadar air, kadar abu, berat ekivalen, kadar metoksil, dan derajat esterifikasi pektin (p>0,05), tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar asam galakturonat (p>0,05). Ekstraksi menggunakan asam sulfat menghasilkan rendemen pektin yang lebih tinggi, yaitu 6,53 ± 0,04%, dibandingkan dengan ekstraksi menggunakan asam oksalat. Namun, pektin yang diekstraksi menggunakan asam oksalat menunjukkan kualitas yang lebih baik, dengan kadar air sebesar 15,17 ± 0,19%, kadar abu sebesar 3,51 ± 0,15%, berat ekivalen sebesar 333,58 ± 11,13 mg, kadar metoksil sebesar 22,32 ± 0,31%, kadar asam galakturonat sebesar 169,22 ± 0,47%, dan derajat esterifikasi sebesar 70,59 ± 0,87%. Dengan demikian, asam sulfat lebih efektif dalam meningkatkan rendemen pektin, sedangkan asam oksalat berpotensi digunakan sebagai pelarut alternatif untuk menghasilkan pektin kulit buah pedada dengan kualitas yang lebih baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan merancang alat ukur temperatur berbasis Arduino Uno dan sensor DS18B20 pada sistem uji konduksi satu dimensi serta mengevaluasi tingkat ketelitiannya. Metode pengembangan menggunakan kerangka NIDA (Need, Idea, Decision, and Action) dengan validasi kesalahan terhadap thermogun. Alat pengukur mengintegrasikan dua sensor DS18B20, resistor pull-up 4,7 kΩ, dan LCD I2C 16×2 untuk akuisisi data real-time. Pengujian pada spesimen besi, stainless steel, dan kuningan menunjukkan tingkat kesalahan tertinggi pada besi, yaitu sebesar 133,04% (T_1) dan 43,13% (T_2). Sementara itu, nilai kesalahan pada stainless steel mencapai 66,59% (T_1) dan 15,32% (T_2), serta pada kuningan sebesar 25,93% (T_1) dan 17,78% (T_2). Hasil ini mengindikasikan bahwa sistem masih memerlukan kalibrasi dan optimasi lebih lanjut untuk meningkatkan ketelitian pengukuran temperatur pada alat uji konduksi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Inventaris alat kesehatan merupakan bagian dari fungsi pengorganisasian dalam manajemen keperawatan yang menjamin ketersediaan, kerapian, dan kesiapan alat. Pengkajian di ruang tindak rawat inap anak menemukan penyimpanan alat yang belum tertib karena tidak tersedianya stiker label lokasi, denah ruangan, dan Standar Prosedur Operasional (SPO) penyimpanan, sehingga perawat kesulitan menemukan alat saat dibutuhkan dan pelayanan menjadi kurang efisien. Studi kasus ini bertujuan mengembangkan fungsi pengorganisasian melalui optimalisasi inventaris alat kesehatan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek. Pengkajian menggunakan pendekatan enam unsur manajemen, sedangkan penetapan prioritas masalah menggunakan metode Hanlon. Intervensi yang dilakukan meliputi pembuatan stiker label, penyusunan denah ruangan, pengelompokan alat berdasarkan fungsi, serta penyusunan SPO penyimpanan nebulizer dan termometer. Hasil menunjukkan seluruh kegiatan terlaksana sesuai rencana. Stiker label tertempel pada seluruh tempat penyimpanan, denah ruangan terpasang di ruang tindakan, dan draf SPO diserahkan kepada kepala ruangan. Respons perawat positif dan seluruh indikator tercapai. Temuan baru studi ini menunjukkan bahwa kombinasi identifikasi visual dan panduan prosedural yang sederhana dan berbiaya rendah mampu mendukung kerapian penyimpanan serta meningkatkan efisiensi kerja perawat. Intervensi ini berpotensi meningkatkan kepatuhan perawat, mutu pelayanan, dan keselamatan pasien anak. Manajemen keperawatan perlu memelihara sistem inventaris sebagai bagian integral dari fungsi pengorganisasian di setiap unit pelayanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asuhan komprehensif atau continuity of care pada Ny. R di Puskesmas Sebengkok (25 Maret-29 April 2026) meliputi masa kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir. Metode ini menekankan kerja sama terus-menerus antara bidan dan pasien guna mengurangi AKI dan AKB.Pada trimester 3 diberikan asuhan kehamilan pada usia kehamilan 35 minggu 5 hari dengan keluhan sakit punggung. Asuhan persalinan dilaksanakan pada 29 April 2026, Ny. R G4P2A1 melahirkan secara spontan pada pada usia kehamilan 40 minggu 4 hari mengikuti standar 60 langkah APN. Kala I terjadi pembukaan serviks 3-7 cm selama 3 jam dan dari 7-10 selama 50 menit. Kala II berlangsung 8 menit. Bayi lahir spontan segera menangis, jenis kelamin perempuan, warna kulit kemerahan, tonus otot aktif, memiliki berat lahir 2.450 gram, panjang 47 cm, lingkar kepala 30 cm, lingkar dada 33 cm, lingkar perut 30 cm. Kala III plasenta lahir lengkap setelah pemberian oksitosin, tanpa robekan jalan lahir. Kala IV berlangsung 2 jam postpartum menunjukkan tanda-tanda vital normal, kontraksi uterus bagus, dan pendarahan dalam batas normal. Pemeriksaan nifas dan bayi baru lahir dilaksanakan pada tanggal 30 April 2026 memperlihatkan tanda vital ibu dalam batas normal, tinggi fundus uteri 2 jari di bawah pusat, serta pengeluaran lochea rubra. Bayi didiagnosa mengalami BBLR dan labiopalatoskizis dengan refleks menghisap yang belum optimal. Pada asuhan kehamilan menggunakan standar 10T tidak ditemukan celah kecuali fundus uteri tidak sesuai dengan usia kehamilan. Asuhan persalinan dan nifas berjalan dengan normal. Asuhan bayi baru lahir berjalan dengan baik kecuali refleks menghisap bayi yang tidak baik karena mengalami labiopalatoskizis. Pencatatan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Diharapkan pasien menyadari pentingnya pemeriksaan berkelanjutan, penulis memperoleh pengetahuan lebih luas, dan lembaga melengkapi asuhan komprehensif .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan alat peraga bangun ruang dalam meningkatkan kemampuan mengenal bangun ruang siswa tungarahita kelas VIII SLB Negeri Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan/pengumpulan data, dan refleksi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa tunagrahita di kelas VIII SLB Negeri Tarakan yang berjumlah 6 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan mengenal bangun ruang dan pengamatan aktivitas guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan alat peraga bangun ruang dapat meningkatkan kemampuan mengenal bangun ruang siswa. Berdasarkan hasil tes kemampuan mengenal bangun ruang, persentase ketuntasan belajar pada Siklus I mencapai 67% dengan nilai rata-rata 55, kemudian meningkat pada Siklus II menjadi 100% dengan nilai rata-rata 100. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan mengenal bangun ruang siswa telah meningkat dan indikator keberhasilan penelitian telah tercapai. Oleh karena itu, penelitian dihentikan pada Siklus II.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA YANG MEMILIKI MUATAN MELANGGAR KESUSILAAN MELALUI FACEBOOK Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi korban telah diatur melalui berbagai macam aturan dan ketentuan hukum positif yang berhubungan dengan informasi dan kegiatan transaksi elektronik, pornografi, serta ketentuan dalam hukum pidana. Perlindungan tersebut mencakup upaya preventif, represif, dan rehabilitatif bagi korban. Namun, implementasi perlindungan hukum masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan pengawasan terhadap media sosial, rendahnya kesadaran masyarakat, serta kesulitan pembuktian menggunakan alat bukti elektronik. Dalam putusan yang dianalisis, hakim mempertimbangkan aspek yuridis dan nonyuridis dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku, dengan tujuan menimbulkan efek pencegahan sekaligus menegakkan keadilan bagi korban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana bermuatan kesusilaan melalui media sosial masih perlu ditingkatkan melalui penguatan regulasi, optimalisasi penegakan hukum, serta peningkatan literasi digital masyarakat agar dapat mencegah terjadinya kejahatan serupa di masa mendatang
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebudayaan merupakan identitas bangsa yang perlu dilindungi dari dampak globalisasi dan komersialisasi. Salah satu warisan budaya takbenda bernilai luhur adalah Tari Lalatip milik masyarakat Dayak Tahol di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, yang mengandung nilai estetika, sosial, religius, dan historis. Namun, lemahnya perlindungan hukum terhadap kekayaan budaya lokal menimbulkan risiko penyalahgunaan dan klaim oleh pihak lain. Penelitian ini bertujuan menganalisis perlindungan hukum Tari Lalatip sebagai kekayaan intelektual komunal serta implementasinya oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual melalui kajian terhadap UU Hak Cipta, UU Pemajuan Kebudayaan, dan PP Kekayaan Intelektual Komunal, dengan analisis kualitatif-deskriptif terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Lalatip telah memiliki dasar perlindungan hukum yang kuat melalui pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2017 dan Perda Kabupaten Malinau Nomor 2 Tahun 2024. Namun, implementasinya masih terkendala lemahnya koordinasi antarinstansi, keterbatasan sumber daya dan anggaran, serta rendahnya kesadaran hukum masyarakat. Upaya pemerintah daerah melalui inventarisasi, festival budaya, dan pelibatan lembaga adat masih bersifat administratif dan belum sepenuhnya melindungi hak moral dan ekonomi masyarakat adat. Oleh karena itu, disarankan pembentukan Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Budaya, penguatan kapasitas hukum aparatur, serta integrasi data Tari Lalatip ke dalam basis data Kekayaan Intelektual Komunal Nasional guna memperkuat perlindungan dan kedaulatan budaya lokal. Kemudian, ada Langkah konkret yang dapat diambil oleh Pemerintah Daerah dan Lembaga adat jika ada pihak lain yang mengklaim dan menggunakan tari lalatif tanpa izin, yakni: (1) Klarifikasi dan pernyataan resmi pemerintah daerah; (2) Teguran dan penghentian penggunaan tanpa izin; (3) Pengenaan sanksi administratif daerah; (4) Pendampingan hukum berbasis hak cipta; (5) Pelibatan Lembaga Adat dalam penyelesaian sengketa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keramahan lingkungan alat tangkap rawai (longline) di perairan Selumit Pantai, Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei dan observasi terhadap 30 nelayan dan 30 unit alat tangkap rawai. Penilaian tingkat keramahan lingkungan mengacu pada sembilan kriteria Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) FAO 1995, meliputi selektivitas alat tangkap, hasil tangkapan utama dan sampingan, serta dampaknya terhadap biodiversitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap rawai menghasilkan tujuh jenis spesies ikan dengan dominasi hasil tangkapan utama sebesar 93% berdasarkan berat dan 97% berdasarkan jumlah individu. Skor rata-rata tingkat keramahan lingkungan yang diperoleh adalah 30,1 yang termasuk dalam kategori sangat ramah lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa alat tangkap rawai (longline) memiliki selektivitas yang cukup baik, hasil tangkapan sampingan yang rendah, serta dampak minimal terhadap habitat dan keanekaragaman hayati, sehingga mendukung perikanan tangkap yang berkelanjutan di Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Two Stay Two Stray (TSTS) berbantuan media alat peraga terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Tarakan. Latar belakang penelitian didasari rendahnya pemahaman siswa pada materi sistem ekskresi yang bersifat abstrak, serta kurangnya pemanfaatan alat peraga laboratorium IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yakni VIII-3 sebagai kelas eksperimen yang mendapat pembelajaran TSTS berbantuan alat peraga, dan VIII-4 sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda berjumlah 25 soal yang telah divalidasi. Analisis data menggunakan uji t independen dengan bantuan SPSS 22, serta perhitungan N-Gain untuk mengukur peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kelas eksperimen (88,77) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (71,85), dengan kategori efektivitas N-Gain berada pada tingkat “sedang”. Ketuntasan klasikal kelas eksperimen mencapai 88,47% dan memenuhi kriteria efektivitas pembelajaran, sedangkan kelas kontrol hanya mencapai 23,06%. Uji hipotesis menghasilkan nilai signifikansi 0,000 0,05, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan penerapan model TSTS berbantuan alat peraga terhadap hasil belajar IPA. Dengan demikian, penerapan model TSTS yang dipadukan dengan media alat peraga efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan pencapaian hasil belajar IPA siswa, khususnya pada materi sistem ekskresi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berfokus pada perlakuan umpan alat tangkap Bubu (Bottom fish pots) terhadap Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) di perairan Sungai Kayan Kabupaten Bulungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas hasil tangkap dalam memodifikasi perlakuan umpan dari alat tangkap Bubu Dasar Udang Galah serta mengetahui pengaruh modifikasi perlakuan Umpan pada alat Tangkap Bubu Dasar udang galah. Pengambilan sampel dilakukan selama 2 bulan, mulai dari bulan Februari sampai dengan Maret 2023 dengan jumlah hasil tangkapan 134 ekor. Hasil Analisis One Way Analysis of Variance (ANOVA) yang berarti adanya perbedaan hasil tangkapan. Perlakuan umpan pada bubu udang galah lebih tinggi terjadi pada umpan kelapa dengan total hasil tangkapan selama sampling 4 kali dengan pengulangan persekali sampling 3 kali memiliki jumlah 90 ekor atau rata-rata 25.5 ekor udang galah dibandingkan dengan umpan ubi memiliki rata-rata 7.5 ekor, udang memilki rata-rata 2 ekor dan ikan memiliki rata-rata 1.5 ekor. Berdasarkan hasil uji Normality umpan pada perlakuan Kepala berpengaruh nyata terhadap hasil Tangkap udang galah menggunakan alat tangkap bubu udang galah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan Bawaslu Kota Tarakan terhadap pemasangan alat peraga kampanye diluar dari titik ketentuan pemasangan alat peraga kampanye. Serta untuk mengetahuai penerapan penanganan pelanggaran Bawaslu Kota Tarakan terhadap pemasangan alat peraga kampanye yang tidak sesuai pada titik ketentuan. Skripsi ini merupakan penelitian empiris, serta pengumpulan data yang dilakukan dengan penelusuran peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, media internet, dan hasil wawancara. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun KPU Kota Tarakan telah menetapkan lokasi untuk pemasangan alat peraga kampanye, namun aturan tersebut tidak dijalankan dengan baik oleh peserta kampanye. Adapun tindakan yang dilakukan oleh Bawaslu Kota Tarakan terhadap pelanggaran yang terjadi diantaranya, memberikan sanksi administrasi berupa teguran tertulis kepada terlapor, menghubungi pihak terkait yang melakukan pelanggaran, menertibkan pelanggaran alat peraga kampanye, dan menindaklanjuti dugaan pelanggaran. Dugaan pelanggaran dapat berasal dari temuan dan laporan yang mempedomani Peraturan Bawaslu Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penanganan Temuan dan Laporan Pelanggaran Pemilihan Umum. Bawaslu memiliki wewenang untuk memeriksa, mengkaji, dan memutus pelanggaran administrasi pemilu. Penerapan penanganan pelanggaran administratif oleh Bawaslu Kota Tarakan mempedomani Peraturan Bawaslu Nomor 8 Tahun 2022 tentang Penyelesaian Pelanggaran Administratif Pemilihan Umum. Pelanggaran administrasi dengan objek alat peraga kampanye, dapat menggunakan pemeriksaan acara cepat dalam penyelesaiannya. Putusan berupa sanksi administrasi diatur pada Pasal 461 ayat (6) Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Bawaslu Kota Tarakan bertindak secara tegas dalam memberikan sanksi dan dapat mengajak masyarakat ikut serta dalam melakukan pencegahan pelanggaran pemilu salah satunya pada pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kepiting bakau adalah komoditas budidaya perikanan yang mempunyai nilai ekspor yang tinggi yaitu senilai 6.95 juta ton pada tahun 2022. Salah satu barang modal produksi yang paling besar dalam usaha budidaya kepiting bakau adalah pakan. Kebergantungan terhadap pakan komersil yang mahal yaitu bisa mencapai 60-70 % dari total biaya budidaya dan pakan alami yang langka membuat kegiatan budidaya kepiting bakau menjadi terhambat. Maggot (larva) lalat Black Soldier Fly (BSF) dapat dijadikan bahan baku alternatif karena mempunyai kandungan protein 45-50%. Pembuatan pakan pellet kepiting dilakukan dengan teknologi enkapsulasi. Enkapsulasi bertujuan untuk melindungi zat inti dengan suatu lapisan polimer sehingga menjadi partikel yang berukuran mikro. Gelatin salah satu polimer yang dapat digunakan sebagai coating enkapsulasi. Gelatin mempunyai keunggulan selain sebagai coating, juga dapat menambah nutrisi pakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Maggot kering dibuat dalam bentuk tepung kemudian di coating dengan gelatin dan dicetak membentuk pelet. Uji kualitas pakan dilakukan dengan pengujian parameter proksimat, uji stabilitas dalam air, kandungan aflatoksin, cemaran antibiotik kloramfenikol dan oksitetrasiklin, serta cemaran Salmonella sp. Pengujian terhadap pertumbuhan kepiting dilakukan dengan pemberian pakan pellet enkapsul sebanyak 3% biomassa dengan jumlah 20 sampel kepiting selama 20 hari. Berdasarkan hasil pengujian kualitas pakan enkapsul, didapatkan seluruh parameter sesuai dengan SNI 8227:2022. Pakan enkapsul berbasis maggot memiliki kadar protein 30%, lemak 22.63%, karbohidrat 15.51%, serat kasar 4.82%, kadar abu 9.03%, stabilitas dalam air 99.3%, dan tidak terdeteksi (negatif) terhadap aflatoksin, kloramfenikol, oksitetrasiklin dan cemaran Salmonella sp. Pengujian pertumbuhan pellet enkapsul terhadap kepiting bakau didapatkan pertumbuhan bobot mutlak (BM) 26,5 g dan food convertion ratio (FCR) 2.7 g. Berdasarkan hasil tersebut menunjukan bahwa pakan pellet enkapsul berbasis maggot mempunyai kualitas pakan untuk kepiting bakau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS MAKNA SIMBOL TARIAN LALATIP SUKU DAYAK TAHOL DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KABUPATEN NUNUKAN KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMIOTIK) ABSTRAK NOVIA PUTRI SARI, 2025 Analisis Makna Simbol Tarian Lalatip Suku Dayak Tahol Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara (Kajian Semiotik). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan (dibimbing oleh Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A. dan Rita Kumala Sari, M.Pd.). Penelitian ini berutujuan untuk menganalisis makna simbol dalam tarian Lalatip yang merupakan warisan budaya dari Suku Dayak Tahol di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Tarian ini mengandung berbagai tanda simbolik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengungkap makna yang terkandung didalam tarian Lalatip, serta memberikan kontribusi terhadap pemahaman dan pelestarian budaya lokal. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap elemen dalam tarian Lalatip memiliki makna simbolis yang mendalam, seperti simbol yang terdapat pada tarian Lalatip, yaitu alat musik gong dimaknai sebagai kekuatan leluhur, pakaian dengan motif manik-manik dimaknai sebagai persatuan dan estetika tradisional, sedangkan gerakan tari yang lincah dimaknai sebagai ketangkasan prajurit dalam menghadapi ancaman. Jumlah data yang dianalisis pada taria Lalatip, yaitu meliputi alat musik gong besar, gong sedang, gong kecil sebanyak 3 data, pakaian penari pria baju pupulut dan abagh sebanyak 2 data, pakaian penari wanita baju linantian dan rok linantian sebanyak 2 data, aksesoris penari laki-laki memiliki 5 data yaitu tupi susunduk, rarangkol/jangkol, holong sulou, papakol nulongon, papakol nukalayon, aksesoris penari wanita memiliki 7 data, yaitu salupai, inting-inting, Sulampoi, holong sulou, pipirot ringgit, pipirot sungkayon, batik nu popok, properti memiliki 7 data yaitu taut lalatip, perisai, mandau, sapuk, pingulu nu sapuk, papakol nu mato, tuntung nu agung dan gerakan tari memiliki 10 data. Keseluruhan data yang didapatkan pada penelitian ini adalah 36 data, penelitian ini berkontribusi dalam memberikan wawasan baru bagi pembaca mengenai pentingnya menjaga dan memahami simbolisme dalam seni tradisional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas alat uji subjek dalam bahasa Bugis Bone dengan pendekatan teori tipologi. Bahasa Bugis Bone, sebagai salah satu dialek bahasa Bugis yang digunakan di Kabupaten Bone dan beberapa wilayah lainnya, memiliki struktur sintaksis yang menarik untuk dikaji, terutama dalam menentukan kesubjekan dalam klausa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk kalimat dasar serta fungsi alat uji subjek dalam bahasa Bugis Bone. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Beberapa alat uji subjek yang digunakan meliputi struktur kanonis, perelatifan, kontrol, penyisipan adverbial, dan penaikan (raising). Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dalam bahasa Bugis Bone selalu berada di awal klausa sebelum predikat, serta dapat diuji melalui beberapa mekanisme linguistik yang menunjukkan bahwa bahasa ini memiliki kesamaan dengan struktur subjek dalam bahasa Indonesia. Selain itu, ditemukan bahwa bahasa Bugis Bone menggunakan afiks tertentu dalam membentuk konstruksi pasif yang berkontribusi pada mekanisme penaikan subjek dalam klausa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian sintaksis bahasa daerah di Indonesia serta menjadi referensi dalam pelestarian bahasa Bugis Bone. Temuan ini juga dapat digunakan dalam kajian lebih lanjut mengenai tipologi sintaksis bahasa daerah lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Meskipun peraturan keselamatan kerja di sektor konstruksi sudah jelas, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak pekerja masih enggan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya kesadaran, tekanan kerja, dan kurangnya fasilitas pendukung. Akibatnya, risiko kecelakaan kerja yang serius seperti jatuh dari ketinggian atau tertimpa benda berat menjadi semakin tinggi. Pendekatan konvensional dalam menangani pelanggaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), seperti teguran lisan atau pemantauan statis melalui CCTV, terbukti kurang efektif dalam deteksi dini dan pencegahan pelanggaran. Metode-metode ini juga tidak sejalan dengan perkembangan teknologi saat ini. Oleh karena itu penelitian ini mengusulkan sebuah sistem deteksi otomatis penggunaan APD pada area konstruksi menggunakan teknik deep learning YOLOv8. Model YOLOv8 dilatih menggunakan 3.569 dataset sekunder dengan 100 epoch pelatihan dan pembagian 60% untuk training, 20% validasi, serta 20% testing. Berdasarkan pengujian pada 90 frame data testing berupa citra real time, model YOLOv8 menunjukkan kinerja yang bagus dalam mendeteksi 8 kelas penggunaan APD. Dengan nilai rata-rata precision, recall, dan f-measure masingmasing sebesar 0,932, 0,806, dan 0,860. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem mampu mengklasifikasikan objek yang terdeteksi sebagai penggunaan APD dengan tingkat akurasi yang baik. Namun, nilai recall yang masih di bawah 1 mengindikasikan adanya beberapa objek, khususnya kelas "tidak pakai kacamata" dan "tidak pakai sepatu", yang gagal terdeteksi. Nilai f-measure sebesar 0,860 menunjukkan adanya keseimbangan yang baik antara precision dan recall.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produktivitas bongkar muat di pelabuhan merupakan indikator penting dalam menilai kinerja operasional suatu pelabuhan. Dalam penelitian ini, dua variabel penelitian yang akan dianalisis, yaitu peralatan bongkar muat dan Terminal Operating System (TOS) sebagai variabel independen sedangkan produktivitas bongkar muat akan menjadi variabel dependen. Tujuan dari penelitian untuk menentukan dan memodelkan pengaruh peralatan bongkar muat dan Terminal Operating System (TOS) terhadap produktivitas bongkar muat di Pelabuhan Malundung Kota Tarakan. Penentuan responden sebagai sampel menggunakan metode purpose sampling, dengan pengumpulan data menggunakan kuisioner. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan uji statistik menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Uji hipotesis dilakukan berupa Uji T, Uji F, dan analisis koefisien determinasi. Hasil analisis data yaitu terdapat pengaruh peralatan bongkar muat yang signifikan terhadap produktivitas bongkar muat antara lain efisiensi peralatan, ketersediaan peralatan, serta faktor teknologi dan inovasi peralatan. Permodelan pengaruh variabel independen terhadap produktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Malundung Kota Tarakan dapat digambarkan sebagai berikut: Y = 2.708 + 0.202 Xa2 + 0.606 Xa3 +0.049 Xa5 Dari hasil penelitian regresi berganda tersebut, dapat disimpulkan bahwa indikator ketersediaan peralatan memiliki pengaruh paling dominan terhadap produktivitas bongkar muat dengan koefisien regresi 0,606. Uji Adjusted R2 menunjukkan hasil 0.606 atau 60.6% sedangkan 39.8 % dipengaruhi oleh variabel penelitian yang tidak menjadi variabel dari penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Besarnya wilayah lautan perairan Tarakan menyimpan potensi perikanan yang sangat besar, baik perikanan budidaya maupun perikanan tangkap. Potensi sumberdaya ikan banyak dimanfaatkan dengan ragam alat tangkap di perairan pesisir Tarakan, salah satunya di perairan Juata Laut Tarakan dengan menggunakan alat tangkap pukat hela. Sasaran tangkapan utama nelayan pukat hela dalam penelitian ini yaitu ikan bawal putih. Ikan bawal putih merupakan salah satu komoditas perikanan unggulan di perairan Kota Tarakan. Alat tangkap pukat hela merupakan alat penangkapan ikan yang berkantong dilengkapi dengan papan pembuka mulut jaring. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dan menjelaskan nilai produktifitas tangkapan ikan bawal putih pada perikanan pukat hela dengan variabel produktifitas hasil tangkapan (catch) per satuan upaya penangkapan (trip / gross tonnase / total cost). Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan (Juni – Juli 2023). Lokasi penelitian di Tempat Pendaratan Ikan nelayan pukat hela di Juata Laut. Pengumpulan sampel menggunakan pendekatan purposive sampling dan mengikuti nelayan dalam operasi penangkapan. Pengamatan dan pendataan variabel hasil tangkapan (satuan ekor dan kg) dan aspek teknis unit penangkapan dilakukan setiap periode sampling (total sampling 8 kali) serta kegiatan wawancara dilakukan terhadap 15 responden. Pengukuran efektifitas penangkapan menggunakan metode rasio masukan (input) dan luaran (output) mengacu pada Permen. KP No. 86 tahun 2016 dengan modifikasi formulasi hasil tangkapan per satuan upaya penangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai produktifitas hasil tangkapan (catch) per satuan upaya penangkapan per trip memiliki nilai rata – rata sebesar 2.3 kg per trip, nilai produktivitas per GT kapal memiliki nilai rata- rata 1.5 kg/GT, dan nilai produktivitas per satuan biaya operasional rata-rata sebesar 0,0200 gram/rupiah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Selama sepuluh tahun terakhir, hasil tangkapan ikan di Perairan Sungai Kayan, Desa Mara I, mengalami penurunan signifikan. Hal ini diduga disebabkan oleh penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan oleh sebagian masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis dan kompsosisi hasil tangkapan menggunakan rawai dan jaring insang, sehingga dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengelolaan dan pengembangan perikanan di Perairan Sungai Kayan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, serta teknik sampling total sampling untuk mengumpulkan data tangkapan ikan. Berdasarkan hasil penelitian, komposisi jenis tangkapan di perairan Mara I meliputi 183 ekor ikan, dengan 70 ekor berasal dari alat tangkap rawai dan 113 ekor dari jaring insang. Jenis ikan yang paling dominan tertangkap oleh alat tangkap rawai adalah ikan Patin dengan persentase sebesar 89%, sementara ikan Salap menjadi dominan pada jaring insang dengan persentase sebesar 60%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa alat tangkap rawai cenderung menghasilkan tangkapan utama berupa ikan Patin, sedangkan jaring insang lebih banyak menangkap ikan Salap. Hasil tangkapan sampingan juga menunjukkan variasi jenis ikan yang berbeda antara kedua alat tangkap, namun tidak ditemukan adanya hasil tangkapan buangan. Temuan ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi perikanan di Perairan Sungai Kayan dan dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan sumber daya ikan yang berkelanjutan di daerah tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kontrasepsi merupakan upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan dapat bersifat sementara maupun permanen, masalah yang terjadi pada saat pemilihan alat kontrasepsi pada ibu ialah dukungan suami, dimana seberapa peduli suami dalam mendukung pemilihan alat kontrasepsi. Pemilihan alat kontrasepsi harus sesuai dengan kondisi usia, jumlah anak, dan tujuan penggunaan. Diketahui pemilihan non MKJP di Indonesia pada Wanita Usia Subur (WUS) ≥35 tahun masih tinggi, padahal pada usia tersebut dianjurkan untuk menggunakan MKJP. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan membuktikan hubungan pengetahuan suami terhadap pemilihan alat kontrasepsi. Studi ini menggunakan desain studi Cross Sectional dengan populasi yaitu akseptor KB di puskesmas pulau sapi sejumlah 369 akseptor KB. Sampel penelitian ini diambil dari data menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 79 responden, Data diperoleh dari data kuesioner. Hasil penelitian selanjutnya di analisa menggunakan uji statistik Chi Square dengan bantuan SPSS V.26 menunjukkan hasil PUS yang memilih KB MJKP memiliki pengetahuan baik (15,2%) sedangkan PUS yang memili KB NON MJKP sebagian besar pengetahuan suami cukup (40,5%) dengan hasil ρ = 0.008 α = 0.05 yang artinya ada hubungan dukungan suami dengan pemilihan alat kontrasepsi . Kesimpulan seorang wanita mengalami perubahan dalam dirinya setelah mempunyai anak, sehingga perlu beradaptasi dengan keadaan baru, disini dibutuhkan dukungan suami dalam memberikan motivasi, pengambilan keputusan, penyediaan sarana dan prasarana kesehatan, sehingga dengan adanya dukungan suami sehingga dengan keinginan dari kedua belah pihak yang sudah disepakati bersama dukungan suami juga perlu ditingkatkan dengan cara meningkatkan pengetahuan suami tentang alat kontrasepsi dan mendorong suami agar memiliki sikap menghargai pilihan istri dalam memilih alat kontrasepsi yang mereka ketahui sesuai dengan kondisi kesehatan tubuh istri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Family planning is a program that helps families plan the number and spacing of children they have, and is a form of strategy that supports the acceleration of reducing the maternal mortality rate (MMR). The contraceptive method most popular with WUS in Indonesia is the hormonal method, namely injectable contraception. One of the obstacles often experienced by Aksepto Kb injections is anxiety that arises before the injection is carried out. One way to reduce anxiety before an injection is with the Slow Deep Breathing Technique. Slow Deep Breathing is a non-pharmacological action in the form of breathing exercises that are done slowly and deeply. The aim of this research is to determine the effect of giving the Slow Deep Breathing Technique to reduce the anxiety of KB injection acceptors at the Karang Rejo Community Health Center in 2024. This research method is quantitative research with a research design using a quasi-experimental method (quasi experiment) without pre-test and post-test control (self-control) with a sample of 67 respondents. The anxiety measuring tool uses the HARS scale. Data analysis was carried out using the Wilcoxon test. Results: anxiety before the Slow Deep Breathing intervention was at an anxiety score of 14-20, as many as 67 (100%) respondents were in the mild anxiety category. After the intervention, the average anxiety score was in the not anxious category, namely 14 with 59 (88.1%) and 8 (11.9%) mildly anxious. There is a significant effect of Slow Deep Breathing on reducing the anxiety of injectable Kb acceptors (p value 0.001) where the value is smaller than the specified significance level, namely α = 0.05, this shows that Ho is rejected. So there is an influence of giving the Slow Deep Breathing Technique on the Anxiety Level of KB Injection Acceptors at the Karang Rejo Community Health Center in 2024