ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kecamatan Sebatik Utara merupakan salah satu daerah sentra produksi tanaman kelapa sawit di Kabupaten Nunukan. Aktivitas perdagangan antar negara sangat bermanfaat bagi masyarakat yang tinggal didaerah perbatasan khususnya daerah Sebatik. Pasar yang ada di Tawau menjadi tempat bagi petani di Sebatik untuk menjual hasil sumber daya mereka, salah satu diantaranya ialah komoditas kelapa sawit yang merupakan komoditas unggul di Daerah Sebatik khususnya Desa Lapri. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Mengetahui saluran pemasaran kelapa sawit petani di Desa Lapri (2) Menganalisis margin pemasaran yang diperoleh masing-masing lembaga pemasaran kelapa sawit (3) Menganalisis farmer’s share yang diterima petani (4) Menganalisis besarnya efisiensi saluran pemasaran kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis margin pemasaran, farmer’s share dan analisis efisiensi pemasaran. Hasil dalam penelitian ini ialah terdapat dua saluran pemasaran dengan margin, famers share dan perhitungan efisiensi yang berbeda – beda. Pada pola pemasaran I diperoleh total margin sebesar Rp 412/kg dan pada saluran pemasaran II diperoleh total margin sebesar Rp 548/kg. Hasil perhitungan farmer’s share pada pola pemasaran I diperoleh sebesar 73%, dan pada pola saluran pemasaran II diperoleh sebesar 63%. Berdasarkan perhitungan efisiensi diketahui bahwa saluran pemasaran I merupakan saluran yang efisien karena bagian yang diterima petani terbilang besar yaitu 73%, sedangkan pada pola saluran pemasaran II merupakan saluran yang kurang efisien karena hasil analisis efisiensinya lebih besar dari saluran pemasaran I yaitu sebesar 36,6%.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Pelayanan Kebidanan Komprehensif merupakan pelayanan asuhan kebidanan yang dilaksanakan secara menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas hingga bayi baru lahir. Tujuan dari pelayanan kebidanan ini adalah untuk dapat mendeteksi apa yang terjadi pada seorang wanita mulai dari masa kehamilan, persalinan, lahirnya bayi hingga masa nifas serta melatih cara melakukan pengkajian, memberikan diagnosis yang akurat, mengantisipasi masalah yang mungkin timbul, menentukan tindakan segera, merencanakan dan bertindak sesuai kebutuhan ibu serta mampu mengevaluasi tindakan yang dilakukan. Asuhan kebidanan komprehensif atau Continuity of Care yang dilakukan penulis dimulai pada kehamilan trimester III, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir secara berkelanjutan dengan menggunakan standar asuhan kebidanan. Asuhan diberikan mulai tanggal 06 April 2026. Kunjungan asuhan kebidanan dilakukan di Puskesmas Sebengkok. Kunjungan hamil dilakukan sebanyak satu kali, kunjungan bersalin satu kali, kunjungan nifas dan bayi baru lahir satu kali. Sehingga penulis melakukan kunjungan komprehensif sebanyak empat kali. Asuhan kebidanan komprehensif pertama kali dilakukan pada saat kunjungan kehamilan di trimester III pada tanggal 09 April 2026 dengan usia kehamilan ibu 33 minggu 5 hari, didapatkan setelah pengkajian dilakukan dari kunjungan masa kehamilan dalam kondisi normal dan tidak ditemukan adanya komplikasi apapun. Asuhan persalinan diberikan pada tanggal 6 Mei 2026 pada usia kehamilan ibu 37 minggu 4 hari. Asuhan yang diberikan sesuai dengan standar 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN), didapatkan kala I berlangsung selama 8 jam 40 menit, dan kala II berlangsung selama 20 menit, dilakukan penilaian sepintas, bayi lahir cukup bulan, segera menangis, warna kulit kemerahan, dan tonus otot baik. Kala III berlangsung selama 7 menit setelah oksitosin disuntikan, plasenta lahir lengkap dan tidak ada kelainan dan robekan. Asuhan kebidanan pada kala IV dilakukan selama 2 jam dengan memantau Tanda-Tanda Vital (TTV) ibu, dan didapatkan hasil dalam batas normal, perdarahan kurang lebih 150 cc, terdapat laserasi perineum derajat 2 dan telah dilakukan penjahitan sebanyak 2 jahitan dengan anastesi. Kunjungan nifas dan bayi baru lahir dilakukan pada tanggal 07 Mei 2026, dengan hasil pemeriksaan fisik dan TTV ibu dan perdarahan masa nifas dalam batas normal, Tinggi Fundus Uteri (TFU) 2 jari dibawah pusat, terdapat pengeluaran lochea rubra dan bekas jahitan perineum masih basah dan tidak ada tanda-tanda infeksi. Asuhan yang dilakukan pada bayi baru lahir berupa pengukuran antropometri. Didapatkan hasil bayi berjenis kelamin perempuan, berat badan 3,6400 gr, panjang badan 52 cm, lingkar kepala 35 cm, dan lingkar dada 34 cm. Telah dilakukan asuhan komprehensif pada Ny. R selama masa kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir dengan didapatkan bahwa tifak terdapat penyulit dan berlangsung fisiologis. Asuhan kebidanan yaang berkelanjutan jika diberikan secara aktif dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis berbahaya (silent killer) dengan prevalensi yang terus meningkat secara global maupun nasional. Tekanan darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang berisiko tinggi menimbulkan berbagai komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung koroner. Pengendalian hipertensi di lingkungan masyarakat masih sangat didominasi oleh terapi farmakologis, sedangkan intervensi non-farmakologis yang bersifat komplementer dan aman belum dimanfaatkan secara optimal oleh perawat maupun keluarga pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan nilai tekanan darah pada orang dewasa dengan hipertensi setelah pemberian kolaborasi swedish massage dan aromaterapi lavender melalui pendekatan asuhan keperawatan berbasis bukti (Evidence-Based Nursing). Penelitian ini menggunakan metode laporan kasus pada dua pasien dewasa dengan diagnosa hipertensi grade 2. Setelah dilakukan implementasi keperawatan selama 4 hari, kedua pasien mengalami penurunan tekanan darah. Tekanan darah Ny. W mengalami penurunan sebesar 32 mmHg, dan Ny. M mencatat penurunan tekanan darah sebesar 12 mmHg. Penerapan kombinasi swedish massage dan aromaterapi lavender terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah pada orang dewasa dengan hipertensi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis berbahaya (silent killer) dengan prevalensi yang terus meningkat secara global maupun nasional. Tekanan darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang berisiko tinggi menimbulkan berbagai komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung koroner. Pengendalian hipertensi di lingkungan masyarakat masih sangat didominasi oleh terapi farmakologis, sedangkan intervensi non-farmakologis yang bersifat komplementer dan aman belum dimanfaatkan secara optimal oleh perawat maupun keluarga pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan nilai tekanan darah pada orang dewasa dengan hipertensi setelah pemberian kolaborasi swedish massage dan aromaterapi lavender melalui pendekatan asuhan keperawatan berbasis bukti (Evidence-Based Nursing). Penelitian ini menggunakan metode laporan kasus pada dua pasien dewasa dengan diagnosa hipertensi grade 2. Setelah dilakukan implementasi keperawatan selama 4 hari, kedua pasien mengalami penurunan tekanan darah. Tekanan darah Ny. W mengalami penurunan sebesar 32 mmHg, dan Ny. M mencatat penurunan tekanan darah sebesar 12 mmHg. Penerapan kombinasi swedish massage dan aromaterapi lavender terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah pada orang dewasa dengan hipertensi.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang melandasi diaparitas putusan hakim terhadap tindak pidana eksploitasi seksual, serta untuk mengetahui penjatuan pidana bagi anak yang berhadapan dengan hukum tindak pidana eksploitasi seksual anak yang berkeadilan. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan kasus, menggunakan bahan hukum primer berupa Undang-Undang Perlindungan Anak, Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA), serta tiga putusan pengadilan, yakni Nomor 5/Pid.Sus-Anak/2021/PN Crp, Nomor 7/Pid.Sus-Anak/2022/PN Grt, dan Nomor 17/Pid.Sus-Anak/2024/PN Tar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disparitas putusan hakim bersifat multidimensi, dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal bersumber dari perbedaan filosofi pemidanaan yang dianut hakim, perbedaan penafsiran terhadap Pasal 71 UU SPPA mengenai pidana pokok dan kewajiban pelatihan kerja, serta perbedaan bobot pertimbangan terhadap hasil penelitian kemasyarakatan (litmas) Balai Pemasyarakatan (BAPAS), sedangkan faktor eksternal mencakup usia dan kondisi psikologis korban, frekuensi perbuatan pelaku, serta nilai sosial dan kultural masyarakat setempat. Disparitas tersebut tergolong kategori pertama dan keempat menurut klasifikasi Harkristuti Harkrisnowo. Adapun model penjatuhan pidana yang berkeadilan bagi ABH memprioritaskan pembinaan di luar lembaga pemasyarakatan, mewajibkan pelatihan kerja sebagai pengganti denda berdasarkan Pasal 71 ayat (3) UU SPPA, serta menempatkan pidana penjara sebagai ultimum remedium. Putusan PN Garut paling mencerminkan model tersebut, sedangkan Putusan PN Tarakan dinilai tidak berkeadilan karena mengabaikan kewajiban pelatihan kerja. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan agar hakim anak menerapkan prinsip ultimum remedium secara konsisten, pembentuk undang-undang mempertegas sifat imperatif kewajiban pelatihan kerja dalam UU SPPA, BAPAS menyusun litmas secara lebih komprehensif dengan menyertakan analisis dampak psikologis korban, serta masyarakat turut mendukung reintegrasi sosial ABH melalui pendekatan restoratif guna mencegah stigmatisasi terhadap anak yang telah berhadapan dengan hukum.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang melandasi diaparitas putusan hakim terhadap tindak pidana eksploitasi seksual, serta untuk mengetahui penjatuan pidana bagi anak yang berhadapan dengan hukum tindak pidana eksploitasi seksual anak yang berkeadilan. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan kasus, menggunakan bahan hukum primer berupa Undang-Undang Perlindungan Anak, Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA), serta tiga putusan pengadilan, yakni Nomor 5/Pid.Sus-Anak/2021/PN Crp, Nomor 7/Pid.Sus-Anak/2022/PN Grt, dan Nomor 17/Pid.Sus-Anak/2024/PN Tar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disparitas putusan hakim bersifat multidimensi, dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal bersumber dari perbedaan filosofi pemidanaan yang dianut hakim, perbedaan penafsiran terhadap Pasal 71 UU SPPA mengenai pidana pokok dan kewajiban pelatihan kerja, serta perbedaan bobot pertimbangan terhadap hasil penelitian kemasyarakatan (litmas) Balai Pemasyarakatan (BAPAS), sedangkan faktor eksternal mencakup usia dan kondisi psikologis korban, frekuensi perbuatan pelaku, serta nilai sosial dan kultural masyarakat setempat. Disparitas tersebut tergolong kategori pertama dan keempat menurut klasifikasi Harkristuti Harkrisnowo. Adapun model penjatuhan pidana yang berkeadilan bagi ABH memprioritaskan pembinaan di luar lembaga pemasyarakatan, mewajibkan pelatihan kerja sebagai pengganti denda berdasarkan Pasal 71 ayat (3) UU SPPA, serta menempatkan pidana penjara sebagai ultimum remedium. Putusan PN Garut paling mencerminkan model tersebut, sedangkan Putusan PN Tarakan dinilai tidak berkeadilan karena mengabaikan kewajiban pelatihan kerja. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan agar hakim anak menerapkan prinsip ultimum remedium secara konsisten, pembentuk undang-undang mempertegas sifat imperatif kewajiban pelatihan kerja dalam UU SPPA, BAPAS menyusun litmas secara lebih komprehensif dengan menyertakan analisis dampak psikologis korban, serta masyarakat turut mendukung reintegrasi sosial ABH melalui pendekatan restoratif guna mencegah stigmatisasi terhadap anak yang telah berhadapan dengan hukum.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan Kebidanan Komprehensif merupakan pelayanan asuhan kebidanan yang dilaksanakan secara menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas hingga bayi baru lahir. Tujuan dari pelayanan kebidanan ini adalah untuk dapat mendeteksi apa yang terjadi pada seorang wanita mulai dari masa kehamilan, persalinan, lahirnya bayi hingga masa nifas serta melatih cara melakukan pengkajian, memberikan diagnosis yang akurat, mengantisipasi masalah yang mungkin timbul, menentukan tindakan segera, merencanakan dan bertindak sesuai kebutuhan ibu serta mampu mengevaluasi tindakan yang dilakukan. Asuhan kebidanan komprehensif atau Continuity of Care yang dilakukan penulis dimulai pada kehamilan trimester III, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir secara berkelanjutan dengan menggunakan standar asuhan kebidanan. Asuhan diberikan mulai tanggal 06 April 2026. Kunjungan asuhan kebidanan dilakukan di Puskesmas Sebengkok. Kunjungan hamil dilakukan sebanyak satu kali, kunjungan bersalin satu kali, kunjungan nifas dan bayi baru lahir satu kali. Sehingga penulis melakukan kunjungan komprehensif sebanyak empat kali. Asuhan kebidanan komprehensif pertama kali dilakukan pada saat kunjungan kehamilan di trimester III pada tanggal 09 April 2026 dengan usia kehamilan ibu 33 minggu 5 hari, didapatkan setelah pengkajian dilakukan dari kunjungan masa kehamilan dalam kondisi normal dan tidak ditemukan adanya komplikasi apapun. Asuhan persalinan diberikan pada tanggal 6 Mei 2026 pada usia kehamilan ibu 37 minggu 4 hari. Asuhan yang diberikan sesuai dengan standar 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN), didapatkan kala I berlangsung selama 8 jam 40 menit, dan kala II berlangsung selama 20 menit, dilakukan penilaian sepintas, bayi lahir cukup bulan, segera menangis, warna kulit kemerahan, dan tonus otot baik. Kala III berlangsung selama 7 menit setelah oksitosin disuntikan, plasenta lahir lengkap dan tidak ada kelainan dan robekan. Asuhan kebidanan pada kala IV dilakukan selama 2 jam dengan memantau Tanda-Tanda Vital (TTV) ibu, dan didapatkan hasil dalam batas normal, perdarahan kurang lebih 150 cc, terdapat laserasi perineum derajat 2 dan telah dilakukan penjahitan sebanyak 2 jahitan dengan anastesi. Kunjungan nifas dan bayi baru lahir dilakukan pada tanggal 07 Mei 2026, dengan hasil pemeriksaan fisik dan TTV ibu dan perdarahan masa nifas dalam batas normal, Tinggi Fundus Uteri (TFU) 2 jari dibawah pusat, terdapat pengeluaran lochea rubra dan bekas jahitan perineum masih basah dan tidak ada tanda-tanda infeksi. Asuhan yang dilakukan pada bayi baru lahir berupa pengukuran antropometri. Didapatkan hasil bayi berjenis kelamin perempuan, berat badan 3,6400 gr, panjang badan 52 cm, lingkar kepala 35 cm, dan lingkar dada 34 cm. Telah dilakukan asuhan komprehensif pada Ny. R selama masa kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir dengan didapatkan bahwa tifak terdapat penyulit dan berlangsung fisiologis. Asuhan kebidanan yaang berkelanjutan jika diberikan secara aktif dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Pemalsuan dokumen kependudukan yang dilakukan oleh pegawai internal Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan pelanggaran serius dalam penyelenggaraan administrasi publik. Tindakan tersebut tidak hanya merusak integritas dan keabsahan data kependudukan nasional, tetapi juga mencederai prinsip legalitas, akuntabilitas, serta asas-asas umum pemerintahan yang baik. Fenomena ini menunjukkan masih lemahnya pengawasan internal dan belum optimalnya penerapan sanksi administratif terhadap aparatur yang menyalahgunakan kewenangan dalam pelayanan administrasi kependudukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban hukum administrasi terhadap pegawai Dukcapil yang melakukan pemalsuan dokumen kependudukan serta mengkaji prosedur penanganan administratif atas pelanggaran tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan pendekatan kasus. Analisis dilakukan terhadap ketentuan hukum administrasi yang berlaku serta putusan pengadilan yang berkaitan dengan pemalsuan dokumen kependudukan oleh aparatur internal Dukcapil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemalsuan dokumen kependudukan oleh pegawai Dukcapil merupakan pelanggaran terhadap kewajiban dan larangan ASN yang menimbulkan pertanggungjawaban hukum administrasi berupa sanksi disiplin. Namun, dalam praktiknya, penegakan pertanggungjawaban tersebut belum berjalan efektif akibat kendala pengawasan, koordinasi kelembagaan, dan inkonsistensi penerapan sanksi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem pengawasan internal, kejelasan prosedur penanganan, serta penegakan sanksi administratif yang tegas guna mewujudkan tata kelola administrasi kependudukan yang akuntabel dan berintegritas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Pemalsuan dokumen kependudukan yang dilakukan oleh pegawai internal Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan pelanggaran serius dalam penyelenggaraan administrasi publik. Tindakan tersebut tidak hanya merusak integritas dan keabsahan data kependudukan nasional, tetapi juga mencederai prinsip legalitas, akuntabilitas, serta asas-asas umum pemerintahan yang baik. Fenomena ini menunjukkan masih lemahnya pengawasan internal dan belum optimalnya penerapan sanksi administratif terhadap aparatur yang menyalahgunakan kewenangan dalam pelayanan administrasi kependudukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban hukum administrasi terhadap pegawai Dukcapil yang melakukan pemalsuan dokumen kependudukan serta mengkaji prosedur penanganan administratif atas pelanggaran tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan pendekatan kasus. Analisis dilakukan terhadap ketentuan hukum administrasi yang berlaku serta putusan pengadilan yang berkaitan dengan pemalsuan dokumen kependudukan oleh aparatur internal Dukcapil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemalsuan dokumen kependudukan oleh pegawai Dukcapil merupakan pelanggaran terhadap kewajiban dan larangan ASN yang menimbulkan pertanggungjawaban hukum administrasi berupa sanksi disiplin. Namun, dalam praktiknya, penegakan pertanggungjawaban tersebut belum berjalan efektif akibat kendala pengawasan, koordinasi kelembagaan, dan inkonsistensi penerapan sanksi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem pengawasan internal, kejelasan prosedur penanganan, serta penegakan sanksi administratif yang tegas guna mewujudkan tata kelola administrasi kependudukan yang akuntabel dan berintegritas.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren perkembangan, topik dominan, pola kolaborasi, produktivitas negara, dampak penelitian, serta arah penelitian masa depan dalam bidang Green Marketing dan Sustainable Marketing periode 2015-2025 melalui analisis bibliometrik. Studi ini menganalisis 898 dokumen ilmiah terindeks Scopus menggunakan software Bibliometrix (R Studio) dan antarmuka Biblioshiny. Hasilnya menunjukkan pertumbuhan tahunan signifikan sebesar 20,37%. Topik dominan meliputi "Marketing" dan "Sustainability", dengan pergeseran terkini ke arah perilaku konsumen. China dan AS menjadi pusat kolaborasi global, dan China sebagai negara paling produktif. Dampak penelitian tertinggi ditemukan pada artikel periode 2016-2019 di jurnal bereputasi. Peta tematik mengidentifikasi "sustainable tourism" sebagai tema yang sedang berkembang. Namun, belum terbentuknya motor themes (tema penggerak) dalam peta tematik yang mengindikasikan perlunya integrasi lebih kuat antar tema untuk mendorong bidang penelitian ini ke fase perkembangan berikutnya. Temuan ini memberikan peta komprehensif perkembangan literatur serta rekomendasi untuk penelitian, kebijakan, dan praktik bisnis yang berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren perkembangan, topik dominan, pola kolaborasi, produktivitas negara, dampak penelitian, serta arah penelitian masa depan dalam bidang Green Marketing dan Sustainable Marketing periode 2015-2025 melalui analisis bibliometrik. Studi ini menganalisis 898 dokumen ilmiah terindeks Scopus menggunakan software Bibliometrix (R Studio) dan antarmuka Biblioshiny. Hasilnya menunjukkan pertumbuhan tahunan signifikan sebesar 20,37%. Topik dominan meliputi "Marketing" dan "Sustainability", dengan pergeseran terkini ke arah perilaku konsumen. China dan AS menjadi pusat kolaborasi global, dan China sebagai negara paling produktif. Dampak penelitian tertinggi ditemukan pada artikel periode 2016-2019 di jurnal bereputasi. Peta tematik mengidentifikasi "sustainable tourism" sebagai tema yang sedang berkembang. Namun, belum terbentuknya motor themes (tema penggerak) dalam peta tematik yang mengindikasikan perlunya integrasi lebih kuat antar tema untuk mendorong bidang penelitian ini ke fase perkembangan berikutnya. Temuan ini memberikan peta komprehensif perkembangan literatur serta rekomendasi untuk penelitian, kebijakan, dan praktik bisnis yang berkelanjutan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
ABSTRAK Kepiting Bakau (Scylla serrata) menjadi produk unggulan dengan nilai ekonomi tinggi di Indonesia, namun penangkapan berlebihan yang terjadi menyebabkan penurunan populasi. Budidaya kepiting bakau di Kalimantan Utara terus dikembangkan untuk menjaga produktivitasnya, maka dengan itu diuji dengan beberapa salinitas yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh salinitas terhadap sintasan larva kepiting bakau dan mengidentifikasi salinitas optimal untuk mendukung budidaya yang lebih berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan di Mini Hatchery Koperasi Produsen Nelayan Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan meliputi: perlakuan A salinitas 15 ppt; perlakukan B salinitas 20 ppt; perlakuan C salinitas 25 ppt; dan perlakuan D salinitas 30 ppt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintasan tertinggi ada pada perlakuan B (20 ppt) dengan nilai sintasan 5,00% pada fase crablate, sementara sintasan terendah ada pada perlakuan A (15 ppt) dengan nilai sintasan 3,00%. Berdasarkan hasil uji Anova V.26 menunjukan bahwa perlakuan B (20 ppt) berbeda nyata dengan perlakuan A(15 ppt).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
ANALISIS KANDUNGAN PROKSIMAT DAN ASAM AMINO PADA UDANG MANTIS (Hairpoisquilla raphidea) DARI PERAIRAN KOTA TARAKAN ABSTRAK Udang mantis merupakan hasil tangkapan sampingan dari alat tangkap seperti jaring insang hanyut (gillnet monofilament) dan mini trawl, yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal meskipun memiliki potensi sebagai sumber protein hewani serta alternatif pangan bergizi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan proksimat dan profil asam amino pada udang mantis (Harpiosquilla raphidea) yang diperoleh dari perairan Kota Tarakan. Analisis dilakukan terhadap sampel dalam kondisi segar dan kering, mencakup pengujian kadar air (SNI 01-2354.2-2006), abu dengan metode (furnace), protein (SNI 01- 2354.4-2006), lemak (SNI 01-2354.3-2006), karbohidrat (SNI 01-2370-1991), disertai dengan identifikasi kandungan asam aminonya. Analisis kandungan asam amino dilakukan menggunakan instrumen UPLC-PDA dengan metode 18-5- 17/MU/SMM-SIG). Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar air pada udang mantis segar sebesar 82,00% dan mengalami penurunan menjadi 8,66% setelah proses pengeringan. Kandungan protein relatif tinggi, yakni 43,40% pada sampel segar dan sedikit menurun menjadi 41,56% pada sampel kering. Kadar lemak terdeteksi rendah 1,86% pada sampel segar; 1,51% pada sampel kering, Adapun Kadar abu tercatat sebesar 21,43% pada sampel segar dan menurun hingga menjadi 5,00% pada sampel kering, sementara Karbohidrat meningkat dari 21,43% pada sampel segar menjadi 24,26% pada sampel kering. Profil asam amino menunjukkan adanya asam amino esensial (histidin, isoleusin, leusin, lisin, valin, fenilalanin, treonin) serta non-esensial (alanin, aspartat, glutamat, glisin, prolin, serin, tirosin, arginin). Dari kelompok non-esensial, asam glutamat (11.461,44 mg/kg) dan alanin (7.049,62 mg/kg) paling dominan, sedangkan leusin (6.307,54 mg/kg) merupakan esensial tertinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa udang mantis termasuk sumber protein bermutu tinggi dengan profil asam amino lengkap, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai pangan alternatif bergizi sekaligus bernilai ekonomi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
ANALISIS KANDUNGAN PROKSIMAT DAN ASAM AMINO PADA UDANG MANTIS (Hairpoisquilla raphidea) DARI PERAIRAN KOTA TARAKAN ABSTRAK Udang mantis merupakan hasil tangkapan sampingan dari alat tangkap seperti jaring insang hanyut (gillnet monofilament) dan mini trawl, yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal meskipun memiliki potensi sebagai sumber protein hewani serta alternatif pangan bergizi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan proksimat dan profil asam amino pada udang mantis (Harpiosquilla raphidea) yang diperoleh dari perairan Kota Tarakan. Analisis dilakukan terhadap sampel dalam kondisi segar dan kering, mencakup pengujian kadar air (SNI 01-2354.2-2006), abu dengan metode (furnace), protein (SNI 01- 2354.4-2006), lemak (SNI 01-2354.3-2006), karbohidrat (SNI 01-2370-1991), disertai dengan identifikasi kandungan asam aminonya. Analisis kandungan asam amino dilakukan menggunakan instrumen UPLC-PDA dengan metode 18-5- 17/MU/SMM-SIG). Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar air pada udang mantis segar sebesar 82,00% dan mengalami penurunan menjadi 8,66% setelah proses pengeringan. Kandungan protein relatif tinggi, yakni 43,40% pada sampel segar dan sedikit menurun menjadi 41,56% pada sampel kering. Kadar lemak terdeteksi rendah 1,86% pada sampel segar; 1,51% pada sampel kering, Adapun Kadar abu tercatat sebesar 21,43% pada sampel segar dan menurun hingga menjadi 5,00% pada sampel kering, sementara Karbohidrat meningkat dari 21,43% pada sampel segar menjadi 24,26% pada sampel kering. Profil asam amino menunjukkan adanya asam amino esensial (histidin, isoleusin, leusin, lisin, valin, fenilalanin, treonin) serta non-esensial (alanin, aspartat, glutamat, glisin, prolin, serin, tirosin, arginin). Dari kelompok non-esensial, asam glutamat (11.461,44 mg/kg) dan alanin (7.049,62 mg/kg) paling dominan, sedangkan leusin (6.307,54 mg/kg) merupakan esensial tertinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa udang mantis termasuk sumber protein bermutu tinggi dengan profil asam amino lengkap, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai pangan alternatif bergizi sekaligus bernilai ekonomi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kepiting Bakau (Scylla serrata) menjadi produk unggulan dengan nilai ekonomi tinggi di Indonesia, namun penangkapan berlebihan yang terjadi menyebabkan penurunan populasi. Budidaya kepiting bakau di Kalimantan Utara terus dikembangkan untuk menjaga produktivitasnya, maka dengan itu diuji dengan beberapa salinitas yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh salinitas terhadap sintasan larva kepiting bakau dan mengidentifikasi salinitas optimal untuk mendukung budidaya yang lebih berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan di Mini Hatchery Koperasi Produsen Nelayan Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan meliputi: perlakuan A salinitas 15 ppt; perlakukan B salinitas 20 ppt; perlakuan C salinitas 25 ppt; dan perlakuan D salinitas 30 ppt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintasan tertinggi ada pada perlakuan B (20 ppt) dengan nilai sintasan 5,00% pada fase crablate, sementara sintasan terendah ada pada perlakuan A (15 ppt) dengan nilai sintasan 3,00%. Berdasarkan hasil uji Anova V.26 menunjukan bahwa perlakuan B (20 ppt) berbeda nyata dengan perlakuan A(15 ppt).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
.