ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL , STRES KERJA, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) CABANG TARAKAN FARIDAH SYAHIRA Budi Hasyim, S.E., M.Sc., P.hD Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana kecerdasan emosional, tingkat stres kerja, serta kepuasan kerja memengaruhi komitmen organisasi pada karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Tarakan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui teknik survei, dengan analisis data menggunakan regresi linear berganda. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kecerdasan emosional dan stres kerja tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap komitmen organisasi. Sebaliknya, kepuasan kerja terbukti memiliki pengaruh positif terhadap komitmen organisasi karyawan. Hal ini mengindikasikan bahwa kepuasan dalam bekerja menjadi faktor yang lebih dominan dalam meningkatkan komitmen dibandingkan variabel lainnya. Secara umum, hasil penelitian ini menekankan pentingnya menciptakan kondisi kerja yang kondusif, pemberian penghargaan yang adil, serta upaya peningkatan kesejahteraan karyawan sebagai langkah strategis dalam memperkuat komitmen organisasi. Adapun kebaruan dari penelitian ini terletak pada pengujian ketiga variabel secara parsial dalam sektor perbankan, khususnya pada BRI Cabang Tarakan, sekaligus memberikan bukti empiris bahwa tidak seluruh faktor psikologis memiliki pengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja dan budaya organisasi terhadap prestasi kerja pegawai dengan komitmen organisasional sebagai variabel mediasi di BAPPEDA dan Litbang Kabupaten Malinau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksplanatori. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai BAPPEDA dan Litbang Kabupaten Malinau sebanyak 54 orang, dan sampel diambil menggunakan metode sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert 1-5. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) disiplin kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja (p=0,425); (2) budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja (p=0,190); (3) disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasional (p=0,000); (4) budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasional (p=0,383); (5) komitmen organisasional tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja (p=0,166); (6) komitmen organisasional tidak memediasi pengaruh disiplin kerja terhadap prestasi kerja (p=0,190); (7) komitmen organisasional tidak memediasi pengaruh budaya organisasi terhadap prestasi kerja (p=0,528). Kesimpulan: Disiplin kerja terbukti menjadi faktor kunci dalam membangun komitmen organisasional, namun baik disiplin kerja maupun budaya organisasi belum mampu secara langsung maupun tidak langsung (melalui komitmen organisasional) meningkatkan prestasi kerja pegawai secara signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa prestasi kerja di lingkungan BAPPEDA dan Litbang Kabupaten Malinau lebih dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja pegawai dipengaruhi oleh pelatihan, pengembangan, dan tempat kerja, serta menganalisis peran komitmen organisasi sebagai variabel moderasi pada Inspektorat Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan sampel 50 pegawai pada Inspektorat Kabupaten Malinau. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda, analisis regresi moderasi (MRA), analisis karakteristik responden, uji validitas dan reliabilitas, serta uji asumsi klasik (autokorelasi, heteroskedastisitas, multikolinearitas, dan normalitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berkaitan dengan tempat kerja, pelatihan, dan pengembangan memiliki dampak besar pada kinerja pekerja. Ketiga faktor ini terbukti diperkuat oleh komitmen organisasi, yang menunjukkan bahwa semakin berkomitmen pegawai, semakin efektif pelatihan, pengembangan, dan lingkungan kerja yang positif dapat meningkatkan kinerja individu. Kesimpulannya, jika dipadukan dengan taktik untuk memperkuat komitmen organisasi (seperti internalisasi nilai-nilai integritas, pembinaan karier, dan peningkatan keterlibatan karyawan), investasi terstruktur dalam program pelatihan dan pengembangan SDM, Jika didukung oleh lingkungan kerja yang sehat, hal itu akan berdampak lebih besar pada kinerja. Kesimpulan kajian tersebut mendukung arah kebijakan pengawasan berbasis risiko dan pengembangan kemampuan APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) Kabupaten Malinau, khususnya dalam mendorong kinerja pengawasan yang profesional, berintegritas tinggi, dan berorientasi pada hasil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja pegawai dipengaruhi oleh pelatihan, pengembangan, dan tempat kerja, serta menganalisis peran komitmen organisasi sebagai variabel moderasi pada Inspektorat Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan sampel 50 pegawai pada Inspektorat Kabupaten Malinau. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda, analisis regresi moderasi (MRA), analisis karakteristik responden, uji validitas dan reliabilitas, serta uji asumsi klasik (autokorelasi, heteroskedastisitas, multikolinearitas, dan normalitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berkaitan dengan tempat kerja, pelatihan, dan pengembangan memiliki dampak besar pada kinerja pekerja. Ketiga faktor ini terbukti diperkuat oleh komitmen organisasi, yang menunjukkan bahwa semakin berkomitmen pegawai, semakin efektif pelatihan, pengembangan, dan lingkungan kerja yang positif dapat meningkatkan kinerja individu. Kesimpulannya, jika dipadukan dengan taktik untuk memperkuat komitmen organisasi (seperti internalisasi nilai-nilai integritas, pembinaan karier, dan peningkatan keterlibatan karyawan), investasi terstruktur dalam program pelatihan dan pengembangan SDM, Jika didukung oleh lingkungan kerja yang sehat, hal itu akan berdampak lebih besar pada kinerja. Kesimpulan kajian tersebut mendukung arah kebijakan pengawasan berbasis risiko dan pengembangan kemampuan APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) Kabupaten Malinau, khususnya dalam mendorong kinerja pengawasan yang profesional, berintegritas tinggi, dan berorientasi pada hasil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Tanda Tangan Elektronik (TTE) dan Komitmen Pegawai terhadap Kinerja Pegawai yang dimediasi oleh Motivasi Kerja pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malinau. Penelitian ini didasarkan pada Teori Hierarki Kebutuhan Maslow (1943) dan Teori Komitmen Organisasional Meyer dan Allen (1991) sebagai landasan teoretis dalam menjelaskan peran motivasi kerja dan komitmen pegawai terhadap pencapaian kinerja di sektor publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Responden penelitian berjumlah 60 pegawai yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pegawai yang telah menggunakan atau memahami penerapan TTE dalam proses pelayanan administrasi kependudukan. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan Google Form dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan aplikasi PLS SEM 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TTE dan Komitmen Pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai dan Motivasi Kerja. Selain itu, Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Hasil pengujian juga membuktikan bahwa Motivasi Kerja memediasi secara signifikan hubungan antara TTE dan Kinerja Pegawai, serta antara Komitmen Pegawai dan Kinerja Pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan teknologi digital yang didukung oleh komitmen pegawai dan motivasi kerja yang tinggi mampu meningkatkan kinerja pegawai secara optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan Teori Hierarki Kebutuhan Maslow dan Teori Komitmen Organisasional, serta memberikan implikasi praktis bagi instansi pemerintah dalam meningkatkan kinerja pegawai melalui digitalisasi dan pengelolaan sumber daya manusia yang efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menelusuri peran mediasi komitmen guru dalam hubungan antara kompetensi guru dan pembelajaran organisasi terhadap kinerja guru SMP di Kabupaten Malinau. Pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori digunakan untuk menelaah hubungan sebab-akibat antar variabel melalui pengujian hipotesis berbasis survei. Populasi terdiri dari 481 guru SMP negeri, dengan 471 guru aktif menjadi responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner online skala Likert lima poin, yang mengukur kompetensi guru, pembelajaran organisasi, komitmen guru, dan kinerja guru. Analisis data dilakukan dengan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru dan praktik pembelajaran organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja guru dan komitmen guru. Komitmen guru terbukti menjadi mediator parsial antara kompetensi guru maupun pembelajaran organisasi dengan kinerja guru. Temuan ini menegaskan bahwa kinerja guru dipengaruhi tidak hanya oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh lingkungan sekolah yang mendukung pengembangan profesional dan keterikatan guru. Secara praktis, hasil penelitian ini relevan bagi pembuat kebijakan, kepala sekolah, dan pengelola pendidikan dalam merancang program pengembangan guru, membangun budaya kolaboratif, dan menciptakan iklim sekolah yang mendorong motivasi dan loyalitas guru, khususnya di daerah non-perkotaan seperti Kabupaten Malinau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Tanda Tangan Elektronik (TTE) dan Komitmen Pegawai terhadap Kinerja Pegawai yang dimediasi oleh Motivasi Kerja pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malinau. Penelitian ini didasarkan pada Teori Hierarki Kebutuhan Maslow (1943) dan Teori Komitmen Organisasional Meyer dan Allen (1991) sebagai landasan teoretis dalam menjelaskan peran motivasi kerja dan komitmen pegawai terhadap pencapaian kinerja di sektor publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Responden penelitian berjumlah 60 pegawai yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pegawai yang telah menggunakan atau memahami penerapan TTE dalam proses pelayanan administrasi kependudukan. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan Google Form dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan aplikasi PLS SEM 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TTE dan Komitmen Pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai dan Motivasi Kerja. Selain itu, Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Hasil pengujian juga membuktikan bahwa Motivasi Kerja memediasi secara signifikan hubungan antara TTE dan Kinerja Pegawai, serta antara Komitmen Pegawai dan Kinerja Pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan teknologi digital yang didukung oleh komitmen pegawai dan motivasi kerja yang tinggi mampu meningkatkan kinerja pegawai secara optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan Teori Hierarki Kebutuhan Maslow dan Teori Komitmen Organisasional, serta memberikan implikasi praktis bagi instansi pemerintah dalam meningkatkan kinerja pegawai melalui digitalisasi dan pengelolaan sumber daya manusia yang efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja, motivasi kerja, komitmen organisasi, dan self-efficacy terhadap kinerja perangkat desa di Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 96 responden yang merupakan perangkat desa dari 12 desa aktif. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, disiplin kerja, motivasi kerja, komitmen organisasi, dan self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perangkat desa. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan pada masing masing variabel tersebut akan diikuti oleh peningkatan kinerja aparatur desa. Secara simultan, keempat variabel independen juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja perangkat desa, yang menunjukkan bahwa faktor perilaku individu dan organisasi memiliki peran penting dalam menentukan efektivitas kinerja. Selain itu, model penelitian memiliki kemampuan yang cukup baik dalam menjelaskan variasi kinerja perangkat desa, meskipun masih terdapat faktor lain di luar model yang turut memengaruhi. Temuan ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kinerja perangkat desa dapat dilakukan melalui penguatan disiplin kerja, peningkatan motivasi, pembangunan komitmen organisasi, serta pengembangan self-efficacy. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang terintegrasi dalam pengelolaan sumber daya manusia di tingkat desa guna meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan pelatihan terhadap kinerja karyawan, dengan komitmen organisasi berfungsi sebagai variabel mediasi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malinau. Latar belakang penelitian didasarkan pada berbagai isu yang berkaitan dengan kinerja karyawan, antara lain keterbatasan kompetensi teknis, efektivitas pelatihan yang tidak optimal, dan variasi tingkat komitmen karyawan dalam melaksanakan tugas pelayanan publik. Teori Resource-Based View (RBV) digunakan untuk menjelaskan bagaimana kompetensi dan pelatihan berkontribusi pada peningkatan kemampuan organisasi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif menggunakan analisis jalur untuk memeriksa hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan pelatihan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui komitmen organisasi sebagai variabel mediasi. Temuan ini menyoroti bahwa peningkatan kinerja tidak hanya bergantung pada keterampilan dan pengetahuan teknis karyawan, tetapi juga pada tingkat keterikatan psikologis mereka dengan organisasi. Selain berkontribusi secara teoritis di bidang manajemen sumber daya manusia, penelitian ini memberikan rekomendasi praktis, antara lain pengembangan program pelatihan berbasis kebutuhan, penguatan budaya organisasi, dan penerapan kebijakan pengembangan kompetensi berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kinerja pegawai di lingkungan lembaga pemerintah daerah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan pelatihan terhadap kinerja karyawan, dengan komitmen organisasi berfungsi sebagai variabel mediasi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malinau. Latar belakang penelitian didasarkan pada berbagai isu yang berkaitan dengan kinerja karyawan, antara lain keterbatasan kompetensi teknis, efektivitas pelatihan yang tidak optimal, dan variasi tingkat komitmen karyawan dalam melaksanakan tugas pelayanan publik. Teori Resource-Based View (RBV) digunakan untuk menjelaskan bagaimana kompetensi dan pelatihan berkontribusi pada peningkatan kemampuan organisasi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif menggunakan analisis jalur untuk memeriksa hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan pelatihan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui komitmen organisasi sebagai variabel mediasi. Temuan ini menyoroti bahwa peningkatan kinerja tidak hanya bergantung pada keterampilan dan pengetahuan teknis karyawan, tetapi juga pada tingkat keterikatan psikologis mereka dengan organisasi. Selain berkontribusi secara teoritis di bidang manajemen sumber daya manusia, penelitian ini memberikan rekomendasi praktis, antara lain pengembangan program pelatihan berbasis kebutuhan, penguatan budaya organisasi, dan penerapan kebijakan pengembangan kompetensi berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kinerja pegawai di lingkungan lembaga pemerintah daerah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja, motivasi kerja, komitmen organisasi, dan self-efficacy terhadap kinerja perangkat desa di Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 96 responden yang merupakan perangkat desa dari 12 desa aktif. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, disiplin kerja, motivasi kerja, komitmen organisasi, dan self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perangkat desa. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan pada masing masing variabel tersebut akan diikuti oleh peningkatan kinerja aparatur desa. Secara simultan, keempat variabel independen juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja perangkat desa, yang menunjukkan bahwa faktor perilaku individu dan organisasi memiliki peran penting dalam menentukan efektivitas kinerja. Selain itu, model penelitian memiliki kemampuan yang cukup baik dalam menjelaskan variasi kinerja perangkat desa, meskipun masih terdapat faktor lain di luar model yang turut memengaruhi. Temuan ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kinerja perangkat desa dapat dilakukan melalui penguatan disiplin kerja, peningkatan motivasi, pembangunan komitmen organisasi, serta pengembangan self-efficacy. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang terintegrasi dalam pengelolaan sumber daya manusia di tingkat desa guna meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan gaya kepemimpinan, Budaya Organsasi dan komeitmen organisasi terhadap kader organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ekonomi Raya Cabang Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode pengambilan sampel Nonprobabiliy Sampling, dengan jumlah responden sebanyak 134 responden organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ekonomi Raya Cabang Tarakan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, dan komitmen organsisi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kata kunci: Kinerja, Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komitmen organisasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 103 pegawai UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja, sedangkan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Komitmen organisasi dan lingkungan kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa motivasi kerja tidak mampu memediasi pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai, namun mampu memediasi pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja pegawai UPTD Puskesmas Tanjung Palas lebih efektif dilakukan melalui penciptaan lingkungan kerja yang kondusif dan peningkatan motivasi kerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status identitas karir mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2025 berdasarkan teori status identitas James Marcia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 170 mahasiswa sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum status identitas karir mahasiswa berada pada kategori tinggi, dengan 110 responden (64,71%) termasuk dalam kategori tinggi dan 60 responden (35,29%) pada kategori rendah. Pada indikator eksplorasi, sebanyak 108 responden (63,5%) berada pada kategori tinggi, sedangkan pada indikator komitmen sebanyak 96 responden (56,5%) berada pada kategori tinggi. Berdasarkan kombinasi indikator eksplorasi dan komitmen, diperoleh empat status identitas karir, yaitu achievement (36,0%), moratorium (27,6%), foreclosure (20,6%), dan diffusion (15,9%). Dominannya status achievement menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah melakukan eksplorasi karir secara memadai serta memiliki komitmen yang kuat terhadap pilihan karirnya. Meskipun demikian, masih terdapat mahasiswa yang berada pada status moratorium, foreclosure, dan diffusion sehingga memerlukan pendampingan melalui layanan bimbingan dan konseling karir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan identitas karir mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2025 tergolong baik, namun tetap diperlukan upaya pengembangan untuk membantu mahasiswa mencapai kematangan identitas karir yang optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasi terhadap Turnover Intention. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan instrumen pernyataan dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Pengukuran dalam kuesioner menggunakan skala Liker dengan skor 1 sampai 5. Model sampel menggunakan sampel jenuh (semua anggota populasi dijadikan sampel) dengan jumlah sampel 50 karyawan KSP CU Femung Pebaya Malinau. Model analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dan uji t didukung dengan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa Kepuasan Kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Turnover Intention karyawan KSP CU Femung Pebaya Malinau dan Kepuasan Kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Turnover Intention karyawan KSP CU Femung Pebaya Malinau, hal ini menunjukkan jika kepuasan kerja dan komitmen organisasi tinggi maka karyawan tetap ingin meninggalkan perusahaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian digunakan sebagai penganalisisan pengaruh motivasi kerja dan pengembangan kompetensi terhadap kinerja karyawan dengan komitmen organisasi sebagai variabel mediasi pada Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malinau. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Sampel penelitian berjumlah 75 pegawai yang dipilih melalui teknik sampling jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai, pengaruhnya tidak signifikan. Pengembangan kompetensi terbukti berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja pegawai. Motivasi kerja dan pengembangan kompetensi juga berpengaruh signifikan dan positif terhadap komitmen organisasi. Komitmen organisasi, pada gilirannya, terbukti berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa komitmen organisasi memediasi hubungan antara motivasi kerja dan kinerja pegawai, serta antara pengembangan kompetensi dan kinerja pegawai, dengan memperkuat pengaruh keduanya terhadap kinerja pegawai. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya organisasi bukan sekedar mendorong peningkatan motivasi kerja dan kompetensi pegawai namun juga menguatkan komitmen organisasi sebagai strategi pengelolaan sumber daya manusia. Dengan memperhatikan ketiga variabel ini secara sinergis, organisasi dapat secara signifikan meningkatkan kinerja karyawan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan, komitmen organisasi, dan motivasi terhadap kinerja pegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Malinau. Dengan menggunakan metode kuantitatif, penelitian ini melibatkan seluruh populasi pegawai Dinas, sebanyak 75 orang, sebagai sampel penelitian. Data diperoleh melalui angket yang diukur menggunakan skala Likert serta dilengkapi dengan observasi dan dokumentasi. Variabel independen yang dianalisis meliputi kepemimpinan, komitmen organisasi, dan motivasi, sementara variabel dependen adalah kinerja pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Komitmen organisasi, terutama dalam aspek afektif, juga berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan kinerja. Motivasi kerja, baik intrinsik maupun ekstrinsik, menjadi faktor pendorong utama yang memengaruhi efektivitas kerja pegawai. Studi ini menegaskan pentingnya kepemimpinan yang efektif, komitmen yang kuat, dan motivasi yang tinggi untuk meningkatkan produktivitas serta pelayanan publik. Implikasi dari penelitian ini memberikan wawasan kepada organisasi publik untuk memperkuat kepemimpinan, membangun budaya komitmen yang mendalam, serta menyediakan lingkungan kerja yang mendukung motivasi pegawai. Dengan demikian, tujuan pembangunan masyarakat desa melalui Dinas PMD dapat dicapai secara lebih optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran kepemimpinan, komitmen organisasi, kecerdasan emosional, dan motivasi terhadap kinerja pegawai di kantor kecamatan se-Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik survei melalui kuesioner yang melibatkan 70 responden yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS). Analisis data dilakukan dengan melakukan uji hipotesis menggunakan metode statistik dengan alat SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen memiliki pengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Peran kepemimpinan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kinerja pegawai, yang menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang efektif mampu mendorong produktivitas dan kualitas kerja. Komitmen organisasi juga terbukti berperan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kinerja optimal. Selain itu, kecerdasan emosional memiliki dampak positif terhadap kinerja pegawai, yang mengindikasikan bahwa kemampuan mengelola emosi berkontribusi dalam menciptakan hubungan kerja yang harmonis. Motivasi kerja ditemukan sebagai faktor yang memperkuat kinerja pegawai, menandakan bahwa dorongan intrinsik maupun ekstrinsik dapat meningkatkan produktivitas. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa faktor kepemimpinan, komitmen organisasi, kecerdasan emosional, dan motivasi kerja secara bersama-sama memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja pegawai di kantor kecamatan se-Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan mengkaji peran komitmen organisasi sebagai variabel mediasi dalam hubungan kepuasan kerja dan kinerja pegawai di Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Utara. berdasarkan Hasil observasi dan wawancara untuk memenuhi data awal penelitian menunjukkan adanya variasi dalam tingkat kepuasan dan komitmen, yang berdampak pada kinerja pegawai. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 125 dengan pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling sebanyak 100 responden dengan memenuhi kriteria penelitian yaitu ASN dan Staff penunjang layanan operasional di Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Utara. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan pendekatan SEM-PLS yang menggunakan bantuan software smart-PLS 4.0. Hasil penelitian telah membuktikan berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi, komitmen organisasi selanjutnya berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Utara . Namun dalam penelitian ini juga mengungkapkan bahwa kepuasan kerja tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja pegawai, melainkan melalui peran komitmen organisasi sebagai variabel mediasi. Dengan kata lain, meskipun kepuasan kerja penting, pengaruhnya terhadap kinerja lebih signifikan ketika diikuti dengan komitmen organisasi yang tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai yang dimediasi oleh komitmen organisasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Adapun populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan yang berada di bawah naungan Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Malinau. Ukuran sampel yang diambil menggunakan rumus Slovin sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 95 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan inferensial menggunakan analisis SEMPLS dengan bantuan software SmartPLS Versi 4. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja pegawai dengan path coefficient 0,239 dan p value 0,090 dan pada level struktural memiliki pengaruh rendah dengan nilai f square 0,049. Selanjutnya kepuasan kerja ditemukan berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi dengan path coefficient 0,761 dan p value 0,000 dan memiliki pengaruh tinggi pada level struktural dengan nilai f square 1,380. Komitmen organisasi juga ditemukan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan path coefficient 0,515 dan p value 0,000 dan berpengaruh sedang/moderat pada level struktural dengan nilai f square 0,227. Selain itu, komitmen organisasi juga berperan signifikan sebagai variabel yang memediasi kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai dengan path coefficient 0,392 dan p value 0,000 dan pada level struktural memiliki pengaruh mediasi yang kuat dengan nilai Upsilon V sebesar 0,154.