Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

26 hasil
Subjek: arus
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Instalasi Listrik Gedung SMP dan SMA Muhammadiyah Boarding School Kota Tarakan Berdasarkan Standar PUIL 2011

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gedung SMP dan SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan yang berlokasi di Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, mulai beroperasi sejak Juli 2019. Ditemukan permasalahan berupa intensitas pencahayaan yang tidak memadai. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi instalasi listrik gedung tersebut berdasarkan standar PUIL 2011 menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan dan pengukuran langsung pada 42 ruangan di tiga lantai. Parameter yang dievaluasi meliputi indeks ruang (k), jumlah titik beban, intensitas penerangan, kapasitas MCB, dan kemampuan hantar arus (KHA) kabel. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar ruangan belum memenuhi standar intensitas penerangan PUIL 2011 sehingga memerlukan penambahan atau penggantian titik lampu. Luas penampang kabel 2,5 mm² yang terpasang telah memenuhi standar minimum. Namun, MCB utama 50 A tidak memadai untuk total beban 46.944 W dan perlu ditingkatkan menjadi minimal 100 A. Penelitian ini merekomendasikan penambahan titik cahaya, peningkatan kapasitas MCB utama, penyeimbangan beban antar fasa, serta inspeksi instalasi listrik secara berkala.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Perubahan Kenaikan Beban Konstan dan Variabel Terhadap Kinerja Generator DC Seri dan Generator DC Pararel

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kenaikan beban konstan dan beban variabel terhadap kinerja generator DC seri dan generator DC paralel berdasarkan parameter tegangan output, arus output, dan daya output generator. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian dilakukan di Laboratorium Konversi Energi Listrik Fakultas Teknik Universitas Borneo Tarakan dengan menggunakan generator DC seri dan generator DC paralel sebagai objek penelitian. Variasi beban diberikan secara bertahap menggunakan lampu pijar mulai dari 60 Watt hingga 360 Watt. Setiap pengujian dilakukan sebanyak tiga kali untuk memperoleh nilai rata-rata yang lebih akurat. Data yang diperoleh berupa tegangan armatur, tegangan output, arus output, dan daya output generator yang kemudian dianalisis untuk mengetahui karakteristik masing-masing generator terhadap perubahan beban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada generator DC seri, penambahan beban menyebabkan peningkatan tegangan output, arus output, dan daya output secara signifikan. Kondisi ini terjadi karena arus beban yang meningkat akan memperkuat medan magnet sehingga gaya gerak listrik (GGL) yang dihasilkan generator juga meningkat. Pada generator DC paralel, kenaikan beban juga menyebabkan peningkatan arus dan daya output, namun perubahan tegangan output cenderung lebih stabil dibandingkan generator DC seri karena kumparan medan terhubung secara paralel dengan jangkar sehingga arus medan relatif konstan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa daya output tertinggi diperoleh pada kondisi beban maksimum, sedangkan daya output terendah terjadi pada kondisi beban minimum. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kenaikan beban berpengaruh langsung terhadap kinerja generator DC seri dan generator DC paralel. Generator DC seri memiliki respons yang lebih besar terhadap perubahan beban, sedangkan generator DC paralel memiliki kestabilan tegangan yang lebih baik selama proses pembebanan. Oleh karena itu, pemilihan jenis generator harus disesuaikan dengan kebutuhan sistem dan karakteristik beban yang digunakan. Kata Kunci: Generator DC Seri, Generator DC Paralel, Beban Konstan, Beban Variabel, Tegangan Output, Arus Output, Daya Output. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kenaikan beban konstan dan beban variabel terhadap kinerja generator DC seri dan generator DC paralel berdasarkan parameter tegangan output, arus output, dan daya output generator. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian dilakukan di Laboratorium Konversi Energi Listrik Fakultas Teknik Universitas Borneo Tarakan dengan menggunakan generator DC seri dan generator DC paralel sebagai objek penelitian. Variasi beban diberikan secara bertahap menggunakan lampu pijar mulai dari 60 Watt hingga 360 Watt. Setiap pengujian dilakukan sebanyak tiga kali untuk memperoleh nilai rata-rata yang lebih akurat. Data yang diperoleh berupa tegangan armatur, tegangan output, arus output, dan daya output generator yang kemudian dianalisis untuk mengetahui karakteristik masing-masing generator terhadap perubahan beban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada generator DC seri, penambahan beban menyebabkan peningkatan tegangan output, arus output, dan daya output secara signifikan. Kondisi ini terjadi karena arus beban yang meningkat akan memperkuat medan magnet sehingga gaya gerak listrik (GGL) yang dihasilkan generator juga meningkat. Pada generator DC paralel, kenaikan beban juga menyebabkan peningkatan arus dan daya output, namun perubahan tegangan output cenderung lebih stabil dibandingkan generator DC seri karena kumparan medan terhubung secara paralel dengan jangkar sehingga arus medan relatif konstan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa daya output tertinggi diperoleh pada kondisi beban maksimum, sedangkan daya output terendah terjadi pada kondisi beban minimum. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kenaikan beban berpengaruh langsung terhadap kinerja generator DC seri dan generator DC paralel. Generator DC seri memiliki respons yang lebih besar terhadap perubahan beban, sedangkan generator DC paralel memiliki kestabilan tegangan yang lebih baik selama proses pembebanan. Oleh karena itu, pemilihan jenis generator harus disesuaikan dengan kebutuhan sistem dan karakteristik beban yang digunakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Nilai Netto Neraca Pembayaran Terhadap Nilai Tukar Mata Uang Baht Thailand

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai netto neraca pembayaran terhadap nilai tukar mata uang Baht Thailand baik secara jangka pendek maupun jangka panjang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melihat neraca pembayaran Indonesia dan nilai tukar Baht Thailand pada laman Bank Indonesia. Penelitian ini dilakukan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Data pada penelitian ini menggunakan data sekunder (time series) dari tahun 2008-2022 secara triwulan. Metode analisis yang digunakan adalah Error Correction Model (ECM). Dalam hasil penelitian ini menggunkan aplikasi E-Views 9 yang kemudian diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa variabel neraca perdagangan tidak berpengaruh terhadap nilai tukar mata uang baht Thailand baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Selanjutnya dalam jangka pendek maupun jangka pendek neraca arus modal memiliki pengaruh terhadap nilai tukar mata uang baht Thailand . Di sisi lain neraca upah memiliki pengaruh terhadap nilai tukar mata uang baht Thailand baik jangka pendek maupun jangka panjang. Diperoleh hasil dari koefisien determinasi atau (R2) sebesar 0,523 atau sebesar 52,3%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

akibat hukum terhadap pelaku pelanggaran lalu lintas melawan arus di kota tarakan

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akibat hukum terhadap pelaku pelanggaran lalu lintas melawan arus di Kota Tarakan serta mengkaji upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat kepolisian dalam mencegah pelanggaran tersebut. Melawan arus merupakan pelanggaran serius karena berpotensi menimbulkan kecelakaan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Dasar hukum pelanggaran ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya Pasal 106 dan Pasal 287 ayat (1), yang menetapkan sanksi berupa pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda maksimal Rp500.000,00. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di Satuan Lalu Lintas Polres Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kasus pelanggaran melawan arus dalam tiga tahun terakhir, yaitu 75 kasus pada tahun 2022, 84 kasus pada tahun 2023, dan 125 kasus pada tahun 2024. Kondisi ini menunjukkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas serta sanksi yang belum memberikan efek jera. Pertanggungjawaban pidana diterapkan melalui mekanisme penilangan dengan sanksi denda atau kurungan. Upaya pencegahan yang dilakukan meliputi peningkatan patroli, sosialisasi, serta operasi rutin. Namun, penegakan hukum dinilai belum optimal karena keterbatasan personel dan belum maksimalnya penerapan tilang elektronik (ETLE). Oleh karena itu, diperlukan pengawasan yang lebih ketat, penegakan sanksi yang tegas, serta edukasi hukum kepada masyarakat guna menekan angka pelanggaran dan meningkatkan keselamatan lalu lintas di Kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISA PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP KARAKTERISTIK GENERATOR SINKRON 3 PHASA PADA PLTMG PT. MAXPOWER SITE TARAKAN 4A

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peningkatan kebutuhan energi listrik menyebabkan variasi beban yang dapat memengaruhi karakteristik generator sinkron. Penelitian ini dilakukan di PT. Maxpower Indonesia Site Tarakan 4A untuk menganalisis karakteristik generator sinkron 3 phasa berdasarkan daya aktif (P), tegangan terminal (Vt) dan arus armature (Ia) pada kondisi perubahan beban. Data diperoleh dari log sheet operasi generator setiap 4 jam selama 24 jam dalam kurun waktu 1 minggu. Hasil analisis menunjukkan bahwa daya aktif Generator 1 berada pada rentang 3,907-4,078 MW dan Generator 2 pada rentang 3,290-3,998 MW. Tegangan terminal Generator 1 berada pada rentang 6,320-6,609 V, sedangkan Generator 2 pada rentang 6,492-6,595 V. Arus armature mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan beban listrik yang diterima oleh sistem, sedangkan tegangan terminal kedua generator relatif stabil dengan fluktuasi yang kecil. Nilai daya aktif hasil perhitungan menunjukkan kecenderungan yang sejalan dengan data log sheet generator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generator sinkron 3 phasa pada PLTMG PT. Maxpower Indonesia Site Tarakan 4A masih beroperasi dalam batas aman dan mampu mempertahankan kestabilan tegangan selama periode pengamatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR MUAT (LOAD FACTOR) TERHADAP KONDISI ARUS NORMAL DAN ARUS PUNCAK PADA SPEEDBOAT TARAKAN – TANJUNG SELOR (Studi Pada Pelabuhan Tengkayu I Kota Tarakan)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor muat (load factor) pada transportasi laut speedboat rute Tarakan – Tanjung Selor, khususnya pada dua kondisi operasional yaitu arus puncak dan arus normal. Fokus penelitian berada di Pelabuhan Tengkayu I Kota Tarakan. Latar belakang dari studi ini adalah pentingnya efisiensi transportasi laut sebagai penunjang mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi wilayah. Load factor menjadi indikator utama dalam menilai efisiensi penggunaan kapasitas angkut speedboat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui observasi lapangan dan dokumentasi manifest penumpang. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan load factor antara kondisi arus puncak dan arus normal. Pada arus puncak, tingkat keterisian penumpang mendekati kapasitas maksimal, sedangkan pada arus normal tingkat keterisian cenderung lebih rendah. Temuan ini memberikan implikasi terhadap pengelolaan jadwal keberangkatan dan strategi tarif yang dapat diterapkan operator agar operasional speedboat lebih efisien dan ekonomis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pihak pengelola pelabuhan, operator transportasi laut, dan pemangku kebijakan dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi antar wilayah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Arus Eksitasi Terhadap Daya Reaktif Dan Tegangan Keluaran Generator Sinkron Pada PT. PLN Nusa Daya Unit PLTU Malinau

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak - Listrik merupakan salah satu bentuk energi yang mempengaruhi hidup dan kehidupan manusia saat ini. Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, menghasilkan penemuan-penemuan baru yang pada dasarnya membutuhkan listrik sebagai sumber energi. Untuk mengetahui pengaruh perubahan arus eksitasi terhadap daya reaktif. pada penelitian ini penulis di fokuskan menganalisa pengaruh sistem eksitasi terhadap daya reaktif dan tegangan keluaran generator sinkron Berdasarkan data pengukuran, spesifikasi generator, dan hasil perhitungan di peroleh kesimpulan bahwa daya reaktif berbanding lurus dengan arus eksitasi. Daya reaktif biasanya mengalami kenaikan ketika arus eksitasi mengalami kenaikan juga . hal ini di tunjukkan dengan daya reaktif tertinggi 2,154 KVAr dengan nilai arus eksitasi 1,90 A. Serta nilai daya reaktif terendah 825 KVAr dan nilai arus eksitasi 1,45 A. Pengukuran tegangan terminal cendrung stabil pada angka 6,2 KV. Kestabilan tegangan terminal ini di pengaruhi oleh pengaturan arus eksitasinya. Hal ini di tunjukkan bahwa dengan nilai tegangan terminal generator tertinggi yaitu 6,238 KV dengan nilai arus eksitasi tertinggi 1,90 A serta nilai tegangan terendah 6,203 KV dengan nilai arus eksitasi terendah 1,45 A.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Rugi-rugi pada Transformator Daya di PT.PLN Nusa Daya Unit PLTU Malinau

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sistem tenaga listrik merupakan salah satu tenaga yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, perkantoran, industri, dan lain sebagainya. Transformator merupakan suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energi listrik dari suatu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik lain, melalui suatu gandengan magnet dan berdasarkan prinsip induksi elektromagnet. Ketidakseimbangan beban yang terjadi pada tiap-tiap fasa (fasa R, fasa S dan fasa T) ini menyebabkan arus beban berubah-ubah maka rugi-rugi juga berubah. Semakin besar ketidakseimbangan beban suatu transformator maka arus yang mengalir pada fasa netral juga semakin besar sehingga rugi daya yang ditimbulkan juga akan semakin besar. Pada penelitian ini terfokus melakukan analisa pada transformator daya di PT.PLN Nusa Daya Unit PLTU Malinau untuk mengetahui rugi-rugi daya dan penyebab rugi-rugi daya pada arus netral. Dari hasil perhitungan analisa data yang diketahui bahwa transformator yang diteliti masih dalam keadaan seimbang baik itu di waktu pagi hari maupun di waktu malam hari dikarenakan masih memenuhi syarat standar IEEE. Diketahui juga waktu beban puncak terjadi pada malam hari dimana presentase pembebanannya adalah 50,24% lebih besar daripada presentase pembebanan dipagi harinya adalah 40,57%. Kemudian didapatkan perhitungan arus netral yaitu pada pagi hari 207,225 Adan pada malam hari 256,757 Adan arus yang mengalir pada penghantar netral yaitu pada pagi hari 25,97144 kW dan pada malam hari 39, 87093 kW.Adapun transformator yang diteliti masih dalam keadaan seimbang baik itu di waktu pagi hari 1,8% dan malam hari 1,81% yang dimana masih memenuhi syarat standar IEEE yaitu masih dibawah dari 5%. Rugi-rugi daya (P_losses ) yang terjadi pada transformator akan semakin besar apabila arus yang mengalir dipenghantar netral transformator semakin besar begitupun sebaliknya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Pengaruh Setting Thermal Overlod Relay Pada Motor Induksi 3 Fasa Jenis Dahlander

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas pentingnya instalasi sensor arus dan Thermal Overload Relay (TOR) pada panel listrik untuk memberikan proteksi terhadap motor induksi 3 fasa Dahlander. Sensor arus berfungsi untuk memantau beban motor dan mencegah arus lebih, sementara TOR melindungi motor dari kerusakan akibat kelebihan suhu atau beban. Kombinasi keduanya memberikan perlindungan yang optimal. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengaturan setting pada sensor arus dan TOR mempengaruhi efektivitas proteksi motor. Pengaturan yang tepat menjaga motor tetap aman, sedangkan pengaturan yang kurang tepat dapat menyebabkan kerusakan. Khususnya pada motor Dahlander, pengaturan TOR sangat penting untuk mencegah kerusakan akibat arus lebih. Berdasarkan perhitungan, arus nominal pada konfigurasi lambat motor adalah 1,90 A, sementara pada konfigurasi cepat sebesar 1,81 A. Pengaruh setting arus juga terlihat pada waktu trip sensor, dimana semakin besar setting arus, semakin lama waktu trip yang dibutuhkan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengaruh setting arus terhadap waktu trip sensor pada konfigurasi lambat dan cepat cukup signifikan. Selain itu, sensor arus memberikan data yang akurat ±1%, dan TOR bekerja sinergis untuk melindungi sistem kelistrikan motor Dahlander dari kerusakan akibat arus lebih.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Rancang Bangun Alat Ukur Efisiensi Panel Surya Skala Laboratorium Berbasis Sensor Arus dan Tegangan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini didasari oleh peningkatan kebutuhan sel surya sebagai energi bersih dan berkelanjutan, serta terbatasnya ketersediaan alat uji yang efektif untuk mengukur performa sel surya. Sel surya merupakan perangkat yang dapat mengkonversi radiasi matahari menjadi energi listrik. Penelitian ini telah berhasil merancang bangun alat uji arus dan tegangan dengan mengintegrasikan sensor arus INA219 dan modul sensor tegangan 0–25V yang terhubung ke mikrokontroler Arduino Uno. Alat ini dirancang agar mampu mengukur parameter-parameter tegangan dan arus secara real-time yang datanya dapat ditampilkan melalui antarmuka komputer. Alat ini menggunakan lampu halogen sebagai sumber cahaya, serta potensiometer 1 – 21 KΩ sebagai beban untuk mengatur variasi pembacaan agar didapatkan kurva I-V. Dalam proses pengujian digunakan sel surya berukuran 10 x 9,5 cm2. Hasilnya menunjukan bahwa alat ini mampu mengukur nilai sel surya dengan tegangan maksimum (Vmpp) 3,24 Volt, arus maksimum (Impp) 4 mA, tegangan sirkuit terbuka (Voc) 4,3 Volt, dan arus sirkuit terbuka (Isc) 5,2 mA. Nilai Fill Factor dan efisiensi berturut-turut adalah 0,616 dan 3,75%. Seluruh hasil pengukuran arus dan tegangan telah dikalibrasi alat uji standar yakni voltmeter dan amperemeter. Temuan ini membuktikan bahwa alat uji yang dirancang dapat memberikan pengukuran yang akurat dan dapat diaplikasikan untuk evaluasi kinerja sel surya di skala laboratorium.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Bayangan Terhadap Daya Keluaran Modul Surya

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Seiring dengan peningkatan kemajuan peradaban manusia, maka kebutuhan energi listrik juga semakin meningkat, yang mengakibatkan semakin berkurangnya batu bara, bahan bakar minyak, dan gas alam kendala tersebut mengakibatkan munculnya polusi yang membahayakan lingkungan dan kehidupan. Pengembangan sumber energi alternatif terbarukan dan bebas polusi menjadi tujuan utama bagi manusia. Sumber energi alternatif yang dimaksud seperti tenaga surya, tenaga angin, tenaga air, tenaga gelombang laut dan lain-lain. Penerapan energi terbarukan baik dilakukan dalam bentuk riset pada laboratorium maupun terapannya dalam bentuk teknologi tepat guna yang dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat. Pada permasalahan ini harus ditemukannya energi baru sebagai antisipasi krisis energi fosil pada saat ini. Energi surya merupakan energi alternatif yang memanfaatkan energi dari cahaya matahari. Indonesia secara astronomis terletak pada 6° LU – 11° LS dan 95° BT – 141° BT, ini membuat Indonesia berada di kawasan tropis dan dilewati garis khatulistiwa yang meyebabkan tingkat radiasi matahari di Indonesia rata-rata cukup tinggi yaitu 4,8 kWh/m² setiap harinya dan hal ini dapat menjadi potensi yang besar untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) penggunaan energi matahari untuk sumber terbarukan dan dikonversi dari energi matahari menjadi energi listrik. Pada perancangan sistem dibutuhkan sudut kemiringan panel yang tepat agar dapat menerima radiasi matahari yang paling tinggi untuk memaksimalkan intensitas matahari yang di terima oleh modul surya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, untuk pelaksanaannya dilakukan dengan pengambilan data secara langsung dilapangan. Data yang dikumpulkan seperti intensitas matahari, suhu modul, tegangan, arus, daya, suhu lingkungan, serta kelembaban.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Sistem Pengereman Dinamik dengan Injeksi Arus DC pada Motor Induksi Tiga Fasa Dahlander

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Motor induksi tiga fasa Dahlander adalah motor yang sering diaplikasikan pada dunia industri adapun beberapa kendala yang sering terjadi pada saat mengontrol motor terkhususnya pada pengereman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pengereman dinamik dengan metode injeksi arus DC pada motor induksi tiga fasa Dahlander. Penelitian ini dilakukan untuk memahami karakteristik pengereman dinamik yang dihasilkan dengan injeksi arus DC terhadap waktu berhenti pada motor Dahlander dalam kondisi berbagai kecepatan. Data penelitian mencakup berbagai parameter seperti, kecepatan motor, arus, tegangan, dan waktu berhenti motor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengereman dinamik dengan injeksi arus DC dapat secara signifikan meningkatkan proses pengereman pada motor induksi tiga fasa, pada masing-masing putaran, di mana waktu berhenti motor pada putaran rendah dapat diminimalkan dari 74 detik hinggah 0,04 detik dan pada putaran tinggi dari 144 detik hingga 0,08 detik. Penelitian ini dapat menjadi dasar penting dalam pengembangan sistem pengereman yang lebih efisien dan responsif dalam aplikasi industri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Likuiditas Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Moderasi Dan Arus Kas Operasi Sebagai Variabel Anteseden

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi dan arus kas operasi sebagai variabel anteseden pada perusahaan indeks saham IDX30 yang terdaftar di Birsa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2019-2022. Sampel yang diambil berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Data yang memenuhi kriteris berjumlah 15 perusahaan. Metode pengolahan sampel menggunakan moderated regression analysis (MRA) dengan menggunakan aplikasi SPSS 26. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu arus kas operasi tidak berpengaruh terhadap likuiditas, likuiditas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, dan profitabilitas memperlemah hubungan antara likuiditas dengan nilai perusahaan. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa perusahaan perlu meningkatkan profitabilitas demi meningkatkan nilai perusahaan yang akan memberikan sinyal positif kepada para investor.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penyeimbangan beban transformator distribusi pada BKR 43 di PT. PLN (persero) ULP Nunukan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Semakin pesatnya peningkatan beban di masyarakat maka semakin besar juga potensi terjadinya ketidakseimbangnya beban, sehingga akan memicu terjadinya overlood, losses, bahkan dapat menyebabkan kerusakan pada gardu dan trafo. Dampak dari beban tidak seimbang tersebut justru akan merugikan kedua belah pihak. Penyeimbangan beban dilakukaan di trafo distribusi pada gardu BKR 43 yang bertempat di PT. PLN (persero) ULP Nunukan. Metode yang dingunakan dengan cara menganalisa ketidakseimbangan beban setiap fasa, selanjutnya data hasil pengukuran dianalisis melalui perhitungan ketidakseimbangan beban stiap fasanya. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh keseimbangan beban pada beban dasar yaitu jurusan A=1,3%, B=2,67%, D=2,67% dan untuk arus netral pada penghantar netral di peroleh N=2,01 A. kemudian keseimbangan beban pada beban puncak yaitu jurusan A=0,33%, B=1%, D=8% dan untuk arus netral pada penghantar netral di peroleh N=6,83 A.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Arus Pengelasan Terhadap Kekuatan Mekanik Baja UNP Menggunakan Metode Pengelasan SMAW Untuk Aplikasi Mesin Uji Universal

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh arus pengelasan terhadap kekuatan mekanik baja UNP menggunakan metode pengelasan SMAW untuk aplikasi mesin uji universal. Penelitian dilakukan dengan variasi arus pengelasan sebesar 80A, 90A, dan 100A. Pengujian dilakukan di laboratorium pengujian material Institut Teknologi Malang. Hasil pengujian tarik menunjukkan bahwa variasi arus pengelesan yang ideal untuk bagian yang kan menrima beban tarik yang besar adalah arus 100A. Hasil pengujian tarik menunjukkan bahwa variasi arus pengelasan yang ideal untuk bagian yang akan menerima beban tarik yang besar adalah arus 100A. Variasi ini menghasilkan kekuatan tarik maksimum sebesar 83,67 kgf/𝑚𝑚2. Sedangkan pada hasil pengujian bending variasi arus pengelasan yang direkomendasikan adalah arus 90A. Variasi ini menghasilkan tegangan bending maksimum sebesar 114,14 MPa. Meskipun variasi arus 90A dan 100A memiliki perbedaan yang tidak signifikan dalam kekuatan bending, variasi arus 90A lebih mampu menahan beban bending yang lebih besar dibandingkan variasi arus 80A dan 100A.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kendali Arus Starting Motor Induksi Menggunakan Kontrol PID Berbasis Internally Triggered TRIAC

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dunia industri mengalami kemajuan yang sangat pesat, seperti pada perindustrian besar maupun kecil. Sejalan dengan kemajuan tersebut maka kebutuhan peralatan produksi yang tepar sangat diperlukan sehingga dapat meningkatkan efedensi waktu dan biaya. Pada peralatan industri sebagian besar menggunakan motor induksi sebagai penggerak Namun, pada saat skarting motor induksi menghasilkan anus yang tinggi mencapai 5 sampai 7 kali dari anus nominal, sehingga dapat mengakibatkan drop tegangan yang dapat mengganggu peralatan lain yang terhubung pada saluran yang satha Untuk mengatasi masalah tersebut ada beberapa metode sturing motor yang dapat meningkatkan kinerja dari motor induksi. Penelitian ini merancang suatu sistem kendali arus starting motor induksi menggunakan kontrol PID berbasis Internally Triggered TRIAC. Kontrol PID berbasis mikrokontroler akan memerintahkan Internally Triggered TRIAC untuk memicu tegangan sehingga mengakibatkan arus turun mencapai nilai dari arus nominalnya. Penelitian ini menghasilkan parameter Kp-3, Ki-0.1 dan Kd 0.02 dan mencapai setpoint pada anus nominalnya yakni sebesar 03 A.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOORDINASI RELE ARUS LEBIH, PEMUTUS BALIK OTOMATIS (RECLOSER), DAN FUSE PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 kV FEEDER 2 PT.PLN(PERSERO) TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keandalan pada jaringan distribusi diperlukan untuk menjaga kontinuitas penyaluran tenaga listrik hingga ke konsumen. Tingkat keandalan dipengaruhi jumlah pemadaman dan lama pemadaman. Pemadaman dapat terjadi karena pemeliharaan atau gangguan, gangguan yang sering terjadi adalah gangguan hubung singkat. Dalam mengatasi gangguan hubung singkat ini diperlukan koordinasi antar pengaman jaringan distribusi agar dapat mengisolasi gangguan dan melindungi jaringan distribusi serta peralatan yang berada di jaringan tersebut. Pada skripsi ini dibahas mengenai koordinasi dari peralatan pengaman yaitu rele arus lebih, pemutus balik otomatis (recloser), dan fuse pada jaringan distribusi 20 kV PT. PLN (Persero) Tarakan. Koordinasi ini dilakukan untuk memperoleh sistem pengaman yang benar menggunakan program komputer. Penelitian ini mensimulasikan arus gangguan satu fasa ke tanah dan tiga fasa. Dari hasil simulasi diperoleh hasil sistem proteksi yang sudah terkoordinasi bahwa apabila terjadi gangguan yang pertama kali bekerja yaitu pemutus balik otamtis (recloser) mebuka dan menutup dengan cepat, kemudian apabila gangguan masih ada setelah recloser menutup kembali fuse bekerja memutus gangguan, apabila fuse gagal bekerja maka rele arus lebih mumutus gangguan dan recloser menutup kembali. Apabila gangguang masih ada recloser akan membuka secara tetap (lock out).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PENGARUH SUHU PENGHANTAR JARINGAN TEGANGAN MENENGAH TERHADAP JATUH TEGANGAN PADA FEEDER 04 PT. PLN (PERSERO) UP3 TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Seiring dengan perkembangan semua kegiatan pembangunan maupun industri khususnya di Kota Tarakan dari berbagai sektor menggunakan energi listrik sebagai salah satu infrastruktur penunjang kegiatan masyarakat Tarakan. Sistem tenaga listrik yang ada diharapkan merupakan sistem yang handal dan berkualitas tinggi berkaitan dengan suplai energi listriknya. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk mendapatkan penghantar yang mempunyai kuat hantar arus maksimum, guna mengoptimalkan saluran udara tegangan menengah dengan ketepatan pemilihan penghantar sesuai kemampuan kuat hantar arusnya dengan memperhitungkan pengaruh perubahan suhu. Perubahan suhu pada penghantar dapat mengakibatkan terjadinya jatuh tegangan yang dapat menyebabkan ketidakmaksimalan dalam menghantarkan arus listrik ke beban konsumen, Dikarenakan panjangnya luas penampang serta jarak yang terlalu panjang sehingga menyebanbkan suhu yang meningkat di antara trafo.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Pembebanan Transformator Distribusi 3 Fasa Pada Feeder 1 PT. PLN Rayon Nunukan

2022•

.Seiring pesatnya pembangunan infrastruktur di daerah Kabupaten Nunukan diberbagai bidang maka perlu adanya sebuah sarana dan prasarana yang mendukung proses pembangunan terutama dalam hal sumber tenaga listrik. Dalam memenuhi kebutuhan tenaga listrik, pembebanan yang seimbang antar fasa diperlukan untuk pemerataan beban sehingga meminimalkan perubahan yang diakibatkan oleh beban penuh. Pada penelitian ini penulis melakukan studi untuk transformator distribusi yang terdapat pada feeder 1 PT. PLN Rayon Nunukan untuk mengetahui pembebanan yang terjadi pada transformator distribusi 3 fasa dan pembebanan yang sesuai dengan jumlah pelanggan pada feeder 1 PT. PLN Rayon Nunukan. Dari keseluruhan data transformator yang ada pada feeder 1 PT. PLN Rayon Nunukan ada 7 transformator yang pada malam dan siang hari memenuhi syarat standar IEEE, 2 transformator yang pada malam hari memenuhi syarat standar IEEE namun pada siang hari tidak memenuhi syarat standar IEEE, 2 transformator yang pada siang hari memenuhi syarat standar IEEE namun pada malam hari tidak memenuhi syarat standar IEEE, dan 3 transformator yang pada malam dan siang hari tidak memenuhi syarat standar IEEE. Kemudian untuk transformator TNM 104 telah inactive dan dimutasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBEBANAN RESISTIF, INDUKTIF, KAPASITIF DAN NONLINEAR TERHADAP ARUS EKSITASI PADA GENERATOR SINKRON 3 FASA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Generator sinkron 3 fasa adalah pembangkit tenaga listrik yang diharapkan dapat menjadi sarana manusia untuk memenuhi kehidupan dan kebutuhan sehari-hari. Sebuah generator diharapkan harus dapat bekerja secara sinkron atau stabil serta dapat memenuhi akan daya yang di butuhkan beban pada segala kondisi. Penggunaan sistem eksitasi pada generator sinkron di butuhkan sebagai penguat pada generator atau sebagai pembangkit medan agar generator dapat menghasilkan tenaga listrik dengan keluaran tegangan generator yang bergantung dengan mengandalkan besarnya arus eksitasi. Beban yang dilayani melalui alat generator sinkron adalah beban linear dan beban nonlinear dan dapat berupa beban resistif, induktif, dan kapasitif. Pemberian dengan penyesuaian beban resistif, induktif, kapasitif dan nonlinear pada generator akan berpengaruh terhadap besaran eksitasinya. Arus eksitasi dapat di pengaruhi dengan cara menempatkan pengaturan perubahan beban yang akan diberikan. Semakin kecil perubahan beban yang diterapkan, maka semakin besar arus eksitasi yang dihasilkan. Pada beban RL, perubahan arus eksitasi paling tinggi terjadi saat satu beban resistif dan dua beban induktif saling di variabelkan yaitu 0,45 A dengan tegangan eksitasi 94 V. Sedangkan pada beban RC, arus eksitasi berkurang ketika satu beban resistif di variabelkan dengan banyak beban kapasitif yaitu dari 0,30 A hingga 0,14 A sehingga tegangan eksitasi berikutnya juga berkurang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail