ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang banyak ditemukan pada remaja putri dan dapat memengaruhi pertumbuhan, kemampuan mengikuti kegiatan pembelajaran, serta kondisi kesehatan reproduksi. Pemahaman mengenai anemia dan penerapan perilaku pencegahannya menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri SMP di wilayah pesisir Pantai Amal Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 66 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku pencegahan anemia yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden didominasi kategori kurang sebesar 48,5%, diikuti kategori cukup sebesar 30,3% dan baik sebesar 21,2%. Perilaku pencegahan anemia didominasi kategori cukup sebesar 80,3%, diikuti kategori kurang sebesar 15,2% dan baik sebesar 4,5%. Berdasarkan tingkat pencegahan, perilaku yang memiliki frekuensi jawaban tertinggi meliputi sarapan dengan makanan sumber karbohidrat pada pencegahan primer, pemeriksaan hemoglobin pada pencegahan sekunder, serta menghindari makanan cepat saji pada pencegahan tersier. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden mengenai pencegahan anemia didominasi kategori kurang, sedangkan perilaku pencegahan anemia didominasi kategori cukup. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan edukasi kesehatan dan pembiasaan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Upaya pencegahan stunting memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk kader kesehatan yang berperan dalam pemantauan pertumbuhan balita, edukasi gizi, penyuluhan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Keaktifan kader dalam menjalankan perannya diduga dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang dimiliki mengenai stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan keaktifan peran kader dalam upaya pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan Kabupaten Nunukan tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 78 kader kesehatan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan keaktifan peran kader. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 43 orang (55,1%) dan keaktifan peran kader kategori cukup aktif sebanyak 39 orang (50,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,011 (p 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan keaktifan peran kader dalam upaya pencegahan stunting. Dapat disimpulkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan kader, semakin tinggi pula keaktifan kader dalam menjalankan perannya dalam pencegahan stunting. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan, pelatihan, dan peningkatan kapasitas kader secara berkelanjutan guna mendukung keberhasilan program pencegahan stunting, khususnya di wilayah perbatasan dengan keterbatasan akses pelayanan kesehatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Fraud pada laporan keuangan merupakan persoalan penting karena dapat menurunkan integritas dan keandalan informasi keuangan. Dalam perkembangan pelaporan keuangan digital, blockchain dipandang berpotensi mendukung pencegahan fraud melalui karakteristik yang transparan, tertelusur, dan sulit diubah. Namun, literatur yang membahas posisi blockchain sebagai mekanisme pencegahan fraud pada laporan keuangan masih belum dipetakan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan memetakan tren publikasi, struktur tema, dan pola hubungan ilmiah mengenai blockchain dalam pencegahan fraud pada laporan keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan bibliometrik kuantitatif deskriptif dengan data 183 dokumen terindeks Scopus periode 2019–2025. Seleksi dokumen dilakukan menggunakan PRISMA, sedangkan analisis dilakukan menggunakan Bibliometrix pada RStudio melalui pemetaan tren publikasi, co-occurrence, thematic map, co-authorship, co-citation, dan bibliographic coupling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi meningkat signifikan terutama pada periode 2024–2025, tetapi perkembangan kajian belum menunjukkan kematangan dalam bidang akuntansi. Blockchain masih berada pada kategori basic themes, sehingga memiliki keterhubungan luas dengan berbagai tema lain, tetapi belum berkembang secara mendalam dalam konteks pelaporan keuangan. Selain itu, literatur masih terfragmentasi dan belum membentuk klaster utama yang secara khusus menghubungkan blockchain, pengendalian internal, audit, dan pencegahan fraud pada laporan keuangan. Temuan ini menunjukkan bahwa blockchain memiliki potensi dalam mendukung transparansi dan integritas informasi keuangan, tetapi posisinya sebagai mekanisme preventif dalam literatur financial reporting fraud masih perlu dikembangkan lebih lanjut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penerapan kewaspadaan standar merupakan upaya penting dalam mencegah penularan infeksi di rumah sakit. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang memiliki kontak langsung dengan pasien berisiko tinggi mengalami paparan darah maupun cairan tubuh, sehingga persepsi terhadap kewaspadaan standar menjadi faktor penting dalam praktik pencegahan infeksi. Health Belief Model (HBM) dapat digunakan untuk menjelaskan perilaku kesehatan berdasarkan persepsi individu terhadap ancaman, manfaat, dan hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsi perawat terhadap kewaspadaan standar di Rumah Sakit X berdasarkan teori Health Belief Model. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 317 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Basic Principle of Standard Precaution versi bahasa Indonesia yang mengukur tiga konstruk utama HBM, yaitu persepsi ancaman, persepsi manfaat, dan persepsi hambatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perawat memiliki persepsi ancaman dalam kategori baik sebanyak 226 orang (71,3%), persepsi manfaat dalam kategori baik sebanyak 211 orang (66,6%), dan persepsi hambatan dalam kategori baik sebanyak 203 orang (64,0%). Selain itu, sebagian besar responden pernah mengalami paparan di tempat kerja, yaitu terpajan darah atau cairan tubuh pasien sebanyak 223 orang (70,3%) serta tertusuk jarum atau benda tajam infeksius sebanyak 126 orang (39,7%). Kejadian paparan dan tertusuk jarum paling banyak terjadi pada perawat yang bekerja di ruang operasi (OK), yaitu sebanyak 21 orang (77,8%). Secara umum, persepsi perawat terhadap kewaspadaan standar berdasarkan teori Health Belief Model berada pada kategori baik, meskipun masih terdapat sebagian perawat dengan persepsi kurang baik terutama pada aspek hambatan. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan pelatihan serta peningkatan budaya keselamatan kerja guna mendukung penerapan kewaspadaan standar secara konsisten di rumah sakit.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika merupakan kejahatan luar biasa yang berdampak serius terhadap kesehatan, sosial, ekonomi, serta keamanan masyarakat. Kabupaten Malinau sebagai wilayah perbatasan memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap peredaran narkotika, sehingga memerlukan kebijakan penanggulangan yang komprehensif dan berkelanjutan. Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika sebagai dasar hukum pencegahan dan penanggulangan narkotika. Namun demikian, efektivitas implementasi peraturan daerah tersebut, khususnya dalam mendorong peran serta masyarakat, masih menjadi persoalan yang perlu dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Peraturan Daerah Kabupaten Malinau Nomor 4 Tahun 2020 dalam penanggulangan penyalahgunaan narkotika, serta mengkaji arah pengaturan peraturan daerah tersebut dalam mendorong model peran serta masyarakat yang lebih sistematis dan berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis, melalui analisis peraturan perundang-undangan yang relevan serta data empiris yang diperoleh dari praktik pelaksanaan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Perda Nomor 4 Tahun 2020 belum berjalan secara optimal. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan sosialisasi regulasi kepada masyarakat, belum terintegrasinya peran antarinstansi terkait, serta belum adanya mekanisme peran serta masyarakat yang terstruktur dan berkelanjutan. Peran masyarakat dalam pencegahan peredaran gelap narkotika masih bersifat sporadis dan belum menjadi bagian dari sistem kebijakan daerah yang terpadu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan penguatan substansi dan arah kebijakan Perda Nomor 4 Tahun 2020, khususnya dalam pengaturan partisipasi masyarakat, penguatan koordinasi antarinstansi, serta pengembangan model pencegahan berbasis komunitas agar upaya penanggulangan peredaran gelap narkotika di Kabupaten Malinau dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Efektivitas Pencegahan Tindak Pidana Korupsi oleh Inspektorat di Kabupaten Malinau. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, Pengaturan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi dalam Peraturan Perundang-undangan dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi oleh Inspektorat di Kabupaten Malinau sudah efektif. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach). Berdasarkan hasil penelitian, Pencegahan tindak pidana korupsi di Indonesia diatur melalui berbagai regulasi, seperti UU Pemberantasan Tipikor, UU KPK, dan Perpres tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK). Fokus utamanya mencakup perbaikan sistem perizinan, pengelolaan keuangan negara, serta reformasi birokrasi dan penegakan hukum. KPK, Inspektorat, BPK, dan lembaga pengawasan lainnya berperan penting dalam upaya ini. Selain pendekatan hukum, pencegahan juga dilakukan melalui pendidikan antikorupsi, teknologi informasi, dan pelibatan masyarakat sebagai bentuk pengawasan sosial. Efektivitas pencegahan tindak pidana korupsi oleh Inspektorat Kabupaten Malinau tergolong cukup efektif namun belum optimal. Inspektorat telah melaksanakan pengawasan internal melalui audit, reviu, dan pemantauan pengelolaan keuangan serta penerapan SPIP sebagai langkah pencegahan korupsi. Namun, efektivitas tersebut masih terkendala keterbatasan sumber daya manusia, luasnya wilayah pengawasan, serta rendahnya kepatuhan sebagian perangkat daerah dalam menindaklanjuti temuan, sehingga diperlukan penguatan pengawasan dan komitmen seluruh pihak agar pencegahan korupsi lebih maksimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Transformasi digital telah mendorong perubahan fundamental dalam praktik akuntansi, khususnya terkait kebutuhan akan sistem pencatatan transaksi yang akurat, transparan, dan andal. Keterbatasan sistem akuntansi konvensional, seperti tingginya risiko manipulasi data dan kecurangan, mendorong perlunya adopsi teknologi inovatif. Teknologi blockchain menawarkan mekanisme pencatatan terdistribusi yang bersifat transparan, aman, dan tidak dapat diubah (immutable), sehingga berpotensi meningkatkan kualitas informasi akuntansi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan tantangan penerapan teknologi blockchain dalam siklus akuntansi dari perspektif behavioral accounting. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA, melalui proses identifikasi, seleksi, dan sintesis literatur secara sistematis. Sebanyak 28 artikel ilmiah yang relevan dianalisis untuk memperoleh pemahaman komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blockchain berpotensi meningkatkan akurasi pencatatan transaksi melalui pencatatan real-time, peningkatan transparansi, serta penerapan konsep triple-entry accounting, sekaligus memperkuat pencegahan kecurangan melalui peningkatan traceability dan pengendalian internal. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan signifikan, meliputi keterbatasan interoperabilitas sistem, ketidakpastian regulasi, isu keamanan data, serta faktor perilaku akuntan seperti resistensi terhadap perubahan dan rendahnya literasi teknologi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur akuntansi digital dengan menekankan pentingnya integrasi aspek teknologi dan perilaku dalam adopsi blockchain.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keputihan (Flour Albus) merupakan salah satu gangguan kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri. Kondisi ini dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, sikap, dan perilaku yang kurang tepat dalam menjaga kebersihan organ reproduksi. Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat, sehingga pencegahan keputihan perlu dilakukan sejak dini. Pendidikan kesehatan reproduksi yang baik diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, dan mendorong perilaku pencegahan yang efektif pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja perempuan tentang kesehatan reproduksi pada pencegahan keputihan (Flour Albus) di SMP Negeri 1 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VIII dan IX di SMP Negeri 1 Tarakan dengan jumlah sampel 79 responden yang dipilih menggunakan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang mencakup variabel pengetahuan, sikap, dan pencegahan keputihan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (51,9%), sikap positif (98,7%), dan pencegahan keputihan baik (70,9%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada pencegahan keputihan (p = 0,003), sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap pada pencegahan keputihan (p = 0,116). Pengetahuan berperan penting dalam pembentukan perilaku pencegahan keputihan, sedangkan sikap positif belum sepenuhnya diwujudkan dalam tindakan nyata. Diperlukan edukasi kesehatan reproduksi yang berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk perilaku pencegahan keputihan yang baik pada remaja perempuan. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Pencegahan Keputihan, Kesehatan Reproduksi, Remaja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan isu kesehatan reproduksi serius pada remaja, khususnya di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, yang menunjukkan peningkatan kasus signifikan terutama di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo. Kurangnya peran orang tua dalam memberikan bimbingan dan pengawasan terkait edukasi seksualitas menjadi faktor risiko utama yang membuat remaja rentan terhadap perilaku berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran orang tua sebagai pembimbing, motivator, pengawas, dan teman dengan perilaku pencegahan IMS pada remaja putri, berdasarkan teori tentang pentingnya pengasuhan dalam membentuk sikap dan tindakan kesehatan reproduksi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional analitik observasional, melibatkan 89 responden remaja putri kelas X dan XI SMA Negeri 1 Tarakan, yang dipilih melalui teknik proporsional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner peran orang tua dan perilaku pencegahan infeksi menular seksual yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peran orang tua dengan perilaku pencegahan infeksi menular seksual, dengan nilai p = 0,007 (p 0,05). Sehingga, disimpulkan bahwa peran orang tua berhubungan signifikan dengan perilaku pencegahan IMS pada remaja putri di SMA Negeri 1 Tarakan. Peneliti merekomendasikan adanya kolaborasi antara pihak sekolah dan puskesmas untuk mengoptimalkan pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tingginya pernikahan dini di Indonesia berdasarkan data UNICEF (dalam Fachrunisa et,al, 2024) mengungkapkan bahwa pernikahan dini mencapai sekitar 1,5 juta kasus yang menempatkan Indonesia urutan ke-8 diseluruh dunia dan ASEAN. Berdasarkan hasil observasi peneliti di SMA Negeri 1 Sebatik juga terdapat sekitar 6 kasus pernikahan dini, sehingga peneliti mengembangkan sebuah media yang digunakan untuk membantu mencegah pernikahan dini. Adapun penelitian terdahulu yang mendukung pengembangan Flipbook dilakukan oleh Kodi et.al, (2019), “Pengembangan Media Flipbook Fisika Berbasis Android Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Pada Topik Perpindahan Kalor’’. Hasil penelitian menunjukkan validasi oleh ahli media memperoleh presentase 85,71% dan ahli materi memperoleh presentase 82,4%, keduanya dikategorikan Sangat Layak. Selain itu hasil respon guru maupun siswa terhadap media tersebut juga dinilai Sangat Baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan R&D yang terdiri dari tujuh tahapan yaitu, Identifikasi masalah, pengumpulan data, perancangan produk, validasi produk, revisi produk, uji coba produk dan revisi produk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan pengembangan Flipbook sebaai media untuk pencegahan pernikahan dini di SMA Negeri 1 Sebatik. Hasil validasi dari validator media diperoleh presentase sebesar 70% dengan kriteria “Layak” dan hasil validasi dari validator materi diperoleh presentase sebesar 90% dengan kriteria “Sangat Layak”. Kemudian uji coba produk pada salah satu guru Bimbingan dan Konseling dengan perolehan presentase sebesar 97% dengan kriteria “Sangat Baik” serta hasil respon dari 10 siswa kelas XII PSP 1 diperoleh rata-rata kategori “Sangat Baik”. Maka dapat disimpulkan bahwa Flipbook sebagai media untuk pencegahan pernikahan dini di SMA Negeri 1 Sebatik memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan. Sehingga untuk media Flipbook ini lebih berkembang maka diharapkan untuk peneliti selanjutnya dapat menguji keefektifannya serta dapat menambahkan materi yang lebih lengkap terkait pencegahan pernikahan dini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN TANAMAN KECUBUNG (DATURA METEL) SEBAGAI NARKOTIKA JENIS BARU Penelitian ini membahas mengenai Pencegahan Penyalahgunaan Tanaman Kecubung (Datura Metel) Sebagai Narkotika Jenis Baru bermaksud untuk menjawab dua rumusan masalah, yaitu Pertama, pengaturan terhadap penyalahgunaan narkotika jenis baru yang tidak masuk dalam lampiran Undang- Undang No. 35 Tahun 2009, Kedua pencegahan hukum terhadap penyalahgunaan tanaman kecubung yang tidak masuk dalam lampiran Undang-Undang No. 35 Tahun 2009. Skripsi ini merupakan penelitian normatif yang dilakukan dengan cara meneliti hukum dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder sebagai bahan dasar untuk diteliti yang dilakukan dengan cara mengadakan penelusuran terhadap peraturan-peraturan dan literatur-literatur yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Penelitian ini penulis menggunakan sumber bahan hukum primer dan sumber bahan hukum sekunder. Data sumber bahan hukum primer yaitu bahan hukum yang bersifat Autoritatif berupa peraturan perundang- undangan, dan bahan hukum sekunder yaitu bahan hukum yang tidak mengikat tetapi menjelaskan mengenai bahan hukum primer yang merupakan hasil olahan pendapat atau pikiran para pakar atau ahli yang mempelajari suatu bidang tertentu secara khusus yang Akan memberikan petunjuk kemana penelitian akan mengarah berupa literatur-literatur dari buku-buku, karya ilmiah yang membahas isu hukum serupa dan website serta situs-situs resmi lainnya. Penulis dapat menyimpulkan bahwa tanaman kecubung (Datura Metel) bukan termasuk dalam kategori narkotika yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 meskipun memiliki efek halusinasi, pusing yang berkepanjangan, bahkan muntah-muntah. Oleh karena itu bahaya dari efek tanaman tersebut memerlukan aturan yang mengatur larangan untuk mengkonsumsi tanaman tersebut atau larangan untuk tanaman tersebut tidak tumbuh bebas agar tidak disalahgunakan. Kedua, perlu adanya pencegahan hukum terhadap penyalahgunaan tanaman kecubung mengingat belum ada kejelasan dalam undang-undang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait bagaimana penegakan hukum terhadap Pelanggaran Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran pada gedung di Kota Tarakan. Penelitian ini berfokus pada gedung menurut, pertanyaan pertama bagaimana penegakan hukum pada Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 6 Tahun 2011 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran, kedua hambatan dalam pelaksanaan penegakan hukum pada Peraturan daerah Nomor 6 Tahun 2011 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran. Penelitian merupakan penelitian empiris yang dilakukan langsung di Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Tarakan. Hasil penelitian ini adalah penegakan hukum pidana pada Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 6 Tahun 2011 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran di Kota Tarakan adalah tidak efektif, karena banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh pemilik, pengelola atau penanggung jawab bangunan gedung di kenakan sanksi pidana kurungan atau denda sesuai dengan isi Peraturan Daerah tersebut, meski telah dijelaskan bahwa ketika terjadi pelanggaran dilakukan peneguran hingga diberi sanksi pidana kurungan tiga (3) bulan dan denda paling banyak Rp 50.000.000.00,- (lima puluh juta rupiah). Dan hambatan dalam pelaksanaan penegakan hukum pidana pada Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2011 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran adalah adanya aturan hukum yang kurang jelas, keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya koordinasi antar instansi terkait dan kurang kesadaran dan pemahaman hukum masyarakat tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran di Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan pencegahan dan peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh dan mengetahui dan menganalisis pengaturan pencegahan dan peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, bahan hukum akan dikumpulkan dan dianalisis menggunakan metode argumentasi kualitatif terhadap bahan – bahan hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau belum memiliki suatu kebijakan khusus mengatur tentang pencegahan dan peningkatan kualitas kawasan terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh. Berdasarkan peraturan perundang-undangan di bidang perumahan dan permukiman telah secara tegas memberikan kewenangan kepada daerah untuk membentuk Peraturan Daerah tentang perumahan dan kawasan permukiman kumuh. Pengaturan pencegahan dan peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau, melalui: (a) pencegahan terhadap tumbuh dan berkembangnya kawasan permukiman kumuh dilaksanakan melalui pengawasan dan pengendalian serta pemberdayaan masyarakat; (b) peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh, meliputi: penetapan lokasi, pola penanganan; dan (c) Peran serta masyarakat dalam peningkatan kualitas permukiman dilakukan pada tahap penetapan lokasi perumahan kumuh dan permukiman kumuh, perencanaan penanganan perumahan kumuh dan permukiman kumuh, penanganan perumahan kumuh dan permukiman kumuh, pengelolaan untuk mempertahankan dan menjaga kualitas perumahan dan permukiman secara berkelanjutan. Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau bersama – sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Malinau segera membentuk Peraturan Daerah tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas terhadap Kawasan Permukiman Kumuh sebagai dasar hukum pengaturan untuk mengantisipasi atau mencegah permukiman kumuh dan perumahan kumuh baru.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stunting merupakan kondisi status kurang gizi yang menjadi permasalahan kekurangan gizi dalam waktu lama terutama 1000 hari pertama kehidupan dapat menimbulkan kegagalan pertumbuhan. Adapun di Provinsi Kalimantan Utara, prevalensi balita stunting pada tahun 2018 sebesar 30,8%. khususnya kabupaten Bulungan pada tahun 2020 sebanyak 19,28% dan tahun 2022 18,9%. Upaya pencegahan stunting dapat dilakukan pada siklus daur hidup di tahap remaja, Melalui pendidikan kesehatan remaja akan mampu membentuk pemahaman yang baik terkait perilaku sadar gizi untuk pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan Pre Experimental Design dengan One Group Pre-Post Test Design. Sampel pada penelitian ini adalah siswa/I SMK Negeri 1 Tanjung Selor Kabupaten Bulungan yang berjumlah 31 Orang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Deskriptif. Berdasarkan intevensi yang telah diberikan sebelum dan sesudah didapatkan hasil rara-rata pengetahuan sebelum 60,97 dan sesudah 83,23 sedangkan rata-rata skor sikap sebelum 31,19 dan sesudah 39,03. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat efektivitas edukasi dengan media cetak booklet terhadap tingkat pengetahuan dan sikap siswa/siswi SMK Negeri 1 Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pilihan alternatif intervensi kesehatan untuk promotor kesehatan dalam menyampaikan informasi tentang pencegahan stunting sehingga dapat menekankan kejadian stunting.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stunting adalah permasalahan gagal tumbuh pada balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak memiliki ukuran tubuh terlalu pendek untuk usianya. Meningkatkan pengetahuan ibu dalam pencegahan stunting dapat menekan angka kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran pengetahuan ibu memiliki balita dalam pencegahan stunting di Desa Tideng Pale Induk, Kabupaten Tana Tidung. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan jumlah populasi sebanyak 60 ibu balita. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 60 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian kemudian dikelompokkan menjadi kelompok responden dengan pengetahuan baik, cukup, dan kurang. Hasil penelitian menujukkan bahwa 50% responden memiliki pengetahuan cukup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan ibu dalam pencegahan stunting di Desa Tideng Pale Induk, Kabupaten Tana Tidung masih dalam kategori cukup. Perlunya peningkatan peran puskesmas dalam melakukan edukasi secara konsisten untuk menunjang program pencegahan stunting.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular penyebab kematian terbanyak setelah COVID-19 dan Indonesia menempati peringkat ke-2 setelah India dengan kasus tuberkulosis tertinggi pada tahun 2021. Oleh karena itu diperlukan optimalisasi promosi dan pencegahan penyakit tuberkulosis agar terbentuk perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis yang baik di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan tindakan mencari pengobatan untuk kesembuhan terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini adalah 71 pasien tuberkulosis yang terkonfirmasi bakteriologis dan berumur ≥ 15 tahun di Puskesmas Pantai Amal, Sebengkok dan Gunung Lingkas. Analisis data menggunakan chi square dengan hasil hubungan pengetahuan terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis memperoleh p value 0,054, hubungan sikap terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis memperoleh p value 0,032, dan hubungan tindakan mencari pengobatan untuk kesembuhan terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis memperoleh p value 0,009. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tidak berhubungan signifikan terhadap perilaku pencegahan tuberkulosis, sedangkan sikap dan tindakan mencari pengobatan untuk kesembuhan berhubungan signifikan terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Terorisme di Indonesia kian marak terjadi. Sejak disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018, pemerintah khususnya Polri mempunyai paying hukum yang kuat dalam pencegahan terorisme. Terorisme masih menjadi masalah krusial yang dihadapi banyak negara di dunia termasuk Indonesia. Indeks Terorisme Global tahun 2020 menempatkan Indonesia sebagai negara paling terdampak terorisme dengan peringkat empat di Asia Pasifik dan peringkat ke-37 secara global (Institute of Economics and Peace [IEP], 2020). Aksi terorisme di Indonesia mulai mendapatkan sorotan ketika terjadi serangan Bom Bali I tahun 2002 yang menewaskan 202 orang. Serangan terorisme terus berlangsung sejak tragedi tersebut hingga saat ini dalam skala yang lebih kecil dengan pelaku perorangan maupun kelompok. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini yaitu, pertama, Bentuk pencegahan terorisme berdasarkan undang-undang nomor 5 tahun 2018. Dan permasalahan kedua adalah Pelaksanaan deradikalisasi untuk eks narapidana terorisme. Dalam penelitan ini tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan studi Kasus (case approach). Hasil penelitian menunjukkan pencegahan terorisme berdasarkan undang-undang nomor 5 tahun 2018 yang dilakukan yaitu deradikalisasi. Meskipun telah dilaksanakan sebelum UU No. 5 Tahun 2018 berlaku, program ini belum dapat dilakukan secara maksimal karena tidak ada payung hukum yang kuat dan Kementerian/Lembaga pelaksana belum dapat melakukan secara integratif dan koordinatif dalam penanggulangan terorisme. Oleh karena itu, BNPT dan Kementerian/Lembaga terkait harus menyusun grand strategy nasional deradikalisasi strategi dan target untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka Panjang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penyebaran virus Covid-19 yang sangat cepat ke berbagai belahan dunia, menyita perhatian pemerintah, pengusaha, pekerja, masyarakat dan terutama organisasi kesehatan dunia (WHO) dalam menghadapi tantangan memerangi pandemi Covid-19 di dunia. Di Indonesia sendiri, khususnya di Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara, terdapat 2448 kasus terinfeksi positif Covid-19 dengan jumlah populasi manusia terbanyak kedua yang terinfeksi positif Covid-19 di Kalimantan Utara (kaltaraprov.go.id, 2021). Sehingga dalam masa krisis ini, pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang pencegahan dan penanggulangan pandemi Covid-19, salah satunya penerapan protokol kesehatan dalam bidang konstruksi. Pada penelitian ini, proyek konstruksi yang menjadi objek penelitian, terletak di Tanjung Selor, pada proyek pembangunan gedung Sekretariat Provinsi Kalimantan Utara tahap VII. Berdasarkan uraian diatas maka pada penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai pelaksanaan protokol pencegahan penyebaran covid-19 pada proyek kosntruksi pembangunan gedung Sekretariat Provinsi Kalimantan Utara tahap VII, berdasarkan Instruksi Menteri PUPR Nomor: 02/IN/M/2020 Tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), dengan menggunakan Skala Guttman. Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan metode Guttman, maka di peroleh penerapan protokol pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada proyek konstruksi pembangunan gedung Sekretariat Provinsi Kalimantan Utara tahap VII sebesar 53,51%.