Abstrak
Transformasi digital telah mendorong perubahan fundamental dalam praktik akuntansi, khususnya terkait kebutuhan akan sistem pencatatan transaksi yang akurat, transparan, dan andal. Keterbatasan sistem akuntansi konvensional, seperti tingginya risiko manipulasi data dan kecurangan, mendorong perlunya adopsi teknologi inovatif. Teknologi blockchain menawarkan mekanisme pencatatan terdistribusi yang bersifat transparan, aman, dan tidak dapat diubah (immutable), sehingga berpotensi meningkatkan kualitas informasi akuntansi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan tantangan penerapan teknologi blockchain dalam siklus akuntansi dari perspektif behavioral accounting. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA, melalui proses identifikasi, seleksi, dan sintesis literatur secara sistematis. Sebanyak 28 artikel ilmiah yang relevan dianalisis untuk memperoleh pemahaman komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blockchain berpotensi meningkatkan akurasi pencatatan transaksi melalui pencatatan real-time, peningkatan transparansi, serta penerapan konsep triple-entry accounting, sekaligus memperkuat pencegahan kecurangan melalui peningkatan traceability dan pengendalian internal. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan signifikan, meliputi keterbatasan interoperabilitas sistem, ketidakpastian regulasi, isu keamanan data, serta faktor perilaku akuntan seperti resistensi terhadap perubahan dan rendahnya literasi teknologi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur akuntansi digital dengan menekankan pentingnya integrasi aspek teknologi dan perilaku dalam adopsi blockchain.