Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

25 hasil
Subjek: deskriptif
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Persepsi Siswa tentang Musik K-Pop dan Pengaruhnya terhadap Minat Belajar IPA di SMPN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Musik K-Pop banyak digemari siswa dan sering didengarkan sebagai motivasi dalam belajar, salah satunya pada pelajaran IPA. IPA menjadi salah satu mata pelajaran yang sulit dan cenderung menurunkan minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi siswa tentang musik K-Pop, mendeskripsikan minat belajar IPA, dan memahami bagaimana siswa memaknai pengaruh musik K-Pop terhadap minat belajar IPA di SMPN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan 13 siswa kelas VII dan VIII sebagai informan yang dipilih secara purposive sampling, serta satu guru IPA sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Data hasil wawancara diolah dengan bantuan Nvivo 15, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap musik K-Pop bervariasi; sebagian siswa menilai positif karena musik tersebut menarik dan energik, sementara sebagian lain kurang tertarik dan lebih menyukai musik Indonesia. Minat belajar IPA siswa secara umum cenderung positif tetapi bersifat situasional, dipengaruhi oleh materi pelajaran dan cara guru mengajar. Penggunaan musik K-Pop ketika belajar dimaknai secara berbeda oleh setiap siswa: sebagian merasa terbantu karena menambah semangat dan mengurangi kebosanan, sedangkan sebagian lain merasa terganggu konsentrasinya, terutama pada kegiatan yang membutuhkan fokus tinggi. Dengan demikian, pengaruh musik K-Pop terhadap minat belajar IPA bersifat kondisional dan bergantung pada preferensi serta kondisi belajar masing-masing siswa. Sebagai tindak lanjut, siswa disarankan menyesuaikan penggunaan musik dengan kondisi belajar, guru disarankan menerapkan pembelajaran yang lebih bervariasi, dan peneliti selanjutnya disarankan melibatkan informan yang lebih beragam serta membandingkan belajar dengan tanpa musik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Survei Tingkat Pemahaman Guru Sekolah Dasar Terhadap Deep Learning Di Kelurahan Mamburungan Timur, Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran deep learning sebagai pendekatan yang menekankan pembelajaran bermakna, mendalam, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman guru Sekolah Dasar terhadap konsep pembelajaran deep learning di Kelurahan Mamburungan Timur, Kota Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif survei. Populasi penelitian berjumlah 86 guru, dengan sampel 39 guru. Pengumpulan data menggunakan kuesioner berskala Likert empat poin yang terdiri atas 20 pernyataan. Instrumen mengukur lima indikator, yaitu pemahaman konsep dasar, tujuan, karakteristik, strategi dan pendekatan pembelajaran pendukung, serta penerapan deep learning dalam pembelajaran. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif meliputi frekuensi, persentase, rata-rata, skor minimum, skor maksimum, dan simpangan baku. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemahaman guru berada pada kategori tinggi, dengan rata-rata 62,49 dan simpangan baku 6,84. Sebanyak 20 guru (51,28%) berkategori tinggi, 11 guru (28,21%) sangat tinggi, dan 8 guru (20,51%) sedang. Pemahaman konsep dasar memperoleh rata-rata tertinggi, yaitu 13,05 atau 81,56% dengan kategori sangat tinggi, sedangkan penerapan dan evaluasi pembelajaran memperoleh rata-rata terendah, yaitu 11,70 atau 73,13%, namun berkategori tinggi. Dengan demikian, pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran deep learning tergolong baik, tetapi penguatan kompetensi pada aspek penerapan dan evaluasi masih diperlukan. Kata kunci: Deep learning, Pemahaman Guru, Guru Sekolah Dasar, Pembelajaran Mendalam, Survei Deskriptif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROFIL MINAT BELAJAR KELAS VII PADA MATA PELAJARAN IPA

2026•

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil minat belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 78 siswa dari populasi sebanyak 348 siswa. Data dikumpulkan melalui angket yang disusun menggunakan skala likert. Skala likert yang digunakan terdiri atas lima pilihan jawaban dari setiap butir pernyataan, yaitu Sangat Setuju, Setuju, Kurang Setuju, Tidak Setuju, Sangat Tidak Setuju. Instrumen penelitian mencakup empat indikator yaitu: (1) keinginan untuk belajar IPA, (2) rasa senang dalam belajar IPA, (3) keterlibatan emosi dalam belajar IPA, dan (4) kecenderungan aktivitas terkait dengan materi pelajaran IPA. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Hasil menunjukkan bahwa minat belajar siswa masuk dalam kategori cukup berminat (64,75%). Indikator keinginan untuk belajar IPA memperoleh persentase sebesar 66% (cukup berminat), indikator rasa senang dalam belajar IPA mencatat persentase terendah sebesar 59% (cukup berminat), sedangkan indikator keterlibatan emosi dalam belajar IPA dan kecenderungan aktivitas terkait dengan materi pelajaran IPA masing-masing mencapai 67% (cukup berminat).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Anggota Ekstrakurikuler Pramuka di SMPN 4 Tarakan.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis di kalangan siswa, yang terlihat dari ketergantungan pada guru, masalah dalam analisis, serta urangnya keberanian untuk mengajukan pendapat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis para siswa yang terlibat dalam ekstrakurikuler pramuka di SMPN 4 Tarakan. Metode yang dipakai adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari pembina pramuka dan siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler pramuka, yang dipilih dengan cara purposive sampling. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa tergolong baik dalam enam indikator, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Siswa menunjukkan kemampuan untuk memahami informasi melalui rangkuman dan pertanyaan, menganalisis masalah melalui diskusi, dan mengevaluasi informasi dengan cara melakukan verifikasi. Temuan baru menunjukkan bahwa kegiatan pramuka yang berfokus pada pengalaman nyata sangat efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa ekstrakurikuler pramuka dapat dijadikan pilihan strategi pendidikan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa secara kontekstual dan praktis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Profil kesadaran lingkungan siswa di SMP Negeri 14 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesadaran lingkungan siswa di SMP Negeri 14 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif untuk menggambarkan tingkat kesadaran lingkungan siswa. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMP Negeri 14 Tarakan. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik stratified random sampling yang melibatkan siswa kelas VII, VIII, dan IX. Setiap tingkat terdiri atas empat kelas dengan sepuluh siswa pada setiap kelas. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket yang mencakup tiga aspek kesadaran lingkungan, yaitu afektif, konatif, dan kognitif. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat kecenderungan persepsi siswa terhadap kesadaran lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum siswa SMP Negeri 14 Tarakan memiliki kesadaran lingkungan yang positif pada ketiga aspek tersebut. Pada kelas VII, sebagian besar siswa menunjukkan sikap positif meskipun masih terdapat beberapa siswa dengan sikap netral. Pada kelas VIII, sikap positif tetap mendominasi, namun ditemukan sedikit siswa dengan persepsi negatif pada aspek kognitif. Pada kelas IX, mayoritas siswa menunjukkan sikap positif, meskipun terdapat sebagian kecil siswa dengan sikap netral dan negatif. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa siswa SMP Negeri 14 Tarakan memiliki kesadaran lingkungan yang baik, namun masih diperlukan upaya pembinaan untuk meningkatkan pemahaman dan perilaku peduli lingkungan pada sebagian siswa. This study aims to analyze students' environmental awareness at SMP Negeri 14 Tarakan. The study employed a quantitative approach using a descriptive method to describe the level of students' environmental awareness. The research population consisted of all students of SMP Negeri 14 Tarakan. The sample was selected using a stratified random sampling technique involving students from grades VII, VIII, and IX. Each grade level consisted of four classes, with ten students selected from each class. Data were collected using a questionnaire covering three aspects of environmental awareness, namely affective, conative, and cognitive aspects. The data were analyzed descriptively to identify trends in students' perceptions of environmental awareness. The results showed that, in general, students of SMP Negeri 14 Tarakan demonstrated positive environmental awareness across all three aspects. In grade VII, most students exhibited positive attitudes, although several students still showed neutral attitudes. In grade VIII, positive attitudes continued to dominate; however, a small number of students demonstrated negative perceptions in the cognitive aspect. In grade IX, the majority of students showed positive attitudes, although a small proportion displayed neutral and negative attitudes. Overall, it can be concluded that students of SMP Negeri 14 Tarakan possess good environmental awareness. Nevertheless, further educational efforts are still required to improve environmental understanding and environmentally caring behavior among some students.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

An analysis of grammatical errors in descriptive text at tenth graders of SMKN 4 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS IN DESCRIPTIVE TEXT AT TENTH GRADERS OF SMKN 4 TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan tipe-tipe kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas sepuluh SMKN 4 Tarakan ketika menulis teks deskriptif. Kemudian penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh siswa. saat menuliskan teks deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 31 siswa. Dalam mengumpulkan data, peneliti meminta siswa untuk menulis teks deskriptif dengan topic yang telah diberikan sesuai dengan silabus atau alur tujuan pembelajarannya. Hasil menunjukkan bahwa terdapat total kesalahan yang ditemukan pada tulisan siswa yang di analisis dengan menggunakan correction symbol by Oshima and Hounge 2007:184. Ditemukan 26 kesalahan dalam punctuation, 8 kesalahan dalam missing word, 93 kesalahan pada capitalization, 9 kesalahan pada verb tense, 54 kesalahan pada spelling, 4 kesalahan pada singular/plural, 13 kesalahan pada unnecessary, 6 kesalahan pada wrong word , 2 kesalahan pada pronounce reference error, 2 kesalahan pada article, 1 kesalahan pada add a transition, 4 kesalahan pada start a new paraghraph. Sementara itu, berdasarkan hasil analisa ada 12 tipe kesalahan grammar yang dilakukan oleh siswa. Dimana kesalahan terbanyak yang dilakukan ketika menulis teks deskriptif tentang idola mereka adalah di bagian capitalization dengan jumlah 93 kesalahan dan ditunjukkan dengan presentase 41,89%. Kesimpulannya, kesalahan-kesalahan gramatika sering terjadi ketika siswa diminta untuk menulis sebuah teks atau kalimat. Hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman siswa mengenai grammar serta keterbatasan kosakata dan adanya pengaruh struktur bahasa dalam pembelajaran bahasa inggris.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Deskripsi Pembelajaran Muatan Lokal Budaya dan Bahasa Tidung di Kelas II-C SDN 047 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Muatan lokal adalah elemen pendidikan yang penting dalam kurikulum nasional untuk mencerminkan kearifan lokal dan mendukung pembelajaran kontekstual yang relevan dengan daerah setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran Muatan Lokal Budaya dan Bahasa Tidung di kelas II-C SDN 047 Tarakan. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif pendekatan penelitian kualitatif dengan subjek penelitian yaitu guru kelas II-C (Y), guru sejawat (M), siswa suku Tidung (MS) dan siswa suku non-Tidung (MA) dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi yang menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman dengan menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penaikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) Perencanaan pembelajaran, di kelas II-C telah menerapkan kurikulum merdeka namun guru masih menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) K13 karena belum ada silabus resmi dari dinas pendidikan Tarakan, keterbatasan kompetensi linguistik guru non-Tidung dalam mengajarkan muatan lokal budaya dan bahasa Tidung serta keterbatasan sumber belajar belajar yang hanya ada satu buku modul yang kurang sesuai dengan siswa kelas II-C. (2) Pelaksanaan pembelajaran, guru kelas II-C menggunakan metode pembelajaran yaitu ceramah, menirukan ucapan guru, nyanyian dan cerita rakyat tidung yang mendapatkan respon antusias dari siswa khususnya penggunaan metode bernyanyi dan cerita rakyat Tidung, namun pengelolaan kelas kurang efektif dengan siswa sering tidak fokus, sementara media pembelajaran sangat terbatas yaitu papan tulis dan satu buku modul. (3) Evaluasi pembelajaran, guru melakukan penilaian meliputi tes tulis dan lisan sederhana dengan program remedial berupa pengulangan tugas yang sama dengan tingkat keberhasilan pembelajaran kurang memuaskan dibuktikan dengan banyak siswa yang masih kesulitan karena belum lancar membaca. (4) Ketersediaan sarana dan prasarana di kelas II-C sangat terbatas dengan hanya memiliki satu buku modul yang kurang menarik, tidak ada alat peraga, kondisi ruang kelas yang becek ketika hujan yang berdampak signifikan pada efektivitas pembelajaran bahasa Tidung yang membutuhkan pendekatan visual dan manipulatif konkret.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Deskriptif Layanan Bimbingan Kelompok Di SMP Negeri 10 Kota Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Layanan bimbingan kelompok merupakan satu kegiatan layanan yang efektif dan paling banyak dilaksanakan disekolah. Bimbingan kelompok dapat diartikan sebagai bantuan terhadap individu yang dilaksanakan dalam situasi kelompok. Bimbingan kelompok dapat berupa penyampaian informasi ataupun aktivitas kelompok membahas masalah-masalah pendidikan baik dalam pribadi, sosial, belajar dan karir peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses layanan bimbingan kelompok yang di lakukan oleh guru bimbingan dan konseling di SMP Negeri 10 Kota Tarakan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Adapun informan utama dalam penelitian ini adalah satu orang guru bimbingan dan konseling, dan dua orang siswa. Teknik pengumpulan data melalui metode wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah dalam program pelaksanaan layanan bimbingan kelompok di SMP Negeri 10 Tarakan yang dimulai dari Tahap persiapan atau pendahuluan dimana meliputi pernyataan tujuan, penjelasan langkah-langkah, mengarahkan kegiatan, dan tahap peralihan (transisi). Tahap Inti meliputi kegiatan siswa dan kegiatan guru bimbingan dan konseling. Tahap ketiga adalah penutup. Tahap keempat Evaluasi meliputi evaluasi proses dan evaluasi hasil.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DI SMP NEGERI 11 TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembelajaran berbasis proyek merupakan pembelajaran kolaboratif yang mampu meningkatkan tanggung jawab dan kerjasama antar siswa. Pembelajaran proyek telah diterapkan di SMP N 11 dalam pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP N 11 Tarakan. Sampel diambil secara purposive, dengan jumlah 26 siswa. Instrument yang digunakan adalah angket respons siswa terhadap pembelajaran berbasis proyek. Data dianalisis secara deksriptif menggunakan persentase dan disesuaikan dengan interpretasi skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75,23% siswa memberi respons baik terhadap pembelajaran berbasis proyek. Hal tersebut dikarenakan bahwa siswa lebih mudah dalam memahami materi, dan siswa diberikan kebebasan dalam berkreativitas. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pembelajaran berbasis proyek mendapat respons baik dari siswa, sehingga dapat direkomendasikan dalam pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Deskripsi Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas I-B SD Negeri 006 Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Membaca permulaan merupakan membaca tahap awal yang diajarkan di sekolah dasar yaitu pada kelas I dan II, pada tahap ini siswa diajarkan agar dapat mengenal huruf, atau mampu mengingat dan melafalkan huruf, simbol, dan lambang-lambang bahasa, setelah itu siswa akan belajar merangkai huruf menjadi suku kata, kata, kemudian menjadi kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I-B SD Negeri 006 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dipilih berdasarkan kategori mandiri, berkembang dan perlu bimbingan. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan wawancara dengan hasil analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) subjek dengan kategori mandiri apabila mampu menyelesaikan seluruh tes kemampuan membaca permulaan dan hampir tidak melakukan kesalahan pada tes yang diujikan, pada kelas ini terdapat 3 siswa yang termasuk dalam kategori mandiri dengan presentase 11,5% dari 26 subjek (2) subjek dengan kategori berkembang mampu menyelesaikan seluruh tes kemampuan membaca permulaan namun masih terdapat beberapa kesalahan dalam tes yang diujikan, pada kelas ini terdapat 4 siswa yang termasuk dalam ketegori berkembang dengan presentase 15%, (3) subjek dengan kategori perlu bimbingan apabila tidak mampu menyelesaikan seluruh tes kemampuan membaca permulaan pada kelas ini terdapat 19 siswa yang termasuk dalam kategori perlu bimbingan dengan presentase 73%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS MASALAH MENULIS SISWA DALAM MENULIS PARAGRAF BAHASA INGGRIS DI KELAS VIII SMPN 5 TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan masalah siswa dalam menulis paragraf deskriptif dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dihadapi siswa kelas delapan dalam menulis paragraf. Dengan menggunakan desain penelitian metode campuran, penelitian ini mengintegrasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk mengumpulkan dan menganalisis data untuk menyampaikan hasil penelitian. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes menulis, kuesioner, dan wawancara. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas delapan SMPN 5 Tarakan dengan total 251 siswa dan sampel penelitian ini adalah 31 siswa yang diambil dari delapan kelas dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa para siswa menghadapi masalah dalam menulis di lima aspek utama: isi organisasi, kosakata, tata bahasa, dan mekanik. Tata bahasa muncul sebagai masalah yang paling menonjol, mempengaruhi 74,2% siswa, terutama karena kurangnya pemahaman tentang aturan tata bahasa dan kesulitan dalam memilih bentuk kata yang tepat. Kemudian, masalah mekanik dialami oleh 61,3% siswa, sementara masalah kosakata, organisasi, dan masalah yang berkaitan dengan konten masing- masing mempengaruhi 45,2%, 41,9%, dan 9,7% siswa. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap masalah-masalah ini terdiri dari kurangnya motivasi untuk belajar, waktu yang tidak mencukupi, kesempatan latihan yang terbatas, dan umpan balik yang tidak memadai dari guru.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS BIAYA PRODUKSI DAN TINGKAT KEUNTUNGAN PETANI SAYURAN SELAMA DAN SEBELUM PANDEMI COVID-19 DI KOTA TARAKAN

2023•

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya produksi penerimaan dan tingkat keuntungan petani sayuran sebelum dan selama pandemi Covid-19 di Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif. Penelitian ini di lakukan dalam rangka pengumpulan data dengan mengambil populasi dan sampel sebanyak 20 responden petani sayuran berdasarkan data yang penulis ambil di lapangan yaitu di Kelurahan Kampung Enam dan Kelurahan Karang Harapan. Teknik analisis yang digunakan adalah Deskriptif Statistik. Hasil penelitian ini yaitu terjadi perubahan biaya produksi petani sayuran di Kota Tarakan, Biaya produksi petani sayuran sebelum pandemi covid-19 dengan rata-rata Rp. 1.600.000 sedangkan biaya produksi selama pandemi covid-19 rata-rata Rp 975.000 terdapat penurunan sebesar Rp. 1.000.000, sedangkan penerimaan petani sayuran sebelum pandemi covid-19 nilai rata-rata Rp. 3.850.000 penerimaan petani sayuran selama pandemi covid-19 nilai rata-rata Rp. 2.000.000, ditinjau dari tingkat keuntungan petani sayuran sebelum pandemi covid-19 nilai rata-rata Rp. 2.250.000, sedangkan selama pandemi covid-19 nilai rata-rata Rp. 1.025.000. Namun jika berdasarkan rasio biaya produksi sebelum dan selama pandemi covid-19 serta penerimaan petani sayuran sebelum dan selama pandemi covid-19 bahwa tidak terdapat perubahan yang cukup berarti pada biaya produksi serta penerimaan petani sayuran sebelum dan selama pandemi covid-19 di Kota Tarakan. Biaya produksi dan penerimaan rata-rata sebelum pandemi covid-19 yaitu 41%, sedangkan biaya produksi dan penerimaaan rata-rata selama pandemi covid-19 adalan 49%, jadi biaya produksi dan penerimaan sebelum dan selama pandemi covid-19 penerimaan tingkat keuntungan sebesar 8%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Penerapan Budaya Perusahaan Pada PT. Citra Sawit Lestari

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan mengenai budaya perusahaan pada PT. Citra Sawit Lestari. Pertama, bagaimana pengetahuan karyawan terhadap budaya perusahaan, dan kedua bagaimana evaluasi tingkat penerapan budaya perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Analisis deskriptif kualitatif frekuensi, digunakan untuk mendeskripsikan jumlah karyawan yang mengetahui budaya perusahaan pada PT. Citra Sawit Lestari, (2) Metode skala likert digunakan untuk mengevaluasi tingkat penerapan budaya perusahaan pada PT. Citra Sawit Lestari. Hasil penelitian yang di dapatkan dalam penelitian ini (1) terdapat 35 orang karyawan mengetahui budaya perusahaan dan 15 orang tidak mengetahui budaya perusahaan. (2) Hasil penelitian mengenai penerapan budaya perusahaan pada PT. Citra Sawit Lestari dari masing-masing departemen, sudah tergolong dalam kriteria menerapkan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Lembaga Adat Dayak Dalam Usaha Tani Padi Lahan Kering di Desa Labuk Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan

2022•

Kelembagaan adat memiliki peran yang penting dalam keberasilan usaha tani ladang di desa labuk kecamatan sembakung kabupaten, nunukanlembaga adat membantu dalam proses mulai dari pembukaan lahan sampai panen padi ladang dengan beberapa ritul yang di yakini dapat menentukan keberasilan usaha tani ditinjau dalam aspek budaya. Penelitin ini bertujuan untuk : 1) mengetahui keberadaan dan eksitensi lembaga adat dalam usaha tani padi lahan kering di desa labuk kecamatan sembakung kabupaten nunukan, 2) mengetahui peran lembaga adat dalam usaha tani padi lahan kering, Metode penelitian menggunakan deskriptif. Analisi data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menyatakan bahwa keberadaan dan estitensi lembaga adat dalam usaha tani padi lahan kering masi sangat di butukan peran lembaga adat adalah menyelesaikan sengketa lahan petani, mengatur jadwal pembukaan lahan, mengatur jadwal penugalan padi, mengatur jadwal ritual penurunan air hujan, mengatur jadwal petani untuk pembersihan padi dan mengatur jadwal petani untuk melakukan pemanenan pada. Di harapkan kearifan lokal ini dapat terjaga dengan optimalisasi peran masyarakat dan stekeholderlainnya. Kata Kunci: Peran Lembaga Adat Dayak,Analisis Deskriptif, Usaha Tani Padilahan Kering.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI DESKRIPTIF KEDISIPLINAN SISWA DI MAN TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kedisiplinan siswa MAN Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa siswi Man Tarakan yang berjumlah 414 siswa. Dari populasi tersebut 15% dari populasi sehingga jumlah sampel yang digunakan 15% X 414 siswa = 62 siswa. Adapun teknik pengambilan sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala likert. Penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dengan menggunakan rumus standar deviasi dengan tujuan untuk mengetahui tinggi, sedang atau rendahnya nilai suatu objek dalam penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan IBM SPSS Statistic. Berdasarkan hasil analisis yang didapatkan dari skala yang telah diisi oleh siswa, maka dapat diketahui bahwa kedisiplinan siswa kategori sedang 32 siswa dengan presentase (50%), dan pada kategori tinggi 31 siswa dengan presentase (50%). Kategori tinggi ini menunjukkan bahwa siswa di MAN Tarakan telah melakukan atau memenuhi aturan-aturan yang berada disekolah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN SISWA KELAS IX MTS NEGERI TARAKAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN SISWA KELAS IX MTS NEGERI TARAKAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX sebanyak empat siswa yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, wawancara dokumentasi dan triangulasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dari empat subjek yang tergolong dalam kemampuan penalaran kategori tinggi dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel, kemampuan penalaran kategori sedang dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel, dan kemampuan penalaran kategori rendah dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel menunjukkan bahwa, subjek yang memiliki kemampuan penalaran kategori tinggi dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel mampu memenuhi keempat indikator penalaran yaitu melakukan manipulasi matematika, menyajikan pernyataan matematika secara lisan dan tertulis, menyusun dan memberi alasan terhadap kebenaran solusi serta menarik kesimpulan pernyataan secara logis. Kemudian subjek yang memiliki kemampuan penalaran kategori sedang dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel mampu memenuhi tiga indikator kemampuan penalaran, yaitu melakukan manipulasi matematika, menyajikan pernyataan matematika secara lisan dan tertulis serta menyusun dan memberi alasan terhadap kebenaran solusi. Sedangkan subjek yang memiliki kemampuan penalaran kategori rendah dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel mampu memenuhi satu indikator kemampuan penalaran, yaitu melakukan manipulasi matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

A Study of Online Teaching by Using English Song via Google Classroom at Seventh Grade Students of SMPN 12 Tarakan

2022•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana proses pembelajaran bahasa inggris khususnya dengan menggunakan media lagu bahasa inggris. Selain itu, penelitian ini juga melakukan penelitian terhadap siswa untuk memperoleh informasi tambahan terkait tentang pembelajaran kosa kata menggunakan lagu bahasa inggris. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penentuan sample dilakukan dengan teknik Purposive sampling. Peneliti mengambil 32 siswa dari kelas 7-6 di SMPN 12 Tarakan. Penelitian ini menggunakan dua instrumen, yaitu: observasi dan interview. Peneliti menggunakan analisis data terdiri dari tiga kegiatan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti melakukan penelitian dalam empat pertemuan. Setelah menganalisis data, ada empat poin kesimpulan. Pertama, proses mengajar dan belajar kosa kata melalui lagu. Kedua, siswa memperoleh beberapa kesulitan saat belajar bahasa inggris, yaitu: siswa kesulitan ketika mendengarkan lagu yang asing, siswa juga kesulitan cara mengucapkan kosa kata baru, siswa juga kurang paham dengan arti kosa kata baru. Ketiga, guru kesulitan untuk memonitoring siswa secara langsung, dikarenakan situasi pandemic. Dan keempat siswa dapat mengenal teknologi dengan menggunakan google classroom. Proses pembelajaran berlangsung melalui google classroom.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Keefektifan Penerapan Model Pembelajaran Word Square Pada Pembelajaran Di Sekolah Dasar

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keefektifan penerapan model pembelajaran word Square pada pembelajaran di sekolah dasar berdasarkan aspek-aspek yang telah ditentukan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus pada penelitian ini mengacu pada rumusan masalah pada penelitian ini dan dimensi penelitian pada penelitian ini yaitu, 1) mengetahui relevansi antara permasalahan dengan model pembelajaran word square berdasarkan hasil penelitian terdahulu; 2) mengetahui pencapaian hasil-hasil dalam penelitian yang telah dilakukan; 3) mengetahui kelebihan dan kekurangan dari hasil riset yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Hasil penelitian ini menunjukkan model pembelajaran word square dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan hasil analisis yang telah dilakukan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN SISTEM AGRIBISNIS PADA USAHATANI TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) DI KELURAHAN KAMPUNG 6 KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sistem agribisnis adalah semua aktivitas mulai dari pengadaan dan penyaluran sarana produksi sampai kepada pemasaran produk-produk yang di hasilkan oleh usaha tani dan agroindustri yang saling terkait satu sama lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem agribisnis dan Mendeskripsikan permasalahan sistem agribisnis pada usaha tani sawi di Kelurahan Kampung 6, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan. Metode penentuan sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah snowball sampling dan penentuan responden menggunakan metode key informan dari pihak kelompok tani yaitu: 14 orang perwakilan kelompok tani dan 2 orang penyuluh. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan hasil dari penelitian ini menunjukkan apa yang terjadi pada subsistem agribisnis dan permasalahan pada setiap subsistem agribisnis, seperti petani masih menggunakan sarana produksi tradisional, menggunakan bibit dengan kualitas baik serta terdapat permasalahan berupa sulitnya untuk mendapatkan pupuk kulit udang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Keefektifan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay Pada Pembelajaran di Sekolah Dasar

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay pada pembelajaran di sekolah dasar berdasarkan analisis dari hasil riset peneliti terdahulu. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus pada penelitian ini mengacu pada rumusan masalah pada penelitian ini dan dimensi penelitian pada penelitian ini yaitu, 1) mengetahui relevansi antara permasalahan dengan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay berdasarkan hasil penelitian terdahulu; 2) mengetahui pencapaian hasil-hasil dalam penelitian yang telah dilakukan; 3) mengetahui kelebihan dan kekurangan dari hasil riset yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Hasil penelitian ini menunjukkan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan hasil analisis yang telah dilakukan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail