2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilakukan karena pentingnya memiliki kejelasan tentang wewenang pemerintah daerah dalam mengakui tanah adat, sebagai bagian dari upaya mem berikan kepastian hukum dan perlindungan kepada masyarakat hukum adat. Secara konstitusional, masyarakat hukum adat dan hak tradisionalnya diakui, tetapi dalam penerapannya masih ada permasalahan terkait distribusi kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta batas-batas kewenangan pemerintah daerah dalam memberikan pengakuan terhadap tanah adat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dasar-dasar penyusunan, cakupan, bentuk kewenangan dan Mekanisme pemerintah daerah dalam mengakui tanah adat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan menerapkan pendekatan pe rundang-undangan, dan pendekatan konseptual. Bahan hukum didapat dengan cara mencari referensi di perpustakaan, lalu dianalisis secara kualitatif sesuai dengan norma, dasar, dan konsep hukum yang berkaitan. Penelitian menunjukkan bahwa dasar hukum pemerintah daerah dalam mengakui tanah adat berasal dari Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Undang-Undang Pokok Agraria, serta peraturan pelaksanaannya di bidang pertanahan Permen ATR/BPN No. 14 Tahun 2024. Kewenangan tersebut adalah kewenangan dalam hal penugasan yang dil aksanakan dalam rangka otonomi daerah dan tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Ruang lingkup wewenang pemerintah daerah mencakup identif ikasi, verifikasi, pembuatan aturan, pelayanan, dan kerja sama dalam urusan per tanahan, yang dilakukan melalui wewenang membuat aturan, urusan administrasi, dan pelayanan. Analisis menunjukkan bahwa kewenangan ini tidak bisa digunakan secara bebas karena dibatasi oleh peraturan perundang-undangan nasional serta pembagian kewenangan dengan pemerintah pusat, terutama dalam urusan admin istrasi pertanahan. Kesimpulannya, pemerintah daerah berada dalam posisi yang penting untuk mengakui dan melindungi tanah adat, tetapi keberhasilannya mem butuhkan keselarasan dalam aturan dan kerja sama antar lembaga. Dianjurkan kepada pemerintah pusat dan daerah agar lebih jelas dalam membagi kewenangan dan meningkatkan kerja sama antar instansi agar pengakuan terhadap tanah adat dapat memberikan perlindungan hukum yang lebih baik.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan karena pentingnya memiliki kejelasan tentang wewenang pemerintah daerah dalam mengakui tanah adat, sebagai bagian dari upaya mem berikan kepastian hukum dan perlindungan kepada masyarakat hukum adat. Secara konstitusional, masyarakat hukum adat dan hak tradisionalnya diakui, tetapi dalam penerapannya masih ada permasalahan terkait distribusi kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta batas-batas kewenangan pemerintah daerah dalam memberikan pengakuan terhadap tanah adat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dasar-dasar penyusunan, cakupan, bentuk kewenangan dan Mekanisme pemerintah daerah dalam mengakui tanah adat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan menerapkan pendekatan pe rundang-undangan, dan pendekatan konseptual. Bahan hukum didapat dengan cara mencari referensi di perpustakaan, lalu dianalisis secara kualitatif sesuai dengan norma, dasar, dan konsep hukum yang berkaitan. Penelitian menunjukkan bahwa dasar hukum pemerintah daerah dalam mengakui tanah adat berasal dari Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Undang-Undang Pokok Agraria, serta peraturan pelaksanaannya di bidang pertanahan Permen ATR/BPN No. 14 Tahun 2024. Kewenangan tersebut adalah kewenangan dalam hal penugasan yang dil aksanakan dalam rangka otonomi daerah dan tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Ruang lingkup wewenang pemerintah daerah mencakup identif ikasi, verifikasi, pembuatan aturan, pelayanan, dan kerja sama dalam urusan per tanahan, yang dilakukan melalui wewenang membuat aturan, urusan administrasi, dan pelayanan. Analisis menunjukkan bahwa kewenangan ini tidak bisa digunakan secara bebas karena dibatasi oleh peraturan perundang-undangan nasional serta pembagian kewenangan dengan pemerintah pusat, terutama dalam urusan admin istrasi pertanahan. Kesimpulannya, pemerintah daerah berada dalam posisi yang penting untuk mengakui dan melindungi tanah adat, tetapi keberhasilannya mem butuhkan keselarasan dalam aturan dan kerja sama antar lembaga. Dianjurkan kepada pemerintah pusat dan daerah agar lebih jelas dalam membagi kewenangan dan meningkatkan kerja sama antar instansi agar pengakuan terhadap tanah adat dapat memberikan perlindungan hukum yang lebih baik.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kunjungan dan kepuasan pasien, dengan kepercayaan pasien sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan variabel pada UPTD Puskesmas Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada pasien Puskesmas, kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui prosedur bootstrapping untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kunjungan pasien dan kepuasan pasien. Selain itu, kualitas pelayanan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan pasien. Kepercayaan pasien terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kunjungan dan kepuasan pasien. Pada pengujian mediasi, kepercayaan pasien terbukti mampu memediasi secara signifikan pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kunjungan pasien dan kepuasan pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan, Perlu diarahkan pada pembentukan kepercayaan pasien sebagai faktor kunci untuk meningkatkan tingkat kunjungan dan kepuasan pasien secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengelola Puskesmas untuk memperkuat mutu pelayanan, komunikasi interpersonal, serta kenyamanan layanan guna membangun kepercayaan dan meningkatkan kepuasan pasien.
2026 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kunjungan dan kepuasan pasien, dengan kepercayaan pasien sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan variabel pada UPTD Puskesmas Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada pasien Puskesmas, kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui prosedur bootstrapping untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kunjungan pasien dan kepuasan pasien. Selain itu, kualitas pelayanan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan pasien. Kepercayaan pasien terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kunjungan dan kepuasan pasien. Pada pengujian mediasi, kepercayaan pasien terbukti mampu memediasi secara signifikan pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kunjungan pasien dan kepuasan pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan, Perlu diarahkan pada pembentukan kepercayaan pasien sebagai faktor kunci untuk meningkatkan tingkat kunjungan dan kepuasan pasien secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengelola Puskesmas untuk memperkuat mutu pelayanan, komunikasi interpersonal, serta kenyamanan layanan guna membangun kepercayaan dan meningkatkan kepuasan pasien.
2026 · Book ·
Penelitian ini menunjukan kebijakan moneter di Indonesia perlu lebih difokuskan pada pengelolahan stabilitas nilai tukar dan pengendalian jumlah uang beredar guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga stabilitas inflasi dan sistem keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi, suku bunga, nilai tukar dan jumlah uang beredar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 2010-2024. Hasil penelitian dengan model regresi linier berganda di peroleh model persamaan Ý = 6,166-0,047Χ1+0,051Χ2+0,291Χ3+0,264Χ4. Hasil uji t secara parsial menunjukan bahwa inflasi (Χ1) dan suku bunga (Χ2) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan nilai tukar (Χ3) dan jumlah uang beredar (Χ4) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hasil uji F secara simultan menunjukan bahwa inflasi(Χ1), suku bunga(Χ2), nilai tukar(Χ3) dan jumlah uang beredar(Χ4) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi(Ý) di Indonesia nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,984 mengindikasikan bahwa variabel independen(Χ) memiliki hubungan yang sangat erat terhadap variabel dependen(Ý).
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini menunjukan kebijakan moneter di Indonesia perlu lebih difokuskan pada pengelolahan stabilitas nilai tukar dan pengendalian jumlah uang beredar guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga stabilitas inflasi dan sistem keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi, suku bunga, nilai tukar dan jumlah uang beredar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 2010-2024. Hasil penelitian dengan model regresi linier berganda di peroleh model persamaan Ý = 6,166-0,047Χ1+0,051Χ2+0,291Χ3+0,264Χ4. Hasil uji t secara parsial menunjukan bahwa inflasi (Χ1) dan suku bunga (Χ2) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan nilai tukar (Χ3) dan jumlah uang beredar (Χ4) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hasil uji F secara simultan menunjukan bahwa inflasi(Χ1), suku bunga(Χ2), nilai tukar(Χ3) dan jumlah uang beredar(Χ4) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi(Ý) di Indonesia nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,984 mengindikasikan bahwa variabel independen(Χ) memiliki hubungan yang sangat erat terhadap variabel dependen(Ý).
2025 · Book ·
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena anak putus sekolah yang masih menjadi permasalahan sosial di daerah pesisir. Di Kelurahan Selumit Pantai, fenomena anak putus sekolah masih tinggi yang disebabkan oleh faktor ekonomi, perundungan di sekolah, dan minimnya bimbingan dari orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam pengembangan karakter kemandirian anak putus sekolah di Kelurahan Selumit Pantai. Anak-anak yang berhenti sekolah cenderung memiliki keterbatasan dalam pengembangan karakter, khususnya dalam aspek kemandirian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari dua anak putus sekolah dan dua orang tua, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dan dokumentasi, serta observasi sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam pengembangan kemandirian anak meliputi tiga aspek utama: kemandirian emosional, kemandirian perilaku, dan kemandirian nilai. Meskipun terdapat usaha dari orang tua dalam memberikan dukungan emosional dan sosial, tingkat kemandirian anak masih terbatas, khususnya dalam hal pengambilan keputusan dan emosional. Faktor ekonomi dan tingkat pendidikan orang tua menjadi kendala utama. Maka, dapat disimpulkan bahwa keterlibatan aktif orang tua sangat penting dalam membentuk karakter mandiri anak putus sekolah. Sehingga perlu memberikan edukasi dan pelatihan kepada orang tua di daerah rawan putus sekolah. Program pemberdayaan keluarga, konseling keluarga, serta pelibatan komunitas perlu ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya kemandirian anak.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena anak putus sekolah yang masih menjadi permasalahan sosial di daerah pesisir. Di Kelurahan Selumit Pantai, fenomena anak putus sekolah masih tinggi yang disebabkan oleh faktor ekonomi, perundungan di sekolah, dan minimnya bimbingan dari orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam pengembangan karakter kemandirian anak putus sekolah di Kelurahan Selumit Pantai. Anak-anak yang berhenti sekolah cenderung memiliki keterbatasan dalam pengembangan karakter, khususnya dalam aspek kemandirian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari dua anak putus sekolah dan dua orang tua, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dan dokumentasi, serta observasi sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam pengembangan kemandirian anak meliputi tiga aspek utama: kemandirian emosional, kemandirian perilaku, dan kemandirian nilai. Meskipun terdapat usaha dari orang tua dalam memberikan dukungan emosional dan sosial, tingkat kemandirian anak masih terbatas, khususnya dalam hal pengambilan keputusan dan emosional. Faktor ekonomi dan tingkat pendidikan orang tua menjadi kendala utama. Maka, dapat disimpulkan bahwa keterlibatan aktif orang tua sangat penting dalam membentuk karakter mandiri anak putus sekolah. Sehingga perlu memberikan edukasi dan pelatihan kepada orang tua di daerah rawan putus sekolah. Program pemberdayaan keluarga, konseling keluarga, serta pelibatan komunitas perlu ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya kemandirian anak.
2025 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Investasi PMA, PMDN, Net Ekspor dan Tenaga Kerja Secara Parsial dan Simultan Terhadap PDRB Sektor Industri Pengolahan di Kalimantan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang bersumber dari DPMPTSP, Kementerian Ketenagakerjaan dan BPS dengan Jumlah sampel dalam penelitian ini diambil dari tahun 2017-2024 dengan menggunakan data sebanyak 40 data. Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dan diolah menggunakan Eviews 12, dimana data panel merupakan kombinasi antar data time series dan data cross section. Hasil Penelitian Secara Parsial Variabel PMA, Net Ekspor dan Tenaga Kerja tidak berpengaruh signifikan dan PMDN berpengaruh signifikan terhadap PDRB Sektor Industri Pengolahan di Kalimantan tahun 2017-2024. Sedangkan secara simultan menunjukkan Variabel PMA, PMDN, Net Ekspor dan Tenaga Kerja berpengaruh signifikan terhadap PDRB Sektor Industri Pengolahan di Kalimantan tahun 2017-2024.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Investasi PMA, PMDN, Net Ekspor dan Tenaga Kerja Secara Parsial dan Simultan Terhadap PDRB Sektor Industri Pengolahan di Kalimantan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang bersumber dari DPMPTSP, Kementerian Ketenagakerjaan dan BPS dengan Jumlah sampel dalam penelitian ini diambil dari tahun 2017-2024 dengan menggunakan data sebanyak 40 data. Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dan diolah menggunakan Eviews 12, dimana data panel merupakan kombinasi antar data time series dan data cross section. Hasil Penelitian Secara Parsial Variabel PMA, Net Ekspor dan Tenaga Kerja tidak berpengaruh signifikan dan PMDN berpengaruh signifikan terhadap PDRB Sektor Industri Pengolahan di Kalimantan tahun 2017-2024. Sedangkan secara simultan menunjukkan Variabel PMA, PMDN, Net Ekspor dan Tenaga Kerja berpengaruh signifikan terhadap PDRB Sektor Industri Pengolahan di Kalimantan tahun 2017-2024.
2024 · Book ·
Udang windu (P. monodon) merupakan komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi dan masih dibudidayakan hingga saat ini. Namun, produktivitas udang windu saat ini mengalami penurunan yang signifikan. penggunaan sistem bioflok yang mengandung populasi bakteri yang memainkan peranan penting dalam kegiatan budidaya baik untuk meningkatkan pertumbuhan dan juga menjaga kondisi kualitas air pemeliharaan. Kitosan berperan sebagai koagulan dan pengikat partikel, sehingga dapat membantu pembentukan flok-flok mikroba yang lebih stabil dan memperbaiki kualitas air dalam sistem bioflok. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efikasi sistem bioflok yang diperkaya dengan kitosan untuk meningkatan pertumbuhan udang windu (P. monodon). Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri 3 perlakuan dan 3 ulangan yaitu P1 kolam tanpa bioflok, P2 kolam bioflok tanpa kitosan, P3 kolam bioflok dengan penambahan kitosan 100 ppm. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 (kolam bioflok dengan penambahan kitosan 100 ppm) memberikan hasil terbaik dalam budidaya udang windu (P. monodon), dengan nilai ADG 0,00074 g/hari, SGR 14,25 %/hari, SR 68,33 %, FCR 1,14, ABW 0,299 g, panjang mutlak 2,04 cm dan Total Heterobakteri (THB) 1,53 x 106 CFU/mL yang paling optimal dibandingkan perlakuan lainnya.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Udang windu (P. monodon) merupakan komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi dan masih dibudidayakan hingga saat ini. Namun, produktivitas udang windu saat ini mengalami penurunan yang signifikan. penggunaan sistem bioflok yang mengandung populasi bakteri yang memainkan peranan penting dalam kegiatan budidaya baik untuk meningkatkan pertumbuhan dan juga menjaga kondisi kualitas air pemeliharaan. Kitosan berperan sebagai koagulan dan pengikat partikel, sehingga dapat membantu pembentukan flok-flok mikroba yang lebih stabil dan memperbaiki kualitas air dalam sistem bioflok. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efikasi sistem bioflok yang diperkaya dengan kitosan untuk meningkatan pertumbuhan udang windu (P. monodon). Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri 3 perlakuan dan 3 ulangan yaitu P1 kolam tanpa bioflok, P2 kolam bioflok tanpa kitosan, P3 kolam bioflok dengan penambahan kitosan 100 ppm. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 (kolam bioflok dengan penambahan kitosan 100 ppm) memberikan hasil terbaik dalam budidaya udang windu (P. monodon), dengan nilai ADG 0,00074 g/hari, SGR 14,25 %/hari, SR 68,33 %, FCR 1,14, ABW 0,299 g, panjang mutlak 2,04 cm dan Total Heterobakteri (THB) 1,53 x 106 CFU/mL yang paling optimal dibandingkan perlakuan lainnya.
2024 · Thesis ·
Asuhan kebidanan yang komprehensif (Continuity of Care/CoC) dapat mengoptimalkan deteksi resiko tinggi maternal dan neonatal. Kehamilan, persalinan, masa nifas, dan masa neonatal merupakan kondisi fisiologis yang dapat membahayakan nyawa ibu dan anak, bahkan dalam beberapa kasus dapat berujung pada kematian. Angka Kematian Ibu (AKI) di Kalimantan Utara pada tahun 2020 mencapai 18 kasus sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) tahun 2020 mencapai 129 kasus. Diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Tarakan, pada tahun 2020 AKI mencapai 42 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKB tahun 2020 mencapai 6 per 100.000 kelahiran hidup. Pengkajian dilakukan terhadap Ny. Y G4P3A0M1 yaitu melakukan kunjungan Antenatal Care sebanyak 6 kali hanya pada trimester III. Asuhan yang dilakukan pada persalinan yaitu tanggal 22 Januari 2024 pukul 11.19 WITA. Umur kehamilan 40 minggu 4 hari. Persalinan Ny. Y Dimana kala I berlangsung selama 1 jam 25 menit, kala II selama 37 menit, kala III selama 13 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Masa nifas pada Ny. Y berjalan dengan normal dilakukan pemeriksaan saat 2 jam postpartum. Observasi pada bayi baru lahir dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaaan antropometri. Bayi lahir spontan, jenis kelamin laki-laki, berat badan 3500 gram, panjang badan 50 cm, dan terdapat kelainan kongenital yaitu labioskizis.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Asuhan kebidanan yang komprehensif (Continuity of Care/CoC) dapat mengoptimalkan deteksi resiko tinggi maternal dan neonatal. Kehamilan, persalinan, masa nifas, dan masa neonatal merupakan kondisi fisiologis yang dapat membahayakan nyawa ibu dan anak, bahkan dalam beberapa kasus dapat berujung pada kematian. Angka Kematian Ibu (AKI) di Kalimantan Utara pada tahun 2020 mencapai 18 kasus sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) tahun 2020 mencapai 129 kasus. Diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Tarakan, pada tahun 2020 AKI mencapai 42 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKB tahun 2020 mencapai 6 per 100.000 kelahiran hidup. Pengkajian dilakukan terhadap Ny. Y G4P3A0M1 yaitu melakukan kunjungan Antenatal Care sebanyak 6 kali hanya pada trimester III. Asuhan yang dilakukan pada persalinan yaitu tanggal 22 Januari 2024 pukul 11.19 WITA. Umur kehamilan 40 minggu 4 hari. Persalinan Ny. Y Dimana kala I berlangsung selama 1 jam 25 menit, kala II selama 37 menit, kala III selama 13 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Masa nifas pada Ny. Y berjalan dengan normal dilakukan pemeriksaan saat 2 jam postpartum. Observasi pada bayi baru lahir dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaaan antropometri. Bayi lahir spontan, jenis kelamin laki-laki, berat badan 3500 gram, panjang badan 50 cm, dan terdapat kelainan kongenital yaitu labioskizis.
2024 · Book ·
Kota Tarakan mempunyai luas 657,33 km², 61,8% atau sekitar 406,53 km² berupa lautan sehingga potensi kelautan dan perikanan sangat menjanjikan untuk dikembangkan. Selain lautan, Tarakan memiliki potensi perikanan seperti tambak tradisional untuk kegiatan budidaya khususnya udang windu. Mineral merupakan komponen yang diperlukan oleh udang windu, meskipun hanya dalam jumlah kecil. Namun, informasi mengenai hubungan ketersediaan mineral dan kegiatan budidaya udang windu masing sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memonitor kualitas air yang tersedia pada tambak udang windu (Penaeus monodon). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juli, terdapat 2 lokasi yang berbeda yaitu di Kecamatan Tarakan barat dan Tarakan timur Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Dari penelitian ini telah didapatkan nilai ukur pada Nitrat, Nitrit, Amoniak, Fosfat dan Keasadahan yang dimana baik hasil dari tambak 1 maupun tambak 2 memenuhi baku mutu untuk kegiatan budidaya. Pada Tambak 1 diperoleh nilai Nitrat 0.1-0,4 mg/L, Nitrit 0-0,4 mg/L, Amoniak 0,1-0,4 mg/L, Fosfat 0-0,4 mg/L dan Kesadahan 0,17-0,41 mg/L. pada Tambak 2 diperoleh nilai Nitrat 0.1-0,3 mg/L, Nitrit 0-0,3 mg/L, Amoniak 0-0,3 mg/L, Fosfat 0-0,4 mg/L dan Kesadahan 0,25-0,30 mg/L. dimana nilai untuk kualitas air ini tidak berbahaya bagi tambak budidaya udang windu. Kisaran nilai kualitas air (suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut) pada semua tambak tergolong layak untuk budidaya udang windu. Kualitas air tambak tidak memberi pengaruh signifikan dalam budidaya. Hasil panen yang diperoleh di Tambak 1 sebesar 90 kg, sedangkan di Tambak 2 tidak dilakukan pemanenan.
2024 · Thesis ·
Kota Tarakan mempunyai luas 657,33 km², 61,8% atau sekitar 406,53 km² berupa lautan sehingga potensi kelautan dan perikanan sangat menjanjikan untuk dikembangkan. Selain lautan, Tarakan memiliki potensi perikanan seperti tambak tradisional untuk kegiatan budidaya khususnya udang windu. Mineral merupakan komponen yang diperlukan oleh udang windu, meskipun hanya dalam jumlah kecil. Namun, informasi mengenai hubungan ketersediaan mineral dan kegiatan budidaya udang windu masing sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memonitor kualitas air yang tersedia pada tambak udang windu (Penaeus monodon). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juli, terdapat 2 lokasi yang berbeda yaitu di Kecamatan Tarakan barat dan Tarakan timur Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Dari penelitian ini telah didapatkan nilai ukur pada Nitrat, Nitrit, Amoniak, Fosfat dan Keasadahan yang dimana baik hasil dari tambak 1 maupun tambak 2 memenuhi baku mutu untuk kegiatan budidaya. Pada Tambak 1 diperoleh nilai Nitrat 0.1-0,4 mg/L, Nitrit 0-0,4 mg/L, Amoniak 0,1-0,4 mg/L, Fosfat 0-0,4 mg/L dan Kesadahan 0,17-0,41 mg/L. pada Tambak 2 diperoleh nilai Nitrat 0.1-0,3 mg/L, Nitrit 0-0,3 mg/L, Amoniak 0-0,3 mg/L, Fosfat 0-0,4 mg/L dan Kesadahan 0,25-0,30 mg/L. dimana nilai untuk kualitas air ini tidak berbahaya bagi tambak budidaya udang windu. Kisaran nilai kualitas air (suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut) pada semua tambak tergolong layak untuk budidaya udang windu. Kualitas air tambak tidak memberi pengaruh signifikan dalam budidaya. Hasil panen yang diperoleh di Tambak 1 sebesar 90 kg, sedangkan di Tambak 2 tidak dilakukan pemanenan.
2024 · Book ·
Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan masalah siswa dalam menulis paragraf deskriptif dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dihadapi siswa kelas delapan dalam menulis paragraf. Dengan menggunakan desain penelitian metode campuran, penelitian ini mengintegrasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk mengumpulkan dan menganalisis data untuk menyampaikan hasil penelitian. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes menulis, kuesioner, dan wawancara. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas delapan SMPN 5 Tarakan dengan total 251 siswa dan sampel penelitian ini adalah 31 siswa yang diambil dari delapan kelas dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa para siswa menghadapi masalah dalam menulis di lima aspek utama: isi organisasi, kosakata, tata bahasa, dan mekanik. Tata bahasa muncul sebagai masalah yang paling menonjol, mempengaruhi 74,2% siswa, terutama karena kurangnya pemahaman tentang aturan tata bahasa dan kesulitan dalam memilih bentuk kata yang tepat. Kemudian, masalah mekanik dialami oleh 61,3% siswa, sementara masalah kosakata, organisasi, dan masalah yang berkaitan dengan konten masing- masing mempengaruhi 45,2%, 41,9%, dan 9,7% siswa. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap masalah-masalah ini terdiri dari kurangnya motivasi untuk belajar, waktu yang tidak mencukupi, kesempatan latihan yang terbatas, dan umpan balik yang tidak memadai dari guru.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan masalah siswa dalam menulis paragraf deskriptif dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dihadapi siswa kelas delapan dalam menulis paragraf. Dengan menggunakan desain penelitian metode campuran, penelitian ini mengintegrasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk mengumpulkan dan menganalisis data untuk menyampaikan hasil penelitian. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes menulis, kuesioner, dan wawancara. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas delapan SMPN 5 Tarakan dengan total 251 siswa dan sampel penelitian ini adalah 31 siswa yang diambil dari delapan kelas dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa para siswa menghadapi masalah dalam menulis di lima aspek utama: isi organisasi, kosakata, tata bahasa, dan mekanik. Tata bahasa muncul sebagai masalah yang paling menonjol, mempengaruhi 74,2% siswa, terutama karena kurangnya pemahaman tentang aturan tata bahasa dan kesulitan dalam memilih bentuk kata yang tepat. Kemudian, masalah mekanik dialami oleh 61,3% siswa, sementara masalah kosakata, organisasi, dan masalah yang berkaitan dengan konten masing- masing mempengaruhi 45,2%, 41,9%, dan 9,7% siswa. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap masalah-masalah ini terdiri dari kurangnya motivasi untuk belajar, waktu yang tidak mencukupi, kesempatan latihan yang terbatas, dan umpan balik yang tidak memadai dari guru.
2023 · Book ·
PENGARUH WAKTU TRANSPORTASI TERHADAP RIGOR MORTIS IKAN BANDENG (Chanos chanos) DI KOTA TARAKAN KALIMATAN UTARA Abstrak Ikan Bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu komoditas unggulan Di Kota Tarakan Kalimatan Utara, daging ikan bandeng (Chanos chanos) memiliki kandungan gizi tinggi dan memiliki protein lengkap yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk melihat mutu ikan bandeng (Chanos chanos) selama proses transportasi dengan fase pre rigor, rigor mortis, dan post rigor, menggunakan metode eksperimetal yang terdiri dari dua faktor utama, faktor pertama yaitu perlakuan perbandingan sterofom yang berisi es dan tidak mengunakan es 1:1, sedangkan faktor kedua yaitu waktu lama penyimpanan dari pasca panen hingga sampai ketujuan. Parameter uji meliputi organoleptik, pH, dan suhu pusat ikan. Nilai organoleptik dari pasca panen hingga sampai tujuan ikan masih dikatakan bermutu baik, ikan pre rigor memiliki kondisi sangat segar dengan nilai organoleptik 8-9, pada tahap rigor mortis ikan dalam kondisi segar dengan nilai organoleptik 6-8, sedangkan pada pH dari pasca panen hingga sampai tujuan juga masih baik karena tanda-tanda rigor mortis pada ikan antara lain derajat keasaman (pH) daging sekitar 6,0-6,2, dan suhu pusat pasca panen masih baik karena masih berkisar di angka 25,6 ᵒC-24,5 ᵒC untuk yang mengunakan es sementara yang tidak mengunakan es 24,5 ᵒC-25 ᵒC, akan tetapi sampai pada tujuan suhu pusat mengalami kenaikan dengan angka 5,1 ᵒC-5,9 ᵒC sehingga suhu pusat sudah mengalami kemunduran mutu karena batas suhu pusat di angka 4,4 ᵒC apabila sudah lewat bahan baku sudah mengalami penguraian.
2023 · Thesis ·
PENGARUH WAKTU TRANSPORTASI TERHADAP RIGOR MORTIS IKAN BANDENG (Chanos chanos) DI KOTA TARAKAN KALIMATAN UTARA Abstrak Ikan Bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu komoditas unggulan Di Kota Tarakan Kalimatan Utara, daging ikan bandeng (Chanos chanos) memiliki kandungan gizi tinggi dan memiliki protein lengkap yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk melihat mutu ikan bandeng (Chanos chanos) selama proses transportasi dengan fase pre rigor, rigor mortis, dan post rigor, menggunakan metode eksperimetal yang terdiri dari dua faktor utama, faktor pertama yaitu perlakuan perbandingan sterofom yang berisi es dan tidak mengunakan es 1:1, sedangkan faktor kedua yaitu waktu lama penyimpanan dari pasca panen hingga sampai ketujuan. Parameter uji meliputi organoleptik, pH, dan suhu pusat ikan. Nilai organoleptik dari pasca panen hingga sampai tujuan ikan masih dikatakan bermutu baik, ikan pre rigor memiliki kondisi sangat segar dengan nilai organoleptik 8-9, pada tahap rigor mortis ikan dalam kondisi segar dengan nilai organoleptik 6-8, sedangkan pada pH dari pasca panen hingga sampai tujuan juga masih baik karena tanda-tanda rigor mortis pada ikan antara lain derajat keasaman (pH) daging sekitar 6,0-6,2, dan suhu pusat pasca panen masih baik karena masih berkisar di angka 25,6 ᵒC-24,5 ᵒC untuk yang mengunakan es sementara yang tidak mengunakan es 24,5 ᵒC-25 ᵒC, akan tetapi sampai pada tujuan suhu pusat mengalami kenaikan dengan angka 5,1 ᵒC-5,9 ᵒC sehingga suhu pusat sudah mengalami kemunduran mutu karena batas suhu pusat di angka 4,4 ᵒC apabila sudah lewat bahan baku sudah mengalami penguraian.