ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Musik K-Pop banyak digemari siswa dan sering didengarkan sebagai motivasi dalam belajar, salah satunya pada pelajaran IPA. IPA menjadi salah satu mata pelajaran yang sulit dan cenderung menurunkan minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi siswa tentang musik K-Pop, mendeskripsikan minat belajar IPA, dan memahami bagaimana siswa memaknai pengaruh musik K-Pop terhadap minat belajar IPA di SMPN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan 13 siswa kelas VII dan VIII sebagai informan yang dipilih secara purposive sampling, serta satu guru IPA sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Data hasil wawancara diolah dengan bantuan Nvivo 15, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap musik K-Pop bervariasi; sebagian siswa menilai positif karena musik tersebut menarik dan energik, sementara sebagian lain kurang tertarik dan lebih menyukai musik Indonesia. Minat belajar IPA siswa secara umum cenderung positif tetapi bersifat situasional, dipengaruhi oleh materi pelajaran dan cara guru mengajar. Penggunaan musik K-Pop ketika belajar dimaknai secara berbeda oleh setiap siswa: sebagian merasa terbantu karena menambah semangat dan mengurangi kebosanan, sedangkan sebagian lain merasa terganggu konsentrasinya, terutama pada kegiatan yang membutuhkan fokus tinggi. Dengan demikian, pengaruh musik K-Pop terhadap minat belajar IPA bersifat kondisional dan bergantung pada preferensi serta kondisi belajar masing-masing siswa. Sebagai tindak lanjut, siswa disarankan menyesuaikan penggunaan musik dengan kondisi belajar, guru disarankan menerapkan pembelajaran yang lebih bervariasi, dan peneliti selanjutnya disarankan melibatkan informan yang lebih beragam serta membandingkan belajar dengan tanpa musik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal persamaan lingkaran berdasarkan tahapan analisis Newman (Newman Error Analysis). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang siswa kelas XI SMK Kesehatan Kaltara Tarakan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi soal tes materi persamaan lingkaran dan pedoman wawancara. Keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi metode, yaitu membandingkan hasil pekerjaan tes siswa dengan hasil wawancara. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang dilakukan siswa mencakup lima tahapan Newman, yaitu: (1) Kesalahan membaca (Reading Error), (2) Kesalahan memahami masalah (Comprehension Error), (3) Kesalahan transformasi (Transformation Error), (4) Kesalahan keterampilan proses (Process Skill Error), dan (5) Kesalahan penulisan jawaban akhir (Encoding Error) dari kelima kesalahan tersebut kesalahan yang paling dominan dilakukan siswa terjadi pada tahap memahami masalah (Comprehension Error) dan juga pada tahap penulisan jawaban akhir (Encoding Error. Kesalahan tersebut terjadi disebabkan oleh kurangnya pemahaman siswa tehadap langkah-langkah penyelesaiaan soal pemecahan masalah, kurangnya ketelitian siswa dalam mengerjakan soal dan juga faktor kebiasaan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan soal pemecahan masalah. Penyebab terjadinya kesalahan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi guru untuk rajin melatih siswa mengerjakan soal pemecahan masalah dan tidak lupa menjelaskan ke siswa apa saja langkah-langkah dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah matematis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis di kalangan siswa, yang terlihat dari ketergantungan pada guru, masalah dalam analisis, serta urangnya keberanian untuk mengajukan pendapat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis para siswa yang terlibat dalam ekstrakurikuler pramuka di SMPN 4 Tarakan. Metode yang dipakai adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari pembina pramuka dan siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler pramuka, yang dipilih dengan cara purposive sampling. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa tergolong baik dalam enam indikator, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Siswa menunjukkan kemampuan untuk memahami informasi melalui rangkuman dan pertanyaan, menganalisis masalah melalui diskusi, dan mengevaluasi informasi dengan cara melakukan verifikasi. Temuan baru menunjukkan bahwa kegiatan pramuka yang berfokus pada pengalaman nyata sangat efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa ekstrakurikuler pramuka dapat dijadikan pilihan strategi pendidikan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa secara kontekstual dan praktis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, dengan prevalensi tinggi di wilayah pesisir, termasuk area kerja Puskesmas Karang Rejo, Kota Tarakan. Hipertensi menurunkan kualitas hidup karena menimbulkan gejala fisik, kecemasan, keterbatasan beraktivitas, dan kesulitan mengelola diet serta pengobatan. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengeksplorasi kualitas hidup pasien hipertensi dewasa yang tinggal di wilayah pesisir. Metode pengambilan data menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan wawancara semi-terstruktur pada 12 partisipan usia >18 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema utama yang merefleksikan penurunan kualitas hidup: (1) Beban Gejala pada Daily Life, (2) Kekhawatiran dalam Ketidakpastian Hipertensi, (3) Keterbatasan dalam Keseharian, (4) Kontrol Diet dan Kompromi Diet, (5) Hidup dengan Keterikatan dan Kelalaian Terhadap Obat, serta (6) Kekuatan Dukungan bagi Penderita Hipertensi. Disimpulkan bahwa pasien hipertensi di wilayah pesisir mengalami penurunan kualitas hidup yang dipengaruhi oleh gejala fisik dan kecemasan terkait penyakit, serta tantangan dalam mengelola pola makan dan kepatuhan obat. Meskipun ada tantangan dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan mengelola pola makan serta obat, dukungan dari keluarga sangat membantu pasien mengatasi dan menyesuaikan diri dengan kondisi penyakitnya. Peneliti mengharapkan agar penelitian selanjutnya dapat mengembangkan studi ini dengan memperhatikan keterbatasan yang ada, sehingga penelitian ini mampu berkembang lebih lanjut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan komunikasi matematis merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki siswa karena berperan dalam mengungkapkan gagasan matematisnya khususnya ketika berhadapan dengan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan Matematika. Kemampuan komunikasi matematis ini meliputi kemampuan untuk menyatakan benda nyata dalam kehidupan sehari-hari kedalam objek-objek Matematika, menjelaskan ide dan relasi Matematika dalam bentuk lisan maupun tulisan sehingga dapat menyusun model Matematika dan menyelesaikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa SMA Negeri 4 Tarakan bedasarkan perbedaan jenis kelamin dengan menggunakan indikator yaitu written text, mathematical expression dan drawing. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus dan melibatkan 2 partisipan laki-laki dan 2 partisipan perempuan. Partisipan tersebut dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis partisipan pertama laki-laki memenuhi indikator mathematical expression/ekspresi Matematika dan drawing/menggambar. Sedangkan pada partisipan laki-laki yang kedua hanya memenuhi indikator written text/menulis. Sementara itu, kemampuan komunikasi matematis pada satu orang partisipan perempuan memenuhi semua indikator. Akan tetapi, satu orang lagi pada partisipan perempuan memenuhi indikator written text/menulis dan mathematical expression/ekspresi Matematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan Penanaman Budaya Sopan Santun Di Kelas 1-B SDN 015 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan jenis kualitatif deskriptif yang di laksanakan di SDN 015 Tarakan pada Semester Genap tahun ajaran 202.3/2024. Penelitian ini difokuskan pada peran guru dalam menanamkan budaya sopan santun sumber data dalam penelitian ini mencakup data primer dan data sekunder dengan informan guru, kepala sekolah, dan data sekunder yaitu siswa kelas 1-8. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa lembar wawancara, observasi dan dokumentasi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru sebagai pendidik, pengarah, dan evaluator sudah berjalan sangat baik dalam menjalani perannya tersebut di lihat dari hasil wawancara dan observasi yang telah di lakukan kepada guru, kepala sekolah, dan siswa. Fokus utama penelitian ini: (1)Guru sebagai pendidik sudah melakukan perannya seperti mendidik dengan menggunakan metode yel-yel serta memberikan contoh kepada siswanya melalui perilaku sehari-hari. (2)Guru sebagai pengarah sudah melakukan perannya seperti mengarahkan siswa dengan memberikan nasehat o agar berbuat hal yang baik terutama dalam bersikap, guru tidak langsung memarahi anak di depan banyak orang, namun memanggil anak yang bersangkutan untuk memberi pengarahan secara 4 mata. (3)Guru sebagai evaluator sudah melakukan perannya dengan cara mengevaluasi siswanya dan juga memberikan penilaian yang sesuai dengan hasil observaxinya dan ditulis di rapot. Dan faktor haambatan yang guru dapatkan dalam menanamkan budaya sopan santun di kelas 1-B dimana faktor hambatan terdiri dari lingkungan keluarga yang broken home dan lingkungan masyarakat yang berbeda. Kata kunci: Peran guru, Sopan santun, kualitatif, sekolah dasar Abstrak This research was conducted to describe the cultivation of politeness in class 1-B of SDN 015 Tarakan. This type of research uses qualitative research, carried out at SDN 015 Tarakan in the Even Semester of the 2023/2024 academic year. This research focused on the teacher's role in instilling courtesy. The data sources in this research included primary data and secondary data from teacher informants and school principals, as well as secondary data from class 1-B students. The data collection techniques were interview sheets, observation, and nterview documentation. The results of this research demonstrated that teachers as educators, directors, and evaluators have performed very well in carrying out their roles, as seen from the interviews and observations that have been carried out on teachers, principle, and students where the teacher has carried out his role as an educator, such as educating using the shouting method and illustrating to his students. As a director, the teacher has carried out his role, such as directing students by advising them to do good things, especially in behavior. An evaluator is a teacher who has carried out his role by evaluating his students, providing assessments based on the results of his evaluation, and writing them in the report card. Moreover, the obstacle factors that teachers encounter in instilling courtesy in classes 1-B, where the obstacle factors consist of different family backgrounds and community environments. Keywords: Teacher's role, politeness, qualitative, elementary school
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas proses implementasi, Akuntabilitan dan Transparansi pengelolaan Dana BOS pada sekolah yang diteliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, pengambilan informan dilakukan dengan cara purposive sampling. Informan yang digunakan sebanyak 12 informan yang terdiri dari Kepala Sekolah, Bendahara, Komite sekolah, dan Perwakilan Guru dari 3 sekolah yang dipilih yang kemudian diuji dengan menggunakan metode triangulasi sumber dan triangulasi peneliti. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa proses implementasi, akuntabilitas, dan transparansi disetiap sekolah telah dijalankan secara efektif namun masih terdapat beberapa kendala yang menyebabkan keterlambatan pelaporan realisasi penggunaan Dana BOS dan berdampak pada keterlambatan pencairan Dana BOS.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca pemahaman yang ada pada siswa kelas 5B SDN 043 Tarakan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis hasil tes. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswa kelas 5B SDN 043 Tarakan yang memiliki tingkat kesulitan membaca pemahaman yang bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa-siswa memiliki kesulitan yang berbeda dalam memahami teks yang mereka baca, seperti kesulitan dalam memahami kosakata, menarik. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pendekatan pembelajaran yang beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan serta tingkat kesulitan membaca pemahaman masing-masing siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Membaca permulaan merupakan membaca tahap awal yang diajarkan di sekolah dasar yaitu pada kelas I dan II, pada tahap ini siswa diajarkan agar dapat mengenal huruf, atau mampu mengingat dan melafalkan huruf, simbol, dan lambang-lambang bahasa, setelah itu siswa akan belajar merangkai huruf menjadi suku kata, kata, kemudian menjadi kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I-B SD Negeri 006 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dipilih berdasarkan kategori mandiri, berkembang dan perlu bimbingan. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan wawancara dengan hasil analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) subjek dengan kategori mandiri apabila mampu menyelesaikan seluruh tes kemampuan membaca permulaan dan hampir tidak melakukan kesalahan pada tes yang diujikan, pada kelas ini terdapat 3 siswa yang termasuk dalam kategori mandiri dengan presentase 11,5% dari 26 subjek (2) subjek dengan kategori berkembang mampu menyelesaikan seluruh tes kemampuan membaca permulaan namun masih terdapat beberapa kesalahan dalam tes yang diujikan, pada kelas ini terdapat 4 siswa yang termasuk dalam ketegori berkembang dengan presentase 15%, (3) subjek dengan kategori perlu bimbingan apabila tidak mampu menyelesaikan seluruh tes kemampuan membaca permulaan pada kelas ini terdapat 19 siswa yang termasuk dalam kategori perlu bimbingan dengan presentase 73%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembelajaran literasi sains sangat penting bagi peserta didik untuk dapat mengaplikasikan sains dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini penting untuk dilakukan mengingat pentingnya peran guru dalam meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran berbasis literasi sains yang dilakukan oleh guru SMA Negeri di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian yaitu tujuh guru Biologi SMA Negeri di Kota Tarakan dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh berdasarkan hasil angket dan wawancara. Hasil penelitian pada aspek pengetahuan ilmiah menunjukkan bahwa semua guru dapat membedakan istilah dalam pembelajaran literasi sains dan pada aspek keterampilan proses intelektual dalam indikator menghasilkan prinsip melalui induksi menunjukkan semua guru dapat menjelaskan fenomena hasil pengamatan, dalam indikator mengidentifikasi dan mengontrol variabel menunjukkan bahwa dua orang guru mengalami kendala dalam mengidentifikasi dan mengontrol variabel dan lima guru lainnya dapat mengidentifikasi dan mengontrol variabel, dalam indikator mengkontruksi grafik dan menemukan hubungan menunjukkan bahwa semua dapat mentransformasikan data ke dalam bentuk tabel/grafik, dalam indikator mendesain dan memimpin investigasi menunjukan bahwa tiga orang guru tidak mendesain sendiri, tiga guru lainnya mendesain sendiri dan satu guru lainnya kadang mendesain sendiri dan kadang tidak mendesain sendiri langkah-langkah praktikum, pada indikator menggunakan teknologi dan kepastian dalam investigasi menunjukkan bahwa satu orang guru tidak memanfaatkan peralatan laboratorium dan teknologi dan enam guru lainnya memanfaatkan peralatan dan teknologi dalam melakukan pengamatan serta dalam indikator penarikan kesimpulan dari fakta-fakta menunjukkan bahwa semua guru membuat kesimpulan berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh dari hasil pengamatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan mengenai budaya perusahaan pada PT. Citra Sawit Lestari. Pertama, bagaimana pengetahuan karyawan terhadap budaya perusahaan, dan kedua bagaimana evaluasi tingkat penerapan budaya perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Analisis deskriptif kualitatif frekuensi, digunakan untuk mendeskripsikan jumlah karyawan yang mengetahui budaya perusahaan pada PT. Citra Sawit Lestari, (2) Metode skala likert digunakan untuk mengevaluasi tingkat penerapan budaya perusahaan pada PT. Citra Sawit Lestari. Hasil penelitian yang di dapatkan dalam penelitian ini (1) terdapat 35 orang karyawan mengetahui budaya perusahaan dan 15 orang tidak mengetahui budaya perusahaan. (2) Hasil penelitian mengenai penerapan budaya perusahaan pada PT. Citra Sawit Lestari dari masing-masing departemen, sudah tergolong dalam kriteria menerapkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN SISWA KELAS IX MTS NEGERI TARAKAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX sebanyak empat siswa yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, wawancara dokumentasi dan triangulasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dari empat subjek yang tergolong dalam kemampuan penalaran kategori tinggi dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel, kemampuan penalaran kategori sedang dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel, dan kemampuan penalaran kategori rendah dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel menunjukkan bahwa, subjek yang memiliki kemampuan penalaran kategori tinggi dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel mampu memenuhi keempat indikator penalaran yaitu melakukan manipulasi matematika, menyajikan pernyataan matematika secara lisan dan tertulis, menyusun dan memberi alasan terhadap kebenaran solusi serta menarik kesimpulan pernyataan secara logis. Kemudian subjek yang memiliki kemampuan penalaran kategori sedang dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel mampu memenuhi tiga indikator kemampuan penalaran, yaitu melakukan manipulasi matematika, menyajikan pernyataan matematika secara lisan dan tertulis serta menyusun dan memberi alasan terhadap kebenaran solusi. Sedangkan subjek yang memiliki kemampuan penalaran kategori rendah dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel mampu memenuhi satu indikator kemampuan penalaran, yaitu melakukan manipulasi matematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana proses pembelajaran bahasa inggris khususnya dengan menggunakan media lagu bahasa inggris. Selain itu, penelitian ini juga melakukan penelitian terhadap siswa untuk memperoleh informasi tambahan terkait tentang pembelajaran kosa kata menggunakan lagu bahasa inggris. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penentuan sample dilakukan dengan teknik Purposive sampling. Peneliti mengambil 32 siswa dari kelas 7-6 di SMPN 12 Tarakan. Penelitian ini menggunakan dua instrumen, yaitu: observasi dan interview. Peneliti menggunakan analisis data terdiri dari tiga kegiatan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti melakukan penelitian dalam empat pertemuan. Setelah menganalisis data, ada empat poin kesimpulan. Pertama, proses mengajar dan belajar kosa kata melalui lagu. Kedua, siswa memperoleh beberapa kesulitan saat belajar bahasa inggris, yaitu: siswa kesulitan ketika mendengarkan lagu yang asing, siswa juga kesulitan cara mengucapkan kosa kata baru, siswa juga kurang paham dengan arti kosa kata baru. Ketiga, guru kesulitan untuk memonitoring siswa secara langsung, dikarenakan situasi pandemic. Dan keempat siswa dapat mengenal teknologi dengan menggunakan google classroom. Proses pembelajaran berlangsung melalui google classroom.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis matematis siswa bagi yang tergolong belajar tinggi dan mengetahui tahap – tahap dalam kempuan berpikir kritis tingkat tinggi siswa dikelas XI di SMA Negeri 3 Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2021 yang bertempat di SMA Negeri 3 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI MIA 3 sebanyak lima orang yang dipilih dengan purposive sampling. Peneliti mendapatkan lima siswa dengan kemampuan berpikir kritis matematis yang bagus. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara pada subjek dan informan, analisis dokumentasi dengan melihat buku catatan dan observasi kelas. Data yang diperoleh ditulis dalam catatan lapangan lalu dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Peneliti mengecek keabsahan data dengan triangulasi sumber yaitu guru dan 5 subjek siswa; triangulasi waktu dengan melakukan dua kali wawancara; triangulasi teknik melalui wawancara, analisis dokumentasi dan observasi; melakukan member check; menuliskan secara rinci hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, maka kelima subjek yaitu SY,F,C,I dan K mendeskripsikan tahapan kemampuan berpikir kritis matematis tinggi siswa pada indikator menyatakan hasil dengan cara tidak mudah menyerah dalam berusaha mencari jawaban dari soal matematika, indikator menyatakan penjelasan dengan cara 1) mampu menganalisis suatu masalah atau argument orang lain 2) mampu berkomunikasi dengan baik 3) mampu mencari tahu kebenaran dengan meneliti informasi 4) mampu menerima pendapat orang lain 5) mampu memecahkan masalah dan memberikan solusi 6) memiliki keingintahuan yang tinggi 7) tidak mudah percaya akan informasi dan 8) senang bertanya dan bisa menjawab pertanyaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini di lakukan untuk mendeskripsikan Penanaman Karakter sopan santun di SDS Muhammadiyah III Al-Hilal Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang di laksanakan di SDS Muhammadiyah III Al-Hilal Tarakan pada Semester Genap tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini di fokuskan pada peran guru dalam menanamkan karakter sopan santun Sumber data dalam penelitian ini mencakup data primer dan data sekunder dengan informan guru kelas dua, enam, Kepala sekolah, satu siswa kelas dua dan satu siswa kelas enam. Teknik pengumpulan data yang di gunakan berupa Lembar Wawancara, Observasi dan dokumentasi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru sebagai motivator, pengarah, fasilitator, dan evaluator sudah berjalan sangat baik dalam melakuka perannya tersebut di lihat dari hasil wawancara yang telah di lakukan kepada guru, kepala sekolah, dan siswa dimana guru sebagai motivator selalu memberikan motivasi, nasihat kepada siswanya. Selanjutnya sebagai pengarah guru selalu mengarahkan siswanya agar berbuat hal yang baik terutama sikapnya. Selain itu peran guru sebagai fasilitator memberikan fasilitats seperti cara belajar yang baik dan juga mudah untuk siswa pahami. Adapun peran guru sebagai evaluator sudah berusaha dengan baik berperan untuk selalu mengevaluasi siswanya dan juga memberikan penilaian yang sesuai dengan hasil evaluasinya. The purpose of this study was to describe how politeness character developed at SDS Muhamadiyah III Al-Hilal Tarakan. This type of research used qualitative data collection at SDS Muhammadiyah III Al-Hilal Trakan during the even semester of the 2020/2021 academic year. The topic of this study was the role of the teacher in teaching politeness characters. The data sources in this study were primary and secondary data from second and sixth grade teachers informants, the principal, one second grade student, and one sixth grade student. Interview sheets, observations, and documentation were employed as data collection strategies. The result of this study showed that teachers as motivators, directors, facilitators, and evaluators had done an excellent job in carrying out their roles, as seen by the result of interviews conducted with teachers, principals, and students, where teachers as a motivator always gave motivation and advice to his students, where teachers as a motivator always gave motivation and advice to his students. Furthermore, the teacher, as a director, consistenly encouraged his students to achieve positive things, particularly in his attitude.besides, the teacher’s role as a facilitator gave benefits such as a nice learning environment that was also simple to comprehend for students. The teachers role as an evaluator had attempted to play a part in constantly reviewing his students and offering an assessment that was consistent with the outcomes of his evaluation.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keefektifan penerapan model pembelajaran word Square pada pembelajaran di sekolah dasar berdasarkan aspek-aspek yang telah ditentukan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus pada penelitian ini mengacu pada rumusan masalah pada penelitian ini dan dimensi penelitian pada penelitian ini yaitu, 1) mengetahui relevansi antara permasalahan dengan model pembelajaran word square berdasarkan hasil penelitian terdahulu; 2) mengetahui pencapaian hasil-hasil dalam penelitian yang telah dilakukan; 3) mengetahui kelebihan dan kekurangan dari hasil riset yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Hasil penelitian ini menunjukkan model pembelajaran word square dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan hasil analisis yang telah dilakukan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem agribisnis adalah semua aktivitas mulai dari pengadaan dan penyaluran sarana produksi sampai kepada pemasaran produk-produk yang di hasilkan oleh usaha tani dan agroindustri yang saling terkait satu sama lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem agribisnis dan Mendeskripsikan permasalahan sistem agribisnis pada usaha tani sawi di Kelurahan Kampung 6, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan. Metode penentuan sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah snowball sampling dan penentuan responden menggunakan metode key informan dari pihak kelompok tani yaitu: 14 orang perwakilan kelompok tani dan 2 orang penyuluh. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan hasil dari penelitian ini menunjukkan apa yang terjadi pada subsistem agribisnis dan permasalahan pada setiap subsistem agribisnis, seperti petani masih menggunakan sarana produksi tradisional, menggunakan bibit dengan kualitas baik serta terdapat permasalahan berupa sulitnya untuk mendapatkan pupuk kulit udang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay pada pembelajaran di sekolah dasar berdasarkan analisis dari hasil riset peneliti terdahulu. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus pada penelitian ini mengacu pada rumusan masalah pada penelitian ini dan dimensi penelitian pada penelitian ini yaitu, 1) mengetahui relevansi antara permasalahan dengan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay berdasarkan hasil penelitian terdahulu; 2) mengetahui pencapaian hasil-hasil dalam penelitian yang telah dilakukan; 3) mengetahui kelebihan dan kekurangan dari hasil riset yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Hasil penelitian ini menunjukkan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan hasil analisis yang telah dilakukan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KAJIAN PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) KAMPUNG SALAK MELALUI CSR ( Corporate Social Responsibilty) PT. MEDCO E&P DI KOTA TARAKAN Abstrak Penelitian ini bermaksud menjawab tiga pertanyaan terkait dengan pemberdayaan kelompok wanita tani kampung salak melalui peran CSR ( Corporate Social Responsibilty) PT. MEDCO E&P di Kota Tarakan. Pertama bagaimana peran CSR dalam pemberdayaan kelompok wanita tani (KWT) kampung salak? kedua, bagaimana tingkat keberdayaan kelompok wanita tani (KWT) kampung salak? ketiga, merumuskan strategi pemberdayaan kelompok wanita tani (KWT) melalui CSR (Corporate Social Responbility)?. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 10 orang dari kelompok wanita tani di kampung salak berdasarkan informasi yang diperoleh dari PT.MEDCO E&P. Adapun analisis data yang digunakan analisis data deskriptif kualitatif dengan proses pengumpulan data dengan alur 1. Reduksi data, 2. Penyajian data, 3. Penyimpulan dan verifikasi, 4. Kesimpulan akhir. Hasil penelitian peran CSR dalam pemberdayaan kelompok wanita tani (a) CSR sebagai motivator diperoleh skor rata-rata 2.75 dengan kriteria baik, (b) CSR sebagai edukator diperoleh skor rata-rata 3 dengan kriteria baik, (c) CSR sebagai fasilitator diperoleh skor rata-rata 2.8 dengan kriteria baik. Tingkat keberdayaan kelompok wanita tani (a) partisipasi diperoleh skor rata-rata 2.8 dengan kriteria baik, (b) pemenuhan kebutuhan diperoleh skor rata-rata 2.6 dengan kriteria baik, (c) keterampilan diperoleh skor rata-rata 2.75 dengan kriteria baik. Strategi pemberdayaan yang bisa diterapkan pada kelompok wanita tani berdasarkan Diagram SWOT dan FKK (a) Memperluas area tanam dan meningkatkan produktivitas budidaya, (b) mengembangkan usaha menjadi pertanian organik sepenuhnya sehingga mampu menambah nilai jual produk, (c) mengembangkan usaha sebagai produsen dan distributor dengan menggunakan sistem kemitraan, (d) mengembangkan dan menerapkan inovasi yang telah diperoleh dari hasil pembinaan oleh CSR. Kata Kunci : Corporate Social Responsibility, Analisis deskriptif kualitatif, Diagram SWOT
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kemampuan numerik matemtika pada siswa kelas IV di SDN 035 Tarakan. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di SDN 035 Tarakan pada Semester Ganjil tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini difokuskan pada tingkat kemampuan numerik matematika pada siswa kelas IV. Sumber data dalam penelitian ini yaitu mencakup data primer dan data sekunder dengan informan yaitu siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes kemampuan numerik, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan numerik terkait dengan operasi hitung bilangan bulat siswa berada dalam kategori rendah. Berdasarkan hasil penelitian: 1) Siswa belum mampu melakukan operasi hitung bilangan bulat dalam penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. 2) Siswa kebingungan dalam kaitannya dengan hasil penyelesaian ketika bilangan negatif dan bilangan positif berada dalam suatu operasi hitung bilangan, 3) Siswa terkadang binggung dalam penyelesaiannya, dan terdapat beberapa siswa yang tidak paham dengan operasi hitung perkalian dan pembagian dasar sehingga membuat siswa kurang memiliki kemampuan numerik yang baik dan kesulitan dalam mengerjakan soal matematika.