ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 230/Pdt.G/2022/PN Kpg terhadap hilangnya dana nasabah, serta untuk mengetahui bentuk pertanggungjawaban bank terhadap hilangnya dana dan kebocoran data nasabah. Seluruh data yang diperoleh dalam penelitian ini, menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach), yang bahan hukumnya dianalisis secara kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 230/Pdt.G/2022/PN Kpg telah memberikan perlindungan hukum terhadap nasabah atas hilangnya dana dalam transaksi elektronik yang tidak diotorisasi oleh nasabah dengan menempatkan tanggung jawab keamanan sistem elektronik pada bank dan menghukum Tergugat membayar ganti rugi materiil serta immaterial. Selain itu, bentuk pertanggungjawaban bank atas hilangnya dana dan kebocoran data nasabah dapat dikonstruksikan melalui tiga pendekatan yang saling berkaitan, yaitu perbuatan melawan hukum berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata, prinsip strict liability dan doktrin respondeat superior, serta pertanggungjawaban atas kebocoran data nasabah berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/15/PBI/2007 tentang Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum yang tidak dapat dielakkan melalui klausula eksonerasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke dalam sistem tenaga listrik menyebabkan perubahan profil net load akibat karakteristik daya keluaran PLTS yang fluktuatif dan intermiten. Kondisi tersebut meningkatkan kebutuhan fleksibilitas dalam penjadwalan pembangkit, khususnya pada proses unit commitment. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan unit commitment dengan mengintegrasikan demand side flexibility (DSF) untuk mengelola fluktuasi net load akibat penetrasi PLTS. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan simulasi kuantitatif pada sistem IEEE 30 Bus selama periode operasi 24 jam. Model optimasi diformulasikan menggunakan metode Mixed Integer Linear Programming dan diimplementasikan pada perangkat lunak GAMS dengan mempertimbangkan biaya bahan bakar, biaya startup dan shutdown, batas minimum dan maksimum pembangkitan, serta ramp rate. Simulasi dilakukan pada kondisi dasar serta skenario penetrasi PLTS sebesar 10%, 20%, dan 50%, baik tanpa maupun dengan penerapan DSF. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan penetrasi PLTS tanpa DSF dari 10% hingga 50% menurunkan biaya operasi dari 12.615,312 $/24 jam menjadi 11013,55 $/24 jam. Penerapan PLTS 50% yang dikombinasikan dengan DSF memberikan hasil paling terendah. Kondisi tersebut menghasilkan penurunan biaya operasi sebesar 10.097,80 $/24 jam dan memberikan penurunan biaya operasi sebesar 2.517,512 $/24 jam atau 19,95% dibandingkan kondisi awal Unit Commitment tanpa DSF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan DSF mampu meningkatkan fleksibilitas operasi sistem, mengurangi kebutuhan pembangkitan konvensional, serta membantu mengelola perubahan net load akibat fluktuasi keluaran PLTS. Dengan demikian, integrasi DSF dalam optimasi Unit Commitment dapat menjadi strategi yang efektif untuk mendukung penetrasi energi surya secara lebih ekonomis dan andal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri atas dimensi tangibles, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance terhadap kepuasan pasien dalam menggunakan layanan kesehatan pada rumah sakit pemerintah di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Tarakan yang pernah menggunakan layanan kesehatan pada Rumah Sakit A maupun Rumah Sakit B dengan jumlah responden sebanyak 145 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tangibles tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien. Empathy juga tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien. Sementara itu, reliability, responsiveness, dan assurance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Ketersediaan air bersih yang memenuhi standar kualitas merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kota Tarakan air sumur bor masih menjadi sumber utama bagi masyarakat yang belum terlayani oleh saluran air perpipaan. Namun, kualitas air sumur bor belum dipantau secara rutin, sehingga berpotensi mengalami kontaminasi yang dapat membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem pemantau kualitas air dari sumur bor berbasis internet of things untuk mendukung deteksi dini kontaminasi Lingkungan. Sistem dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pengendali utama yang terintegrasi dengan empat sensor, yaitu sensor pH (4502c), sensor kekeruhan (SEN0189) , sensor TDS (Total Dissolved Solids), dan sensor warna (TCS3200). Data hasil pengukuran dikirim ke Firebase Realtime Database dan ditampilkan melalui dashboard berbasis website untuk memudahkan pemantauan jarak jauh. Pengujian sistem meliputi kalibrasi sensor, pengujian performa komunikasi data, serta implementasi metode rule-based system yang mengacu pada standar baku mutu kualitas air bersih sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2023. Hasil kalibrasi sensor menunjukkan bahwa sensor pH memiliki nilai rata-rata error sebesar 1,13%, TDS memiliki rata-rata error sebesar 2,02%, sensor kekeruhan dan warna (TCS3200) memiliki rata-rata error sebesar 0%. Berdasarkan 30 data hasil pengujian pada dua sumur bor, sistem mengidentifikasi bahwa kualitas air tidak memenuhi kriteria kelayakan sehingga diklasifikasikan sebagai “Tidak Layak” dikarenakan salah satu parameter pengukuran melebihi ambang batas yang ditetapkan pada rule-based system yaitu, pada nilai kekeruhan sebesar 147 NTU dan TDS sebesar 507 ppm. Pengujian performa komunikasi data menunjukkan nilai packet loss sebesar 0% dan rata-rata latency sebesar 2,078 ms, yang menujukkan bahwa seluruh data berhasil dikirim dan diterima tanpa kehilangan paket selama proses pengujian. Dengan demikian, sistem pemantau kualitas air dari sumur bor berbasis IoT yang dikembangkan mampu melakukan pengukuran secara akurat, mendukung proses pemantauan kualitas air secara real-time, serta membantu deteksi dini terhadap potensi kontaminasi lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peran guru merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan proses pembelajaran di sekolah dasar. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator dan motivator yang membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, perlu diketahui bagaimana pelaksanaan peran guru dalam pembelajaran ditinjau dari perspektif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan peran guru pada pembelajaran di kelas IV-C SDN 006 Tarakan ditinjau dari perspektif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas tiga siswa kelas IV-C yang dipilih menggunakan teknik random sampling dan satu wali kelas IV-C SDN 006 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan perannya dengan baik dalam proses pembelajaran. Sebagai pengajar, guru menyampaikan materi pembelajaran secara jelas dan mudah dipahami siswa. Sebagai fasilitator, guru membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar, menggunakan media pembelajaran, serta menciptakan suasana kelas yang kondusif. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan, semangat, dan penghargaan kepada siswa sehingga meningkatkan motivasi belajar mereka. Dengan demikian, pelaksanaan peran guru memberikan kontribusi positif terhadap keberhasilan proses pembelajaran di kelas IV-C SDN 006 Tarakan. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan jumlah informan yang lebih banyak agar diperoleh data yang lebih mendalam mengenai pelaksanaan peran guru dalam pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah mendeskripsikan validitas dan respon siswa pada game edukasi berbasis android (Kode Kelasku) pada materi aljabar. Prosedur penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yang terdiri dari fase analisis (analysis), fase desain (design), fase pengembangan (development), fase implementasi (implementation), fase evaluasi (evaluation). Game edukasi berbasis android (Kode Kelasku) dirancang untuk menarik perhatian siswa. Uji validitas dilakukan oleh 2 orang yaitu ahli materi dan ahli media. Uji coba dilakukan kepada 5 siswa kelas VII yang memiliki perangkat android untuk uji coba kelompok kecil, dan 28 siswa kelas VII (satu kelas) yang memiliki perangkat android untuk uji coba lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif dan analisis data statistik deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh menyatakan bahwa validitas game edukasi berbasis android (Kode Kelasku) pada materi aljabar untuk menarik perhatian siswa dinyatakan sangat valid dengan persentase validitas gabungan dari ahli materi dan ahli media sebesar 90,5%, serta sudah dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran Matematika setelah merevisi berdasarkan saran dari ahli media dan ahli materi. Selanjutnya, respon siswa terhadap game edukasi berbasis android (Kode Kelasku) pada materi aljabar untuk menarik perhatian siswa dinyatakan mendapat respon yang sangat positif, baik pada saat uji coba kelompok kecil dengan persentase sebesar 87% maupun pada saat uji coba lapangan dengan persentase sebesar 88%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
This study was motivated by the lack of engaging learning media in Pancasila Education lessons on rights and responsibilities for fourth-grade elementary school students. The lecture method, which is still frequently used, results in students being less actively engaged, quickly becoming bored, and having difficulty understanding the difference between rights and responsibilities. Additionally, the use of learning media in the classroom is still limited to simple PowerPoint presentations. The objectives of this study were to determine the level of suitability through validation by subject matter experts, media experts, language experts, and practitioners, and to assess students' responses to the appeal of the quartet card learning media. This study employs a Research and Development (R&D) approach using the 4D model, which includes the steps of definition, design, development, and dissemination. Due to time constraints, this study was limited to the development stage. Data collection was conducted through observation, interviews, documentation, and questionnaires. The results showed that the quartet card learning media achieved a feasibility rate of 94% among subject matter experts, media experts, and language experts, and 100% among practitioners, meeting the "highly feasible" criterion. Student responses in the limited pilot test yielded a rate of 95.5%, and in the field test, 93%, both meeting the "highly engaging" criterion.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perawatan ikan hias di akuarium seringkali terhambat oleh ketidakteraturan pemberian pakan dan kesulitan dalam memantau kondisi air, khususnya tingkat kekeruhan, yang dapat membahayakan kesehatan ikan. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan mengembangkan sistem pemberian pakan otomatis serta pemantauan kekeruhan air berbasis Internet of Things (IoT), yang akan membantu mengatasi masalah-masalah tersebut. Sistem ini dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor Turbidity SEN0189, sensor Ultrasonik HC-SR04, motor servo SG90, modul RTC DS3231, dan platform Blynk untuk menampilkan data secara real-time. Beberapa sensor yang digunakan dalam sistem ini telah dilakukan kalibrasi dan secara keseluruhan sistem telah diuji dalam beberapa jenis pengujian, diantaranya pengujian monitoring tingkat kekeruhan air, pemberian pakan otomatis dan pengujian koneksi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu memonitoring kekeruhan air sekligus pemberian pakan secara otomatis selama 2 x 24 (48 jam) penuh dengan akurasi total sebesar 91,67%. Selama pengujian sistem pemberian pakan selama 7 hari (14 kali uji coba), sistem berhasil menjalankan seluruh jadwal pemberian pakan dua kali sehari tanpa satu pun kegagalan, dengan tingkat akurasi 100% dan waktu tunda rata-rata 1,9 detik. Sementara itu, saat pengujian koneksi ke IoT, sistem menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan akurasi transmisi data 100% dan packet loss (0%) pada jarak 3 hingga 15 meter dari sumber Wi-Fi, meskipun latency meningkat dari 124,94 ms menjadi 419,86 ms seiring bertambahnya jarak. Secara keseluruhan, sistem ini telah membuktikan kemampuannya untuk memberi makan ikan secara otomatis dan memantau kekeruhan air di akuarium secara real-time. Dengan demikian, sistem ini dapat menjadi solusi praktis bagi para pecinta ikan hias yang ingin menyederhanakan perawatan akuarium sehari-hari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebutuhan akan penyimpanan energi portabel semakin meningkat seiring
berkembangnya penggunaan perangkat elektronik yang memerlukan sumber daya
fleksibel dan mudah dibawa. Namun, sebagian besar power bank konvensional
masih bergantung pada sumber listrik PLN serta belum dilengkapi sistem
pemantauan kondisi baterai secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk
merancang dan membangun power bank dengan sistem dual charging berbasis
panel surya dan adaptor PLN yang dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT)
menggunakan ESP32, sensor INA219, dan aplikasi Blynk. Metode penelitian
dilakukan melalui tahapan perancangan perangkat keras dan perangkat lunak,
implementasi sistem, kalibrasi sensor, serta pengujian kinerja yang meliputi
pengisian daya menggunakan panel surya dan PLN, pengujian dual charging
dengan beban aktif, pengujian monitoring IoT, dan pengujian Quality of Service
(QoS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil melakukan pengisian
baterai menggunakan dua sumber energi, yaitu panel surya dan adaptor PLN, serta
mampu melakukan monitoring tegangan, arus, kapasitas baterai, dan status sistem
secara real-time melalui aplikasi Blynk. Pengujian panel surya menunjukkan bahwa
baterai berhasil mencapai kapasitas 100%, sedangkan pengujian dual charging
membuktikan bahwa sistem mampu melakukan pengisian baterai sekaligus
menyuplai daya ke beban aktif secara bersamaan. Hasil kalibrasi sensor INA219
menunjukkan nilai error pengukuran tegangan sebesar 0,51% dengan tingkat
akurasi 99,54%, sedangkan error pengukuran arus sebesar 1,81% dengan tingkat
akurasi 98,18%. Hasil pengujian QoS menunjukkan nilai packet loss sebesar 0%
pada seluruh pengujian, dengan rata-rata latency meningkat seiring bertambahnya
jarak WiFi, yaitu sebesar 87,3 ms pada jarak 3 meter hingga 146,8 ms pada jarak
15 meter. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, sistem yang dirancang mampu
bekerja dengan baik sebagai solusi penyimpanan energi portabel yang informatif,
dan ramah lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebutuhan akan penyimpanan energi portabel semakin meningkat seiring
berkembangnya penggunaan perangkat elektronik yang memerlukan sumber daya
fleksibel dan mudah dibawa. Namun, sebagian besar power bank konvensional
masih bergantung pada sumber listrik PLN serta belum dilengkapi sistem
pemantauan kondisi baterai secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk
merancang dan membangun power bank dengan sistem dual charging berbasis
panel surya dan adaptor PLN yang dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT)
menggunakan ESP32, sensor INA219, dan aplikasi Blynk. Metode penelitian
dilakukan melalui tahapan perancangan perangkat keras dan perangkat lunak,
implementasi sistem, kalibrasi sensor, serta pengujian kinerja yang meliputi
pengisian daya menggunakan panel surya dan PLN, pengujian dual charging
dengan beban aktif, pengujian monitoring IoT, dan pengujian Quality of Service
(QoS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil melakukan pengisian
baterai menggunakan dua sumber energi, yaitu panel surya dan adaptor PLN, serta
mampu melakukan monitoring tegangan, arus, kapasitas baterai, dan status sistem
secara real-time melalui aplikasi Blynk. Pengujian panel surya menunjukkan bahwa
baterai berhasil mencapai kapasitas 100%, sedangkan pengujian dual charging
membuktikan bahwa sistem mampu melakukan pengisian baterai sekaligus
menyuplai daya ke beban aktif secara bersamaan. Hasil kalibrasi sensor INA219
menunjukkan nilai error pengukuran tegangan sebesar 0,51% dengan tingkat
akurasi 99,54%, sedangkan error pengukuran arus sebesar 1,81% dengan tingkat
akurasi 98,18%. Hasil pengujian QoS menunjukkan nilai packet loss sebesar 0%
pada seluruh pengujian, dengan rata-rata latency meningkat seiring bertambahnya
jarak WiFi, yaitu sebesar 87,3 ms pada jarak 3 meter hingga 146,8 ms pada jarak
15 meter. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, sistem yang dirancang mampu
bekerja dengan baik sebagai solusi penyimpanan energi portabel yang informatif,
dan ramah lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh carbon missions disclosure dan corporate social responsibility (CSR) terhadap nilai perusahaan dengan leverage sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor IDXBASIC yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Pemilihan sampel menggunakan metode pusposive sampling dan diperoleh sebanyak 21 perusahaan serta data didapatkan sebanyak 105 data observasi. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel dan analisis regresi moderasi (MRA) serta teknik analisis data memanfaatkan alat bantu software E-views12. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa carbon emissions disclosure tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan yang berati besar kecilnya informasi CED dipandang oleh investor tidak memiliki manfaat ekonomi pada nilai perusahaan. Sebaliknya, CSR dan leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, yang mengisyaratkan bahwa semakin besarnya tingkat pengungkapan CSR dan leverage, maka akan semakin menurunkan nilai perusahaan. Sementara itu, leverage belum berhasil memoderasi pengaruh carbon missions disclosure terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya, leverage berhasil memoderasi dengan memperkuat dampak CSR terhadap nilai perusahaan. Kesimpulan yang dapat ditarik bahwa penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dengan menambah literatur terkait teori legitimasi, teori sinyal dan teori stakeholder. Secara prakteknya, hasil penelitian ini dapat menjadi refrensi bagi regulator dan manajemen perusahaan dalam meningkatkan nilai perusahaan dengan kualitas dan integrasi CED, CSR dan leverage. This study investigates the effect of carbon emissions disclosure (CED) and corporate social responsibility (CSR) on firm value, incorporating leverage as a moderating variable, focusing on companies listed in the IDXBASIC sector on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period 2020–2024. Using purposive sampling, 21 companies were selected with a total of 105 observation data points. The study employed a quantitative approach, utilizing panel data regression and moderation regression analysis (MRA) performed with E-Views 12 software. The results revealed that carbon emissions disclosure does not significantly affect firm value, suggesting that investors do not perceive the extent of CED information to have a direct economic benefit for firm valuation. Conversely, both CSR and leverage had a significant negative impact on firm value, indicating that higher levels of CSR disclosure and leverage are associated with lower firm value. Moreover, leverage did not moderate the relationship between CED and firm value; however, it did moderate and strengthen the influence of CSR on firm value. This study contributes to the literature on legitimacy theory, signaling theory, and stakeholder theory by enriching these fields. Practically, the findings serve as a reference for regulators and corporate management to enhance firm value through the quality and integration of CED, CSR, and leverage strategies.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Cuaca yang tidak menentu di Kota Tarakan sering mengganggu proses penjemuran pakaian karena hujan dapat turun secara tiba-tiba dan menyebabkan pakaian kembali basah. Penelitian ini merancang Prototypesistem penutup atap dan kipas otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Sistem menggunakan sensor Raindrop untuk membaca nilai ADC hujan dan tidak hujan serta sensor LDR untuk mengukur intensitas cahaya dalam satuan lux dengan kategori Cerah dan Tidak Cerah. Data diproses oleh NodeMCU ESP32 untuk mengendalikan motor DC dalam membuka dan menutup atap serta mengaktifkan kipas sebagai alat bantu pengeringan. Sistem terintegrasi dengan aplikasi Blynk untuk pemantauan dan kontrol jarak jauh secara real-time. Mode otomatis bekerja saat nilai ADC Raindrop >600 dan nilai lux LDR 300, sedangkan mode manual dikendalikan melalui Blynk. Hasil kalibrasi sensor LDR menunjukkan nilai lux 0–300 dikategorikan Tidak Cerah dan 300–50.000 lux sebagai Cerah. Sensor Raindrop dengan ADC 0–600 menunjukkan Tidak Hujan dan 600–4095 menunjukkan Hujan. Pengujian pada tanggal 16–17 Februari 2026 sebanyak 20 data menunjukkan tingkat kesesuaian 100%. Sebanyak 19 pengujian mencatat ADC 0 (Tidak Hujan) dengan intensitas cahaya 3,78–144.417 lux, dan pada seluruh kondisi tersebut atap terbuka serta kipas OFF. Pada tanggal 16 Februari 2026 pukul 12.17 tercatat lux 31.651 dan ADC 798, sistem mendeteksi Hujan dalam kondisi Cerah sehingga atap menutup dan kipas ON sesuai logika. Integrasi Blynk menghasilkan akurasi pengiriman data 100%, Packet loss 0%, dan rata-rata Latency47 ms pada jarak 3–15 meter. Sistem bekerja optimal dan responsif terhadap perubahan cuaca.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
PT. Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan Field atau PEP Tarakan Field merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang melakukan kegiatan eksplorasi dan produksi sumber daya alam, yaitu minyak dan gas bumi di wilayah Kota Tarakan dan sekitarnya. Dengan demikian, PEP Tarakan Field berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan wajib melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan CSR ditinjau dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dan bentuk CSR di PEP Tarakan Field. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan Perundang-Undangan dan Konseptual. Selanjutnya teknik pengumpulan sumber bahan hukum primer dan sekunder dengan cara penelitian lapangan, studi kepustakaan dan wawancara. Serta analisis bahan hukum yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif. Hasilnya adalah pengaturan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas adalah komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi Perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada ada umumnya. PEP Tarakan Field mengimplementasikan bentuk-bentuk CSR seperti Charity (Pemberian Bantuan), Infrastructure (Infrastruktur), Capacity Building (Peningkatan Kapasitas), dan Community Empowerment (Pemberdayaan Masyarakat).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik ini mengkaji kesulitan berbicara bahasa Inggris serta faktor penyebabnya pada siswa kelas XI Jurusan Perhotelan SMK Negeri 1 Tarakan (Agustus 2025). Berlandaskan ESP dan Kurikulum Merdeka, data dikumpulkan melalui analisis dokumen, observasi kelas, dan wawancara semi terstruktur pada enam peserta yang dipilih secara purposive mewakili tingkat kemahiran rendah, sedang, dan tinggi. Analisis data menggunakan model interaktif (reduksi, penyajian, verifikasi, dan penarikan kesimpulan). Hasil menunjukkan enam kesulitan utama: keterbatasan kosakata terutama kosakata spesifik industri, takut salah dan rasa malu, kurang percaya diri, motivasi rendah, ketergantungan pada bahasa ibu, serta masalah tata bahasa yang berulang. Kesulitan tersebut dipengaruhi oleh interaksi faktor internal (minat, kemampuan kognitif, kepercayaan diri) dan eksternal (dukungan keluarga, teman sebaya, praktik pengajaran dan ketersediaan sumber daya guru). Studi ini menegaskan bahwa hambatan afektif kerap menekan kompetensi pada tahap performa dan bahwa tuntutan leksikal konteks perhotelan memperkuat kebutuhan pembelajaran ESP. Implikasi pedagogis mencakup perancangan tugas yang membangun kepercayaan diri, latihan intensif leksis perhotelan, pengurangan ketergantungan L1 melalui penyanggaan terstruktur, serta tata bahasa komunikatif dalam skenario layanan autentik. Diperlukan penguatan keterhubungan sekolah industri dan sumber belajar untuk menumbuhkan kompetensi lisan yang siap kerja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar, namun pemanfaatan panel surya konvensional yang bersifat statis masih belum optimal karena tidak mampu mengikuti pergerakan matahari, sehingga mengurangi efisiensi konversi energi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini merancang dan membangun sistem solar tracker satu sumbu berbasis Internet of Things (IoT) dengan menggunakan metode Real time clock (RTC) sebagai input. Sistem ini dikendalikan oleh mikrokontroler ESP32 dan menggunakan motor servo untuk menggerakkan panel. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan perancangan alat, pemrograman sistem kontrol, dan pengujian kinerja panel surya selama 14 hari. Data pengukuran mencakup tegangan, arus, daya, dan sudut orientasi panel tracker, kemudian dibandingkan dengan panel surya statis yang diposisikan pada sudut tetap 10°. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem solar tracker mampu meningkatkan daya keluaran panel surya, dengan nilai peningkatan 5,1%-10,8% dengan rata-rata efisiensi sebesar 7,0% dibandingkan sistem statis. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi RTC dan ESP32 pada sistem pelacak matahari dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan daya yang dihasilkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Ruang server adalah area penting yang harus dijaga stabil agar perangkat keras seperti server, router, dan switch dapat bekerja dengan baik. Suhu dan kelembapan udara, serta kemungkinan asap yang dapat menyebabkan kebakaran, adalah komponen penting yang memengaruhi kinerja perangkat tersebut. Suhu dan kelembapan udara yang tidak terkendali dapat menurunkan kinerja perangkat jaringan dan bahkan dapat menyebabkan kerusakan permanen. Akibatnya, untuk mengurangi kerusakan dan memastikan keberlangsungan operasional server, diperlukan sistem pemantauan otomatis yang dapat mengidentifikasi kondisi lingkungan ruang server secara real-time. Penelitian ini mengusulkan implementasi sistem deteksi otomatis suhu, kelembapan, serta keberadaan asap berbasis NodeMCU ESP8266 yang terintegrasi dengan sensor DHT11 dan MQ-2 menggunakan metode rulebase untuk mengambil keputusan berdasarkan data dari sensor. Pengambilan keputusan dilakukan menggunakan metode rule base, di mana data sensor diproses dan diklasifikasikan menjadi normal atau tidak normal berdasarkan aturan tertentu. Untuk meningkatkan akurasi, sensor dikalibrasi. Sensor DHT11 menunjukkan kesalahan sebesar 0,01% dalam pengukuran suhu dan kelembapan, dan sensor MQ-2 dikalibrasi dengan ambang batas ≤ 300 ppm untuk kondisi aman tanpa asap. Hasil pengujian sistem dilakukan selama satu hari penuh dengan 28 data sampel yang dikumpulkan secara real-time di ruang server UPT TIK UBT. Hasil menunjukkan bahwa sistem dapat bekerja dengan akurasi 100%, tanpa kehilangan paket (0%), dan memiliki latency rata-rata 91,53 milidetik, yang menunjukkan kinerja komunikasi data yang stabil. Hasil ini menunjukkan bahwa desain sistem dapat beroperasi dengan baik dan menghasilkan hasil yang optimal. Oleh karena itu, sistem deteksi otomatis suhu, kelembapan, dan asap berbasis Internet of Things yang dikembangkan tidak hanya memastikan bahwa kondisi ruang server tetap stabil, tetapi juga membantu proses pemantauan jarak jauh menjadi lebih mudah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dimensi kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien yang menggunakan BPJS kesehatan (studi kasus pada rumah sakit Akhmad Brahim Tana Tidung). Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Metode ini yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah nonprobility sampling dan penentuan sampling menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat Kabupaten Tana Tidung yang menggunakan layanan kesehatan rumah sakit Akhmad Brahim menggunakan BPJS dengan jumlah sampel 20 responden. Metode analisi yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS. Dari hasil penelitian ini menunjukkan variabel tangibel ( bukti fisik), responsiveness (daya tanggap), assurance (asuransi) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien bpjs dan untuk variabel reliability (kehandalan) , emphaty (empati) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kepuasan pasien BPJS di rumah sakit Akhmad Brahim Tana Tidung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang ditandai dengan sesak napas, batuk, dan mengi yang berulang. Penyakit ini dapat menurunkan kualitas hidup dan menjadi beban bagi individu maupun keluarga. Salah satu terapi nonfarmakologis yang efektif untuk membantu mengontrol gejala asma adalah Pursed Lips Breathing (PLB). Teknik ini bertujuan untuk memperlambat laju pernapasan, meningkatkan ventilasi paru, serta mengurangi udara yang terperangkap di paru-paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penerapan terapi PLB terhadap perubahan respiratory rate (RR) pada pasien asma dalam keluarga. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada dua pasien dengan riwayat asma yang dilakukan intervensi PLB selama tiga hari. Respiratory rate diukur sebelum dan sesudah terapi. Hasil menunjukkan bahwa setelah dilakukan PLB secara konsisten, terjadi penurunan RR pada kedua pasien serta perbaikan gejala sesak napas. Pasien juga menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap teknik pernapasan dan dapat melakukan latihan secara mandiri. Intervensi ini tidak memerlukan alat khusus dan dapat diterapkan sebagai strategi promotif dan preventif di lingkungan keluarga. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa terapi PLB efektif dalam menurunkan RR pada pasien asma dan dapat dijadikan intervensi keperawatan non-farmakologis yang praktis dan mudah diterapkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rokok merupakan salah satu permasalahan kesehatan global yang berdampak buruk bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Dalam beberapa studi kasus ditemukan bahwa ruangan tertutup sering kali menjadi tempat melakukan aktivitas merokok. Hal ini diperburuk oleh kurangnya sistem yang dapat mendeteksi dan memantau keberadaan asap rokok pada ruangan tertutup. Penelitian ini mengusulkan pengembangan sistem pendeteksi dan monitoring asap rokok pada ruangan tertutup menggunakan teknologi Internet of Things (IoT). Penelitian ini, menggunakan sensor MQ-2 untuk mendeteksi konsentrasi asap rokok dan gas berbahaya lainnya. Data yang diperoleh dari sensor akan dikirimkan secara real-time melalui modul NodeMCU ESP8266 ke platform Blynk untuk pemantauan jarak jauh. Untuk memastikan seluruh komponen berfungsi dengan baik dilakukan kalibrasi pada Sensor MQ-2 menggunakan regresi linear dengan nilai slope -0,44 dan intercept 1,53. Pengujian sensor ini menghasilkan nilai rata – rata error sebesar 3,76% dengan nilai akurasi rata – rata adalah 96,24%, dan mampu mendeteksi asap rokok dalam rentang 0-10.000 PPM. Konektivitas IoT melalui platform Blynk menunjukkan performa optimal dengan packet loss 0% pada jarak 1-5 meter dan latency konsisten 67-68 ms. Pada pengujian keseluruhan sistem dilakukan selama 4 jam (18:30-22:30 Wita) dengan 45 data sampel. Hasil menunjukkan sistem mampu mengklasifikasikan tingkat bahaya secara akurat: kondisi aman (48,89% data) dengan konsentrasi 21,56-49,37 PPM mengaktifkan LED hijau; kondisi sedang (31,11% data) dengan konsentrasi 50-199 PPM mengaktifkan LED kuning dan buzzer peringatan; kondisi bahaya (20,0% data) dengan konsentrasi 200-848,08 PPM mengaktifkan LED merah, buzzer panjang dan menyalakan exhaust fan. Penelitian membuktikan bahwa sistem pendeteksi dan monitoring asap rokok berbasis IoT pada ruangan tertutup telah memenuhi seluruh spesifikasi yang diharapkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lampu lalu lintas memiliki peran vital dalam mengatur kelancaran arus kendaraan di persimpangan jalan. Namun, sistem pemantauan kondisi lampu lalu lintas di Kota Tarakan masih dilakukan secara manual, yang menyebabkan keterlambatan dalam deteksi dan penanganan gangguan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji prototipe sistem monitoring kerusakan lampu lalu lintas berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroller ESP32, sensor arus PZEM-004T, serta integrasi dengan aplikasi Blynk dan Telegram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini mampu memantau kondisi lampu lalu lintas secara real-time dengan tingkat akurasi tinggi. Sensor arus berhasil membedakan kondisi lampu menyala (0,03 A) dan mati (0 A), dengan kabel NYM menghasilkan akurasi pembacaan 100% dan kabel AWG sebesar 92,86%. Sistem tetap terhubung secara stabil ke jaringan WiFi dalam rentang jarak 2 hingga 8 meter tanpa kehilangan data (packet loss 0%), dengan nilai latency antara 127,65 ms hingga 142,03 ms, masih dalam batas wajar. Pengujian transmisi data melalui aplikasi Blynk sebanyak 24 kali menunjukkan akurasi pengiriman dan penerimaan data sebesar 100%, sementara pengiriman notifikasi melalui Telegram rata-rata hanya memerlukan waktu 2 detik. Secara keseluruhan hasill tersebut menunjukan sistem terbukti handal, akurat, serta efisien untuk mendeteksi kerusakan lampu lalu lintas secara otomatis. Oleh karena itu, sistem ini layak diimplementasikan untuk meningkatkan keandalan dan efektivitas pemeliharaan infrastruktur lalu lintas di Kota Tarakan.