ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ALJABAR BOARD GAME (ABG) BAGI PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 1 TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif pada pembelajaran matematika, khususnya materi bentuk aljabar, sehingga peserta didik cenderung kurang aktif dan kurang antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Aljabar Board Game (ABG) serta mengetahui tingkat kelayakan dan kepraktisan media tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model Four-D (4D) yang meliputi tahap Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan), dan Disseminate (penyebaran). Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan. Instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli media, lembar validasi ahli materi, lembar penilaian ahli praktisi, dan angket respons peserta didik. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran Aljabar Board Game (ABG) memperoleh persentase kelayakan dari ahli media sebesar 96,87% dengan kategori Sangat Layak, dan dari ahli materi sebesar 91,66% dengan kategori Sangat Layak. Hasil uji kepraktisan pada uji coba skala kecil memperoleh persentase sebesar 89,16% dengan kategori Sangat Praktis, sedangkan uji coba skala besar memperoleh persentase sebesar 87,97% dengan kategori Sangat Praktis. Selain itu, hasil penilaian ahli praktisi memperoleh persentase sebesar 96,42% dengan kategori Sangat Praktis. Berdasarkan hasil tersebut, media pembelajaran Aljabar Board Game (ABG) dinyatakan memenuhi kriteria sangat layak dan sangat praktis sehingga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran matematika pada materi bentuk aljabar bagi peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah mendeskripsikan validitas dan respon siswa pada game edukasi berbasis android (Kode Kelasku) pada materi aljabar. Prosedur penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yang terdiri dari fase analisis (analysis), fase desain (design), fase pengembangan (development), fase implementasi (implementation), fase evaluasi (evaluation). Game edukasi berbasis android (Kode Kelasku) dirancang untuk menarik perhatian siswa. Uji validitas dilakukan oleh 2 orang yaitu ahli materi dan ahli media. Uji coba dilakukan kepada 5 siswa kelas VII yang memiliki perangkat android untuk uji coba kelompok kecil, dan 28 siswa kelas VII (satu kelas) yang memiliki perangkat android untuk uji coba lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif dan analisis data statistik deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh menyatakan bahwa validitas game edukasi berbasis android (Kode Kelasku) pada materi aljabar untuk menarik perhatian siswa dinyatakan sangat valid dengan persentase validitas gabungan dari ahli materi dan ahli media sebesar 90,5%, serta sudah dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran Matematika setelah merevisi berdasarkan saran dari ahli media dan ahli materi. Selanjutnya, respon siswa terhadap game edukasi berbasis android (Kode Kelasku) pada materi aljabar untuk menarik perhatian siswa dinyatakan mendapat respon yang sangat positif, baik pada saat uji coba kelompok kecil dengan persentase sebesar 87% maupun pada saat uji coba lapangan dengan persentase sebesar 88%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kesulitan dan faktor penyebab kesulitan belajar siswa kelas VII SMP Negeri 5 Tarakan dalam menyelesaikan soal matematika pada materi bentuk aljabar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian berjumlah tiga orang siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan nilai matematika yang berada di bawah KKM, hasil pekerjaan siswa, serta rekomendasi guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes soal hasil pekerjaan siswa, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa pada materi bentuk aljabar terdiri atas kesulitan konsep dan kesulitan prinsip. Kesulitan konsep meliputi ketidakmampuan siswa dalam menentukan koefisien serta mengelompokkan suku sejenis dan suku tidak sejenis. Kesulitan prinsip meliputi kesulitan dalam menyelesaikan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bentuk aljabar. Faktor penyebab kesulitan belajar siswa berasal dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi kondisi fisik, minat belajar, motivasi belajar, dan sikap siswa terhadap pembelajaran matematika. Faktor eksternal meliputi faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor lingkungan masyarakat atau pergaulan teman sebaya. Dengan demikian, kesulitan belajar siswa pada materi bentuk aljabar dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman konsep dan prinsip aljabar serta berbagai faktor yang berasal dari dalam dan luar diri siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kesulitan merupakan kondisi di mana individu mengalami hambatan atau kesukaran dalam memahami, mengaplikasikan, atau menyelesaikan tugas tertentu, yang dapat disebabkan oleh faktor internal seperti kurangnya pemahaman konsep atau eksternal seperti metode pembelajaran yang kurang efektif. Penyelesaian soal ANBK merupakan proses evaluasi kemampuan siswa dalam mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer, khususnya pada domain numerasi yang mencakup literasi matematika, di mana siswa harus menjawab soal-soal yang mengukur kompetensi minimum melalui platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa kelas VI-A SDN 032 Tarakan dalam menyelesaikan soal ANBK numerasi pada domain aljabar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 15 siswa sebagai subjek yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kategori kesulitan (tinggi, sedang, rendah) menggunakan standar deviasi. Teknik pengumpulan data meliputi tes soal numerasi dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta triangulasi untuk memastikan keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan utama siswa meliputi: pemahaman konsep dasar matematika seperti operasi hitung; interpretasi maksud soal cerita panjang; penyusunan kalimat matematika; dan penyelesaian masalah aljabar. Berdasarkan kategorisasi, 2 siswa mengalami kesulitan tinggi, 5 sedang, dan 8 rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kesulitan tersebut disebabkan oleh kurangnya penguasaan konsep dasar dan kesulitan memproses soal cerita. Saran untuk guru adalah meningkatkan latihan konsep dasar dengan variasi soal; untuk siswa adalah berlatih lebih intensif pada soal cerita; dan untuk peneliti selanjutnya adalah mengeksplorasi faktor penyebab kesulitan secara lebih mendalam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana kesulitan dan faktor penyebab kesulitan belajar siswa kelas VII-2 SMP Negeri Tarakan dalam menyelesaikan soal aljabar, menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini berjumlah tiga orang siswa yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan siswa dalam menyelesaikan aljabar terdiri dari kesulitan prinsip dan kesulitan konsep. Kesulitan konsep dalam penelitian ini yaitu siswa tidak dapat menentukan variabel dan koefisien, siswa memahami bahwa variabel merupakan angka sedangkan koefisien merupakan huruf, siswa memahami bahwa tanda kurang bukan merupakan negatif, sedangkan jika ada notasi negatif sudah menjadi satu kesatuan dengan koefisien dan variabel. Kesulitan prinsip yaitu, siswa mengoperasikan pengurangan tanpa memperhatikan notasi negatif dan notasi positif, yang dimana notasi tersebut harus dihilangkan dengan cara mengalikan notasi negatif dengan negatif, atau notasi positif dengan negatif. Selain itu, siswa mengoperasikan perkalian dengan mengalikan antara variabel dengan variabel, kemudian konstanta dengan konstanta tanpa menerapkan sifat distributif ke dalam operasi hitung perkalian, serta siswa tidak memahami perkalian pangkat pada dua variabel atau lebih. Faktor penyebab kesulitan belajar siswa terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi faktor fisiologis ditandai dengan kondisi kesehatan yang kurang sehat seperti pusing atau sakit kepala. faktor psikologis terdiri faktor minat yaitu siswa cenderung merasa malas, bosan, tidak memperhatikan pelajaran. Faktor sikap yaitu siswa kurang aktif dalam pembelajaran, tidak memperhatikan guru, malas mencatat, dan tidak fokus terhadap pembelajaran. Faktor motivasi yaitu malas mengerjakan tugas, bosan dan memilih kegiatan aktivitas lain seperti bermain dan bercerita sama teman. Sedangkan faktor eksternal terdiri dari fakor keluarga, faktor sekolah dan faktor teman sebaya. Pada faktor keluarga yaitu suasana rumah yang kurang mendukung, pada faktor sekolah yaitu faktor guru dan sarana dan prasarana kurang lengkap serta faktor terakhir yaitu teman sebaya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui miskonsepsi yang terjadi pada siswa kelas VII SMP Islam Terpadu Ulul Albab Tarakan dalam menyelesaikan soal operasi hitung aljabar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari enam siswa yang mengalami miskonsepsi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah analisis dokumen dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan miskonsepsi yang terjadi antara lain miskonsepsi terjemahan, yaitu kesalahan dalam memahami maksud soal; miskonsepsi strategi, yaitu kesalahan membagi konstanta dengan koefisien pada variabel x serta memisahkan variabel dan kosntanta yang merupakan satu kesatuan; miskonsepsi konsep, yaitu siswa menganggap bahwa pangkat pada variabel x adalah milik koefisien, memahami nilai dari variabel x adalah satu, memahami koefisien pada variabel x dapat dikurangi dengan bilangan konstanta, serta miskonsepsi pada operasi perkalian aljabar; dan miskonsepsi hitung, yaitu memahami bahwa notasi negatif bukan merupakan satu kesatuan dengan konstanta sehingga terjadi kesalahan dalam operasi pengurangan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Tarakan dalam menyelesaikan soal aljabar berdasarkan kriteria Watson. Pengumpulan data dilakukan dengan analisis dokumen dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan jenis beberapa kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal aljabar berdasarkan kriteria Watson yaitu kesalahan data tidak tepat, siswa menghilangkan variabel serta menuliskan data yang kurang tepat; kesalahan prosedur tidak tepat, siswa menggunakan langkah penyelesaian yang kurang tepat; kesalahan data hilang, siswa menghilangkan data tanpa sebab atau tanpa disengaja; kesalahan kesimpulan hilang, siswa tidak dapat menyelesaikan proses perhitungan hingga hasil akhir; kesalahan konflik level respon, siswa hanya menuliskan hasil akhir tetapi tidak menuliskan langkah-langkah yang digunakan; kesalahan masalah hierarki keterampilan, siswa kurang tepat dalam melakukan perhitungan angka negatif sehingga prosedur dan hasil akhir yang di dapatkan selanjutnya menjadi tidak benar; dan kesalahan selain ketujuh kriteria diatas, siswa hanya menuliskan soal dan tidak ada jawaban.