Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

129 hasil
Penulis: EKA
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HASIL TANGKAPAN, KELAYAKAN USAHA, DAN TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAP PUKAT HELA DI PERAIRAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Juata Laut merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Juata Laut memiliki potensi perikanan yang cukup baik hal ini ditandai dengan banyaknya alat tangkap pukat hela yang berada di Juata Laut. Dengan kesempatan ini dilakukan penelitian tentang analisis hasil tangkapan, kelayakan usaha dan tingkat keramahan lingkungan alat tangkap pukat hela di Perairan Juata Laut berdasarkan 9 kriteria keramahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menentukan hasil tangkapan, kelayakan usaha, serta menentukan tingkat keramahan lingkungan pada alat tangkap pukat hela. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel yang dilakukan adalah metode purposive random sampling yaitu dengan dua pendekatan diantaranya dengan cara observasi dan survey. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil tangkapan utama yaitu ikan nomei 682 kg serta hasil tangkapan sampingan ikan puput 329 kg, cumi-cumi 81 kg, ikan gulama 432 kg, ikan bawal 128,4 kg, udang merah/duri 53 kg, udang putih 183,2 kg, udang windu 222,9 kg, dan hasil tangkapan buangan udang manthis 3 kg, ikan layur 7 kg, dan kepiting kecil 23 kg. Kelayan usaha pada perikanan tangkap pukat hela didapatkan hasil BC/Rasio sebesar 1,730 berarti usaha tersebut layak untuk di jalankan. Adapun tingkat keramahan lingkungan yang ada di Perairan Juata Laut ini termasuk kategori ramah lingkungan dimana diperoleh skor 26,9.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEBIJAKAN DISTRIBUSI PUPUK BERSUBSIDI DI KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

WAHYU VIOLITA EKA SARI. 1640202033. 2020. Analisis Kebijakan Distribusi Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Dibimbing oleh Adi Sutrisno. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Tujuan penelitian (1) mengetahui kebijakan distribusi pupuk bersubsidi di Indonesia, (2) mengetahui pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan, dan (3) mengetahui apakah pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan.Hasil penelitian menjelaskan bahwa kebijakan pupuk bersubsidi yang sudah ada di Indonesia, sudah sesuai dengan proses distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan, di mulai dari Lini I adalah lokasi gudang produsen pupuk, yaitu pupuk dari PT. PKT Bontang dan PT. Petrokimia Gresik. Lini II adalah gudang penyanggah yang berada di Ibukota Provinsi Kaltara yaitu Tg. Selor. Lini III adalah gudang distributor yang berada di Kabupaten Bulungan. Lini IV adalah gudang pupuk dikios pengecer, kemudian diberikan kesasaran yaitu kelompok tani atau petani dengan demikian maka penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan sudah sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK ROLE PLAY TERHADAP SELF-EFFICACY PADA SISWA KELAS IX-A SMPN 6 TARAKAN

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik role play terhadap self-efficacy pada siswa kelas IX-A SMPN 6 Tarakan. Self-efficacy merupakan keyakinan siswa terhadap kemampuan dirinya dalam menghadapi tugas, tantangan, serta berbagai situasi dilingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Eksperimen dan desain Pre-Experimental Design model One-Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah delapan siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan skala self-efficacy yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji homogenitas, uji paired sample t-test, serta analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan self-efficacy setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role play. Nilai rata-rata self-efficacy meningkat dari 30,63 pada pretest menjadi 69,13 pada posttest. Hasil perhitungan N-Gain menunjukkan peningkatan sebesar 67,1%. Seluruh siswa mengalami peningkatan skor, dengan tujuh siswa berada pada kategori tinggi dan satu siswa berada pada kategori sedang. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,000 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara self-efficacy siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Dengan demikian, bimbingan kelompok dengan teknik role play berpengaruh terhadap peningkatan self-efficacy siswa kelas IX-A SMPN 6 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK ROLE PLAY TERHADAP SELF-EFFICACY PADA SISWA KELAS IX-A SMPN 6 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik role play terhadap self-efficacy pada siswa kelas IX-A SMPN 6 Tarakan. Self-efficacy merupakan keyakinan siswa terhadap kemampuan dirinya dalam menghadapi tugas, tantangan, serta berbagai situasi dilingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Eksperimen dan desain Pre-Experimental Design model One-Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah delapan siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan skala self-efficacy yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji homogenitas, uji paired sample t-test, serta analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan self-efficacy setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role play. Nilai rata-rata self-efficacy meningkat dari 30,63 pada pretest menjadi 69,13 pada posttest. Hasil perhitungan N-Gain menunjukkan peningkatan sebesar 67,1%. Seluruh siswa mengalami peningkatan skor, dengan tujuh siswa berada pada kategori tinggi dan satu siswa berada pada kategori sedang. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,000 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara self-efficacy siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Dengan demikian, bimbingan kelompok dengan teknik role play berpengaruh terhadap peningkatan self-efficacy siswa kelas IX-A SMPN 6 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny.S di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan

2026•Koleksi Perpustakaan

COMPREHENSIVE MIDWIFERY CARE FOR NY.S AT GUNUNG LINGKAS HEALTH CENTER, TARAKAN CITY Abstract Comprehensive midwifery care (Continuity of Care/CoC) is midwifery service that is provided continuously from pregnancy, birth, postpartum, to the newborn. This service aims to monitor the health of mothers and babies, detect risks early, and prevent complications. In this case study, care was carried out at the Gunung Lingkas Community Health Center in the period 09 January-18 February 2026. The visits included two pregnancy visits, one delivery visit, one postpartum visit, and one neonate visit. Care began on 09 February 2026 when the gestational age was 38 weeks 4 days. The examination results showed that the condition of the mother and fetus was normal without complications. The birth took place on February 17 2026 at 39 weeks 5 days of gestation and was assisted according to Normal Childbirth Care (APN) standards. The first stage lasts 1 hour 55 minutes, the second stage lasts 10 minutes, the third stage lasts 10 minutes, the fourth stage is monitored for 2 hours. The baby was born spontaneously, full term, cried immediately, with reddish skin colour and good muscle tone. The placenta was delivered complete, the bleeding was around 100 cc, and no tears were found in the birth canal. Postpartum and newborn visits were carried out on February 18 2026. The results of the examination showed that the mother was in good condition, vital signs were within normal limits, TFU 2 fingers below the center, lochea rubra was normal, and there were no signs of infection. Newborn examination showed a male baby weighing 3,500 grams, body length 49 cm, head circumference 32cm and chest circumference 30 cm. Overall, comprehensive midwifery care for Mrs. S has been implemented well. Pregnancy, childbirth, postpartum and the neonatal period proceed physiologically without complications. Sustainable care is expected to maintain the health of mothers and babies and support early detection if health problems occur. Keywords: Comprehensive Midwifery Care, Continuity Of Care (COC), Pregnancy, Childbirth, Postpartum, Newborn.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN PADA MATERI TEKS EKSPLANASI SISWA KELAS V DI SD NEGERI 029 TARAKAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran teks eksplanasi yang layak untuk siswa kelas V SD Negeri 029 Tarakan, serta mendeskripsikan respon guru terhadap kualitas dan kemudahan penggunaan produk tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya variasi bahan ajar mandiri materi teks eksplanasi di sekolah dasar yang berdampak pada rendahnya fokus, percaya diri, dan tanggung jawab siswa saat presentasi. Metode yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas V SD Negeri 029 Tarakan untuk uji coba terbatas dan uji coba lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, lembar validasi ahli, dan angket respon guru, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran teks eksplanasi berbasis penguatan Profil Pelajar Pancasila ini sangat layak dan menarik untuk digunakan. Kelayakan produk dibuktikan oleh penilaian para ahli (materi, media, dan bahasa) yang memperoleh rata-rata persentase sebesar 83,33% (sangat layak). Selain itu, rekapitulasi angket respon guru kelas V menghasilkan rata-rata persentase sebesar 94,5% (sangat menarik). Modul ini dinilai praktis, mudah digunakan, serta mampu meningkatkan keaktifan dan semangat belajar siswa. Kesimpulannya, modul pembelajaran ini dinyatakan layak dan efektif sebagai media pendukung pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KAJIAN ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT SUKU TORAJA DI DESA SAPAN KUA-KUA KABUPATEN TORAJA UTARA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

2026•

Penelitian etnobotani bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat, bagian dari tumbuhan yang digunakan, cara pengolahan dan pengaplikasian tumbuhan sebagai obat tradisional, dan potensinya sebagai sumber belajar biologi oleh suku Toraja di Desa Sapan Kua-Kua Kecamatan Buntao Kabupaten Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi dengan fokus kajian etnobotani. Data penelitian diperoleh dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Responden penelitian ini adalah ketua adat, bidan kampung, orang yang dituakan, dan individu yang mengetahui lebih tentang pemanfaatan tumbuhan obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penelitian terdapat 32 jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat oleh suku Toraja di Desa Sapan Kua-Kua, tumbuhan tersebut didominasi oleh famili Zingiberaceae. Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat adalah daun, batang, akar, bunga, buah, tunas, rimpang dan umbi lapis. Tumbuhan yang digunakan sebagai obat diolah dengan cara direbus, diparut, disaring, dibakar, diseduh, dikupas, dikunyah, ditumbuk, diremas, dimemarkan dan diiris. Masyarakat mengaplikasikan obat-obatan tersebut dengan cara diminum, dioleskan, ditiupkan, dikonsumsi langsung dan dikumur. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber belajar biologi pada jenjang SMA/MA kelas X khususnya pada materi keanekaragaman hayati. Sehingga hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pendukung pembelajaran biologi yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan peserta didik. Ethnobotanical research aims to determine the types of plants used as medicine, the parts of the plants used, how to process and apply plants as traditional medicine, and their potential as a source of biological learning by the Toraja tribe in Sapan Kua-Kua Village, Buntao District, North Toraja Regency, South Sulawesi Province using a qualitative descriptive method with an ethnographic approach with a focus on ethnobotanical studies. Research data was obtained by interviews, observation and documentation. Respondents to this research were traditional leaders, village midwives, elders, and individuals who knew more about the use of medicinal plants. The results showed that in the research there were 32 types of plants used as medicine by the Toraja tribe in Sapan Kua-Kua Village, these plants were dominated by the Zingiberaceae family. The parts of plants used as medicine are leaves, stems, roots, flowers, fruit, shoots, rhizomes and tubers. Plants used as medicine are processed by boiling, grating, filtering, burning, brewing, peeling, chewing, pounding, kneading, bruising and slicing. People apply these medicines by drinking, smearing, blowing, consuming directly and gargling. The results of this research can be used as a biology learning resource at the SMA/MA class X level, especially on biodiversity material. So the results of this research can be used to support biology learning which does not only focus on theory, but also provides learning experiences that are relevant to students' lives.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

THE EFFECT OF DRILLING AND SHADOWING TECHNIQUES IN ENHANCING ENGLISH PRONUNCIATION AT THE ELEVENTH-GRADE STUDENTS OF SMAN 2 TARAKAN

2026•

Pronunciation is an important part of communication. However, many students still had difficulties pronouncing English sounds, word stress, and intonation correctly. These difficulties can affect students’ confidence and their ability to communicate clearly. Therefore, the appropriate learning techniques are needed to help students to improve their pronunciation skills. This study was conducted to address the low pronunciation skills of students and aims to determine the effect of drilling and shadowing techniques on the pronunciation ability of the eleventh-grade students at SMAN 2 Tarakan. This study employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The research sample consisted of 33 students from class XI-E. Data were collected through pronunciation tests administered as pretests and a posttests, then analyzed using IBM SPSS Statistics version 20. Normality was assesed using the Shapiro–Wilk test, followed by paired-samples t-test and N-gain analysis. The results indicated that the significance value for the pretest was 0.140 and for the posttest was 0.085. Both values exceed 0.05, indicating that the data were normally distributed. This implies that the data met the normality assumption and could be analyzed using parametric tests, such as the paired-samples t-test. The average student score increased from 54.90 in the pretest, categorized as poor, to 65.73 in the posttest, categorized as sufficient. The results of the paired-samples t-test showed a significance value of 0.000 (p 0.05), which means the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (H₀) is rejected. In addition, the N-gain value is 0.25, which falls into the low category. These research findings indicate that although the improvement in the students’ pronunciation abilities is statistically significant, the magnitude of the improvement was relatively low. In conclusion, the use of drilling and shadowing techniques had a statistically significant effect, but with a relatively small impact on improving students’ English pronunciation skills.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN PADA MATERI TEKS EKSPLANASI SISWA KELAS V DI SD NEGERI 029 TARAKAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran teks eksplanasi yang layak untuk siswa kelas V SD Negeri 029 Tarakan, serta mendeskripsikan respon guru terhadap kualitas dan kemudahan penggunaan produk tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya variasi bahan ajar mandiri materi teks eksplanasi di sekolah dasar yang berdampak pada rendahnya fokus, percaya diri, dan tanggung jawab siswa saat presentasi. Metode yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas V SD Negeri 029 Tarakan untuk uji coba terbatas dan uji coba lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, lembar validasi ahli, dan angket respon guru, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran teks eksplanasi berbasis penguatan Profil Pelajar Pancasila ini sangat layak dan menarik untuk digunakan. Kelayakan produk dibuktikan oleh penilaian para ahli (materi, media, dan bahasa) yang memperoleh rata-rata persentase sebesar 83,33% (sangat layak). Selain itu, rekapitulasi angket respon guru kelas V menghasilkan rata-rata persentase sebesar 94,5% (sangat menarik). Modul ini dinilai praktis, mudah digunakan, serta mampu meningkatkan keaktifan dan semangat belajar siswa. Kesimpulannya, modul pembelajaran ini dinyatakan layak dan efektif sebagai media pendukung pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Perlindungan Hukum Konsumen Terhadap Ketidaksesuaian Harga Produk Antara Rak Dengan Kasir Minimarket di Kota Tarakan

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman hukum konsumen dan upaya perlindungan hukum yang diberikan terhadap konsumen yang dirugikan akibat perbedaan harga antara rak dan kasir di minimarket Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum empiris yang melihat keberlakuan hukum sebagai bentuk nyata dengan menelaah permasalahan yang ada dan menggambarkan pemahaman konsumen serta mekanisme perlindungan hukum yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen telah memahami hak dan kewajiban terkait transparansi harga, namun penerapannya dalam transaksi sehari-hari masih terbatas karena rendahnya kesadaran hukum, sehingga sulit memperjuangkan hak saat terjadi kerugian. Perlindungan hukum yang diberikan terhadap konsumen terdiri dari dua bentuk yaitu represif bentuk penyelesaian sengketa melalui pengaduan langsung ke pemilik usaha atau Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), serta preventif yaitu perlindungan hukum yang bertujuan untuk mencegah kerugian sebelum terjadi dengan cara melakukan sosialisasi hak konsumen oleh pihak yang berwenang dan melakukan pengecekkan rutin diminimarket. Kurangnya sosialisasi yang dilakukan terkait hak konsumen kepada konsumen Kota Tarakan dan kurangnya dukungan pemerintah daerah untuk memfasilitasi sosialisasi sehingga pelaksanaan hukum perlindungan konsumen kurang efektif, karena itu mekanisme pengawasan dan penyelesaian masalah tidak bisa berjalan baik tanpa partisipasi aktif dari konsumen itu sendiri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perlindungan Hukum Konsumen Terhadap Ketidaksesuaian Harga Produk Antara Rak Dengan Kasir Minimarket di Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman hukum konsumen dan upaya perlindungan hukum yang diberikan terhadap konsumen yang dirugikan akibat perbedaan harga antara rak dan kasir di minimarket Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum empiris yang melihat keberlakuan hukum sebagai bentuk nyata dengan menelaah permasalahan yang ada dan menggambarkan pemahaman konsumen serta mekanisme perlindungan hukum yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen telah memahami hak dan kewajiban terkait transparansi harga, namun penerapannya dalam transaksi sehari-hari masih terbatas karena rendahnya kesadaran hukum, sehingga sulit memperjuangkan hak saat terjadi kerugian. Perlindungan hukum yang diberikan terhadap konsumen terdiri dari dua bentuk yaitu represif bentuk penyelesaian sengketa melalui pengaduan langsung ke pemilik usaha atau Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), serta preventif yaitu perlindungan hukum yang bertujuan untuk mencegah kerugian sebelum terjadi dengan cara melakukan sosialisasi hak konsumen oleh pihak yang berwenang dan melakukan pengecekkan rutin diminimarket. Kurangnya sosialisasi yang dilakukan terkait hak konsumen kepada konsumen Kota Tarakan dan kurangnya dukungan pemerintah daerah untuk memfasilitasi sosialisasi sehingga pelaksanaan hukum perlindungan konsumen kurang efektif, karena itu mekanisme pengawasan dan penyelesaian masalah tidak bisa berjalan baik tanpa partisipasi aktif dari konsumen itu sendiri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny.S di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

COMPREHENSIVE MIDWIFERY CARE FOR NY.S AT GUNUNG LINGKAS HEALTH CENTER, TARAKAN CITY Abstract Comprehensive midwifery care (Continuity of Care/CoC) is midwifery service that is provided continuously from pregnancy, birth, postpartum, to the newborn. This service aims to monitor the health of mothers and babies, detect risks early, and prevent complications. In this case study, care was carried out at the Gunung Lingkas Community Health Center in the period 09 January-18 February 2026. The visits included two pregnancy visits, one delivery visit, one postpartum visit, and one neonate visit. Care began on 09 February 2026 when the gestational age was 38 weeks 4 days. The examination results showed that the condition of the mother and fetus was normal without complications. The birth took place on February 17 2026 at 39 weeks 5 days of gestation and was assisted according to Normal Childbirth Care (APN) standards. The first stage lasts 1 hour 55 minutes, the second stage lasts 10 minutes, the third stage lasts 10 minutes, the fourth stage is monitored for 2 hours. The baby was born spontaneously, full term, cried immediately, with reddish skin colour and good muscle tone. The placenta was delivered complete, the bleeding was around 100 cc, and no tears were found in the birth canal. Postpartum and newborn visits were carried out on February 18 2026. The results of the examination showed that the mother was in good condition, vital signs were within normal limits, TFU 2 fingers below the center, lochea rubra was normal, and there were no signs of infection. Newborn examination showed a male baby weighing 3,500 grams, body length 49 cm, head circumference 32cm and chest circumference 30 cm. Overall, comprehensive midwifery care for Mrs. S has been implemented well. Pregnancy, childbirth, postpartum and the neonatal period proceed physiologically without complications. Sustainable care is expected to maintain the health of mothers and babies and support early detection if health problems occur. Keywords: Comprehensive Midwifery Care, Continuity Of Care (COC), Pregnancy, Childbirth, Postpartum, Newborn.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT SUKU TORAJA DI DESA SAPAN KUA-KUA KABUPATEN TORAJA UTARA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian etnobotani bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat, bagian dari tumbuhan yang digunakan, cara pengolahan dan pengaplikasian tumbuhan sebagai obat tradisional, dan potensinya sebagai sumber belajar biologi oleh suku Toraja di Desa Sapan Kua-Kua Kecamatan Buntao Kabupaten Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi dengan fokus kajian etnobotani. Data penelitian diperoleh dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Responden penelitian ini adalah ketua adat, bidan kampung, orang yang dituakan, dan individu yang mengetahui lebih tentang pemanfaatan tumbuhan obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penelitian terdapat 32 jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat oleh suku Toraja di Desa Sapan Kua-Kua, tumbuhan tersebut didominasi oleh famili Zingiberaceae. Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat adalah daun, batang, akar, bunga, buah, tunas, rimpang dan umbi lapis. Tumbuhan yang digunakan sebagai obat diolah dengan cara direbus, diparut, disaring, dibakar, diseduh, dikupas, dikunyah, ditumbuk, diremas, dimemarkan dan diiris. Masyarakat mengaplikasikan obat-obatan tersebut dengan cara diminum, dioleskan, ditiupkan, dikonsumsi langsung dan dikumur. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber belajar biologi pada jenjang SMA/MA kelas X khususnya pada materi keanekaragaman hayati. Sehingga hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pendukung pembelajaran biologi yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan peserta didik. Ethnobotanical research aims to determine the types of plants used as medicine, the parts of the plants used, how to process and apply plants as traditional medicine, and their potential as a source of biological learning by the Toraja tribe in Sapan Kua-Kua Village, Buntao District, North Toraja Regency, South Sulawesi Province using a qualitative descriptive method with an ethnographic approach with a focus on ethnobotanical studies. Research data was obtained by interviews, observation and documentation. Respondents to this research were traditional leaders, village midwives, elders, and individuals who knew more about the use of medicinal plants. The results showed that in the research there were 32 types of plants used as medicine by the Toraja tribe in Sapan Kua-Kua Village, these plants were dominated by the Zingiberaceae family. The parts of plants used as medicine are leaves, stems, roots, flowers, fruit, shoots, rhizomes and tubers. Plants used as medicine are processed by boiling, grating, filtering, burning, brewing, peeling, chewing, pounding, kneading, bruising and slicing. People apply these medicines by drinking, smearing, blowing, consuming directly and gargling. The results of this research can be used as a biology learning resource at the SMA/MA class X level, especially on biodiversity material. So the results of this research can be used to support biology learning which does not only focus on theory, but also provides learning experiences that are relevant to students' lives.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

THE EFFECT OF DRILLING AND SHADOWING TECHNIQUES IN ENHANCING ENGLISH PRONUNCIATION AT THE ELEVENTH-GRADE STUDENTS OF SMAN 2 TARAKAN

2026•

Pronunciation is an important part of communication. However, many students still had difficulties pronouncing English sounds, word stress, and intonation correctly. These difficulties can affect students’ confidence and their ability to communicate clearly. Therefore, the appropriate learning techniques are needed to help students to improve their pronunciation skills. This study was conducted to address the low pronunciation skills of students and aims to determine the effect of drilling and shadowing techniques on the pronunciation ability of the eleventh-grade students at SMAN 2 Tarakan. This study employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The research sample consisted of 33 students from class XI-E. Data were collected through pronunciation tests administered as pretests and a posttests, then analyzed using IBM SPSS Statistics version 20. Normality was assesed using the Shapiro–Wilk test, followed by paired-samples t-test and N-gain analysis. The results indicated that the significance value for the pretest was 0.140 and for the posttest was 0.085. Both values exceed 0.05, indicating that the data were normally distributed. This implies that the data met the normality assumption and could be analyzed using parametric tests, such as the paired-samples t-test. The average student score increased from 54.90 in the pretest, categorized as poor, to 65.73 in the posttest, categorized as sufficient. The results of the paired-samples t-test showed a significance value of 0.000 (p 0.05), which means the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (H₀) is rejected. In addition, the N-gain value is 0.25, which falls into the low category. These research findings indicate that although the improvement in the students’ pronunciation abilities is statistically significant, the magnitude of the improvement was relatively low. In conclusion, the use of drilling and shadowing techniques had a statistically significant effect, but with a relatively small impact on improving students’ English pronunciation skills.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI GOOD GOVERNANCE DALAM PENYUSUNAN DAN EVALUASI LAPORAN REALISASI DI KABUPATEN MALINAU

2026•

Penyusunan dan evaluasi laporan realisasi pembangunan merupakan instrumen penting dalam mewujudkan akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan daerah. Dalam konteks otonomi daerah, laporan realisasi tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban administratif, tetapi juga sebagai sarana evaluasi kinerja pemerintah daerah serta bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. Oleh karena itu, penerapan prinsip-prinsip Good Governance menjadi prasyarat utama dalam memastikan bahwa proses penyusunan dan evaluasi laporan realisasi dilaksanakan secara objektif, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan prinsip-prinsip Good Governance dalam penyusunan dan evaluasi laporan realisasi di Kabupaten Malinau serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menerapkan prinsip-prinsip tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui penalaran hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, penerapan prinsip Good Governance dalam penyusunan dan evaluasi laporan realisasi di Kabupaten Malinau telah memiliki dasar hukum yang memadai. Prinsip akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas telah diupayakan melalui mekanisme pelaporan dan sistem monitoring yang berlaku. Namun, dalam praktiknya, penerapan prinsip-prinsip tersebut belum sepenuhnya optimal. Hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan sumber daya manusia, lemahnya koordinasi antar OPD, belum konsistennya data pelaporan, serta belum maksimalnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung sistem pelaporan dan evaluasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan implementasi Good Governance dalam penyusunan dan evaluasi laporan realisasi di Kabupaten Malinau memerlukan peningkatan kapasitas aparatur, penyempurnaan sistem pelaporan, serta penguatan mekanisme evaluasi yang berorientasi pada kinerja dan kepentingan publik. Secara akademik, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian hukum administrasi negara, khususnya terkait tata kelola pemerintahan daerah dan akuntabilitas pembangunan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI GOOD GOVERNANCE DALAM PENYUSUNAN DAN EVALUASI LAPORAN REALISASI DI KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyusunan dan evaluasi laporan realisasi pembangunan merupakan instrumen penting dalam mewujudkan akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan daerah. Dalam konteks otonomi daerah, laporan realisasi tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban administratif, tetapi juga sebagai sarana evaluasi kinerja pemerintah daerah serta bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. Oleh karena itu, penerapan prinsip-prinsip Good Governance menjadi prasyarat utama dalam memastikan bahwa proses penyusunan dan evaluasi laporan realisasi dilaksanakan secara objektif, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan prinsip-prinsip Good Governance dalam penyusunan dan evaluasi laporan realisasi di Kabupaten Malinau serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menerapkan prinsip-prinsip tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui penalaran hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, penerapan prinsip Good Governance dalam penyusunan dan evaluasi laporan realisasi di Kabupaten Malinau telah memiliki dasar hukum yang memadai. Prinsip akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas telah diupayakan melalui mekanisme pelaporan dan sistem monitoring yang berlaku. Namun, dalam praktiknya, penerapan prinsip-prinsip tersebut belum sepenuhnya optimal. Hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan sumber daya manusia, lemahnya koordinasi antar OPD, belum konsistennya data pelaporan, serta belum maksimalnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung sistem pelaporan dan evaluasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan implementasi Good Governance dalam penyusunan dan evaluasi laporan realisasi di Kabupaten Malinau memerlukan peningkatan kapasitas aparatur, penyempurnaan sistem pelaporan, serta penguatan mekanisme evaluasi yang berorientasi pada kinerja dan kepentingan publik. Secara akademik, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian hukum administrasi negara, khususnya terkait tata kelola pemerintahan daerah dan akuntabilitas pembangunan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH HARGA DAN IMPULSE BUYING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ONLINE MELALUI EMOTIONAL PADA E-COMMERCE

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga dan impulse buying terhadap keputusan pembelian online melalui emotional pada e-commerce. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan cara mengumpulkan data melalui kuesioner dari 190 responden mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria mahasiswa aktif yang telah menggunakan e-commerce minimal tiga kali. Analisis data pada penelitian ini dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga berpengaruh positif secara signifikan terhadap keputusan pembelian online dan emotional. Impulse buying berpengaruh positif signifikan terhadap emotional, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian online. Emotional berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian online dan merupakan prediktor terkuat. Analisis mediasi menunjukkan emotional memediasi secara parsial pengaruh harga terhadap keputusan pembelian online dan juga memediasi secara penuh pengaruh impulse buying terhadap keputusan pembelian. Model penelitian mampu menjelaskan variasi keputusan pembelian online. Penelitian ini mengkonfirmasi emotional memainkan peran sentral pada keputusan pembelian online. Harga dapat mempengaruhi keputusan pembelian baik secara langsung maupun melalui jalur emosional, sedangkan impulse buying beroperasi sepenuhnya melalui mekanisme emosional. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pelaku e-commerce untuk mengintegrasikan strategi emotional marketing pada penetapan harga dan stimulus pembelian impulsif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Peningkata Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Yang Diberi Pakan Penambahan Tepung Maggot (Hermetia ilucens)

2025•

ABSTRAK Pakan komersial yang mahal menjadi salah satu kendala utama dalam budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus), sehingga diperlukan alternatif sumber protein yang lebih ekonomis dan berkelanjutan. Tepung maggot (Hermetia illucens) merupakan bahan pakan alternatif yang kaya protein (40–50%) dan berpotensi menggantikan sebagian pakan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung maggot dalam pakan terhadap pertumbuhan ikan nila. Ikan nila dipilih karena merupakan komoditas perikanan air tawar yang penting di Kalimantan Utara, baik dari segi ekonomi maupun nilai gizi.Penelitian dilakukan selama satu bulan menggunakan metode eksperimen deskriptif kuantitatif dengan empat perlakuan dan tiga ulangan: P0 (kontrol, tanpa tepung maggot), P1 (30 g tepung maggot), P2 (50 g tepung maggot), dan P3 (70 g tepung maggot). Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan berat mutlak, Feed Conversion Ratio (FCR), Specific Growth Rate (SGR), dan Survival Rate (SR). Hasil analisis proksimat menunjukkan bahwa tepung maggot mengandung protein kasar 42,55%, lemak kasar 6,20%, dan kadar air 3%. Perlakuan P2 (50 g tepung maggot) memberikan hasil terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Pada perlakuan tersebut, ikan nila mengalami peningkatan berat dari 0,92 g menjadi 4,5 g dan panjang dari 3,6 cm menjadi 5,7 cm selama periode penelitian. Nilai FCR terbaik sebesar 0,17, SGR sebesar 49,75%, dan SR sebesar 80% juga dicapai pada perlakuan P2. Temuan ini menunjukkan bahwa penambahan tepung maggot dalam pakan mampu meningkatkan performa pertumbuhan ikan nila secara signifikan. Dengan demikian, tepung maggot berpotensi sebagai substitusi pakan komersial yang efektif dan berkelanjutan dalam budidaya ikan nila, khususnya pada dosis 50 g per pakan uji.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail