Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MUHAMMAD

630 karya publik ditemukan.

2026: 1192025: 922024: 1152023: 1092022: 882021: 732020: 272019: 3

STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASSIS MASYRAKAT (STUDI KASUS : WISATA PERSEMAIAN KOTA TARAKAN)

2020 · Thesis ·

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan ekowisata berbasis masyarakat pada objek wisata persemaian Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa angket atau kuesioner, populasi dalam penelitian ini jumlah penduduk kelurahan karang harapan, Tarakan Barat dengan jumlah penduduk 9.941 jiwa. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive Quoted Sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan metode analisis SWOT dan hasil dari penelitian ini menghasilkan beberapa strategi yaitu strategi SO, WO, ST, dan WT namun di dapatkan strategi yang prioritas adalah ST (srength – Threats) : Meningkatkan hubungan kerja sama antara pengelola kawasan konservasi dengan dinas-dinas terkait agar peningkatan produk dan atraksi wisata dapat berkembang lebih baik. Perlunya perawatan terhadap fasilitas, flora dan fauna yang ada di wisata persemaian agar dapat menawarkan keindahan alam kepada pengunjung dan Meningkatkan promosi wisata persemaian sebagai kawasan konservasi serta obyek wisata kepada masyarakat bahwa wisata persemaian memiliki keindahan tersendiri, sehingga dapat menarik minat pengunjung untuk mengunjunginya meskipun adanya kemajuan berbagai obyek wisata lain yang begitu pesat.

TEMUAN PATIN INTRODUKSI (PANGASIUS DJAMBAL), PATIN NATIVE (PANGASIUS RHEOPILUS), DAN TEMBARING (LUTJANUS GOLDIEI) DI HILIR SUNGAI KAYAN KABUPATEN BULUNGAN

2020 · Thesis ·

Ikan patin (Pangasius djambal), patin Sungai Kayan (Pangasius rheopilus) dan tembaring (Lutjanus goldiei) adalah jenis ikan yang sering ditemukan di perairan Sungai Kayan, namun keberadaannya yang semakin sulit ditemukan. Hal menarik lainnya, telah ditemukan jenis lain dari ikan-ikan tersebut sehingga diperlukan suatu kajian terhadap potensi ikan sebagi introduksimaupun native. Tujuan penelitan untuk mengidentifikasi morfometrik dan meristik serta adanya indikasi introduksi meupun nativespesies dari jenis-jenis tersebut. Penelitian dilaksanakan selama satu bulan, sejak Maret hingga April 2020, di sungai Kayan Kabupaten Bulungan.Metode yang digunakan berupa pengukuran morfometrik meristik pada bagian tubuh ikan.Selain itu, juga mengidentifikasi bentuk ekor, organ tambahan, bentuk sisik dan letak mulut.Identifikasi menggunakan buku panduan identifikasi FAO, 1984.

KONDISI ZOOPLANKTON DI PERAIRAN TAMBAK TRADISIONAL KELURAHAN KARANG HARAPAN KOTA TARAKAN

2020 · Thesis ·

Peranan zooplankton sebagai mata rantai makanan antara produsen primer dengan karnivora besar dan kecil dapat mempengaruhi kompleksitas rantai makanan dalam ekosistem perairan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kelimpahan, keanekaragaman, dan dominansi zooplankton pada perairan tambak tradisional Kelurahan Karang Harapan Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 sampai dengan Januari 2020. Penelitian menggunaan metode deskriptif kuantitatif dengan penentuan lokasi menggunakan teknik purpossive sampling. Hasil penelitian ditemukan berjumlah 5 spesies yaitu Brancionus sp, Oithona sp, Nauplius sp, Zoea Kepiting dan Larva Glaycera sp, dengan komposisi zooplankton yang terdiri dari 3 kelas di antaranya Crustacea, Rotifera dan Polychaeta. Kelimpahan zooplankton yaitu berkisar antara 3,80–13,43 ind/L, kelimpahan zooplankton pada pagi hari berkisar antara 5,48-13,43 ind/L, sedangkan kelimpahan pada siang hari berkisar antara 3,80-6,99 ind/L, hal ini menunjukkan bahwa kelimpahan zooplankton tergolong rendah (oligotrofik). Keanekaragaman berkisar antara 0,72-0,86, keanekaragaman pada pagi hari berkisar antara 0,79-0,86 sedangkan keanekaragaman pada siang hari berkisar antara 0,72-0,83, Keanekaragaman termasuk dalam komunitas rendah, dan indeks dominansi yang didapatkan berkisar antara 0,43-0,52 indeks dominansi pada pagi hari berkisar antara 0,43-0,52 sedangkan pada siang hari berkisar antara 0,42-0,51 kondisi komunitas tersebut terdapat jenis yang mendominasi yaitu kelas crustacea jenis Nauplius sp.

HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETANI DENGAN KOMPETENSI AGRIBISNIS PETANI SAYURAN KOTA TARAKAN (STUDI : PADA KELOMPOK TANI SINAR HARAPAN KELURAHAN KAMPUNG ENAM KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bermaksud menjawab tiga pertanyaan terkait hubungan karakteristik petani dengan kompetensi petani di Kelompok tani Sinar Harapan. Pertama, bagaimana karakteristik petani di kelompok tani sinar harapan? Kedua, Bagaimana kompetensi Agribisnis petani di Kelompok Tani Sinar Harapan? Ketiga, Bagaimana hubungan karakteristik petani dengan kompetensi agribisnis petani di Kelompok Tani Sinar Harapan? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif pada tujuan satu dan dua dengan kuisioner yang hasilnya akan diolah menggunakan metode skoring skala likert untuk mendeskripsikan tujuan satu dan dua. Tujuan ketiga dengan analisis korelasi Spearman menggunakan SPSS untuk menganalisis hubungan karakteristik petani dengan kompetensi agribisnis. Hasil penelitian 1). tingkat karakteristik petani berdasarkan umur berkategori sedang yaitu petani yang berumur 31 tahun sampai 46 tahun sebesar (48,27%), untuk pendidikan berkategori rendah karena sebagian petani tidak sekolah dan hanya menjenjang pendidikan hingga sekolah dasar yaitu sebesar (51,72%), lama bertani berkategori rendah yaitu selama 3 tahun sampai dengan 15 tahun sebesar (44,82%) dan luas lahan berkategori rendah yaitu luas lahan yang di kelola yaitu seluas 200 m2 sampai dengan 5000 m2 sebesar (65,51%). 2). Untuk tingkat kompetensi agribisnis petani yaitu sedang. Untuk hubungan karakteristik dengan kompetensi agribisnis yaitu korelasi cukup (0,469) dengan siginifikan 0,010 yang mana 0,010 0,05 berarti variable x dan y. Selain dari karakteristik juga kompetensi agribisnis dapat ditingkatkan dengan adanya penyuluhan dan pelatihan untuk mengembangkan kompetensi agribisnis petani.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. S DENGAN MASALAH UTAMAISOLASI SOSIAL : MENARIK DIRI DI RUANG TERATAIRUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

2020 · Thesis ·

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. S. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “S”. Hasil pengkajian klien terdapat 5 masalah keperawatan yaitu: isolasi sosial: menarik diri, gangguankonsep diri: harga diri rendah, defisit perawatan diri: mandi dan berpakaian, risiko gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, dan defisit pengetahuan, dan 4 yang menjadi diagnosa prioritas yaitu: isolasi sosial: menarik diri, gangguan konsep diri: harga diri rendah, defisit perawatan diri: mandi dan berpakaian, risiko gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Kesimpulan: penulis menemukan 2 kesenjangan yang ada pada teori tapi tidak ada pada kasus, dan pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu isolasi sosial: menarik diri. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari perawat, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan karena klien mampu melakukan dengan benar tetapi klien belum mampu melakukan secara mandiri, intervensi didelegasikan pada perawat ruangan. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan perawat agar indikator dapat teratasi.

Asuhan Keperawatan Pda Tn.O dengan Gagal Ginjal Akut di Ruang perawatan Dahlia Rumah Sakit Umum Daerah Tarkan Provinsi Kalimantan Utara

2020 · Thesis ·

Kasus penyakit Gagal Ginjal Akut, prevalensi menurut World Health Organitation memperkirakan bahwa prevalensi Gagal Ginjal Akut lebih dari 356 juta jiwa pada tahun 2009. Angka kejadian 1 tahun pada tahun 2010 sampai 2011 di wilayah Indonesia, orang yang mengalami Gagal Ginjal Akut mortalitas lebih tinggi pada pasien lanjut usia dan pasien dengan kegagalan multi organ. Penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini penulis mendapatkan gambaran nyata dalam menerapkan asuhan keperawatan pada klien Tn. O dengan Gagal Ginjal Akut. Subjek laporan ini adalah Tn. O dengan Gagal Ginjal Akut di ruang Perawatan Dahlia RSUD Tarakan Provinsi Kalimantan Utara dari tanggal 26-29 November 2018. Hasil laporan didapatkan enam diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. O, yaitu Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan sekresi yang tertahan, Risiko perfusi renal tidak efektif dibuktikan dengan disfungsi ginjal, Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan, Gangguan integritas kulit berhubungan dengan penurunan mobilitas, Risiko defisit nutrisi dibuktikan dengan kurangnya asupan makanan, Risiko jatuh dibuktikan dengan penurunan kekuatan otot. Disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang ada antara teori dan kasus pada Tn. O dimulai dari pengkajian kesenjangannya yaitu pada pengkajian Sirkulasi, eliminasi, makanan/cairan, neurosensori, nyeri/keamanan, pernapasan. Evaluasi yang terdiri dari enam diagnosis keperawatan dimana ada dua diagnosis keperawatan yang belum teratasi, dan ada empat diagnosis keperawatan yang telah teratasi.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN UANG ELEKTRONIK DI KOTA TARAKAN

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Pendapatan, Kemudahan Penggunaan, Manfaat, Promosi, dan Kepercayaan terhadap Minat Menggunakan Uang Elektronik pada masyarakat di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di Kota Tarakan. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Data yang digunakan adalah data primer berupa kuesioner yang berjumlah 96 responden. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pendapatan berpengaruh signifikan terhadap minat menggunakan uang elektronik dengan melihat nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (2,262 > 1,986), kemudahan penggunaan berpengaruh secara signifikan terhadap minat penggunaan uang elektronik dengan melihat nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (2,336 > 1,986), manfaat berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan uang elektronik dengan melihat nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (2,385 > 1,986), promosi berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan uang elektronik dengan melihat nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (2,259 > 1,986), dan kepercayaan berpengaruh secara signifikan terhadap minat penggunaan uang elektronik dengan melihat nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (3,377 > 1,986). Adapun secara simultan, variabel pendapatan, kemudahan penggunaan, manfaat, promosi, dan kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap minat menggunakan uang elektronik dengan melihat nilai F-hitung lebih besar dari F-tabel (31,189 > 2,32). Dan diperoleh hasil koefisien determinasi (R^2) dengan nilai 0,634 atau sebesar 63,4%.

SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KECAMATAN TARAKAN BARAT

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik di Kecamatan Tarakan Barat yang di ukur berdasarkan kepuasan masyarakat dengan menggunakan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan IKM dengan hasil desain dalam bentuk angka. Penelitian ini dilakukan di 5 (lima) Kelurahan di Kecamatan Tarakan Barat. Teknik sampel yang digunakan adalah non probability sampling. Teknik penngumpulan data dilakukan dengan kuesioner, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai IKM pada pelayanan di Kecamatan Tarakan Barat ialah : 1. Pada Indikator Persayaratan berada pada tingkat Baik hal ini ditunjukkan dengan nilai IKM Sebesar 3,075 dengan Nilai Konversi IKM sebesar 76,875. 2. Pada Indikator Sistem, Mekanisme dan Prosedur berada pada tingkat Kurang Baik hal ini ditunjukkan dengan nilai IKM Sebesar 3,057 dengan Nilai Konversi IKM sebesar 76,425. 3. Pada Indikator Waktu Penyelesaian berada pada tingkat Kurang Baik hal ini ditunjukkan dengan nilai IKM Sebesar 3,0075 dengan Nilai Konversi IKM sebesar 75,187. Pada Indikator Biaya/Tarif berada pada tingkat Kurang Baik hal ini ditunjukkan dengan nilai IKM Sebesar 2,992 dengan Nilai Konversi IKM sebesar 74,812. Pada Indikator Produk Spesifikas, dan Jenis Layanan berada pada tingkat Kurang Baik hal ini ditunjukkan dengan nilai IKM Sebesar 3,052 dengan Nilai Konversi IKM sebesar 76,300. Pada Indikator Kompetensi berada pada tingkat Kurang Baik hal ini ditunjukkan dengan nilai IKM Sebesar 3,035 dengan Nilai Konversi IKM sebesar 75,872. Pada Indikator Perilaku Pelaksana berada pada tingkat Kurang Baik hal ini ditunjukkan dengan nilai IKM Sebesar 2,992 dengan Nilai Konversi IKM sebesar 74,800. Pada Indikator Pengaduan,, saran dan masukan berada pada tingkat Kurang Baik hal ini ditunjukkan dengan nilai IKM Sebesar 2,985 dengan Nilai Konversi IKM sebesar 74,625. 8. Pada Indikator Pengaduan,, saran dan masukan berada pada tingkat Kurang Baik hal ini ditunjukkan dengan nilai IKM Sebesar 2,985 dengan Nilai Konversi IKM sebesar 74,625. 8. Pada Indikator Pengaduan,, saran dan masukan berada pada tingkat Kurang Baik hal ini ditunjukkan dengan nilai IKM Sebesar 2,985 dengan Nilai Konversi IKM sebesar 74,625

THE USE OF MIND MAPPING METHOD TO IMPROVE STUDENTS READING SKILL AT EIGHT SMP N 5 TANJUNG SELOR

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

This study aimed to determain the effect of using Mind Mapping method in teaching reading of narrative text to the eight grade students at SMP Negeri 5 Tanjung Selor. This study use quasi experimental desing samples were taken a pruposive sampling. There are two groups taken as a samples in this study, the experimwnt group taught using Mind Mapping method and the control group taught using Picture series. The researcher instrument was written test. The analyzed the data and were taken from the results of the pre test and posttest of the experimental and the control classes. An independent sample t-test was used to analyze the data with the help of SPSS 23.0. The results of this study indicatetd that the mean score of experimental group was 72,27 and that of the control group was 67,60. The critical t-table value (2000) was greater than and the calculated t value (2,256). The probablity was lasser than the level of significance (0,0280,05). In the other worrds, the null hypotesis (HO) was rejected and the alternative hypotesis (Ha) was accepted. The result of the data analysis proved that the teaching result using the Mind Mapping method were higher than that using the Picture Series. Itvwas concluded that he use of mind mapping method in teaching reading of narrative text to the eight grade students at SMP Negri 5 Tanjung Selor was more Effective than the use of the Picture Series.

EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum L) SEBAGAI ANTI BAKTERI PADA BENUR UDANG WINDU (Penaeus monodon) YANG DI UJI TANTANG DENGAN BAKTERI Vibrio harveyi

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Beberapa tahun terakhir ini kegiatan budidaya udang di kota Tarakan mengalami penurunan produksi bahkan kegagalan panen, penyebab kegagalan ini adanya serangan penyakit. Salah satu penyakit yang menyerang udang adalah penyakit vibriosis. Karamunting (Melastoma malabathricum L), merupakan tumbuhan herbal yang mempunyai senyawa bioaktif, flavonoid, tannin, saponin, yang berpotensi sebagai anti bakterial. Penelitian ini bertujuan menguji potensi karamunting sebagai antibacterial pada benur udang yang diuji tantang dengan bakteri V. harveyi. Penelitian ini terdiri 4 perlakuan 3 ulangan, yaitu; kontrol (0 ppm) dan perendaman ekstrak daun karamunting dengan konsentrasi berbeda (25, 50, dan 75 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman ekstrak dengan konsentrasi 75 ppm memberikan pertumbuhan bobot mutlak sebesar 0.083 g dan pertumbuhan berat spesifik 13.05%. Hasil menunjukkan bahwa pada hari ke 0-15, tingkah laku benur masih normal, gejala serangan terlihat pada hari ke 16–21 dan benur yang terinfeksi lebih awal adalah perlakuan kontrol (24 jam). Tingkat kelangsungan hidup benur untuk semua perlakuan, berkisar antara 90% - 98,3%. Kesimpulan perendaman ekstrak daun karamunting dengan konsentrasi berbeda memberikan pengaruh pada pertumbuhan bobot mutlak dan spesifik benur udang windu serta lama waktu penginfeksian yang lebih lambat dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Selain itu ditemukan potensi ekstrak daun karamunting sebagai growth promotor.

STUDI KEMUNDURAN MUTU IKAN KAKAP MERAH DAN KERAPU LUMPUR HASIL TANGKAPAN BUBU DASAR DI PERAIRAN PULAU BUNYU KABUPATEN BULUNGAN

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRACT This research is purpose to know the variety of main catch fish basic bubu and comparison of main catch fish basic bubu with seatback process after die method. This research was implemented for two months that on April until Mei 2019 in Bunyu Island Kabupaten Bulungan. This research method was use survey method and descriptive method and descriptive with case study approach. The sample decision was are purposive sampling. The seatback of fish quality was influenced of some factors, that was the temperature of the habitat where the fish live, types of the fish, way to catch the fish and way to handled the fish. Rate of fish freshress dedured was variety and very depend on fish condition when the fish was catched. Fish freshress dedined is prevalent to occur because of enzymatic work reduced ATP. Based on the comparized result of fish quality of Red Snapper Fish (Lutjanus sp) and Grouper Lumpur Fish (Epinephelus malabaricus) that Red Snapper Fish (Lutjanus sp) has longer quality decline then Grouper Lumpur fish (E. malabaricus). Based on the result comparized of organoleptic test of Red Snapper Fish (Lutjanus sp) and Grouper Lumpur Fish (E. malabaricus) that changes in eye organs, gills and body surface mucus is longer than Red Snapper Fish (Lutjanus sp) quality decline compare then Grouper Lumpur Fish (E. malabaricus) that has quality descline faster then it. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan dari penelitian ini mengetahui jenis ikan hasil tangkapan utama bubu dasar dan perbandingan hasil tangkapan utama bubu dasar dengan metode proses kemunduran mutu ikan setelah mati. Penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan yaitu pada bulan April sampai Mei 2019 di perairan pulau Bunyu Kabupaten Bulungan. Metode penelitian ini menggunakan metode survey dan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Kemunduran mutu ikan sangat dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain suhu habitat mana ikan itu hidup, jenis ikan, cara penangkapan dan cara penanganan. Laju penurunan kesegaran ikan sangat bervariasi dan sangat tergantung pada kondisi ikan pada saat itu tertangkap. Penurunan tingkat kesegaran ikan lazim terjadi karena kerja enzimatik mengurai ATP. Berdasarkan hasil perbandingan laju kemunduran mutu ikan antara ikan Kakap merah (Lutjanus sp) dan ikan Kerapu lumpur (Epinephelus malabaricus) bahwa ikan Kakap merah (Lutjanus sp) lebih lama kemunduran mutunya dibandingkan ikan Kerapu lumpur (E. malabaricus). Berdasarkan hasil perbandingan uji organoleptic antara ikan Kakap merah (Lutjanus sp) dan ikan Kerapu lumpur (E. malabaricus) bahwa perubahan organ mata, insang dan lendir permukaan badan lebih lama ikan Kakap merah (Lutjanus sp) kemunduran mutunya dibandingkan dengan ikan Kerapu lumpur (E. malabaricus) yang lebih cepat mengalami kemunduran mutu.

NILAI BUDAYA DALAM BUKU PAGUNTAKA NYANYIAN RAKYAT SUKU TIDUNG KARYA EVA APRIANI DAN SITI SULISTYANI PAMUJI (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

NILAI BUDAYA DALAM BUKU PAGUNTAKA NYANYIAN RAKYAT SUKU TIDUNG KARYA EVA APRIANI DAN SITI SULISTYANI PAMUJI (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pemakaian nilai budaya yang terdapat pada lirik nyanyian rakyat suku Tidung di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Berdasarkan masalah yang diajukan dalam penelitian ini, yaitu analisis nilai budaya dalam nyanyian rakyat suku Tidung di Kota Tarakan Kalimantan Utara, maka jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif etnografi. Artinya, prosedur penelitian ini merupakan penelitian yang menghasilkan kata-kata secara tertulis dari lirik lagu yang analisis menggunakan kajian sosiologi sastra. Etnografi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang kebudayaan. Sehingga pada penelitian kali ini peneliti akan menjelaskan tentang nilai budaya yang terdapat dalam lirik lagu kebudayaan masyarakat suku Tidung. Penelitian kualitatif etnografi merupakan penelitian yang menganalisis sebuah data-data baik tertulis maupun lisan dari sebuah kebudayaan. Lirik nyanyian yang diteliti dalam gaya bahasa pada lirik nyanyian rakyat suku Tidung di Kota Tarakan Kalimantan Utara, yaitu: 1) Usak Amad Tantu, 2) Pagun Bakin Banta, 3) Beladaw, 4) Dindang pagun, 5) Belimpung Taka Tagas dan 6) Bebilin. Data dalam penelitian ini adalah berupa bait atau lirik nyanyian yang mengandung nilai budaya dalam nyanyian rakyat suku Tidung. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti kali ini hanya mengambil beberapa judul nyanyian dari sederetan nyanyian rakyat suku Tidung. Dari 6 lirik nyanyian yang telah dianalisis dengan kajian sosiologi sastra dapat diambil kesimpulan bahwa secara keseluruhan data yang didapatkan yaitu nilai budaya terdapat 33 data lirik lagu. Nilai budaya paling dominan yang terdapat dalam lirik nyanyian rakyat suku Tidung di Kota Tarakan Kalimantan Utara yaitu mata pencaharian suku rakyat Tidung, interaksi sosial. Kata kunci: Nilai Budaya, Nyanyian Rakyat Suku Tidung, Sosiologi Sastra.

KULTUR TALUS RUMPUT LAUT(Kappaphycus alvarezii) DENGAN PENAMBAHANPUPUKCONWYDANHORMON COMBO CPERTUMBUHAN SECARAIN VITRO

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Rumput laut Kappaphycus alvarezii salah satu jenis rumput laut yang banyak dibudidayaka, Rumput dan menjadi salah satu komuditas perikanan yang penting. Salah satu upaya untuk menyediakan bibit secara kontinyu adalah melalui kultur jaringan. Teknik kultur jaringan rumput laut sangat dipengaruhi oleh pupuk dan hormon sebagai pertumbuhan talus. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah penurunan kualitas bibit K. alvarezii di masa mendatang adalah melalui kultur in vitro. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengunaan hormon pertumbuhan terhadap tingkat kelangsungan hidup talus, berat mutlak Rumput laut K.alvarezii yang tumbuh, dan panjang talus jaringan rumput laut K.alvarezii yang dibudidayakan secara in vitro. Parameter yang diuji meliputi pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, kelangsungan hidup, dan kualitas air. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan P4 dengan penambahan Pupuk conwi dan Hormon combo C (P&H) mampu menghasilkan 0,186 gram berat mutlak, 0,333 cm pertumbuhan panjang, dan kelangsungan hidup rumput laut 100% tingkat kelangsungan hidup diatas 50 % tergolong baik. Namun demikian, hasil uji sidik ragam dari seluruh perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dari keseluruhan parameter yang diamati. Berdasarkan hasil penelitian diketahui peningkatan pertumbuhan talus rumput laut K.alvarezii dengan kombinasi Pupuk dan Hormon (P&H) mampu meningkatkan pertumbuhan optimal pada panjang talus, berat talus dan kelangsungan hidup talus rumput laut K.alvarezii.

STRUKTUR KOMUNITAS ECHINODERMATA DI PERAIRAN PULAU DERAWAN DAN POTENSI IMPLEMENTASI TERHADAP PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X SMA

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas Echinodermata berdasarkan indeks kelimpahan dan kemerataan Echinodermata di perairan Pulau Derawan menjadi potensi implementasi terhadap pembelajaran Biologi Kelas X SMA. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian terbagi menjadi enam stasiun penelitian. Setiap stasiun terdiri dari empat transek dengan masing-masing panjang transek kurang lebih 110 meter dengan masing-masing ukuran plot 1x1 m2. Parameter yang diukur yaitu Kelimpahan dan Kemerataan Echinodermata. Parameter penunjang berupa faktor lingkungan yang meliputi suhu, pH, salinitas, Total Dissolve Solid (TDS) dan Dissolved oxsigen (DO). Hasil penelitian Echinodermata di perairan Pulau Derawan ditemukan delapan spesies di antaranya yaitu Archaster typicus, Linckia leavigata, Nardoa tuberculata, Diadema setosum, Echinothrix calamaris, Leganum leganum, Holothuria atra dan Synapta maculata. Indeks kelimpahan spesies dari Filum Echinodermata di perairan Pulau Derawan yang tergolong tinggi terdapat pada spesies Diadema setosum dengan nilai kelimpahan 60.33%. kelimpahan Echinodermata yang yang tergolong sedang terdapat pada spesies Archaster typicus sebesar 19.48% dan Leganum leganum sebesar 17.81%. Sedangkan kelimpahan yang tergolong rendah terdapat pada spesies Linckia leavigata sebesar 0.48%, Echinothrix calamaris sebesar 1.19%, Nardoa tuberculata, Holothuria atra dan Synapta maculata dengan nilai masing-masing sebesar 0.24%. Indeks kemerataan Echinodermata di perairan Pulau Derawan sebesar 0.505 yang berarti tergolong tidak stabil. Selanjutnya dilakukan analisis keterkaitan penelitian struktur komunitas Echinodermata dengan pembelajaran Biologi. Hasil analisis keterkaitan penelitian struktur komunitas Echinodermata dengan pembelajaran Biologi, terdapat pada materi animalia invertebrata kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.8 dan 4.8. Langkah pemanfaatan hasil penelitian menjadi potensi implementasi pada pembelajaran biologi, antara lain: (1) kejelasan potensi; (2) kesesuaian dengan tujuan pembelajaran; (3) kejelasan sasaran; (4) kejelasan pedoman eksplorasi; (5) kejelasan perolehan yang ingin dicapai.

MASKULINISASI IKAN CUPANG (Betta sp) MENGGUNAKAN EKSTRAK SELEDRI (Apium graveolens)

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penggunaan ekstrak seledri dalam proses maskulinisasi ikan cupang diharapkan akan meningkatkan hormon testosteron. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak seledri terhadap persentase ikan cupang jantan dengan cara maskulinisasi. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Biota uji dalam penelitian ini adalah larva ikan cupang umur 7 hari yang direndam dalam media yang mengandung ekstrak seledri dengan konsentrasi berbeda selama 8 jam. Perlakuan terdiri dari penambahan ekstrak seledri sebanyak 5 mg/L (P1), 10 mg/L (P2), 20 mg/L (P3), 40 mg/L (P4), 80 mg/L (P5), dan tanpa penambahan ekstrak seledri sebagai kontrol (P0). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak seledri dengan perbedaan konsentrasi berpengaruh signifikan terhadap persentase ikan cupang jantan, tetapi tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kelangsungan hidup. Perlakuan P2 dengan konsentrasi 10 mg/L adalah perlakuan terbaik, menghasilkan 73,33% ikan cupang jantan setelah dua bulan masa pemeliharaan. Nilai kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan Kontrol (P0) yaitu sebesar 100%, sedangkan nilai kelangsungan hidup terendah diperoleh pada perlakuan P5 yaitu sebesar 63,33%.

Percepatan Pematangan Ovari Induk Kepiting Bakau (Scylla sp.) Dengan Pemberian Kombinasi Ekstrak Daun Karamunting (Melastoma malabathricum) dan Hormon Tiroksin

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting. Permintaan kepiting bakau di pasaran semakin meningkat, sehingga mendorong peningkatan penangkapan kepiting bakau. Berbagai usaha yang telah dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar meliputi pembenihan, penggemukan, dan pembesaran induk kepiting bakau di tambak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan ovari kepiting bakau (Scylla sp.) dengan pemberian kombinasi M. malabathricum dan hormon tiroksin. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan dalam penelitian ini adalah perlakuan kontrol (A), M. malabathricum 0,25 mg/g dan hormon tiroksin 0,1 µg/g (B), M. malabathricum 0,5 mg/g dan hormon tiroksin 0,1 µg/g (C), M. malabathricum 1 mg/g dan hormon tiroksin 0,1 µg/g (D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi M. malabathricum dan hormon tiroksin pada perlakuan B dan C dapat mempercepat proses pengeluaran telur (berried) dalam kurun waktu 20 hari. Pemberian kombinasi M. malabathricum dan hormon tiroksin dapat mempercepat pematangan ovari induk kepiting bakau dibandingkan perlakuan kontrol.

MASKULINISASI IKAN CUPANG (Betta sp) MENGGUNAKAN EKSTRAK SELEDRI (Apium graveolens)

2020 · Thesis ·

Penggunaan ekstrak seledri dalam proses maskulinisasi ikan cupang diharapkan akan meningkatkan hormon testosteron. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak seledri terhadap persentase ikan cupang jantan dengan cara maskulinisasi. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Biota uji dalam penelitian ini adalah larva ikan cupang umur 7 hari yang direndam dalam media yang mengandung ekstrak seledri dengan konsentrasi berbeda selama 8 jam. Perlakuan terdiri dari penambahan ekstrak seledri sebanyak 5 mg/L (P1), 10 mg/L (P2), 20 mg/L (P3), 40 mg/L (P4), 80 mg/L (P5), dan tanpa penambahan ekstrak seledri sebagai kontrol (P0). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak seledri dengan perbedaan konsentrasi berpengaruh signifikan terhadap persentase ikan cupang jantan, tetapi tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kelangsungan hidup. Perlakuan P2 dengan konsentrasi 10 mg/L adalah perlakuan terbaik, menghasilkan 73,33% ikan cupang jantan setelah dua bulan masa pemeliharaan. Nilai kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan Kontrol (P0) yaitu sebesar 100%, sedangkan nilai kelangsungan hidup terendah diperoleh pada perlakuan P5 yaitu sebesar 63,33%.

PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI NARAPIDANA ANAK DI LEMBAGA PERMASYARAKATAN KELAS II A TARAKAN

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Muhammad Andri Darmawan (NPM : 15.501010.020), dengan judul skripsi “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Pendidikan bagi Narapidana Anak di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan” Pembimbing 1 Dr. Nurasikin,S.HI., M.H dan Pembimbing 2 Inggit Akim, S.H., M.H. Hak asasi manusia (human rights) merupakan hak manusia, yang melekat padamanusia, dimana manusia juga dikaruniai akal pikiran dan hati nurani. Hak asasi manusia bersifat universal yang berarti melampaui batas- batas negeri, kebangsaan, dan ditujukan pada setiap orang baik miskin maupun kaya, laki-laki atau perempuan, normal maupun penyandang cacat dan sebaliknya. undangundang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Dalam hal perlindungan hak atas pendidikan, pasal 9 ayat (1) telah menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai minat dan bakatnya.Hak atas pendidikan diperoleh oleh seluruh anak dan harus diusahakan oleh negara dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya. Hak atas pendidikan anakmelingkupi setiap anak dengan berbagai latar belakang dan status sosial anak, termasuk anak yang menjalani pemidanaan dengan status anak didik pemasyarakatan. Isu hukum ini diteliti menggunakan metode penelitian yuridis Empiris. Permasalahan diatas menimbulkan isu hukum mengenai pemenuhan hakpendidikan bagi narapidana anak di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kota Tarakan sudah sesuai dengan ketentuan Perundang-Undangan serta kendala yang dihadapi dalam melaksanakan pendidikan bagi narapidana anak di Lapas Kelas IIA Kota Tarakan. Pada akhir penelitian ini penulis menarik kesimpulan bahwa perlindungan dan pemenuhan hak pendidikan narapidana anak di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan belum sepenuhnya sesuai dengan Undang-undang dikarenakan masih terhambatnya dalam kerja sama dengan pihak ketiga, kurangnya sumber daya manusia bagi pegawai lembaga pemasyarakatan dan kurangnya sarana dan fasilitas yang ada di Lembaga Pemasyarakatan. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM harus memperhatikan kondisi semua Lembaga Pemasyarakatan terkhusus Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan. Kata Kunci : Hak Asasi Manusia, Narapidana Anak, Lembaga Pemasyarakatan

Tinjauan Hukum Hak Cipta Sebagai Jaminan Fidusia Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta

2020 · Thesis ·

MUHAMMAD IRVAN FACHROZI: 1640501111 dengan judul skripsi ini adalah TINJAUAN HUKUM HAK CIPTA SEBAGAI JAMINAN FIDUSIA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014. Latar belakang penulis mengangkat judul ini adalah dikarenakan belum adanya peraturan perundang-undangan yang mengatur secara rinci tentang hak cipta dijadikan jaminan fidusia. Masalah pokok yang diteliti adalah bagaimanakah pengaturan hukum jaminan fidusia terhadap hak cipta kemudian pengikatan hak cipta sebagai jaminan fidusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang hak cipta yang dijadikan jaminan fidusia di Indonesia. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam skripsi ini adalah penelitian hukum normatif. Dalam tahap analisis data, penulis menggunakan metode penyajian data secara kualitatif yaitu berasal dari data primer maupun sekunder yang disusun secara sistematis. Selanjutnya penulis melakukan analisa, dari data dan teori serta pendapat para ahli yang berkaitan dengan penelitian ini. Tahap selanjutnya adalah penarikan kesimpulan yang penulis lakukan secara induktif, yakni penarikan kesimpulan dari hal-hal yang bersifat khusus kepada hal-hal yang bersifat umum. Hasil penelitian penulis simpulkan bahwa tidak adanya aturan lebih lanjut mengenai hak cipta sebagai jaminan fidusia yang bahwa hanya disebutkan saja jika hak cipta bisa dijadikan jaminan fidusia. Lalu bagaimana penentuan royalti terhadap hak cipta tersebut dan perlu dibuatnya aturan yang mengatur hak cipta secara rinci apabila ingin dijaminkan menjadi jaminan fidusia. Kata Kunci : Hak Cipta, Jaminan Fidusia, Royalti, dan Nilai Ekonomis