Abstrak
Kasus penyakit Gagal Ginjal Akut, prevalensi menurut World Health Organitation memperkirakan bahwa prevalensi Gagal Ginjal Akut lebih dari 356 juta jiwa pada tahun 2009. Angka kejadian 1 tahun pada tahun 2010 sampai 2011 di wilayah Indonesia, orang yang mengalami Gagal Ginjal Akut mortalitas lebih tinggi pada pasien lanjut usia dan pasien dengan kegagalan multi organ. Penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini penulis mendapatkan gambaran nyata dalam menerapkan asuhan keperawatan pada klien Tn. O dengan Gagal Ginjal Akut. Subjek laporan ini adalah Tn. O dengan Gagal Ginjal Akut di ruang Perawatan Dahlia RSUD Tarakan Provinsi Kalimantan Utara dari tanggal 26-29 November 2018. Hasil laporan didapatkan enam diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. O, yaitu Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan sekresi yang tertahan, Risiko perfusi renal tidak efektif dibuktikan dengan disfungsi ginjal, Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan, Gangguan integritas kulit berhubungan dengan penurunan mobilitas, Risiko defisit nutrisi dibuktikan dengan kurangnya asupan makanan, Risiko jatuh dibuktikan dengan penurunan kekuatan otot. Disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang ada antara teori dan kasus pada Tn. O dimulai dari pengkajian kesenjangannya yaitu pada pengkajian Sirkulasi, eliminasi, makanan/cairan, neurosensori, nyeri/keamanan, pernapasan. Evaluasi yang terdiri dari enam diagnosis keperawatan dimana ada dua diagnosis keperawatan yang belum teratasi, dan ada empat diagnosis keperawatan yang telah teratasi.