Abstrak
Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting. Permintaan kepiting bakau di pasaran semakin meningkat, sehingga mendorong peningkatan penangkapan kepiting bakau. Berbagai usaha yang telah dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar meliputi pembenihan, penggemukan, dan pembesaran induk kepiting bakau di tambak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan ovari kepiting bakau (Scylla sp.) dengan pemberian kombinasi M. malabathricum dan hormon tiroksin. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan dalam penelitian ini adalah perlakuan kontrol (A), M. malabathricum 0,25 mg/g dan hormon tiroksin 0,1 µg/g (B), M. malabathricum 0,5 mg/g dan hormon tiroksin 0,1 µg/g (C), M. malabathricum 1 mg/g dan hormon tiroksin 0,1 µg/g (D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi M. malabathricum dan hormon tiroksin pada perlakuan B dan C dapat mempercepat proses pengeluaran telur (berried) dalam kurun waktu 20 hari. Pemberian kombinasi M. malabathricum dan hormon tiroksin dapat mempercepat pematangan ovari induk kepiting bakau dibandingkan perlakuan kontrol.