Abstrak
Rumput laut Kappaphycus alvarezii salah satu jenis rumput laut yang banyak dibudidayaka, Rumput dan menjadi salah satu komuditas perikanan yang penting. Salah satu upaya untuk menyediakan bibit secara kontinyu adalah melalui kultur jaringan. Teknik kultur jaringan rumput laut sangat dipengaruhi oleh pupuk dan hormon sebagai pertumbuhan talus. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah penurunan kualitas bibit K. alvarezii di masa mendatang adalah melalui kultur in vitro. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengunaan hormon pertumbuhan terhadap tingkat kelangsungan hidup talus, berat mutlak Rumput laut K.alvarezii yang tumbuh, dan panjang talus jaringan rumput laut K.alvarezii yang dibudidayakan secara in vitro. Parameter yang diuji meliputi pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, kelangsungan hidup, dan kualitas air. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan P4 dengan penambahan Pupuk conwi dan Hormon combo C (P&H) mampu menghasilkan 0,186 gram berat mutlak, 0,333 cm pertumbuhan panjang, dan kelangsungan hidup rumput laut 100% tingkat kelangsungan hidup diatas 50 % tergolong baik. Namun demikian, hasil uji sidik ragam dari seluruh perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dari keseluruhan parameter yang diamati. Berdasarkan hasil penelitian diketahui peningkatan pertumbuhan talus rumput laut K.alvarezii dengan kombinasi Pupuk dan Hormon (P&H) mampu meningkatkan pertumbuhan optimal pada panjang talus, berat talus dan kelangsungan hidup talus rumput laut K.alvarezii.