ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usahatani jambu kristal membutuhkan biaya produksi yang relatif besar, sementara penerimaannya bergantung pada kemampuan produksi selama periode usaha, sehingga diperlukan analisis untuk mengetahui tingkat pendapatan dan kelayakan finansialnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan finansial usahatani jambu kristal milik Bapak Cecep. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Lokasi ditentukan secara sengaja (purposive) karena usahatani telah berjalan sejak 2019, dikelola langsung oleh pemiliknya, dan telah menghasilkan produksi serta penerimaan yang dapat dianalisis. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan Bapak Cecep sebagai informan kunci (key informan). Data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumentasi dan studi pustaka. Periode analisis mencakup tahun 2019-2030, terdiri atas data aktual tahun 2019-2025 dan data proyeksi tahun 2026-2030. Kelayakan finansial dianalisis menggunakan Net B/C Ratio, Break Even Point, Net Present Value, Internal Rate of Return, dan Payback Period dengan tingkat diskonto 6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2019-2030 total biaya usahatani sebesar Rp793.077.620, total penerimaan sebesar Rp1.830.667.143, dan total pendapatan sebesar Rp1.037.589.523. Net B/C Ratio sebesar 6,9, NPV sebesar Rp631.995.412, IRR sebesar 19,98%, dan Payback Period selama 3 tahun 2 bulan. Nilai BEP produksi sebesar 23.941 kg lebih rendah daripada total produksi sebesar 61.022 kg, BEP harga sebesar Rp12.997/kg lebih rendah daripada harga jual sebesar Rp30.000/kg, dan BEP penerimaan sebesar Rp718.223.788 lebih rendah daripada total penerimaan. Dengan demikian, usahatani jambu kristal Bapak Cecep layak secara finansial untuk dijalankan selama periode analisis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana biaya bahan baku dan perubahan nilai tukar rupiah memengaruhi kinerja keuangan perusahaan kosmetik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) antara tahun 2020 hingga 2024. Kinerja keuangan diukur dengan menggunakan Return on Assets (ROA). Penelitian ini menerapkan metodologi kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder serta teknik regresi linier berganda. Sampel penelitian terdiri dari 6 perusahaan kosmetik dengan total 30 observasi yang dipilih melalui teknik sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, nilai kurs rupiah tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, sementara biaya bahan baku memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Secara simultan, nilai kurs rupiah dan biaya bahan baku memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan kosmetik. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan biaya bahan baku lebih berpengaruh dalam meningkatkan kinerja keuangan dibandingkan nilai kurs.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi relatif produksi, penyerapan relatif pembiayaan perbankan, produktivitas pembiayaan, pengaruh pembiayaan perbankan terhadap produksi sektor Real Estate, pengaruh penyerapan relatif pembiayaan terhadap efisiensi relatif produksi, serta pola keterkaitan efisiensi relatif produksi dengan Marginal Product of Capital (MPK) pada sektor Real Estate di 34 provinsi Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) periode 2020–2024. Analisis dilakukan menggunakan transformasi Location Quotient (LQ), Marginal Product of Capital (MPK), Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi relatif produksi tertinggi terdapat di Wilayah Jawa sebesar 1,46 dan terendah di Wilayah Kalimantan sebesar 0,05. Penyerapan relatif pembiayaan tertinggi juga berada di Wilayah Jawa sebesar 1,08 dan terendah di Wilayah Kalimantan sebesar 0,05. Hasil regresi data panel menunjukkan bahwa pembiayaan perbankan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi sektor Real Estate, sedangkan regresi cross section menunjukkan bahwa penyerapan relatif pembiayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi relatif produksi. Nilai MPK tertinggi terdapat di Wilayah Kalimantan sebesar 5,92, sedangkan terendah di Wilayah Maluku dan Papua sebesar −0,60. Pola keterkaitan efisiensi relatif produksi dan MPK menunjukkan bahwa Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Barat relatif dominan berada pada kategori unggul, sedangkan Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Maluku, dan Maluku Utara secara konsisten berada pada kategori gagal selama periode 2020–2024.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efisiensi relatif produksi, tingkat penyerapan pembiayaan perbankan, produktivitas kapital, dan pola pemetaan sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum di Indonesia selama periode 2019– 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan alat analisis yaitu, Location Quotient, Marginal Product of Capital, dan pola pemetaan. Deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari BPS dan Bank Indonesia. Hasil penelitian tingkat efisiensi relatif produksi menunjukkan bahwa kawasan Bali dan Nusa Tenggara memiliki nilai tertinggi dengan rata-rata 2,09. Sedangkan, kawasan Maluku dan Papua nilainya terendah sebesar 0,28. Kemudian dari sisi pembiayaan perbankan, tingkat penyerapan tertinggi terdapat di kawasan Maluku dan Papua dengan rata-rata 5,06. Sementara, Kalimantan memiliki tingkat penyerapan terendah sebesar 0,59. Berdasarkan analisis produktivitas kapital, Kalimantan memperoleh nilai MPK tertinggi sebesar 1,88. Sedangkan, kawasan Jawa memiliki nilai MPK terendah sebesar -8,44. Secara nasional, rata-rata MPK tercatat sebesar -1,60 yang mengindikasikan bahwa pembiayaan perbankan yang disalurkan belum mampu meningkatkan output sektor PAMM. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali berada pada kategori unggul dan efektif. Sedangkan, sebagian besar provinsi di luar Jawa masih berada pada kategori potensial dan gagal. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan sektor PAMM tidak hanya ditentukan oleh besarnya pembiayaan yang diberikan, tetapi juga oleh efektivitas pemanfaatannya dalam mendorong peningkatan produksi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saluran pemasaran serta menganalisis biaya pemasaran, margin pemasaran, dan farmer’s share cabai rawit (Capsicum frutescens L.) di Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2026 di Kelurahan Kampung Enam dan Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur, serta Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling terhadap 70 petani cabai rawit. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis saluran pemasaran, margin pemasaran, biaya pemasaran, dan farmer’s share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran cabai rawit di Kota Tarakan, yaitu saluran pemasaran langsung (produsen–konsumen) yang digunakan oleh 12 petani (17,14%) dan saluran pemasaran tidak langsung (produsen–agen–pedagang pengecer–konsumen) yang digunakan oleh 58 petani (82,86%). Pada saluran pemasaran langsung tidak terdapat biaya pemasaran maupun margin pemasaran, sehingga nilai farmer’s share mencapai 100%. Sementara itu, pada saluran pemasaran tidak langsung diperoleh total biaya pemasaran sebesar Rp14.535/kg, total margin pemasaran sebesar Rp35.212/kg, dan total keuntungan lembaga pemasaran sebesar Rp20.677/kg. Nilai farmer’s share pada saluran ini sebesar 71%, yang menunjukkan bahwa petani menerima 71% dari harga yang dibayarkan oleh konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran langsung memberikan bagian harga yang lebih besar kepada petani dibandingkan saluran pemasaran tidak langsung
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PENERAPAN DAN PENGARUH STRATEGI BERSAING TERHADAP PENINGKATAN KEUNGGULAN KOMPETITIF USAHA HIDROPONIK MERPATI DI KECAMATAN TANJUNG SELOR HILIR Persaingan usaha sayuran hidroponik yang semakin meningkat menuntut pelaku usaha untuk menerapkan strategi bersaing yang tepat guna mempertahankan dan meningkatkan keunggulan kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi strategi bersaing serta menganalisis pengaruh strategi kepemimpinan biaya (cost leadership), diferensiasi (differentiation), dan strategi fokus (focus strategy) terhadap keunggulan kompetitif usaha sayuran hidroponik berdasarkan persepsi pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan regresi linear berganda. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara pada 3 informan pemilik usaha hidroponik, dan kuesioner kepada 30 responden pelanggan Usaha Hidroponik Merpati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi kepemimpinan biaya dilakukan melalui efisiensi penggunaan sumber daya dan biaya produksi, strategi diferensiasi melalui peningkatan kualitas produk, penggunaan bibit unggul, pengemasan, serta pelayanan kepada konsumen, sedangkan strategi fokus diterapkan melalui penyesuaian produksi dan pemasaran terhadap kebutuhan pasar. Hasil uji hipotesis menggunakan aplikasi SPSS versi 26, hasil pada uji simultan menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan biaya, diferensiasi, dan strategi fokus dengan nilai (sig=0,000), maka secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keunggulan kompetitif. Secara parsial, strategi (kepemimpinan biaya) (sig=0,000) dan diferensiasi (sig=0,000), maka berpengaruh signifikan terhadap keunggulan kompetitif, sedangkan strategi fokus (sig=0,446), maka tidak berpengaruh signifikan. Dengan demikian, penerapan strategi bersaing, khususnya kepemimpinan biaya dan diferensiasi, terbukti mampu meningkatkan keunggulan kompetitif serta mendukung keberlanjutan dan perkembangan usaha hidroponik di Tanjung Selor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Usaha bumbu masak rumahan milik Ibu Salbiah merupakan salah satu usaha bumbu siap pakai di Kelurahan Tanjung Selor Hilir. Produk yang dihasilkan meliputi bumbu kari, bumbu rendang, bumbu soto, dan bumbu bistik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya kajian kelayakan finansial spesifik pada usaha bumbu masak rumahan, sehingga belum diketahui tingkat kelayakan usaha serta ketahanannya terhadap perubahan kondisi usaha, seperti fluktuasi harga bahan baku dan volume produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya dan profitabilitas, analisis kelayakan finansial, serta analisis sensitivitas. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan data yang digunakan terdiri atas data primer melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder yang berasal dari dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis struktur biaya, profitabilitas, Net Present Value (NPV), B/C Ratio, Payback Period (PP), serta analisis sensitivitas dengan enam skenario. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur biaya usaha terdiri atas biaya variabel dan biaya tetap, dengan bahan baku sebagai komponen biaya terbesar. Total biaya produksi mencapai Rp13.124.708 per tahun dengan penerimaan sebesar Rp22.320.000 per tahun sehingga menghasilkan laba bersih sebesar Rp9.159.292 per tahun. Tingkat profitabilitas usaha ditunjukkan oleh nilai GPM sebesar 46,61% dan NPM sebesar 41,20%. Hasil kelayakan finansial menunjukkan NPV sebesar Rp36.437.435, Payback Period selama 4,8 bulan, dan B/C Ratio sebesar 1,60. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa usaha memperoleh hasil terbaik pada skenario kenaikan harga jual sebesar 20%, sedangkan penurunan volume produksi sebesar 20% merupakan skenario yang paling memengaruhi tingkat kelayakan usaha. Berdasarkan seluruh skenario yang dianalisis, usaha tetap memenuhi kriteria kelayakan finansial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan akuntansi pertanggungjawaban serta efisiensi pengendalian biaya pada PT. Trinusa Gemilang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Sumber data terdiri atas data primer dan data sekunder, dengan informan penelitian yaitu bagian keuangan dan manajer perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akuntansi pertanggungjawaban pada PT. Trinusa Gemilang belum berjalan optimal. Perusahaan telah memiliki struktur organisasi, menyusun anggaran, melakukan pencatatan biaya, dan menyusun laporan pertanggungjawaban sederhana. Namun, perusahaan belum menerapkan pemisahan biaya terkendali dan tidak terkendali, penetapan pusat pertanggungjawaban secara formal, serta kode rekening yang terstruktur. Pengendalian biaya dilakukan melalui penyesuaian anggaran dengan biaya, tetapi belum didukung laporan perbandingan anggaran dan realisasi secara terstruktur sehingga pengawasan dan evaluasi biaya belum berjalan efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas, produktivitas, dan hubungan pembiayaan sektor riil yang bersumber dari foreign direct investment (fdi), utang luar negeri (uln), dan kredit terhadap produk domestik bruto (pdb) di indonesia periode 2005–2024. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari world bank dan bank indonesia. teknik analisis yang digunakan meliputi incremental capital output ratio (icor), marginal product of capital (mpk), dan korelasi rank spearman. hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis incremental capital output ratio (icor), foreign direct investment memiliki nilai rata-rata icor sebesar 0,31 sehingga efektif dalam mendorong produk domestik bruto indonesia. sementara itu, utang luar negeri memiliki nilai rata-rata icor sebesar 5,13 dan kredit sebesar 3,81 sehingga tidak efektif. berdasarkan analisis marginal product of capital (mpk), foreign direct investment memiliki nilai rata-rata mpk sebesar 7,37 dan utang luar negeri sebesar 4,33 sehingga produktif, sedangkan kredit memiliki nilai rata-rata mpk sebesar 2,03 sehingga tidak produktif. hasil korelasi menunjukkan bahwa foreign direct investment memiliki hubungan positif kuat terhadap produk domestik bruto 0,660, sedangkan utang luar negeri 0,971 dan kredit 0,997 memiliki hubungan positif sangat kuat. oleh karena itu, peningkatan kualitas investasi asing dan pemanfaatan utang luar negeri pada sektor produktif perlu terus didorong, sementara penyaluran kredit perlu ditingkatkan efektivitas dan produktivitasnya agar mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal terhadap pertumbuhan ekonomi indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya kinerja keuangan sektor asuransi umum Indonesia yang menunjukkan pentingnya penerapan pengendalian biaya secara efektif. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh struktur organisasi, anggaran, pelaksanaan, dan pelaporan dalam penerapan akuntansi pertanggungjawaban terhadap pengendalian biaya pada tiga perusahaan asuransi BUMN yang berada di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kausal atau hubungan sebab akibat. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terhadap 34 responden yang dipilih dengan teknik sampling jenuh dan seluruh data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, struktur organisasi, anggaran, dan pelaksanaan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengendalian biaya, sementara variabel pelaporan terbukti berpengaruh signifikan terhadap pengendalian biaya pada tingkat signifikan 5%. Meskipun beberapa variabel secara parsial tidak berpengaruh signifikan, keempat variabel secara simultan menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pengendalian biaya. Temuan ini menegaskan bahwa seluruh komponen akuntansi pertanggungjawaban perlu diimplementasikan secara terpadu agar pengendalian biaya dapat berjalan lebih efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nelayan pancing di Kota Tarakan merupakan salah satu pelaku utama sektor perikanan tangkap yang berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat pesisir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah biaya, lama waktu berkerja, dan jarak tempuh berpengaruh terhadap produksi nelayan pancing di kota Tarakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode survei dan studi kepustakaan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket/kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian ini secara parsial biaya dan lama waktu berkerja berpengaruh signifikan dengan masing- masing nilai signifikansi 0,000 0,05 dan 0,005 0,05 berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi nelayan pancing di kota Tarakan. Sementara itu, jarak tempuh dengan nilai signifikansi 0,081 > 0,05 berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nelayan pancing di kota Tarakan. Secara simultan, ketiga variabel memiliki nilai probabilitas F sebesar 0,000 0,05 sehingga berpengaruh signifikan terhadap produksi nelayan pancing di kota Tarakan. Nilai koefisiensi determinasi (R2) sebesar 84,3 sedangkan sisanya 15,7 dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peningkatan biaya dan lama waktu berkerja dapat meningkatkan hasil produksi nelayan pancing di kota Tarakan, sedangkan jarak tempuh tidak berpengaruh terhadap produksi nelayan pancing di kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Nelayan pancing di Kota Tarakan merupakan salah satu pelaku utama sektor perikanan tangkap yang berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat pesisir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah biaya, lama waktu berkerja, dan jarak tempuh berpengaruh terhadap produksi nelayan pancing di kota Tarakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode survei dan studi kepustakaan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket/kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian ini secara parsial biaya dan lama waktu berkerja berpengaruh signifikan dengan masing- masing nilai signifikansi 0,000 0,05 dan 0,005 0,05 berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi nelayan pancing di kota Tarakan. Sementara itu, jarak tempuh dengan nilai signifikansi 0,081 > 0,05 berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nelayan pancing di kota Tarakan. Secara simultan, ketiga variabel memiliki nilai probabilitas F sebesar 0,000 0,05 sehingga berpengaruh signifikan terhadap produksi nelayan pancing di kota Tarakan. Nilai koefisiensi determinasi (R2) sebesar 84,3 sedangkan sisanya 15,7 dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peningkatan biaya dan lama waktu berkerja dapat meningkatkan hasil produksi nelayan pancing di kota Tarakan, sedangkan jarak tempuh tidak berpengaruh terhadap produksi nelayan pancing di kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Distribusi barang antarwilayah di Indonesia masih menghadapi kendala tingginya biaya transportasi, khususnya pada penyeberangan antarpulau. Kondisi tersebut dapat menyebabkan ketimpangan distribusi logistik yang berdampak pada disparitas harga barang dan keterlambatan waktu pengiriman. Sebagai provinsi baru, Kalimantan Utara membutuhkan penguatan jaringan transportasi untuk mendukung kelancaran distribusi barang antarwilayah. Biaya angkutan barang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jenis moda transportasi, waktu tempuh, kapasitas muat, aksesibilitas, dan jadwal keberangkatan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya operasional angkutan barang pada kapal Ferry dan kapal kayu serta mengevaluasi karakteristik operasional kedua jenis kapal dalam kegiatan distribusi barang. Metode yang digunakan adalah metode Biaya Operasional Kapal (BOK) untuk menghitung biaya operasional tahunan yang meliputi biaya langsung dan biaya tidak langsung. Analisis dilakukan melalui perhitungan komponen biaya operasional yang terdiri atas biaya penyusutan, bunga modal, asuransi, ABK, BBM, pelumas, air tawar, dan biaya perawatan, serta evaluasi karakteristik berdasarkan aspek biaya operasional, kapasitas angkut, fleksibilitas operasional, frekuensi trip, keselamatan, dan jangkauan pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan biaya operasional antara kapal Ferry dan kapal kayu dipengaruhi oleh besarnya masing-masing komponen biaya operasional. Kapal Ferry memiliki biaya operasional yang lebih tinggi karena kapasitas angkut yang besar, frekuensi perjalanan yang tinggi, serta sistem operasional yang lebih kompleks, sedangkan kapal kayu memiliki sistem operasional yang lebih sederhana. Selain itu, perbedaan karakteristik operasional menunjukkan bahwa masing-masing jenis kapal memiliki keunggulan dan keterbatasan dalam mendukung distribusi barang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Lean Accounting dalam proses penentuan harga jual pada UMKM Roti Se’Canai Tarakan. Selama ini, UMKM tersebut belum memiliki sistem pencatatan biaya yang terstruktur dan masih menggunakan metode perkiraan dalam menentukan harga jual produknya. Hal ini menyebabkan ketidaktepatan dalam perhitungan biaya produksi dan potensi ketidakefisienan dalam pengelolaan keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi secara langsung di lokasi usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Lean Accounting dapat membantu UMKM dalam mengidentifikasi dan mengukur biaya produksi secara lebih komprehensif. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan, total biaya produksi per unit roti canai mencapai Rp13.458. Dengan margin laba sebesar 30%, harga jual ideal berdasarkan pendekatan Lean Accounting seharusnya sebesar Rp17.500 per unit. Sementara itu, harga jual aktual yang diterapkan oleh UMKM adalah Rp15.000 per unit. Perbedaan sebesar Rp2.500 per unit ini menunjukkan bahwa harga jual yang ditetapkan selama ini belum sepenuhnya menutupi total biaya produksi dan belum mencerminkan efisiensi usaha. Melalui penerapan Lean Accounting, UMKM Roti Se’Canai Tarakan dapat memperoleh informasi biaya yang lebih akurat, efisien, dan relevan untuk pengambilan keputusan harga jual. Pendekatan ini tidak hanya mendukung peningkatan akurasi dalam penentuan harga, tetapi juga membantu mengurangi pemborosan biaya serta meningkatkan profitabilitas dan keberlanjutan usaha.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses produksi, biaya produksi serta keuntungan produk selai rumput laut, kacang karamel rumput laut dan kerupuk ubi ungu rumput laut pada UMKM Beppa’ta di Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan. Lokasi penelitian dilaksanakan di UMKM Beppa’ta Kelurahan Nunukan Timur Kabupaten Nunukan. Metode penentuan sampel menggunakan Informan kunci yaitu pemilik UMKM Beppa’ta ibu Nindawaty. Metode analisis data menggunakan Analisis Deskriptif, Kuantitatif dengan menghitung Biaya produksi, dan Analisis keuntungan. Proses produksi selai rumput laut meliputi persiapan bahan, perebusan, pengolahan nanas, pencampuran bahan, penambahan tepung, masak sampai mengental, dinginkan kemudian masukkan ke botol kemasan 450 gram. Proses produksi kacang karamel rumput laut meliputi persiapan kacang, pembuatan adonan balut, penggilingan adonan, pembungkusan kacang, penggorengan kacang, masak lapisan karamel, dinginkan kacang kemudian masukkan dalam kemasan standing pouch 250 gram. Proses produksi kerupuk ubi ungu rumput laut meliputi persiapan bahan, pembuatan adonan, giling adonan, penggorengan, dinginkan kerupuk kemudian masukkan dalam ke¬masan standing pouch 250 gram. Total biaya produksi yang dikeluarkan UMKM Beppa’ta untuk setiap produk berbeda. Biaya produksi selai rumput laut mencapai Rp 7.688.000. Biaya produksi kacang karamel rumput laut sebesar Rp 9.443.000 dan biaya produksi kerupuk ubi ungu rumput laut sebesar Rp 8.645.000. Keseluruhan total biaya sebesar 25.776.000. Keuntungan usaha Selai rumput laut sebesar Rp 13.312.000. Kacang karamel rumput laut sebesar Rp 2.557.000 dan kerupuk ubi ungu rumput laut Rp 3.355.000. Kese¬luruhan total keuntungan sebesar 19.224.000
Kata kunci: UMKM, rumput laut, biaya produksi, penerimaan, keuntungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Pertumbuhan ritel modern berjejaring di kota tarakan membawa dampak negatif bagi warung tradisional, persaingan yang mempengaruhi modal, biaya, jam kerja dan pendapatan. Fenomena dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh pendapatan pedagang warung tradisional di kota tarakan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode analisis regresi berganda. data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. populasi penelitian adalah pedagang warung tradisional dan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah keseluruhan populasi sebesar 92 responden dengan teknik simple random sampling. Variabel independen yang diteliti meliputi modal (X1), biaya (X2), jam kerja (X3) sedangkan variabel depenten adalah pendapatan (Y). Hasil penelitian ini menujukkan bahwa jam kerja (X3) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang warung tradisional di Kota Tarakan. sedangkan, modal (X1), biaya (X2) tidak berpengaruh terhadap pendapatan. Modal, biaya, jam kerja secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Nilai koefisien determinasi (R2) 0,086 menunjukkan bahwa 8,6%. Sedangkan sisanya dipengaruhi yakni 91,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usaha tambak tradisional di Kota Tarakan memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat pesisir, namun masih menghadapi berbagai kendala seperti penurunan produktivitas dan tingginya biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usaha tambak tradisional dengan fokus pada komoditas udang windu, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan usaha tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik snowball sampling. Sebanyak 11 responden petambak diambil dari tiga pos pembelian utama di Kota Tarakan, yaitu Pos Harapan Jaya, Pos Masengereng, dan Pos Ajis. Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan kuesioner, sementara data sekunder diperoleh dari BPS dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Analisis data dilakukan dengan menghitung total biaya produksi biaya tetap dan biaya variabel, total penerimaan, serta pendapatan bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi didominasi oleh biaya tetap seperti pembelian lahan rata-rata Rp393 juta per 15 ha dan pembuatan petak tambak Rp400 juta, serta biaya variabel seperti benih udang Rp4,5 juta per periode tebar dan tenaga kerja rata-rata Rp 1,5 juta per orang. Penyusutan aset tambak mencapai Rp80 juta per tahun. Pendapatan petambak beberapa mengalami kerugian, karena hasil panen udang windu yang belum bisa menutupi biaya produksi yang dikeluarkan. Selain itu, potensi pendapatan tambahan dari komoditas sampingan seperti kepiting dan ikan belum dimanfaatkan secara optimal. Kesimpulan penelitian ini mengidentifikasi perlunya peningkatan efisiensi produksi melalui pelatihan teknis bagi petambak, perbaikan manajemen biaya, serta dukungan pemerintah dalam penyediaan benih berkualitas dan akses pemasaran. Dengan langkah-langkah tersebut, usaha tambak tradisional di Kota Tarakan dapat ditingkatkan produktivitas dan keberlanjutannya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian biaya produksi untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi pada Bius Coffee di Kota Tarakan dengan menggunakan metode biaya standar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada biaya bahan baku, terdapat selisih harga menguntungkan sebesar -Rp 22.382.278, menandakan efisiensi pembelian biaya bahan baku. Namun pada selisih kuantitas tidak menguntungkan sebesar Rp 353.709, akibat pemakaian aktual sebesar Rp 14.592.338 g/ml melebihi kuantitas standar sebesar Rp 14.572.421 g/ml. Pada komponen biaya tenaga kerja langsung, tarif upah aktual sebesar Rp 28.571 lebih rendah dari tarif standar sebesar Rp 29.662/jam, menghasilkan selisih menguntungkan sebesar -Rp2.931.312. Tidak terdapat selisih efisiensi waktu karena jam kerja aktual dan standar yaitu 2.688 jam. Untuk biaya overhead pabrik ditemukan selisih terkendali tidak menguntungkan sebesar Rp 41.854.730, karena biaya aktual sebesar Rp 340.981.408 melebihi AFKSt sebesar Rp 299.126.678. selain itu terdapat selisih volume tidak menguntungkan sebesar Rp105.130.177 menunjukkan rendahnya pemanfaatan kapasitas produksi aktual dibandingkan kapasitas standar sebanyak Rp 86.400 cup dengan tarif overhead per unit Rp 4.679.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aimed to identify and analyze the factors influencing cocoa farming income in Metun Sajau Village, Tanjung Palas Timur District, Bulungan Regency. Cocoa is a commodity with substantial economic potential in the region, although its development is constrained by several challenges such as limited capital, suboptimal use of production inputs, and the continued reliance on traditional management practices. A quantitative research approach was employed, using multiple linear regression analysis to examine the effects of land area (X1), production costs (X2), and production volume (X3) on cocoa farmers' income (Y). Data were collected from 30 active cocoa farmers selected using a purposive sampling technique. The analysis revealed that, simultaneously, the three independent variables significantly influenced the income of cocoa farmers, as indicated by an F-test significance value of 0.000 (0.05). Partially, each variable also had a statistically significant effect, with p-values below 0.05. The coefficient of determination (R2) was 0.507, indicating that 50.7% of the variation in income could be explained by the combined effect of land area, production costs, and production volume. On average, farmers earned a net income of IDR 66,530,867 per hectare per year from cocoa farming. These findings emphasized the importance of optimizing land use, managing production costs efficiently, and increasing production output to improve farmers' income. The results were expected to serve as a reference for farmers, local governments, and private stakeholders in formulating strategies to enhance cocoa productivity and support the sustainable economic welfare of cocoa farmers in Bulungan Regency, particularly in Metun Sajau Village. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan usahatani kakao di Desa Metun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Variabel independen yang dikaji meliputi luas lahan, biaya produksi, dan jumlah produksi, sedangkan variabel dependennya adalah pendapatan petani kakao. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda. Sampel yang digunakan sebanyak 30 petani kakao yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani kakao. Secara parsial, luas lahan, biaya produksi, dan jumlah produksi masing-masing juga berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,507 menunjukkan bahwa 50,7% variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan lahan, efisiensi biaya, dan peningkatan produksi dalam upaya meningkatkan pendapatan petani kakao. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi petani, pemerintah, dan pihak terkait dalam merumuskan strategi peningkatan kesejahteraan petani kakao secara berkelanjutan.