Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

24 hasil
Subjek: Modul
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Modul Ajar Berbasis Discovery Learning Pada Pembelajaran Ipas Untuk Siswa Kelas Iv Sd Nurul Islam Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan respon guru terhadap modul ajar berbasis discovery learning pada materi daerahku dan kekayaan alamnya untuk siswa kelas IV sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan mengacu pada model Borg and Gall yang terdiri dari Research and information collecting, Planning, Develop preliminary form of product, Preliminary field testing, Main product revision, Main field testing, Operational product revision. Instrument pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar validasi dan angket respon guru. Penelitian ini digunakan pada siswa kelas IV SD Nurul Islam Tarakan. Hasil validasi dari ahli materi memperoleh persentase sebesar 95% dengan kategori sangat layak, sedangkan hasil validasi ahli media memperoleh persentase sebesar 80% dengan kategori layak. Selanjutnya validasi ahli praktisi memperoleh persentase sebesar 96% dengan kategori sangat layak. Hasil angket respon guru pada uji coba lapangan awal memperoleh persentase 87,5%, sedangkan pada uji coba lapangan utama meningkat menjadi 97,5% dengan respon sangat baik. Berdasarkan hasil validasi ahli dan respon guru, modul ajar berbasis discovery learning pada materi daerahku dan kekayaan alamnya dinyatakan layak digunakan dan memperoleh respon yang sangat baik dalam mendukung proses pembelajaran siswa kelas IV sekolah dasar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN PADA MATERI TEKS EKSPLANASI SISWA KELAS V DI SD NEGERI 029 TARAKAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran teks eksplanasi yang layak untuk siswa kelas V SD Negeri 029 Tarakan, serta mendeskripsikan respon guru terhadap kualitas dan kemudahan penggunaan produk tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya variasi bahan ajar mandiri materi teks eksplanasi di sekolah dasar yang berdampak pada rendahnya fokus, percaya diri, dan tanggung jawab siswa saat presentasi. Metode yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas V SD Negeri 029 Tarakan untuk uji coba terbatas dan uji coba lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, lembar validasi ahli, dan angket respon guru, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran teks eksplanasi berbasis penguatan Profil Pelajar Pancasila ini sangat layak dan menarik untuk digunakan. Kelayakan produk dibuktikan oleh penilaian para ahli (materi, media, dan bahasa) yang memperoleh rata-rata persentase sebesar 83,33% (sangat layak). Selain itu, rekapitulasi angket respon guru kelas V menghasilkan rata-rata persentase sebesar 94,5% (sangat menarik). Modul ini dinilai praktis, mudah digunakan, serta mampu meningkatkan keaktifan dan semangat belajar siswa. Kesimpulannya, modul pembelajaran ini dinyatakan layak dan efektif sebagai media pendukung pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL "DEMA" BARISAN DERET KELAS X DKV SMK NEGERI 4 TARAKAN BERBASIS BATIK KALIMANTAN UTARA

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran "Deep of Math" yang berbasis etnomatematika dengan memanfaatkan motif batik Kalimantan Utara. Pengembangan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya relevansi bahan ajar matematika terhadap konteks kejuruan dan budaya lokal, yang menjadi tantangan dalam pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya pada Program Keahlian Desain Komunikasi Visual. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli serta angket respons guru dan peserta didik yang menggunakan skala Likert 4 poin. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil validasi ahli menunjukkan tingkat validitas materi sebesar 75% dan validitas media sebesar 66%, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 71% yang termasuk dalam kategori cukup valid. Penilaian guru terhadap modul memperoleh persentase sebesar 71,25%. Selanjutnya, uji coba terbatas yang melibatkan 15 peserta didik menghasilkan tingkat respons sebesar 79,83%. Berdasarkan gabungan respons guru dan peserta didik, modul memperoleh rata-rata tingkat kepraktisan sebesar 75,54% yang termasuk dalam kategori praktis. Modul ini mengintegrasikan materi barisan aritmetika dan geometri dengan motif batik Kalimantan Utara sehingga mampu menghadirkan konteks pembelajaran yang lebih sesuai dengan karakteristik dan minat peserta didik pada Program Keahlian Desain Komunikasi Visual. Dengan demikian, modul “Deep of Math” dinyatakan valid dan praktis untuk digunakan sebagai bahan ajar mandiri. Meskipun demikian, pengembangan lebih lanjut masih diperlukan untuk memperkuat aktivitas pembelajaran yang mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS). This research aims to develop a learning module titled "Deep of Math," grounded in ethnomathematic principles and utilizing North Kalimantan batik motifs, because the limited relevance of mathematical instructional materials to vocational and local cultural contexts constitutes a substantive challenge in vocational secondary education within the Visual Communication Design specialization program. The research and development methodology utilized expert validation instruments and teacher and student response questionnaires employing a 4-point Likert scale. Data were analyzed using descriptive, quantitative, and qualitative methods. Expert validation results demonstrated content validity of 75% and media validity of 66%, yielding an average of 71%, which is categorized as adequate. Teacher evaluation of the module yielded a rating of 71.25%. Subsequent limited trials involving 15 students produced a response rate of 79.83%. Based on aggregate responses from educators and learners, the module achieved an average practical utility rating of 75.54%, which is categorized as practically applicable. The module integrates arithmetic and geometric sequence content with North Kalimantan batik motifs, thereby establishing learning contexts more aligned with the characteristics and interests of students in the Visual Communication Design program. Consequently, the Deep of Math module is deemed both valid and practically functional as independent instructional material, although further development is necessary to strengthen learning activities that promote higher-order thinking skills.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Modul Ajar Matematika Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Kurikulum Merdeka Kelas VII SMPN 8 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar yang valid digunakan untuk siswa kelas VII di SMPN 8 Tarakan pada materi bilangan bulat, sub topik jenis-jenis bilangan bulat. Jenis penelitian ini adalah pengembangan modul ajar untuk kelas VII SMPN 8 Tarakan, dengan model 4-D (four-D) yang memakai 3 tahapan saja, karena keterbatasan waktu, yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), dan tahap pengembangan (develop). Tahap pendefinisian dilakukan analisis konsep dan pemilihan tujuan pembelajaran yang akan digunakan dalam pengembangan modul ajar, yaitu materi bilangan bulat, sub topik jenis-jenis bilangan bulat, dengan tujuan pembelajaran mengurutkan dan membandingkan bilangan bulat positif dan negatif. Pada tahap perancangan, modul ajar disusun berdasarkan urutan komponen-komponen yang sudah ditentukan, yaitu informasi umum, komponen inti, serta lampiran. Tahap pengembangan dilakukan penilaian modul ajar oleh 3 orang ahli modul ajar yang menilai dalam aspek kualitas isi dan tujuan pembelajaran, kualitas instruksional, dan kualitas teknis, dan diperoleh rata-rata persentase sebesar 85,02% yang menunjukkan pada kategori sangat valid. Selanjutnya, dilakukan uji coba kelompok kecil kepada 8 siswa dan berdasarkan analisis angket respon guru mendapatkan rata-rata persentase sebesar 93,75% dengan kategori sangat baik, serta analisis angket respon siswa diperoleh rata-rata persentase sebesar 84% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, modul ajar yang dikembangkan pada penelitian ini valid digunakan oleh guru dalam pembelajaran di kelas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Modul "Pengenalan Karir Model RIASEC" Terhadap Perencanaan Karir Di SMP Negeri 7 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah modul dengan judul “Pengenalan Karir Model RIASEC” yang layak dan praktis digunakan terhadap perencanaan karir di SMP Negeri 7 Tarakan. Penelitian ini dilakukan karena terdapat masalah dan kebutuhan yang belum terpenuhi terkhususnya pemahaman siswa mengenai karir mereka, sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut peneliti mengembangkan sebuah media modul pengenalan karir menggunakan model RIASEC yang dikembangkan oleh John Holland terhadap perencanaan karir di sekolah tersebut. Modul ini merupakan seperangkat materi pembelajaran yang dirancang untuk membantu siswa dalam memahami pilihan karir yang sesuai dengan tipe kepribadian mereka. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation (ADDIE). Sampel dalam penelitian ini sebanyak sepuluh siswa kelas VIII yang dipilih secara acak. Berdasarkan hasil validasi ahli media dan ahli materi diperoleh presentase sebesar 91,5% dengan kategori sangat layak. Hasil uji kepraktisan diperoleh presentase sebesar 90% dengan kategori sangat praktis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan modul “Pengenalan Karir Model RIASEC” layak dan praktis digunakan terhadap perencanaan karir di SMP Negeri 7 Tarakan. Pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan modul ini untuk meningkatkan perencanaan karir.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DENGAN POHON KAPUR PADA KELAS IV SDN 003 MALINAU SELATAN HILIR PADA KELAS IV SDN 003 MALINAU SELATAN HILIR

2025•

Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk menghasilkan modul pembelajaran berbasis kearifan lokal dengan mengangkat pohon kapur sebagai materi pembelajaran pada BAB V “Ini Khas Daerahku” untuk siswa kelas IV SDN 003 Malinau Selatan Hilir. Modul dikembangkan sebagai solusi atas kurangnya bahan ajar kontekstual yang memuat potensi lokal di lingkungan sekolah, khususnya di Desa Setarap, Malinau Selatan Hilir. Dengan metode Research & Development (R&D) menggunakan model ADDIE, tahapan ini mencakup Analysis, Design, Development, Implementation, Dan Evaluation. Berdasarkan hasil validasi modul yang dihasilkan masuk dalam kategori sangat layak, dengan rata-rata kevalidan memperoleh presentase skor sebesar 90,96%, berdasarkan penilaian dari ahli media, ahli materi, ahli bahasa dan praktisi. Selain itu hasil angket respon peserta didik untuk kemenarikan modul memperoleh skor 88,13% yang juga termasuk dalam kategori sangat menarik. Modul ini mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam bentuk teks, gambar, ilustrasi, serta kegiatan belajar kontekstual, dan dapat digunakan secara mandiri oleh siswa. Dengan demikian, modul ini dinyatakan layak dan menarik untuk dimanfaatkan pada kegiatan pembelajaran IPAS.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KESULITAN GURU KELAS IV DALAM MENYUSUN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA DI SDN 016 PANTAI AMAL TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang diterapkan pada pendidikan di Indonesia saat ini. Terdapat beberapa pembaharuan atau perubahan dari kurikulum sebelumnya yang membuat guru kesulitan dan memerlukan waktu untuk adaptasi pada kurikulum merdeka. Kesulitan guru dalam menyusun modul ajar adalah salah satu masalah yang sedang terjadi pada kurikulum merdeka ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan apa saja yang dialami guru dalam penyusunan modul ajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa guru mengalami kesulitan dalam penyusunan modul ajar. Letak kesulitan guru yang pertama adalah kesulitan memahami Profil Pelajar Pancasila yang mana faktor penyebabnya adalah keberagaman karakteristik siswa dan minimnya pengetahuan guru tentang profil pelajar Pancasila. Kedua yaitu kesulitan merumuskan capaian pembelajaran menjadi tujuan pembelajaran dan faktor penyebabnya adalah kurangnya kompetensi guru dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Ketiga yaitu kesulitan dalam menentukan model dan metode pembelajaran yang faktor penyebabnya adalah sarana dan prasarana yang terbatas dan minimnya kompetensi guru dalam penggunaan teknologi. Keempat adalah kesulitan dalam menyusun asesmen diagnostic yang mana faktornya penyebabnya adalah tidak memiliki rubrik penilaian asesmen diagnostik. Selanjutnya asesmen formatif yang faktornya penyebabnya adalah keterbatasan waktu pembelajaran di kelas. Berikutnya asesmen sumatif yang mana kesulitannya terdapat pada pemberian nilai khususnya soal uraian. Oleh karna itu, diharapkan guru untuk terus meningkatkan pemahaman dan kompentensi dalam menyusun modul ajar serta diharapkan pihak sekolah dapat memberi dukungan seperti mengadakan pelatihan dan menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran. The curriculum that is currently implemented in Indonesian schools is Merdeka curriculum. It takes time for teachers to adjust to Merdeka curriculum because of a number of updates or modifications from the latest curriculum. One of the issues with this autonomous curriculum at the moment is the challenge faced by teachers in creating lesson plans. The purpose of this study was to identify the challenges faced by teachers when designing the lesson plans. The method employed in this study was descriptive qualitative. The results of this study indicated that teachers experienced some challenges in compiling teaching modules. The first challenge of teachers was the difficulty in understanding the Pancasila Student Profile, the causative factors of which were the diversity of student characteristics and the lack of teacher knowledge about the Pancasila student profile. Second, the challenge in formulating learning outcomes into learning objectives and the causative factor was the lack of teacher competence in formulating learning objectives. Third, the challenge in determining learning models and methods, the causative factors of which were limited facilities and infrastructure and the lack of teacher competence in using technology. Fourth, the challenge in compiling diagnostic assessments, the causative factor of which was not having a diagnostic assessment rubric. Furthermore, formative assessments, the causative factor of which was the limited learning time in class. Next was the summative assessment where the challenge lied in giving marks, especially for descriptive questions. Therefore, the teachers are expected to continue to improve their understanding and competence in compiling teaching modules and it is expected that the school can provide support such as holding training and providing the facilities and infrastructure needed in the learning process.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MODUL LAYANAN DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENCEGAH PERNIKAHAN DINI UNTUK GURU BK DI SMA NEGERI 1 NUNUKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pernikahan Dini di Indonesia masih tergolong cukup tinggi. UNICEF mencatat Indonesia sebagai peringkat ke-8 di dunia dan ke-2 asean. DP3KB juga mencatat bahwa di Kalimantan Utara terdapat 135 kasus pernikahan dini. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk mengurangi angka pernikahan dini, diantaranya dengan memberikan informasi. Penelitian dan pengembangan ini berdasarkan kurangnya pengetahuan siswa terhadap pernikahan dini dan belum tersedianya media yang berisi informasi terkait pernikahan dini. Ada berbagai media yang dapat digunakan diantaranya adalah media modul. Modul yang dikembangkan berisi tentang pengertian pernikahan dini, faktor pernikahan dini, dampak pernikahan dini dan layanan dasar bimbingan dan konseling untuk mencegah pernikahan dini yang terdiri dari layanan informasi, layanan bimbingan kelompok, dan layanan konsultasi. Media modul ini dibuat agar bisa membantu guru BK dalam memberikan layanan dasar pencegahan pernikahan dini kepada peserta didik yang ada disekolah. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pengembangan modul sebagai media untuk mencegah pernikahan dini. Pengembangan media modul ini menggunakan metode R&D atau penelitian dan pengembangan yang menghasilkan suatu produk dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementasi, Evaluasi). Subjek penelitian ini yaitu ahli media, ahli materi dan bahasa, dan satu guru BK. Hasil validasi dari ahli media, ahli materi dan bahasa diperoleh persentase sebesar 75% dengan kriteria “Layak”. Kemudian uji coba produk dilakukan pada kelompok terbatas yang terdiri dari satu subjek diperoleh persentase sebesar 89% dengan kriteria “Sangat Layak”. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa modul layanan dasar bimbingan dan konseling dalam mencegah pernikahan dini di SMA Negeri 1 Nunukan memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DEVELOPING E-MODULE AS SUPPLEMENTARY MATERIAL FOR SEVENTH GRADE STUDENT OF SMP NEGERI 14 TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study aims to produce a learning media in E-modules as supplementary material in English subjects for seventh-grade students of SMP Negeri 14 Tarakan. This research used Research and Development (R&D) with the ADDIE development model, which consists of five stages: (1) Analysis, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, and (5) Evaluation. This research and development instruments used a questionnaire, interview, material expert validation questionnaire, media expert validation questionnaire, practicality test questionnaire and student response questionnaire. Validation was carried out by material experts, media experts, and English learning practitioners, namely English teacher as SMP Negeri 14 Tarakan. The media developed was tasted on 26 students of SMP Negeri 14 Tarakan. The result of this study were declared validation result from material experts with percentage of 79.17% (feasible) and media experts with a percentage of 97.5% (very feasible). In addition, the E-module was declared practical based on the questionnaire result from the SMP Negeri 14 Tarakan English teacher with a percentage of 90% (practical). Furthermore, students’ responses to this E-module showed an average response percentage 79.61% with a qualification of “good”. Thus, the E-module as supplementary material is feasible to be used as English learning media at SMP Negeri 14 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN TEMATIK BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK SISWA KELAS IV SD

2024•

ABSTRAK Pembelajaran berbasis kontekstual merupakan konsep belajar yang dapat membantu guru dalam mengaitkan antara materi pelajaran dengan konsep kehidupan nyata siswa. Melalui pembelajaran berbasis kontekstual peserta didik dapat mendorong pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. . Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran tematik berbasis kontekstual pada materi teks prosedur, manfaat energy dan sumber daya alam yang layak serta efektif, ditinjau dari ahli materi, ahli media, ahli bahasa, ahli praktisi, dan soal, serta hasil tes soal yang dikerjakan oleh peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan prosedur penelitian model 4- D yang terdiri dari empat tahap, yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Hasil validasi ahli materi diperoleh sebesar 80%, termasuk kategori layak, ahli media diperoleh sebesar 84%, termasuk kategori sangat layak, ahli bahasa diperoleh sebesar 87%, termasuk kategori sangat layak, ahli praktisi diperoleh sebesar 95%, termasuk kategori sangat layak, sertates soal diperoleh sebesar 84 % termasuk kategori sangat layak. Hasil tes soal yang dikerjakan peserta didik pada uji coba terbatas diperoleh sebesar 78%, termasuk kategori efektif, dan pada uji coba lapangan diperoleh sebesar 91,15%, termasuk kategori sangat efektif. Berdasarkan hasil uji validasi serta uji keefektifan, maka modul pembelajaran tematik berbasis kontekstual dinyatakanlayak dan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Rancang Bangun Buck-Boost Converter sebagai Charger Baterai Controller Berbasis PWM Dengan sumber Photovoltaic

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengisian baterai dengan cara mengaliri arus listrik secara terus menerus. Pengisian dihentikan ketika tegangan baterai telah sampai pada tegangan maksimal. Jika baterai telah mencapai tegangan maksimumnya tetapi tetap dilakukan pengisian maka akan menimbulkan kerugian yaitu pemborosan energi listrik untuk mencegah kerusakan pada baterai, dibutuhkan sebuah alat pengendali yang dikenal dengan charger controller. Fungsi utama dari charger controller adalah mempertahankan keadaan baterai dengan mencegah terjadinya distribusi arus dan tegangan yang berlebihan. Penelitian ini menghasilkan sistem yang dapat menaikkan dan menurukan tegangan sesuai yang diinginkan dengan menggunakan rangkaian buck-boost converter sebagai alat untuk menstabilkan tegangan keluaran yang disuplai dengan tegangan yang terukur sebesar 13 V untuk aki dan Arus 3,64 A.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Berbasis Etnomatematika Padaw Tuju Dulung di Kelas 2 SDN Utama 1 Tarakan

2023•

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa modul pembelajaran matematika berbasis etnomatematika padaw tuju dulung yang ditinjau dari validitas media, materi, dan praktisi serta untuk mengetahui ketertarikan siswa terhadap modul pembelajaran matematika berbasis etnomatematika padaw tuju dulung. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (research and development). Adapun prosedur pengembangan yang digunakan pada penelitian ini ialah model 4G yang terdiri dari 4 tahapan yakni define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Kelayakan modul pembelajaran matematika berbasis etnomatematika padaw tuju dulung ditinjau berdasarkan hasil validasi ahli diantaranya meliputi validasi ahli materi dengan persentase sebesar 82,35% validasi ahli media dengan persentase sebesar 96% dan validasi ahli praktisi dengan persentase sebesar 100%. Berdasarkan hasil persentase tersebut menunjukkan bahwa modul pembelajaran matematika berbasis etnomatematika padaw tuju dulung sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran matematika pada materi bangun datar dan bangun ruang tema 4 di kelas 2. Adapun uji coba yang dilakukan meliputi uji coba terbatas dengan memperoleh hasil persentase sebesar 96% dan uji coba secara luas dengan perentase sebesar 99,5%. Persentase tersebut menunjukkan bahwa siswa sangat tertarik terhadap modul pembelajaran matematika berbasis etnomatematika padaw tuju dulung. Adapun hasil disseminate yang diperoleh ialah modul pembelajaran matematika berbasis etnomatematika padaw tuju dulung menarik, kreatif dan mudah dimengerti.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Designing of English Language Literacy for Eighth Grade Students based on Local Culture at North Borneo

2023•

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran modul literasi bahasa Inggris berbasis kebudayaan lokal untuk siswa kelas delapan di SMP Negeri 1 Lumbis serta menghasilkan produk media pembelajaran yang layak dari aspek desain dan materi. Penelitian ini merupakan Penelitian Pengembangan (Research and Development) dengan menerapkan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap (1) Analysis; (2) Design; (3) Development; (4) Implementation; dan (5) Evaluation. Penelitian ini akan diujicobakan pada siswa kelas VIII-A SMP Negeri 1 Lumbis. Dengan teknik pengambilan data uji coba one-to-one formative evaluation, small evaluation group test, dan field group evaluation. Instrumen penelitian ini menggunakan angket kebutuhan siswa, lembar wawancara, angket validasi ahli materi dan bahasa, angket validasi ahli desain, angket validasi praktisi, dan angket respon siswa. Validasi dilakukan oleh ahli materi dan bahasa, ahli media dan praktisi pembelajaran Bahasa Inggris yaitu guru kelas VIII-A SMP Negeri 1 Lumbis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelayakan English Module Literacy Based on Local Culture sebagai media berdasarkan penilaian: 1) Ahli materi dan bahasa diperoleh total skor 70,00 yang dipresentasekan mendapatkan nilai 87,5% dengan kualifikasi “Sangat Layak”, 2) Ahli media diperoleh total skor 49,00 dengan presentase 82% dikualifikasikan “Sangat Layak”, dan 3) Praktisi pembelajaran Bahasa Inggris diperoleh total skor 50,00 yang dipresentasekan mendapatkan nilai 83% dengan kualifikasi “Sangat Praktis”. Hasil angket respon siswa terbagi menjadi tiga, uji coba One to One Formative Evaluation, dengan presentase 93% dengan kualifikasi “Sangat Baik”. Uji coba Small Evaluation Group Test dengan presentase 92% dengan kualifikasi “Sangat Baik”. Uji coba Field Group Evaluation, dengan presentase 91% dengan kualifikasi “Sangat Baik”. Hasil Penelitian dan Pengembangan English Module Literacy Based on Local Culture dapat disimpulkann layak digunakan dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Lumbis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN TEKS INFORMASI BERBASIS PROJECT BASED LEARNING (PjBL) PADA PESERTA DIDIK KELAS III SDN 037 TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran teks informasi berbasis project based learning (PjBL) yang layak ditinjau dari validitas ahli materi, validitas ahli desain, dan validitas praktisi, serta mengetahui keefektifan modul pembelajaran dalam proses pembelajaran peserta didik kelas III. Jenis penelitian adalah Research and Development (R&D) yang mengacu pada model pengembangan ADDIE terdiri atas lima tahapan penelitian yaitu; Analyze (analisis), Design (desain), Development (pengembangan), Implement (penerapan), dan Evaluate (evaluasi). Kelayakan modul pembelajaran dari hasil validasi ahli materi diperoleh sebesar 84,5%, ahli desain sebesar 82%, dan ahli praktisi sebesar 88%. Keefektifan modul pembelajaran dari hasil uji coba terbatas sebesar 81,66% dan uji coba lapangan sebesar 95,57%. Disimpulkan bahwa dari hasil validasi ahli materi, ahli desain, dan ahli praktisi menunjukkan bahwa modul pembelajaran teks informasi berbasis project based learning (PjBL) pada peserta didik kelas III sangat layak, dan hasil uji coba terbatas dan uji coba lapangan menunjukkan modul pembelajaran teks informasi berbasis project based learning (PjBL) pada peserta didik kelas III berada pada kategori sangat efektif untuk digunakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Fungsi Ambiguitas Dengan Sinyal Linear Frequncy Modulation (LFM) Pada Radar Multi-Antena

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sistem radar multi-antena itu ada dua macam yaitu radar phased array (PA), dan radar MIMO (Multiple-input Multiple-Output). Kelebihan utama pada radar PA adalah memiliki coherent gain yang tinggi dimana dari semua elemen antena cuma dapat mengirim satu sinyal (waveform) saja, sedangkan kelebihan utama pada radar MIMO adalah memiliki waveform diversity gain yang tinggi dimana dari setiap elemen antena yang dipasang maka masing–masing elemen antena itu memiliki sinyal sendiri–sendiri. Banyak sekali sinyal yang digunakan untuk menguji kinerja radar PA dan MIMO, salah satu yang terpenting adalah fungsi ambiguitas (FA) yang menentukan posisi, jangkauan (range), dan kecepatan (velocity) dari target yang terdeteksi. Kinerja FA sangat bergantung pada waveform yang digunakan oleh radar dimana pada studi ini mengusulkan waveform berjenis linear frequency modulation (LFM). Pada penelitian ini diusulkan perluasan pada FA dari radar dengan waveform tersebut terutama untuk kedua jenis radar yang ditentukan berdasarkan time delay, frekuensi Doppler, sudut target, dan jumlah antena pada transmitter-receiver (Tx-Rx). FA berperan penting dalam deteksi dan resolusi target terutama untuk target yang masuk. Untuk melengkapi keefektifan dari kinerja FA ini maka dikomparasikan kinerjanya yang diterapkan pada radar PA dan MIMO, hasil simulasi menunjukkan untuk K = L = 8 maka diperoleh PSLR nya sekitar 21 dan 31 dB dan jarak yang didapatkan maksimal 37,5 m sedangkan untuk kecepatannya 75 km/det.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN LITERASI SAINS KELAS V BERBASIS PROJECT BASED LEARNING

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada Penelitian ini terdapat permasalahan yang ditemukan oleh peneliti yaitu kurangnya sumber belajar siswa dikelas sehingga guru harus mencari referensi tambahan melalui internet mengenai materi pembelajaran. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan modul pembelajaran literasi sains berbasis Project Based Learning untuk menambah sumber belajar dan referensi guru dalam proses pembelajaran pembelajaran ekosistem kelas V. Kelayakan media pembelajaran dan respon siswa terhadap media yang dikembangkan menjadi tujuan utama dalam mengembangkan model pembelajaran ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) yang bertujuan menghasilkan sebuah produk dengan model 4-D yaitu, tahap define (pendefinisian), design (perencanaan), develop (pengembangan), disseminate (penyebarluasan). Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar angket validasi dan lembar angket respon siswa. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli materi, ahli bahasa, dan ahli praktisi menunjukkan kategori yang sangat layak dengan persentase masing-masing yaitu 96%, 90% dan 93,7% Adapun hasil validasi ahli media sebesar 78% dengan kategori layak. Selanjutnya hasil respon siswa ditinjau dari penggunaan modul pembelajaran menunjukkan respon siswa dengan kategori sangat tertarik dengan persentase uji coba terbatas 89,2% dan uji coba penuh 93,5% sehingga membuat siswa tertarik untuk belajar dan memahami materi pembelajaran. Berdasarkan hasil validasi ahli media, materi, bahasa dan respon siswa maka modul pembelajaran dinyatakan layak dan menarik digunakan dalam proses pembelajaran ekosistem.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Modul Bahasa Indonesia Berbasis Sejarah Lokal Pada Materi Teks Narasi Sejarah Kelas V Di SDN 018 Tarakan

2023•

Sejarah lokal merupakan suatu kajian sejarah yang memuat informasi mengenai peristiwa yang pernah terjadi pada suatu wilayah di masa lalu. Pengetahuan akan peristiwa sejarah lokal dapat diangkat dalam pembelajaran di kelas. Adapun materi pembelajaran yang dapat dikaitkan dengan pembelajaran sejarah lokal adalah materi teks narasi sejarah. Teks narasi sejarah merupakan sebuah teks yang menjelaskan peristiwa yang terjadi pada masa lalu ke dalam bentuk narasi atau cerita. Melalui pembelajaran teks narasi sejarah, peserta didik dapat memperluas pengetahuan mengenai peristiwa sejarah yang pernah terjadi di wilayah sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul bahasa Indonesia berbasis sejarah lokal pada materi teks narasi sejarah yang layak serta efektif, ditinjau dari ahli materi, ahli desain, ahli bahasa, ahli praktisi, dan soal, serta hasil tes soal yang dikerjakan oleh peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan prosedur penelitian model 4-D yang terdiri dari empat tahap, yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Hasil validasi ahli materi diperoleh sebesar 78,66%, termasuk kategori layak, ahli desain diperoleh sebesar 88%, termasuk kategori sangat layak, ahli bahasa diperoleh sebesar 86,66%, termasuk kategori sangat layak, ahli praktisi diperoleh sebesar 90%, termasuk kategori sangat layak, serta tes soal diperoleh sebesar 83%, termasuk kategori sangat layak. Hasil tes soal yang dikerjakan peserta didik pada uji coba terbatas diperoleh sebesar 71,42%, termasuk kategori efektif, dan pada uji coba lapangan diperoleh sebesar 90,90%, termasuk kategori sangat efektif. Berdasarkan hasil uji validasi serta uji keefektifan, maka modul bahasa Indonesia berbasis sejarah lokal dinyatakan layak dan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL BAHASA INDONESIA MATERI TEKS EKSPLANASI BERBASIS PENDEKATAN KONTEKSTUAL KELAS V DI SDN 018 TARAKAN

2023•

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul bahasa Indonesia materi teks eksplanasi berbasis kontekstual untuk kelas V SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan(R&D) yang bertujuan menghasilkan produk dengan model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian dan pengembangan 4D yang terdiri dari 4 tahap yaitu, tahap define (pendefinisian), design (perencanaan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebarluasan). Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu pedoman wawancara, lembar validasi, lembar tes soal dan dokumentasi. Hasil validasi untuk mengukur tingkat kelayakan yang diperoleh dari ahli materi sebesar 78,66%, ahli desain sebesar 84%, ahli bahasa sebesar 88,33%, ahli praktisi sebesar 93,75%. Hasil analisis tes soal pada saat uji coba terbatas memperoleh presentase keefektifan sebesar 71,42% dan uji coba lapangan memperoleh presentase sebesar 90,90%. Dapat disimpulkan bahwa kelayakan modul teks eksplanasi berbasis kontekstual dari hasil validasi materi, desain, bahasa, dan praktisi mendapat skor rata-rata sebesar 85,54% termasuk kategori sangat layak. Keefektifan modul teks eksplanasi berbasis kontekstual dari hasil uji coba terbatas dan uji coba lapangan mendapat skor rata-rata sebesar 81,16% termasuk kategori sangat efektif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI PERSAMAAN KUADRAT UNTUK PESERTA DIDIK KELAS IX SMP MUHAMMADIYAH 2 TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada saat proses pembelajaran, peneliti menemukan bahwa proses pembelajaran dilakukan secara online dengan menggunakan beberapa aplikasi, sehingga mengakibatkan sebagian siswa tidak memahami apa yang disampaikan guru. Setelah melakukan wawancara kepada guru dan siswa di SMP Muhammadiyah 2 Tarakan, peneliti menemukan adanya kekurangan sumber belajar sehingga membuat guru dan siswa harus mencari sumber lain. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian pengembangan atau RnD dimana model yang digunakan adalah model ADDIE, namun pada penelitian ini peneliti membatasi penelitiannya pada tahap pengembangan saja. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa modul yang dikembangkan dinyatakan layak oleh validator dengan skor ahli media sebesar 144, skor ahli materi sebesar 40, dan skor ahli evaluasi sebesar 27, serta dinyatakan praktis setelah lulus. 2 tahap uji coba. oleh guru mata pelajaran dengan nilai rata-rata dari guru mata pelajaran sebesar 3,8 dan uji coba oleh siswa sebesar 5,02. Setelah melalui beberapa tahapan, modul dinyatakan layak oleh validator dan modul dinyatakan praktis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN E-MODUL SEBAGAI SALAH SATU SUMBER BELAJAR BIOLOGI PADA MATERI SEL KELAS XI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan e-modul pada materi sel dimadrasah aliyah negen (MAN) Tarakan yang dikembangkan berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli desain, ahli bahasa, ahli praktist, serta untuk mengetahui respons siswa pada uji coba pengembangan. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) yang mengacu pada model ADDIE dikembangkan oleh dick and carry (1996) yang telah dimodifikasi hanya sampai 3 tahap yaitu: 1) analyze (analisis), 2) design (desain), 3) develop (pengembangan) Uji coba lapangan 3 tahap yaitu: 1) uji coba perorangan, 2) uji coba skala kecil, 3) uji coba skala besar Dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas XI di madrasah aliyah negeri (MAN) Tarakan yang telah melewati materi sel Sumber belajar e-modul dikategorikan sangat baik oleh ahli materi dengan persentase 86%, sumber belajar e-modul dikategorikan sangat baik oleh ahli bahasa dengan persentase 88%, sumber belajar e-modul dikategorikan sangat baik oleh ahli desain dengan persentase 85%, sumber belajar e- modul dikategorikan sangat baik oleh ahli praktisi/ guru bidang studi dengan persentase 95%, Serta respons siswa terhadap sumber belajar e-modul yaitu pada uji coba perorangan yaitu sangat baik dengan persentase 91%, skala kecil yaitu sangat baik dengan persentase 88%, dan skala besar yaitu baik dengan persentase 63% Dari hasil analisis data secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa sumber belajar e-modul merupakan sumber belajar yang sangat baik digunakan untuk menunjang kegiatan pembelajaran di kelas pada materi sel

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail