ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi mahasiswa dalam pemahaman bacaan pada mahasiswa semester kedua Jurusan Bahasa Inggris Universitas Borneo Tarakan. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester kedua Jurusan Bahasa Inggris Universitas Borneo Tarakan. Jumlah peserta penelitian sebanyak 72 orang. Untuk memilih peserta wawancara secara spesifik, peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel purposif. Peneliti secara sengaja memilih 6 mahasiswa: 2 mahasiswa dengan nilai tertinggi, 2 dengan nilai sedang, dan 2 dengan nilai terendah. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis dokumen, lembar observasi, dan panduan wawancara sebagai instrumen penelitian. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen, observasi, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teori Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan: penarikan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara unsur-unsur pemahaman bacaan, menemukan gagasan utama merupakan aspek yang paling sulit dalam keterampilan pemahaman bacaan, dengan indeks kesulitan sebesar 86%. Aspek yang paling sulit kedua adalah membuat kesimpulan, dengan indeks sebesar 72%. Menemukan arti kosakata memiliki indeks kesulitan sebesar 45%, sedangkan menemukan informasi faktual dan mengidentifikasi referensi memiliki indeks kesulitan yang lebih rendah, masing-masing sebesar 36% dan 30%. Kesulitan siswa dalam pemahaman bacaan adalah sebagai berikut: siswa mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi ide utama, siswa mengalami kesulitan dalam membuat kesimpulan, siswa memiliki keterbatasan kosakata, siswa tidak memiliki strategi pemahaman bacaan yang tepat, siswa tidak memahami tata bahasa dan struktur, siswa tidak memahami arti kosakata, dan siswa tidak mengidentifikasi referensi; selain itu, siswa juga mengalami kesulitan dalam menarik kesimpulan serta lingkungan siswa yang memiliki pengaruh besar terhadap minat belajar siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The background of the study showed the fact that many Grade IX students at SMP Negeri 2 Tarakan experienced learning difficulties, such as low academic achievement, slowness in completing assignments, and an inability to manage their studies independently. The purpose of this study was to determine the effect of group counseling services utilizing self-regulated learning techniques on the learning difficulties of Grade IX students at SMP Negeri 2 Tarakan. A quantitative approach was employed using an experimental method with a pre-experimental one-group pre-test-post-test design. The sample consisted of five students selected through purposive sampling based on homeroom teacher recommendations and specific criteria regarding learning difficulties. Data were collected using a 30-item Likert scale measuring learning difficulties. Data analysis involved both descriptive and inferential statistics specifically tests for normality and homogeneity, as well as a paired sample t-test was analysed using SPSS 21.0. The results showed that the mean learning difficulty score was in the high category (92.20) prior to the intervention (pre-test) and decreased to the moderate category (63.00) following the intervention (post-test). The paired sample t-test showed a t-value of 25.225 with a significance level of 0.000 (0.05); consequently, the null hypothesis (H0) was rejected, and the alternative hypothesis (Ha) was accepted. Thus, group counseling services utilizing self-regulated learning techniques were proven to have a significant effect in reducing learning difficulties among Grade IX students at SMP Negeri 2 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa kelas II-B SDN 013 Tarakan yang mengalami kesulitan dalam membaca permulaan, seperti belum mampu mengenal huruf dengan baik, membaca secara terbata-bata, mengalami kesulitan menggabungkan suku kata menjadi kata, serta kurang memahami isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II-B SDN 013 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru kelas II-B dan siswa yang mengalami kesulitan membaca permulaan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes membaca permulaan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan membaca permulaan dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya motivasi belajar, rendahnya minat belajar, dan kurangnya konsentrasi. Siswa dengan motivasi dan minat belajar yang rendah cenderung kurang bersemangat, mudah bosan, jarang berlatih membaca, serta membutuhkan dorongan dan bimbingan guru. Kurangnya konsentrasi juga menyebabkan siswa mudah terdistraksi dan mengalami kesalahan dalam membaca. Faktor eksternal meliputi kurangnya dukungan orang tua dan rendahnya pembiasaan belajar di rumah. Beberapa siswa kurang mendapatkan pendampingan orang tua karena kesibukan bekerja dan belum memiliki kebiasaan membaca secara rutin di rumah. Faktor yang paling berpengaruh berdasarkan hasil penelitian adalah kurangnya dukungan orang tua dan rendahnya kebiasaan membaca di rumah. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara guru, orang tua, dan siswa untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran IPAS dapat dipengaruhi oleh faktor internal dari dalam diri siswa, baik aspek fisiologis maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa dalam belajar IPAS di kelas V-A SDN 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas enam siswa kelas V-A yang ditentukan. Pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan sumber. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Faktor internal yang diteliti meliputi aspek fisiologis dengan sub-indikator kelemahan fisik serta aspek psikologis yang meliputi sikap dalam mengikuti pembelajaran, minat dan bakat, serta motivasi dalam belajar. Aspek kelemahan fisik, ada siswa menunjukkan hambatan penglihatan yang dapat memengaruhi proses pembelajaran, sedangkan siswa lainnya tidak menunjukkan hambatan fisik yang berarti. Aspek sikap dalam mengikuti pembelajaran, siswa menunjukkan sikap baik dan lainnya cukup baik. Aspek minat dan bakat, siswa tergolong baik dan lainnya cukup baik. Aspek motivasi dalam belajar, siswa tergolong baik hanya satu siswa yang tergolong cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa setiap siswa memiliki kondisi faktor internal yang berbeda pada aspek fisiologis dan psikologis yang dapat memengaruhi proses pembelajaran IPAS. Oleh karena itu, guru perlu memperhatikan kondisi dan kebutuhan masing-masing siswa serta menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai untuk membantu mengatasi kesulitan belajar siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kesulitan belajar yang dialami mahasiswa Pendidikan Biologi dalam mengikuti mata kuliah Bioinformatika Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan kesulitan belajar mahasiswa Pendidikan Biologi pada mata kuliah Bioinformatika Dasar. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif di Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan pada semester ganjil tahun akademik 2025/2026. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling, yaitu mahasiswa yang telah atau sedang mengikuti mata kuliah Bioinformatika Dasar. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang terdiri atas 24 pernyataan dan mencakup enam aspek, yaitu kecerdasan, bakat, minat, motivasi, kondisi dan keadaan fisik, serta sosial dan non-sosial. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif berdasarkan skor dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh faktor yang diteliti berada pada kategori tinggi. Faktor kecerdasan memperoleh persentase sebesar 66%, bakat 65%, minat 67%, motivasi 69%, kondisi dan keadaan fisik 61%, serta sosial dan non-sosial 78%. Hasil tersebut menunjukkan secara umum kondisi setiap aspek masih cukup mendukung proses pembelajaran sehingga kecenderungan kesulitan belajar yang disebabkan oleh faktor-faktor tersebut relatif lebih rendah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi mahasiswa dan dosen dalam meningkatkan proses pembelajaran Bioinformatika Dasar melalui penjelasan materi yang lebih sederhana dan bertahap, penggunaan contoh yang mudah dipahami, penambahan kegiatan praktik, serta dukungan fasilitas pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gejala kesulitan belajar IPA masih menjadi salah satu permasalahan yang ditemukan dalam proses pembelajaran di sekolah. Kondisi tersebut mendorong guru untuk melakukan berbagai upaya agar siswa dapat memahami materi pembelajaran dengan lebih baik dan mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Oleh karena itu, diperlukan kajian mengenai upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA siswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya guru dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA pada siswa kelas VII. Subjek penelitian ini dipilih secara purposive dan terdiri atas dua orang guru IPA kelas VII. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan pembelajaran berbasis masalah Problem Based Learning, menggunakan media pembelajaran yang bervariasi, membentuk kelompok belajar heterogen dan menerapkan tutor sebaya, memberikan pembelajaran remedial, melakukan pendekatan individual kepada siswa, serta memberikan motivasi belajar untuk mengatasi kesulitan belajar siswa. Upaya-upaya tersebut dilakukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan memahami konsep IPA, kurang aktif dalam pembelajaran, dan memperoleh hasil belajar yang rendah. Namun, dalam pelaksanaannya guru masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa, rendahnya motivasi belajar sebagian siswa, dan kondisi kelas yang kurang kondusif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa guru telah melakukan enam upaya dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA siswa kelas VII. Upaya-upaya tersebut membantu siswa dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA meskipun pelaksanaannya masih dipengaruhi oleh keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa, motivasi belajar, dan kondisi kelas yang kurang kondusif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar karena berperan dalam menunjang keberhasilan belajar pada berbagai mata pelajaran. Namun, berdasarkan hasil observasi awal di kelas III-A SDN 009 Malinau Utara, masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam kegiatan menulis, seperti tulisan yang kurang rapi, lambat dalam menyelesaikan tugas, kesulitan memegang pensil, serta kurang mampu menyusun kata dan kalimat dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesulitan menulis dan menganalisis faktor internal yang menyebabkan kesulitan menulis pada siswa kelas III-A SDN 009 Malinau Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas serta beberapa siswa yang mengalami kesulitan menulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kesulitan menulis yang dialami siswa meliputi tulisan yang kurang rapi, ukuran huruf yang tidak konsisten, kesulitan memegang pensil dengan benar, lambat dalam menulis, serta cepat merasa lelah saat mengerjakan tugas menulis. Faktor internal yang menyebabkan kesulitan menulis terdiri atas kemampuan motorik halus yang belum berkembang secara optimal, rendahnya tingkat konsentrasi saat pembelajaran berlangsung, serta kesiapan fisik dan psikologis yang kurang memadai, seperti mudah lelah, kurang percaya diri, dan rendahnya motivasi belajar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kesulitan dan faktor penyebab kesulitan belajar siswa kelas VII SMP Negeri 5 Tarakan dalam menyelesaikan soal matematika pada materi bentuk aljabar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian berjumlah tiga orang siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan nilai matematika yang berada di bawah KKM, hasil pekerjaan siswa, serta rekomendasi guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes soal hasil pekerjaan siswa, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa pada materi bentuk aljabar terdiri atas kesulitan konsep dan kesulitan prinsip. Kesulitan konsep meliputi ketidakmampuan siswa dalam menentukan koefisien serta mengelompokkan suku sejenis dan suku tidak sejenis. Kesulitan prinsip meliputi kesulitan dalam menyelesaikan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bentuk aljabar. Faktor penyebab kesulitan belajar siswa berasal dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi kondisi fisik, minat belajar, motivasi belajar, dan sikap siswa terhadap pembelajaran matematika. Faktor eksternal meliputi faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor lingkungan masyarakat atau pergaulan teman sebaya. Dengan demikian, kesulitan belajar siswa pada materi bentuk aljabar dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman konsep dan prinsip aljabar serta berbagai faktor yang berasal dari dalam dan luar diri siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
AN ANALYSIS OF EIGHTH GRADERS' READING SKILL PROBLEMS AT MTS NEGERI TARAKAN THROUGH BROWN'S THEOR Y Abstract This study aims to analyze the reading skill challenges faced by eighth-grade students at MTs Negeri Tarakan using Brown's theory. This study focused on identifying the specific problems students encountered in reading English texts based on Brown's theory and analyzing the factors that contributed to these difficulties. This study employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques consisting of documentation, observation, and semi-structured interviews. The research subjects consisted of six eighth-grade students from Class VIII-D, selected through a purposive sampling technique based on various levels of reading proficiency, and an English teacher. The data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which consisted of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, with source triangulation to ensure data validity. The research findings revealed that the reading difficulties experienced by students stem from limited vocabulary, poor understanding of sentence structure, and problems with fluency and pronunciation. In addition, psychological factors such as anxiety, low motivation, and a lack of self-confidence also play a major role in exacerbating students' reading difficulties. This study further indicates that anxiety about using a foreign language significantly affects reading comprehension, leading students to avoid active reading activities. Therefore, it can be concluded that students' reading difficulties are not only cognitive and linguistic in nature but are also heavily influenced by affective factors that create an "emotional filter" in the English language learning process.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini ditujukan guna menganalisis bentuk kesulitan belajar dan faktor penyebabnya dalam pembelajaran IPAS pada siswa kelas IV SDN 008 Nunukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari empat siswa yang dipilih berdasarkan hasil tes dengan nilai terendah serta rekomendasi guru, sedangkan guru kelas berperan sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar pada empat aspek utama yaitu perception, attention, memory, dan processing speed. Kesulitan ini dipengaruhi oleh faktor internal seperti rendahnya konsentrasi, keterbatasan kemampuan mengingat materi, lambatnya memproses informasi, kurangnya rasa percaya diri, serta minat belajar yang rendah. Di samping itu, faktor eksternal seperti metode pembelajaran yang masih berpusat pada guru, minimnya penggunaan media belajar, serta lingkungan kelas yang kurang kondusif turut memperkuat terjadinya kesulitan belajar. Kesimpulan dari penelitian ini ialah kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran IPAS bersifat multidimensional dan dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Oleh karena itu, guru perlu menggunakan strategi pembelajaran yang lebih variatif, interaktif, dan kontekstual, seperti media visual, diskusi, permainan edukatif, serta pengulangan materi yang bermakna.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kesulitan ini muncul karena siswa yang kurang dalam memahami materi atau konsep dan juga media pembelajaran yang kurang memadai, seperti penggunaan gambar dan benda konkret. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran IPAS pada siswa kelas III-B SDN 017 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sampel data dari penelitian ini sebanyak 6 siswa, yang mana peneliti mengambil berdasarkan nilai terendah siswa pada materi metamorfosis. Data dalam penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor internal yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa meliputi, sikap siswa positif terlihat dari aktifnya mereka bertanya dan menyelesaikan tugas, meskipun ada yang cenderung pasif. Minat siswa berada di tingkat sedang, meningkat saat ada penggunaan media menarik, tetapi menurun ketika materi sulit atau membosankan. Motivasi siswa juga bervariasi, banyak yang semangat dan tekun, namun beberapa kurang aktif. Faktor eksternal meliputi, lingkungan belajar umumnya mendukung, meski ada masalah seperti silau cahaya yang mengganggu fokus. Metode ceramah yang sering digunakan membuat siswa bosan sehingga partisipasi siswa menjadi kurang di dalam pembelajaran. Fasilitas pembelajaran seperti video pembelajaran dan gambar sudah digunakan, namun untuk alat peraga masih kurang dalam penggunaannya sehingga pembelajaran masih kurang optimal. Guru diharapkan dapat mengelola metode dan fasilitas pembelajaran agar siswa tidak kesulitan dalam memahami materi IPAS.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kesulitan merupakan kondisi di mana individu mengalami hambatan atau kesukaran dalam memahami, mengaplikasikan, atau menyelesaikan tugas tertentu, yang dapat disebabkan oleh faktor internal seperti kurangnya pemahaman konsep atau eksternal seperti metode pembelajaran yang kurang efektif. Penyelesaian soal ANBK merupakan proses evaluasi kemampuan siswa dalam mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer, khususnya pada domain numerasi yang mencakup literasi matematika, di mana siswa harus menjawab soal-soal yang mengukur kompetensi minimum melalui platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa kelas VI-A SDN 032 Tarakan dalam menyelesaikan soal ANBK numerasi pada domain aljabar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 15 siswa sebagai subjek yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kategori kesulitan (tinggi, sedang, rendah) menggunakan standar deviasi. Teknik pengumpulan data meliputi tes soal numerasi dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta triangulasi untuk memastikan keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan utama siswa meliputi: pemahaman konsep dasar matematika seperti operasi hitung; interpretasi maksud soal cerita panjang; penyusunan kalimat matematika; dan penyelesaian masalah aljabar. Berdasarkan kategorisasi, 2 siswa mengalami kesulitan tinggi, 5 sedang, dan 8 rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kesulitan tersebut disebabkan oleh kurangnya penguasaan konsep dasar dan kesulitan memproses soal cerita. Saran untuk guru adalah meningkatkan latihan konsep dasar dengan variasi soal; untuk siswa adalah berlatih lebih intensif pada soal cerita; dan untuk peneliti selanjutnya adalah mengeksplorasi faktor penyebab kesulitan secara lebih mendalam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan subjek dalam menyelesaikan soal Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek yang dipilih berdasarkan hasil tes diagnostik awal dan dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu 2 subjek dengan tingkat kesulitan tinggi, 2 subjek dengan tingkat kesulitan sedang, dan 1 subjek dengan tingkat kesulitan rendah. Data penelitian diperoleh melalui tes tertulis dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menurut model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan tingkat kesulitan tinggi mengalami hambatan menyeluruh, mulai dari memahami maksud soal hingga menerapkan metode penyelesaian yang tepat. Subjek dengan tingkat kesulitan sedang dapat memahami soal dan memulai langkah penyelesaian, tetapi mengalami kesalahan dalam penerapan konsep dan perhitungan sehingga tidak memperoleh hasil akhir yang benar. Sementara itu, subjek dengan tingkat kesulitan rendah mampu memahami konsep, menggunakan metode yang tepat, dan memperoleh hasil yang benar, meskipun terdapat kekurangan dalam kelengkapan penulisan langkah-langkah penyelesaian. Perbedaan antar tingkat kesulitan menunjukkan bahwa semakin baik pemahaman konsep subjek, semakin lancar pula kemampuan mereka dalam melaksanakan prosedur perhitungan dan mencapai hasil yang benar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesulitan membaca masih menjadi permasalahan yang kerap dialami siswa kelas II B sekolah dasar, terutama dalam membedakan antara huruf yang bentuknya hampir sama, hambatan membaca suku kata, menghilangkan huruf dalam kata, membolak balik huruf dalam kata, serta membaca yang masih tersendat-sendat. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mendeskripsikan temuan peneliti tentang metode guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada siswa kelas II B di SDN 013 Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis pnelitian kualitatif deskriptif, dengan informan terdiri dari satu guru yaitu wali kelas II B dan enam siswa yang dipilih berdasarkan kemampuan membaca (tinggi, sedang, rendah) menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga metode yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas III B SDN 013 Tarakan telah menerapkan empat metode dalam pembelajaran membaca dikelas yaitu; 1) Metode fonetik dimana siswa diajarkan membaca dengan mengenal bunyi huruf kemudian mengaitkan setiap bunyi huruf dengan kata yang bermakna; 2) Metode alfabet dimana siswa diajarkan membaca dengan memperkenalkan huruf alfabet dari A sampai Z melalui proses menghafal, mengeja, dan menyusun huruf menjadi kata; 3) Metode bimbingan individual dimana siswa diajarkan membaca dengan diberikan bimbingan khusus secara langsung oleh guru, agar guru dapat memilih metode yang tepat untuk membantu mengatasi kesulitan membaca siswa; 4) Metode membaca berulang dimana siswa diajarkan membaca dengan diberikan teks bacaan yang sama dalam beberapa kali pertemuan agar siswa lancar dalam membaca dan memahami isi bacaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik ini mengkaji kesulitan berbicara bahasa Inggris serta faktor penyebabnya pada siswa kelas XI Jurusan Perhotelan SMK Negeri 1 Tarakan (Agustus 2025). Berlandaskan ESP dan Kurikulum Merdeka, data dikumpulkan melalui analisis dokumen, observasi kelas, dan wawancara semi terstruktur pada enam peserta yang dipilih secara purposive mewakili tingkat kemahiran rendah, sedang, dan tinggi. Analisis data menggunakan model interaktif (reduksi, penyajian, verifikasi, dan penarikan kesimpulan). Hasil menunjukkan enam kesulitan utama: keterbatasan kosakata terutama kosakata spesifik industri, takut salah dan rasa malu, kurang percaya diri, motivasi rendah, ketergantungan pada bahasa ibu, serta masalah tata bahasa yang berulang. Kesulitan tersebut dipengaruhi oleh interaksi faktor internal (minat, kemampuan kognitif, kepercayaan diri) dan eksternal (dukungan keluarga, teman sebaya, praktik pengajaran dan ketersediaan sumber daya guru). Studi ini menegaskan bahwa hambatan afektif kerap menekan kompetensi pada tahap performa dan bahwa tuntutan leksikal konteks perhotelan memperkuat kebutuhan pembelajaran ESP. Implikasi pedagogis mencakup perancangan tugas yang membangun kepercayaan diri, latihan intensif leksis perhotelan, pengurangan ketergantungan L1 melalui penyanggaan terstruktur, serta tata bahasa komunikatif dalam skenario layanan autentik. Diperlukan penguatan keterhubungan sekolah industri dan sumber belajar untuk menumbuhkan kompetensi lisan yang siap kerja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan membaca pada siswa kelas IIB di SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 19 Mei hingga 19 Juni 2025 dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa yang teridentifikasi mengalami kesulitan membaca. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi yang mendalam mengenai faktor-faktor penyebab kesulitan membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab kesulitan membaca siswa terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. (1) Faktor internal meliputi aspek kognitif, psikologis, dan fisiologis. Pada aspek kognitif, ditemukan bahwa dua siswa mengalami kesulitan mengenali dan memahami kata-kata panjang serta memiliki daya ingat yang lemah terhadap kosakata baru. Pada aspek psikologis, siswa menunjukkan rasa cemas, gugup, dan kurang percaya diri saat diminta membaca di depan kelas, yang berdampak pada kelancaran membaca. Sedangkan pada aspek fisiologis, sebagian siswa mengalami kendala penglihatan seperti huruf tampak buram atau mirip satu sama lain sehingga memengaruhi kemampuan membaca. (2) Faktor eksternal meliputi lingkungan sekolah dan lingkungan rumah. Lingkungan sekolah telah menyediakan fasilitas belajar yang cukup baik seperti buku bacaan dan perhatian khusus dari guru, namun pengaruh teman sebaya dan motivasi siswa juga berperan penting. Sementara itu, di lingkungan rumah, dukungan orang tua dan suasana belajar yang kondusif turut menentukan perkembangan kemampuan membaca anak. Meskipun sebagian besar lingkungan rumah sudah mendukung, kebiasaan dan disiplin belajar anak masih menjadi tantangan utama.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor kesulitan siswa dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VC SDN 013 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek 6 orang siswa kelas VC. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal meliputi sikap, minat, motivasi, dan kemampuan penginderaan. Pada kategori tinggi, siswa mampu fokus, bersemangat, antusias, dan aktif berpartisipasi. Pada kategori sedang, siswa cukup konsisten mengikuti pembelajaran tetapi masih pasif dan kurang percaya diri. Sedangkan pada kategori rendah, siswa sulit fokus, motivasi rendah, minat kurang, dan terhambat kemampuan penginderaan terutama penglihatan. Faktor eksternal mencakup strategi pembelajaran, peralatan belajar, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat. Pada kategori tinggi, guru menggunakan metode bervariasi (diskusi, demonstrasi, media visual), siswa memanfaatkan peralatan belajar dengan baik, orang tua mendampingi secara aktif, serta siswa mampu menolak pengaruh negatif dari lingkungan. Pada kategori sedang, guru sesekali menggunakan media tambahan, siswa memanfaatkan buku paket namun dengan pemahaman terbatas, orang tua hanya mendampingi sesekali, dan siswa terkadang terpengaruh teman kelas. Sedangkan pada kategori rendah, pembelajaran guru monoton dengan dominasi ceramah, peralatan belajar kurang bervariasi, orang tua jarang mendampingi karena kesibukan, dan siswa mudah terpengaruh lingkungan negatif hingga menganggap perilaku tidak sopan sebagai hal biasa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Membaca pemahaman merupakan kemampuan esensial dalam proses pembelajaran karena berperan penting dalam menyerap informasi, memahami makna teks, dan mengembangkan kompetensi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal penyebab kesulitan membaca pemahaman pada siswa di kelas III-B SDN 032 Tarakan. Kesulitan ini diguga dipengaruhi oleh faktor internal, seperti minat membaca yang rendah, kurangnya motivasi belajar, rendahnya kepercayaan diri, serta terbatasnya penguasaan kosakata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini berdasarkan kategori kemampuan membaca pemahaman, yang terdiri dari siswa kategori tinggi, sedang dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat faktor internal tersebut secara signifikan berkontribusi terhadap kesulitan membaca pemahaman siswa. Minat membaca yang rendah menghambat keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan membaca. Kurangnya motivasi menyebabkan siswa tidak memiliki dorongan untuk memahami isi bacaan secara mendalam, kepercayaan diri yang rendah mempengaruhi keberanian siswa untuk mengungkapkan pemahamannya terhadap teks, sedangkan penguasaan kosakata yang terbatas membuat siswa kesulitan menafsirkan makna kata-kata dalam bacaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesulitan keterampilan menulis permulaan merupakan kesulitan yang sering dialami oleh siswa Ketika mereka belajar menulis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan keterampilan menulis permulaan pada siswa kelas 1B SD Negeri 006 Tarakan serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya. Metode yang digunakan yaitu metodologi penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi awal, tes keterampilan menulis permulaan, wawancara dengan guru kelas, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kelas 1B dengan menggunkan teknik purposive sampling dengan kriteria berdasarkan indikator kesuliatn menulis, dan dipilih satu perwakilan siswa yang memenuhi indikator menulis dengan bantuan spin, yaitu berinisial NG, AF, BJ, SQ. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek NG mengalami kesulitan keterampilan menulis pada keempat indikator yaitu, tulisan tidak terbaca, penggunaan huruf kapital dan huruf kecil, huruf hilang, dan jarak antar kata tidak sama atau tidak konsisten dengan faktor penyebab yaitu kemampuan motrik yang masih rendah, perilaku, motivasi dan minat belajar yang rendah. AF memenuhi tiga indikator yaitu penggunaan huruf kapital dan huruf kecil, huruf hilang, dan jarak antar kata tidak sama atau tidak konsisten dengan faktor penyebab yaitu kemampuan memori yang lemah, kurangnya dampingan belajar dari orang tua. BJ memenuhi dua indikator yaitu penggunaan huruf kapital dan huruf kecil, dan jarak antar kata tidak sama atau tidak konsisten dengan faktor penyebab yaitu lemahnya konsentrasi saat belajar. SQ memenuhi satu indikator yaitu penggunaan huruf kapial dan huruf kecil dengan faktor penyebab yaitu cenderung terburu-buru saat menulis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan faktor kesulitan siswa dalam pembelajaran matematika pada kelas III B SDN 003 Simpang Tiga Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan di SDN 003 Simpang Tiga Tarakan tahun ajaran 2024/2025. Faktor pada penelitian ini adalah faktor kesulitan siswa dalam pembelajaran matematika. Insturmen pendukung adalah dokumentasi. Adapun sumber data dari penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder dengan subjek penelitian 5 orang siswa kelas III B dan guru kelas III. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data kuliatatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi kesulitan siswa dalam pembelajaran matematika yaitu 1) faktor internal yang mempengaruhi kesulitan belajar matematika siswa adalah minat belajar siswa terhadap mata pelajaran matematika belum terbangun, pada kondisi fisik meskipun penglihatan siswa tidak terganggu namun posisi duduk siswa dapat mempengaruhi penglihatan siswa pada tulisan guru di papan tulis, dan sikap siswa selasa proses pembelajaran juga dapat mempengaruhi perkembangan siswa di kelas, 2) faktor eksternal yang mempengaruhi siswa dalam pembelajaran matematika siswa adalah metode mengajar guru yang kurang bervariasi dapat menurunkan minat siswa terhadap suatu mata pelajaran dan mengakibatkan siswa kurang memahami materi pembelajaran dan fasilitas pembelajaran yang memadai dapat memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran.