Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

22 hasil
Subjek: sumber belajar
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HISTOKIMIA DAUN RUKU-RUKU (Ocimum tenuiflorum) DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ocimum tenuiflorum (ruku-ruku) adalah tumbuhan obat tradisional dari famili Lamiaceae yang digunakan sebagai penyedap masakan serta obat demam, mual, dan gangguan pencernaan. Tumbuhan obat pada umumnya memiliki struktur sekretori yang berfungsi sebagai tempat sintesis atau penyimpanan metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis struktur sekretori serta kandungan histokimia alkaloid, terpenoid, dan senyawa lipofilik pada daun O. tenuiflorum, sekaligus mengkaji potensinya sebagai sumber belajar biologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Sayatan dibuat dengan teknik free-hand, baik paradermal maupun transversal, kemudian diuji histokimia menggunakan reagen Wagner 1% untuk alkaloid, tembaga asetat 5% untuk terpenoid, dan Sudan III 0,03% untuk senyawa lipofilik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sekretori pada daun terdiri atas trikoma glandular peltat dan kapitat, selain trikoma non-glandular uniseriat yang berfungsi sebagai pelindung mekanis permukaan daun. Trikoma peltat memberikan hasil positif untuk terpenoid dan senyawa lipofilik; trikoma kapitat positif untuk alkaloid, terpenoid, dan senyawa lipofilik; sedangkan trikoma uniseriat menunjukkan hasil negatif pada semua uji. Temuan ini menunjukkan adanya diferensiasi fungsional metabolit di antara tipe-tipe trikoma glandular pada daun O. tenuiflorum. Hasil penelitian ini relevan dengan capaian pembelajaran mata kuliah Mikroteknik dan berpotensi dikembangkan menjadi panduan praktikum berbasis penelitian untuk program studi Pendidikan Biologi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Penurunan Bobot Sampah Organik Pada Pembuatan Kompos Menggunakan Metode Berkeley dan Takakura Serta Potensinya Sebagai Sumber Belajar Biologi

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Penelitian ini bertujuan membandingkan penurunan bobot sampah organik pada proses pengomposan menggunakan metode Berkeley dan Takakura serta mengkaji potensinya sebagai sumber belajar biologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu metode pengomposan, dengan dua perlakuan dan tiga ulangan. Bahan yang digunakan sampah organik berupa sisa sayuran, daun kering, dan serbuk gergaji dengan penambahan aktivator EM4. Penurunan bobot ditentukan berdasarkan perubahan bobot awal dan akhir bahan hingga berakhirnya proses dekomposisi. Parameter pendukung selama proses pengomposan meliputi suhu, pH, dan kelembapan, sedangkan hasil akhir dianalisis berdasarkan suhu, pH, kelembapan, C-organik, N-total, dan rasio C/N. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata penurunan bobot metode Berkeley sebesar 176,85 g/hari, lebih tinggi dibandingkan Takakura sebesar 146,30 g/hari. Namun uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik dengan Sig 0,135 (Sig> 0,05). Karakteristik akhir kompos relatif sama. Berdasarkan SNI, nilai pH, kelembapan, dan N-total memenuhi persyaratan, sedangkan suhu, C-organik dan rasio C/N masih belum memenuhi persyaratan. Hasil penelitian berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi dalam bentuk modul ajar pada materi Ekologi dan Lingkungan. Abstract This study aimed to compare the reduction in organic waste weight during the composting process using the Berkeley and Takakura methods and to examine its potential as a biology learning resource. This study employed a quantitative approach using an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) involving one factor, namely the composting method, with two treatments and three replications. The materials consisted of organic waste, including vegetable residues, dried leaves, and sawdust, with the addition of EM4 as an activator. Weight reduction was determined based on the difference between the initial and final weights of the materials at the end of the decomposition process. Supporting parameters monitored during the composting process included temperature, pH, and moisture content, while the final compost characteristics were analyzed based on temperature, pH, moisture content, organic carbon (C-organic), total nitrogen (N-total), and the C/N ratio. The results showed that the mean weight reduction using the Berkeley method was 176.85 g/day, which was higher than that obtained using the Takakura method (146.30 g/day). However, the One-Way ANOVA results indicated that this difference was not statistically significant, with a significance value of 0.135 (p > 0.05). The final characteristics of the compost produced by the two methods were relatively similar. Based on the Indonesian National Standard (SNI), the pH, moisture content, and total nitrogen values met the required standards, whereas temperature, organic carbon, and the C/N ratio did not yet meet the specified requirements. The findings of this study have potential applications as a biology learning resource in the form of a teaching module for topics related to Ecology and the Environment.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HISTOKIMIA DAN TIPE STRUKTUR SEKRETORI PADA TUMBUHAN SIRIH TUMPANG AIR (Peperomia pellucida) SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sirih tumpang air (Peperomia pellucida (L.) Kunth) merupakan tumbuhan herbal yang secara empiris dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional karena kandungan metabolit sekunder seperti alkaloid dan terpenoid yang tersimpan dalam struktur sekretori. Penelitian terdahulu baru sebatas mengkaji keberadaan senyawa melalui ekstraksi umum tanpa menggambarkan lokasi dan distribusinya secara histokimia. Penelitian ini bertujuan menganalisis tipe struktur sekretori, mengidentifikasi lokasi kandungan senyawa dalam sel dan jaringan, serta mengkaji potensi P. pellucida sebagai sumber belajar biologi, menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui sayatan tangan bebas (free hand section) pada batang dan daun serta uji histokimia (reagen Wagner, kupri asetat, dan Sudan IV). Hasil menunjukkan P. pellucida memiliki dua tipe struktur sekretori, yaitu trikoma kelenjar peltate eksternal batang dan daun yang positif alkaloid, serta sel idioblas internal hanya daun yang positif terpenoid; senyawa lipofilik tidak terdeteksi pada kedua struktur. Setiap struktur hanya menyimpan satu golongan metabolit secara spesifik, menunjukkan efisiensi pemisahan jalur biosintesis. Data tipe, ukuran, kerapatan, dan lokasi senyawa pada struktur sekretori dinilai relevan dikembangkan sebagai sumber belajar biologi, khususnya pada mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan, dalam bentuk modul atau lembar kerja praktikum berbasis riset lokal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS STRUKTUR SEKRETORI DAN HISTOKIMIA TERPENOID RIMPANG PADA FAMILI ZINGIBERACEAE SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rimpang dari Familı Zingiberaceae dikenal sebagai sumber rempah, obat tradisional, dan golongan senyawa bioaktif, misalnya terpenoid umumnya senyawa metabolit terakumulasi pada struktur khusus yang disebut dengan struktur sekretori Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tipe sel sekretori, menganalisis ukuran dan kerapatan selnya, mendeskripsikan kandungan terpenoid melalui ujı hıstokimia, serta mengkaji potensi hasilnya sebagai sumber belajar biologi. Sampel berupa rimpang kunyit putih (Curcuma zedoaria), kunyit kuning (Curcuma longa), temulawak (Curcuma xanthorrhiza), jahe merah (Zingiber officinale var rubrum), jahe putih (Zingiber officinale vat, amarum), dan kencur (Kaempferia galanga). Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui sayatan melintang tangan bebas, pengamatan mikroskopis, dan ujı histokımia menggunakan reagen kupri asetat 3-5% dengan tiga kali ulangan. Hasil menunjukkan bahwa sel idioblas merupakan satu-satunya struktur sekretori pada keenam rimpang, tanpa trikoma kelenjar, rongga sekretori, maupun saluran sekretori. Sel idioblas terbesar dijumpai pada kencur (609,18 = 48,95461,67± 41,05 µm) dan terkecil pada temulawak (393,25 + 102,39×362,51 + 111,28 µm) Kerapatan tertinggi terdapat pada kunyit kuning (31,33 ± 1,15 mm²) dan terendah pada kencur (8,677,23 mm²), yang mengindikasikan kecenderungan ukuran dan kerapatan sel idioblas berbanding terbalik. Seluruh sampel positif terpenoid, ditandai endapan berwarna kuning pada sel idioblas, sehingga sel tersebut berfungsi sebagai tempat akumulasi terpenoid. Hasil penelitian ini berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar pada mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan berupa modul atau lembar kerja praktikum.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN JAMUR MAKROSKOPIS KAWASAN KONSERVASI HUTAN MANGROVE BEKANTAN (KKMB) KOTA TARAKAN DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jamur makroskopis merupakan fungi yang memiliki tubuh buah berukuran relatif besar dan dapat diamati secara langsung. Jamur ini dapat ditemukan di berbagai habitat, termasuk ekosistem mangrove yang memiliki substrat berupa kayu lapuk, batang matiKeberadaannya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, salah satunya salinitas, meskipun beberapa jenis mampu beradaptasi pada salinitas tertentu. Peran utama jamur terlihat dalam proses dekomposisi bahan organik, terutama serasah di lingkungan hutan dan sistem agroforestri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jamur makroskopis, kondisi parameter lingkungan, nilai indeks keanekaragaman, serta potensi pemanfaatannya sebagai sumber belajar Biologi di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Bekantan (KKMB) Kota Tarakan, dilakukan dengan metode survei eksploratif menggunakan garis transek dan plot berukuran 5 x 5 m pada tiga stasiun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Bekantan (KKMB) ditemukan 169 individu jamur makroskopis yang tergolong ke dalam 13 genus. Jamur yang paling dominan adalah Auricularia. sedangkan genus lain yang ditemukan antara lain Shizophyllum, Trametes, Ganoderma, Daldania, dan Fuscoporia. Sebagaian besar jamur ditemukan pada substrat kayu lapuk yang memiliki kelembapan tinggi sehingga mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuh buah jamur. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) yang diperoleh sebesar 2,07 yang termasuk kategori sedang. Nilai tersebut menunjukkan bahwa komunitas jamur makroskopis di kawasan penelitian memiliki tingkat keanekaragaman yang cukup baik dengan distribusi individu yang relatif merata dan tidak didominasi secara berlebihan oleh satu spesies tertentu. Kondisi lingkungan berupa suhu, pH tanah, salinitas, intensitas cahaya, dan jenis substrat turut memengaruhi keberadaan jamur lokasi penelitian. Hasil penelitian berpontensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar Biologi SMA kelas X pada Kurikulum Merdeka, khususnya materi keanekaragaman hayati, fungi, dan ekosistem. Pemanfaatan potensi lokal melalui hasil penelitian ini dapat mendukung pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan dekat dengan lingkungan peserta didik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT SUKU TORAJA DI DESA SAPAN KUA-KUA KABUPATEN TORAJA UTARA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian etnobotani bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat, bagian dari tumbuhan yang digunakan, cara pengolahan dan pengaplikasian tumbuhan sebagai obat tradisional, dan potensinya sebagai sumber belajar biologi oleh suku Toraja di Desa Sapan Kua-Kua Kecamatan Buntao Kabupaten Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi dengan fokus kajian etnobotani. Data penelitian diperoleh dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Responden penelitian ini adalah ketua adat, bidan kampung, orang yang dituakan, dan individu yang mengetahui lebih tentang pemanfaatan tumbuhan obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penelitian terdapat 32 jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat oleh suku Toraja di Desa Sapan Kua-Kua, tumbuhan tersebut didominasi oleh famili Zingiberaceae. Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat adalah daun, batang, akar, bunga, buah, tunas, rimpang dan umbi lapis. Tumbuhan yang digunakan sebagai obat diolah dengan cara direbus, diparut, disaring, dibakar, diseduh, dikupas, dikunyah, ditumbuk, diremas, dimemarkan dan diiris. Masyarakat mengaplikasikan obat-obatan tersebut dengan cara diminum, dioleskan, ditiupkan, dikonsumsi langsung dan dikumur. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber belajar biologi pada jenjang SMA/MA kelas X khususnya pada materi keanekaragaman hayati. Sehingga hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pendukung pembelajaran biologi yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan peserta didik. Ethnobotanical research aims to determine the types of plants used as medicine, the parts of the plants used, how to process and apply plants as traditional medicine, and their potential as a source of biological learning by the Toraja tribe in Sapan Kua-Kua Village, Buntao District, North Toraja Regency, South Sulawesi Province using a qualitative descriptive method with an ethnographic approach with a focus on ethnobotanical studies. Research data was obtained by interviews, observation and documentation. Respondents to this research were traditional leaders, village midwives, elders, and individuals who knew more about the use of medicinal plants. The results showed that in the research there were 32 types of plants used as medicine by the Toraja tribe in Sapan Kua-Kua Village, these plants were dominated by the Zingiberaceae family. The parts of plants used as medicine are leaves, stems, roots, flowers, fruit, shoots, rhizomes and tubers. Plants used as medicine are processed by boiling, grating, filtering, burning, brewing, peeling, chewing, pounding, kneading, bruising and slicing. People apply these medicines by drinking, smearing, blowing, consuming directly and gargling. The results of this research can be used as a biology learning resource at the SMA/MA class X level, especially on biodiversity material. So the results of this research can be used to support biology learning which does not only focus on theory, but also provides learning experiences that are relevant to students' lives.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Kawasan Hutan Lindung Sekitar Bukit Mas Tarakan serta Potensinya sebagai Sumber Belajar Biologi

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan paku (Pteridophyta) merupakan kelompok tumbuhan yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan serta berpotensi dimanfaatkan sebagai bioindikator lingkungan. Kawasan Hutan Lindung sekitar Bukit Mas, Kota Tarakan memiliki keanekaragaman flora yang cukup tinggi, namun informasi ilmiah mengenai jenis-jenis tumbuhan paku di kawasan tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan paku yang terdapat di kawasan tersebut serta menganalisis potensinya sebagai sumber belajar biologi pada jenjang SMP/MTs. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode survei eksploratif melalui teknik jelajah bebas (free roaming). Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling pada area seluas 1,4 hektar atau sekitar 5% dari total luas kawasan dengan mempertimbangkan kondisi habitat yang lembap dan teduh. Identifikasi tumbuhan paku dilakukan berdasarkan pengamatan langsung terhadap karakter morfologi tumbuhan paku yang ditemukan di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kawasan Hutan Lindung sekitar Bukit Mas ditemukan 7 famili dan 7 genus tumbuhan paku, yaitu Aspleniaceae (Asplenium), Polypodiaceae (Pyrrosia), Nepherolepidaceae (Nephrolepis), Lycoopodiaceae (Lycopodiaella), Gleicheniaceae (Dicranopteris), Blechnaceae (Blechnum), serta Pteridaceae (Adiantum). Hasil penelitian ini berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi pada materi klasifikasi makhluk hidup melalui draf panduan praktikum berbasis lingkungan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Dan Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Di Kawasan Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan Serta Pemanfaatannya Sebagai Sumber Belajar Biologi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan tumbuhan lumut (Bryophyta) yang terdapat di kawasan Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan serta mengkaji potensinya sebagai sumber belajar biologi. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei eksploratif dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilaksanakan melalui pengamatan langsung di lapangan terhadap ciri morfologi lumut dengan bantuan tabel pertelaan, dokumentasi visual, pencatatan mikrohabitat, serta identifikasi lanjutan di laboratorium menggunakan mikroskop binokuler. Untuk mendukung analisis ekologi, dilakukan pula pengukuran faktor lingkungan meliputi suhu, intensitas cahaya, kelembapan udara, dan pH tanah. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam jenis lumut yang termasuk dalam kelas Bryopsida, yaitu Leucobryum javense, Rhynchostegium sp., Hypnum cupressiforme, Dicranum scoparium, Gymnostomiella vernicosa, dan Brachythecium sp. Seluruh jenis ditemukan pada kondisi lingkungan yang lembap dengan suhu rata-rata 26°C, intensitas cahaya 449 lux, pH tanah 5,6, dan kelembapan udara 77,7%, yang mendukung pertumbuhan optimal lumut di daerah tropis. Setiap jenis menunjukkan karakter morfologi yang khas serta kemampuan adaptasi terhadap berbagai substrat, seperti tanah, batang pohon, dan batu. Keanekaragaman tumbuhan lumut yang ditemukan memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi, khususnya pada materi keanekaragaman hayati, klasifikasi tumbuhan, ekologi, dan adaptasi organisme. Pemanfaatan hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung pembelajaran biologi yang bersifat kontekstual dan berbasis potensi lokal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEANEKARAGAMAN SEMUT (Hymenoptera: Formicidae) DI HUTAN PENELITIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

2025•

Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan merupakan kawasan hutan tropis yang memiliki potensi keanekaragaman hayati yang tinggi, salah satunya adalah semut (Hymenoptera: Formicidae) yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keanekaragaman semut di Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan serta mengkaji potensi pemanfaatannya sebagai sumber belajar biologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling yang dikombinasikan dengan metode kuadran. Pengambilan sampel dilakukan melalui metode hand collecting dan pitfall trap pada 20 plot berukuran 15 m × 15 m. Identifikasi spesies semut dilakukan berdasarkan karakteristik morfologi menggunakan kunci determinasi serangga. Data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) dan indeks dominansi Simpson (C), serta didukung oleh pengukuran parameter lingkungan yang meliputi suhu, kelembapan udara, pH tanah, dan intensitas cahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 8.985 individu semut yang tergolong ke dalam 17 spesies dan 5 subfamili, yaitu Myrmicinae, Dolichoderinae, Formicinae, Ponerinae, dan Dorylinae. Subfamili Dolichoderinae memiliki jumlah individu tertinggi, dengan spesies Dolichoderus thoracicus sebagai spesies paling dominan, sedangkan spesies dengan jumlah individu terendah adalah Aenictus gracilis. Nilai indeks keanekaragaman menunjukkan kategori keanekaragaman sedang, dengan tingkat dominansi rendah hingga sedang. Temuan ini berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi pada materi keanekaragaman hayati dan ekosistem di tingkat SMA, khususnya dalam implementasi Kurikulum Merdeka.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keanekaragaman dan Dominansi Jenis Capung (Odonata) di Kawasan Agrowisata Air Terjun Karungan dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar dalam Pembelajaran Biologi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keanekaragaman dan dominansi jenis capung (Odonata) di Kawasan Agrowisata Air Terjun Karungan, Kota Tarakan, serta menganalisis potensinya sebagai sumber belajar biologi. Penelitian dilakukan dengan metode jelajah (field method), menggunakan jaring serangga untuk menangkap capung, serta pengukuran faktor lingkungan Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung indeks keanekaragaman dan indeks dominansi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 spesies capung yang berasal dari dua famili, yaitu Libellulidae dan Coenagrionidae, dengan jumlah total 348 individu. Indeks keanekaragaman (H') yang diperoleh sebesar 1,85 termasuk kategori sedáng, sedangkan nilai indeks dominansi (C) sebesar 0,19 termasuk kategori rendah, menunjukkan bahwa kawasan penelitian memiliki ekosistem yang relatif stabil dengan penyebaran spesies yang cukup merata dan tidak ada spesies yang mendominasi secara berlebihan. Hasil penelitian berpotensi dijadikan sumber belajar kontekstual pada materi keanekaragaman hayati, dan ekologi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Buku Cerita Pendek Sebagai Sumber Belajar Kelas XI di SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang telah dibatasi dengan tidak melakukan kegiatan penerbitan buku secara besar-besaran. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk buku cerita pendek sebagai sumber belajar yang menarik dan meningkatkan minat baca siswa serta mendeskripsikan penggunaan buku cerita pendek sebagai sumber belajar berdasarkan kelayakan, kepraktisan, dan keefektifannya. Instrumen penelitian dan pengembangan ini menggunakan lembar wawancara guru, angket validasi ahli, dan angket respon guru serta siswa yang pada setiap angket memiliki 10 aspek penilaian. Hasil penelitian dari validasi penyajian buku cerita pendek sebagai sumber belajar melalui angket oleh ahli materi mencapai persentase 75% dengan kualifikasi layak, oleh ahli bahasa mencapai persentase 95% dengan kualifikasi sangat layak dan oleh ahli media mencapai persentase 73% dengan kualifikasi layak. Hasil angket respon guru terhadap buku cerita pendek sebagai sumber belajar mempunyai nilai persentase sebesar 75% dengan kualifikasi praktis dan angket respon siswa memiliki persentase sebesar 88% yang dikualifikasikan sangat efektif. Uji coba produk dilakukan pada kelas XI SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan. Hasil penelitian dan pengembangan buku cerita pendek sebagai sumber belajar layak digunakan untuk pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya pembelajaran cerita pendek di kelas XI.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Etnozoologi di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan, Kalimantan Utara dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Biologi

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini merupakan studi etnozoologi yang membahas mengenai hubungan antar manusia dengan jenis fauna yang terdapat di lingkungan sekitar dalam kehidupan sosial-budaya masyarakat Kelurahan Karang Rejo dan Pengunjung KKMB kota Tarakan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengetahuan masyarakat terhadap keberadaan jenis fauna, persepsi masyarakat terhadap pemanfaatan dan pengolahan jenis fauna yang terdapat di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) kota Tarakan serta untuk mengetahui potensi data hasil penelitian sebagai sumber belajar biologi. Adapun metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara mendalam dengan masyarakat Kelurahan Karang Rejo dan pengunjung KKMB yang didukung oleh dokumentasi. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2023 dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 25 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mengetahui keberadaan jenis fauna yang beranekaragam, masyarakat memiliki persepsi cukup baik terhadap pemanfaatan jenis fauna yang hanya dapat dilakukan dari segi aspek ekowisata untuk dilestarikan secara berkelanjutan serta pemanfaatan dan pengolahan jenis fauna yang cukup bervariasi di luar dari KKMB kota Tarakan seperti untuk konsumsi, pengobatan tradisional dan mistis atau pertanda. Pemetaan pembelajaran terdapat pada materi biologi kelas X SMA pada Kompetensi Dasar (KD) 3.2 dan Kompetensi Dasar (KD) 4.2.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN E-MODUL SEBAGAI SALAH SATU SUMBER BELAJAR BIOLOGI PADA MATERI SEL KELAS XI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan e-modul pada materi sel dimadrasah aliyah negen (MAN) Tarakan yang dikembangkan berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli desain, ahli bahasa, ahli praktist, serta untuk mengetahui respons siswa pada uji coba pengembangan. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) yang mengacu pada model ADDIE dikembangkan oleh dick and carry (1996) yang telah dimodifikasi hanya sampai 3 tahap yaitu: 1) analyze (analisis), 2) design (desain), 3) develop (pengembangan) Uji coba lapangan 3 tahap yaitu: 1) uji coba perorangan, 2) uji coba skala kecil, 3) uji coba skala besar Dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas XI di madrasah aliyah negeri (MAN) Tarakan yang telah melewati materi sel Sumber belajar e-modul dikategorikan sangat baik oleh ahli materi dengan persentase 86%, sumber belajar e-modul dikategorikan sangat baik oleh ahli bahasa dengan persentase 88%, sumber belajar e-modul dikategorikan sangat baik oleh ahli desain dengan persentase 85%, sumber belajar e- modul dikategorikan sangat baik oleh ahli praktisi/ guru bidang studi dengan persentase 95%, Serta respons siswa terhadap sumber belajar e-modul yaitu pada uji coba perorangan yaitu sangat baik dengan persentase 91%, skala kecil yaitu sangat baik dengan persentase 88%, dan skala besar yaitu baik dengan persentase 63% Dari hasil analisis data secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa sumber belajar e-modul merupakan sumber belajar yang sangat baik digunakan untuk menunjang kegiatan pembelajaran di kelas pada materi sel

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN ATLAS TUMBUHAN DIKOTIL SEBAGAI SUPLEMEN SUMBER BELAJAR BIOLOGI DI SMA KELAS X

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan produk Atlas sebagai sumber belajar untuk SMA pada materi Plantae. Jenis penelitian yang digunakan adalah Reserarch and Development (R&D) dengan model Borg and Gall (1983). Langkah-langkah penelitian ini meliputi penelitian dan pengumpulan data awal, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba produk dan revisi produk. Analisis data dengan menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengembangan produk Atlas diperoleh nilai validasi dari ahli media dengan rata-rata 93% (sangat layak), ahli materi dengan rata-rata 75% (layak), dan praktisi dengan rata-rata 97% (sangat layak). Uji coba produk dilakukan dengan uji coba terbatas dengan jumlah sampel sebanyak 12 siswa kelas X di SMA Negeri 3 Tarakan, hasil yang diperoleh rata-rata 92% (sangat layak). Hasil validasi dan uji coba produk respon siswa diperoleh rata-rata 89,2% dengan kategori sangat layak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan E-Magazine Sebagai Sumber Belajar Biologi Mangrove Berbasis Potensi Lokal Pada Materi Pokok Ekosistem Untuk Siswa Kelas X SMA/MA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan produk E-Magazine sebagai sumber belajar bagi siswa SMA pada materi Ekosistem. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model Borg and Gall (1983). Adapun langkah-langkah model Borg and Gall (1983) yang digunakan pada penelitian ini dimulai dari penelitian dan pengumpulan data awal, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba produk dan revisi produk. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengembangan produk E-Magazine diperoleh nilai validasi dari ahli materi dengan rata-rata 90% (sangat layak), ahli media dengan rata-rata 100% (sangat layak), dan praktisi dengan rata-rata 84% (sangat layak). Uji coba produk dilakukan dengan melakukan uji coba terbatas dengan jumlah sampel sebanyak 12 siswa kelas X di SMAN 1 Sebatik Tengah. Hasil uji coba terbatas diperoleh rata-rata 99% dengan kriteria sangat layak. Sehingga E-Magazine yang berjudul “E-magazine about mangrove in area Sebatik Island bordering of Indonesian-Malaysian” sangat layak digunakan sebagai sumber belajar siswa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN ETNOZOOLOGI MASYARAKAT SUKU TIDUNG DI DESA MANUK BUNGKUL DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KAJIAN ETNOZOOLOGI MASYARAKAT SUKU TIDUNG DI DESA MANUK BUNGKUL DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI ABSTRAK Penelitian ini merupakan kajian etnozoologi, yakni hubungan antara manusia dengan hewan disekitarnya dalam kehidupan sosial-budaya masyarakat suku Tidung di desa Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana masyarakat suku Tidung di desa Manuk Bungkul memanfaatkan hewan disekitarnya dalam kehidupan sehari-hari, untuk mengetahui upaya konservasi masyarakat terhadap hewan yang dimanfaatkan, serta untuk mengetahui potensi data hasil penelitian sebagai sumber belajar biologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi realis dengan pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara interaktif dengan warga desa yang didukung dokumentasi. Penelitian dilakukan pada bulan November-Desember 2021 dengan jumlah subjek penelitian 20 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 51 jenis hewan dengan berbagai tujuan pemanfaatan seperti dikonsumsi, dijual, hewan peliharaan, hiasan, obat-obatan dan beberapa spesies dipercaya memiliki nilai mistis. Bentuk konservasi yang diperoleh dari masyarakat berupa pelarangan kegiatan meracun ikan dan pelarangan penggunaan alat tangkap ikan yang merusak lingkungan, serta melakukan pembiakan jenis lokal seperti ayam kampung. Pemetaan pembelajaran terdapat pada materi biologi kelas X SMA pada Kompetensi Dasar (KD) 3.2 materi keanekaragaman hayati dan Kompetensi Dasar (KD) 4.2 materi upaya pelestarian keanekaragaman hayati.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Booklet Berbasis Potensi Lokal Berdasarkan Inventarisasi Jenis Ikan Di Wilayah Sungai Sedulun Sebagai Sumber Belajar Pada Materi Vertebrata Kelas Pisces

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGEMBANGAN BOOKLET BERBASIS POTENSI LOKAL BERDASARKAN INVENTARISASI JENIS IKAN DI WILAYAH SUNGAI SEDULUN SEBAGAI SUMBER BELAJAR PADA MATERI VERTEBRATA KELAS PISCES Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sumber belajar berupa booklet berbasis potensi lokal berdasarkan inventarisasi jenis ikan di wilayah sungai sedulun sebagai sumber belajar pada materi vertebrata kelas pisces yang berkualitas dari segi kelayakan menurut penilaian beberapa ahli. Jenis penelitian merupakan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D yang terdiri dari empat tahap yaitu Define, Design, Development, Disseminate, akan tetapi. pada pengembangan ini hanya dilakukan sampai tahap ke 3 yaitu tahap Development. Data uji kelayakan produk dilakukan melalui validasi ahli yang meliputi ahli media, ahli materi, dan praktisi. Sedangkan data respon siswa diperoleh dari uji coba respon siswa. Berdasarkan penelitian diperoleh penilaian dari hasil ahli media sebesar 82% dengan kategori sangat layak, ahli materi sebesar 94% dengan kategori sangat layak, praktisi sebesar 84% dengan kategori sangat layak dan respon siswa sebesar 91% dengan kategori sangat suka. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa booklet berbasis potensi lokal berdasarkan inventarisasi jenis ikan di wilayah sungai sedulun sebagai sumber belajar pada materi vertebrata kelas pisces yang dikembangkan telah memenuhi kriteria sangat layak digunakan sebagai sumber belajar pada pembelajaran biologi di sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Kelimpahan dan Dominansi Ikan Di Sungai Kecamatan Sembakung Dan Potensi Implementasinya Pada Pembelajaran Biologi kelas X SMA

2021•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis studi kelimpahan dan dominansi ikan di sungai kecamatan sembakung dan potensi implementasinya pada pembelajaran biologi kelas X SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sampel penelitian meliputi seluruh jenis spesies dari kelas pisces yang terdapat di Sungai Kecamatan Sembakung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 5 spesies yang termasuk ke dalam 5 genus yang berbeda yaitu Hemibagrus planiceps, Kryptoterus cryptoterus, Hemibagrus capitulum, Acanthogobius flavinamus, Puntius javanicus. (1) Kelimpahan tertinggi yang terdapat di Sungai Kecamatan Sembakung adalah jenis Puntius javanicus dengan indeks kelimpahan 48.28%, yang termasuk kategori tinggi sedangkan kelimpahan terendah yaitu Hemibagrus capitulum dengan indeks kelimpahan 3.56%, yang termasuk kategori rendah. (2) Dominansi tertinggi dominansi tertinggi di Sungai Kecamatan Sembakung yaitu spesies Puntius javanicus dengan indeks dmoninansi sebesar 0,23 sedangkan dominansi terendah yaitu Hemigabrus capitulum dengan indeks dominansi sebesar 0,00 yang masing-masing berkategori rendah. (3) Hasil penelitian yang telah dilakukan berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber belajar pada pembelajaran biologi kelas X SMA pada materi Kingdom Animalia, submateri Kelas Pisces. This research investigates the abundance and dominance of fish in the Sembakung sub-district river and its potential implementation in biology class X SMA. The research is exploratory, descriptive research with quantitative and qualitative approaches. The research sample comprises all types of species from the Pisces class found in the Sembakung District River. The results showed that five species belonged to 5 different genera: Hemibagrus Planiceps, Kryptoterus Cryptoterus, Hemibagrus Capitulum, and Acanthogobius Flavinamus, Puntius javanicus. (1) The highest abundance found in the Sembakung District River is the Puntius javanicus species, with an abundance index of 48.28%, which is included in the high category, which is included in the high category. The lowest abundance is the Hemibagrus capitulum, with an abundance index of 3.56%, included in the low category. (2) The highest dominance in Sungai Sembakung District is Puntius javanicus species with a dominance index of 0.23, while the lowest dominance is Hemigabrus capitulum with a dominance index of 0.00, each of which is in the low category. (3) The results of the research that have been carried out can be used as learning resources in biology learning for class X SMA in Kingdom Animalia, sub-material for Class Pisces.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN ALTRUISME DALAM BUKU THE SELFISH GENE DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KAJIAN ALTRUISME DALAM BUKU THE SELFISH GENE DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI Abstrak Penlitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep altruisme dan contohnya dalam kehidupan mahluk hidup dalam buku The Selfish Gene, kaitan konsep antara altruisme dengan tingkah laku dan kaitannya dengan makhluk hidup serta kaitannya dengan evolusi tingkah laku, potensi gambaran konsep altruisme sebagai materi dalam pembelajaran biologi ditinjau dari kompetensi inti dan kompetensi dasar (pada tingkat sekolah menengah) dan capaian pembelajaran lulusan (pada tingkat perguruan tinggi). Metode dalam penelitian ini dengan mengkaji altruisme dalam buku the selfish gene. Hasil penelitian ini yaitu altruisme adalah suatu sifat yang dimiliki seseorang atau individu yang menunjukan sifat peduli terhadap sesama atau pengorbanan diri terhadap sesame contohnya adalah spesies lebah madu (apis mellifera) famili lebah (Apoidae) yaitu pengorbanan diri, altruisme berkaitan dengan tingkah laku dimana altruisme akan di bagi menjadi tiga jenis yaiu : intraspesies, interspesies dan resiprokal dan c. Altruisme berpotensi untuk dijadikan konten pada materi evolusi SMA Kelas XII sesuai dengan kompetensi Inti dan kompetensi dasar, sementara itu altruisme juga dapat di sesuaikan dengan mata kuliah biologi sosial dan Etologi, sesuai dengan capaian pembelajaran mata kuliah dan sub capaian pembelajaran mata kuliah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Morfometrik dan Fenetik Bivalvia di Kota Tarakan dan Pulau Bunyu sebagai Potensi Sumber Belajar Biologi Kelas X SMA

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan morfometrik dan menganalisis fenetik bivalvia di Kota Tarakan dan Pulau Bunyu sebagai potensi sumber belajar kelas X SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksploratif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian terdiri dari 6 stasiun. Parameter yang diukur yaitu morfometrik dan fenetik bivalvia. Parameter penunjang berupa faktor lingkungan yang meliputi suhu air, suhu udara, pH air, salinitas, dan Total Dissolve Solid (TDS). Hasil penelitian ditemukan 4 spesies bivalvia diantaranya yaitu Meretrix meretrix, Meretrix lyrata, Mererix lusoria dan Polymesoda erosa. Hasil pengukuran morfometrik bivalvia dari seluruh spesies menunjukkan adanya perbedaan dari masing-masing stasiun yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor adaptasi. Hasil analisis hubungan kekerabatan menunjukkan adanya 2 klaster utama dari hubungan kekerabatan terdekat hingga hubungan kekerabatan paling jauh. Hubungan kekerabatan terdekat yaitu M.meretrix dengan M.lyrata disertai nilai similaritas 90%. Hubungan kekerabatan terdekat berikutnya yaitu M.lusoria dengan M.meretrix & M.lyrata disertai nilai similaritas 85%. Selanjutnya P.erosa dengan M.meretrix & M.lyrata disertai nilai similaritas 23% dan hubungan kekerabatan paling jauh ada pada P.erosa dengan M.lusoria disertai nilai similaritas 19%. Kemudian dilakukan analisis keterkaitan penelitian morfometrik dan fenetik dengan pembelajaran Biologi. Hasil analisis keterkaitan penelitian pada pembelajaran Biologi terdapat pada materi animalia invertebrata kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.8 dan 4.8. Langkah pemanfaatan hasil penelitian menjadi potensi implementasi pada pembelajaran Biologi, antara lain: (1) kejelasan potensi; (2) kesesuaian dengan tujuan pembelajaran; (3) Kejelasan sasaran; (4) kejelasan pedoman eksplorasi; (5) kejelasan perolehan yang ingin dicapai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail