Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

60 hasil
Subjek: gene
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Validasi Spesies Ikan Seluang Parang (Nematabramis everetti) menggunakan marka Gen COI di Perairan Umum Kabupaten Bulungan

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This research on the validation of the species for seluang parang fish used COI gene markers. Sampling was carried out in Sekatak Bengara village, as well as morphologigal identification at the Fisheries Biology Laboratory of FPIK-UBT and molecular identification at Aquatic Molecular Biology of FPIK-IPB. Molecular identification began with DNA isolation process using a commercial Gene Aid Kit, the result pure DNA was amplified using universal COI primers and sequenced. The results of molecular identification showed a close relationship between sample in GenBank, namely Nematabramis everetti, which was found in the waters of Sabah, Malaysia with a genetic distance of 0,024.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KEKERABATAN GENETIKA IKAN CUPANG LOKAL (Betta sp) DI KESATUAN HIDROLOGIS GAMBUT DI KABUPATEN TANA TIDUNG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan cupang merupakan salah satu ikan yang sangat digemari oleh masyarakat terkait dengan memiliki tubuh yang unik dan mudah untuk dipelihara. Keunikannya menjadi bagian yang harus diekplor lebih jauh, karena jenis ini memiliki keragaman yang cukup tinggi di Indonesia. Salah satu upaya mempertahankan keragaman dengan menelaah tingkat kekerabatan. Ikan cupang lokal Desa Sebidai secara morfologis diduga memiliki kekerabatan dengan ikan cupang Tanjung Batu Kota Tarakan. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis ikan cupang lokal yang di temukan di perairan rawa Sebidai Kabupaten Tana Tidung, untuk mengetahui karakter morfologis ikan cupang lokal, dan untuk mengetahui jarak genetik dan tingkat kekerabatan ikan cupang lokal berdasarkan penanda molekuler gen COI. Jenis yang akan dikaji tingkat kekerabantannya adalah ikan cupang di Desa Sebidai dan Tanjung Batu, Kota Tarakan. Metode pendekatan dilakukan berdasarkan penanda molekuler gen COI. Secara teknis hasil tersebut akan divalidasi dengan menggunakan GenBank. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2020. Sampel empat spesies diambil dari masing-masing lokasi, dan GenBank dengan menggunakan software MEGA X. Hasil analisis menunjukkan bahwa 4 contoh sampel ikan tidak memiliki hubungan dengan spesies yang bersal dari GenBank (Betta pi, Betta pugnax, Betta spelendens, Betta imbelis) dengan nilai homologi 86,81%. Hasil analisis jarak genetik dari 4 sampel.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI JENIS DAN KARAKTER MOLEKULER IKAN DARI PERAIRAN SUNGAI MENTARANG HULU DESA LONG BERANG KABUPATEN MALINAU KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis dan karakter molekuler ikan dari perairan Sungai Mentarang Hulu, Desa Long Berang, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara menggunakan metode DNA barcoding dengan penanda gen mitokondria Cytochrome c Oxidase Subunit I (COI). Sampel yang dianalisis terdiri atas enam sekuen dengan kode RA1, RA2, RA4, RA5, RA9, dan RA11. Analisis dilakukan melalui ekstraksi DNA, PCR, elektroforesis, sekuensing, pencocokan sekuen pada database GenBank, analisis jarak genetik, dan filogenetik. Hasil pencocokan menunjukkan tingkat kemiripan sebesar 93,24–100%, dengan kemiripan tertinggi RA1 dengan Tor douronensis, RA2 dengan Lobocheilos erinaceus, RA4 dengan Cyclocheilichthys repasson, RA5 dengan Parachela oxygastroides, RA9 dengan Hemibagrus fortis, dan RA11 dengan Gastromyzon ornaticauda. Jarak genetik terendah ditemukan pada RA5 dengan P. oxygastroides sebesar 0,000. Analisis filogenetik menunjukkan adanya pengelompokan sampel berdasarkan kedekatan genetik dengan sekuen pembanding. Berdasarkan hasil tersebut, DNA barcoding gen COI dapat digunakan untuk membantu menentukan identitas jenis serta mengetahui hubungan kekerabatan genetik ikan dari perairan Sungai Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pendugaan Parameter Genetik 6 Genotipe Kailan (Brassica oleraceae)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Informasi parameter genetik merupakan aspek penting dalam program pemuliaan tanaman karena menjadi dasar dalam menentukan karakter seleksi yang efektif. Nilai duga parameter genetik meliputi keragaman genetik, heritabilitas, kemajuan genetik, dan korelasi antar karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menduga nilai parameter genetik beberapa karakter pada 6 genotipe kailan serta mendapatkan karakter yang bisa digunakan sebagai kriteria seleksi dalam pemuliaan tanaman kailan. Penelitian menggunakan 6 genotipe kailan yaitu P1 (Winsa), P2 (Sakura F1), P3 (New Veg In), P4 (Full White), P5 (Nemo) dan P6 (Nita) dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, diameter batang, luas daun, kehijauan daun, berat basah tanaman dan berat basah per ha. Hasil nilai duga parameter genetik menunjukkan karakter yang bisa dijadikan kriteria seleksi langsung karena memiliki nilai heritabilitas dan kemajuan genetik tinggi yaitu tinggi tanaman (h2 = 0,864 dan KG = 58,603), diameter batang (h2 = 0,744 dan KG = 23,400) dan berat basah tanaman (h2 = 0,537 dan KG = 18,869). Sedangkan karakter yang bisa digunakan sebagai kriteria seleksi tidak langsung karena memiliki nilai korelasi positif nyata dengan berat basah tanaman adalah tinggi tanaman (rG = 0,836**) dan diameter batang (rG = 0,943**).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Stabilitas Frekuensi Generator melalui Desain Kompensator Berbasis Tempat Kedudukan Akar pada PLTMG PT. Siantar Tara Sejati

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perubahan beban pada Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara daya mekanik penggerak dan kebutuhan daya listrik sehingga menimbulkan deviasi frekuensi sistem. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan sistem kendali frekuensi generator MWM TCG 2032 V16 serta merancang kompensator berbasis Analisis Tempat Kedudukan Akar untuk meningkatkan karakteristik respon transient sistem. Model dinamik dibangun berdasarkan struktur Reciprocating Engine Generator (REG) yang terdiri dari governor, actuator, engine, dan rotating mass dengan pendekatan model linear orde satu. Parameter model mengacu pada equivalent dynamic model kelas G2 berdasarkan standar ISO 8528 dan disimulasikan menggunakan MATLAB/Simulink dengan gangguan perubahan beban. Hasil simulasi sistem sebelum kompensasi menunjukkan nilai Maximum Transient Frequency Deviation (MTFD) sebesar 0,012 pu, peak time 1,91 detik, damping ratio 0,051, dan settling time 97,7 detik. Setelah pemasangan kompensator lead berbasis Root Locus, nilai MTFD menurun menjadi 0,0035 pu, peak time menjadi 0,5 detik, damping ratio meningkat menjadi 0,499, dan settling time menjadi 2 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensator yang dirancang mampu meningkatkan redaman, mempercepat respon transient, dan meningkatkan stabilitas frekuensi generator PLTMG.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Stabilitas Tegangan Generator Melalui Desain Kontrol Optimal Liniear Quadratic Regulator Pada PLTMG PT. Siantar Tara Sejati

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stabilitas tegangan merupakan faktor penting dalam menjaga keandalan sistem pembangkit tenaga listrik. Perubahan beban pada generator sinkron dapat menyebabkan gangguan tegangan yang memengaruhi kualitas daya dan kinerja sistem pembangkit. Penelitian ini bertujuan merancang kontrol optimal berbasis Linear Quadratic Regulator (LQR) untuk meningkatkan stabilitas tegangan generator pada PLTMG PT. Siantar Tara Sejati. Penelitian dilakukan melalui pemodelan matematis sistem elektrik yang terdiri dari amplifier, exciter, dan generator sinkron dalam bentuk state space. Perancangan pengendali LQR dilakukan dengan menentukan matriks pembobot Q dan R menggunakan metode trial and error, kemudian disimulasikan menggunakan MATLAB dengan penambahan faktor penguatan referensi Nbar. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem closed loop sebelum penerapan LQR memiliki Rise Time 0,5545 detik, Peak Time 1,3776 detik, Settling Time 4,2506 detik, Overshoot 29,163%, dan Steady-State Error 0,08333. Setelah penerapan LQR P6 dengan matriks pembobot Q = [0,02 0,01 500] dan R = 1 , performa sistem meningkat dengan Rise Time 0,2498 detik, Peak Time 0,5335 detik, Settling Time 0,6999 detik, Overshoot 4,2457%, dan Steady State Error 0. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode Linear Quadratic Regulator mampu mempercepat respons, mengurangi overshoot, serta meningkatkan kestabilan tegangan generator. Dengan demikian, LQR efektif diterapkan sebagai kontrol optimal pada sistem elektrik PLTMG PT. Siantar Tara Sejati.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Desain Kompensator Berbasis Analisa Root Locus Sebagai Pengendali Tegangan Sistem Pembangkit Tenaga Listrik

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT This research discusses the design of a compesator based on Root Locus Analysis as a voltage controller in the power generation system. The research aims to model the electrical side of the generator system in the form of a block diagram and design a compensator to increase the response characteristics of the generator voltage regulation system. The research method used is qualitative and experimental by doing mathematical modeling and simulation using MATLAB/Simulink. The modeled system consists of an amplifier, exciter, and a synchronous generator that are presented in the form of expert functions. The analysis is carried out by observing the system response characteristics through the parameters of Delay Time, Rise Time, Peak Team, Settling Team, Maxium Overshoot, Steady-State Value, and Steady-State Eroor. The research results show that after the implementation of the Lead compensator designed using the Root Locus method, there is an increase in the response character of the system. Rise Time Value from 0.22466 seconds to 0,19496 seconds, Peak Time decreased from 0,60501 seconds to 0,46823 seconds, Settling Time decreased from 2,9534 seconds to 1,0935 seconds, and Maximum Overshoot decreased from 46,979% to 23,815%. The results show that the Lead compensator can improve the transient response and increase the stability of the generator voltage regulation system.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi jenis dan karakter molekuler hiu lontar dari perairan tanah kuning menggunakan dna barcoding

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Hiu lontar (Rhynchobatus australiae) merupakan salah satu spesies Elasmobranchii yang berperan penting dalam ekosistem perairan pesisir dan berstatus Sangat Terancam Punah (Critically Endangered) menurut IUCN akibat tingginya tekanan penangkapan dan degradasi habitat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis dan karakter molekuler hiu lontar dari Perairan Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, menggunakan pendekatan morfologi dan DNA barcoding. Penelitian dilaksanakan pada Maret - Mei 2026 menggunakan tiga sampel yang diperoleh dari hasil tangkapan pukat hela. Analisis morfologi dilakukan berdasarkan karakter morfologi dan morfometrik, sedangkan analisis molekuler meliputi ekstraksi DNA, amplifikasi PCR, sekuensing, analisis BLAST, perhitungan jarak genetik, dan konstruksi pohon filogenetik. Analisis DNA barcoding menghasilkan panjang sekuens 602–714 bp dengan tingkat kemiripan 99,84–100% terhadap data referensi GenBank. Nilai jarak genetik antar sampel sebesar 0,000 menunjukkan hubungan kekerabatan yang sangat dekat. Analisis filogenetik membentuk dua clade, yaitu in-group yang terdiri atas sampel penelitian dan sekuens referensi R. australiae dari perairan lainnya, serta out-group yang terdiri atas Carcharodon carcharias. Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa hiu lontar yang ditemukan di Perairan Tanah Kuning merupakan spesies Rhynchobatus australiae. Informasi genetik yang diperoleh diharapkan dapat mendukung upaya konservasi, pengelolaan, dan perlindungan hiu lontar secara berkelanjutan di Indonesia. Identification of the species and molecular characteristics of the spadenose shark from Tanah Kuning waters using DNA barcoding

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbedaan Masalah Perilaku Pada Remaja Generasi Alfa Yang Berstatus Gizi Kurang Dan Normal Di Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan remaja generasi alfa di era digital menghadapi berbagai tantangan, termasuk masalah gizi dan perilaku. Status gizi secara teoritis dapat berperan dalam perkembangan fungsi kognitif dan regulasi emosi yang berpotensi memengaruhi perilaku remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan masalah perilaku pada remaja generasi alfa yang berstatus gizi kurang dan gizi normal di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan komparatif analitik dan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 2.209 remaja generasi alfa yang diperoleh menggunakan teknik total sampling berdasarkan data pemeriksaan kesehatan dari seluruh Puskesmas di Kota Tarakan. Status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), sedangkan masalah perilaku diukur menggunakan kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja generasi alfa memiliki status gizi kurang, yaitu sebesar 55,7%, dan mayoritas berada pada kategori perilaku normal sebesar 68,4%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,557 (>0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara masalah perilaku berdasarkan status gizi pada remaja generasi alfa di Kota Tarakan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa masalah perilaku tidak berbeda secara signifikan antara remaja generasi alfa yang berstatus gizi kurang dan normal. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif terhadap masalah perilaku remaja perlu memperhatikan faktor lain, seperti kondisi psikologis, pola asuh, lingkungan keluarga, teman sebaya, dan penggunaan media digital.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbedaan Gejala Emosional berdasarkan Jenis Kelamin Pada Remaja Generasi Alfa dengan Status Gizi Berlebih

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah status gizi dan gejala emosional. Perubahan fisik dan psikologis pada masa remaja, disertai perbandingan sosial dan perkembangan persepsi terhadap citra tubuh baik positif atau negatif yang dapat memengaruhi gejala emosional. Perbedaan gejala emosional berdasarkan jenis kelamin pada remaja laki-laki dan perempuan menunjukkan respons gejala emosional yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan gejala emosional berdasarkan jenis kelamin pada remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan komparatif analitik menggunakan data sekunder. Desain penelitian ini adalah | analitik Cross-Sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 578 remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Jumlah responden paling banyak berjenis kelamin perempuan berjumlah 53,8% (331 remaja), sedangkan responden laki-laki berjumlah 46,2% (267 remaja). Data penelitian yang digunakan adalah data sekunder dari hasil skrining Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan data antropometri yaitu, tinggi badan dan berat badan remaja di Puskesmas Kota Tarakan tahun 2025. Hasil penelitian menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p value 0,001, bahwa terdapat perbedaan gejala emosional berdasarkan jenis kelamin pada remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih. Perbedaan gejala emosional pada kategori abnormal lebih tinggi pada remaja perempuan (42,4%) dibandingkan laki-laki (16,9%). Sementara itu, pada kategori normal sebagian besar lebih tinggi pada remaja laki-laki (70,8%) dibandingkan remaja perempuan (45,7%). Remaja perempuan memiliki proporsi gejala emosional abnormal yang lebih tinggi dibandingkan remaja laki-laki. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai gejala emosional pada remaja laki-laki dan perempuan dapat muncul dalam bentuk yang berbeda. Dukungan lingkungan yang positif dan penerimaan terhadap kondisi fisik remaja diharapkan dapat membantu menurunkan risiko munculnya masalah gejala emosional pada remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Persepsi Siswa Kelas XII Kesehatan Terhadap Tantangan Dalam Materi Genetika Di Smas Muhammadiyah Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Genetika merupakan salah satu materi biologi yang dianggap sulit oleh siswa karena sifatnya yang abstrak, terminologinya yang kompleks, serta mekanisme-mekanismenya yang sulit divisualisasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa kelas XII Kesehatan SMAS Muhammadiyah Tarakan terhadap tantangan dalam pelajaran genetika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur terhadap sepuluh siswa yang dipilih secara purposive berdasarkan kategori hasil belajar. Data sekunder dalam penelitian ini berupa buku, jurnal, dokumen kurikulum, dan nilai siswa. Analisis data menggunakan analisis tematik berdasarkan enam tahapan Braun dan Clarke. Keabsahan data hasil penelitian dilakukan untuk memastikan reliabilitas data melalui member checking dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan lima tema tantangan, yaitu kognitif, emosional dan motivasi, lingkungan, sosial, dan fisik. Tantangan kognitif menjadi yang paling dominan, terutama dalam memahami konsep abstrak, istilah ilmiah, mekanisme genetika, dan mengingat materi. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran genetika yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Beban Terhadap Efisiensi Generator Sinkron 3 Phasa Pada PLTMG di PT. Max Power Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Generator sinkron adalah mesin sinkron pengubah energi mekanik menjadi energi listrik yang memiliki frekuensi putar rotor sama dengan frekuensi tengangan yang dibangkitkan. Pada generator, energi mekanik didapat dari penggerak mula yang bisa berupa mesin diesel, turbin, baling-baling dan lain-lain. Pada pembangkit pembangkit besar, salah satu alat konversi yang sering digunakan yaitu generator sinkron 3 phasa. Generator sinkron yang ditinjau adalah generator sinkron pada PLTMG Max power BOT TARAKAN 2A. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa generator sinkron tiga fasa terhadap pengaruh perubahan beban terhadap efisiensi. Dari hasil analisa data berdasarkan log sheet yaitu Beban, Tegangan Output. Beban generator yang bersifat fluaktif atau berubah ubah tiap jam nya. Beban terendah pada unit 1 di jam 07.00 yaitu 1895 kW dan yang tertinggi 2532 kW pada jam 14.00, sedangkan Beban terendah pada unit 2 di jam 21.00 yaitu 2311 kW dan yang tertinggi 2526 kW pada pukul 11.00. Efisiensi generator berubah ubah berkisar 92,52% hingga 96,74%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMERTAHANAN PADA BAHASA BULUNGAN DI KELURAHAN TANJUNG SELOR HILIR (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya pemertahanan Bahasa Bulungan dalam ranah rumah tangga, pendidikan dan masyarakat serta faktor yang memengaruhi penggunaannya di Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan perspektif sosiolinguistik yang menempatkan keluarga sebagai ruang utama pewarisan bahasa antargenerasi. Data diperoleh melalui metode cakap dengan teknik pancing dan dokumentasi dari 14 informan yang terdiri atas orang tua, remaja dari keluarga bersuku Bulungan, serta pihak Dinas Pendidikan. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemertahanan Bahasa Bulungan sangat bergantung pada konsistensi penggunaannya dalam keluarga dan keberlanjutan pewarisan kepada generasi muda. Penggunaannya dipengaruhi oleh kebiasaan berbahasa dalam keluarga, lingkungan sosial, serta kecenderungan generasi muda menggunakan Bahasa Indonesia. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan penggunaan Bahasa Bulungan dalam keluarga menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan bahasa daerah antargenerasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Perubahan Kenaikan Beban Konstan dan Variabel Terhadap Kinerja Generator DC Seri dan Generator DC Pararel

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kenaikan beban konstan dan beban variabel terhadap kinerja generator DC seri dan generator DC paralel berdasarkan parameter tegangan output, arus output, dan daya output generator. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian dilakukan di Laboratorium Konversi Energi Listrik Fakultas Teknik Universitas Borneo Tarakan dengan menggunakan generator DC seri dan generator DC paralel sebagai objek penelitian. Variasi beban diberikan secara bertahap menggunakan lampu pijar mulai dari 60 Watt hingga 360 Watt. Setiap pengujian dilakukan sebanyak tiga kali untuk memperoleh nilai rata-rata yang lebih akurat. Data yang diperoleh berupa tegangan armatur, tegangan output, arus output, dan daya output generator yang kemudian dianalisis untuk mengetahui karakteristik masing-masing generator terhadap perubahan beban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada generator DC seri, penambahan beban menyebabkan peningkatan tegangan output, arus output, dan daya output secara signifikan. Kondisi ini terjadi karena arus beban yang meningkat akan memperkuat medan magnet sehingga gaya gerak listrik (GGL) yang dihasilkan generator juga meningkat. Pada generator DC paralel, kenaikan beban juga menyebabkan peningkatan arus dan daya output, namun perubahan tegangan output cenderung lebih stabil dibandingkan generator DC seri karena kumparan medan terhubung secara paralel dengan jangkar sehingga arus medan relatif konstan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa daya output tertinggi diperoleh pada kondisi beban maksimum, sedangkan daya output terendah terjadi pada kondisi beban minimum. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kenaikan beban berpengaruh langsung terhadap kinerja generator DC seri dan generator DC paralel. Generator DC seri memiliki respons yang lebih besar terhadap perubahan beban, sedangkan generator DC paralel memiliki kestabilan tegangan yang lebih baik selama proses pembebanan. Oleh karena itu, pemilihan jenis generator harus disesuaikan dengan kebutuhan sistem dan karakteristik beban yang digunakan. Kata Kunci: Generator DC Seri, Generator DC Paralel, Beban Konstan, Beban Variabel, Tegangan Output, Arus Output, Daya Output. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kenaikan beban konstan dan beban variabel terhadap kinerja generator DC seri dan generator DC paralel berdasarkan parameter tegangan output, arus output, dan daya output generator. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian dilakukan di Laboratorium Konversi Energi Listrik Fakultas Teknik Universitas Borneo Tarakan dengan menggunakan generator DC seri dan generator DC paralel sebagai objek penelitian. Variasi beban diberikan secara bertahap menggunakan lampu pijar mulai dari 60 Watt hingga 360 Watt. Setiap pengujian dilakukan sebanyak tiga kali untuk memperoleh nilai rata-rata yang lebih akurat. Data yang diperoleh berupa tegangan armatur, tegangan output, arus output, dan daya output generator yang kemudian dianalisis untuk mengetahui karakteristik masing-masing generator terhadap perubahan beban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada generator DC seri, penambahan beban menyebabkan peningkatan tegangan output, arus output, dan daya output secara signifikan. Kondisi ini terjadi karena arus beban yang meningkat akan memperkuat medan magnet sehingga gaya gerak listrik (GGL) yang dihasilkan generator juga meningkat. Pada generator DC paralel, kenaikan beban juga menyebabkan peningkatan arus dan daya output, namun perubahan tegangan output cenderung lebih stabil dibandingkan generator DC seri karena kumparan medan terhubung secara paralel dengan jangkar sehingga arus medan relatif konstan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa daya output tertinggi diperoleh pada kondisi beban maksimum, sedangkan daya output terendah terjadi pada kondisi beban minimum. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kenaikan beban berpengaruh langsung terhadap kinerja generator DC seri dan generator DC paralel. Generator DC seri memiliki respons yang lebih besar terhadap perubahan beban, sedangkan generator DC paralel memiliki kestabilan tegangan yang lebih baik selama proses pembebanan. Oleh karena itu, pemilihan jenis generator harus disesuaikan dengan kebutuhan sistem dan karakteristik beban yang digunakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH NOZZLE GANDA TERHADAP KARAKTERISTIK ALIRAN FLUIDA PADA TURBIN PELTON

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) adalah sistem pembangkit listrik berkapasitas kecil yang memanfaatkan energi air sebagai sumber penggerak, terdapat tiga komponen utama, yakni air sebagai penghasil energi kinetik, turbin, dan generator. Turbin merupakan bagian yang memilik peran utama dalam mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Adapun hasil karakteristik aliran fluida nozzle ganda pada turbin pelton untuk nilai tekanan total dalam pascal yang didapat yaitu, pada bukaan valve 25% nilai tekanan totalnya sebesar 205.517,012 Pa, 50% nilai tekanan totalnya sebesar 226.817,128 Pa, 75% nilai tekanan totalnya sebesar 241.030,578 Pa dan 100% nilai tekanan totalnya sebesar 248.301,674 Pa. Besarnya nilai tekanan total dipengaruhi oleh bukaan valve pada Input Nozzel di mana semakin besar bukaan valve maka nilai debit, kecepatan dan tekanan total akan semakin besar. Hasil perhitungan efisiensi pada turbin pelton didapatkan hasil sebagai berikut, pada bukaan valve 25% nilai efisiensinya sebesar 13%, 50% nilai efisiensinya sebesar 48%, 75% nilai efisiensinya sebesar 65% dan 100% nilai efisiensinya sebesar 73%. Berdasarkan hasil perhitungan nilai efisiensi turbin di peroleh nilai tertinggi pada bukaan valve 100% yaitu 73%. Adapun nilai efisiensi turbin ini di pengaruhi oleh besarnya nilai daya generator (output) di bagi dengan daya hidrolisis Inputnya dan dikalikan dengan 100%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Desain Dan Simulasi Maximum Power Point Tracking (MPPT) Menggunakan Metode Perturb And Observe (P&O) Dengan Buck Converter Pada Thermoelectric Generator (TEG)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

A Thermoelectric Generator (TEG) is a renewable energy source that converts temperature differences into electrical energy via the Seebeck effect; however, it suffers from low efficiency and unstable power output due to fluctuations in operating temperature. Therefore, a Maximum Power Point Tracking (MPPT) method is required to ensure the TEG operates at optimal performance. This study aims to design and simulate an MPPT system using the Perturb and Observe (P&O) method integrated with a Buck converter within a TEG system. A quantitative research method was employed, utilizing MATLAB/Simulink software for simulation. The TEG system was modeled using ten TGM-199-1.4-0.8 modules connected in series, incorporating a look-up table for Seebeck coefficients and internal resistance values ​​that vary dynamically with temperature. Testing was conducted across a hot-side temperature (Th) range of 100°C–200°C with a constant cold-side temperature (Tc) of 30°C, comparing a direct-coupled configuration (without a converter or MPPT) against a system utilizing a Buck converter and P&O-based MPPT. The results indicate that in the direct-coupled configuration, the maximum power output achieved was only 32.96 W at Th = 200°C—far below the TEG's maximum potential power of 114 W. Upon implementing the P&O MPPT with a Buck converter, the output power increased significantly to 113.77 W under the same temperature conditions, representing an increase of 80.81 W (245.2%). Across all tested temperature variations, the system employing P&O MPPT consistently generated significantly higher power than the direct-coupled system. Thus, it can be concluded that applying the Perturb and Observe MPPT algorithm to a TEG system equipped with a Buck converter effectively enhances power extraction efficiency and maintains system operation near the maximum power point.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbedaan Gejala emosional Remaja Generasi Alfa yang Berstatus Gizi Kurang dan Gizi Normal di Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Perubahan pola hidup remaja generasi alfa di era digital dapat memengaruhi kondisi kesehatan fisik dan emosional. Status gizi yang tidak optimal berpotensi memengaruhi kesehatan mental remaja, termasuk munculnya gejala emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan gejala emosional pada remaja generasi alfa yang berstatus gizi kurang dan gizi normal di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan komparatif analitik dan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 2.209 remaja generasi alfa yang diperoleh menggunakan teknik total sampling berdasarkan data pemeriksaan kesehatan seluruh Puskesmas di Kota Tarakan tahun ajaran 2024–2025. Status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), sedangkan gejala emosional diukur menggunakan kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Analisis data menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p 0,001 yang berarti terdapat perbedaan gejala emosional berdasarkan status gizi pada remaja generasi alfa di Kota Tarakan. Remaja generasi alfa dengan status gizi kurang lebih tinggi berada pada kategori gejala emosional normal (68,6%), sedangkan proporsi gejala emosional abnormal lebih tinggi ditemukan pada remaja dengan status gizi normal (31,1%). Kesimpulan penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa status gizi berhubungan dengan perbedaan gejala emosional pada remaja generasi alfa di Kota Tarakan, meskipun kondisi emosional remaja juga dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis, sosial, dan penggunaan media digital. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui pemantauan status gizi, edukasi kesehatan, serta skrining kesehatan emosional secara berkala guna mendukung tumbuh kembang remaja secara optimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISA PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP KARAKTERISTIK GENERATOR SINKRON 3 PHASA PADA PLTMG PT. MAXPOWER SITE TARAKAN 4A

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peningkatan kebutuhan energi listrik menyebabkan variasi beban yang dapat memengaruhi karakteristik generator sinkron. Penelitian ini dilakukan di PT. Maxpower Indonesia Site Tarakan 4A untuk menganalisis karakteristik generator sinkron 3 phasa berdasarkan daya aktif (P), tegangan terminal (Vt) dan arus armature (Ia) pada kondisi perubahan beban. Data diperoleh dari log sheet operasi generator setiap 4 jam selama 24 jam dalam kurun waktu 1 minggu. Hasil analisis menunjukkan bahwa daya aktif Generator 1 berada pada rentang 3,907-4,078 MW dan Generator 2 pada rentang 3,290-3,998 MW. Tegangan terminal Generator 1 berada pada rentang 6,320-6,609 V, sedangkan Generator 2 pada rentang 6,492-6,595 V. Arus armature mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan beban listrik yang diterima oleh sistem, sedangkan tegangan terminal kedua generator relatif stabil dengan fluktuasi yang kecil. Nilai daya aktif hasil perhitungan menunjukkan kecenderungan yang sejalan dengan data log sheet generator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generator sinkron 3 phasa pada PLTMG PT. Maxpower Indonesia Site Tarakan 4A masih beroperasi dalam batas aman dan mampu mempertahankan kestabilan tegangan selama periode pengamatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi jenis dan karakter molekuler hiu tokek dari perairan tanah kuning kabupaten bulungan menggunakan dna barcoding

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The gecko shark is one of the fishery commodities caught by fishermen in the Tanah Kuning Waters, Bulungan Regency, North Kalimantan. The purpose of this study was to identify the species and molecular characteristics of the gecko shark using the mitochondrial COl gene-based DNA barcoding method. The study was conducted from December 2024 to March 2025. The method used was random sampling, with three gecko shark specimens taken from the Tanah Kuning waters using a trawl. Identification was carried out through two approaches: (1) morphological analysis using morphometric such as total length, head length, and fin shape; and (2) molecular analysis with stages of DNA extraction, DNA purity measurement, and mitochondrial COl gene amplification with PCR, electrophoresis, and DNA sequencing. Genetic identity validation was carried out using BLAST analysis and genetic distance calculations using the Tamura 3-Parameter model. The results of the nucleotide base sequence validation through the NCBI website showed that the sample had 100% similarity to Hemigaleus microstoma from Malaysia. Genetic and phylogenetic distance analysis showed that the sample from North Kalimantan was closely related to the samples from Bali and India. Based on the IUCN, Hemigaleus microstoma was categorized as a vulnerable species, so the results of this study confirmed the need for conservation efforts for this species in the study area.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI JENIS DAN KARAKTER MOLEKULER HIU MARTIL DARI PERAIRAN TANAH KUNING KABUPATEN BULUNGAN MENGGUNAKAN DNA BARCODING

2025•

Hammerhead shark is a species of shark with a distinctive hammer-like head shape and it is known as a top predator in the marine ecosystem. Its existence is important in maintaining the balance of the food chain, but its population is threatened by excessive exploitation. The purpose of this study was to identify the types and molecular characteristics of hammerhead sharks (Sphyrna sp.) from the waters of Tanah Kuning, Bulungan Regency, North Kalimantan, using morphological and molecular approaches through the DNA barcoding method. The study was conducted from December 2024 to March 2025 through a purposive sampling method, by taking five hammerhead shark specimens using a trawl. Identification was carried out through two approaches: (1) morphological analysis including morphometric including total length, head length, and fin shape; and (2) molecular analysis through the stages of DNA extraction, purity measurement, and mitochondrial COI gene amplification with PCR, electrophoresis, and DNA sequencing. Genetic validation was carried out using BLAST analysis and genetic distance calculations using the Tamura 3-Parameter model. The results of morphological identification showed that all samples had the characteristics of the Sphyrna lewini species. Molecular validation through BLAST showed a similarity level of 99.54-100% with GenBank data for Sphyrna lewini, and genetic distance analysis indicated a very close relationship between individuals. This study proved that DNA barcoding was effective for identifying hammerhead shark species and had the potential to support conservation and sustainable management of shark resources in Tanah Kuning waters.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail