ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak:
Kestabilan frekuensi merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kualitas
dan keandalan sistem tenaga listrik. Perubahan beban pada sistem pembangkit dapat
menyebabkan terjadinya penyimpangan frekuensi dari nilai nominal, sehingga
diperlukan sistem pengendalian yang mampu memberikan respons cepat dan stabil.
Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan sisi mekanik sistem pembangkit serta
merancang kompensator berbasis metode Root Locus sebagai pengendali frekuensi
pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati PT. Indo Pusaka Berau.
Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan
data frekuensi operasi bulan Agustus 2023 serta parameter sistem yang diperoleh
dari referensi dan data teknis. Pemodelan sistem dilakukan dengan
merepresentasikan komponen governor, turbin, dan generator dalam bentuk fungsi
alih dan diagram blok sistem kendali tertutup. Selanjutnya, analisis kestabilan
dilakukan menggunakan metode Root Locus untuk menentukan karakteristik pole
sistem dan merancang kompensator Lead. Hasil perancangan diperoleh
kompensator Lead dengan gain sebesar 5,37198, zero pada -2,199 dan pole pada -
7,27. Berdasarkan hasil simulasi, penambahan kompensator Lead mampu
memperbaiki karakteristik respons sistem. Nilai Rise Time menurun dari 0,65654
detik menjadi 0,33297 detik, Peak Time dari 1,5185 detik menjadi 0,75849 detik,
dan Settling Time dari 3,2668 detik menjadi 1,718 detik. Steady-State Error juga
mengalami penurunan dari 0,038462 menjadi 0,024026. Meskipun terjadi sedikit
peningkatan Overshoot dari 16,929% menjadi 17,893%, sistem dengan
kompensator Lead menunjukkan respons yang lebih cepat dan mampu mencapai
kondisi tunak dalam waktu yang lebih singkat. Dengan demikian, desain
kompensator Lead berbasis Root Locus dapat digunakan sebagai salah satu
pendekatan dalam meningkatkan karakteristik pengendalian frekuensi pada model
sistem pembangkit.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT
This research discusses the design of a compesator based on Root Locus Analysis as a voltage controller in the power generation system. The research aims to model the electrical side of the generator system in the form of a block diagram and design a compensator to increase the response characteristics of the generator voltage regulation system. The research method used is qualitative and experimental by doing mathematical modeling and simulation using MATLAB/Simulink. The modeled system consists of an amplifier, exciter, and a synchronous generator that are presented in the form of expert functions. The analysis is carried out by observing the system response characteristics through the parameters of Delay Time, Rise Time, Peak Team, Settling Team, Maxium Overshoot, Steady-State Value, and Steady-State Eroor. The research results show that after the implementation of the Lead compensator designed using the Root Locus method, there is an increase in the response character of the system. Rise Time Value from 0.22466 seconds to 0,19496 seconds, Peak Time decreased from 0,60501 seconds to 0,46823 seconds, Settling Time decreased from 2,9534 seconds to 1,0935 seconds, and Maximum Overshoot decreased from 46,979% to 23,815%. The results show that the Lead compensator can improve the transient response and increase the stability of the generator voltage regulation system.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stabilitas tegangan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keandalan operasi sistem pembangkit tenaga listrik. Ketidakstabilan tegangan pada generator dapat menyebabkan penurunan kualitas daya dan mengganggu kinerja sistem. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kompensator berbasis metode Tempat Kedudukan Akar (Root Locus) guna meningkatkan stabilitas tegangan generator pada PLTMG PT. Siantar Tara Sejati. Penelitian dilakukan melalui pemodelan matematis sistem eksitasi generator yang terdiri dari amplifier, eksiter, dan generator sinkron, kemudian disimulasikan menggunakan perangkat lunak MATLAB. Perancangan kompensator dilakukan dengan menentukan posisi pole dan zero berdasarkan analisis Root Locus sehingga diperoleh kompensator Lead yang mampu memperbaiki karakteristik respon sistem. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sebelum penambahan kompensator, sistem closed-loop memiliki Rise Time sebesar 0,5545 detik, peak time 1,3776 detik, Settling Time 4,2506 detik, Overshoot 29,163%, dan steady-state error 0,0833. Setelah penambahan kompensator Lead, Rise Time menurun menjadi 0,3979 detik, peak time menjadi 0,9146 detik, Settling Time menjadi 1,4558 detik, Overshoot berkurang menjadi 15,775%, serta steady-state error menurun menjadi 0,0723. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kompensator Lead yang dirancang mampu meningkatkan kecepatan respon, memperbaiki redaman sistem, serta meningkatkan kestabilan tegangan generator. Dengan demikian, metode Tempat Kedudukan Akar efektif digunakan untuk merancang kompensator dalam meningkatkan performa sistem eksitasi generator.