ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perubahan beban pada Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara daya mekanik penggerak dan kebutuhan daya listrik sehingga menimbulkan deviasi frekuensi sistem. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan sistem kendali frekuensi generator MWM TCG 2032 V16 serta merancang kompensator berbasis Analisis Tempat Kedudukan Akar untuk meningkatkan karakteristik respon transient sistem. Model dinamik dibangun berdasarkan struktur Reciprocating Engine Generator (REG) yang terdiri dari governor, actuator, engine, dan rotating mass dengan pendekatan model linear orde satu. Parameter model mengacu pada equivalent dynamic model kelas G2 berdasarkan standar ISO 8528 dan disimulasikan menggunakan MATLAB/Simulink dengan gangguan perubahan beban. Hasil simulasi sistem sebelum kompensasi menunjukkan nilai Maximum Transient Frequency Deviation (MTFD) sebesar 0,012 pu, peak time 1,91 detik, damping ratio 0,051, dan settling time 97,7 detik. Setelah pemasangan kompensator lead berbasis Root Locus, nilai MTFD menurun menjadi 0,0035 pu, peak time menjadi 0,5 detik, damping ratio meningkat menjadi 0,499, dan settling time menjadi 2 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensator yang dirancang mampu meningkatkan redaman, mempercepat respon transient, dan meningkatkan stabilitas frekuensi generator PLTMG.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stabilitas tegangan merupakan faktor penting dalam menjaga keandalan sistem pembangkit tenaga listrik. Perubahan beban pada generator sinkron dapat menyebabkan gangguan tegangan yang memengaruhi kualitas daya dan kinerja sistem pembangkit. Penelitian ini bertujuan merancang kontrol optimal berbasis Linear Quadratic Regulator (LQR) untuk meningkatkan stabilitas tegangan generator pada PLTMG PT. Siantar Tara Sejati. Penelitian dilakukan melalui pemodelan matematis sistem elektrik yang terdiri dari amplifier, exciter, dan generator sinkron dalam bentuk state space. Perancangan pengendali LQR dilakukan dengan menentukan matriks pembobot Q dan R menggunakan metode trial and error, kemudian disimulasikan menggunakan MATLAB dengan penambahan faktor penguatan referensi Nbar. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem closed loop sebelum penerapan LQR memiliki Rise Time 0,5545 detik, Peak Time 1,3776 detik, Settling Time 4,2506 detik, Overshoot 29,163%, dan Steady-State Error 0,08333. Setelah penerapan LQR P6 dengan matriks pembobot Q = [0,02 0,01 500] dan R = 1 , performa sistem meningkat dengan Rise Time 0,2498 detik, Peak Time 0,5335 detik, Settling Time 0,6999 detik, Overshoot 4,2457%, dan Steady State Error 0. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode Linear Quadratic Regulator mampu mempercepat respons, mengurangi overshoot, serta meningkatkan kestabilan tegangan generator. Dengan demikian, LQR efektif diterapkan sebagai kontrol optimal pada sistem elektrik PLTMG PT. Siantar Tara Sejati.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT
This research discusses the design of a compesator based on Root Locus Analysis as a voltage controller in the power generation system. The research aims to model the electrical side of the generator system in the form of a block diagram and design a compensator to increase the response characteristics of the generator voltage regulation system. The research method used is qualitative and experimental by doing mathematical modeling and simulation using MATLAB/Simulink. The modeled system consists of an amplifier, exciter, and a synchronous generator that are presented in the form of expert functions. The analysis is carried out by observing the system response characteristics through the parameters of Delay Time, Rise Time, Peak Team, Settling Team, Maxium Overshoot, Steady-State Value, and Steady-State Eroor. The research results show that after the implementation of the Lead compensator designed using the Root Locus method, there is an increase in the response character of the system. Rise Time Value from 0.22466 seconds to 0,19496 seconds, Peak Time decreased from 0,60501 seconds to 0,46823 seconds, Settling Time decreased from 2,9534 seconds to 1,0935 seconds, and Maximum Overshoot decreased from 46,979% to 23,815%. The results show that the Lead compensator can improve the transient response and increase the stability of the generator voltage regulation system.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Generator sinkron adalah mesin sinkron pengubah energi mekanik menjadi energi listrik yang memiliki frekuensi putar rotor sama dengan frekuensi tengangan yang dibangkitkan. Pada generator, energi mekanik didapat dari penggerak mula yang bisa berupa mesin diesel, turbin, baling-baling dan lain-lain. Pada pembangkit pembangkit besar, salah satu alat konversi yang sering digunakan yaitu generator sinkron 3 phasa. Generator sinkron yang ditinjau adalah generator sinkron pada PLTMG Max power BOT TARAKAN 2A. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa generator sinkron tiga fasa terhadap pengaruh perubahan beban terhadap efisiensi. Dari hasil analisa data berdasarkan log sheet yaitu Beban, Tegangan Output. Beban generator yang bersifat fluaktif atau berubah ubah tiap jam nya. Beban terendah pada unit 1 di jam 07.00 yaitu 1895 kW dan yang tertinggi 2532 kW pada jam 14.00, sedangkan Beban terendah pada unit 2 di jam 21.00 yaitu 2311 kW dan yang tertinggi 2526 kW pada pukul 11.00. Efisiensi generator berubah ubah berkisar 92,52% hingga 96,74%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kenaikan beban konstan dan beban variabel terhadap kinerja generator DC seri dan generator DC paralel berdasarkan parameter tegangan output, arus output, dan daya output generator. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian dilakukan di Laboratorium Konversi Energi Listrik Fakultas Teknik Universitas Borneo Tarakan dengan menggunakan generator DC seri dan generator DC paralel sebagai objek penelitian. Variasi beban diberikan secara bertahap menggunakan lampu pijar mulai dari 60 Watt hingga 360 Watt. Setiap pengujian dilakukan sebanyak tiga kali untuk memperoleh nilai rata-rata yang lebih akurat. Data yang diperoleh berupa tegangan armatur, tegangan output, arus output, dan daya output generator yang kemudian dianalisis untuk mengetahui karakteristik masing-masing generator terhadap perubahan beban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada generator DC seri, penambahan beban menyebabkan peningkatan tegangan output, arus output, dan daya output secara signifikan. Kondisi ini terjadi karena arus beban yang meningkat akan memperkuat medan magnet sehingga gaya gerak listrik (GGL) yang dihasilkan generator juga meningkat. Pada generator DC paralel, kenaikan beban juga menyebabkan peningkatan arus dan daya output, namun perubahan tegangan output cenderung lebih stabil dibandingkan generator DC seri karena kumparan medan terhubung secara paralel dengan jangkar sehingga arus medan relatif konstan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa daya output tertinggi diperoleh pada kondisi beban maksimum, sedangkan daya output terendah terjadi pada kondisi beban minimum. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kenaikan beban berpengaruh langsung terhadap kinerja generator DC seri dan generator DC paralel. Generator DC seri memiliki respons yang lebih besar terhadap perubahan beban, sedangkan generator DC paralel memiliki kestabilan tegangan yang lebih baik selama proses pembebanan. Oleh karena itu, pemilihan jenis generator harus disesuaikan dengan kebutuhan sistem dan karakteristik beban yang digunakan. Kata Kunci: Generator DC Seri, Generator DC Paralel, Beban Konstan, Beban Variabel, Tegangan Output, Arus Output, Daya Output. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kenaikan beban konstan dan beban variabel terhadap kinerja generator DC seri dan generator DC paralel berdasarkan parameter tegangan output, arus output, dan daya output generator. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian dilakukan di Laboratorium Konversi Energi Listrik Fakultas Teknik Universitas Borneo Tarakan dengan menggunakan generator DC seri dan generator DC paralel sebagai objek penelitian. Variasi beban diberikan secara bertahap menggunakan lampu pijar mulai dari 60 Watt hingga 360 Watt. Setiap pengujian dilakukan sebanyak tiga kali untuk memperoleh nilai rata-rata yang lebih akurat. Data yang diperoleh berupa tegangan armatur, tegangan output, arus output, dan daya output generator yang kemudian dianalisis untuk mengetahui karakteristik masing-masing generator terhadap perubahan beban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada generator DC seri, penambahan beban menyebabkan peningkatan tegangan output, arus output, dan daya output secara signifikan. Kondisi ini terjadi karena arus beban yang meningkat akan memperkuat medan magnet sehingga gaya gerak listrik (GGL) yang dihasilkan generator juga meningkat. Pada generator DC paralel, kenaikan beban juga menyebabkan peningkatan arus dan daya output, namun perubahan tegangan output cenderung lebih stabil dibandingkan generator DC seri karena kumparan medan terhubung secara paralel dengan jangkar sehingga arus medan relatif konstan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa daya output tertinggi diperoleh pada kondisi beban maksimum, sedangkan daya output terendah terjadi pada kondisi beban minimum. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kenaikan beban berpengaruh langsung terhadap kinerja generator DC seri dan generator DC paralel. Generator DC seri memiliki respons yang lebih besar terhadap perubahan beban, sedangkan generator DC paralel memiliki kestabilan tegangan yang lebih baik selama proses pembebanan. Oleh karena itu, pemilihan jenis generator harus disesuaikan dengan kebutuhan sistem dan karakteristik beban yang digunakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) adalah sistem pembangkit listrik berkapasitas kecil yang memanfaatkan energi air sebagai sumber penggerak, terdapat tiga komponen utama, yakni air sebagai penghasil energi kinetik, turbin, dan generator. Turbin merupakan bagian yang memilik peran utama dalam mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Adapun hasil karakteristik aliran fluida nozzle ganda pada turbin pelton untuk nilai tekanan total dalam pascal yang didapat yaitu, pada bukaan valve 25% nilai tekanan totalnya sebesar 205.517,012 Pa, 50% nilai tekanan totalnya sebesar 226.817,128 Pa, 75% nilai tekanan totalnya sebesar 241.030,578 Pa dan 100% nilai tekanan totalnya sebesar 248.301,674 Pa. Besarnya nilai tekanan total dipengaruhi oleh bukaan valve pada Input Nozzel di mana semakin besar bukaan valve maka nilai debit, kecepatan dan tekanan total akan semakin besar. Hasil perhitungan efisiensi pada turbin pelton didapatkan hasil sebagai berikut, pada bukaan valve 25% nilai efisiensinya sebesar 13%, 50% nilai efisiensinya sebesar 48%, 75% nilai efisiensinya sebesar 65% dan 100% nilai efisiensinya sebesar 73%. Berdasarkan hasil perhitungan nilai efisiensi turbin di peroleh nilai tertinggi pada bukaan valve 100% yaitu 73%. Adapun nilai efisiensi turbin ini di pengaruhi oleh besarnya nilai daya generator (output) di bagi dengan daya hidrolisis Inputnya dan dikalikan dengan 100%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
A Thermoelectric Generator (TEG) is a renewable energy source that converts temperature differences into electrical energy via the Seebeck effect; however, it suffers from low efficiency and unstable power output due to fluctuations in operating temperature. Therefore, a Maximum Power Point Tracking (MPPT) method is required to ensure the TEG operates at optimal performance. This study aims to design and simulate an MPPT system using the Perturb and Observe (P&O) method integrated with a Buck converter within a TEG system. A quantitative research method was employed, utilizing MATLAB/Simulink software for simulation. The TEG system was modeled using ten TGM-199-1.4-0.8 modules connected in series, incorporating a look-up table for Seebeck coefficients and internal resistance values that vary dynamically with temperature. Testing was conducted across a hot-side temperature (Th) range of 100°C–200°C with a constant cold-side temperature (Tc) of 30°C, comparing a direct-coupled configuration (without a converter or MPPT) against a system utilizing a Buck converter and P&O-based MPPT. The results indicate that in the direct-coupled configuration, the maximum power output achieved was only 32.96 W at Th = 200°C—far below the TEG's maximum potential power of 114 W. Upon implementing the P&O MPPT with a Buck converter, the output power increased significantly to 113.77 W under the same temperature conditions, representing an increase of 80.81 W (245.2%). Across all tested temperature variations, the system employing P&O MPPT consistently generated significantly higher power than the direct-coupled system. Thus, it can be concluded that applying the Perturb and Observe MPPT algorithm to a TEG system equipped with a Buck converter effectively enhances power extraction efficiency and maintains system operation near the maximum power point.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peningkatan kebutuhan energi listrik menyebabkan variasi beban yang dapat memengaruhi karakteristik generator sinkron. Penelitian ini dilakukan di PT. Maxpower Indonesia Site Tarakan 4A untuk menganalisis karakteristik generator sinkron 3 phasa berdasarkan daya aktif (P), tegangan terminal (Vt) dan arus armature (Ia) pada kondisi perubahan beban. Data diperoleh dari log sheet operasi generator setiap 4 jam selama 24 jam dalam kurun waktu 1 minggu. Hasil analisis menunjukkan bahwa daya aktif Generator 1 berada pada rentang 3,907-4,078 MW dan Generator 2 pada rentang 3,290-3,998 MW. Tegangan terminal Generator 1 berada pada rentang 6,320-6,609 V, sedangkan Generator 2 pada rentang 6,492-6,595 V. Arus armature mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan beban listrik yang diterima oleh sistem, sedangkan tegangan terminal kedua generator relatif stabil dengan fluktuasi yang kecil. Nilai daya aktif hasil perhitungan menunjukkan kecenderungan yang sejalan dengan data log sheet generator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generator sinkron 3 phasa pada PLTMG PT. Maxpower Indonesia Site Tarakan 4A masih beroperasi dalam batas aman dan mampu mempertahankan kestabilan tegangan selama periode pengamatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) merupakan salah satu solusi pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan, terutama bagi daerah dengan keterbatasan akses listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi debit aliran terhadap performa PLTMH dengan menggunakan Turbin Archimedes Screw. Parameter utama yang diteliti meliputi daya hidrolis, daya generator, serta efisiensi sistem. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan melakukan pengujian pada variasi debit aliran sebesar 0,0033 m³/s, 0,0042 m³/s, dan 0,0056 m³/s. Data yang dikumpulkan meliputi tegangan listrik, arus listrik, serta putaran turbin. Perhitungan daya hidrolis dilakukan dengan mempertimbangkan berat jenis air, percepatan gravitasi, dan tinggi jatuh air (head). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya hidrolis tertinggi diperoleh pada debit 0,0056 m³/s dengan nilai 43,81 Watt. Sementara itu, daya generator tertinggi tercatat sebesar 1,33 Watt pada debit yang sama. Efisiensi maksimum sistem tercatat pada debit 0,0033 m³/s dengan nilai 0,043%. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun debit air yang lebih besar dapat menghasilkan daya yang lebih tinggi, efisiensi sistem menurun akibat peningkatan hambatan dan kehilangan energi pada mekanisme turbin. Hasil penelitian ini memberikan gambaran mengenai performa Turbin Archimedes Screw dalam skala mikrohidro serta dapat dijadikan referensi dalam pengembangan sistem energi terbarukan yang lebih efisien di masa depan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Perubahan daya generator disesuaikan dengan kebutuhan beban di lapangan yang selalu berubah-ubah dan dapat mempengaruhi nilai arus perfasa dan arus medan generator sehingga menyebabkan rugi-rugi daya. Rugi-rugi daya yang dihasilkan mempengaruhi efisiensi generator PLTU. Untuk mengetahui efisiensi generator akibat perubahan beban, pada penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan metode perhitungan manual dengan mengumpulkan data spesifikasi, hambatan, dan logsheet harian generator unit 2 PLTU 2x3 MW Malinau yang dilaksanakan di PT. Nusa Daya Unit PLTU Malinau. Berdasarkan data hasil perhitungan pada 17 Mei untuk efisiensi tertinggi sebesar 79,69 % pada beban 2,372 MW sedangkan efisiensi terendah sebesar 78,03% pada beban 2,137 MW dan untuk hasil perhitungan 18 Mei efisiensi tertinggi sebesar 79,51% pada beban 2,342 MW sedangkan efisiensi terendah sebesar 76,37% pada beban 1,941 MW. Semakin besar daya yang dibangkitkan generator maka semakin tinggi efisiensi generator tersebut serta kinerja generator juga semakin baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Energi listrik merupakan sumber energi yang paling dibutuhkan saat ini, maka banyak dikalangan peneliti merancang pembangkit energi listrik dengan memanfaatkan berbagai sumber terbarukan, Energi listrik yang digunakan masih memanfaatkan fosil sebagai sumber bahan bakar, sedangkan persediaan energi fosil saat ini semakin menipis sehingga disarankan untuk dikembangkan salah satunya adalah Pembangkit Energi Listrik Generator Thermoelectric. Generator Thermoelectric untuk mengkonversi perbedaan energi suhu menjadi energi listrik. Tujuan penelitian dapat mengsimulasi dan menerapkan (Maximum Power Point Tracking) Metode (Perturb And Observe) dengan Boost Converter pada Thermoelectric Generator. Hasil penelitian pengujian Boost Converter, dimana arus keluaran yang dihasilkan adalah 2.78 A, tegangan keluaran ialah 24.5 V dan daya keluaran sebesar 57 W. Ketika suhu Tc dinaikan maka daya menjadi turun, daya yang awalnya 71.14 W berubah menjadi 60.61 W dan turun menjadi 43.2 W.Ketika suhu Th 150 ˚C dan Tc 30 ˚C tegangan dan arus yang dihasilkan sebesar 18.35 V dan 1.742 A, suhu 180 ˚C dan Tc 30 ˚C tegangan dan arus yang dihasilkan adalah 22.99 V dan 2.183 A, dan ketika suhu 250 ˚C dan Tc 30 ˚C tegangan dan arus yang dihasilkan sebesar 27.37 V dan 2.699 A.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sebagai alternatif, dalam beberapa tahun terakhir, pengembangan Thermoelectric Generator (TEG) menjadi sorotan. TEG merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan perbedaan suhu untuk menghasilkan energi listrik. Meskipun potensinya terbatas dibandingkan dengan sumber energi lain seperti sel surya, TEG dapat menjadi solusi yang efektif. Namun, untuk meningkatkan efisiensi dan daya keluaran TEG, diperlukan penggunaan elektronika daya dan perangkat kontrol seperti DC Chopper dan Maximum Power Point Tracking (MPPT). Perbedaan temperatur ∆T sangat berpengaruh pada hasil keluaran TEG. Converter Buck Boost adalah Converter DC Chopper menaikkan dan menurunkan tegangan inputnya, Buck Boost Converter diatur oleh Duty Cycle dengan duty cycle 59%, Buck Boost Converter pada pengujian ini berhasil mendapatkan hasil output daya yang sama dengan perhitungan berdasarkan hasil simulasi yaitu 22.8 W. Penggunaan TEG yang langsung terhubung dengan resistor sebagai beban telah menunjukkan bahwa daya yang dihasilkan jauh dari optimal. Oleh karena itu, diperlukan penggunaan Converter Buck-Boost yang terhubung dengan TEG untuk mengoptimalkan hasilnya. Sistem kendali MPPT menggunakan metode Perturb and Observe P&O pada sistem TEG dapat menghasilkan daya keluaran yang lebih besar dibandingkan dengan sistem TEG yang tidak menggunakan MPPT. Dengan penerapan MPPT P&O, sistem mencapai hasil yang paling optimal dengan daya keluaran sebesar 38,52 W.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Generator fluks aksial adalah salah satu jenis mesin listrik yang dapat membangkitkan energi listrik dengan arah aliran fluks secara tegak lurus. Generator jenis ini terus dikembangkan dengan berbagai variasi desain agar didapat tingkat efisiensi yang tinggi untuk diimplementasikan dengan sumber daya alam yang ada Cara kerja dari generator axial ini adalah rotor yang telah dipasang dengan magnet neodymium akan diputar sehingga medan magnet akan memotong lilitan diam yang ada pada stator dan akan menghasilkan gaya gerak listrik GGl. Setelah dilakukan pengujian dan perhitungan nilai daya keluar, dapat diketahui hubungan perbandingan hasil daya output berdasarkan diameter kawat yang digunakan yakni berbanding , dimana hasil pengukuran menunjukkan bahwa kawat dengan diameter 0,50 mm lebih besar menghasilakan daya keluar yaitu 0,000672 watt dan kawat dengan diameter 0,25mm menghasilkan daya keluar sebesar 0,000412 watt dengan demikian didapatkan kesimpulan bahawa diameter kawat berbanding lurus dengan daya yang dihasilkan, semakin besar kawat kawat yang digunakan maka semakin besar daya yang dihasilkan. Semakin banyak jumlah lilitan pada kumparan atau semakin panjang kawat yang digunakan pada lilitan kumparan, maka garis gaya yang melewati kumparan akan semakin besar pula. Artinya semakin banyak lilitan pada kumparan, semakin banyak atau besar nilai daya keluaran yang dihasilkan oleh generator. Perancangan generator dc axial tidak melalui perancangan yang tepat. Hubungan antara kecepatan putaran generator dengan tegangan keluarannya adalah linier. Semakin cepat putaran rotor pada generator, maka semakin besar pula tegangan keluaran yang dihasilkan oleh generator. Kata kunci : Generator, lilitan kumparan, daya keluar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Generator listrik sudah umum ditemui pada kehidupan sehari-hari, mulai dari generator AC sampai generator DC. Tiap jenis generator memiliki karakter yang berbeda, hal ini mempengaruhi penggunaan generator tersebut. Salah satu jenis generator adalah Generator AC Axial Portable dengan penggerak utamanya adalah motor listrik. Pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui performa generator dengan menghitung dan mensimulasikan parameter berupa resistansi dan induktansi yang dihasilkan generator pada kondisi berbeban. Pada percobaan dilakukan variasi beban resistor dengan variasi 1 kΩ, 12 kΩ dan 100 kΩ. Hasil pengukuran parameter generator ac axial dengan kecepatan rpm 1371,4, untuk beban resistor 1 kΩ nilainya adalah 0,93 µA, untuk beban resistor 12 kΩ dengan nilai 0,974 µA dan beban resistor 100 kΩ di dapatkan nilai 0,95 µA. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa daya input dan output tertinggi yang dicapai pada generator sekitar 240 Watt dan nilai output sekitar 0,211092 Watt. Sedangkan daya output terendah sekitar 0,03546 Watt pada tanggal 26-02-2024. Serta efisiensi tertinggi dan terendah yang dicapai generator sekitar 0,087% dan yang terendah 0,014 %. Hasil tersebut menunjukkan kondisi generator tidak efisien dikarenakan nilai daya dan arusnya yang terlalu kecil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Generator sinkron mempunyai permasalahan yaitu Ketidak stabilan tegangan pada generator sinkron menyebabkan sistem secara keseluruhan terutama kualitas sistem, kemampuan transfer daya dari pembangkit ke konsumen, kondisi terparah terjadinya mekanisme pelepasan beban dengan demikian maka diperlukan peralatan yang dapat mengendalikan kestabilan tegangan generator sinkron yaitu Automatic Voltage Regulator (AVR). AVR adalah suatu perangkat yang dipasang pada generator yang dapat bekerja secara otomatis mengatur tegangan yang dihasilkan oleh generator agar tetap stabil. Pada tugas akhir ini mengontrol tegangan generator agar stabil menggunakan metode Neural Network (NN). Data pelatihan NN diambil dari input dan output kendali PID dengan Sistem AVR yang sama. AVR sederhana dengan respon delay time (t_d) 1,129s, rise time (t_r) 2,469s, peak time (t_p) 5,039s, settling time (t_s) 4,427s, max overshoot (M_p) 0% dan untuk error steady state (e_ss) 0%. AVR sederhana respon tidak terdapat overshoot dan respon waktunya lebih lambat 5,039s, konvensional terdapat overshoot yang tinggi dan lebih cepat 0,715s, NN respon yang didapatkan overshoot pada waktu 2,456s dan adanya usaha perbaikan respon tegangan kembali ke Vref.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Generator sinkron memerlukan alat yang berfungsi untuk mengatur tegangan terminal tetap terjaga, alat tersebut dikenal sebagai Automatic Voltage Regulator (AVR) atau alat yang dapat mengontrol tegangan dan arus eksitasi yang disuplai ke generator sehingga tegangan terminal generator tetap stabil. Penelitian ini membandingkan dua kendali yang berbeda yaitu logika fuzzy dan jaringan saraf tiruan pada AVR yang diharapkan dapat mengatur tegangan terminal generator pada nominal 220V. Data pelatihan jaringan saraf tiruan diambil dari input dan output kendali PID sedangkan desain rule logika fuzzy menggunakan metode trial and error pada AVR yang sama. Hasil penelitian menunjukkan respon transient kinerja generator dengan hasil sebagai berikut. Logika fuzzy menghasilkan respon delay time (t_d) 1.058s, rise time (t_r) 2.576s, peak time (t_p) 20s, settling time (t_s) 5.354s, max overshoot (Mp) 0%, error steady state (e_ss) 0%. Jaringan saraf tiruan menghasilkan respon delay time (t_d) 1.031s, rise time (t_r) 1.518s, peak time (t_p) 3.128s, settling time (t_s) 2.3286s, max overshoot (Mp) 1.345%, error steady state (e_ss) 0.045%. Berdasarkan nilai respon transient logika fuzzy memiliki respon lebih lambat dibandingkan jaringan saraf tiruan, akan tetapi logika fuzzy dapat meminimalisir overshoot.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Intracawood Manufacturing Tarakan memiliki unit pembangkit berupa 6 unit generator set sebagai cadangan catu daya listrik yang harus selalu dalam kondisi siap digunakan. Kesiagaan catu daya ini sangat penting, apabila suplai daya listrik dari PT. PLN (Persero) Tarakan mengalami gangguan. Unit pembangkitan cadangan PT. intracawood manufacturing diperlukan untuk menjaga kontinuitas dan keandalan sistem dalam suplai kebutuhan dasar industrinya. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui nilai keandalan dan ketersediaan unit pembangkitan yang ada di PT. Intracawood Manufacturing. Dalam mencapai hasil penelitian di lakukan langkah-langkah menghitung Specified Operating Time (SOT), Actual Operating Time (AOT), Mean Time Between Failure (MTBF), Reliability, Availability, SAIFI dan SAIDI. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan tingkat rata-rata keandalan generator set di tahun 2022 sebesar 99%. Tingkat keandalan generator set termasuk dalam kelompok jarang mengalami gangguan atau kerusakan (R≥ 90%) dan tingkat rata-rata ketersediaan (Reliability) generator set di tahun 2022 sebesar 98.5%, sedangkan tingkat keandalan generator set berdasarkan SAIFI: 1 frekuensi/tahun dan SAIDI: 2,83 jam/tahun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Genset adalah suatu peralatan gabungan dari dua perangkat berbeda yaitu engine sebagai perangkat pemutar dan generator sebagai perangkat pembangkit. Genset di PT. Mitrabara Adiperdana. Tbk digunakan sebagai backup saat sumber listrik dari PLN padam. Karena beban yang fluktuatif, maka saat conveyor beroperasi dibutuhkan suplai daya yang besar, sehingga diperlukan lebih dari satu genset untuk dapat mensuplai listrik sesuai permintaan beban. Untuk memenuhi kebutuhan daya di PT. Mitrabara Adiperdana. Tbk, maka dilakukan sinkronisasi 2 unit genset kapasitas 500 kVA dan 3 unit genset kapasitas 800 kVA. Sinkronisasi genset bertujuan untuk memperoleh daya yang optimal, efisiensi yang baik dan konsumsi bahan bakar spesifik yang efisien. Pada saat 5 unit genset diparalel diperoleh efisiensi terendah yaitu 19,2% dengan SFC 0,48 liter/kWh dibulan September dengan kapasitas 800 kVA, sedangkan efisiensi tertinggi yaitu 62,98% dengan SFC 0,15 liter/kWh dibulan Juli dengan kapasitas 800 kVA. Hasil perhitungan saat diberikan pembebanan yang sama diperoleh efisiensi terendah yaitu 1% dengan SFC 9,3 liter/kWh dibulan Agustus dengan kapasitas 500 kVA dan efisiensi tertinggi yaitu 51,45% dengan SFC 0,18 liter/kWh dibulan Agustus dengan kapasitas 800 kVA. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa efisiensi dipengaruhi oleh besarnya daya output, perbedaan tahun awal pengoperasian dan perbedaan beberapa parameter dari name plate. Sedangkan Specific Fuel Consumption (SFC) pada genset dipengaruhi oleh daya output dan juga hours meter.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Generator sinkron merupakan mesin-mesin listrik yang berfungsi untuk mengkonversi energi mekanik menjadi energi listrik. Generator sinkron mempunyai permasalahan yaitu ketidakstabilan tegangan pada saat perubahan beban, sehingga dibuthkan peralatan yang dapat mengendalikan kestabilan tegangan generator sinkron yaitu Automatic Voltage Regulator (AVR). AVR merupakan sebuah divais pengatur tegangan yang digunakan pada generator sinkron untuk menstabilkan tegangan keluaran yang dihasilkan dari generator sinkron. AVR bekerja dengan mengatur arus penguatan (excitacy) pada eksiter, apabila beban bertambah maka AVR akan memerintahkan eksiter untuk berkerja dengan menambah arus eksitasi sebaliknya apabila beban berkurang maka AVR akan memerintahkan eksiter untuk mengurangi arus eksitasi. Pada tugas akhir ini, untuk pengoptimalan tegangan generator sinkron agar konstan maka digunakan metode Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS). Adapun Traning data yang di gunakan, diproleh oleh Fuzzy Logic Control (FLC) pada penelitian sebelumnya mendesain sebagai acuan dalam pelatihan FIS menggunakan algoritma ANFIS. Kendali ANFIS bekerja dengan baik berdasarkan respon transien tegangan generator yang mengalami perubahan beban. Adapun hasil respon yang lebih baik dengan steady state 220,067 volt, relative optimal, settling time 6,65 s, overshoot 0,35% di bandingkan dengan kendali FLC pada penelitian sebelumnya diproleh respon dengan steady state 220,2 volt, settling time 7,75 s, dan overshoot 0,33%. Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa kendali ANFIS sangat sesuai di gunakan dalam pengoptimalan tegangan generator sinkron tiga fasa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Unit Layanan (ULD) desa Tana Merah, kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara merupakan salah satu unit PT. PLN sistem Mahakam, Kalimantan Timur. Saat ini terdiri atas 3 unit pembangkit, yakni 2 unit PLTD dan 1 unit PLTMG. Penelitian ini menganalisa sistem pembebanan dari 2 unit PLTD yang beroperasi sebagai cadangan daya listrik ke pelanggan. Metode deskripsi analitik berdasarkan data kualitatif pengukuran di sisi pembangkit digunakan sebagai analisa pembebanan. Sedangkan pada sisi pemparalelan generator diusulkan menggunakan mekanisme jenis sinkronoskop sebagai perbaikan dari metode manual. Setelah dilakukan analisa pembagian beban pada setiap generator maka beban listrik yang harus dipikul setiap generator sebesar 0,0853 MW dari kapasitas mampu generator sebesar 0,36 MW atau setara dengan 23,6 %, daya mampu generator.