ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) merupakan salah satu solusi pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan, terutama bagi daerah dengan keterbatasan akses listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi debit aliran terhadap performa PLTMH dengan menggunakan Turbin Archimedes Screw. Parameter utama yang diteliti meliputi daya hidrolis, daya generator, serta efisiensi sistem. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan melakukan pengujian pada variasi debit aliran sebesar 0,0033 m³/s, 0,0042 m³/s, dan 0,0056 m³/s. Data yang dikumpulkan meliputi tegangan listrik, arus listrik, serta putaran turbin. Perhitungan daya hidrolis dilakukan dengan mempertimbangkan berat jenis air, percepatan gravitasi, dan tinggi jatuh air (head). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya hidrolis tertinggi diperoleh pada debit 0,0056 m³/s dengan nilai 43,81 Watt. Sementara itu, daya generator tertinggi tercatat sebesar 1,33 Watt pada debit yang sama. Efisiensi maksimum sistem tercatat pada debit 0,0033 m³/s dengan nilai 0,043%. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun debit air yang lebih besar dapat menghasilkan daya yang lebih tinggi, efisiensi sistem menurun akibat peningkatan hambatan dan kehilangan energi pada mekanisme turbin. Hasil penelitian ini memberikan gambaran mengenai performa Turbin Archimedes Screw dalam skala mikrohidro serta dapat dijadikan referensi dalam pengembangan sistem energi terbarukan yang lebih efisien di masa depan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) merupakan pembangkit listrik tenaga mikrohidro yang memanfaatkan saluran air sebagai energi. Semakin tinggi debit air maka semakin tinggi pula energi yang dapat dihasilkan. Daya yang dihasilkan agar berpotensi menjadi PLTMH yakni memiliki nilai daya 5 kW. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung potensi sumber mikrohidro pada salah satu aliran anak sungai yang ada di Kota Tarakan, yakni yang berada di RT. 5 Kelurahan Pamusian, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan. Perhitungan potensi (daya) yang aliran air anak sungai tersebut dihitung dengan cara mengalikan nilai konstanta percepatan gravitasi bumi dengan tinggi jatuh efektif dan nilai debit aliran. Aliran sungai yang diteliti memiliki asumsi tinggi jatuh efektif sebesar 0,7 meter. Variasi data potensi energi diperoleh berdasarkan nilai debitnya. Pengambilan data debit menggunakan metode V-Notch Thompson bersudut 〖90〗^0. Pengukuran dilakukan pada pagi hari dan sore hari selama 30 hari dengan mengukur tinggi muka air pada papan V-Notch Thompson yang direndam pada aliran air. Berdasarkan dari jumlah debit air, tinggi jatuh air, potensi/daya tertinggi yang dihasilkan yaitu sebesar 0,026 W baik dipagi hari maupun disore hari. Dari perhitungan data potensi dapat disimpulkan bahwa lokasi tempat penelitian tersebut tidak bisa dijadikan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), melainkan hanya bisa dijadikan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Picohidro yang dayanya dibawah 5 kW.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Abstrak Keadaan tofografi Indonesia yang memiliki banyak pegunungan membuat distribusi listrik menjadi tidak merata. Salah satunya yaitu di Desa Kayu Indah di Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur. Desa tersebut dilalui oleh sungai Pancakaria yang memiliki debit air berpotensi untuk dibangun pembangkit listrik skala mikro. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk membuat desain PLTMH (pembangkit listrik tenaga mikrohidro) berdasarkan potensi energi debit pada sungai. Dengan mengetahui pada penelitian sebelumnya, maka metode penelitian yang digunakan yaitu melakukan perhitungan dan analisis yang meliputi diameter pipa pesat, pemilihan jenis turbin, dimensi turbin, sistem transmisi, pemilihan generator dan perhitungan jumlah rumah. Perhitungan dan analisis ini bertujuan untuk mengetahui potensi air dan kelayakan dalam membangun PLTMH di daerah tersebut. Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu potensi air dan sumber daya alam pada sungai Pancakaria cukup memadai dan layak secara teknis untuk membangkitkan daya listrik dengan PLTMH. Daya yang dibangkitkan sekitar 2,661 MW, memiliki jatuh efektif air (H) dengan ketinggian 20 meter dan debit air terhitung sebesar 15.09 m3 /detik. Pemakaian beban direncanakan dengan 2 Ampere atau 450 Watt per rumah dengan daya keseluruhan desa sebesar 93.150 Watt. Abstract Topographical conditions in Indonesia has many ridge makes uneven electricity distribution. One of them is Desa Kayu Indah Kabupaten Berau Province Kalimantan Timur. The village is crossed by Pancakaria river that has potential water discharge to build micro-scale power plants. Consequently, this research was conducted to design a MHP (Microhidro Power Plant) based on the potential energy discharge in the river. According the previous research, this research method used is to perform calculations and analyzes which include pipe diameter, turbine type selection, turbine dimensions, transmission system, selection of generators and calculation number of houses. This calculation and analysis intends to determine the potential of water and the feasibility of building a MHP in that area. The conclusion from this research is that the potential for water and natural resources in the Pancakaria river is sufficient and technically feasible to generate electricity using MHP. The generated power is about 2,661 MW, has an effective water fall (H) with a height of 20 meters and a calculated water discharge of 15.09 m3 /s. The load usage is planned to be 2 Ampere or 450 watts each house with a total village power of 93,150 watts.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Semakin berkurangnya ketersediaan energi listrik di dearah pedesaan Kecamatan Batu Putih mengharuskan kita untuk mencari alternatif pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan energi listrik yang terus meningkat. Peningkatan jumlah kebutuhan energi listrik ini tidak di imbangi dengan ketersediaan bahan bakar berupa fosil. Dengan demikian kita perlu mengembangkan energi baru dan terbarukan yang lebih ramah lingkungan dan dapat mengurangi penggunaan energi fosil. Salah satu pembangkit listrik yang akan di kembangkan adalah PLTMH, melihat kondisi pedesaan yang memiliki beberapa aliran sungai yang berpotensi untuk mengembangkan PLTMH. Dari hasil pengukuran dilapangan serta analisa perhitungan dapat disimpulkan bahwa nilai daya yang dihasilkan selama satu hari pada saat musim kemarau sebesar 47,76 kW sedangkan nilai daya pada saat musim penghujan selama satu hari sebesar 53,28 kW. Dari hasil tersebut, dapat di katakan bahwa sungai Pancakaria memiliki potensi untuk dibangunnya Pembangkit LIstrik Tenaga Mikrohidro.