Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

35 hasil
Subjek: Tegangan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISA JATUH TEGANGAN TRAFO DISTRIBUSI 20 kV PADA FEEDER 3 PT. PLN TANJUNG SELOR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISA JATUH TEGANGAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI 20 kV PADA FEEDER 3 PT. PLN TANJUNG SELOR Nama : Riyan NPM : 14.301020.030 Dosen Pembimbing : Achmad Budiman, S.T., M.T. ABSTRAK Listrik saat ini merupakan kebutuhan yang saat ini bisa dikatakan salah satu bahan pokok masyarakat. Energi listrik yang tersalurkan kekosumen melewati proses pendistribusian aliran daya listrik yang terdiri dari pembangkit, saluran transmisi, saluran distribusi, dan konsumen. Secara umum baik buruknya sistem penyaluran dan distribusi tenaga listrik terutama adalah dari kualitas daya yang tersalurkan dari pembangkit sampai kekosumen. Pada penelitian ini penulis melakukan analisa yang berfokus pada transformator distribusi 20 kV penyulang 3 PT. PLN Tanjung Selor untuk menganalisis besar jatuh tegangan yang terjadi pada saluran yang dipengaruhi oleh jarak antar transformator distribusi pada penyulang 3. Jatuh tegangan yang terjadi pada transformator distribusi 20 kV pada penyulang 3 PT. PLN Tanjung selor masih dalam keadaan baik atau tidak melebihi batas toleransi yang ada sehingga tidak perlu adanya perbaikan dari segi tata letak jarak antar transformator. Jatuh tegangan bisa terjadi oleh beberapa sebab salah satunya dari jarak antar trafo yang terlalu jauh.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Stabilitas Tegangan Generator Melalui Desain Kontrol Optimal Liniear Quadratic Regulator Pada PLTMG PT. Siantar Tara Sejati

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stabilitas tegangan merupakan faktor penting dalam menjaga keandalan sistem pembangkit tenaga listrik. Perubahan beban pada generator sinkron dapat menyebabkan gangguan tegangan yang memengaruhi kualitas daya dan kinerja sistem pembangkit. Penelitian ini bertujuan merancang kontrol optimal berbasis Linear Quadratic Regulator (LQR) untuk meningkatkan stabilitas tegangan generator pada PLTMG PT. Siantar Tara Sejati. Penelitian dilakukan melalui pemodelan matematis sistem elektrik yang terdiri dari amplifier, exciter, dan generator sinkron dalam bentuk state space. Perancangan pengendali LQR dilakukan dengan menentukan matriks pembobot Q dan R menggunakan metode trial and error, kemudian disimulasikan menggunakan MATLAB dengan penambahan faktor penguatan referensi Nbar. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem closed loop sebelum penerapan LQR memiliki Rise Time 0,5545 detik, Peak Time 1,3776 detik, Settling Time 4,2506 detik, Overshoot 29,163%, dan Steady-State Error 0,08333. Setelah penerapan LQR P6 dengan matriks pembobot Q = [0,02 0,01 500] dan R = 1 , performa sistem meningkat dengan Rise Time 0,2498 detik, Peak Time 0,5335 detik, Settling Time 0,6999 detik, Overshoot 4,2457%, dan Steady State Error 0. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode Linear Quadratic Regulator mampu mempercepat respons, mengurangi overshoot, serta meningkatkan kestabilan tegangan generator. Dengan demikian, LQR efektif diterapkan sebagai kontrol optimal pada sistem elektrik PLTMG PT. Siantar Tara Sejati.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penempatan Penutup Balik Otomatis Terhadap Penurunan Jatuh Tegangan Pada Penyulang 3 Sistem Distribusi 20 Kv Di PT. PLN (Persero) Rayon Nunukan

2026•

Gangguan pada jaringan distribusi dapat menurunkan keandalan penyaluran tenaga listrik dan menyebabkan jatuh tegangan. Salah satu upaya untuk mengatasi kondisi tersebut adalah melalui penambahan Penutup Balik Otomatis (PBO) pada lokasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penempatan penambahan Penutup Balik Otomatis terhadap koordinasi proteksi, tingkat keandalan, dan kualitas tegangan pada Penyulang Nunukan 3 PT. PLN (Persero) Rayon Nunukan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penempatan Penutup Balik Otomatis di Jalan Sei Apok memberikan peningkatan kinerja sistem. Nilai SAIDI berkurang dari 17,04 menjadi 7,91 jam/pelanggan/tahun (53,6%), sedangkan SAIFI turun dari 3,12 menjadi 1,66 kali/pelanggan/tahun (46,8%). Selain itu, jatuh tegangan menurun dari 151,96 Volt (0,75%) menjadi 143,24 Volt (0,71%) atau membaik sebesar 5,74%. Koordinasi OCR dan GFR pada Penutup Balik Otomatis juga mampu mengisolasi gangguan secara selektif sehingga kontinuitas pelayanan menjadi lebih baik. Dengan demikian, melalui penambahan Penutup Balik Otomatis terbukti efektif dalam meningkatkan keandalan sistem distribusi sekaligus memperbaiki kualitas tegangan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Beban Terhadap Efisiensi Generator Sinkron 3 Phasa Pada PLTMG di PT. Max Power Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Generator sinkron adalah mesin sinkron pengubah energi mekanik menjadi energi listrik yang memiliki frekuensi putar rotor sama dengan frekuensi tengangan yang dibangkitkan. Pada generator, energi mekanik didapat dari penggerak mula yang bisa berupa mesin diesel, turbin, baling-baling dan lain-lain. Pada pembangkit pembangkit besar, salah satu alat konversi yang sering digunakan yaitu generator sinkron 3 phasa. Generator sinkron yang ditinjau adalah generator sinkron pada PLTMG Max power BOT TARAKAN 2A. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa generator sinkron tiga fasa terhadap pengaruh perubahan beban terhadap efisiensi. Dari hasil analisa data berdasarkan log sheet yaitu Beban, Tegangan Output. Beban generator yang bersifat fluaktif atau berubah ubah tiap jam nya. Beban terendah pada unit 1 di jam 07.00 yaitu 1895 kW dan yang tertinggi 2532 kW pada jam 14.00, sedangkan Beban terendah pada unit 2 di jam 21.00 yaitu 2311 kW dan yang tertinggi 2526 kW pada pukul 11.00. Efisiensi generator berubah ubah berkisar 92,52% hingga 96,74%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Stabilitas Tegangan Generator Melalui Desain Kompensator Berbasis Tempat Kedudukan Akar Pada PLTMG PT. Siantar Tara Sejati

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stabilitas tegangan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keandalan operasi sistem pembangkit tenaga listrik. Ketidakstabilan tegangan pada generator dapat menyebabkan penurunan kualitas daya dan mengganggu kinerja sistem. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kompensator berbasis metode Tempat Kedudukan Akar (Root Locus) guna meningkatkan stabilitas tegangan generator pada PLTMG PT. Siantar Tara Sejati. Penelitian dilakukan melalui pemodelan matematis sistem eksitasi generator yang terdiri dari amplifier, eksiter, dan generator sinkron, kemudian disimulasikan menggunakan perangkat lunak MATLAB. Perancangan kompensator dilakukan dengan menentukan posisi pole dan zero berdasarkan analisis Root Locus sehingga diperoleh kompensator Lead yang mampu memperbaiki karakteristik respon sistem. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sebelum penambahan kompensator, sistem closed-loop memiliki Rise Time sebesar 0,5545 detik, peak time 1,3776 detik, Settling Time 4,2506 detik, Overshoot 29,163%, dan steady-state error 0,0833. Setelah penambahan kompensator Lead, Rise Time menurun menjadi 0,3979 detik, peak time menjadi 0,9146 detik, Settling Time menjadi 1,4558 detik, Overshoot berkurang menjadi 15,775%, serta steady-state error menurun menjadi 0,0723. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kompensator Lead yang dirancang mampu meningkatkan kecepatan respon, memperbaiki redaman sistem, serta meningkatkan kestabilan tegangan generator. Dengan demikian, metode Tempat Kedudukan Akar efektif digunakan untuk merancang kompensator dalam meningkatkan performa sistem eksitasi generator.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISA JATUH TEGANGAN PADA SISTEM DISTRIBUSI PT. PLN KP SEBATIK MENGGUNAKAN DIGSILENT POWERFACTORY

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ketersediaan energi listrik yang andal dan berkualitas merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan seperti Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Salah satu tantangan teknis yang kerap dihadapi dalam sistem distribusi adalah jatuh tegangan, yakni penurunan nilai tegangan sepanjang saluran akibat interaksi antara arus beban dan impedansi penghantar. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab dan besaran jatuh tegangan pada Penyulang 1, 2, 3, 4, dan 6 milik PT PLN KP Sebatik menggunakan pemodelan single line diagram pada Digsilent PowerFactory dengan metode simulasi Newton-Raphson. Jatuh tegangan hasil simulasi akan dilakukan perbandingan dengan jatuh tegangan hasil perhitungan, dimana seluruh penyulang menunjukkan kesesuaian yang sangat baik kecuali Penyulang 3 yang memiliki selisih sebesar 0,0018 kV (0,0088%). Penyulang 4 mencatatkan jatuh tegangan sebesar 0,2409 kV (1,2043%), Penyulang 1 sebesar 0,2345 kV (1,1721%), Penyulang 3 sebesar 0,1129 kV (0,5644%), Penyulang 2 sebesar 0,0562 kV (0,2811%), dan Penyulang 6 sebesar 0,0102 kV (0,0509%). Variasi nilai jatuh tegangan antar penyulang ini dipengaruhi langsung oleh besar arus beban yang ditanggung serta nilai impedansi total saluran pada masing-masing jalur distribusi. Secara keseluruhan, seluruh nilai jatuh tegangan yang teridentifikasi masih berada jauh di bawah ambang batas yang dipersyaratkan SPLN No. 72/1987 sebesar 5%, sehingga jaringan distribusi PT PLN KP Sebatik dapat dinyatakan beroperasi dalam kondisi yang andal dan layak secara teknis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa Jatuh Tegangan Pada Sistem Distribusi PT. PLN KP. Sebatik Menggunakan Digsilent Powerfactory

2026•

Ketersediaan energi listrik yang andal dan berkualitas merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan seperti Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Salah satu tantangan teknis yang kerap dihadapi dalam sistem distribusi adalah jatuh tegangan, yakni penurunan nilai tegangan sepanjang saluran akibat interaksi antara arus beban dan impedansi penghantar. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab dan besaran jatuh tegangan pada Penyulang 1, 2, 3, 4, dan 6 milik PT PLN KP Sebatik menggunakan pemodelan single line diagram pada Digsilent PowerFactory dengan metode simulasi Newton-Raphson. Jatuh tegangan hasil simulasi akan dilakukan perbandingan dengan jatuh tegangan hasil perhitungan, dimana seluruh penyulang menunjukkan kesesuaian yang sangat baik kecuali Penyulang 3 yang memiliki selisih sebesar 0,0018 kV (0,0088%). Penyulang 4 mencatatkan jatuh tegangan sebesar 0,2409 kV (1,2043%), Penyulang 1 sebesar 0,2345 kV (1,1721%), Penyulang 3 sebesar 0,1129 kV (0,5644%), Penyulang 2 sebesar 0,0562 kV (0,2811%), dan Penyulang 6 sebesar 0,0102 kV (0,0509%). Variasi nilai jatuh tegangan antar penyulang ini dipengaruhi langsung oleh besar arus beban yang ditanggung serta nilai impedansi total saluran pada masing-masing jalur distribusi. Secara keseluruhan, seluruh nilai jatuh tegangan yang teridentifikasi masih berada jauh di bawah ambang batas yang dipersyaratkan SPLN No. 72/1987 sebesar 5%, sehingga jaringan distribusi PT PLN KP Sebatik dapat dinyatakan beroperasi dalam kondisi yang andal dan layak secara teknis.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Perubahan Kenaikan Beban Konstan dan Variabel Terhadap Kinerja Generator DC Seri dan Generator DC Pararel

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kenaikan beban konstan dan beban variabel terhadap kinerja generator DC seri dan generator DC paralel berdasarkan parameter tegangan output, arus output, dan daya output generator. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian dilakukan di Laboratorium Konversi Energi Listrik Fakultas Teknik Universitas Borneo Tarakan dengan menggunakan generator DC seri dan generator DC paralel sebagai objek penelitian. Variasi beban diberikan secara bertahap menggunakan lampu pijar mulai dari 60 Watt hingga 360 Watt. Setiap pengujian dilakukan sebanyak tiga kali untuk memperoleh nilai rata-rata yang lebih akurat. Data yang diperoleh berupa tegangan armatur, tegangan output, arus output, dan daya output generator yang kemudian dianalisis untuk mengetahui karakteristik masing-masing generator terhadap perubahan beban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada generator DC seri, penambahan beban menyebabkan peningkatan tegangan output, arus output, dan daya output secara signifikan. Kondisi ini terjadi karena arus beban yang meningkat akan memperkuat medan magnet sehingga gaya gerak listrik (GGL) yang dihasilkan generator juga meningkat. Pada generator DC paralel, kenaikan beban juga menyebabkan peningkatan arus dan daya output, namun perubahan tegangan output cenderung lebih stabil dibandingkan generator DC seri karena kumparan medan terhubung secara paralel dengan jangkar sehingga arus medan relatif konstan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa daya output tertinggi diperoleh pada kondisi beban maksimum, sedangkan daya output terendah terjadi pada kondisi beban minimum. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kenaikan beban berpengaruh langsung terhadap kinerja generator DC seri dan generator DC paralel. Generator DC seri memiliki respons yang lebih besar terhadap perubahan beban, sedangkan generator DC paralel memiliki kestabilan tegangan yang lebih baik selama proses pembebanan. Oleh karena itu, pemilihan jenis generator harus disesuaikan dengan kebutuhan sistem dan karakteristik beban yang digunakan. Kata Kunci: Generator DC Seri, Generator DC Paralel, Beban Konstan, Beban Variabel, Tegangan Output, Arus Output, Daya Output. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kenaikan beban konstan dan beban variabel terhadap kinerja generator DC seri dan generator DC paralel berdasarkan parameter tegangan output, arus output, dan daya output generator. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian dilakukan di Laboratorium Konversi Energi Listrik Fakultas Teknik Universitas Borneo Tarakan dengan menggunakan generator DC seri dan generator DC paralel sebagai objek penelitian. Variasi beban diberikan secara bertahap menggunakan lampu pijar mulai dari 60 Watt hingga 360 Watt. Setiap pengujian dilakukan sebanyak tiga kali untuk memperoleh nilai rata-rata yang lebih akurat. Data yang diperoleh berupa tegangan armatur, tegangan output, arus output, dan daya output generator yang kemudian dianalisis untuk mengetahui karakteristik masing-masing generator terhadap perubahan beban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada generator DC seri, penambahan beban menyebabkan peningkatan tegangan output, arus output, dan daya output secara signifikan. Kondisi ini terjadi karena arus beban yang meningkat akan memperkuat medan magnet sehingga gaya gerak listrik (GGL) yang dihasilkan generator juga meningkat. Pada generator DC paralel, kenaikan beban juga menyebabkan peningkatan arus dan daya output, namun perubahan tegangan output cenderung lebih stabil dibandingkan generator DC seri karena kumparan medan terhubung secara paralel dengan jangkar sehingga arus medan relatif konstan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa daya output tertinggi diperoleh pada kondisi beban maksimum, sedangkan daya output terendah terjadi pada kondisi beban minimum. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kenaikan beban berpengaruh langsung terhadap kinerja generator DC seri dan generator DC paralel. Generator DC seri memiliki respons yang lebih besar terhadap perubahan beban, sedangkan generator DC paralel memiliki kestabilan tegangan yang lebih baik selama proses pembebanan. Oleh karena itu, pemilihan jenis generator harus disesuaikan dengan kebutuhan sistem dan karakteristik beban yang digunakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISA PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP KARAKTERISTIK GENERATOR SINKRON 3 PHASA PADA PLTMG PT. MAXPOWER SITE TARAKAN 4A

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peningkatan kebutuhan energi listrik menyebabkan variasi beban yang dapat memengaruhi karakteristik generator sinkron. Penelitian ini dilakukan di PT. Maxpower Indonesia Site Tarakan 4A untuk menganalisis karakteristik generator sinkron 3 phasa berdasarkan daya aktif (P), tegangan terminal (Vt) dan arus armature (Ia) pada kondisi perubahan beban. Data diperoleh dari log sheet operasi generator setiap 4 jam selama 24 jam dalam kurun waktu 1 minggu. Hasil analisis menunjukkan bahwa daya aktif Generator 1 berada pada rentang 3,907-4,078 MW dan Generator 2 pada rentang 3,290-3,998 MW. Tegangan terminal Generator 1 berada pada rentang 6,320-6,609 V, sedangkan Generator 2 pada rentang 6,492-6,595 V. Arus armature mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan beban listrik yang diterima oleh sistem, sedangkan tegangan terminal kedua generator relatif stabil dengan fluktuasi yang kecil. Nilai daya aktif hasil perhitungan menunjukkan kecenderungan yang sejalan dengan data log sheet generator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generator sinkron 3 phasa pada PLTMG PT. Maxpower Indonesia Site Tarakan 4A masih beroperasi dalam batas aman dan mampu mempertahankan kestabilan tegangan selama periode pengamatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Aliran Daya Akibat Penambahan Beban Dalam Menjaga Stabilitas Sistem Pembangkitan di PT. PLN (Persero) Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Energi listrik merupakan kebutuhan penting dalam mendukung aktivitas rumah tangga, komersial, dan industri. Peningkatan kebutuhan energi listrik akibat pertumbuhan wilayah menuntut sistem distribusi yang andal dan efisien. Salah satu tantangan dalam sistem distribusi adalah penambahan beban baru yang dapat mempengaruhi stabilitas sistem pembangkitan melalui perubahan profil tegangan, rugi-rugi daya, dan jatuh tegangan. Oleh karena itu, diperlukan analisis untuk mengevaluasi kemampuan sistem dalam menjaga stabilitas setelah penambahan beban tanpa melanggar standar teknis yang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi aliran daya berbantuan perangkat lunak Electrical Transient Analyzer Program (ETAP) versi 19.0.1. Data yang digunakan meliputi data pembangkit, saluran, transformator, beban, serta diagram segaris sistem distribusi 20 kV PT PLN Persero Tarakan. Simulasi dilakukan untuk menganalisis kondisi sistem sebelum dan setelah penambahan beban sebesar 3.294 kVA dari PT Phoenix dan PT Krist pada Feeder 10. Hasil simulasi divalidasi melalui perhitungan manual dan dibandingkan dengan standar SPLN 1:2015 dan SPLN 72:1987. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penambahan beban, sistem tetap stabil dengan tegangan bus terendah 97,05% pada Bus89 dan jatuh tegangan tertinggi 1,83% pada saluran F10 Bus 5. Validasi perhitungan manual pada saluran F10 Bus 4 menunjukkan rugi-rugi daya aktif meningkat dari 9,2 kW menjadi 20,0 kW dan jatuh tegangan meningkat dari 0,98% menjadi 1,44%. Seluruh parameter masih memenuhi standar SPLN sehingga sistem pembangkitan PT PLN Persero Tarakan mampu menjaga stabilitas setelah penambahan beban.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Arus Eksitasi Terhadap Daya Reaktif Dan Tegangan Keluaran Generator Sinkron Pada PT. PLN Nusa Daya Unit PLTU Malinau

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak - Listrik merupakan salah satu bentuk energi yang mempengaruhi hidup dan kehidupan manusia saat ini. Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, menghasilkan penemuan-penemuan baru yang pada dasarnya membutuhkan listrik sebagai sumber energi. Untuk mengetahui pengaruh perubahan arus eksitasi terhadap daya reaktif. pada penelitian ini penulis di fokuskan menganalisa pengaruh sistem eksitasi terhadap daya reaktif dan tegangan keluaran generator sinkron Berdasarkan data pengukuran, spesifikasi generator, dan hasil perhitungan di peroleh kesimpulan bahwa daya reaktif berbanding lurus dengan arus eksitasi. Daya reaktif biasanya mengalami kenaikan ketika arus eksitasi mengalami kenaikan juga . hal ini di tunjukkan dengan daya reaktif tertinggi 2,154 KVAr dengan nilai arus eksitasi 1,90 A. Serta nilai daya reaktif terendah 825 KVAr dan nilai arus eksitasi 1,45 A. Pengukuran tegangan terminal cendrung stabil pada angka 6,2 KV. Kestabilan tegangan terminal ini di pengaruhi oleh pengaturan arus eksitasinya. Hal ini di tunjukkan bahwa dengan nilai tegangan terminal generator tertinggi yaitu 6,238 KV dengan nilai arus eksitasi tertinggi 1,90 A serta nilai tegangan terendah 6,203 KV dengan nilai arus eksitasi terendah 1,45 A.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Aliran Daya Pada Sistem Distribusi 20 kV PT. PLN (Persero) Rayon Tanjung Selor

2025•

STUDI ALIRAN DAYA PADA SISTEM DISTRIBUSI 20 kV PT. PLN (PERSERO) RAYON TANJUNG SELOR ABSTRAK Kebutuhan energi listrik selalu meningkat setiap tahunnya, hal tersebut harus dapat diimbangi dengan penyediaan energi listrik yang andal dan memadai. Agar dapat memenuhi kriteria tersebut, maka perusahaan penyedia energi listrik dalam hal ini adalah PT. PLN (Persero) harus dapat menyediakan dan mendistribusikan energi listrik ke pelanggan sesuai standar yang telah ditetapkan. Pada penelitian ini sistem kelistrikan pada PT. PLN (Persero) Rayon Tanjung Selor disimulasikan menggunakan software ETAP 19.0.1 powerstation. Selanjutnya, hasil simulasi berupa rugi-rugi daya dan jatuh tegangan di setiap bus akan dibandingkan dengan perhitungan untuk mengetahui apakah hasil simulasi valid. Didapatkan hasil simulasi aliran daya untuk total rugi-rugi daya kondisi beban siang sebesar 6,29% dan kondisi beban malam 6,64%. Sedangkan untuk tegangan terendah baik pada kondisi siang maupun malam terletak pada bus simpang berau dengan nilai 18,52 kV pada kondisi siang dan 18,39 kV pada kondisi malam. Berdasarkan SPLN, nilai tegangan terendah tersebut masih sesuai standar.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Rancang Bangun Alat Ukur Efisiensi Panel Surya Skala Laboratorium Berbasis Sensor Arus dan Tegangan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini didasari oleh peningkatan kebutuhan sel surya sebagai energi bersih dan berkelanjutan, serta terbatasnya ketersediaan alat uji yang efektif untuk mengukur performa sel surya. Sel surya merupakan perangkat yang dapat mengkonversi radiasi matahari menjadi energi listrik. Penelitian ini telah berhasil merancang bangun alat uji arus dan tegangan dengan mengintegrasikan sensor arus INA219 dan modul sensor tegangan 0–25V yang terhubung ke mikrokontroler Arduino Uno. Alat ini dirancang agar mampu mengukur parameter-parameter tegangan dan arus secara real-time yang datanya dapat ditampilkan melalui antarmuka komputer. Alat ini menggunakan lampu halogen sebagai sumber cahaya, serta potensiometer 1 – 21 KΩ sebagai beban untuk mengatur variasi pembacaan agar didapatkan kurva I-V. Dalam proses pengujian digunakan sel surya berukuran 10 x 9,5 cm2. Hasilnya menunjukan bahwa alat ini mampu mengukur nilai sel surya dengan tegangan maksimum (Vmpp) 3,24 Volt, arus maksimum (Impp) 4 mA, tegangan sirkuit terbuka (Voc) 4,3 Volt, dan arus sirkuit terbuka (Isc) 5,2 mA. Nilai Fill Factor dan efisiensi berturut-turut adalah 0,616 dan 3,75%. Seluruh hasil pengukuran arus dan tegangan telah dikalibrasi alat uji standar yakni voltmeter dan amperemeter. Temuan ini membuktikan bahwa alat uji yang dirancang dapat memberikan pengukuran yang akurat dan dapat diaplikasikan untuk evaluasi kinerja sel surya di skala laboratorium.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa pengaruh frekuensi dan duty cycle terhadapap ripple tegangan pada boost converter

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada era modern ini, konversi energi telah menjadi salah satu aspek penting dalam sistem elektronik dan daya , Converter daya adalah elemen kunci yang digunakan untuk mengubah energi listrik dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Salah satu jenis Converter daya yang umum digunakan adalah Boost Converter. Boost Converter merupakan salah satu jenis Converter DC-DC yang digunakan untuk meningkatkan tegangan output dari sumber tegangan DC. Fluktuasi tegangan pada output Boost Converter dapat memengaruhi kinerja peralatan elektronik yang terhubung dengan sumber tegangan tersebut. Oleh karena itu, penelitian mengenai pengaruh frekuensi dan Duty Cycle terhadap Ripple tegangan pada Boost Converter menjadi sangat penting untuk dilakukan Hasil pengujian Boost Converter menggunakan tegangan input dan output sebesar 3 V dan 12 V dengan Duty Cycle yang divariasikan dari 15% hingga 90% diperoleh ripple tegangan yang paling kecil sebesar 0.16 pada Duty Cycle 15 % dan paling besar 3.54 pada Duty Cycle 90%. Perubahan pada nilai Duty Cycle 15% sampai 90% semakin besar Duty Cycle semakin besar tegangan Output yang di hasilkan yaitu 3.55 V hingga 29.22 V. Lalu pada pengujian Frekuensi menggunakan tegangan input dan output yang sama sebesar 3 V dan 12 V dengan variasi Frekuensi 20kHz hingga 120 kHz diperoleh ripple tegangan paling kecil sebesar 1.24 pada Frekuensi 120kHz dan paling besar 12.27 pada Frekuensi 20kHz.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa Pengaruh Frekuensi dan Duty Cycle Terhadap Ripple Tegangan Pada Buck Boost Converter

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Dalam dunia elektronik, penggunaan sumber tegangan dengan nilai yang stabil dan minim fluktuasi sangat penting untuk menjaga kinerja dari perangkat elektronik. Konversi tegangan yang efisien diperlukan untuk mengubah tegangan DC dari satu level yang lebih tinggi atau lebih rendah Salah satu jenis converter yang umum digunakan adalah Buck Boost Converter. Buck-Boost Converter adalah jenis konverter DC-DC yang mampu menghasilkan tegangan keluaran yang lebih tinggi atau lebih rendah dari pada tegangan masukan, tergantung pada konfigurasi dan kondisi kerja. Pengaruh frekuensi dan duty cycle terhadap Ripple tegangan pada Buck-Boost Converter merupakan topik penelitian yang penting Untuk meningkatkan kinerja converter tersebut Hasil pengujian Buck Boost Converter dengan Duty Cycle yang divariasikan dari 20% sampai 100% menggunakan tegangan input sebesar 17 V dan ouput sebesar -12 V diperoleh ripple tegangan paling kecil pada Duty Cycle 100% yaitu 0.04 V dan yang paling besar 13.51 V pada Duty Cycle 80 %. Lalu pada Frekuensi yang divariasikan dari 20k sampai 120k menggunakan tegangan input dan output yang sama sebesar 17 V dan -12 V diperoleh ripple tegangan paling kecil pada frekuensi 120k yaitu 1.09 V dan yang paling besar 6.24 pada frekensi 20k.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Frekuensi dan Duty Cycle Terhadap Ripple Tegangan pada Buck Converter

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penerapan DC-DC Converter pada perangkat elektronik dapat berfungsi dengan menggunakan sumber energi yang dimana tegangan keluarannya dapat diubah-ubah ke bentuk tegangan DC keluaran yang lebih tinggi atau lebih rendah. Buck Converter adalah Konverter yang berfungsi menurunkan tegangan keluaran dari tegangan masukannya sesuai kebutuhan pemakaian. Hasil pengujian Frekuensi yang di variasikan dari 20kHz hingga 160kHz dengan konfigurasi tegangan masukan sebesar 17 V dan tegangan keluaran 12 V, Ripple tegangan terbesar di hasilkan pada frekuensi 20kHz sebesar 2.42 V dan menurun hingga 0.05 V seiring nilai frekuensi dinaikkan mencapai 160kHz. Pada perubahan nilai Frekuensi tidak mengubah tegangan output yang dihasilkan. Hasil pengujian Duty Cycle 10% hingga 100%, Pada nilai Duty Cycle 10% menghasilkan Ripple Tegangan yang kecil yaitu 0.04 V dan tegangan keluaran sebesar 1.67 V. Ripple Tegangan terbesar di hasilkan pada nilai Duty Cycle 50% sebesar 0.11 V dan tegangan keluarannya 8.38 V, Ripple Tegangan menurun pada nilai 60% hingga 90% mencapai 0.04 V dan 0 V pada Duty Cycle 100%. Perubahan nilai Duty Cycle mempengaruhi nilai tegangan keluaran dari 1.67 V hingga 16.76 V pada tegangan masukan tetap yang digunakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perencanaan Koneksi Sistem Tenaga Listrik Desa Sekikilan dan Desa Sebulu dengan Integrasi PLTS Terpusat Desa Sebulu

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan energi listrik mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan gaya hidup masyarakat yang bergantung pada teknologi. Penelitian ini bertujuan membuat sebuah perencanaan penyediaan energi listrik menggunakan PLTS untuk solusi jangka pendek, sedangkan untuk jangka panjang dilakukan melaui interkoneksi Desa Sebulu dengan jaringan PLN terdekat yaitu: Desa Sekikilan, adapun perencanaan tersebut disimulasikan menggunakan software ETAP Powerstation. Berdasarkan hasil survei jumlah beban di Desa Sebulu sebesar 19.800 kW yang merupakan beban dari 43 rumah dan 1 fasilitas umum. Penelitian ini menggunakan tiga skenario simulasi yaitu: skenario 1 kondisi existing PT PLN Tulin Onsoi, skenario 2 kondisi PT PLN Tulin Onsoi terhubung dengan Desa Sebulu dan skenario 3 kondisi PT PLN Tulin Onsoi terhubung dengan Desa Sebulu yang terpasang PLTS. Hasil simulasi aliran daya sebagai berikut: beban siang pada skenario 1 didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 37,9 kW dan rugi-rugi daya reaktif sebesar 58,0 kVAr, pada skenario 2 didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 38,3 kW dan rugi-rugi daya reaktif sebesar 59,0 kVAr, pada skenario 3 didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 37,9 kW dan rugi-rugi daya reaktif sesbesar 58,0 kW. Selanjutnya, hasil simulasi aliran daya beban malam pada skenario 1 didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 38,8 kW dan rugi rugi daya reaktif sebesar 67,2 kVAr, pada skenario 2 didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 39,2 kW dan rugi-rugi daya reaktif sebesar 68,5 kVAr, pada skenario 3 didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 40,6 kW dan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 71,0 kVAr. Adapun jatuh tegangan pada beban siang skenario 1 dan 3 adalah 7,77 kV dan skenario 2 adalah 7,9 kV. Sedangkan pada beban malam pada skenario 1 adalah 6,7 kV, skenario 2 adalah 6,89 kV dan skenario 3 adalah 9,45 kV.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Aliran Daya Pada Sistem Distribusi 20 kV PT. PLN (Persero) ULP Nunukan Dengan Integrasi PV Skala Besar

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Analisa aliran daya adalah analisa yang digunakan untuk menentukan dan menghitung tegangan, arus, daya, dan faktor daya yang terdapat pada seluruh busbar serta aliran daya aktif dan reaktif pada saluran dalam suatu jaringan listrik dalam keadaan pengoperasian normal. Penelitian ini dilakukan di PT. PLN (Persero) ULP Nunukan dengan data-data yang diperlukan yaitu: Single Line Diagram, data pembangkit, data beban dan data saluran. Data-data tersebut selanjutnya diinput kedalam software ETAP Powerstation 19.0.1 untuk dilakukan analisa aliran daya. Penelitian ini menggunakan dengan empat skenario, yaitu: tanpa PV (kondisi riil), penetrasi PV 10%, PV 20% dan PV 30%. Metode yang digunakan untuk analisa aliran daya adalah metode Newton Rapshon. Penelitian ini menghasilkan perhitungan nilai rugi-rugi daya aktif untuk masing-masing skenario sebagai berikut: tanpa PV sebesar 281 kW, dengan PV 10% sebesar 248 kW, PV 20% sebesar 227 kW dan PV 30% sebesar 212 kW. Sehingga instalasi PV pada sistem distribusi PT. PLN (Persero) ULP Nunukan berhasil mengurangi rugi-rugi daya aktif sebagai berikut: untuk PV 10% berkurang sebesar 33 kW (11,74%), PV 20% berkurang sebesar 54 kW (19,21%) dan PV 30% berkurang sebesar 69 kW (24,56%). Instalasi PV juga berhasil meningkatkan tegangan terendah pada sistem distribusi PT. PLN (Persero) ULP Nunukan. Pada kondisi tanpa PV tegangan terendah sebesar 20,296 kV sedangkan pada kondisi PV 10% sebesar 20,433 kV, PV 20% sebesar 20,542 kV dan PV 30% sebesar 20,649 kV.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa Rugi-rugi Daya dan Jatuh Tegangan pada Sistem Distribusi PT. Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan Field

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Untuk mengetahui kondisi suatu sistem tenaga listrik umumnya dilakukan melalui simulasi aliran daya. Melalui aliran daya dapat diketahui paramater-parameter yang terdapat pada sistem tenaga listrik termasuk rugi-rugi daya dan jatuh tegangan. Pada penelitian ini simulasi aliran daya dilakukan pada PT. Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan Field menggunakan software ETAP 19.0.1 powerstation. Selanjutnya, hasil simulasi berupa rugi-rugi daya dan jatuh tegangan pada setiap bus akan dibandingkan dengan perhitungan untuk menghetahui apakah hasil simulasi valid. Dari hasil simulasi aliran daya didapatkan total nilai rugi-rugi daya aktif juga reaktif pada beban siang sebesar 49 kW dan 50 kVAr, dan pada beban malam sebesar 47 kW dan 54 kVAr. Sedangkan untuk nilai tegangan terbesar pada beban siang terdapat pada stasiun f11 dari bus f11b ke bus f11c sebesar 13,69 kV (13,71%) dan nilai tegangan terendah terdapat distasiun 13 dari bus 2 ke bus malam terdapat pada stasiun f11 dari bus f11b ke bus f11c dengan nilai 10,09 kV (10.02%) sedangkan jatuh tegangan terendah terdapat di stasiun 8 dari bus stasiun 7 ke bus stasiun 8 sebesar 0,09 kV (0,07%). Sehingga hasil tersebut masih masuk dalam batas toleransi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa Perbaikan Jatuh Tegangan Akibat Penambahan Beban Pada Jaringan Distribusi di PT PLN (Persero) Tarakan

2024•

Penambahan beban pada jaringan distribusi dapat menyebabkan terjadinya penurunan tegangan yang signifikan, sehingga kondisi jaringan distribusi yang tidak optimal dapat mengakibatkan pelayanan yang kurang efektif. Penelitian ini dilakukan untuk memperbaiki jatuh tegangan yang terjadi pada jaringan distribusi kota Tarakan akibat penambahan beban. Untuk mencapai sistem kelistrikan yang handal dilakukan simulasi aliran daya untuk mengetahui nilai jatuh tegangan yang terjadi pada sistem kelistrikan kota tarakan dengan menggunakan ETAP 19. Sebelum penambahan beban, jatuh tegangan terjadi di dua titik feeder 4 yaitu pada bus 8 dan bus 9 dengan nilai tegangan yang diperoleh 18,68 kV dan 18,66 kV. Setelah penambahan beban, tegangan pada titik feeder yang sama mengalami penurunan tegangan yang drastis sebesar 18,46 kVdan 18,44 kV. Dan juga terjadi jatuh tegangan di feeder 10 pada titik penambahan beban baru yaitu pada bus 5 sebesar 18,74 kV. Pada ketetapan SPLN No.72 : 1987 bahwa jatuh tegangan yang diperbolehkan adalah 5% dari tegangan kerja. Sehingga dilakukan perbaikan tegangan dengan penambahan kapasitor bank menggunakan OCP dan diperoleh yaitu feeder 4 pada bus 8 dan bus 9 mengalami perbaikan sebesar 0,59 kV dengan tegangan 19,05 kV dan 0,65 kV dengan tegangan 19,09 kV dan pada feeder 10 bus 5 mengalami perbaikan sebesar 0,43 kV dengan tegangan 19,17 kV . Sehingga tegangan yang sebelumnya mengalami penurunan akibat penambahan beban telah memenuhi standar SPLN No.72 :1987.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail